The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Book ini dapat digunakan untuk pembelajaran tingkat SMA/MA.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by khaniyatul01, 2021-03-24 02:29:46

HIDROLISIS GARAM

E-Book ini dapat digunakan untuk pembelajaran tingkat SMA/MA.

Keywords: hidrolisis garam asam basa,asam basa,pH garam

Modul Pembelajaran

HIDROLISIS GARAM

SITI KHANIYATUL QOLBIY PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN WALISONGO SEMARANG
2021

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang maha menguasai
seluruh alam semesta beserta isinya. Lagi maha
berkehendak atas segala sesuatu, dan telah menjadikan
manusia sebaik-baiknya ciptaan yang diberikan akal untuk
berfikir. Rasa syukur saya ucapkan karena berkat rahmat
dan hidayahnya saya dapat menyelesaikan makalah ini.

Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan
kepada Nabiyullah Muhammad SAW kepada keluarganya,
para sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya. Semoga
limpahan rahmat yang diberikan Allah kepada beliau
sampai kepada kita semua.

Modul ini saya buat untuk memenuhi tugas
terstruktur mata kuliah “Media Pembelajaran Kimia”
dengan materi “Hidrolisis Garam”. Namun, saya sangat
menyadari dalam pembuatan makalah ini jauh dari kata
sempurna dan masih banyak kekurangan baik isi maupun
penulisan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Semarang, 13 Maret 2021

i|Page

HIDROLISIS GARAM

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .....................................................i
DAFTAR ISI .................................................................ii
PENGERTIAN HIDROLISIS GARAM........................ 1
JENIS HIDROLISIS GARAM ..................................... 2
PERHITUNGAN pH LARUTAN .............................. 11
APLIKASI HIDROLISIS GARAM DENGAN MEMUAT
NILAI ISLAM ............................................................. 15
GLOSARIUM ............................................................. 20
RANGKUMAN ........................................................... 20
EVALUASI.................................................................. 24
DAFTAR PUSTAKA ................................................... 30

ii | P a g e

HIDROLISIS GARAM

HIDROLISIS GARAM

A. PENGERTIAN HIDROLISIS GARAM
Halaman yang memiliki hamparan rumput yang

hijau dan rapi akan menjadikan pemandangan terasa
indah dan segar. Cara yang dapat digunakan agar
rumput tumbuh lebih subur dan hijau yaitu
menggunakan garam epsom atau garam Inggris.
Garam epsom merupakan nama lain dari garam
magnesium sulfat atau lebih tepatnya Magnesium
Sulfathidrat (MgSO4.7H2O). Suatu garam tidak selalu
bersifat netral tetapi dapat bersifat asam atau basa.
Mengapa demikian? Simak penjelasan berikut.

Gambar 1
Rumput yang hijau dan segar

1|Page

HIDROLISIS GARAM

Kata “hidrolisis” diturunkan dari kata hidro
yang berarti “air”, dan lisis yang berarti “membelah
atau penguraian” (Chang, 2004). Menurut Sutresna
(2006), hidrolisis garam adalah reaksi antara air
dengan ion-ion yang berasal dari asam lemah atau basa
lemah suatu garam. Sedangkan menurut kamus,
hidrolisis adalah reaksi kimia suatu senyawa dengan
air, membentuk senyawa lain.

Kation basa lemah atau anion asam lemah
suatu garam, atau kedua-duanya dapat mengalami
hidrolisis melalui reaksi kesetimbangan dengan air
membentuk ion H3O+ atau ion OH- , peristiwa tersebut
dinamakan hidrolisis garam. Jika hidrolisis
menghasilkan ion H3O+ maka larutan bersifat asam,
tetapi jika hidrolisis menghasilkan ion OH- maka
larutan bersifat basa. Sifat larutan garam bergantung
pada kekuatan asam dan basa yang membentuk garam
tersebut.

B. JENIS-JENIS HIDROLISIS GARAM
Berdasarkan komponen asam basa

pembentuknya, garam dibagi menjadi empat jenis,
2|Page

HIDROLISIS GARAM

yaitu garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat
dengan basa kuat, garam yang terbentuk dari reaksi
asam kuat dengan basa lemah, garam yang terbentuk
dari reaksi asam lemah dengan basa kuat, dan garam
yang terbentuk dari reaksi asam lemah dengan basa
lemah. Berikut ini pembagiannya.
1. Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dengan

Basa Kuat
Ketika garam yang berasal dari asam kuat

dan basa kuat di larutkan dalam air, maka akan
terionisasi sempurna menjadi anion dan kationnya.
Di dalam larutan, ion-ion garam tersebut dan air
tidak bereaksi satu sama lain. Basa konjugat dari
asam kuat tidak memiliki afinitas terhadap proton
dibandingkan dengan molekul air. Jadi, jika anion
seperti Cldan NO3- dimasukkan ke dalam air,
anion-anion tersebut tidak menarik proton (H+)
dari molekul air sehingga tidak berpengaruh
terhadap pH larutan (Sunarya, 2003).

Contoh larutan garam yang berasal dari
asam kuat dan basa kuat adalah NaCl. Natrium
Klorida (NaCl) dalam larutan akan terionisasi
3|Page

HIDROLISIS GARAM

sempurna menjadi kation Na+ dan anion Cl- . Baik
ion Na+ maupun Cl- berasal dari elektrolit kuat,
sehingga keduanya tidak mengalami hidrolisis
(Purba, 2007). Reaksi yang terjadi dalam larutan
Natrium Klorida sebagai berikut. NaCl (aq) → Na+
(aq) + Cl- (aq)

Na+ (aq) + H2O (l) (tidak bereaksi)

Cl- (aq) + H2O (l) (tidak bereaksi)

Molekul H2O dalam air murni sedikit terurai

menjadi H3O+ dan OH- . Ketika garam NaCl

dilarutkan dalam air murni, molekul H2O tidak

bereaksi dengan kation maupun anion dari garam

NaCl. Oleh karena itu, jumlah molekul H2O, H3O
+ , dan OH dalam keadaan tetap atau tidak

mengalami perubahan, sedangkan molekul dari

NaCl terionisasi mejadi Na+ dan Cl-. Jadi, garam

NaCl tidak mengubah perbandingan konsentrasi

ion H3O+ dan OH- dalam air (ph = 7). Dengan kata
lain, larutan NaCl bersifat netral sehingga larutan

tidak akan memerahkan kertas lakmus biru dan

tidak akan membirukan kertas lakmus merah.

4|Page

HIDROLISIS GARAM

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa
kuat tidak mengalami hidrolisis.

2. Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dengan
Basa Lemah
Dalam air, garam yang berasal dari asam
kuat dan basa lemah akan terionisasi sempurna
menjadi kation dan anion. Garam dari asam kuat
dan basa lemah ini akan mengalami hidrolisis
parsial. Contoh larutan garam yang berasal dari
asam kuat dan basa lemah adalah larutan
Amonium Klorida (NH4Cl). Garam NH4Cl
terbentuk dari basa lemah NH3 dan asam kuat HCl
(McMurry, 2003).
Ketika garam NH4Cl dilarutkan dalam air,
maka akan terbentuk kation NH4+ dan anion Cl- .
Ion NH4+ yang berasal dari basa lemah NH3 akan
mengalami hidrolisis. Sedangkan ion Cl yang
berasal dari asam kuat HCl tidak akan terhidrolisis.
Ion NH4+ berperan sebagai asam konjugat kuat dari
garamnya dan akan bereaksi kesetimbangan

5|Page

HIDROLISIS GARAM

dengan molekul air dengan cara memberikan

proton kepada molekul air.

Sedangkan ion Cl- tidak memiliki afinitas

terhadap H3O+ dalam molekul air, sehingga tidak

berdampak pada pH larutan. Reaksi-reaksi yang

terjadi dalam larutan Amonium Klorida

digambarkan sebagai berikut.

NH4Cl (aq) → NH4 + (aq) + Cl- (aq)

NH4 + (aq) + H2O (l) NH3 (aq) + H3O+

(aq)

Cl- (aq) + H2O (l) (tidak bereaksi)

Molekul H2O dalam air murni sedikit terurai

menjadi H3O+ dan OH- . Ketika garam NH4Cl

dilarutkan dalam air murni, molekul NH4Cl akan

terionisasi menjadi NH4+ dan Cl- . Molekul H2O

akan bereaksi dengan kation NH4+ karena NH4+

merupakan asam konjugat yang relatif kuat

dibandingkan air, sehingga NH4+ berperan sebagai

sumber proton. Oleh karena itu, jumlah molekul

H2O, H3O+ , dan OH akan mengalami perubahan,

yakni salah satu molekul H2O akan bereaksi

dengan kation tersebut dan menghasilkan molekul
6|Page

HIDROLISIS GARAM

NH3 dan ion H3O+ . Sedangkan Cl tidak memiliki
afinitas terhadap proton dalam molekul air,
melainkan hanya terhidrasi sederhana, sehingga
tidak berpengaruh terhadap pH larutan. Karena
reaksi hidrolisis kation dengan air menghasilkan
ion H3O+ , maka akan terjadi peningkatan
konsentrasi H3O+ dalam larutan. Akibatnya
konsentrasi OH lebih kecil dibandingkan
konsentrasi H3O+ . Jadi, larutan akan bersifat asam
(pH < 7). Sehingga larutan akan memerahkan
kertas lakmus biru dan tidak akan membirukan
kertas lakmus merah.

3. Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dengan
Basa Kuat
Dalam air, garam yang berasal dari asam
lemah dan basa kuat akan terionisasi sempurna
menjadi kation dan anion. Garam dari asam lemah
dan basa kuat ini akan mengalami hidrolisis parsial.
Contoh larutan garam yang berasal dari asam
lemah dan basa kuat adalah larutan Natrium Asetat

7|Page

HIDROLISIS GARAM

(CH3COONa). Garam CH3COONa terbentuk dari
asam lemah CH3COOH dan basa kuat NaOH.

Ketika garam CH3COONa dilarutkan dalam
air, maka akan terbentuk kation Na+ dan anion
CH3COO- . Ion CH3COO yang berasal dari asam
lemah CH3COOH akan mengalami hidrolisis.
Sedangkan ion Na+ yang berasal dari basa kuat
NaOH tidak akan terhidrolisis. Ion Na+ merupakan
asam konjugat yang bersifat lebih lemah dari air,
sehingga tidak menimbulkan perubahan sifat, baik
asam atau basa pada larutan (Sunarya, 2003). Ion
CH3COO yang merupakan basa konjugat kuat dari
asam asetat, atau basa yang lebih kuat daripada air.
Ini berarti bahwa ion CH3COOmemiliki afinitas
terhadap proton dari molekul air (Sunarya, 2003).
Sehingga ion CH3COO yang berasal dari asam
lemah CH3COOH akan bereaksi dengan air
menghasilkan ion OH- . Jadi larutan garam
Natrium Asetat akan terhidrolisis sebagian dan
bersifat asam. Berikut interaksi antara ion
CH3COO dengan molekul air: NH4CN(aq) →
NH4+ + CN-(aq)
8|Page

HIDROLISIS GARAM

Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk reaksi
kesetimbangan:
NH4+ (aq) + H2O(l) ⇄ NH4OH(aq) + H+(aq)
Ion CN- bereaksi dengan air membentuk reaksi
kesetimbangan:
CN- (aq) + H2O(l) ⇄ HCN(aq) + OH-(aq)

4. Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dengan
Basa Lemah
Garam ini terdisosiasi dalam air dan akan
menghasilkan ion-ion. Kation dan anion keduanya
berasal dari asam lemah dan basa lemah. Kedua
ion tersebut bereaksi dengan air, sehingga
mengalami hidrolisis total (Sutresna, 2006).
Contoh larutan garam yang berasal dari asam
lemah dan basa lemah adalah larutan Amonium
Asetat (CH3COONH4). Garam CH3COONH4
terbentuk dari asam lemah CH3COOH dan basa
lemah NH3. Ammonium Asetat terdiri dari kation
NH4+ dan anion CH3COO- . Baik ion NH4+
maupun ion CH3COO berasal dari elektrolit lemah,
sehingga keduanya dapat terhidrolisis. Ion NH4+

9|Page

HIDROLISIS GARAM

berperan sebagai asam konjugat dari basa

pembentuknya. Jika ion NH4+ bereaksi

kesetimbangan dengan air, kation ini akan

memberikan proton pada molekul air, sehingga ion

NH4+ akan terhidrolisis menghasilkan ion H3O+ .

Sedangkan ion CH3COO yang merupakan basa

konjugat kuat dari asam pembentuknya, memiliki

afinitas terhadap proton dari molekul air. Sehingga

ion CH3COO yang berasal dari asam lemah

(CH3COOH) akan bereaksi dengan molekul air
menghasilkan ion OH- . Reaksi-reaksi yang terjadi

dalam larutan Amonium Asetat dapat

digambarkan sebagai berikut:

CH3COONH4 (aq) → NH4+ (aq) + CH3COO-(aq)

NH4+(aq) + H2O(l) NH3(aq) + H3O+(aq)

CH3COO- (aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) +
OH- (aq)

Hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah dan

basa lemah merupakan hidrolisis total, sebab

kedua ion garam mengalami reaksi hidrolisis

dengan air. Sifat larutan ditentukan oleh nilai

tetapan kesetimbangan asam (Ka) dan nilai
10 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

kesetimbangan basa (Kb) penyusun garam tersebut.
Jika Ka > Kb, maka larutan akan bersifat asam dan
jika Ka < Kb maka larutan akan bersifat basa.
Sedangkan apabila Ka=Kb, kedua ion akan
bereaksi sama jauhnya, maka larutan bersifat
netral.1

C. PERHITUNGAN pH LARUTAN GARAM
1. Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dengan
Basa Kuat
Garam dari asam kuat dan basa kuat contohnya
garam Natrium Klorida (NaCl). Oleh
karenanya garam yang berasal dari asam kuat
dan basa kuat tidak bereaksi dengan air atau
tidak terhidrolisis harga H dan OH dalam air
tidak berubah dengan adanya garam sehingga
PH sekali tidak berubah dan sama dengan PH
air murni pH = 7 larutan ini bersifat netral

1 James E. Brady, Kimia Universitas Asas & Struktur Jilid Dua,
Tangerang, h.137-138.

11 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

2. Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dengan
Basa Lemah
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa
lemah mengalami hidrolisis kation. Jika kation
yang terhidrolisis itu dimisalkan sebagai BH+ ,
maka reaksi hidrolisis serta persamaan tetapan
hidrolisisnya :

BH+ (aq) +H2O(l) B(aq) + H3O+ (aq)

[ ][ 3 +]
= [ +]

Serupa dengan penurunan rumus untuk garam

yang berasal dari asam lemah dan basa kuat,

untuk garam dari asam kuat dan basa lemah

dapat diturunkan rumus-rumus berikut :


ℎ =

[ +] = √


3. Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah
dengan Basa Kuat

12 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

Garam yang berasal dari basa kuat dan asam
lemah mengalami hidrolisis parsial, yaitu
hidrolisis anion. Misal, rumus kimia garam
adalah LA, maka hidrolisis anion adalah
sebagai berikut:

A- (aq) + H2O (l) HA (aq) + OH- (aq)

Untuk garam dari asam kuat dan basa lemah

dapat diturunkan rumus-rumus berikut :

[ −] = √


4. Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah
dengan Basa Lemah
Garam dari asam lemah dan basa lemah
mengalami hidrolisis total. Adapun pH larutan,
secara kuantitatif sukar dikaitkan dengan harga
Ka dan Kb maupun dengan konsentrasi garam.
pH larutan yang tepat hanya dapat ditentukan
melalui pengukuran. pH larutan dapat
diperkirakan dengan rumus :

13 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

[ +] = √


[ −] = √


Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif
asam dan basa yang bersangkutan. Jika asam
lebih lemah daripada basa (Ka< Kb), maka
anion akan terhidrolisis lebih banyak dan
larutan akan bersifat basa. Jika basa lebih
lemah daripada asam (Kb< Ka), maka kation
yang terhidrolisis lebih banyak dan larutan
akan bersifat asam. Sedangkan jika asam sama
lemahnya dengan basa (Ka=Kb), larutan akan
bersifat netral.2
Keterangan :
= tetapan kesetimbangan asam
= tetapan kesetimbangan basa
= tetapan kesetimbangan air

2 Michael Purba, h. 256-259

14 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

[ +] atau M= konsentrasi kation (komponen

garam) yang terhidrolisis.

Derajat hidrolisis garam ( α ) yang berasal dari

asam lemah dan basa lemah dirumuskan

sebagai berikut.

√ ℎ
=

1 + √ ℎ
D. APLIKASI HIDROLISIS GARAM DENGAN

MEMUAT NILAI ISLAM

Garam NaCl merupakan salah satu bentuk
penerapan dari hidrolisis yaang terbentuk dari
asam kuat (HCl) dan basa kuat (NaOH). Laut
merupakan sekumpulan air yang sangat luas di per-
mukaan bumi yang mengandung berbagai garam-
garaman. Dikutip dari berita Kumparan (24 Mei
2018 pukul 23.29), dalam Al-Quran terdapat 32
ayat yang menyebut kata 'laut'. Sedang kata 'darat'
terkandung dalam 13 ayat AlQuran. Jika
dijumlahkan, keduanya menjadi 45 ayat. Angka 32
itu sama dengan 71,11 persen dari 45. Sedang 13
itu identik dengan 28,22 persen dari 45.
Berdasarkan ilmu hitungan sains, ternyata memang
71,11 persen bumi ini berupa lautan dan 28,88
persen berupa daratan.3

3 https://kumparan.com/ir-suhelmi/al-quran-berbicara-tentang-laut

15 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

Perkara air laut ternyata tidak luput dari
pembahasan Allah SWT. dan sudah tertulis dalam
al-Quran ini menjadi bukti bahwa Allah SWT.
tidak main main dalam proses penciptaan semua
mahluknya. Dalam Surah Faathir Ayat 12 yang
berbunyi:

ٌ‫َو َما يَ ْس تَ ِوي الْبَ ْح َرا ِن َه َٰ َذا عَ ْذ ٌب فُ َرا ٌت َسائِغ‬
‫َ َشابُ ُه َو َه َٰ َذا ِملْ ٌح أُ َجا ٌج ۖ َو ِم ْن ُ لٍّك تَأُُْكُو َن لَ ْح ًما‬
‫َط ِرًاّي َوتَ ْس تَ ْخ ِر ُجو َن ِحلْيَ ًة تَلْبَ ُسوََنَا ۖ َوتَ َرى الْفُ ْ َل‬
‫ِفي ِه َم َوا ِخ َر لِتَبْتَغُوا ِم ْن فَ ْض ِِلِ َولَعَلَُُّكْ تَ ْشكُ ُرو َن‬

Artinya: “Dan tidaklah sama antara dua laut;
yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang
lain asin lagi pahit. Dan dari masing masing laut
itu kamu dapat memakan daging yang segar dan
kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat
kamu pakai. Dan pada masing-masing kamu lihat
kapal – kapal berlayar membelah laut supaya
kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya
kamu bersyukur. (QS. Faathir/35: 12)”

Salah satu bahaya yang akan menimpa
mahluk ketika air laut tidak asin adalah tempat ini
akan menjadi pusat dari segala macam penyakit.
Tentu ini akan mengancam kesemalamatan
penduduk dunia, mengingat luas lautan lebih luas

16 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

dari pada daratan. Mengapa bisa demikian? Salini-
tas (kadar garam) laut berfungsi untuk
mensterilkan air, sehingga mencegah terjadinya
pembusukan dan perkembangbiakan penyakit. Ka-
lau tidak demikian niscaya menjadi pusat (markas)
yang baik bagi wabah dan penyakit yang menyebar
ke seluruh negara dan bangsa.

Sekilas mari mengingat tragedi tsunami
yang terjadi pada 2004 silam. Ada begitu banyak
korban jiwa yang meninggal dalam tragedi
tersebut. Sebagian ditemukan, namun tidak sedikit
pula yang ikut terseret menuju lautan dan samudra
yang luas. Bagaimana jadinya jika air laut rasanya
air tawar? jika air laut tidak asin, maka jenazah ini
justru akan menjadi wabah penyakit karena
mengalami pembusukan. Wallahualam. Selain itu,
asinnya air laut juga memberikan hikmah luar
biasa lainnya. Jika air laut tidak asin, niscaya akan
menyulitkan dunia transportasi air. Namun,
bagaimana bisa ?

Artinya: “Dan di antara tanda – tanda
(kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang

17 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

berlayar) di laur seperti gunung gunung” (Qs.
Asy-Syuuraa/26: 32)

‫ِل‬ ‫َّ ْي‬ ‫َخلْ ِق ال َّس َما َوا ِت َوا ْْلَ ْر ِض َوا ْختِ ََل ِف الل‬ ‫ِاَواَّنلََّّنَِِاف ِر‬
‫َوالْفُ ْ ِل الَّ ِِت ََتْ ِري ِِف الْبَ ْح ِر بِ َما يَنْفَ ُع‬
‫النَّا َس َو َما أَنْ َز َل اََّّلُل ِم َن ال َّس َما ِء ِم ْن َما ٍّء فَأَ ْحيَا بِ ِه‬
‫ا ْْلَ ْر َض بَ ْع َد َم ْوِِتَا َوبَ َّث ِفيهَا ِم ْن ُ ِلك َدابَّ ٍّة َوتَ ْْ ِصي ِف‬
‫ال ل ِر ًَّيحِ َوال َّس َحا ِب الْ ُم َس َّخ ِر بَ ْْ َي ال َّس َما ِء َوا ْْلَ ْر ِض‬
‫َْلآًَّي ٍّت لِقَ ْومٍّ يَ ْعقِلُو َن‬
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,

silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang

berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi

manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit

berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi

sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di

bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin

dan awan yang dikendalikan antara langit dan

bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan

kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

(QS. Al-Baqarah/2: 164).

Laut dan transportasi menjadi bagian
memukau. Allah SWT. menjelaskan tentang laut
dan dan dihubungkan dengan kapal-kapal sebagai

18 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

alat transportasinya. Jika ini tidak istimewa,
mengapa Allah tidak menyebut sungai dan alat
transportasinya? Karena keistimewaanya inilah
maka Allah menyebutkannya dalam Al-Qur’an.
Ternyata ini ada kaitannya dengan asinnya air laut.
Hal ini bisa dibuktikan dengan proses pembuatan
es krim. Jika melihat proses membuat es krim,
maka akan ditemukan bahwa pembekuan es krim
dengan menggunakan es saja tidak cukup. Karena
es tidak dapat mendinginkan hingga di bawah 0°C.
Untuk itu, para pekerja mencampurkan garam ke
dalam es, sehingga membentuk cairan asin yang
meleleh di bawah nol derajat. Yang perlu
diperhatikan bahwa pendinginan dengan cara ini
yaitu peningkatan konsentrasi garam tidak dapat
dilakukan sampai suhu di bawah 12°C.

Dan pengamatan sederhana ini termasuk
yang penting terjadi didanau dan sungai dapat
membeku di musing dingin. Namun, tidak dengan
laut. Salah satu penyebab utamanya adalah laut
memiliki air yang asin. Kandungan garam di air
laut menurunkan titik bekunya. maka keberadaan
kadar garam di laut ini membuat air laut baru
membeku pada derajat di bawah 0°C, suatu hal itu
memungkinkan air laut tetap mengalir/tidak beku
(karena ia cair pada derajat kurang dari 10 derajat).
Jadi, suhu musim dingin rata-rata tidak mampu
membekukan air laut. Sehingga hal itu

19 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

memudahkan pelayaran pada musing dingin pada
waktu yang lebih lama (karena air laut tidak
membeku pada suhu di bawah nol derajat). Tidak
satupun di muka bumi yang diciptakannya tanpa
hikmah, begitu indah.

GLOSARIUM

Derajat ionisasi: perbandingan antara jumlah mol zat yang
terionisasi dengan jumlah mol mula-mula.
Garam: senyawa elektrolit yang dihasilkan dari reaksi
netralisasi antara asam dengan basa. Hidrolisis:
penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam oleh
air.
Hidrolisis parsial: kation dan anion yang dihasilkan dari
ionisasi garam hanya sebagian yang bereaksi dengan air.
Hidrolisis total: kation dan anion yang dihasilkan dari
ionisasi garam seluruhnya bereaksi dengan air.
pH: suatu zat yang diperoleh dari hasil negatif logaritma
10 dari kemolaran ion H+.

20 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

RANGKUMAN

Hidrolisis berasal dari kata hidro (air) dan lisis
(penguraian). Jadi hidrolisis adalah reaksi penguraian
garam dalam air atau komponen garam ( kation dan anion )
bereaksi dengan air. Ion-ion tersebut akan bereaksi dengan
air membentuk asam (H3O+) dan basa (OH-) asalnya.
Garam yang dihasilkan bisa saja bersifat asam, basa
ataupun netral. Ada empat jenis hidrolisis garam, yaitu:

1. Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dan
Basa Kuat jika dilarutkan dalam air akan
menghasilkan anion yang berasal dari asam lemah.
Sehingga garam yang berasal dari asam lemah dan
basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan
bersifat basa (pH > 7). Contohnya garam natrium
asetat (CH3COONa) .

[ −] = √


= − log[ −]
2. Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan

Basa Lemah jika dilarutkan dalam air akan
menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah.

21 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

Sehingga garam yang berasal dari asam kuat dan
basa lemah akan terhidrolisis sebagian (parsial)
dan bersifat asam.

[ +] = √


= − log[ +]
Derajat hidrolisis garam ( ) yang berasal dari asam
kuat dan basa lemah dirumuskan sebagai berikut.

= √ ℎ = √


3. Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dan
Basa Lemah di dalam air akan terionisasi dan
kedua ion garam tersebut bereaksi dengan air
(hidrolisis total atau hidrolisis sempurna),
contohnya garam amonium sianida ( 4 ).
Ketentuannya sebagai berikut.
a. Jika, Ka = Kb maka larutan garam bersifat
netral atau mempunyai pH = 7
b. Jika Ka > Kb, maka larutan garam bersifat
asam atau mempunyai pH < 7

22 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

c. c. Jika Ka < Kb, maka larutan garam
bersifat basa atau mempunyai pH > 7

[ +] = √ [ −] = √


= − log[ +]
Derajat hidrolisis garam ( ) yang berasal dari
asam lemah dan basa lemah dirumuskan sebagai
berikut.

√ ℎ
=

1 + √ ℎ
4. Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan

Basa Kuat, ion-ion yang dihasilkan dari garam
yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada
bereaksi dengan air, sebab jika dianggap bereaksi
maka akan segera terionisasi kembali secara
sempurna membentuk ion-ion semula. Oleh karena
itu konsentrasi ion H+ dan OH- dalam air tidak
terganggu sehingga larutan bersifat netral. Larutan
garam ini memiliki pH yang tidak berubah dan
sama dengan pH air murni pH = 7 larutan ini
bersifat netral.

23 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

EVALUASI

Pilihan Ganda
1. Besarnya [OH−] dalam larutan garam yang berasal
dari asam lemah dan basa kuat . . .
A. Berbanding lurus dengan Ka -nya
B. Berbanding terbalik dengan Ka -nya
C. Berbanding lurus dengan akar kuadrat Ka -nya
D. Berbanding terbalik dengan akar kuadrat Ka -
nya
E. Berbanding terbalik dengan konsentrasi molar
garamnya

2. Garam berikut ini yang membirukan kertas lakmus
adalah . . .
A. Al2(SO4)3
B. KCN
C. NaCl
D. KCl
E. NH4Cl

24 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

3. Sebanyak 50 mL larutan HCl 0,1 M dicampur
dengan 50 mL laruta NH4OH 0,1 M. Jika Kb
NH4OH = 5 x 10-5 maka pH campuran yaitu . . .
A. 4,0
B. 5,0
C. 5,5
D. 6,0
E. 7,0

4. Jika diketahui harga Ka CH3COOH = 1,8 x 10-5,
maka tetapan hidrolisis CH3COONa adalah . . .
A. 10-14
B. 5,5 x 10-10
C. 5,5 x 10-6
D. 1,8 x 10-5
E. 5,5 x 10-4

5. Jika 20 mL larutan HCl 0,2 M dicampur dengan 20
mL larutan NH4OH 0,2 M, Kb NH4OH = 10-5.
Maka pH campuran sebesar . . .
A. 8
B. 5+log 5
C. 5

25 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

D. 4
E. 2+ log 5

6. Larutan garam yang berasal dari asam lemah dan
basa lemah akan bersifat asam, jika . . . .
A. Ka > Kb
B. Ka < Kb
C. Kb > Ka
D. Ka = Kb
E. Kb > Ka

7. pH dari larutan yang merupakan campuran dari
100mL CH3COOH 0,2 M dan 100 ml NaOH 0,2
M , jika Ka CH3COOH = 10-5 adalah ….
A. 9
B. 8
C. 7
D. 10
E. 11

8. Jika 50mL HClO4 0,1M bereaksi dengan 50mL
basa lemah LOH 0,1M dan pH campuran yang

26 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

terbentuk adalah 6, maka tetapan kesetimbangan
basa lemah tersebut adalah…
A. 1 x 10-4
B. 5 x 10-4
C. 1 x 10-5
D. 2 x 10-5
E. 5 x 10-6

9. Jika Kh ClO- pada suhu tertentu adalah 4,0 x 10-7,
pH larutan KClO 0,1M adalah…
A. 4 – log 2
B. 5 – log 4
C. 10 + log 2
D. 10 – log 2
E. 10 + log 4

10. Jika diketahui pH Kb NH3 adalah 2,0 x 10-5, maka
pH larutan NH4Cl 0,08M adalah…
A. 4 – log 2
B. 6 + log 4
C. 6 – log 4
D. 8 + log 2
E. 8 – log 4

27 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

ESSAY
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Lakukan analisis data apakah larutan garam
berikuti mengalami hidrolisis. Jika mengalami
hidrolisis tuliskan reksi hidrolisisnya!
a. Pb(NO3)3 b. (NH4)2CO3 c. KNO3 d. MgSO4 e.
Na2HPO4

2. Bagaimana warna kertas lakmus merah dan kertas
lakmus biru jika dimasukkan ke dalam larutann
berikut? Simpulkan sifat garam berdasarkan
perubahan warna kertas lakmus!
a. AlCl3 b. CuSO4 c. KCN d. Na2CO3 e. Ba(NO3)2

3. Diketahui larutan 0,1 M NH4Cl dan NH4OH =
10−5 a. Tuliskan hidrolisis garam NH4Cl ! b.
Hitung harga Kh ,[H +],[OH −] dan PH larutan !

4. Larutan asam asetat 0,1 M sebanyak 100 ml
mempunyai pH = 3. Jika 0,4 gram NaOH
dicampurkan ke dalam larutan ini, tentukan pH
larutan yang terbentuk ! (Mr NaOH = 40)

28 | P a g e

HIDROLISIS GARAM
5. Pak Amir membuat larutan dengan mencampur 50

mL larutan CH3 COOH 0,1 M dan 50 mL
Mg(OH)2 (Ka = 1 × 10–5). Hitung pH larutan yang
dibuat Pak Amir.

29 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

DAFTAR PUSTAKA

Ardiyantama, Maulidi. 2019. FENOMENA LAUT DALAM
PANDANGAN AL-QUR’AN. Lampung: UNIVERSITAS
ISLAM NEGRI (UIN) RADEN INTAN LAMPUNG.

Fauzia, Rizkia Hanifa Nurul. 2014. Pengembangan Video
Pembelajaran Yang Mengintegrasikan Level Makroskopik,
SubMikroskopik, Dan Simbolik Pada Materi Hidrolisis
Garam. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Fauziah, Nenden. 2009. KIMIA 2: SMA dan MA Kelas XI
IPA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional.

https://aisyahfitrirusianijisman.files.wordpress.com/2018/
03/ebook-hidrolisis-garam-klik-disini.pdf

http://digilib.uinsby.ac.id/2342/4/Bab%202.pdf

https://www.academia.edu/17000961/HIDROLISIS_GA
RAM_Hydrolysis.

https://www.gurupendidikan.co.id/hidrolisis-garam/

https://kumparan.com/ir-suhelmi/al-quran-berbicara-
tentang-laut

https://makeitation.com/hikmah-mengapa-air-laut-harus-
asin-menurut-al-quran/

https://tanya-tanya.com/contoh-soal-pembahasan-
hidrolisis/
30 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

https://techno.okezone.com/read/2017/10/29/56/1804651
/subhanallah-alquran-jelaskan-ternyata-laut-merupakan-
penyeimbang-permukaan-bumi

James E. Brady. 2010. Kimia Universitas Asas & Struktur
Jilid Dua. Jakarta: Binarupa Aksara.

Kristyaningsih, Barista. 2014. Hidrolisis Garam.
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

Megasari, Nofita. 2017. Desain Materi Hidrolisis
Terintegrasi Praktikum dan Penilaiannya Untuk
Mengukur Keterampilan Laboratorium dan Ketuntasan
Hasil Belajar Siswa. Semarang: UNIVERSITAS NEGERI
SEMARANG

Sari, Novitalia Ablinda. 2020. MODUL
PEMBELAJARAN SMA: KIMIA. Kementrian Pendidikan
dan Kebudayaan.

Sudarmo, U. 2013. Kimia 1 untuk SMA/MA Kelas

XI Berdasarkan Kurikulum 2013 Revisi.

Jakarta: Erlangga.

Partana, Crys Fajar dan Antuni Wiyarsi. 2009. Mari
Belajar Kimia 2 : Untuk SMAXI IPA. Jakarta: Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Purba, Michael. 2006. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta:
Erlangga.

Puspitasari, Nila. 2013. INOVASI RUBRIK
PERFORMANCE ASSESSMENT PADA PRAKTIKUM

31 | P a g e

HIDROLISIS GARAM
MATERI HIDROLISIS GARAM SISWA KELAS XI SMA
NEGERI 7 SEMARANG. Semarang: UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG.
Sunarko, Asep. IPTEK DALAM PERSPEKTIF AL-
QUR’AN
Thobroni, Ahmad Yusam. 2005. Fikih Kelautan Perspektif
Al-Quran Tentang Pengelolaan Potensi Laut. Al-Fikra:
Jurnal Ilmiah Keislaman. 4(2).
Yunanda, Rifki. 2018. FAUNA DALAM PERSPEKTIF AL-
QUR’AN. Lampung: UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG

32 | P a g e

HIDROLISIS GARAM

BIODATA PENULIS

Penulis bernama Siti Khaniyatul
Qolbiy atau biasa dipanggil “Qolbiy”
lahir di Bandar Lampung pada 01 Mei
2001 sebagai anak ketiga dari tiga
bersaudara dari pasangan Bapak
Selamat dan Ibu Siti Purwaningsih.
Saat ini penulis bertempat tinggal di Jl.
Sebiay Gg. Abdul Karim, Hajimena,
Natar, Lampung Selatan, Lampung.

Pada tahun 2007, penulis menempuh
pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Gedong
air. Kemudian pada tahun 2013 dilanjutkan ke jenjang
pertama di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2
Bandar Lampung. Lalu pada tahun 2016, dilanjutkan ke
jenjang atas di MAN 1 Model Bandar Lampung. Pada
tahun 2019, penulis terdaftar sebagai mahasiswa
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang
pada Fakultas Sains dan Teknologi dengan jurusan
Pendidikan Kimia hingga saat ini.

Motto hidup penulis “Jika kesempatan tidak
menghampirimu, maka ciptakanlah”.

33 | P a g e


Click to View FlipBook Version