The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Anggi Kartika, 2020-12-22 10:59:44

tugas flipbook ANGGI KARTIKA 175040025

tugas flipbook ANGGI KARTIKA 175040025

ANGGI KARTIKA
175040025

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik di harapkan
mampu:

•Menjelaskan keanekaragaman hayati
•Menjelaskan tingkat keanekaragaman hayati
•Menjelaskan sistem klasifikasi mahluk hidup
•Menjelaskan keanekaragaman hayati yang ada di
indonesia
•Menjelaskan pelestarian keanekaragaman hayati
Indonesia
•Memahani peranan keanekaragaman hayati Indonesia

INTI MATERI
A. Konsep Keanearagaman Hayati
B. Sistem Klasifikasi Mahluk hidup
C.Keunikan keanekaragaman hayati di Indonesia
D. Usaha melestarikan dan memanfaatkan sumberdaya alam hayati



A.Konsep Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup.
Keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena adanya perbedaan

warna, ukuran, bentuk, jumlah, tesktur, penampilan dan R BAKTERI

1.Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen
Merupakan keanekaragaman gen dalam satu spesies. Gen adalah faktor pembawa sifat suatu makhluk hidup, setiap makhluk hidup
dalam satu spesies memiliki jumlah kromosaom sama, namun dengan dasar kimi yang sama, susunan gennya berbeda-beda.
misalnya gen pada manusia menentukan bentuk rambut, hidung, mata, kulit, postur tubuh, dan sebagainya. Perubahan gen
menyebabkan perubahan sifat sehingga perbedaan gen menyebabkan terjadinya variasi dalam satu spesies. Contohnya adalah
keanekaragaman tingkat gen pada kucing

A.Konsep Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup.
Keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena adanya perbedaan

warna, ukuran, bentuk, jumlah, tesktur, penampilan dan R BAKTERI

2.Kanekaragaman Hayati Tingkat Spesies
Merupakan keanekaragaman yang terjadi karena adanya variasi spesies di suatu tempat. Dalam urutan taksonomi, variasi terletak
pada satu tingkat dibawah spesies, namun pada tingkatan yang lebih tinggi keanekaragaman jenis dapat lebih mudah diamati.
Contoh: dalam satu golongan kelas aves ditemukan berbagai jenis burung.

A.Konsep Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup.
Keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena adanya perbedaan

warna, ukuran, bentuk, jumlah, tesktur, penampilan dan R BAKTERI

3.Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
Merupakan kesatuan yang dibentuk oleh adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Setiap
ekosistem memiliki ciri lingkungan fisik, kimia, tipe vegetasi, dan tipe hewan spesifik yang menyebabkan jenis makhluk hidup menjadi
beragam. Terdapat dua ekosistem utama yaitu ekosistem daratan (terestrial) dan ekosistem perairan (aquatik). Ekosistem darat
terbagi menjadi bioma gurun, savana, tundra, taiga, hutan gugur, dan hutan hujan tropis.

LATIHAN

Setelah mengetahui cukup jelas tentang keanekaragaman tingkat gen, spesies, dan ekosistem. Maka
identifikasikan gambar makhluk hidup berikut!

GAMBAR A

GAMBAR B GAMBAR C

LATIHAN

1.Pada gambar A termasuk kedalam keanekaragaman tingkat apa?
Jawab: ............................................................................................

2.Faktor apa saja yang mempengaruhi keanekaragaman pada gambar A?
Jawab: ............................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
3.Pada gambar B termasuk kedalam keanekaragaman tingkat apa?
Jawab: ............................................................................................

4.Berikan contoh yang setara dengan keanekaragaman gambar B!
Jawab: ...........................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
5.Mengapa dapat terjadi keanekaragaman hayati pada gambar C?
Jawab: ............................................................................................

B.Bagaimana Hayati di Indonesia

Indonesia memSiTlikRi juUmKlaThUspResBieAs eKnTdeEmRicItertinggi di dunia. Hal ini

disebabkan oleh karena banyak pulau yang terisolasi dalam waktu lama
sehingga perlahan muncul spesies lokal yang unik disebut endemik

1.Penyebaran Flora
Flora Indonesia termasuk kawasan Malesiana, meliputi Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Papua Nugini. Menurut Van Welzen dan

Silk botanis dari Belanda, flora Malesiana terbagi kedalam flora daratan Sunda, Sahul, dan tengah (Wallace) yang khas dan endemik.
Contoh flora Sunda yaitu Nepenthes gymnaphora (kantung semar) merupakan tumbuhan pemakan serangga, flora Sahul contohnya
yaitu Myristica fragnans, Sedangkan untuk kawasan Wallace yaitu Eucalyptus deglupta (pohon pelangi) karena memiliki batang
berwarna warni.

2.Penyebaran Fauna
Persebaran fauna terbagi menjadi 3 yaitu kawasan Indonesia Barat, peralihan, dan Kawasan Indonesia Timur yang dipisahkan oleh

garis Wallace, Weber, dan Lydekker. Pola persebaran kawasan Barat (garis imajiner Wallace) meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan,
dan Bali. Jenis hewan antara lain Panthera tigris (Harimau), Elephas maximus (gajah), Pongo pygmaeus (orang utan) dan
sebagainya. Kawasan peralihan meliputi Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Sumba, Lombok, dan Timor-timor yang dibatasi garis Wallace
bagian barat dengan garis Lydekker bagian

C.Keunikan Keanekaragaman Hayati di Indonesia

kInedaonneeksairaaSmgaTemrRuapnUahkKaanyTastaUi ylaaRhngsBattiunAgdgKai.riTDtiuEgaaRnneeIggaarraa yang memiliki Brasil dan Zaire.
lainnya adalah

Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan

tersendiri. Keunikannya adalah di samping memiliki tingkat keanekaragaman

hayati yang tinggi, Indonesia memiliki areal tipe indo-malaya yang luas, juga tipe

oriental, australia, dan peralihannya. Selain itu, di Indonesia terdapat banyak

hewan dan tumbuhan langka, serta spesies endemik

1.Memiliki Keanekaragaman Hayati Tinggi
Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik

(iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Keanekaragaman tinggi di Indonesia dapat dijumpai di dalam lingkungan hutan tropik. Jika di
hutan iklim sedang dijumpai satu atau dua jenis pohon, maka di areal yang sama di dalam hutan hujan tropik memiliki
keanekaragaman hayati sekitar 300 kali lebih besar dibandingkan dengan hutan iklim sedang. Di dalam hutan hujan tropik terdapat
berbagai jenis tumbuhan (flora) dan fauna yang belum dimanfaatkan, atau masih liar.

Di dalam tubuh hewan dan tumbuhan itu tersimpan sifat-sifat unggul, yang mungkin dapat dimanfaatkan di masa mendatang.
Sifat-sifat unggul itu misalnya tumbuhan yang tahan penyakit, tahan kekeringan, dan tahan terhadap kadar garam yang tinggi. Ada
pula yang memiliki sifat menghasilkan bahan kimia beracun. Jadi, di dalam dunia hewan dan tumbuhan, baik yang sudah
dibudidayakan maupun belum, terdapat sifat-sifat unggul yang perlu dilestarikan.

C.Keunikan Keanekaragaman Hayati di Indonesia

IknedaonneeksairaaSmgaTemrRuapnUahkKaanyTastaUi ylaaRhngsBattiunAgdgKai.riTDtiuEgaaRnneeIggaarraa yang memiliki Brasil dan Zaire.
lainnya adalah

Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan

tersendiri. Keunikannya adalah di samping memiliki tingkat keanekaragaman

hayati yang tinggi, Indonesia memiliki areal tipe indo-malaya yang luas, juga tipe

oriental, australia, dan peralihannya. Selain itu, di Indonesia terdapat banyak

hewan dan tumbuhan langka, serta spesies endemik

2. Memiliki Tumbuhan Tipe Indo-Malaya yang Arealnya Luas
Tumbuhan di Indonesia merupakan bagian dari daerah geografi tumbuhan indo-malaya, seperti yang dinyatakan oleh Ronald D.

Good dalam bukunya The Geography of Flowering Plants. Flora indo-malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam,
Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Philipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Philipina sering disebut sebagai
kelompok flora malenesia.

Hutan di Indonesia dan hutan-hutan di daerah flora malenesia memiliki kurang lebih 248.000 spesies tumbuhan tinggi. Jumlah ini
kira-kira setengah dari seluruh spesies tumbuhan di bumi. Hutan hujan tropik di malenesia didominasi oleh pohon dari famili
Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Biasanya Dipterocarceae merupakan tumbuhan tertinggi.
Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya keruing (dipterocarus spp.), meranti (Shorea spp.), kayu garu
(Gonystylus bancanus), dan kayu kapur (Dyrobalanops aromatica).

C.Keunikan Keanekaragaman Hayati di Indonesia

IknedaonneeksairaaSmgaTemrRuapnUahkKaanyTastaUi ylaaRhngsBattiunAgdgKai.riTDtiuEgaaRnneeIggaarraa yang memiliki Brasil dan Zaire.
lainnya adalah

Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan

tersendiri. Keunikannya adalah di samping memiliki tingkat keanekaragaman

hayati yang tinggi, Indonesia memiliki areal tipe indo-malaya yang luas, juga tipe

oriental, australia, dan peralihannya. Selain itu, di Indonesia terdapat banyak

hewan dan tumbuhan langka, serta spesies endemik

3.Memiliki Hewan Tipe Oriental (Asia), Australia, Serta Perlalihannya
Ketika Alfred Russel Wallace mengunjungi Indonesia pada tahun 1856, ia menemukan perbedaan besar fauna di beberapa daerah

di Indonesia (waktu itu Hindia Belanda). Ketika ia mengunjungi Bali dan Lombok, ia menemukan perbedaan hewan di kedua daerah
tersebut. Di Bali, terdapat banyak hewan yang mirip dengan hewan-hewan yang mirip hewan-hewan Asia (Oriental), sedangkan di
Lombok hewan-hewannya mirip dengan Australia. Oleh sebab itu, kemudian ia membuat garis pemisah yang memanjang mulai dari
Selat Lombok ke Utara melewati Selat Makasar dan Philipina Selatan. Garis ini disebut Garis Wallace.

Indonesia terbagi menjadi dua zoogeografi yang dibatasi oleh Garis Wallace.
Garis Wallace membelah Selat Makasar menuju ke Selatan hingga ke Selat
Lombok. Jadi, Garis Wallace memisahkan wilayah oriental (termasuk Sumatera,
Jawa, Bali, dan Kalimantan) dengan wilayah Australia (Sulawesi, Irian, Maluku,
Nusa Tenggara Barat dan Timur).

Fauna Daerah Oriental

Hewan-hewan di bagian barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera, Jawa dan Kalimantan, serta pulau-
pulaunya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
• Banyak spesies mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, banteng, harimau, badak. Mamalia

berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
• Terdapat berbagai macam kera. Kalimantan merupakan pulau yang paling kaya kan jenis-jenis primata. Ada

tiga jenis primata, misalnya bekantan, tarsius, loris hantu, orang utan.
• Terdapat hewan endemik, seperti:

1. Badak bercula satu di Ujung Kulon
2. Binturong (Arctictis binturong), hewan sebangsa beruang tapi kecil
3. Monyet Presbytis thomasi
4. Tarsius (Tarsius bancanus)
5. Kukang (Mycticebus coucang)
• Burung-burung Oriental memiliki warna yang kurang menarik dibanding burung-burung di daerah Australia,
tetapi dapat berkicau. Burung-burung yang endemik misalnya jalak bali (Leucopsar rothschildi), elang jawa,
murai mengkilat (Myophoneus melurunus), elang putih (Mycrohyerax latifrons), ayam hutan berdada merah
(Arborphila hyperithra), ayam pegar.

Fauna Daerah Oriental

Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian Timur, yaitu Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, relatif sama dengan
Australia. Ciri-ciri hewan di Indonesia bagian Timur adalah:

a) Mamalia berukuran kecil
b) Banyak hewan berkantung
c) Tidak terdapat spesies kera
d) Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam

Memiliki Banyak Hewan dan Tumbuhan Langka
Di Indonesia banyak terdapat hewan dan tumbuhan yang telah langka. Hewan langka misalnya:
a) Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)
b) Harimau jawa (Panthera tigris sondanicus)
c) Macan kumbang (Panthera pardus)
d) Badak sumatera (Decerorhinus sumatrensis)
e) Tapir (Tapirus indicus)
f) Gajah asia (Elephas maximus)
g) Bekantan (Nasalis larvatus)
h) Komodo (Varanus komodoensis)

Fauna Daerah Australia

Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian Timur, yaitu Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, relatif sama dengan
Australia. Ciri-ciri hewan di Indonesia bagian Timur adalah:

a) Mamalia berukuran kecil
b) Banyak hewan berkantung
c) Tidak terdapat spesies kera
d) Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam

Memiliki Banyak Hewan dan Tumbuhan Langka
Di Indonesia banyak terdapat hewan dan tumbuhan yang telah langka. Hewan langka misalnya:
a) Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)
b) Harimau jawa (Panthera tigris sondanicus)
c) Macan kumbang (Panthera pardus)
d) Badak sumatera (Decerorhinus sumatrensis)
e) Tapir (Tapirus indicus)

Fauna Daerah Australia

Tumbuh-tumbuhan langka misalnya:

• Sawo kecik (Manilkara kauki)
• Winong (Tertrameles nudiflora)
• Sanca hijau (Pterospermum javanicum)
• Gandaria (Bouea marcophylla)
• Matoa (Pometis pinnata)
• Sukun berbiji (Artocarpus communis)

Fauna Daerah Australia

Memiliki Banyak Hewan dan Tumbuhan Endemik
Di Indonesia terdapat hewan dan tumbuhan endemik. Hewan dan tumbuhan endemik Indonesia artinya hewan

dan tumbuhan itu haya ada di Indonesia, tidak terdapat di negara lain.
Hewan endemik misalnya harimau jawa, harimau bali (sudah punah), jalak bali putih di Bali, badak bercula satu di
Ujung Kulon, biturong, monyet Presbytis thomasi, tarsius, kukang, maleo hanya di Sulawesi, komodo di Pulau
Komodo dan sekitarnya.

Tumbuhan yang endemik terutama dari genus Rafflesia arnoldii (endemik di Sumatera Barat, Bengkulu, dan
Aceh), R. borneensis (Kalimantan), R. ciliata(Kalimantan Timur), R. horsfilldii (Jawa), R. patma (Nusa
Kambangan dan Pangandaran), R. rochussenii (Jawa Barat), dan R. contleyi (Sumatera bagian timur).Garis
imajiner Weber pada kawasan peralihan ini merupakan campuran fauna oriental dengan australis, contohnya
Varanus komodoensis (komodo),Macrocephalon maleo (maleo), Dugong dugon (duyung) dan sebagainya.
Kawasan Indonesia Timur yang dibatasi oleh garis Lydekker meliputi Papua dan pulau kecil disekitarnya. Contoh
hewan ini meliputi Dorcopsulus vanheurni (walabi) Probosciger atterimus (kakatua raja), dan sebagainya.

Fungsi dan Manfaat Keanekaragaman Hayati
Fungsi dan manfaat dari keanekaragaman hayati
selain sebagai keseimbangan bentuk aliran
energi juga memiliki manfaat lainnya:
1.Sebagai sumber pangan, sandang, dan papan
2.Sebagai sumber obat-obatan
3.Sebagai bahan kosmetik
4.Sebagai aspek budaya dan plasma nutfah

Ancaman dan Upaya Peletarian Keanekaragaman Makhluk hidup Banyaknya ancaman
hilangnya keanekaragaman hayati di suatu wilayah akibat perubahan yang terjadi
dilingkungan dan ulah manusia, disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:

• Tergerusnya habitat tumbuhan dan hewan
• Terjadinya pencemaran lingkungan
• Adanya perubahan iklim secara global
• Eksploitasi secara besar-besaran tanaman dan hewan
• Munculnya spesies pendatang
• Industrialisasi hutan dan pertanian

Menghilangnya keanekaragaman hayati secara perlahan mengakibatkan
manfaat yang diperoleh manusia menjadi semakin sedikit. Penurunan ini
dapat dilakukan upaya pencegahan dengan melakukan pelestarian
keanekaragaman hayati melalui konservasi insitu dan eksitu. Konservasi
insitu merupakan usaha yang dilakukan dengan cara pelestarian di
habitat aslinya. Sedangkan konservasi eksitu dilakukan dengan cara
pelestarian diluar habitat aslinya.

EVALUASI

1.Sebutkan macam-macam keanekaragaman hati beserta contohnya!
2.Jelaskan faktor yang menyebabkan terkadinya keanekaragaman hayati!
3.Sebutkan contoh keanekaragaman hayati tingkat jenis!
4.Jelaskan kelebihan keanekragaman hayati di Indonesia dengan negara lain di dunia!
5.Jelaskan faktor penyebab ketidaksimbangan lingkungan!


Click to View FlipBook Version