The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alawiyahtuti4, 2022-06-13 10:48:15

Materi Ajar Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim

KISAH
KETELADANAN
NABI IBRAHIM

A.S

PAI DAN BUDI PEKERTI
KELAS III SD

Tuti Alawiyah, S.Pd.I

Kompetensi
Dasar

3.13 Memahami kisah
keteladanan nabi Ibrahim

a.s. dan nabi Ismail a.s.

4.13 Menceritakan kisah
keteladanan nabi Ibrahim

a.s dan nabi Ismail a.s.

Tujuan
Pembelajaran

a. Menyebutkan keteladanan dari kisah nabi Ibrahim a.s dengan
benar.
b. Menjelaskan keteladanan dari kisah nabi Ibrahim a.s dengan
benar.
c. Menjelaskan hikmah dari kisah keteladanan nabi Ibrahim a.s
dengan benar.
d. Menerapkan perilaku yang mencerminkan kisah keteladanan
nabi Ibrahim a.s dengan benar.
e. Mengorganisasi perilaku yang mencerminkan kisah
keteladanan nabi Ibrahim a.s dengan tepat.
f. Menceritakan keteladanan dari kisah nabi Ibrahim a.s
dengan benar.
g. Menceritakan kisah singkat nabi Ibrahim a.s dengan benar.



Nabi Ibrahim a.s lahir di Babilonia. Ayahnya bernama Azar bin
Nahur. Babilonia dipimpin oleh seorang raja yang sangat kejam,
bernama Namrud bin Kan'an bin Kush. Semua penduduknya harus
mentaati perintahnya. Jika ada yang berani melawannya, maka
Ia akan menyiksanya hingga nyawa menjadi taruhannya.

Babilonia adalah negeri yang kaya. Semua penduduknya hidup
dalam kemakmuran. namun mereka hidup dalam kemusyrikan dan
kekufuran. Mereka tidak mengenal Allah SWT. Mereka justru
menyembah patung-patung yang mereka buat sendiri.

Ayahnya nabi Ibrahim, Azar berprofesi sebagai pemahat patung.
Patung-patung buatannya dijual untuk dijadikan sesembahan
oleh penduduk Babilonia.
Azar menyuruh nabi Ibrahim untuk menjual patung-patung itu.
Namun, berkat bimbingan Allah SWT, nabi Ibrahim menolak
perintah ayahnya dengan halus.
Nabi ibrahim meyakini bahwa perbuatan ayahnya dan penduduk
Babilonia adalah hal yang keliru dan sesat.

Nabi Ibrahim selalu mencari kebenaran agama yang dianut
keluarganya.
Ketika malam tiba, Ia termenung dengan mengamati bintang-
bintang. Ia berfikir bahwa bintang itu Tuhannya. Namun ketika
bintang tenggelam, Ia meragukan keberadaannya, karena
menurutnya Tuhan tidak akan tenggelam oleh waktu. Kemudian, Ia
pun menatap bulan dan meyakininya sebagai Tuhan, namun bulan
pun ikut tenggelam tatkala pagi menjelang.

Ketika matahari terbit, Ia meyakini bahwa matahari tersebut
sebagai Tuhan. Namun ketika matahari tenggelam, Ia pun ragu
kembali.
Inilah anugerah yang diberikan Allah kepada nabi Ibrahim a.s dalam
menolak agama yang dipercayai kaumnya serta menerima Tuhan
yang sebenarnya.

Ketika nabi Ibrahim beranjak dewasa, nabi Ibrahim berdoa kepada
Allah untuk diperkenankan melihat kekuasaanNya.
Allah pun memerintahkan nabi Ibrahim untuk menangkap empat
ekor burung, burung-burung tersebut dicincang dan diletakkan di
tempat yang berbeda. Kemudian Allah memerintahkan nabi Ibrahim
memanggil burung-burung tersebut. Atas izinNya, burung-burung
tersebut hidup kembali dan utuh seperti sediakala. Hal ini membuat
keyakinan nabi Ibrahim bertambah mantap.

Nabi Ibrahim pun mulai mendakwahi ayahnya dan juga mendatangi
Raja Namrud untuk meninggalkan keyakinannya dan menerima
ajaran Allah. Namun, mereka tetap bersikukuh dengan
keyakinannya dan menolak ajaran Allah. Bahkan, Raja Namrud
menolak ajakan nabi Ibrahim dengan kasar.

Tatkala Raja dan penduduknya meninggalkan kota. Kesempatan
ini digunakan nabi Ibrahim untuk menghancurkan patung-patung
sesembahan mereka satu per satu dengan kapak yang
digunakannya.

Hanya satu patung yang paling besar tidak dihancurkannya. Lalu
Ia meletakkan kapak yang digunakannya dengan mengalungkannya
di leher patung tersebut seolah-olah patung tersebut yang
menghancurkan semua patung lainnya.

Melihat hal tersebut, Raja Namrud pun sangat geram
dan murka. Ia meyakini bahwa nabi Ibrahim lah yang
menghancurkan patung-patung tersebut.
Nabi Ibrahim pun diadili dan diikat di tengah api yang
membara.

Raja Namrud dan seluruh penduduk yang melihatnya
tertawa riang. Mereka menyangka bahwa nabi Ibrahim
telah hancur menjadi abu.

Betapa terkejutnya mereka melihat keajaiban yang
terjadi. Setelah api padam, nabi Ibrahim tiba-tiba
berjalan keluar dari puing-piung kobaran api dengan
selamat dan tiada luka sedikit pun.
Allah menunjukkan kekuasaan dan kasih sayangnya
kepada nabi Ibrahim di hadapan seluruh penduduk
babilonia.

TUGAS KELOMPOK
DISKUSIKAN DAN TEMUKANLAH IDE
POKOK, TUANGKANLAH DALAM
BENTUK PETA KONSEP DAN
PRESENTASIKAN DI DEPAN KELAS

PENJELASAN KISAH KETELADANAN

NABI IBRAHIM A.S

KONDISI PENDUDUK BABILONIA:
1.KERAJAAN DIPIMPIN OLEH RAJA YANG SANGAT
KEJAM
2.KEADAAN SOSIAL PENDUDUK BABILONIA:
MENYEMBAH PATUNG
3.KEADAAN EKONOMI PENDUDUK BABILONIA:
KEMAKMURAN

CARA BERDAKWAH NABI IBRAHIM BELAJAR BERSAMA
A.S
1.DENGAN BAHASA YANG
1. LEMAH LEMBUT BAIK
2. ILMU YANG CUKUP
3. TIDAK MEMAKSAKAN 2.MENGHORMATI PENDAPAT
TEMAN
KEHENDAK
3.MENGUTAMAKAN NILAI
MUSYAWARAH

HIKMAH DARI KISAH KETELADANAN RASA INGIN
NABI IBRAHIM A.S TAHU, SABAR

MENELADANI SIKAP RELA
TERPUJI NABI BERKORBAN
IBRAHIM A.S
HORMAT DAN
PATUH

HIKMAH DARI KISAH KETELADANAN BERSUNGGUH-
NABI IBRAHIM A.S SUNGGUH DALAM

KEBAIKAN

MELAKUKAN KEBAIKAN
DENGAN IKHLAS
KARENA ALLAH

TERIMA KASIH


Click to View FlipBook Version