KATA PENGANTAR
Alam adalah warisan yang di titipkan kepada kita untuk
di gunakan sebaik – baiknya bagi kemakmuran kita bersama.
Pencemaran lingkungan seringkali menjadi salah satu faktor
dominan terganggunya kelestarian alam semesta.
Dengan berkembangnya berbagai sektor pembangunan
di Indonesia, tentu hal tersebut berdampak terciptanya
pencemaran lingkungan. Dan, hal tersebut memerlukan
penangangan yang serius, terlebih dengan terciptanya limbah
yang apabila tidak di tangani dengan benar, akan berdampak
pada pencemaran lingkungan.
Kami, PT. INASYS MULTI WIRATIRTA hadir sebagai
salah satu perusahaan yang bertujuan membantu terciptanya
kelestarian alam hayati.
Dengan didukung kemampuan perusahaan dalam
mengakses teknologi, aplikasi dan pelaksanaan pekerjaan,
menjadikan PT. INASYS MULTI WIRATIRTA sebagai salah
satu perusahaan yang selalu siap untuk berperan aktif serta
dalam berbagai kegiatan proyek khususnya bidang
pengolahan air limbah.
2
LATAR BELAKANG
PT. Inasys Multi Wiratirta adalah Perusahaan yang
didirikan pada tahun 2018 dengan mengambil spesialisasi
dalam bidang Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga,
Sewage Treatment Plant (STP) unit dan Septictank yang
ramah lingkungan.
PT. Inasys Multi Wiratirta merupakan perusahaan
yang didukung oleh tenaga ahli dan staf yang berpengalaman.
VISI dan MISI PERUSAHAAN
Visi
Berkualitas, Tepat Waktu, Komitmen, dan Ramah Lingkungan
Misi
Mensyaratkan pelayanan terbaik dalam bidang pekerjaannya,
Mengeksplorasi kemampuan secara kontinue guna memberi
kepuasaan dan memenuhi kebutuhan klien.
3
SPESIALISASI PT. INASYS MULTI WIRATIRTA
Desain dan Perencanaan
Menyiapkan rancangan (design engineering) dan memberikan
masukan kepada pemilik proyek tentang segala kendala
teknis, waktu dan biaya
Produksi
Menyiapkan produk yang berkualitas, sesuai standar
kebutuhan proyek
Pelaksanaan Proyek dan Instalasi
Mengupayakan agar pelaksanaan proyek selalu tepat waktu,
tepat guna, tepat biaya dan tepat sasaran
Management & Organisasi
Menyiapkan tenaga kerja profesional dan berpengalaman yang
dapat memberikan jasa layanan yang baik, sesuai kebutuhan klien.
4
STANDART BAKU MUTU LIMBAH CAIR DOMESTIK
PERATURAN DAERAN PROPINSI JAWA TENGAH
NOMOR : 5 TAHUN 2012
BAKU MUTU AIR LIMBAH UNTUK KEGIATAN HOTEL
No. Parameter Kadar Maksimum
(mg/L)
1. BOD₅ 30
2. COD
3. TSS 50
4. Minyak dan lemak 50
5. MBAS 25
6. pH 5
7. Bakteri Coliform 6.0 – 9.0
8. Debit Maksimum 400
1.5/kamar per hari
Catatan :
1. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan
dalam miligram parameter per liter air Iimbah.
2. Parameter bakteri Coliform dinyatakan dalam MPN/100 ml
5
PENJELASAN TEKNIS
PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK EXTENDED
AERATION SYSTEM ( ACTIVE SLUDGE )
I. UMUM
Salah satu faktor penyebab kerusakan lingkungan hidup adalah air
limbah. Limbah yang di hasilkan baik dari aktifitas industri maupun non
industri, akan menjadikan faktor positif dan negatif bagi kelangsungan
hidup alam semesta. Jika penanganan di lakukan dengan benar, tentu
akan menghasilkan manfaat. Namun tidak jarang, penanganan atau
pengolahan yang tidak benar, akan menjadikan kerusakan bagi seluruh
rangkaian kehidupan semesta. Hal ini akan menjadi hal serius jika kita
terlena dalam pengolahan limbah. Bisa kita bayangkan apa yang akan
terjadi dalam kurun waktu satu atau dua dekade yang akan
datang,adalah kerusakan alam semesta yang serius.
Hunian yang mengalami perubahan, dari rumah tangga menjadi
apartemen, industri yang semakin berkembang, rumah sakit, hotel yang
semakin menjamur adalah satu dari sekian banyak faktor terciptanya air
limbah. Akan tetapi hal tersebut akan bisa kita tekan dengan penanganan
yang benar dan tepat guna.
Air limbah domestik atau air limbah rumah tangga di hasilkan dari
kegiatan manusia sehari - hari yang berasal dari kamar mandi, dapur,
WC atau lainnya. Sifatnya tidak jauh bervariasi di bandingkan dengan
sifat air limbah yang berasal dari buangan komersial.
Sistem pengolahan air limbah secara Aerob Biologis adalah sistem
pengembangbiakan mikroorganisme ( Activated Sludge ) berproduksi dan
menghasilkan biomassa, dengan proses sebagai berikut :
a. Oksidasi biologis dari bahan organic yang di nyatakan
dalam BOD5 sebagai bahan makanan untuk bakteri
biomassa ( Penjernih ).
b. Proses Nitrifikasi dimana Amoniak mulanya dioksidasi
menjadi Nitrit lalu berubah menjadi Nitrat.
c. Pengendapan Activated Sludge secara terus menerus
menjadi yang komplek dan tidak berbahaya.
6
d. Pengendapan dan Penangkapan Activated Sludge ( Padatan
Tersuspensi ) yang terdispensi di daerah Sedimentasi, dimana
terjadinya pemisahan lumpur dengan air lalu sebagian lumpur
( Activated Sludge ) di kembalikan ke Aerasi untuk menjaga
konsentrasi Mikroorganisme dan lumpur yang berlebih di
keluarkan dari proses untuk di buang.
II. URAIAN PROSES
A. GREAT CHAMBER TANK
Pertama kali, air buangan yang masuk melalui Great Chamber Tank,
dimana pada bak ini terdapat peralatan yang sering di sebut BAR SCREEN yang
berfungsi sebagai tempat penampungan padatan, kotoran dan kertas, yang
mana kotoran tersebut harus di keluarkan secara rutin dan berkala dengan
manual.
B. EQUALIZING TANK
Equalizing Tank mempunyai peranan penting dalam pengurangan Nutrient
serta menjaga kestabilan debit aliran air. Oksigen dan mixing di berikan melalui
diffuser yang di suplai udara dengan menggunakan bantuan blower udara,
yang bertujuan menghomogenkan air limbah yang masuk dalam Equalizing
Tank.
Dalam ruangan ini bisa terdapat peralatan Flow Control Pump atau pompa
transfer yang secara otomatis memindahkan campuran tersebut atau bisa juga
secara gravitasi ( Over Flow ) menuju Aeration Tank.
C. AERATION TANK
Di dalam Aeration Tank, air buangan yang berasal dari Equalizing Tank
dengan Floct Actif yang kembali dari Sedimentation Tank yang di hembuskan
oleh Blower.
Selama proses Aerasi berlangsung, kadar oxygen yang terlarut meningkat.
Karenanya bakteri aeroblah yang paling efektif dalam bak Aerasi. Dalam
suasana aerob lumpur aktif ( Activated Sludge ) yang berasal dari bak
pengendapan akan segera berubah dari hasil bahan yang tidak stabil ( Secara
Biologi ) menjadi bahan yang mudah tercampur dan selanjutnya menjadi “
makanan bakteri”. Akibat pengadukan oleh udara dari blower di dalam bak
Aerasi, partikel koloid dan zat aerob tersuspensi yang di serap membentuk flock
lumpur aktif.
Flock yang baik harus berwarna coklat tua atau warna tembaga.
Konsentrasi zat dalam keadaan normal berkisar antara 1500 - 300 mg/l.
7
D. SEDIMENTATION TANK
Kondisi Sedimentation Tank memungkinkan proses pengendapan lumpur
aktif, sehingga berlangsung penmisahan zat padat dari air.
Efisiensi pengendapan di dalam ruang ini bergantung pada :
1. Ukuran partikel
2. Berat dan Jenis.
3. Suhu.
4. Waktu Tinggal.
5. Kedalaman Ruangan
6. Kecepatan Aliran Air
Agar aliran air yang mengandung lumpur tidak memberikan tekanan dalam bak
pengendap, antara Aerasi dan bak pengendap di sediakan Scum Buffle. Lambat
laun lumpur akan mengendap dan terkumpul pada bagian dasar pengendap
dengan di bantu peralatan Centre Weir. Dari bagian dasar bak pengendap
tersebut, lumpur di kembalikan ke bak aerasi, dengan demikian proses aerob
tetap berlangsung secara berkesinambungan.
Bagian yang cair dalam bak pengendap ( Supernatant ) melimpah pada
ambang pelimpahan. Ambang pelimpahan di desain sedemikian rupa agar
cairan yang keluar dari bak pengendapan hanya mengandung sedikit zat padat.
Air yang melimpah dari bak pengendap akan lebih bening daripada yang berasal
di bak pengendap maupun bak Aerasi.
E. SLUDGE STORAGE TANK
Sludge Storage Tank selain berfungsi menampung lumpur aktif, juga
berfungsi untuk memisahkan yang padat maupun ringan yang di transfer oleh air
lift dan scum scimmer dari bak sedimentation.
Untuk selanjutnya yang cair yang kaya akan bakteri dan nutrisi, akan
dikembalikan lagi ke aerasi, demi menunjang kehidupan bakteri secara
berkesinambungan.
Namun yang padat akan di tampung, selama titik jenuh belum timbul,
setelah terjadi kejenuhan baru di adakan pengurasan / pembuangan keluar,
dapat juga di pergunakan untuk pupuk tanaman.
F. CHLORINE TANK
Air yang berasal dari bak pengendap memang sudah cukup bening tetapi
banyak mengandung berbagai jenis bakteri. Beberapa jenis bakteri ada yang
bersifat patogen sehingga harus di matikan terlebih dahulu dengan zat
pembasmi kuman ( Disinfektan). Dalam hal ini di gunakan kaporit ( Chlorine )
prosesnya di sebut klorinisasi.
8
Di dalam Chlorine Tank terdapat sekat - sekat sehingga air yang masuk
ke dalamnya membentuk aliran - aliran berkelok - kelok dan bersifat gravitasi.
Tujuannya adalah agar di peroleh efek pengadukan dan waktu kontak yang
cukup antara chlorine dengan air. Pembubuhan larutan Chlorine di laksanakan
dengan menggunakan manual tablet tujuannya adalah free maintenance, bila
menggunakan sistem dosing pump akan membutuhkan system maintenance
yang sangat ketat.
G. EFFLUENT TANK
Setelah melalui Chlorine Tank, air di tampung di Effluent Tank selanjutnya
air tersebut akan di pompa ke luar dan di buang ke arah saluran pembuangan
akhir ( Saluran Kota ).
Effluent Pump menggunakan dua buah pompa yang bekerja secara
bergantian dan jika beban debit aliran air lebih (Peak Flow ) maka kedua pompa
akan bekerja secara bersamaan.
----------------------------
9
PENJELASAN TEKNIS
SEWAGE TREATMENT PLANT ( STP )
BIOSYS FILTER ANAEROB - AEROB
I.PENDAHULUAN :
Air limbah kota kota besar di Indonesia secara garis besar dapat dibagi
menjadi tiga, yakni air limbah industri, air limbah domestik yang berasal dari
rumah tangga dan ketiga air limbah dari perkantoran dan pertokoan.
Dalam mengatasi permasalahan pencemaran dari air limbah domestik
berdasarkan PERGUB DKI Nomor 122 tahun 2005 untuk pengolahan seluruh
air limbah domestik baik yang berasal dari air limbah toilet maupun non toilet
harus diolah dengan unit pengolahan air limbah ditempat (on site treatment)
selanjutnya air olahannya dapat dibuang kesaluran umum dengan harapan
efisiensi pengolahan “ on site treatment “ rata - rata 90% maka hanya tinggal 5%
hingga 10% total beban yang terbuang keluar.
PT. Inasys Multi Wiratirta sebagai salah satu perusahaan yang bergerak
dalam bidang pengolahan air limbah menggunakan proses biologis yang sering
disebut BIO FILTER ANAEROB AEROB untuk mengatasi permasalahan air
limbah tersebut.
II. PROSES BIO FILTER ANAEROB – AEROB “biosys”
Proses pengolahan air limbah dengan proses biofilter terendam atau
biofilm dilakukan dengan cara mengalirkan air limbah kedalam reaktor biologis
yang didalamnya diisi dengan media penyangga untuk pengembangbiakan
mikroorganisme dengan atau tanpa aerasi. Untuk proses Anaerobik dilakukan
tanpa pemberian udara atau oksigen. Posisi media biofilter terendam dibawah
permukaan air.
Senyawa Polutan yang ada didalam air limbah, seperti senyawa organic
( BOD, COD ), Amonia, Fosfor dan lainnya akan terdifusi kedalam lapisan atau
film biologis yang melekat pada permukaan medium. Pada saat yang
bersamaan dengan menggunakan oksigen yang terlarut didalam air limbah,
senyawa polutan tersebut akan diuraikan oleh mikroorganisme yang ada di
dalam lapisan Biofilm dan energi yang ada akan diubah menjadi biomassa.
Pada kondisi Anaerob akan terbentuk gas H2S dan jika Oksigen terlarut
cukup besar, maka gas H2S yang terbentuk tersebut akan diubah menjadi Sulfat
( SO4 ) oleh bakteri sulfat yang ada dalam Biofilm. Selain itu, pada zona aerob
Nitrogen-Ammonium akan diubah menjadi Nitrit dan Nitrat yang selanjutnya
pada zona anaerob, nitrat yang terbentuk mengalami proses denitrifikasi
menjadi gas Nitrogen.
10
Karena didalam sistem Biofilter terjadi kondisi Anaerob dan Aerob pada saat yang
bersamaan, maka dengan sistem tersebut proses penghilangan senyawa nitrogen
menjadi lebih mudah.
III. PENJELASAN TEKNIS MASING - MASING TANGKI “biosys”
Untuk memenuhi standard baku mutu buangan air limbah yang dipersyaratkan
oleh pemerintah, maka proses pengolahan Biotank Filter melalui beberapa tahapan :
1.RUANG SEPARASI
Pada saat bersamaan seluruh air limbah gedung masuk dalam ruangan Separasi
untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran organik tersuspensi. Selain
sebagai ruang pengendapan juga berfungsi sebagai ruang pengontrol aliran yang juga
sebagai ruang equalisasi, serta ruang pengurai senyawa organik yang berbentuk
padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan penampung lumpur.
2. RUANG ANAEROB
Air limpasan dari ruang pengendap awal selanjutnya dialirkan ke ruang kontaktor
Anaerob dengan arah aliran dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Didalam ruang
kontaktor tersebut diisi dengan media yang terdiri dari :
– Media Anaerob : HDPE (Height Density Polyethilene)
– Support atas dan bawah : FRP net
– Weir/buffle : FRP
Jumlah ruangan kontaktor Anaerob terdiri dari dua buah ruangan. Penguraian zat - zat
organic yang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri Anaerobic atau facultatif
Aerobic. Mikroorganisme inilah yang akan menguraikan zat organic yang belum sempat
terurai pada bak pengendap.
3. RUANG ANAEROB AEROB
Air limpahan dari ruang kontaktor anaerob kemudian dialirkan ke ruang aerob.
Didalam ruang kontaktor tersebut diisi dengan media yang terdiri dari :
– Media Aerob : PE (Polyethilene)
– Support atas dan bawah : FRP net
– Weir/buffle : FRP
Didalam ruang kontaktor Aerob terjadi aerasi dengan dihembuskannya udara
melalui diffuser sehingga mikro organisme yang ada akan menguraikan zat organic dan
menempel pada permukaan media. Dengan demikian air limbah akan kontak dengan
mikroorganisme yang tersuspensi dalam air limbah maupun yang menempel pada
permukaan media, sehingga meningkatkan efisiensi penguraian zat organic, detergen
serta mempercepat proses nitrifikasi.
11
4. RUANG SEDIMENTASI
Setelah melalui ruang Aerasi kemudian menuju ruang sedimentasi yang
memungkinkan terjadinya pemisahan antara air dan lumpur. Diruangan sedimentasi ini
lumpur aktif yang mengandung massa mikroorganisme diendapkan yang kemudian
akan dikembalikan ke ruang separasi dengan bantuan blower sirkulasi lumpur .
5. RUANG TREATED WATER
Air limpasan (over flow) dari ruang sedimentasi masuk kedalam ruangan ini sudah
merupakan air hasil olahan siap dibuang kesaluran kota (drainage) setelah terkontak
dengan chlorine yang bertujuan untuk membunuh kuman pathogen yang merugikan.
Dengan kombinasi Biotank Filter Anaerob-Aerob sehingga dapat menurunkan zat
organic (BOD, COD), ammonia, detergen, padatan tersuspensi (SS). Phospat dan
lainnya
IV. BEBERAPA KEUNGGULAN BIOFILTER ANAEROB AEROB “biosys”
Pengolahan air limbah dengan proses Biofilter Anaerob-Aerob “biosys”
mempunyai beberapa keunggulan antara lain:
A. Pengelolaannya sangat mudah
B. Lumpur yang dihasilkan sedikit
C. Dapat digunakan untuk pengolahan air limbah dengan konsentrasi
rendah maupun konsentrasi tinggi.
D. Pengaruh penurunan suhu terhadap efisiensi pengolahan kecil.
E. Suplai udara untuk aerasi relatif kecil
F. Biaya Operasinya rendah
12
13
PORTOFOLIO PART DAN EQUIPMENT
Extended Ring Blower
Root Blower Panel
Pompa Effluent Recycle 14
Visualisasi :
Extended, Reclycling, Rooftank
15
16
REFRENSI KERJA
No Nama Project Lokasi Type Kontraktor
1 Grand Edge Semarang
Ext-150m3/Day PT. Jaya Kencana
2 Hotel Aston Semarang Ext-70m3/Day Ali Santoso
Budiono
3 Hotel Setos Semarang Ext-200m3/Day PT. M3S
4 Hotel Setos Semarang Roof Tank-125m3 PT. M3S
5 MG Hotel Semarang Ext-70m3/Day PT. M3S
6 The Atrium Hotel Yogyakarta Ext-100m3/Day PT. Sakura Putra
Kandara
7 Student Castle Yogyakarta Ext-200m3/Day PT. Adhi Karya
Apartement
8 Primbez Hotel Tegal Ext-70m3/Day PT. Multikon
9 Grand Serayu Hotel Yogyakarta Ext-80m3/Day PT. Meltek
Ext-60m3/Day Solusindo
10 Hotel Amaris Yogyakarta Ext-150m3/Day
Malioboro PT. Bumirejo
Mulyo Lestari
11 RS. Gembong Sleman
PT. Adhi Karya
12 Hotel Jepara Jepara WTF-15m3/Day Hotel Pandanaran
13 Grha Eklin Yogyakarta STP-30m3/Day PT. Bumirejo Grha
Lestari
14 RS. Muhammadiyah Sragen Roof Tank – 20m3 CV. Syifatama
15 RS. Muhammadiyah Sragen Ground Tank CV. Syifatama
16 RS. Muhammadiyah Sragen 30m3 CV. Syifatama
WTP-12m3/Day
17 RSUD Ungaran Kabupaten STP-100m3/Day PT. Chimarder777
Semarang
17
REFRENSI KERJA
No Nama Project Lokasi Type Kontraktor
18 Pasar Kayen Kabupaten Bio Septictank PT. Chimarder777
Pati 5m3/Day
19 Restauran Angke Jakarta RF- 90m3/Day PT. Angke Gading
Jakarta RF- 30m3/Day Sejahtera
Resto Angke Gading
20 Hotel Pramesti Tegal Tegal STP- 30m3/Day CV. Amara Prima
21 RSI At-Tin Purbalingga STP-60m3/Day CV. Syifatama
Purbalingga RF-12m3/Day
22 RS Mojokerto Mojokerto Bio Septictank PT Chimarder777
70m3/Day
23 Pusat Grosir Solo Solo Roof Tank- PT. Putera Griya
40m3/Day Solo
Dan 16m3/Day
24 Pasar Wedari Jaksa Pati Bio Septictank PT. Chimarder777
5m3/Day
25 Dinas ESDM Jateng Banjarnegara Bio Septictank- CV. Anugerah
1m3 & 3m3/Day Citratama
26 Palembang Palembang Panel – 60m3/Day CV. Nusantara
Victory
27 Rest Area Kertasura Kertasura Bio Septictank PT. Chimarder777
20m3/Day PT. Chimarder777
28 Rest Area Kertasura Kertasura
STP-20m3/Day
29 Rest Area Kertasura Kertasura Bio Septictank PT. Kadi
20m3/Day Internasional
30 Rest Area Kertasura Kertasura
STP-20m3/Day PT. Kadi
Internasional
18
HASIL UJI LABORATORIUM
19
HASIL UJI LABORATORIUM
20
HASIL UJI LABORATORIUM
21
HASIL UJI LABORATORIUM
22
Demikian Company Profil ini kami
sampaikan, sebagai gambaran dari
perusahaan kami. Merupakan
kebanggaan bagi kami apabila kami
dapat bekerja sama dengan
perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin.
Hormat Kami,
PT. Inasys Multi Wiratirta
Contact Person : 23
024 - 7641 3620
Al Ngasim : +628532604707
Kiki Maestry : +6285886988922
[email protected]