BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era modern ini ilmu pengetahuan semakin luas dan maju yang dimana harus
menuntut seseorang yang bergelut di dunia pendidikan harus tau caranya membuat teks
laporan,tetapi dalam pelaksanaannya masih minim pengetahuan masyarakat tentang ini,
fungsi membuat teks laporan proposal, tesis, skripsi dan yang lainnya yang membutuhkan
teks laporan agar lebih mudah di pahami atau di terima oleh pembaca karna kata kata yang
di gunakan lebih simple dan menggunakan kata kata yang jelas.
Modul ini akan menyampaikan mengenai materi ajar teks laporan hasil observasi pada
kelas VII SMP khususnya KD 3.15 Mengidentifikasi informasi tentang fabel/ legenda
daerah setempat yang dibaca dan didengar Melalui modul ini, siswa diharapkan dapat
menulis teks laporan hasil observasi dengan memperhatikan struktur, isi, kaidah
kebahasaan, dan aspek yang lainnya.
B. Kompetensi Dasar
Modul ini dikhususkan untuk kelas VII dengan KD 3.15 Mengidentifikasi informasi
tentang fabel atau legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar. Indikator pencapaian
kompetensinya sebagai berikut:
1. Melengkapi cerita fabel sesuai struktur dan kaidah bahasa.
2. Menelaah kata atau kalimat sebagai ciri cerita fabel pada teks yang dibaca dan didengar.
3. Menyimpulkan ciri atau unsur cerita fabel pada teks yang dibaca dan didengar.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah membaca e-book teks cerita fabel/legenda, peserta didik mampu melengkapi teks
cerita fabel sesuai struktur dan kaidah bahasa dengan tepat.
2. Setelah membaca teks cerita fabel berupa buku pengetahuan, peserta didik mampu
menelaah kata atau kalimat sebagai ciri cerita fabel/legenda dengan tepat.
3. Setelah membaca e-book dan menonton video di youtube, peserta didik mampu
menyimpulkan ciri atau unsur cerita fabel dengan tepat.
D. Petunjuk Penggunaan Modul
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan modul ini.
1. Peserta didik akan diberi contoh teks cerita fabel. Contoh diambilkan dari berbagai
sumber.
2. Peserta didik akan mengumpulkan data untuk dijadikan pengembangan kerangka teks
cerita fabel.
3. Peserta didik akan mengembangkan kerangka teks cerita fabel menjadi teks cerita fabel
utuh dengan memerhatikan struktur dan kebahasaaannya.
4. Peserta didik mengomunikasikan tulisannya dan saling memberi komentar.
5. Peserta didik mengerjakan latihan soal berupa kuis yang sudah disediakan untuk
mengukur kemampuan atau pemahamannya.
BAB II
Mengidentifikasi Informasi Tentang Teks Cerita Fabel
Teks cerita fabel merupakan cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku
menyerupai manusia. Fabel adalah cerita fiksi atau khayalan belaka. Apakah kalian sudah
pernah membaca teks cerita fabel? Nah, sekarang mari kita simak contoh teks cerita fabel
berikut ini sebelum membahas lebih dalam lagi apa saja pokok-pokok teks laporan hasil
observasi!
Bacalah teks cerita fabel di bawah ini!
Kancil Yang Licik
Suatu hari di pinggir sungai ada seekor kancil yang kelaparan. Dia berniat mencuri
makan di ladang Pak Tani yang letaknya berada di seberang sungai. Padahal di dalam sungai
terdapat banyak buaya yang sangat buas. Kancil pun berusaha mencari ide agar bisa
menyeberangi sungai tanpa diserang oleh buaya. Hingga akhirnya ide licik itu pun timbul.
Kancil dengan lantang berteriak memanggil buaya-buaya di sungai. Tentu saja semua
buaya bergegas berkumpul. Kancil mengatakan akan membagikan daging kepada buaya-buaya
itu. Dengan alasan keadilan, kancil meminta para buaya untuk berbaris agar bisa dihitung
jumlahnya oleh kancil. Buaya-buaya pun berbaris menuruti permintaan kancil, dengan harapan
bisa mendapatkan daging.
Setelah barisan tersusun rapi, kancil mulai melompat di atas tubuh buaya sembari
menghitung jumlahnya. Sampai akhirnya kancil berhasil menyeberangi sungai itu. Kemudian
para buaya pun menanyakan daging yang akan dibagikan, dan ternyata semua itu hanya akal-
akalan licik dari kancil. Sama sekali tidak ada daging untuk para buaya. Dan kancil segera lari
meninggalkan para buaya itu.
Perbuatan kancil sungguh tidak patut untuk ditiru. Meski dia cukup cerdik, namun dia
menggunakannya untuk membodohi binatang lain yang sedang kesusahan. Bahkan kancil
berbohong dengan berjanji membagikan daging. Kisah kancil ini dapat menjadi pelajaran agar
jangan sampai anak-anak berbuat demikian.
Sumber: https://sekolahnesia.com/contoh-teks-fabel/
Setelah membaca contoh teks cerita fabel di atas, apakah kalian semua sudah mendapatkan
gambaran bagaimana isi dari teks cerita fabel? Nah, sekaramg kita akan membahas lebih dalam
lagi materi mengenai teks cerita fabel.
A. Pengertian Teks Cerita Fabel
Secara etomologis fabel berasal dari bahasa latin fabulat berarti cerita) yang merupakan
turunan dari kata "fari" (berarti berbicara). Fabel merupakan suatu cerita yang menceritakan
dunia binatang yang tingkah lakunya seperti manusia.
Menurut Tim Guru Inpiratif (2019: 547) fabel merupakan jenis cerita fiktif yang
didalamnya menceritakan kehidupan binatang/ hewan, tokoh yang diceritakan dalam cerita
fabel yaitu binatang. Sedangkan menurut Sarumpaet (2012) cerita fabel merupakan cerita
fantasi tentang binatang yang piawai berbicara, yang bersikap bagaikan manusia, yang
bahkan banyak digunakan sebagai perlambang dan teladan tentang hidup manusia.
Cerita fabel sering disebut juga dengan cerita moral karena pesan yang ada di dalam
cerita fabel berkaitan erat dengan moral. Oleh karena itu, bagian akhir dari cerita fabel
berisi pernyataan yang menunjukkan amanat dari penulis kepada pembaca. Berbeda halnya
dengan cerpen atau novel yang penyampaian amanatnya dilakukan secara tersurat,dalam
fabel pembaca langsung bisa menemukan amanat atau nilai moral pada bagian akhir atau
kesimpulan cerita.
B. Struktur Teks Cerita Fabel
Struktur teks cerita fabel menurut Tim Guru Inpiratif (2019: 547) terdiri dari 4 bagian, yaitu
sebagai berikut:
1. Orientasi
Bagian awal yang berisi perkenalan tokoh, latar tempat dan waktu, dan awal masuk
ketahap berikutnya.
2. Komplikasi
Bagian ini merupakan bagian inti dari cerita fabel, biasanya bagian ini tokoh utama
berhadapan dengan masalah.
3. Resolusi
Kelanjutan dari komplikasi, yaitu pemecahan masalah.
4. Koda
Perubahan yang terjadi pada tokoh, dan pelajaran dapat dipetik dari cerita tersebut.
No Struktur Teks Uraian
1. Orientasi Suatu hari di pinggir sungai ada seekor kancil yang
kelaparan. Dia berniat mencuri makan di ladang Pak Tani
2. Komplikasi yang letaknya berada di seberang sungai. Padahal di dalam
sungai terdapat banyak buaya yang sangat buas. Kancil pun
3. Resolusi berusaha mencari ide agar bisa menyeberangi sungai tanpa
diserang oleh buaya. Hingga akhirnya ide licik itu pun
4. Koda timbul.
Kancil dengan lantang berteriak memanggil buaya-
buaya di sungai. Tentu saja semua buaya bergegas
berkumpul. Kancil mengatakan akan membagikan daging
kepada buaya-buaya itu. Dengan alasan keadilan, kancil
meminta para buaya untuk berbaris agar bisa dihitung
jumlahnya oleh kancil. Buaya-buaya pun berbaris menuruti
permintaan kancil, dengan harapan bisa mendapatkan
daging.
Setelah barisan tersusun rapi, kancil mulai melompat
di atas tubuh buaya sembari menghitung jumlahnya. Sampai
akhirnya kancil berhasil menyeberangi sungai itu.
Kemudian para buaya pun menanyakan daging yang akan
dibagikan, dan ternyata semua itu hanya akal-akalan licik
dari kancil. Sama sekali tidak ada daging untuk para buaya.
Dan kancil segera lari meninggalkan para buaya itu.
Perbuatan kancil sungguh tidak patut untuk ditiru.
Meski dia cukup cerdik, namun dia menggunakannya untuk
membodohi binatang lain yang sedang kesusahan. Bahkan
kancil berbohong dengan berjanji membagikan daging.
Kisah kancil ini dapat menjadi pelajaran agar jangan sampai
anak-anak berbuat demikian.
C. Ciri-ciri Teks Cerita Fabel
Adapun ciri-ciri dari teks cerita fabel menurut Megawati, dkk (2020: 9) adalah:
1. Tokoh yang berperan adalah binatang.
2. Tema yang digunakan dalam cerita biasanya berhubungan dengan sosial.
3. Perwatakan yang digambarkan pada fabel menyerupai karakter manusia, misalnya:
baik, buruk, egois, sombong, serakah atau lainnya.
4. Tokoh fabel bisa berpikir, melakukan komunikasi serta bertingkah laku layaknya
manusia.
5. Sudut pandangnya adalah sudut pandang orang ketiga.
6. Alur cerita fabel menggunakan alur maju.
7. Di dalam fabel juga ada konflik yang mencakup permasalahan dalam dunia. hewan
yang mirip dengan dunia manusia.
8. Cerita fabel juga lengkap dengan latar belakang, latar waktu, latar sosial maupun latar
emosional.
9. Bahasa yang dipakai pada fabel sifatnya naratif atau berurutan. Dimana bahasa yang
digunakan adalah bahasa informal dikehidupan sehari-hari. Di dalam fabel juga selalu
mengandung amanat atau pesan untuk pembacanya.
D. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fabel
Menurut Rahman (2017: 70) kaidah kebahasaan teks cerita fabel adalah:
1. Kata Kerja
- Kata Kerja Transitif: kata kerja yang butuh objek. Contoh: Ibu memakan nasi
- Kata Kerja Intransitif kata kerja yang tidak butuh objek. Contoh: Budi sedang
bersiul
2. Kata Sandang Si dan Sang
- Sang semut berkeliling taman sambil menyapa teman temannya
- Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut
3. Kata Keterangan Tempat dan Waktu
- Pada suatu hari, terdapat semut yang sedang berjalan ditanah.
- Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu.
4. Penggunaan kata hubung lalu, kemudan, dan akhirnya
- Lalu, sang semut memegang erat ranting itu
- Akhirnya, sang semut meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya
E. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Teks Cerita Fabel
Teks fabel merupakan bagian dari karya sastra fiksi, yaitu dongeng yang termasuk
dalam prosa. Prosa memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra. Unsur
intrinsik adalah unsur pembangun dari dalam cerpen. Unsur intrinsik adalah unsur penting
yang tidak boleh dilewatkan dalam karya sastra. Sedangkan Unsur ekstrinsik merupakan
faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi penciptaan sebuah artikel atau karya sastra.
Bisa dikatakan unsur ekstrinsik adalah subjektif milik seorang penulis yang bisa menjadi
agama, budaya, kondisi sosial, motivasi, yang mendorong sebuah karya sastra diciptakan.
Menurut Lianingsih (2021: 9) unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik pada teks cerita fabel
adalah:
1. Unsur Intrinsik Teks Cerita Fabel
a. Tema atau pokok cerita
b. Alur, yaitu jalan cerita atau plot yang terdiri dari alur maju atur mundur, dan
campuran (alur maju dan alur mundur)
c. Latar atau setting terdiri dari suasana waktu dan tempat
- Latar tempat: di hutan, sungai, goa, dan lain sebagainya.
- Latar waktu: pagi hari, siang hari, sore hari, atau malam hari.
- Latar suasana: eenang, susah, sedih, semangat, dan lain sebagainya.
d. Penokohan terdiri dari protagonis yang sejalan dengan pembaca, antagonis sebagai
tokoh yang berlawanan dengan protagonis dan tritagonis sebagai tokoh yang tidak
memihak mana pun atau sebagai tokoh yang berdiri sendiri. untuk watak dan
perilaku tokoh tentang apa yang diceritakan pengarang dan apa yang diceritakan
oleh tokoh lain.
e. Sudut pandang adalah cara pandang seorang pengarang atau pembaca dalam cerita.
Sudut pandang dibagi menjadi dua, yaitu sudut pandang pertama dengan kata ganti
aku saya, kami dan kita. Sudut pandang ketiga dengan kata ganti mereka-nya, ia
dan dia.
f. Amanat adalah peran yang disampaikan oleh pengarang kepada pembaca fabel.
2. Unsur Ekstrinsik Teks Cerita Fabel
Unsur ekstrinsik dalam cerita fabel biasanya meliputi:
a. Budaya dan nilai-nilai yang dianut.
b. Tingkat pendidikan.
c. Kondisi sosial di masyarakat.
d. Agama dan kepercayaan.
e. Politik, ekonomi, hukum.
F. Langkah Menyusun Teks Cerita Fabel
Langkah-langkah menyusun teks cerita fabel menurut Tim Guru Eduka (2018: 564) adalah:
1. Bacalah fabel yang pernah ada sebanyak mungkin dan pelajari dengan seksama.
2. Tentukan tema/ide pokok dari fabel.
3. Tentukan tokoh-tokohnya.
4. Tentukan pesan moral atau nasihat yang akan disampaikan.
5. Buat kerangka karangan dan struktur karangan (orientasi, komplikasi, resolusi, dan
koda).
G. Jenis-jenis Teks Cerita Fabel
Jenis-jenis teks cerita fabel menurut Tim Guru Inspiratif (2019: 547) adalah:
1. Fabel klasik
Fabel klasik yaitu cerita yang telah ada dari jaman dahulu, tetapi tidak diketahui persis
kapan munculnya.
Ciri-ciri fabel klasik adalah:
- Cerita sangat pendek
- Tema sederhana
- Kental dengan petuah
- Sifat hewani masih melekat
2. Fabel modern
Fabel modern yaitu cerita yang muncul pada waktu yang relatif belum lama dan sengaja
ditulis oleh pengarangnya.
Ciri-ciri fabel modern adalah:
- Cerita bisa pendek atau panjang
- Tema lebih rumit
- Kadang-kadang berupa epik atau saga
- Karakter setiap tokoh unik
H. Contoh Teks Cerita Fabel
Beikut ini contoh teks cerita fabel berupa video, silahkan klik link dibawah ini dan amati
cerita fabel tersebut dengan seksama!
https://www.youtube.com/watch?v=4s7VE93XA_o
Bacalah contoh teks fabel di bawah ini!
Raja Ular dan Kerbau
Pada suatu hari ada seekor kerbau sedang makan rumput di dekat pinggir hutan.
Datanglah seekor ular besar dan dia adalah raja ular. Ular ini berkata kepada kerbau ,
"Hai kerbau , sebenarnya badan kamu cukup besar lagi bertanduk. Tidak ada yang bisa
melawanmu, tetapi mengapa kamu membiarkan hidungmu dicocok dan ditarik oleh
manusia?"
Kerbau menjawab lalu katanya, "Sebenarnya manusia itu pintar dan berakal,
pemikirannya tidak terjangkau dan tidak ada yang dapat menyamainya" Ular
menyambung lagi dan berkata, "Cobalah panggil manusia itu supaya dapat saya melihat
dan menyaksikan kemampuan dan kebolehannya."
Kerbau pergi memanggil manusia dan membawanya untuk datang. Dalam
pertemuan ini ular menyapa kepada manusia, "Cobalah perlihatkan kepadaku
kebolehan dan kemampuanmu, sesudah itu akan kuperlihatkan pula kepadamu
kejagoanku."
Dalam pertemuan ini sebenarnya ular bermaksud memanggil manusia dan
manusia akan ditelannya kalau sudah datang. Dalam adu pikiran dan kejagoan ini
manusia lebih dahulu meminta kepada ular supaya memperlihatkan bagaimana
seharusnya ia berdempet dengan batang kayu yang terlentang di depannya.
Kemudian ular memperagakan permintaan manusia dengan berimpit bersama
batang kayu yang terlentang di depannya . Pada saat ular melakukan peragaan , maka
manusia itu langsung mengikat ular dengan rotan sebanyak dua belas ikatan sehingga
ular tidak dapat lepas, bahkan bergerak pun sukar sekali. Jadi, dalam adu ketangkasan
dan pikiran ini ular sudah dikalahkan oleh kelicikan manusia.
Melihat peristiwa ini, datanglah kerbau menertawakan ular yang sudah terikat
erat dengan rotan seraya ia berkata, "Sekarang sudah kamu rasakan dan alami akan
kebolehan dan ketangkasan manusia itu." Kerbau tertawa terns sambil melihat ular yang
angkuh kepadanya sehingga ia tidak dapat merasakan bahwa air ludahnya mengalir
keluar terus-menerus yang mengakibatkan giginya pada rahang atas terjatuh semua.
Itulah sebabnya sampai sekarang kerbau tidak mempunyai gigi pada rahang
atasnya. Kemudian ular tidak menggerakkan badannya di batang pohon kayu dan
akhimya ia pun mati.
Sumber: https://www.brilio.net/wow/7-contoh-teks-fabel-lengkap-dengan-pesan-moral-dan-penjelasan-struktur-2112300.html
Latihan Soal
1. Yang bukan termasuk unsur-unsur dari teks fabel adalah.....
a. Perihal atau tema cerita
b. Pesan moral
c. Sudut pandang orang ketiga
d. Tokoh dan pewatakan
e. Kelogisan antara karakter di dunia nyata dan di cerita fabel
Jawaban E
Pembahasan :
Unsur-unsur teks fabel terdiri dari tujuh, yaitu: tema/perihal/topis, jalan cerita mundur atau
alur regresif, setting atau latar, tokoh dan pewatakan pesan moral atau amanat, sudut
pandang orang ketiga, dan gaya bahasa.
2. Salah satu unsur kebahasaan dari teks fabel yaitu adanya penggunaan kata sandang. Di
bawah ini kalimat yang menggunakan kata sandang adalah.....
a. Wah, betapa gagahnya sang monyet dengan baju raja itu!
b. Aduh, jangan injak ekorku ini, nyet!
c. Seekor gorila yang besar pun tidak akan sanggup menandingi gajah jelmaan dewa ini.
d. Di sebuah danau, hiduplah seekor ikan yang telah kehilangan induknya dari semenjak
di lahir.
e. Sang surya tenggelam di ufuk barat.
Jawaban A
Pembahasan :
Kata sandang si dan sang sering digunakan dalam fabel untuk penyertaan (determinant)
karakter hewan. Misalkan: sang macan, si buaya, sang kancil, si rusa, sang tikus kota, si
gajah gemuk, dll. Catatan: Penggunaan sang pada "Sang surya" tidak menunjukan kata
sanang karena "Sang surya" sudah satu-kesatuan dan menunjukan nama diri.
3. Perhatikan teks berikut ini untuk menjawab pertanyaan berikut !
Suatu hari seekor anjing pergi mencari makanan ke sebuah danau. Di sana kadang ada
makanan, kadang tidak ada makanan. Sang anjing menggunakan hidung, mata, dan
telingannya untuk mencari makanan sampai ia mencium bau anyir. Lalu, dia mengikuti
arah bau itu dan sampailah dia di situ. Namun, dia tidak menemukan ikan itu di tanah
ataupun di dekat danau. Ketika dia menengadah, ia melihat seekor bangau bertengger di
sebuah pohon dengan paruh berisi ikan. Burung bangau bukanlah burung yang sering
dilihat oleh sang anjing.
Sang anjing tersenyum bahagia karena dia telah menemukan makanan meskipun
makanan itu ada di dalam paruh burung bangau. “Ah, aku tidak perlu mencari ke tempat
yang jauh karena aku sudah menemukan makanan yang aku cari dan makanan itu cukup
untuk membuatku kenyang.” pikir sang anjing. Sang anjing kini melihat sang burung
bangau yang bertengger di pohon itu dengan penuh rasa kagum. Lalu, ia berkata sambil
berteriak dengan keras, “Hai, burung yang indah dan cantik, kau kelihatan sangat indah
ketika bertengger di dahan itu.” Sang burung bangau menoleh ke arah sang anjing dengan
memiringkan kepalanya memperhatikan sang anjing dengan sangat curiga, sang burung
bangau tetap menutup paruhnya dan tidak membalas sahutan sang anjing.
“Lihatlah kakimu yang besar dan kuat itu,” kata sang anjing, “tubuhmu yang besar dan
warna bulumu yang cerah seperti pelangi, sayapmu yang lebar itu sangat cantik, dan
paruhmu yang panjang itu sangat indah.” Rayu sang anjing, “Burung indah seperti dirimu
pasti memiliki suara yang cukup bagus dan merdu. Kau adalah burung sempurna ketika kau
bernyanyi dengan indah dan aku akan memujimu selayaknya sang ratu burung yang indah.”
Mendengar rayuan sang anjing yang membuat senang hatinya, sang burung bangau kini
lupa akan rasa curiga dan ikan besar yang dipegang oleh mulutnya.
Sang burung bangau ingin sekali disebut-sebut sebagai sang ratu burung dan kini dia
membuka mulutnya dan mengeluarkan suara-suaranya yang cukup keras tanpa sadar ia
menjatuhkan ikan besarnya ke dekat sang anjing. Sang anjing yang berhasil mengelabui
bangau segera menyambar ikan yang meluncur jatuh dari mulut bangau sembari berkata,
“Kau memang burung besar dan cantik, kau memiliki suara meskipun tidak semerdu
burung lain, tetapi di manakah otakmu? Kau menjatuhkan ikan yang cukup besar ini, aku
sangat berterima kasih.” Sang anjing menggigit dan pergi dari sang burung sambil
tersenyum manis dan sang burung kini menyesali perbuatannya.
Penyebab konflik dari fabel tersebut adalah....
a. Sang anjing mencari makanan di tepi danau
b. Sang anjing melihat makanannya di dalam mulut sang bangau
c. Sang anjing memuji sang bangau dengan kata yang indah-indah
d. Bangau kehilangan ikan, anjing berhasil mendapatkan makanannya
e. Sang anjing yang berhasil mengelabui bangau
Jawaban B
Pembahasan:
Konflik dalam teks ini dapat dilihat pada paragraf kedua dan ketiga. Tokoh anjing yang sedang
kelaparan melihat ikan di mulut burung bangau. Ia menggunakan akalnya untuk mendapakan
ikan itu dengan cara membuat bangau membuka mulutnya. Agar bangau membuka mulutnya,
ia memuji bangau memiliki rupa yang elok dan suara yang merdu. Setelah teperdaya pujian
anjing, bangau pun membuka mulutnya untuk memperdengarkan suaranya yang merdu.
Penyebab dari konflik di dalam teks ini adalah tokoh melihat makanannya di dalam mulut sang
bangau. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan B.
Setelah mengidentifikasi informasi pada teks cerita fabel, dan memahami contoh
latihan soal. Sekarang kerjakan kuis berikut ini dengan baik dan benar.
Selamat Mencoba!
https://quizizz.com/join/quiz/61ed9b55f43e5d001d403fec/start?studentShare=true
Daftar Pustaka
Lianingsih, Fitri. 2021. LIBAS AKM Latihan Soal dan Predikal Berbasis Asesmen Kompetenal
Minimum Untuk SMI/MAK 2021. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Megawati, dkk. 2020. Fabel dan Legenda. Guepedia.
Rahman, Taufiqur. 2017. Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan. Semarang: CV. Pilar
Nusantara.
Sarumpaet, Riris K. Toha. 2012. “Struktur Bacaan Anak” dalam Kreatif Menulis Cerita
Anak. Bandung: Nuansa.
Tim Guru Eduka. 2018. All New Target Nilai 100 Ulangan Harian SMP/MTs Kelas VIII.
Jagakarsa: Penerbit Cmedia
Tim Guru Inspiratif. 2019. Super Complate SMP/MTs 7, 8, 9. Depok: Sahabat Pelajar Cerdas.