The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Flip book ini sebagai salah satu media pembelajaran sejarah yang dimana dapat diakses oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Serta flip book ini untuk mendukung situasi pembelajaran di tengah masa pandemi. Serta dapat memudahkan siswa dalam memahami pembelajaran tentang masuk dan berkembangnya agama hindu buddha di Indonesia.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ajeng kusumaningrum, 2022-03-14 01:43:53

MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA HINDU BUDDHA DI INDONESIA

Flip book ini sebagai salah satu media pembelajaran sejarah yang dimana dapat diakses oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Serta flip book ini untuk mendukung situasi pembelajaran di tengah masa pandemi. Serta dapat memudahkan siswa dalam memahami pembelajaran tentang masuk dan berkembangnya agama hindu buddha di Indonesia.

Keywords: Sejarah,Masuknya Hindu Buddha

SEJARAH
INDONESIA




KELAS

X

PROSES MASUK DAN
BERKEMBANGNYA AGAMA DAN
KEBUDAYAAN HINDU - BUDDHA

DI INDONESIA

PENYUSUN
AJENG KUSUMANINGRUM

DAFA MAULANA
NENCI APRILLIA.N
ZAHRIE ADAM FIRDAUS

PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

ii

Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan yang
telah memberikan nikmat yang tidak terhingga, sehingga
penyusun dapat merealisasikan materi Sejarah Indoneisa
yang berfokus dengan KD 3.3 dan 4.3 dengan disusun
menggunakan media flip book. Penyusunan ini
dikarenakan melihat perkembangan teknologi yang dari
waktu ke waktu terus maju, serta kemampuan siswa yang
melebihi gurunya. Apalagi Indonesia sedang dalam
kondisi ditengah masa pandemi.

Agar siswa dapat tetap belajar dan berfokus pada
pembelajaran sejarah maka media flip book ini dapat
mendukung proses pembelajaran siswa yang dimana
siswa dapat mengakses pembelajaran Masuknya dan
Pengaruh Agama Hindu Buddha di Indonesia dimana saja,
serta penyusunan flip book ini juga agar siswa tidak bosan
mendengarkan penjelasan kesejarahan dan sejarah pasti
tetap akan diingat. Penyusun berharap semoga dengan
adanya flip book ini siswa dapat memahami bagaimana
pengaruh dan perkembangan Hindu - Buddha di
Indonesia dan mendukun dalam proses pembelajaran
mata pelajaran Sejarah Indoneisa. Oleh karena itu
penyusun mengharapkan kritik serta tanggapan yang
dapat membangun dan mendorong penyusun.

PETA KONSEP

AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU - BUDDHA

MASUKNYA AGAMA PERKEMBANGAN
DAN KEBUDAYAAN AGAMA DAN
HINDU - BUDDHA KEBUDAYAAN

SUMBER HINDU - BUDDHA

- Berita dari India Bentuk Bentuk
- Berita dari Cina Interaksi Akulturasi
- Berita dari Yunani
- Prasasti, Kitab,
dan Bangunan Kuno

TEORI

- Teori Brahmana
- Teori Ksatria
- Teori Waisya
- Teori Sudra
- Teori Arus Balik

Deskripsi Singkat Materi

Halo Generasi Emas! Apakah kamu tahu
bahwa Indonesia dianggap sebagai negara
Super Power dalam bidang kebudayaan?
Hal ini tidak terlepas karena keberagaman
budaya yang ada di negara kita sangatlah
banyak. Salah satu keberagaman yang
harus kita syukuri adalah kehidupan
beragama di Indonesia yang sangat
toleransi satu sama lain. Salah satu agama
yang diakui di Indonesia adalah Hindu dan
Buddha. Sejarah mencatat bagaiamana
perjalanan panjang hingga sampai kedua
agama tersebut samapailah di Nusantara.

Diskusi dan perdebatan anatara dua agama tersebut menambah
jejak perjalanan sejarah kedua gaama tersebut. Flip Book ini akan
membahas kedatangan agama Hindu - Buddha, yang dimana fokus
pembahasan ialah teori masuknya agama Hindu - Buddha di
Indonesia , perkembangan, dan proses akulturasi kebudayaan Hindu
- Buddha dan kebudayaan masyarakat lokal. Terus membaca dan
simak sampai hampir yaa.. banyak hal menarik lohh!

1

Uraian Materi

Sebelum membahas masuknya agama dan
kebudayaan Hindu Buddha ke Nusantara ada 2 hal
yang harus kita ketahui. Pertama, kita membicarakan
sumber sejarah yang menjelaskan tentang kedatangan
dan interaksi bangsa India dengan masyarakat lokal.
Kedua, kita membahas tentang teori-teori kedatangan
kebudayaan Hindu Buddha ke Nusantara.

MASUKNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN
HINDU-BUDHA KE NUSANTARA

1. Sumber Sejarah

a. Sumber dari India

Dibuktikan adanya hubungan dagang antara India dan
Nusantara ialah dari kitab Jataka dan kitab Ramayana
tetapi tidak disebutkan kapan India mengenal
Indonesia. Tetapi terdapat kitab sastra yang dipercayai
dan adanya petunjuk bahwa bangsa Indonesia
mengenal berbagai tempat di Indonesia pada abad ke-

23 Masehi. Yakni terdapat pada kitab Mahaniddesa.

b. Sumber dari Cina

Hubungan bangsa Cina dan Indonesia diperkirakan
berkembang pada abad ke-5. Bukti yang memperkuat
bahwa adanaya hubungan diantaranya perjalanan
seorang pendeta budha, Fahien. Fa Hien melakukan
perjalanan dari India ke YE-PO-TI (Tarumanegara) dan
kembali di Cina melalui jalur laut. Kemudian kaisar
Cina Wen Ti, mengirim utusan ke She-Po (Pulau Jawa).

d. Prasasti

Banyak prasasti-prasasti yang ditemukan di wilayah
Nusantara yang menunjukkan bahwa adanaya
hubungan Indonesia dengan India. Terdapat 7
prasasti yang ditemukan, salah satunya prasasti
Mulawarman di Kalimantan Timur yang berbentuk
Yupa. Semua prasasti yang ditemukan bertuliskan
bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.

e. Kitab Kuno

Kitab kuno yang ditemukan di Indonesia ditulis pada
daun lontar yang ditulis dengan menggunakan
bahasa dan tulisan jawa kuno yang juga merupakan
bahasa sansekerta dengan huruf pallawa.

3

f. Bangunan Kuno

Bangunan kuno atau bangunan peninggalan kedua
agama tersebut terdiri dari candi, stupa, relief, dan
arca. Agama Hindu yang berkembang di Indonesia
berbeda dengan agama Hindu yang berkembang di
India. Agama dan kebudayaan Hindu disesuaikan
dengan kebudayaan dan kepercayaan asli Indonesia
yang berintikan pemujaan roh leluhur (animisme dan
dinamisme).

Sebelum masuknya agama Hindu dan Buddha, di
Nusantara telah berkembang kepercayaan yaitu
Animisme dan Dinamisme. Lalu di Nusantara muncul
pengaruh dari Hindu Buddha.

Prasasti Mulawarman Kitab Sutasoma Candi Borobudur

4

2. Teori-Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan
Hindu Buddha

Mengkaji proses masuknya pengaruh agama Hindu
Buddha di Nusantara sebetulnya juga mengalami
perdebatan terlebih dahulu oleh para ahli yang
membuat kesepakatan mengenai siapa yang
membawa kebudayaan tersebut ke Nusantara.
Untuk dapat memahami lebih jelasnya bagaimana
teori yang lahir dan bagaimana kebudayaan itu
dibawa. Baca terus flip book ini sampai selesai kamu
akan memecahkannya!

5

A. TEORI BRAHMANA

J.C Van Leur

Teori ini dikemukakan oleh J.C Van Leur, dimana beliau
melandaskan teori ini pada prasasti peninggalan masa
lampau Hindu Buddha yang dimana semuanya ditulis
dengan huruf pallawa berbahasa sansekerta. Beliau
juga keberatan dengan adanya teori ksatria maupun
waisya, karena mengenai adanaya kolonisasi. Dimana
suatu kolonisasi yang melibatkan penaklukan oleh
golongan ksatria tentukan akan dicatat sebagai suatu
kemenangan. Tetapi catatan kemenngan tersebut tidak
ditemukan dalam sumber tertulis yang berada di India
maupun di Indonesia, selain itu kolonisasi juga adanaya
pemindahan segala unsur masyarakat dari tanah asal.

6

Dalam kenyataannya apa yang ada di Indonesia
berbeda dengan yang ada di India. Jika ada pedagang
India yang menetap mereka akan tinggal di
perkampungan khusus. Sampai sekarang masih
ditemukan Kampung Keling di Indonesia bagian barat.
Mengingat unsur budaya India yang terdapat dalam
budaya Indonesia, Van Leur memberikan peranan
penyebaran India pada golongan brahmana.

Brahmana diundang oleh para penguasa Indonesia,
jadi mereka menyebarkan dan memperkenalkan
budaya golongan brahmana. Tetapi, teori ini masih
belum jelas tentang apa yang mendorong terjadinya
proses tersebut. Terdorong keingan agar bersanding
dengan yang lain, para brahmana melakukan upacara
bvratyastoma, upacara inisiasi yang dilakukan oleh
para kepala suku agar menjadi golongan ksatria.

BANTAHAN TEORI BRAHMANA

1.Mempelajari bahasa Sanskerta merupakan hal yang sulit, dan

tidak mungkin kiranya dapat dipelajari oleh raja- raja Indonesia

dalam waktu singkat.

2.Menurut Ajaran Hindu kuno, seorang Brahmana dilarang untuk

menyeberangi lautan apalagi meninggalkan tanah airnya. Jika ia

melakukan hal tersebut, ia akan kehilangan kastanya. 7

B. TEORI KSATRIA

F.D.K BOSCH

Seperti diketahui bahwa di awal abad ke 2 Masehi,
kerajaan-kerajaandi India mengalami keruntuhan karena
perebutan kekuasaan. Penguasa-penguasa dari golongan
ksatria ialah seorang ksatria atau golongan prajurit di
kerajaan-kerajaan yang kalah perang pada masa itu
dianggap melarikan diri ke Nusantara. Di Indonesia
mereka kemudian mendirikan koloni dan kerajaan-
kerajaan barunya yang bercorak Hindu dan Budha.
Dalam perkembangannya, mereka pun kemudian
menyebarkan ajaran dan kebudayaan kedua agama
tersebut padamasyarakat lokal di nusantara.

8

Teori Ksatria sering juga disebut dengan teori Kolonisasi.
Hal ini disebabkan karena penyerbuan dan penaklukan
oleh raja dan para bangsawan India yang datang ker
Nusantara untuk menaklukan suku-suku yang ada di
Indonesia.
BANTAHAN TEORI KSATRIA

1.Tidak mungkin pelarian ksatria dari India mendapatkan
kedudukan di Nusantara. Terlebih di Nusantara sudah terdapat
emporium- emporium yang kuat
2.Tidak ditemukan adanya bukti nyata adanya penyerbuan yang
bertujuan untuk menyebarkan agama, serta tidak ditemukannya
adanya pemindahan aspek unsur budaya masyarakat

9

C. TEORI WAISYA

N.J KROM

Teori yang berawal dicetuskan oleh N.J Krom ini
memberikan peranan utama pada golongan pedagang
(Waisya). Krom tidak sependapat bahwa golongan ksatria
merupakan golongan terbesar diantara orang India di
Indonesia. Hal ini karena orang tersebut dagang untuk
berdagang maka golongan terbesar ialah golonganpara
pedagang. Mereka orang India menetap di Indonesia
kemudian memegang peran dalam penyebaran pengaruh
kebudayaan yang penting. Adanya perkawinan dengan
wanita Indoneisa, krom mengisyaratkan bahwa
perkawinan merupakan salah satu saluran penyebaran
pengaruh kebudayaan.

10

Teori krom mempunyai perbedaan dengan teori ksatria.
Krom juga berpendapat bahwa unsur Indonesia dalam
peran pembentukan budaya India di Indonesia sangat
penting. Krom mendapatkan banyak penganut di
kalangan peneliti. Tetapi karena adanya kemajuan dalam
penelitian, tumbuh pendapat yang beranggapan bahwa
teori ini masih kurang memberikan peranan bagi bangsa
Indonesia. Walaupun krom telah melihat adanya peranan
penting dari budaya Indoneisa, tetapi masih terdapat
kesan bahwa proses tidak sepenuhnya ditentukan oleh
bangsa Indonesia.

BANTAHAN TEORI WAISYA

1. Hubungan yang terjalin antara pedagang dengan masyarakat
adalah hubungan dagang.
2.Banyak ditemukan pemukiman di wilayah pesisir sebagai strategi
untuk mempermudah perdagangan dan pelayaran.
3.Kedudukan mereka di masyarakat tidak terlalu berbeda, sehingga
pengaruh budaya

11

D. TEORI SUDRA

GH. VON FABE

Teori ini menjelaskan bahwa Hindu- Budha masuk ke
Indonesia melalui kasta Sudra datang ke Indonesia untuk
merubah hidup karena di India mereka hanya dijadikan
budak. Menurut teori ini di India banyak terjadi perang,
dengan demikian banyak pula tawanan perang. Di
Indonesia dijadikan sebagai tempat pembuangan dari
tawanan-tawanan perang. Para tawaran perang itulah
yang menyebarkan kebudayaan Hindu di Indonesia.

BANTAHAN TEORI WAISYA

1.Golongan Sudra tidak mengetahui seluk beluk bahasa
Sanskerta yang digunakan dalam kitab suci Weda.
2.Tujuan utama golongan Sudra melakukan perpindahan
adalah untuk mencari kehidupan yang lebih baik
3.Golongan Sudra tidak mau menyebarkan agama Hindu

12karena hal tersebut merupakan tugas dari Golonga Brahma

D. TEORI ARUS BALIK

Teori ini menyatakan bahwa orang Indonesia pergi ke
India untuk belajar agama Hindu- Buddha kemudian
kembali lagi ke Indonesia untuk menyebarkan agama
tersebut. Untuk mengamati proses antara budaya

Indonesia dan India, Bosch menggunakan istilah
penyuburan. Awal hubungan dagang antara India dan
Indonesia bertepatan pula dengan perkembangan pesat
agama Buddha. Para biksu menyebar ke seluruh penjuru

dunia melalui jalur perdagangan tanpa menghiraukan
kesulitan. Mereka mendaki gunung Himalaya untuk
menyebarkan agamanya di Tibet. Dari Tibet kemudian
melanjutkan dakwahnya ke utara hingga akhirnya

sampai Cina. Kedatangan mereka sudah diberitahukan
terlebih dahulu pada akhirnya mereka dapat bertemu
dengan kalangan bangsawan istana. Selanjutnya
dibentuklah sebuah sanggha dengan biksu-biksunya.

Melalui biksu ini timbul suatu ikatan dengan India, tanah
suci agama Buddha. Kedatangan biksu-biksu India di
berbagai negeri ternyata mengundang arus balik biksu
dari negeri-negeri itu ke India. Para biksu kemudian

kembali dengan membawa kitab-kitab suci, relik dan

kesan-kesan. Bosch menyebut gejala sejarah ini sebagai
13
gejala arus balik.

Aliran agama lain dari India yang meninggalkan
pengaruh di Indonesia adalah agama Hindu. Berbeda
dengan agama Buddha, para brahmana agama Hindu
tidak dibebani kewajiban untuk menyebarkan agama
Hindu. Hal ini karena pada dasarnya seseorang tidak
dapat menjadi Hindu, tetapi seseorang itu lahir sebagai
Hindu. proses hinduisasi di Indonesia menjadi semakin
menarik, karena tidak dapat dipungkiri orang-orang
Indonesia pasti awalnya tidak dilahirkan sebagai Hindu,
tetapi dapat beragama Hindu. Mereka melakukan
upacara khusus dapat menghindukan seseorang
(vratsyastoma). Adanya hubungan baik dengan India
ditemukan adanya bukti kuat yakni Prasasti Nalanda.

14

E. Penugasan Mandiri

Bacalah flip book tentang masuknya Agama dan
Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia setelah itu coba
kamu buat kesimpulannya dengan menjawab
pertanyaan dalam kolom yang masih kosong dibawah
ini.

Uraian Materi

Kamu pasti sudah tidak asing dengan candi Borobudur
maupun candi Prambanan. Bangunan-bangunan
bersejarah tersebut merupakan pengaruh kebudayaan
HinduBuddha yang berkembang di Indonesia pada
abad ke 5 hingga 15. Lalu, apakah kamu tahu apa saja
interaksi dan akulturasi tersebut? Dan apa saja
pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia?
Kita simak yuk penjelasannya pada flip book berikut ini.

PERKEMBANGAN AGAMA DAN
KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA

A. INTERAKSI

Interaksi antara Penganut agama Hindu dengan

masyarakat Indonesia maka mengakibatkan adanya

kontak budaya yang menghasilkan bentuk-bentuk

kebudayaan baru. Oleh karena itulah masuknya

kebudayaan Hindu ke Indonesia tidak diterima seperti

apa adanya tetapi disesuaikan dengan budaya yang

dimiliki penduduk Indonesia. 15

Sehingga budaya tersebut berpadu dengan kebudayaa
asli Indonesia menjadi bentuk akulturasi kebudayaan
Indonesia Hindu. Berikut adalah hasil interaksi sebagai
wujud akulturasi budaya tersebut:
1. Bahasa
2. Religi / kepercayaan
3. Organisasi Sosial Kemasyarakatan
4. Sistem Pengetahuan.
5. Peralatan Hidup dan Teknologi.
6. Kesenian

B. AKULTURASI

Akulturasi kebudayaan yaitu suatu proses percampuran

antara unsur-unsur kebudayaan yang satu dengan

kebudayaan yang lain, sehingga membentuk

kebudayaan baru. Kebudayaan baru yang merupakan

hasil percampuran itu masing-masing tidak kehilangan

kepribadian/ciri khasnya. Begitu juga untuk kebudayaan

Hindu Buddha dari India dengan kebudayaan Indonesia

asli tanpa menghilangkan identitas budaya asli

Indonesia. Contoh hasil akulturasi antara kebudayaan

Hindu-Buddha dengan kebudayaan Indonesia asli
sebagai berikut:
16

1. Seni Bangunan

Bangunan candi di Indonesia pada umumnya
merupakan bentuk akulturasi antara unsur-unsur
budaya Hindu-Buddha dengan unsur budaya Indonesia
asli. Bentuk candi-candi di Indonesia pada hakikatnya
adalah punden berundak yang merupakan unsur
Indonesia asli. Candi Borobudur merupakan salah satu
contoh dari bentuk akulturasi tersebut.

Candi Borobudur

17

2. Seni Rupa dan Seni Ukir

Masuknya pengaruh India juga membawa
perkembangan dalam bidang seni rupa, seni pahat, dan
seni ukir. Hal ini dapat dilihat pada relief atau seni ukir
yang dipahatkan pada bagian dinding-dinding candi.
Misalnya, relief yang dipahatkan pada dinding dinding
pagar langkan di Candi Borobudur yang berupa pahatan
riwayat Sang Buddha. Relief pada candi dibuat sangat
indah.

18

3. Seni Sastra dan Aksara

Seni sastra waktu itu ada yang
berbentuk prosa dan ada yang
berbentuk tembang (puisi).
Berdasarkan isinya, kesusasteraan
dapat dikelompokkan menjadi tiga,
yaitu tutur (pitutur kitab
keagamaan), kitab hukum, dan
wiracarita (kepahlawanan). Bentuk
wiracarita ternyata sangat terkenal
di Indonesia, terutama kitab
Ramayana dan Mahabarata.

Kemudian timbul wiracarita hasil gubahan dari para

pujangga Indonesia. Misalnya, Baratayuda yang digubah

oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Berkembangnya

karya sastra terutama yang bersumber dari Mahabarata

dan Ramayana, melahirkan seni pertunjukan wayang

kulit (wayang purwa). Pertunjukan wayang kulit di

Indonesia, khususnya di Jawa sudah begitu mendarah

daging. Isi dan cerita pertunjukan wayang banyak

mengandung nilai-nilai yang bersifat edukatif

(pendidikan). 19

4. Sistem Kepercayaan

Sejak masa praaksara, orang-orang di Kepulauan
Indonesia sudah mengenal simbol-simbol yang
bermakna filosofis. Masyarakat waktu itu sudah percaya
adanya kehidupan sesudah mati, yakni sebagai roh
halus. Oleh karena itu, roh nenek moyang dipuja oleh
orang yang masih hidup (animisme). Setelah masuknya
pengaruh India kepercayaan terhadap roh halus tidak
punah. Di Indonesia, di samping sebagai tempat
pemujaan, candi juga sebagai makam raja atau untuk
menyimpan abu jenazah raja yang telah meninggal.
Itulah sebabnya peripih tempat penyimpanan abu
jenazah raja didirikan patung raja dalam bentuk mirip
dewa yang dipujanya. Ini jelas merupakan perpaduan
antara fungsi candi di India dengan tradisi pemakaman
dan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia.

20

5. Sistem Pemerintahan

Setelah datangnya pengaruh India di Kepulauan
Indonesia, dikenal adanya sistem pemerintahan secara
sederhana. Pemerintahan yang dimaksud adalah
semacam pemerintah di suatu desa atau daerah
tertentu. Rakyat mengangkat seorang pemimpin atau
semacam kepala suku. Setelah pengaruh India masuk,
maka pemimpin tadi diubah menjadi raja dan wilayahnya
disebut kerajaan. Hal ini secara jelas terjadi di Kutai.
Salah satu bukti akulturasi dalam bidang pemerintahan,
misalnya seorang raja harus berwibawa dan dipandang
memiliki kekuatan gaib seperti pada pemimpin masa
sebelum Hindu-Buddha. Karena raja memiliki kekuatan
gaib, maka oleh rakyat raja dipandang dekat dengan
dewa. Raja kemudian disembah, dan kalau sudah
meninggal, rohnya dipuja-puja.

21

LATIHAN SOAL

1. Pengaruh Hindu-Buddha dari India terhadap Indonesia dalam bidang kebudayaan dapat
dilihat dari contoh berikut, kecuali:
A. Dibangunnya candi-candi bercorak Hindu-Budha
B. Penggunaan kalender Saka
C. Bentuk rumah ibadah yang berundak-undak
D. Banyak seni patung sebagai perwujudan penghormatan kepada dewa
E. Penggunaan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa

2. Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia menyebabkan terjadinya akulturasi. Pengertian
akulturasi tepatnya adalah….
A. Perpaduan antara kebudayaan yang berbeda karena pengaruh kekuasaan
B. Penolakan antara kebudayaan yang sama dalam waktu singkat
C. Penolakan satu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya hingga menyebabkan konflik
D. Perpaduan dua kebudayaan yang sempurna
E. Perpaduan dua kebudayaan yang berbeda tanpa meninggalkan kebudayaan asli

3. Meskipun masyarakat Indonesia sudah menganut agama Hindu, tetapi masih nampak
pengaruh unsur kebudayaan asli Indonesia, yaitu berupa Yupa yang menyerupai
pendirian….
A. Sarkofagus
B. Menhir
C. Dolmen
D. ArcaE. Punden berundak

4. Perwujudan bentuk akulturasi Indonesia dan Hindu-Buddha pada sistem kepercayaan
dapat dilihat dari:
A. Upacara keagamaan yang sama dengan yang ada di India
B. Upacara pentirtaan
C. Upacara asmaweda
D. Upacara keagamaan yang menggabungkan unsur pemujaan roh nenek moyang dengan
tata cara upacara keagamaan Hindu-Budha
E. Upacara pengangkatan raja

5. Sebelum datangnya Hindu-Buddha di Indonesia, masyarakat Indonesia menganut

sistem kepercayaan berupa….

A. Islam

B. Taoisme

C. Politeisme 22
D. Animisme
E. Konghucu

Mudah bukan dalam mempelajari
materi Hindu Buddha?

Kamu dapat melatih ingatanmu
dengan mengerjakan Penugasan

Mandiri dan Latihan Soal.



Selamat Belajar
Generasi Emas

Sumber Referensi

Mariana, 2020. PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA
DAN KEBUDAYAAN HINDU – BUDDHA DI INDONESIA SEJARAH
INDONESIA KELAS X .

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto.
1975. Sejarah Nasional Indonesia “Zaman Prasejarah di
Indonesia”. Jakarta: PT Balai Pustaka


Click to View FlipBook Version