MODUL 5
Pola dan Penyajian
Teks Eksplanasi
SMP / MTs Kelas 8
M. Hamid T., S.Pd.
Bahasa Indonesia
POLA PENYAJIAN TEKS EKSPLANASI
A. Pola-pola Pengembangan Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi dapat disusun dengan berbagai pola, yakni dengan pola kronologis dan kausalitas. Kedua
pola itu dapat pula divariasikan penyusunannya; dengan kata lain, kedua pola itu bisa saling melengkapi.
Namun, di samping itu, mungkin pula terselingi dengan pola-pola pengembangan paragraf jenis lainnya,
seperti pola definisi, ilustrasi, dan umum-khusus.
No. Pola Penyajian Pengembangan Teks Eksplanasi
1. Kronologis
2. Kausalitas
3. Gabungan Kronologis-Kausalitas
4. Defenisi
5. Ilustrasi
6. Umum-khusus, dan lain sebagainya.
Perhatikan kembali kedua cuplikan teks eksplanasi berikut.
1. Kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, telah mengakibatkan bencana banjir dan
tanah longsor. Kerusakan tersebut disebabkan oleh maraknya penebang liar yang mengakibatkan
menurunnya fungsi hutan sebagai resapan air. Kerusakan hutan tersebut juga disebabkan oleh pemilik
Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dalam melakukan reboisasi.
2. Berdasarkan piagam itu Sultan Agung Mataram diangkatlah Tumenggung Wiraangunangun sebagai
Bupati Bandung. Ketika itu, pemerintahan Kabupaten Bandung berpusat di daerah Krapyak atau
Bojongasih. Tepatnya, di tepi Sungai Cikapundung, dekat muaranya yaitu Sungai Citarum. Nama Karapyak
kemudian berganti menjadi Citeureup. Nama itu hingga kini tetap abadi menjadi salah satu nama desa di
Dayeuhkolot
Kedua cuplikan teks tersebut memiliki pola pengebangan yang berbeda. Cuplikan 1 menggunakan pola
pengembangan kausalitas, sedangkan cuplikan 2 menggunakan pola kronologis.
a. Kutipan 1 menggunakan konjungsi kausalitas. Hal ini ditandai oleh penggunaan kata mengakinatkan,
disebabkan.
b. Kutipan 1 menggunakan konjungsi koronologis (hubungan waktu). Hal ini ditandai dengan kata
kemudian.
Silakan pelajari tentang contoh pengembangan teks eksplanasi secara mandiri.
A. Langkah-langkah Menyajikan Teks Eksplanasi
Telah kita pelajari bahwa teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses berlangsungnya
peristiwa dengan sejelas-jelasnya. Oleh karena itu, dalam penyusunannya, teks tersebut umumnya berpola
kronologis ataupun akusalitas. Secara umum teks tersebut dimulai dengan identifikasi fenomena, rangkaian
peristiwa, dan diakhiri dengan ulasan/penyimpulan.
Langkah-langkah penjenis teks tersebut lebih banyak menggunakan fakta. Adapun langkah-langkah
penyususannya adalah sebagai berikut.
1) Menentukan topik, dengan kriteria topik itu harus menarik, dikuasai, dan aktual.
2) Menyusun kerangka teks, yakni dengan mengembangkan topik utama ke dalam rincian-rician topik yang
lebih spesifik. Topik-topik itu dapat disusun dengan urutan kronologis atau kausalitas
3) Mengumpulkan bahan, berupa fakta atau pendapat para ahli terkait dengan topik yang dikembangkan;
dari berbagai sumber, misalnya melalui observasi lapangan ataupun dengan studi literatur.
4) Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksplanasi yang lengkap dan utuh, dengan
memperhatikan struktur bakunya: identifikasi fenomena, proses kejadian, dan ulasan. Perhatikan pula
kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku pada teks ekspalansi.
LKPD 4.3 MENENTUKAN POLA DAN MENYAJIKAN TEKS EKSPLANASI
A. IDENTITAS SISWA
1. NAMA SISWA : ………………………………..
2. KELAS/NO : VIII …… / …………………
B. LKPD 1 Menentukan Pola Pengembangan Teks Eksplanasi
Bacalah teks di bawah ini dengan cermat, dan tentukan pola penyajian teks eksplanasi.
KIAI SINGO WULUNG AWAL MACAN KADDU’ DI BONDOWOSO
Ronteg Singo Ulung merupakan kesenian tari
yang menggunakan topeng barongan ini
merupakan seni tradisional asli dari Kabupaten
Bondowoso Jawa Timur. Dengan kepala barong
yang terbuat dari kayu dan badannya terbuat dari
karung plastik ini biasa disebut warga sekitar
dengan nama Can Macanan atau Macan Kaddu’
(bahasa madura red-). Dimana julukan ini memiliki
arti Can Macanan berarti harimau mainan dan
Kadduk berarti karung.
Tari tradisional ini diciptakan oleh leluhur
bernama Jasiman dan Kiai Singo Wulung yang
dihormati karena kearifan dan kesaktiannya.
Dimana, sekitar 400 tahun yang lalu, Kiai Singo
adalah pejuang yang datang dari ponorogo dan
dipercaya masih merupakan keturuan dari kerabat bupati Ponorogo, Batoro Katong.
Dalam perjalanannya untuk dakwah islami, Kiai Singo Wulung berhenti di sebuah hutan yang masih
lebat dan berteduh di sebuah pohon Belimbing untuk istirahat. Hingga kini daerah tersebut menjadi
sebuah nama Desa Belimbing.
Kedatangan Kiai Singo Wulung membuat murka Jasiman atau Mbah Saman, yang merupakan penguasa
hutan tersebut karena telah lancang memasuki wilayahnya. Singkat cerita, akhirnya terjadilah
perkelahian sengit antara kiai singo wulung dan Jasiman dimana, dalam pertarungan tersebut keduanya
menggunakan kayu rotan yang ada di hutan tersebut. Hinjgga sekarang, pertarungan tersebut diangkat
menjadi seni budaya tari Ojhung.
Jasiman sebagai penguasa hutan tidak mau mengalah, hingga pada saatnya Kiai Singo mengubah
wujudnya menjadi “Sardula Seta” atau harimau Putih. Jasiman tidak mampu melawan Kiai Singo yang kian
memojokannya dan tidak dapat berkutik hingga pada akhirnya Jasiman menyerah dan meminta
pertarungan di hentikan.
Jasiman yang tidak tahu kedatangan Kiai Singo pun menjadi Sadar dan masuk agama Islam. Kiai Singo
merupakan pendekar sakti yang sudah beragama islam yang ternyata satu perguruan dengan Jasiman.
Pemandangan yang biasa manusia dengan ilmu tingkat tinggi mampu mengubah wujudnya menjadi
siluman harimau. Hingga Jasiman menikahkan adiknya bernama Munawaroh dengan Kiai Singo dan
berganti nama menadi Muslihah. Karena Kiai Singo di rasa cocok karena sangat sederhana dari
penampilannyayang yang terkesan ulung baik dalam olah kanuragan maupun dari sisi agamanya.
Hingga pada suatu hari, Jasiman memiliki ide untuk menciptakan tari tradisional yang kini disebut tari
Ronteg Singo Ulung yang dimainkan oleh dua orang seperti barong ponorogo atau reyog tradisional.
Tarian ini telah diiringi dengan musik khusus khas Bondowoso yang dapat membuat penonton merasa
heran dan mendapat efek mistis saat mendengar dan menyaksikannya.
Karena pada tahun 1806 terjadi imigrasi secara besar-besaran yang di lakukan oleh orang madura di
wilayah tapal kuda, khususnya Bondowoso, terjadilah perubahan pula pada kesenian tersebut. Seperti
julukan pada Kiai Singo menjadi “Juk Senga” dalam bahasa madura, serta musik pengiring menggunakan
gamelan reyog menjadi arasemen madura dan pakaian warok ponorogo menjadi pakaian khas madura.
perkembangan Seni bersama-sama dengan seni Pojian, seni Ojung selalu dipertunjukkan pada upacara
adat yaitu “Bersih Desa Blimbing” yang selalu diadakan setiap tahun (bulan Sya’ban / Ruwah). Di sisi lain,
ini pertunjukan seni bisa dinikmati pada saat tahunan “Hari Jadi Bondowoso” tepatnya pada 16 Agustus.
Dalam kesenian Singo Ulung terdapat tokoh yang di perankan seperti, Singo Ulung yang
menggambarkan wujud Kiai Singo Wulung yang menjadi Harimau putih Panji yang menggambarkan
Jasiman yang merupakan penguasa wilayah. Dua orang berkelahi menggunakan rotan menggambarkan
pertarungan Jasiman dengan Kiai SIngo. Penari perempuan menggambarkan istri Kiai SIngo.
Berbagai sanggar memiliki presepsi sendiri seperti masih di gunakannya bahasa jawa dan pakaian
warok pada kesenian singo ulung ini, di lain sanggar di gunakanlah bahasa dan pakaian madura. Tentu
hal ini, merupakan suatu perkembangan kultur yang wajar terjadi disaat era baru mulai muncul. Namun
yang demikian layaknyalah menjadi acuan bagi segenap elemen untuk tetap berjuang dalam menumbuh
kembangkan kesenian di Nusantara ini. (dats) Sumber: https://www.sejarah-
budaya.com/2018/08/19/kiai-singo-wulung-awal-macan-kaddu-di-bondowoso/
Setelah membaca bacaan di atas,
1. Tentukan pola apa yang digunakan penulis dalam mengembangkan karyanya!
No. Paragraf Ke- Pola yang dikembangkan Alasan Bukti Cuplikan dalam teks
1.
2.
3.
4.
5.
Dst.
C. LKPD 2 Penyajian Teks Eksplanasi secara tulis
Masih ingatkah kalian dengan langkah penyajian teks eksplanasi?
Pada pembelajaran kali ini, Anda akan diminta untuk menyajikan teks eksplanasi secara tulis dan lisan.
Penyajian teks eksplanasi secara tulis, silakan ikuti panduan di bawah ini sesuai dengan pembahasan
yang sudah kita lakukan.
LANGKAH LEMBAR
NO. KET.
PENYAJIAN JAWABAN
Harus
Tentukan
1. Topik dan dikuasai, ………………………………………………………………………………………………………
Pola menarik, dan
aktual.
1. Identifikasi Fenomena (Alam, Sosial, Budaya, dll)
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
2. Rangkaian Kejadian
Susun Buat a. ……………………………………………………………………………………………
2. Kerangka Kerangka b. ……………………………………………………………………………………………
Teks Struktur Teks c. ……………………………………………………………………………………………
d. ……………………………………………………………………………………………
3. Ulasan
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
Pendapat /Fakta1:
Cari, catat, ………………………………………………………………………………………………………...
analisis, …………………………………………………………………………………………………
Pengumpulan Pendapat/Fakta 2:
3. berbagai
Bahan ………………………………………………………………………………………………………...
pendapat dan ………………………………………………………………………………………………
fakta
Dst.
………………………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………………
1. Konjungsi Kausalitas
Terdapat pada paragraf Ke-…………., kata yang
digunakan…………………………………………………………………..…………………
Cek 2. Konjungsi Kronologis
Pengembang- kebahasa-
4.
an Kerangka an teks 3. Kata Teknis
eksplanasi. Terdapat pada paragraf Ke-…………., kata yang
digunakan…………………………………………………………………..…………………
4. Kata Benda Jenis Fenomena
Terdapat pada paragraf Ke-…………., kata yang
digunakan…………………………………………………………………..………………
5. Silahkan dicek, dibaca ulang, dicermati, secara struktur dan kebahasaan teks eksplanasi Anda.
Jika sudah yakin, silakan ditulis dibawah ini.
oleh:
D. LKPD 3 PENYAJIAN TEKS EKSPLANASI LISAN
Setelah Anda menyajikan teks eksplanasi secara tulis, berikutnya Anda akan diminta untuk menjayikan
teks eksplanasi secara lisan.
Teks Eksplanasi yang sudah Anda buat secara tulis tersebut, silahkan Anda sajikan dalam bentuk lisan.
Ikuti panduan atau langkah-langkah di bawah ini.
1. Teks eksplanasi yang Anda buat, silahkan ditambahkan tanda baca seperti gambar di bawah ini.
Contoh Gambar Tanda Baca
a.
b. Contoh Penggunaan
Tanda Baca
2. Teks eksplanasi yang sudah Anda tambahkan tanda baca seperti contoh di atas, silakan Anda
presentasikan.
3. Jangan lupa untuk melakukan cek list seperti tabel di bawah ini.
Untuk memudahkan Anda, silakan lengkapi cek list di bawah ini sesuai panduan tersebut!
KETERLAKSANAAN
PANDUAN/LANGKAH-LANGKAH
NO. Ket.
TEKS EKSPLANASI LISAN
YA TIDAK
1. Tanda Baca pada Teks Eksplanasi
2. Rekam video Eksplanasi
3. Editing
4. Kirim video sesuai format ke email.