Edisi 38
Februari - April 2021
Bertahan dalam Terang Harapan
Penerimaan Abu Berbeda Mengenang Kedatangan Yesus Mengenang Penderitaan dan
di Yerusalem Kematian Yesus
04 Dari Redaksi DAFTAR ISI
05 Cahaya Iman
29 31Santo-Santa
06 07Karier 32 Cerpen 34
08 Klinik Keluarga 35 Serbaneka 37
38 Sosok Umat
09 Khazanah Gereja 11
12 Kitab Suci 28
13 Liputan
13 Baptisan Dewasa dan Protokol Kesehatan
Liputan Khusus
14 Webinar Menyongsong Paskah bagi Lansia
15 Penerimaan Abu Berbeda
16 Mengenang Kedatangan Yesus di Yerusalem
18 Mengenang Perjamuan Terakhir
20 Mengenang Penderitaan dan Kematian Yesus
22 Kembalilah ke Titik Awal
24 Ambil Bagian dalam Kebangkitan
Liputan Mancanegara
26 Pastor Mengembangkan Vaksin Covid-19 bagi
Kaum Miskin
27 Sri Paus kepada Jemaat di Irak: “Saya Datang
sebagai Peziarah Perdamaian”
Foto : Chris Maringka
- 3 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
DARI REDAKSI
Persaudaraan dalam Semesta
Moderator nyata.
RD Ambrosius Lolong
Persaudaraan
Pendamping Dewan Paroki Harian
Reggy Muliawan dalam masyarakat
Ketua Seksi Komunikasi Sosial menjadi bagian
Seno Hardijanto Purnomo
dari aktivitas kita
Pemimpin Redaksi
Bill Toar dalam perjumpaan
Wakil Pemimpin Redaksi dengan sesama.
Venda Tanoloe
Dalam berbagai
Redaktur
Anastasia Prihatini kesempatan,
Arniyati
Bill Toar Gereja terus
Ekatanaya Asi [Sumber : schoentattt.org] mengupayakan
Fatolly Panarto
Jessica Wongsodiharjo “PERSAUDARAAN” dalam Kamus kesadaran umat
Lily Pratikno Besar Bahasa Indonesia (KBBI) agar senantiasa melihat kehadiran
Nila Pinzie didefinisikan sebagai persahabatan Allah dalam setiap pribadi, tanpa
Noviana yang sangat karib, seperti layaknya didasarkan pada sentimen identitas
Penny Susilo saudara; pertalian persahabatan yang yang menyangkut kesukuan, agama,
Samaria Purba serupa dengan pertalian saudara. ras, dan golongan.
Venda Tanoloe Sedangkan “Semesta” dimaknai
Yohanes Adi sebagai seluruh, segenap, semuanya: Dalam peziarahan hidup
semua yang ada di alam. Hal ini beriman, sering kali kita tidak
Kontributor (berlaku untuk) seluruh dunia; menyadari perlunya terus merawat,
Albertus Joko Tri Pranoto universal. Jadi, “Persaudaraan dalam memelihara, dan menjaga alam
Daniel Julianto Semesta” pada hakikatnya merupakan ciptaan. Persaudaraan dalam alam
Emilia Jakob persaudaraan yang hidup di alam ciptaan sekaligus merupakan bentuk
Henry Sutjipto semesta ini. ungkapan iman kita kepada Tuhan.
Sinta Monika Untuk itu, diperlukan semangat dan
Gaung persaudaraan dalam motivasi setiap pribadi untuk mencintai
Tata Letak & Disain keluarga, masyarakat, alam ciptaan, alam ciptaan yang diwujudkan dalam
Patricia Navratilova dan dunia digital, yang disampaikan upaya memperhatikan, melindungi,
Silvanus Tricahyono Suhardibroto Gereja lewat refleksi menyongsong dan memeliharanya.
Paskah 2021 masih sangat relevan
Foto untuk kita hadirkan dalam aktivitas Kemajuan teknologi informasi
Aditrisna Satria keseharian. dan komunikasi saat ini telah
Budi Djunaedy mempengaruhi cara kita
Chris Maringka Bapa Suci Paus Fransiskus dalam berkomunikasi dan berkomunitas.
Erwina Atmaja Ensiklik Fratelli Tutti (Saudara Persaudaraan dalam dunia digital
Hans Darmawan Sekalian), artikel 30, menyatakan harus dimaknai sebagai karunia Allah
Haryadi Gunawan keprihatinan akan memudarnya dan bagaimana memanfaatkan media
Matheus Haripoerwanto ikatan saling memiliki di tengah sosial secara bijak.
Reynaldo Prayogo keluarga. Persaudaraan dalam
keluarga menjadi perhatian Gereja Perubahan cara pandang/
Media Digital dari waktu ke waktu. Dari keluarga pemahaman/penghayatan
Erdinal Hendradjaja sebagai sel Gereja terkecil, diharapkan persaudaraan dari dimensi keluarga/
semangat kasih bertumbuh dan masyarakat ke dimensi semesta, dapat
berkembang. Melalui terang kasih tercapai sesuai tahapan perkembangan
inilah, kita dikaruniai keberanian untuk spiritualitas kita. Inilah yang menjadi
tetap hidup dan melakukan karya tugas perutusan kita sebagai umat
Allah. Bill Toar
APP Sathora s.id/sathora Alamat
Silakan like dan share GKP Paroki Santo Thomas Rasul
www.sathora.or.id Ruang 213
parokisathora Jln. Pakis Raya G5/20 Bojong Indah Cengkareng,
Paroki St. Thomas Rasul Jakarta Jakarta Barat 11740
Email : [email protected] Telp. 021 581 0977, WA : 0811 826 692
Untuk kalangan sendiri
- 4 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
CAHAYA IMAN
Patris Corde :
Sangat Mungkin Menjadi Bapak
yang Tulus dan Murni
Oleh : RD Ambrosius Lolong
MENJADI seorang bapak Agung Jakarta pun menganjurkan RD Ambrosius Lolong - [Foto : Chris
tentu sudah menjadi bagian agar menggunakan Surat Apostolik Maringka]
hidup dari seorang laki-laki ini sebagai salah satu bahan refleksi
yang telah menikah dan memiliki pada tahun 2021 ini. menampilkan ketulusan dan
anak. Dapat juga figur kebapakan kemurnian cinta yang luar biasa.
dirasakan dari pribadi-pribadi Patris Corde: Kedalaman Hidup St. Rasa cintanya kepada Maria
tertentu yang kita jumpai di tengah Yusuf tidak hanya terbatas mencintai
kehidupan sehari-hari. Namun, tetap Kita mengenal St. Yusuf dalam kisah pasangannya saja. Rasa cintanya
saja figur utama kebapakan ada di masa kecil Tuhan Yesus. Selanjutnya, kepada Maria juga melingkupi
dalam keluarga. Pada kesempatan tidak ada lagi kisah mengenai beliau. keutuhan hidup Maria, termasuk
kali ini, kita belajar dari St. Yusuf, Dari kisah yang singkat, kita dapat partisipasinya dalam rencana
bapak dari Yesus, Tuhan kita. menimba inspirasi yang begitu keselamatan Allah sebagai Ibu Yesus.
mendalam dari hati seorang bapak.
Konteks Gereja Lokal dan Gereja Dirinya dipilih, dipakai, dan siap Memang tidak mudah baginya
Universal bekerja bersama dengan Allah demi untuk memahami berbagai
Pada 8 Desember 1870, Beato Pius rencana keselamatan yang telah pengalaman tersebut. Tetapi,
IX memproklamirkan St. Yusuf dirancang oleh Allah. ketulusannya justru mendorongnya
sebagai Pelindung Gereja Universal. untuk tidak meninggalkan, bahkan
St. Yusuf dipandang sebagai pribadi Paus Fransiskus merefleksikan berjuang bersama dengan Maria. St.
yang sangat tepat menjadi Pelindung tujuh keutamaan hidup yang Yusuf dan Bunda Maria tetap berjalan
Gereja Universal karena beliau dimiliki St. Yusuf, yaitu Bapak yang bersama sekalipun tidak sepenuhnya
adalah bapak dari Tuhan Yesus, penuh kasih, Bapak yang lembut memahami dan mereka tetap
pondasi Gereja. Sebagai pelindung hati, Bapak yang taat, Bapak yang percaya pada penyertaan Allah.
Yesus, tepatlah St. Yusuf dinobatkan menerima, Bapak yang berani
sebagai Pelindung Gereja. secara kreatif, Bapak yang bekerja, Kadang cinta kita masih terjebak
dan Bapak yang tulus setia dalam dalam memilih bagian-bagian
Pada 8 Desember 2020, Paus mendampingi. Kisahnya yang sedikit dari diri pasangan yang sesuai
Fransiskus mengeluarkan Surat tidak menyurutkan inspirasi yang dengan harapan kita. Apalagi ketika
Apostolik Patris Corde (Hati Sang mendalam. St. Yusuf memberikan pengalaman hidup sehari-hari
Bapak) dalam pengenangan 150 terang kepada kita mengenai menunjukkan bahwa pasangan
tahun penetapan St. Yusuf sebagai kedalaman hidup. Apa yang tampak kita mulai tidak mudah untuk
Pelindung Gereja. Sejalan dengan biasa dan sederhana, namun dijalani dipahami. Ketulusan dan kemurnian
Gereja Universal, Gereja Keuskupan dengan tekun dan terbuka terhadap cinta menjadi tampak ketika cinta
juga melingkupi keutuhan hidup
penyelenggaraan pasangan.
Ilahi, akan
menampakkan St. Yusuf mengajarkan bahwa
inspirasi yang ketulusan dan kemurnian cintanya
dapat dijadikan ditunjukkan dengan mencintai Maria
teladan. seutuhnya. Ketulusan dan kemurnian
cinta bukanlah sesuatu yang tidak
Ketulusan dan mungkin untuk dihidupi dan dijalani.
Kemurnian: Tulus dan murni bukan karena
Bukan Suatu mampu memahami segalanya,
Ketidakmungkinan melainkan karena komitmen cinta
St. Yusuf yang selalu terbuka terhadap
penyelenggaraan Ilahi dalam
[Sumber : vaticannews.va] keluarga.
- 5 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
KARIER & MOTIVASI
Critical Thinking
[Sumber : entrepreneur.com]
APA yang kita lakukan bila yang bersedia mencari opini lain itu, ataupun pembuat kebijakan perlu
di halaman media sosial, ternyata hanya 1 persen yang benar- membahas dengan serius dan
ada banyak komentar yang benar melakukannya. bekerja keras untuk menghindari
bertentangan dengan pandangan pemiskinan cara pikir dan
kita? Kita hapus, blok, atau unfriend? Padahal mereka sendiri mengaku, membahas suatu permasalahan
Namun, bila sekadar menghapus, hanya 30 persen dari berita di dengan berbagai sudut pandang.
tidak mau membaca berita-berita media sosial yang akurat. Dengan
tersebut, bukankah artinya kita hasil riset seperti ini, tidak heran Gejala kurangnya berpikir
menutup mata dan tidak tahu apa bila dalam situasi politik seperti kritis ini bisa membuat mereka
pendapat orang lain tentang situasi sekarang ini, kebenaran semakin yang mempunyai argumentasi
yang kita hadapi? sulit sekali terkuak, apalagi dibahas bengkok dan tidak beralasan
dan dianalisa dengan akal sehat. tetapi disampaikan dengan nada
Apakah kita sadar bahwa setiap meyakinkan justru bisa diterima
situasi bisa dipandang oleh orang Di sekolah pun, masih banyak guru mentah-mentah, dikembangkan, dan
lain secara berbeda. There’s always yang tidak siap untuk didebat oleh disebarluaskan sehingga menjadi
two sides of a coin. Jika tidak pernah para muridnya sehingga lebih banyak konspirasi yang bisa berbahaya.
membandingkan pendapat orang menerapkan metode pengajaran
lain, berarti kita hanya melakukan satu arah. Alhasil, masyarakat Apa dan Mengapa
sebagian saja dari proses berpikir terbiasa untuk mengambil Sebenarnya, di sekolah menengah
yang lengkap. kesimpulan dari satu gejala dan dahulu, kita selalu dilatih untuk
menggeneralisasi tanpa memikirkan menyelesaikan persoalan dengan
Gejala minimnya berpikir kritis faktor lainnya. Oleh karena itu, formula: “diketahui, ditanya, dan
juga dirasakan oleh 95 persen terjadilah “oversimplification” secara dijawab”. Hal ini sudah merupakan
orang di Amerika. Survei yang merata. Belum lagi argumentasi cara pikir yang lengkap. Kita tidak
dilakukan oleh Reboot Foundation yang tak berkesudahan, padahal mungkin mendapatkan solusi bila
mengatakan bahwa kurang dari 25 bukti dan fakta sudah terpapar tidak berbekal fakta yang cukup.
persen populasi bersedia mencari dengan jelas. Inilah syarat pertama critical
opini yang berbeda dengan opininya. thinking.
Dan hasil penelitian mengatakan Situasi ini membawa kita
bahwa di antara 25 persen orang pada circular reasoning. Tampaknya Kita perlu menginvestigasi
kita sebagai orang tua, pendidik,
- 6 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
semua pendapat dan argumentasi terselubung dan mengecoh. Bila Kritis dan Asertif
seputar gejala yang sedang diteliti. pertanyaan sudah menjurus kepada Orang yang berpikir kritis juga perlu
Adanya perbedaan pendapat solusi yang kita butuhkan, biasanya menangkap visi dari kelompok,
adalah kesempatan bagi kita untuk solusi dengan gamblang bisa kita perusahaan, atau negara ke depan.
mempelajari setiap gejala dan dapatkan. Karena bagaimanapun juga masalah
fakta. Jangan lupa, bahwa setiap ataupun gejala yang dihadapi perlu
manusia dipenuhi dengan bias-bias Knowledge is having the right senantiasa dikaitkan dengan masa
yang mempengaruhi kejernihan answer, intelligence is asking the depan. Ia juga harus mengasah daya
berpikirnya. right question. Kita boleh mengambil persepsi dan meningkatkan daya
keputusan yang cepat, kreatif, dan observasi. Informasi tidak tersaji
Kita juga bertanggung jawab inovatif asalkan sudah melalui begitu saja. Listen, hear, and read
untuk membobot kebenaran sumber proses mempertanyakan fakta yang between the lines.
berita. Satu hal yang perlu kita ada dan menggunakan metode
lakukan juga adalah memilih fakta berpikir dan lengkap. Kita pun perlu Seorang teman sangat dikenal
yang relevan dengan masalah yang merefleksikan sebentar jawaban dengan kekritisannya. Dalam
kita cari. Ada fakta yang justru tidak dari masalah yang kita cari, segala menghadapi pelanggan dan
relevan dan mengacaukan proses dampak positif dan negatifnya menemukan apa yang benar-benar
berpikir kita. Pemikir kritis juga sebelum dikomunikasikan ke dibutuhkan pelanggan, ia kerap
perlu kuat menyeimbangkan diri dan masyarakat. mengajukan pertanyaan-pertanyaan
emosinya sehingga mampu bersikap tajam sehingga bisa mendapatkan
fleksibel menghadapi fakta dan Bila diperhatikan, mereka yang solusi jitu. Sayangnya, hal ini
kenyataan yang mengejutkan. Hanya terampil dalam berpikir kritis, ternyata juga membuat orang lain
orang fleksibel yang bisa sabar mampu menerangkan dengan kecut karena pertanyaannya yang
dalam berpikir strategik. gamblang mengenai apa dan terlalu agresif.
mengapa suatu keputusan dibuat.
Untuk itu, kita perlu tetap Contohnya, kita bisa melihat Kita lihat, berpikir kritis juga
berpikiran terbuka dan objektif bagaimana Bapak Basuki Tjahaja harus diikuti dengan keterampilan
sambil terus mempertajam Purnama mampu berargumen komunikasi yang mumpuni sehingga
pertanyaan untuk penyelesaian lengkap dengan data dan fakta membuat suasana tetap kondusif.
masalah. Pertanyaan yang tepat bisa ketika keputusan-keputusannya Kita bisa belajar untuk lebih asertif
menguakkan informasi yang masih dipertanyakan oleh pihak lain. dan bersikap lebih manis walaupun
berbeda pendapat. Orang
yang berpikir kritis juga
perlu asertif sehingga
informasi yang didapat
akan lebih banyak dan
bisa membantunya dalam
pengambilan keputusan.
“Your attitude, not your
aptitude, will determine
your altitude” (Zig Ziglar).
Emilia Jakob
Diterbitkan di Harian
Kompas, rubrik Karier, 11 Mei
2019.
[Sumber : talentlens.in]
- 7 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
KLINIK KELUARGA
Fobia Jarum Suntik
SYALOM Pak Henry. dan sensitif terhadap
Perkenalkan saya J,
karyawati berusia 35 tahun. suatu hal yang sedang
Saya menderita fobia jarum,
terutama jarum suntik. difokuskan.
Kalau ada suntik-menyuntik
Henry Sutjipto - [Foto : dok. pribadi] bisa jadi drama heboh yang Bandingkan dua situasi
sangat memalukan bagi
saya. Padahal sebentar lagi vaksinasi Covid-19 untuk berikut:
umum akan dibuka dan saya ingin sekali divaksin. Tetapi,
membayangkannya saja saya sudah gemetar. Bagaimana A) Saat Anda akan
solusinya ya, Pak?
disuntik, dengan sengaja
Jawaban:
Syalom Mbak J! Anda memperhatikan [Sumber : kompas.com]
persiapan yang dilakukan
Fobia memang sering kali sangat irasional alias tidak
masuk akal sehat dan memalukan bagi penderitanya. petugas penyuntik. Mulai
Belum lama ini, sempat viral di berbagai medsos dan chat
group video seorang pemuda gagah, prajurit TNI, yang dari mengusap kulit Anda dengan alkohol yang dingin,
ternyata sangat heboh saat akan divaksin.
mempersiapkan suntikan, dan kemudian secara perlahan
Fobia jarum suntik mempunyai istilah resmi
trypanophobia, yang didefinisikan sebagai kondisi jarum suntik tersebut mendekati lengan Anda (dengan
ketakutan yang berlebihan/ekstrem terhadap segala
tindakan medis yang melibatkan suntikan. Fobia ini gerakan slow motion layaknya di film silat). Perhatikan
bisa sangat merugikan bagi penderitanya karena bisa
menghambat efektivitas tindakan medis yang sebenarnya jarum mulai menempel kulit Anda, Anda mendengar
dibutuhkan, seperti program vaksinasi yang sangat
penting pada masa ini. suara petugas berkata, “Ambil napas… ditahan ya
Kalau Anda menyimak setiap kolom saya di MeRasul, sakitnya!” Kemudian jarum suntik mulai menembus
sebenarnya saya sudah sempat membahas mengenai
fobia pada beberapa edisi yang lalu, tapi saat itu fokusnya secara perlahan, terus masuk… semakin dalam sampai
adalah fobia kecoa. Fobia jarum suntik sebenarnya tidak
terlalu jauh berbeda akar penyebabnya dari fobia yang akhirnya zat yang ada di dalam tabung suntik didorong
lain, yaitu adanya peristiwa yang menimbulkan trauma
yang cukup kuat pada masa lalu. keluar memasuki tubuh Anda….
Bisa jadi pengalaman pertama Anda saat kecil dengan B) Anda tidak tahu kapan tepatnya Anda akan disuntik,
jarum suntik sangat menakutkan dan membekas sangat dan tiba-tiba… ada rasa sedikit tidak nyaman di lengan
kuat secara emosional sehingga membentuk suatu dan Anda sudah selesai disuntik.
keyakinan betapa menyakitkan dan menyeramkannya Situasi mana yang terasa lebih sakit?
jarum suntik itu. Hal itu terus diperkuat dengan
pengalaman demi pengalaman berikutnya yang tidak Sembilan puluh enam persen orang memilih A sebagai
kalah menakutkan. situasi yang jauh lebih menyakitkan (sisa 4% kebetulan
punya ilmu kebal).
Peran orang tua atau pengasuh yang sering menakut-
nakuti anak dengan ancaman “nanti dibawa ke dokter Apa yang membuat persepsi nyerinya berbeda, padahal
biar disuntik!” akan semakin memperparah kondisi jarumnya sama, kulitnya sama, orangnya juga sama?
tersebut. Apalagi pada dasarnya, suntikan memang Betul sekali, fokus pikirannya! Semakin Anda fokus
akan menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri. Tetapi, pada sesuatu, RAS Anda akan membuat Anda jauh lebih
fobia akan membuat rasa tersebut menjadi lebay alias sensitif dengannya.
berlebihan.
Lalu, bagaimana cara menyembuhkannya? Pada tulisan
Pada edisi-edisi awal, saya sempat menjelaskan sedikit yang lalu, saya sempat menjelaskan sedikit mengenai
mengenai Reticular Activating System (RAS), yaitu bagian Teknik Desentisisasi Sistematis. Tetapi, menilik cara
pikiran yang terletak di bagian lobus depan otak manusia kerja RAS, sebenarnya salah satu teknik yang paling
yang berperanan membuat kita menjadi sangat aware sederhana untuk menurunkan secara drastis tingkat
sensitivitas nyeri tersebut adalah dengan mengalihkan
perhatian Anda. Alihkan fokus Anda dari segala hal
yang berhubungan dengan rencana dan proses suntik.
Pada saat akan disuntik, Anda bisa memilih satu titik
fokus yang lain yang ada di ruangan. Misalnya, Anda bisa
memperhatikan lukisan atau gambar di kalender yang
ada dan sengaja menyibukkan pikiran Anda dengan fokus
tersebut.
Cara yang lebih mudah dan cepat adalah dengan
hipnoterapi. Jika Anda tertarik, saya berencana untuk
memberikan terapi gratis, khusus masalah fobia jarum
suntik sebagai dukungan terhadap Program Vaksinasi
Nasional Covid-19. Pantau terus website saya untuk
mendapatkan jadwalnya ya! Henry Sutjipto
Bagi Bpk/Ibu/Sdr/I yang akan menyampaikan masalahnya ke Bp. Henry Sutjipto - pengasuh Klinik Keluarga, silahkan kirim ke alamat
email : [email protected] atau WA ke 0811-826692. Pertanyaan akan diseleksi terlebih dahulu. Jawaban atas permasalahan
tersebut akan ditayangkan di edisi MeRasul berikutnya.
- 8 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
KHAZANAH GEREJA
Furnitur di Rumah Tuhan
OPA Ben baru saja bangun dari tidur siang. Ia terheran- “Stop, stop! Lebay! “ cegah Opa. “Baiklah. Kalau
heran melihat Philo sedang menuntun sepedanya kamu mau, Opa bisa jelaskan.”
keluar dari garasi.
“So pasti, Opa,” sambut Philo.
“Philo, kamu mau ke mana? Sudah minta “Oke. Tapi sebelumnya, jawab dulu pertanyaan Opa.
izin Mamimu belum?” Apa yang paling penting, yang harus berada di dalam
gereja?”
Philo tersentak. Philo tertawa, “Haha, gampaaanng! Itu lho, meja
besar tempat pastor memimpin Misa. Coba kalau tidak
Jawabnya, “Sudah, Opa. Aku mau menemui Pastor ada. Entahlah, bagaimana caranya pastor merayakan
Elio di pastoran.” Misa?”
“Nama meja besar itu Altar, Boy!” Opa meluruskan.
“Hah? Kamu sudah bikin janji dengan Pastor Elio?” “Kamu jangan ge-er dulu! Ada lagi yang lebih penting,
tanya Opa lagi. ayo tebak.”
Setelah berpikir beberapa waktu, Philo gagal
“Belum.” mengandalkan keenceran otaknya. Akhirnya, ia
menyerah.
“Eih, kalau ingin bertemu pastor, kamu harus Opa merasa menang. Katanya, “Hehe… yang paling
menelpon dulu untuk bertanya kapan dan pukul berapa penting di gereja tentu saja kehadiran Yesus Kristus
pastor bisa ditemui. Pentingkah masalahmu?” tanya berupa Hosti Kudus yang sudah dikonsekrir menjadi
Opa Ben. Tubuh Kristus. “
“Wah, Opa curang” Philo meringis. “Aku kira berupa
Philo menjawab ragu-ragu, “ Mm... tidak begitu perabotan.”
penting, sih. Tapi… ya bisa dibilang penting juga.” Opa tersenyum lebar. “Lhoooo… aku ‘kan tidak
bilang perabotan, kamu saja yang tidak teliti. Tubuh
“Kalau bicara yang jelas. Penting atau tidak?” desak Kristus atau Sakramen Mahakudus itu disimpan di
Opa. dalam Tabernakel, sebagai tanda kehadiran Allah di
tengah umat-Nya. Tabernakel berasal dari bahasa
Tabernakel - [Sumber : christianity.stackexchange.com]
Terdengar suara dari dalam rumah.
Latin, Tabernacolum, yang artinya tenda atau kemah.”
“Halooo…. Apa yang penting dan apa yang tidak Asal-usul Tabernacolum, lanjut Opa, dari tradisi
penting? Yang jelas, nomor satu kita makan siang
dulu,” ajak Mami Philo. pada zaman Nabi Musa yang mendirikan kemah
sebagai tempat kudus yang di dalamnya disimpan Tabut
Acara makan siang sudah selesai. Tetapi, Opa
dan cucunya masih duduk di depan meja makan.
Opa kembali bertanya karena penasaran, “Kamu mau
apa sih menemui Pastor Elio?”
Philo menjawab hati-hati, “Anu… Opa. Philo ‘kan
mau jadi misdinar. Jadi, Philo perlu tahu nama-nama
perabotan yang terdapat di dalam gedung gereja
dan aneka peralatan Misa. Supaya pada saat bertugas
nanti, pengetahuan Philo tidak nol – nol amat.”
Opa agak tersinggung. Katanya, “Hmmm… kamu
meremehkan Opa ya? Gini-gini Opa pernah jadi
prodiakon, tahu. Kenapa kamu tidak tanya pada Opa
saja?”
Philo gelagapan. “Bu...bukan meremehkan Opa. Philo
malah bangga. Dulu waktu Opa masih bersekolah,
Opa sering menjadi juara kelas. Opa juga pernah jadi
prodiakon selama enam tahun, menjadi koordinator
wilayah sampai dua periode. Kemudian jadi ketua Rt
dua periode juga, lalu pernah menjadi pemenang kuis
‘Siapa Takut’ di televisi. Terus...”
- 9 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
Perjanjian dan Loh
Batu berterakan
‘Sepuluh Perintah
Allah’.
Lampu Tabernakel - [Sumber : Kemudian Panti Umat - [Sumber : researchgate.net]
avilashop.com] Opa Ben
menjelaskan “Ruang di dalam gedung gereja dibagi menjadi
hormat. bahwa Tabernakel dua area. Pertama adalah Panti Imam, yaitu
di dalam gereja, area di depan umat yang lantainya ditinggikan.
bila di dalamnya Itu diperuntukkan khusus kegiatan liturgi. Yang
sedang ditakhtakan kedua adalah Panti Umat, yaitu area untuk umat dan
Sakramen paduan suara.”
Mahakudus, akan
ditandai dengan Opa menunjuk permukaan meja makan di
nyala lampu yang hadapannya yang diumpamakan sebagai Panti Imam
dipasang di dekatnya dan permukaan meja di hadapan Philo sebagai Panti
sebagai ungkapan Umat.
Lampu itu disebut Lampu Tuhan atau Lampu “Di Panti Imam ada Altar yang disebut juga Meja
Abadi atau Lampu Suci. Bila lewat di hadapan Kurban dan Perjamuan Cinta atau Perjamuan Kudus.
Tabernakel, kita patut menghormatinya dengan berlutut Di situ tempat imam merayakan Ibadat Ekaristi yang
atau membungkuk. Namun, bila tidak ada Sakramen merujuk pada meja perjamuan malam terakhir Kristus
Mahakudus di dalam Tabernakel yang terbuka, kita dengan para murid-Nya. Letaknya permanen, tidak
cukup membungkuk saja guna menghormati Altar mudah digeser, serta harus bisa dikelilingi pelayan Altar
sebagai tempat yang mulia karena merupakan untuk kegiatan liturgis dan jelas terlihat oleh seluruh
simbol Kristus. Maka, Altar didupai sebagai tanda umat,” beber Opa.
hormat terhadap Kristus.
Dahulu, sebelum Konsili Vatikan ll, lanjut Opa, Altar
Tabernakel ada yang ditanam di tembok atau menempel di dinding karena imam mempersembahkan
ditempatkan di suatu tempat khusus yang kokoh. Misa membelakangi umat. Nah - umpamakan di sini
letak Altar.
“Posisinya bisa berada di tengah-tengah dari
dinding belakang Panti Imam, bisa juga tidak. Opa mengambil kotak tisu dan meletakkannya
Tetapi, tetap harus menghadap umat,” urai Opa. melintang di permukaan meja dekat tempat duduknya.
“Sorry, Opa,” Philo memotong. “Apa sih Panti Imam “Lalu ada lilin di sebelah kiri dan kanannya.”
itu?”
Diambilnya botol plastik kecil saus tomat dan kecap
“Oh ya, begini … ,” Opa berlagak manis, lalu diletakkan di sisi kiri dan kanan kotak tisu.
salesman yang sedang presentasi.
“Kemudian ada mimbar yang disebut Ambo
Panti Imam - [Sumber : catatanpagegerejakatolik.blogspot] atau Meja Sabda. Mimbar adalah tempat bacaan
Kitab Suci dan bacaan Injil diwartakan, Mazmur
Tanggapan dinyanyikan, dan Doa Umat didaraskan. Di
situ pula pastor menyampaikan homili sekaligus tempat
pengumuman dibacakan.”
Kata Ambo, papar Opa, berasal dari bahasa Yunani,
Anabainein, yang artinya bergerak naik ke atas
karena seharusnya Ambo hanya dipergunakan
untuk mewartakan Sabda saja. Ambo digunakan khusus
untuk Ibadat Sabda. “Kira-kira letaknya di sini.”
Opa meletakkan sebuah susu kotak agak jauh di
- 10 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
KHAZANAH GEREJA
samping kiri kecuali untuk bangku-
kotak tisu tapi bangku di deretan
lebih ke depan. paling depan.”
“Sejajar Lagi-lagi Opa
dengan Altar, mengambil beberapa
di sampingnya kotak plastik wadah
ada meja bekal yang ditempatkan
kecil namanya berjajar di permukaan
Kreden, tempat meja makan dekat
menyiapkan tempat duduk Philo.
segala peralatan Altar, mimbar, kreden - [Sumber : news.detik.com] “Di baris terdepan
Misa.” disediakan khusus
Lalu, Opa menaruh kotak plastik empat persegi untuk para lektor, pemazmur, dan para misdinar. Di
panjang wadah bekal di sebelah kiri kotak tisu, tapi baris kedua, sebagian untuk para prodiakon. Dan di sini
agak jauh. kira-kira tempat Paduan Suara atau Koor.”
“Di belakang Altar, mepet ke tembok, ditaruh kursi Opa meletakkan sebuah serbet mulut
untuk imam selebran yang memimpin Misa. Kursi itu di pojok samping kiri, di depan kotak tisu.
disebut Kursi Pemimpin atau Kursi Imam (Presidential Nah… Itulah aneka perabot yang ada di dalam gedung
Chair) yang merupakan simbol dari tugasnya sebagai gereja.
pemimpin persekutuan dengan umat. Ada
juga beberapa kursi lain untuk imam konselebran “Paham, Philo? Oh iya… masih ada lagi peralatan
sebagai imam pendamping. Letaknya di samping Misa...”
Kursi Imam.”
“Hups… sudah, sudah dulu, Opa! Nanti kepala
Opa mengambil beberapa tempat tusuk gigi dan Philo bisa pecah mengingatnya. Oh iya… ada beberapa
diletakkan di belakang kotak tisu. bangku umat di gereja kita yang harus diperbaiki karena
sudah banyak bantalan tempat berlutut yang kempis.
“Khusus di gereja Katedral disediakan pula kursi Dengkulku sampai sakit rasanya kalau berlutut lama-
Uskup yang disebut Katedra, yang berasal dari bahasa lama.”
Latin, Cathedra yang berarti takhta. Karena itu,
bentuknya lebih megah. Lalu, di depan Kursi Pemimpin Mata Opa membesar. “Waduh… berarti pada waktu
ada sebuah mimbar kecil tempat imam selebran Doa Syukur Agung, kamu tidak konsentrasi ya? Karena
membuka Misa, namanya Leggium.” kamu cuma sibuk mengurusi dengkulmu saja!”
Opa menempatkan sebuah susu kotak mini di depan Philo berdiplomasi, “Ya tidaklaaah…, Opa. Justru Philo
tempat tusuk gigi. sangat menghayati betapa sakitnya penderitaan Tuhan
Yesus. Sungguh tak terbayangkan. Sebab, sakit dengkul
“Kadang-kadang masih ada tambahan saja sudah membuat aku sangat menderita .”
lagi, semacam mimbar kecil tempat
ditakhtakannya Evangelarium, yaitu Kitab Suci besar Opa Ben menatap cucunya dalam-dalam, “Aaah, kamu
khusus bacaan Injil untuk imam. Tapi, tidak mutlak bisanya cuma ngeles doang!”
harus ada karena Evangelarium bisa pula diletakkan di
atas Altar.” Philo membalasnya dengan nyengir kuda. Ekatanaya
Opa mengambil sebuah mug,
lalu diletakkannya di antara
ujung kiri tempat tisu dan susu
kotak.
“Sekarang, tentang Panti
Umat. Di bagian ini terisi
deretan bangku-bangku
tempat duduk umat yang terdiri
dari meja dan bagian
bawahnya ada tempat berlutut,
Katedra, Kursi Imam, Evangelarium - [Sumber : minews.id]
- 11 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
KITAB SUCI
Salib Sumber Hidup
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia
harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya
yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi
dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yohanes 3:14-16)
PEKAN suci adalah momen yang gurun. Ular, [Ilustrasi : Natalie]
penuh simbol di dalam Gereja Ular dan salib yang beraroma salib,
Katolik. Mulai dari daun palma,
alat-alat pembasuhan kaki, dan kematian, sama-sama dan
tentu juga salib. Kita terbiasa melihat dijungkirbalikkan menjadi beraroma
salib. Bahkan banyak dari kita yang kehidupan. Ketika orang-orang Israel pandemi ada di dunia ini bukan tanpa
memakainya sebagai kalung, cincin, memandang ular di padang gurun,
dan lain-lain. Akan tetapi, salib pada mereka selamat. Mereka hidup. alasan. Tuhan membiarkan hal-hal
zaman Yesus adalah sesuatu yang Demikian pula dengan kita ketika
sangat mengerikan. Hukuman salib memandang salib Yesus, kita pun akan yang buruk di mata manusia terjadi
tercatat dalam sejarah manusia selamat. Kita pun akan hidup karena
sebagai salah satu hukuman mati yang tergantung di salib itu adalah dengan maksud tertentu. Semua
yang paling kejam. Sang Sumber Hidup.
rancangan dan ciptaan Tuhan memang
Hukuman-hukuman mati yang Saat ini, kita berada dalam masa
ada pada zaman modern, seperti pandemi yang juga kental dengan bersifat misterius dan seringkali
ditembak, disuntik atau didudukan aroma kematian. Akan tetapi, di mana-
di kursi listrik berlangsung dengan mana terlihat banyak hal baru yang membuat kita bertanya-tanya dan
cepat. Akan tetapi, hukuman salib baik dan tumbuh karena pandemi.
berlangsung berjam-jam. Tidak hanya Orang-orang menjadi semakin kreatif ragu. Akan tetapi, Tuhan selalu
sakit fisik yang dialami tetapi juga berbuat baik di tengah keterbatasan
kelelahan mental. Terhukum sengaja ruang gerak yang dimiliki. Mulai dari berkehendak baik terhadap setiap
dipertontonkan sebagai peringatan menyumbangkan dana, masker kain,
untuk orang-orang di sekitarnya. Rasa menjadi relawan, bahkan dengan dari kita. Ia, yang menjungkirbalikkan
sakit dan malu mendorong orang yang berbelanja.
disalib ingin cepat-cepat mati. simbol-simbol kematian di dunia,
Banyak dari orang-orang yang
Di bagian akhir perbincangan kita kenal, tiba-tiba menjadi penjual begitu mengasihi kita sampai Ia
dengan Nikodemus, yang mendatangi- dadakan. Mulai dari masker, vitamin,
Nya pada malam hari, Yesus makanan, maupun barang-barang rela mengaruniakan Anak-Nya yang
memberi petunjuk bagaimana Ia lain. Ada hal-hal kreatif yang muncul
akan mengakhiri karya-Nya di dunia. di sana. Misalnya, masker dengan tunggal untuk menyelamatkan kita.
Ia akan ditinggikan sebagaimana motif-motif tertentu, masker
Musa dahulu meninggikan ular di untuk dipakai secara berpasangan “God is too wise to be mistaken.
padang gurun agar orang Israel yang atau sekeluarga, makanan atau God is too good to be unkind.
memandangnya selamat (Bilangan 21: minuman rasa baru, dan lain-lain. So when you don’t understand.
8-9). Kepada mereka ini, kita dapat When you don’t see His plan.
membantu dengan cara yang When you can’t trace His hand.
Ular adalah binatang dalam Kitab menyenangkan, yaitu berbelanja dan Trust His heart.”
Kejadian yang memperkenalkan dosa mempromosikannya kepada orang- (lagu Trust His Heart – Babbie
kepada manusia. Ular menghantarkan orang lain. Mason)
kematian ke dalam kehidupan
manusia. Yang menarik adalah Tuhan Usaha-usaha yang muncul secara Tuhan terlalu bijak untuk membuat
sendiri menjadikan ular sebagai kreatif ini bukan tidak mungkin kesalahan.
simbol yang menyelamatkan orang menjadi sumber penghidupan yang Tuhan terlalu baik untuk tidak
Israel di padang gurun dan kemudian baru di kemudian hari. Mereka yang berbuat kebaikan.
Yesus membandingkan diri-Nya yang terlibat akan memandang pandemi Jadi ketika kamu tidak mengerti.
akan ditinggikan di atas salib dengan yang terjadi saat ini tidak lagi sebagai Ketika kamu tidak melihat rencana-
ular yang ditinggikan Musa di padang hal yang buruk melainkan sebagai hal Nya.
“baik”. Ketika kamu tidak dapat melihat
tangan-Nya.
Percayalah pada hati-Nya.
Percaya kepada Tuhan tidaklah sulit
pada saat hidup berjalan sesuai
dengan rancangan kita.
Akan tetapi, rancangan kita seringkali
berbeda dengan rancangan Tuhan.
Pada saat seperti itu, mampukah kita
tetap memandang salib Yesus dan
percaya? Natalie A. Santoso
- 12 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTAN
Baptisan Dewasa dan
Protokol Kesehatan
MEMASUKI masa pandemi, Seksi Katekese Paroki Romo F.X. Suherman menerimakan Sakramen Inisiasi - [Foto : Chris Maringka]
Bojong Indah Gereja Santo Thomas Rasul terus Romo F.X. Suherman menerimakan Sakramen Inisiasi - [Foto : Chris Maringka]
berusaha agar pelayanan sakramen kepada umat, Romo F.X. Suherman menerimakan Sakramen Inisiasi - [Foto : Chris Maringka]
khususnya untuk baptis dewasa tetap dapat dipenuhi. Romo F.X. Suherman menerimakan Sakramen Inisiasi - [Foto : Chris Maringka]
Setelah melalui berbagai macam pertimbangan dan
perencanaan maka dibuka pendaftaran calon baptis
dewasa pada Agustus 2020.
Pengajaran sepenuhnya dilakukan secara online
mengingat kondisi yang belum memungkinkan untuk
tatap muka. Seluruh persiapan berjalan lancar, termasuk
rekoleksi calon baptis yang merupakan persiapan akhir
sebelum para calon menerima Sakramen-sakramen
Inisiasi, yakni Baptis, Krisma, dan Ekaristi.
Rekoleksi dibawakan secara online oleh Ketua
Seksi Katekumenat Keuskupan Agung Jakarta, Romo
Victorius Rudy Hartono, pada 7 Maret 2021. Acara yang
berlangsung pada pukul 10.00 sampai 12.00 ini bertema
“Sakramen Sebagai Pintu Masuk Kemuridan”.
Pada awalnya ada 37 calon baptis yang mendaftar
tetapi di tengah perjalanan dua calon mengundurkan
diri. Akhirnya, sebanyak 35 calon baptis berhasil
menyelesaikan masa persiapan dengan baik. Namun,
pada akhirnya 30 orang yang dibaptis pada 13 Maret
2021. Lima calon terpaksa ditunda karena satu orang
sakit pada hari H dan empat calon lain yang berasal
dari satu keluarga sedang ada urusan yang tidak dapat
ditinggalkan.
Kepala Paroki Bojong Indah, Romo F.X. Suherman,
berkenan menerimakan Sakramen-sakramen Inisiasi
didampingi oleh Diakon Tino yang saat ini sedang
bertugas di Paroki Bojong. Romo Herman menyampaikan
bahwa banyak pembatasan yang harus ditaati selama
pandemi. “Kita harus mengikuti protokol kesehatan
sehingga upacara yang biasanya dilakukan secara meriah
dan dihadiri keluarga, kini dilakukan secara sederhana
dan jumlahnya dibatasi.” Kepada para calon yang
sebentar lagi dibaptis, Romo Herman berpesan agar
terus memupuk iman dengan berdoa.
Secara keseluruhan, upacara penerimaan Sakramen-
sakramen Inisiasi berjalan lancar. Ketua Seksi Katekese
Paroki Bojong Indah, Surjanto Kadiman, mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung
acara ini, termasuk seksi Komsos yang menyiarkan
melalui YouTube Sathora. Alhasil, anggota keluarga di
rumah dapat mengikuti Misa secara live streaming.
Para baptisan baru diingatkan agar tetap mengikuti
pengajaran mistagogi setelah ini. Di akhir acara, para
baptisan baru beserta wali baptis masing-masing
berfoto bersama Romo Herman dan Diakon Tino secara
bergantian. Anas
- 13 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTALNIPKUHTAUNSUS
Webinar Menyongsong Paskah bagi Lansia
PANITIA Paskah 2021 Nya. Sejarah manusia adalah karya Yosef membawa Maria dan Yesus
menyelenggarakan webinar bagi penebusan Allah. Dari Abraham keluar dari Mesir. Ia melindungi Yesus
para lansia Sathora pada Sabtu, sampai Daud, semua berlumur dari pembunuhan oleh Firaun.
20 Maret, pukul 13.00–14.30. Romo dosa. Namun, Tuhan tetap berbelas
Bernardus Soebroto Mardiatmadja kasih. Ini adalah bagian penting dari Yosef keturunan Daud. Yosef
SJ menjadi pembicara dalam acara masa Pra Paskah. “Penebusan tidak memiliki ketaatan yang luar biasa.”
tersebut. Diakon Stefanus Tino menjadi diberikan karena jasa pantang dan Yesus dibantai di kayu salib karena
moderator. Acara berlangsung melalui puasa tetapi karena kerahiman Tuhan,” ketaatan yang luar biasa kepada Allah.”
Zoom dan YouTube. tegas Romo Mardi.
Karena itu, Yosef bisa menjadi
Pada pukul 12.45, zoom meeting Daud adalah kunci penting Paskah. teladan bagi kita. “Tuhan memanggil
sudah dibuka. Satu per satu peserta Karena dalam cerita dan syairnya, Yosef dan juga kita. Yosef
muncul dalam webinar. Acara ini anak cucunya akan menyambut Tuhan. melaksanakannya, lalu bagaimana
diikuti sekitar 80 lansia. Tepat pada Dalam Injil Matius disebutkan bahwa dengan kita?” gugat Romo Mardi.
pukul 13.00, Fatolly Panarto menyapa anak Daud adalah Yosef. “Bagi kita,
seluruh peserta dan memulai bincang- Santo Yosef adalah orang penting Murid Yesus
bincang ringan. Semua tampak saling karena merupakan simbol kesatuan Walaupun sudah lanjut usia, kita tetap
mengenal dan akrab. kita dengan Daud dan anak Yosef dapat berbagi kasih. Gunakan pikiran
menjadi Penebus.” Lebih lanjut, Romo untuk memberikan gagasan. “Syukur,
Aldo, OMK yang menjadi Panitia Mardi mengemukakan bahwa Paskah kalau lansia masih dapat melakukan
Paskah, membuka webinar pada pukul merupakan penghubung manusia tindakan. Sesekali kumpul di gereja,
13.08. Acara diawali dengan doa oleh dengan Yang Ilahi. sekadar kumpul. Bakti liturgi, bertemu
Sabinus Suardi. Kemudian Romo dalam doa dan Jalan Salib bersama,”
Rosi memberikan sambutan. “Lansia Dengan merendahkan diri seperti ujar Romo Mardi.
sebagai anggota Gereja mau tetap Yesus, lanjut Romo Mardi, kita boleh Bakti sesama bukan aturan. Banyak
bertumbuh dalam masa pandemi ini. percaya bahwa Allah akan menyambut orang berdoa karena mau berdoa
Semoga kita dapat menimba inspirasi kita. Yosef bergaul mesra dengan bukan karena harus berdoa.
dari pertemuan ini.” Yesus. “Ini menjadi teladan bagi kita
dalam Masa Pra Paskah.” Romo Mardi mengingatkan para
Romo Mardi yang hampir berusia 78 lansia untuk selalu mensyukuri
tahun ini mengucapkan terima kasih Paus memutuskan bahwa tahun hidup. “Paskah akan panen bila kita
kepada para peserta webinar, yang 2021 merupakan Tahun St. Yosef. Paus menjadi saksi iman. Terus beribadat,
merupakan persiapan Paskah bagi mengajak kita untuk mengikuti jejak terus membangun persatuan dalam
para glamur (golongan lanjut umur). St. Yosef. Yosef tidak banyak bicara. keluarga, paroki, dan pelayanan.”
“Diharapkan, orang muda yang hadir “Seperti Yosef yang pendiam, saat
dapat member perhatian kepada para diadili Yesus diam saja. Yesus meniru Persiapan Paskah, ungkap Romo
glamur,” ujar Romo Mardi membuka Yosef,” beber Romo Mardi. Mardi, bisa dilakukan dengan pikiran,
webinar. kerja sama, dan dengan hal-hal kecil,
Yosef mendidik Yesus dengan kerja seperti memberi perhatian, mengirim
Bakti Glamur Menuju Paskah keras. Yesus mengajar dari desa ke WA selamat pagi, saling kontak,
Romo Mardi menjelaskan bahwa desa, kota ke kota. “Yesus pun belajar mengingatkan, dan menasihati.
Paskah adalah harapan kita semua. dari Yosef yang bekerja keras.”
“Kita dibangkitkan dari Romo Mardi memberi saran agar
maut bersama Yesus, Yosef pelindung keluarga. Peristiwa para lansia membersihkan salib yang
bersatu dengan Allah yang
Mahaluhur dan Kuasa.” dimiliki demi menghargai
salib sebagai pusat.
Meski masih muda “Kita beri bakti secara
sekali, lanjut Romo Mardi, khusus kepada Yesus yang
Yesus sudah menunjukkan disalib bagi kita. Upacara
kasih kepada Allah dan kecil dapat dilakukan
banyak orang. “Ikut Tuhan di setiap rumah untuk
tidak memperhitungkan penghormatan salib dalam
umur. Bisa muda sekali keluarga. Lakukan bakti
atau tua.” kepada Tuhan yang telah
wafat bagi kita.”
Allah Mahabaik. Semua
sudah disiapkan oleh- Lily Pratikno
Webinar Menyongsong Paskah bagi Lansia - [Foto : Screenshot]
- 14 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTAN
Penerimaan Abu Berbeda
GEREJA St. Thomas Rasul menyelenggarakan
Misa Rabu Abu pada 17 Februari 2021, pukul
19.00. Misa berlangsung bagi umat yang hadir
tatap muka dan yang mengikuti secara live
streaming via YouTube. Misa dipersembahkan oleh
Romo Ambrosius Lolong.
Karena masih dalam suasana pandemi, untuk
dapat hadir di gereja umat diminta mendaftar secara
mandiri di web Belarasa guna mendapat QR-code.
Tanpa QR-code, umat tidak diizinkan masuk ke
dalam gereja.
Penerimaan abu kali ini berbeda. Sekarang, Prodiakones menaburkan abu di atas kepala umat - [Foto : Chris Maringka]
umat menerima abu dengan cara ditaburi di
atas kepala, sementara imam atau prodiakon
mengucapkan, “Bertobatlah dan percayalah pada
Injil” atau “Kamu adalah debu dan akan kembali
menjadi debu.”
Dalam homili, Romo Rosi menyampaikan bahwa
dalam kehidupan sehari-hari, secara tidak sadar kita
telah belajar menempatkan segala sesuatu pada
tempatnya. “Itulah yang dinamakan hidup disiplin,”
katanya.
Lalu, apa hubungannya dengan Rabu Abu? Prodiakones menaburkan abu di atas kepala umat - [Foto : Chris Maringka]
Gereja telah mengajarkan kepada kita untuk punya
waktu menempatkan hidup kita jauh lebih luhur
daripada sekadar bersenang-senang dan bergumul
dalam dosa.
Dalam masa Pra Paskah, Gereja mengajak untuk
menempatkan kembali diri kita agar bertobat dan
membangun disiplin hidup rohani. “Hingga pada
akhirnya, kita boleh merayakan kebangkitan Kristus
dengan martabat hidup yang lebih luhur,” lanjut
Romo Rosi.
Abu yang diterima merupakan pengingat akan
dosa-dosa kita. Diharapkan, kita bertobat sebagai
tanda kerendahan hati.
Yohanes Ady
- 15 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTALNIPKUHTAUNSUS
Mengenang Romo Herman memberkati daun-daun palma - [Foto : Chris Maringka]
Kedatangan Yesus di Diakon Tino mendupai daun-daun palma - [Foto : Chris Maringka]
Diakon Tino memerciki daun-daun palma - [Foto : Chris Maringka]
Yerusalem
PADA 28 Maret 2021, umat Katolik mengawali Pekan
Suci dengan Misa Minggu Palma. Daun palma
memiliki makna pujian, kemuliaan, kedamaian, dan
kemenangan. Kedatangan Yesus di Yerusalem dengan
mengendarai keledai, sarat akan simbol perdamaian. Bukan
mengendarai kuda yang identik dengan peperangan.
Misa Minggu Palma di Gereja St. Thomas Rasul
berlangsung dua kali, yaitu pada pukul 08.30 untuk Wilayah
1 (Wilayah Antonius, Theresia, Timotius, Ignatius, dan
semua wilayah di Kelurahan Rawa Buaya) dan pada pukul
17.00 untuk Wilayah 2 (Wilayah Klara, Benediktus, dan
semua wilayah di Kelurahan Kembangan Utara). Misa juga
dapat diikuti secara live streaming via YouTube.
Misa Minggu Palma pada masa pandemi terasa berbeda.
Misa dilaksanakan tanpa perarakan. Bagi umat yang
mengikuti Misa offline, daun palma disediakan di bangku
masing-masing. Bagi umat yang mengikuti Misa online,
dianjurkan untuk menyediakan daun palma sendiri.
Misa pertama dipimpin oleh Romo F.X. Suherman,
didampingi oleh Diakon Tino dan Frater Noel. Sedangkan
Misa kedua dipersembahkan oleh Romo Ambrosius Lolong,
didampingi Diakon Tino dan Frater Noel.
Meski tanpa perarakan dan lambaian daun palma, makna
Minggu Palma tidak luntur begitu saja. Umat yang hadir
dalam Misa offline tetap bisa menggenggam daun palma
sembari memuji dan memuliakan Tuhan.
Dalam homili, Romo Herman menyampaikan bahwa
Minggu Palma bisa menjadi simbol pembaruan iman
untuk menyambut Yesus sebagai Raja dan Tuhan, serta
membangun kembali cinta bakti kepada Kristus yang kita
imani.
Daun Palma yang sudah diberkati dan dibawa pulang
merupakan simbol rohani. Meski tidak ada pemercikan air
suci, tidak mengurangi berkat.
Diharapkan, perayaan Minggu Palma dapat membangun
kesadaran iman akan Kristus yang kita kasihi, sebagai Raja
keselamatan hidup kita. Terutama, pada masa sulit seperti
sekarang. Yohanes Ady
Romo Herman membacakan doa - [Foto : Chris Maringka]
- 16 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTAN
Perarakan masuk - [Foto-foto : Chris Maringka]
Romo Herman mendupai Altar - [Foto-foto : Chris Maringka]
Kiri : Suasana umat, Kanan : Romo Herman memimpin misa Minggu Palma secara offline - [Foto-foto : Chris Maringka]
Kiri : Diakon Tino mendupai Romo Herman, Kanan : Saat konsekrasi - [Foto-foto : Chris Maringka]
- 17 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTALNIPKUHTAUNSUS Perarakan masuk - [Foto : Chris Maringka]
Perarakan masuk - [Foto : Chris Maringka]
Mengenang Romo Rosi mendupai Altar - [Foto : Chris Maringka]
Perjamuan Terakhir
MESKI masih dalam suasana pandemi, Gereja St. Thomas
Rasul menyelenggarakan dua kali Misa Kamis Putih
pada 1 April 2021. Misa pertama pada pukul 17.00 untuk
Wilayah 2 (Wilayah Klara, Benediktus, dan semua wilayah di
Kelurahan Kembangan Utara). Misa dipersembahkan oleh
Romo F.X. Suherman, didampingi oleh Diakon Tino dan Frater
Noel.
Sedangkan Misa kedua berlangsung pada pukul 20.00 untuk
Wilayah 1 (Wilayah Antonius, Theresia, Timotius, Ignatius, serta
wilayah di Kelurahan Rawa buaya). Misa dipimpin oleh Romo
Ambrosius Lolong, didampingi oleh Diakon Tino dan Frater
Noel.
Di awal homili, Romo Ambrosius Lolong yang akrab disapa
Romo Rosi menyampaikan terima kasih kepada umat yang
selama masa pandemi berjuang bersama keluarga dan
Gereja. Artinya, berjuang di dalam iman untuk terus-menerus
memahami situasi yang tidak mudah.
“Terima kasih, Anda telah berjuang bersama sesama dan
masyarakat dengan taat mengikuti anjuran pemerintah dan
juga apa yang telah ditetapkan oleh Gereja walaupun kadang
kala mengusik batin kita. Kapan kita bisa mengikuti Misa di
gereja lagi tanpa protokol kesehatan?” ujar Romo Rosi.
Lebih lanjut Romo Rosi mengatakan, bahwa itu pertanda kita
punya kerinduan untuk bersatu bersama Kristus dan bersatu
sebagai anggota Gereja.
Perayaan Ekaristi Kamis Putih tahun ini meniadakan upacara
pembasuhan kaki untuk Misa offline. Sedangkan umat yang
mengikuti Misa live streaming di rumah dapat melakukan
upacara pembasuhan kaki kepada anggota keluarganya.
“Membasuh kaki anggota keluarga atau orang yang kita
cintai, merupakan suatu bentuk kelegaan dan pelayanan yang
kita berikan kepada mereka. Basuhlah dan terus tatap wajahnya
sambil berkata, ‘Terima kasih...’.”
Peristiwa tersebut merupakan teladan yang diberikan Yesus,
yang dimaknai pengikut-Nya sebagai pelayanan Yesus sebelum
kematian-Nya. Yohanes Ady
Romo Rosi membuka misa Kamis Putih offline - [Foto : Chris Maringka] Romo Rosi mendupai Altar - [Foto : Chris Maringka]
- 18 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTAN
Misa Kamis Putih offline - [Foto-foto : Chris Maringka]
- 19 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTALNIPKUHTAUNSUS
Mengenang Romo Rosi, Diakon Tino, Frater Noel saat telungkup - [Foto : Chris
Penderitaan dan Maringka]
Kematian Yesus
Romo Rosi membuka misa Jumat Agung offline - [Foto : Chris Maringka]
GEREJA St. Thomas Rasul menyelenggarakan Ibadat
Jumat Agung sebanyak dua kali, pada 2 April 2021. Romo Rosi memberkati para pembaca kisah sengsara Yesus - [Foto :
Ibadat pertama berlangsung pada pukul 15.00 untuk Chris Maringka]
Wilayah 1 (Wilayah Antonius, Theresia, Timotius, Ignatius,
dan semua wilayah yang ada di Kelurahan Rawa Buaya).
Ibadat dipimpin boleh Romo Ambrosius Lolong, didampingi
oleh Diakon Tino dan Frater Noel.
Ibadat kedua berlangsung pada pukul 18.00 untuk
Wilayah 2 (Wilayah Klara, Benediktus dan semua wilayah di
Kelurahan Kembangan Utara). Ibadat dipersembahkan oleh
Romo F.X. Suherman, didampingi Diakon Tino dan Frater
Noel. Misa juga disiarkan secara live streaming via YouTube.
Dalam homili, Romo Herman menyampaikan bahwa saat
ibadat Jumat Agung, umat diminta untuk merenungkan
misteri sengsara Tuhan.
Makna Jumat Agung dalam kehidupan sehari-hari
berkaitan dengan pengorbanan, penderitaan, dan
kemenangan. Yesus rela mengorbankan diri-Nya sebagai
bentuk kasih-Nya kepada manusia.
Dalam 1 Korintus 15:3, Rasul Paulus menulis, bahwa
wafat Yesus merupakan bagian terpenting dalam perjalanan
hidup-Nya. Yesus wafat, dimakamkan, dan bangkit pada hari
ketiga, sesuai dengan apa yang dijanjikan Tuhan.
Karena masih dalam suasana pandemi, umat perlu
menjauhkan segala sesuatu yang berkaitan dengan
sentuhan. Maka, upacara Penciuman Salib diganti
dengan Penghormatan Salib secara umum di tempat duduk
masing-masing.
Semoga Ibadat Jumat Agung mengingatkan kita bahwa
penderitaan bukanlah akhir dari segalanya. Setiap orang
perlu memikul salibnya masing-masing. Teruslah berjuang
dan menaruh harapan kepada Tuhan. Yohanes Ady
Penghormatan salib - [Foto : Chris Maringka] Romo Rosi membuka keseluruhan selubung salib - [Foto : Chris
Maringka]
- 20 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTAN
Misa Jumat Agung offline pertama dipimpin oleh Romo Rossi, misa Jumat Agung offline kedua dipimpin oleh Romo Herman -
[Foto-foto : Chris Maringka]
- 21 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTALNIPKUHTAUNSUS
Kembalilah Romo Herman menyalakan lilin Paskah dari api baru - [Foto : Chris
ke Titik Awal Maringka]
SABTU Suci kerap dimaknai sebagai perayaan Malam Romo Herman menandai lilin Paskah - [Foto : Chris Maringka]
Paskah dan juga merupakan puncak rangkaian Tri
Hari Suci. Sabtu Suci memperingati saat tubuh Yesus Romo Rosi menyalakan lilin Paskah - [Foto : Chris Maringka]
dibaringkan dikubur setelah disalibkan dan wafat pada Jumat
Agung. Romo Herman memberkati lilin Paskah - [Foto : Chris Maringka]
Sabtu Suci juga identik dengan lilin Paskah, yaitu lilin putih
yang memuat tanda salib serta Alfa dan Omega dalam huruf
Yunani. Lilin ini melambangkan Yesus sebagai “Terang” yang
selalu menyertai manusia.
Bagi umat yang mengikuti Misa offline, lilin Paskah telah
disediakan di bangku masing-masing. Tidak ada pemercikan
air suci pada saat pembaruan janji baptis.
Perayaan Sabtu Suci di Gereja St. Thomas Rasul
diselenggarakan pada 3 April 2021. Misa pertama pada pukul
17.00 untuk Wilayah 2 (Wilayah Klara, Benediktus, dan semua
wilayah di Kelurahan Kembangan Utara).
Misa dipersembahkan secara konselebrasi oleh Romo F.X.
Suherman, Romo Ambrosius Lolong, didampingi oleh Diakon
Tino dan Frater Noel.
Misa kedua pada pukul 20.00 diperuntukkan bagi Wilayah
1 (Wilayah Antonius, Theresia, Timotius, Ignatius, dan semua
wilayah yang ada di Kelurahan Rawa Buaya). Misa dipimpin
oleh Romo Ambrosius Lolong, didampingi oleh Diakon Tino
dan Frater Noel.
“Di tengah pandemi yang sudah berlangsung selama satu
tahun ini, apakah kita pernah mengalami perasaan kosong
atau hampa?” tanya Romo Rosi dalam homili. Entah karena
pekerjaan semakin sulit, pendapatan berkurang, atau sekolah
dan ibadah serba online.
Perasaan kosong atau hampa itu sama seperti yang dialami
oleh para murid Yesus dan Maria Magdalena atau perempuan-
perempuan yang datang ke makam Yesus dan menjumpai
kubur sudah kosong, dan hanya menjumpai seorang malaikat
yang memberitahu bahwa Yesus telah bangkit dan menunggu
di Galilea.
Mengapa kembali ke Galilea? “Karena di sanalah Yesus
memulai karya-karya keselamatan-Nya, seperti mengajar,
menyembuhkan orang sakit, memanggil para Rasul,
memanggil orang berdosa,” lanjut Romo Rosi.
Bagi mereka yang berjumpa dan mengikuti perjalanan
Yesus sampai kematian-Nya, kembalilah ke titik awal. Ketika
perasaan hampa, kosong, kehilangan harapan, pesannya
sederhana yaitu kembalilah pada pengalaman pertama
ketika kita berjumpa dengan Yesus. “Bagaimana Kristus telah
mempengaruhi hidup kita sehingga menjadi pribadi-pribadi
yang luar biasa sampai sekarang. Itulah Paskah.”
Dengan demikian, lanjut Romo Rosi, Paskah bisa
kita rasakan dan rayakan. “Iman kita selalu diteguhkan,
pengharapan kita tidak akan pernah pudar. Tuhan selalu
menyertai dan menguatkan kita dalam setiap cobaan.”
Yohanes Ady
- 22 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTAN
Misa Sabtu Suci offline pertama dengan konselebran utama Romo Herman, misa Sabtu Suci offline kedua dengan konselebran
utama Romo Rossi - [Foto-foto : Chris Maringka]
- 23 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTALNIPKUHTAUNSUS
Ambil Bagian
dalam Kebangkitan
PERAYAAN Ekaristi Minggu Paskah diselenggarakan Romo Herman mendupai Altar - [Foto : Chris Maringka]
di Gereja St. Thomas Rasul pada 4 April 2021. Misa
pertama pada pukul 08.30 diperuntukkan bagi Wilayah Romo Herman mendupai Altar - [Foto : Chris Maringka]
1 (Wilayah Antonius, Theresia, Timotius, Ignatius, dan
semua wilayah yang ada di Kelurahan Rawa Buaya). Misa Romo Herman memberi salam pembuka misa Minggu Paskah - [Foto :
dipimpin oleh Romo F.X. Suherman, didampingi oleh Diakon Chris Maringka]
Tino dan Frater Noel.
Perarakan masuk - [Foto : Chris Maringka]
Misa kedua pada pukul 17.00 untuk Wilayah 2 (Wilayah
Klara, Benediktus, dan semua wilayah yang ada di
Kelurahan Kembangan Utara). Misa yang dipersembahkan
oleh Romo Rosi, didampingi oleh Diakon Tino dan Frater
Noel ini disiarkan secara live streaming via YouTube.
Dalam homili, Romo Herman menyampaikan bahwa
pada masa pandemi ini banyak orang merasa kehilangan,
seperti kehilangan pekerjaan, serta orang-orang dekat yang
telah meninggal. “Rasa kehilangan membuat orang lesu,
tidak bergairah, hampa, putus asa, seakan masuk dalam
kegelapan dan tidak tahu harus bagaimana.”
Injil Yohanes 20: 1-9 mengungkapkan bahwa pagi-pagi
benar, Maria Magdalena pergi ke makam Yesus. Karena
sudah tidak sabar lagi, pikiran dan hatinya terfokus pada
makam Yesus. “Ini merupakan gambaran atau situasi rasa
kehilangan,” kata Romo Suherman.
Semoga dengan perayaan Paskah, kita kembali
disadarkan dan diingatkan akan rahmat kebangkitan Tuhan
yang dapat memberikan pengharapan untuk tetap bertahan
dan berjuang di dalam Tuhan.
Hendaknya Paskah bisa membawa kita mengalami
kebangkitan dari rasa kehilangan. Seperti para murid Yesus
yang merasa kehilangan, lalu mendapatkan kabar bahwa
Yesus bangkit . Dengan cepat, mereka pergi ke makam
Yesus untuk melihat apa yang terjadi dan percaya.
“Kita butuh rasa percaya, kepercayaan akan Tuhan yang
bangkit untuk mengingatkan betapa berharganya hidup
kita untuk diperjuangkan sampai akhir. Kepercayaan ini
sebagai dasar supaya Tuhan yang bangkit sungguh bisa kita
tangkap,” lanjut Romo Suherman.
Kehadiran atau kebangkitan Tuhan Yesus bukan berarti
Dia menampakkan diri di hadapan kita. “Tetapi, kita percaya
bahwa Tuhan akan membantu dengan mengirimkan orang-
orang yang bisa menjadi uluran tangan-Nya,” ujar Romo
Suherman.
Dari merekalah, kita percaya bahwa Tuhan akan
mengirimkan berkat-Nya.
Pada Perayaan Paskah, kita disadarkan kembali bahwa
dalam menjalani hidup ini kita selalu mengarahkan hati
kepada Sumbernya. ”Dengan demikian, kebangkitan Tuhan
ada artinya. Itu tanda bahwa kita mengambil bagian dalam
kebangkitan-Nya. Maka, mari kita pandang karya agung
Allah. Dia mengasihi kita dan bangkit untuk kita.”
Yohanes Ady
- 24 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTAN
Misa Minggu Paskah offline pertama dipimpin oleh Romo Herman, misa Minggu Paskah offline kedua dipimpin oleh Romo Rossi
- [Foto-foto : Chris Maringka]
- 25 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTANLIMPAUNTACNANEGARA
Pastor Mengembangkan Vaksin Covid-19
bagi Kaum Miskin
“Setiap orang harus divaksinasi untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang tersayang,”
kata Pastor Nicanor Robles Austriaco kepada Ateleia.
PASTOR Nicanor Robles Austriaco pertanda akhir dunia? Apakah ini orang yang paling rentan terhadap
adalah seorang ilmuwan, ahli virus akhir zaman? penyakit ini untuk mengakhiri pandemi
mikrobiologi, dan profesor sekaligus ini. Hal ini dilakukan oleh sejumlah
pastor keturunan Amerika-Filipina dari Covid-19 adalah penyakit pernapasan negara di seluruh dunia. Tanpa vaksin
Ordo Dominikan. Proyeknya dinamakan yang disebabkan oleh virus Corona tersebut, orang-orang akan terus sakit
Pagasa; yang dalam bahasa Filipina baru yang telah mencapai proporsi dan meninggal, khususnya para lansia.
berarti Harapan. pandemi. Dunia telah merasakan
berbagai macam pandemi sebelumnya Apakah layak dan memungkinkan
Jika berhasil, vaksin ini akan menjadi dan akan merasakannya kembali. untuk membuat vaksin bagi kaum
sebuah harapan besar bagi jutaan Pandemi adalah bagian dari struktur miskin?
orang miskin di dunia dan populasi sejarah. Dari sudut pandang teologis, Kaum miskin dicintai oleh Tuhan.
manusia pada umumnya. pandemi dapat menjadi waktu Kita harus membuat vaksin Covid-19
penghukuman dan waktu pembaruan. tersedia bagi mereka tanpa dipungut
Berikut ini wawancara eksklusif biaya. Hal ini berlaku secara etis, juga
dengan Pastor Nicanor. Apakah vaksin yang sedang karena kita harus menyediakannya
dikembangkan aman? Apakah aman bagi mereka yang membutuhkan.
Anda berasal dari mana? untuk divaksinasi? Apakah orang Jika ditinjau dari segi keilmuan, kita
Katolik harus divaksin? harus menyediakan vaksin karena
Saya adalah pastor Dominikan dari kaum miskin sering tinggal di daerah
Filipina. Saya juga ahli mikrobiologi Vaksin yang dianggap aman selama permukiman padat penduduk yang
molekuler yang telah menghabiskan uji klinis adalah aman. Setiap orang cenderung menaruh virus tersebut.
waktu 20 tahun terakhir menggunakan harus divaksinasi untuk melindungi diri
sel ragi untuk mempelajari molekul mereka sendiri dan orang-orang yang Jika kita ingin membasmi virus
dasar kanker. mereka sayangi. tersebut, kita harus memvaksinasi
semua orang, khususnya orang-orang
Panggilan pertama apa yang Anda Tuhan telah memberikan kepada yang paling rentan terkena penyakit.
rasakan: panggilan imamat atau para ilmuwan kemampuan untuk
penelitian? Mengapa Anda menjadi menciptakan vaksin Covid-19 dalam Apakah Anda mengembangkan
pastor peneliti? Hal itu dipandang waktu singkat. Saat ini, semestinya kita vaksin? Bagaimana
sebagai kombinasi tidak biasa bagi menggunakan vaksin-vaksin ini untuk
banyak orang. melindungi para lansia dan orang-
Saya bertemu Tuhan ketika saya
sedang menyelesaikan gelar Ph.D
saya di MIT Amerika Serikat. Jadi,
saya adalah seorang ilmuwan terlebih
dulu sebelum ditahbiskan sebagai
pastor. Memang tidak biasa, tapi tidak
selalu harus seperti biasa. Seperti
Santo Yohanes Paulus II mengingatkan
Gerejanya, bahwa iman dan
rasionalitas adalah pemberian Tuhan.
Bagaimana Anda mendeskripsikan Pastor Nicanor Robles Austriaco - [Foto : ateleia.org]
Covid-19? Apakah ini sebuah kutukan,
- 26 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTAN
perkembangannya? Bisakah Anda apakah vaksin ini ampuh untuk sampel kepada kami dana yang cukup untuk
mengemukakan perkembangannya binatang. memulai pekerjaan ini. Saya tahu Dia
kepada kami? akan menyediakan apa yang kami
Siapa yang membiayai penelitian perlukan jika proyek ini berjalan
Saya adalah ahli biologi molekuler Anda? Berapa biaya yang Anda dengan baik. Kami tidak memiliki nama
ragi. Saya sedang mencoba perlukan dalam mengembangkan untuk vaksin ini karena kami sedang
mengembangkan sebuah sistem vaksin tersebut? Apakah Anda telah mengembangkannya. Proyek ini
pengantaran vaksin ragi Covid-19 yang memiliki sponsor atau donatur? dinamakan proyek Pagasa yang berarti
akan lebih murah dan lebih mudah “Harapan” dalam bahasa Filipina.
untuk diterapkan daripada vaksin yang Saya memiliki sedikit uang dari
tersedia saat ini. Ini adalah ide gila, Providence College yang mendukung Terakhir, menurut Anda, apa vaksin
namun ada banyak penelitian ilmiah tahap preklinis dari rencana yang terbaik untuk jiwa dalam
yang menunjukkan bahwa sebuah pengembangan vaksin kami. Saat menghadapi depresi, kesedihan, dan
sistem pengantaran vaksin ragi dapat ini, tujuan utama kami adalah keputusasaan?
bekerja dengan baik. mengembangkan sistem tersebut dan Sebuah pertemanan personal dan
mengujinya pada tikus guna melihat intim dengan Yesus Kristus, Sang
Saya menggunakan laboratorium apakah vaksin bekerja dengan baik. Juruselamat Dunia!
saya untuk proyek ini setelah saya Jika vaksin dapat bekerja dengan
mempelajari tantangan yang baik pada binatang maka saya harus Penulis: Jesús V. Picón
dihadapi orang-orang Filipina dalam menjelajahi tahap selanjutnya.
memperoleh dan menyebarkan Penerjemah: Albert Santoso
vaksin yang dikembangkan oleh Saat ini, saya tidak memiliki sponsor
dunia pertama. Kami telah memulai atau donatur dan saya sedang tidak Sumber: Aleteia
pengembangan vaksin dan butuh waktu mencarinya. Tuhan telah memberikan
berbulan-bulan untuk memutuskan
Sri Paus kepada Jemaat di Irak:
“Saya Datang sebagai Peziarah Perdamaian”
PAUS Fransiskus mengirim sebuah kalian semua. Saya rindu bertemu untuk memohon pengampunan
pesan video kepada orang-orang dengan kalian, melihat wajah kalian, dan rekonsiliasi dari Tuhan setelah
di Irak, untuk membagikan pesan dan mengunjungi tanah kalian, tempat bertahun-tahun perang dan terjadi
perdamaian, persaudaraan, dan lahir peradaban kuno dan luar biasa.” terorisme, memohon penghiburan hati
kenyamanan ketika dia menyiapkan dan penyembuhan luka kepada Tuhan,”
kunjungan apostolik yang dimulai pada Kunjungan Paus Fransiskus ke kata Paus.
Jumat. Timur Tengah merupakan realisasi
mimpi pendahulunya, Paus St. Yohanes Beberapa dekade terakhir ditandai
Saat persiapan terakhir dimulai, Paulus II, yang berencana melakukan dengan perang, ketidakamanan, dan
dengan kecepatan tinggi untuk perjalanan ke Irak pada akhir tahun penganiayaan. Komunitas Kristen yang
Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus 1999. Tetapi, perjalanan tersebut tidak pernah hidup di Irak yang berjumlah
ke Irak pada 5-8 Maret, Bapa Suci terwujud. Perjalanan empat hari Paus antara 1 dan 1,4 juta pada tahun 2003
mengeluarkan pesan kepada warga mencakup kunjungan ke beberapa telah menyusut. Saat ini, diperkirakan
Irak sebelum kedatangannya sehari kota, serta pertemuan dengan jumlah mereka sekitar 300.000 hingga
sebelumnya. Paus mengungkapkan komunitas Kristen dan pemimpin 400.000 orang.
kegembiraan dan antisipasi akhirnya agama.
hadir secara fisik bersama mereka. “Dan saya datang di antara Anda
Pertobatan Peziarah yang Mencari sebagai peziarah perdamaian,
“Saudara dan saudari terkasih di Perdamaian dan Rekonsiliasi untuk mengulangi: ‘Anda semua
Irak, damai besertamu!” kata Paus bersaudara’,” lanjut Paus.
Fransiskus. “Dalam beberapa hari, “Saya datang sebagai peziarah,
akhirnya saya akan berada di antara sebagai peziarah yang bertobat “Ya, saya datang sebagai peziarah
perdamaian untuk mencari
- 27 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
LIPUTANLIMPAUNTACANNEGARA
persaudaraan, digerakkan oleh Gereja, yang dekat dengan mereka dan Niniwe, menggema nubuat Yunus, yang
keinginan untuk berdoa bersama dengan martir Timur Tengah” serta mencegah kehancuran dan membawa
dan berjalan bersama, juga dengan mendorong mereka untuk maju. harapan baru, harapan Tuhan.”
saudara dan saudari dari tradisi agama
lain, di bawah tanda Bapa Abraham, “Mari kita hentikan penderitaan Paus Fransiskus menyerukan semua
yang mempersatukan orang Muslim, mengerikan yang kalian alami, yang orang untuk terinfeksi oleh harapan
Yahudi, dan Kristen dalam satu membuat saya sangat sedih, meratap,” ini, “yang mendorong kita untuk
keluarga.” desak Paus. “Janganlah kita menyerah membangun kembali dan memulai
dalam menghadapi penyebaran lagi dan untuk saling membantu
Penghiburan bagi Gereja pada Masa- kejahatan.” memperkuat persaudaraan kita dan
masa Percobaan untuk bersama-sama membangun
Lebih lanjut, Paus mendorong masa depan yang damai, terutama
Paus Fransiskus mengalihkan orang Irak untuk merujuk pada pada masa-masa sulit pandemi
pikirannya kepada banyak orang sumber kebijaksanaan kuno mereka. Covid-19 yang sedang berlangsung ini.”
Kristen yang telah memberikan Paus mengingatkan mereka tentang
kesaksian tentang iman mereka teladan Abraham yang, meskipun Bapa Suci mengingatkan saudara-
kepada Yesus di tengah percobaan meninggalkan segalanya, tidak saudari tentang setiap tradisi agama,
sulit. Paus mengungkapkan rasa pernah kehilangan harapan dan terus bahwa terserah kita untuk melanjutkan
terima kasihnya kepada mereka melahirkan keturunan sebanyak perjalanan yang telah dimulai Abraham
dan menawarkan beberapa kata bintang di langit. pada ribuan tahun yang lalu: berjalan
penghiburan kebapakan. bersama dalam semangat yang sama
“Saudara dan saudari yang terkasih, di sepanjang jalan perdamaian.
“Saya berharap dapat melihat Anda,” marilah kita melihat ke bintang-
kata Paus. “Saya merasa terhormat bintang. Itu janji kami,” seru Paus. Paus mengakhiri pesannya dengan
bertemu dengan sebuah Gereja martir. memohon berkat Tuhan atas semua
Terima kasih atas kesaksianmu.” Harapan di Tengah Penderitaan dan meminta semua orang untuk
menemaninya dalam doa.
Selanjutnya, Paus mengakui Paus terus mengungkapkan
“gambar rumah-rumah yang hancur kedekatannya dan pesan “Saya meminta kalian semua untuk
dan gereja-gereja yang dinodai” yang pengharapannya kepada banyak melakukan hal yang sama seperti
masih diingat oleh banyak komunitas orang yang telah menderita selama Abraham,” kata Paus. “Berjalanlah
Kristen Irak. Dia berdoa agar banyak bertahun-tahun tetapi belum jatuh. Ini, dengan harapan dan jangan pernah
martir yang mereka kenal dapat kata Paus, termasuk Kristen, Muslim, berhenti memandangi bintang.”
“membantu untuk bertahan dalam dan lebih khusus lagi, Yazidi yang
kekuatan cinta yang rendah hati” “telah sangat menderita”. Penulis: Fr. Benedict Mayaki SJ
dan mengungkapkan kepada mereka
“belaian penuh kasih dari seluruh “Saya datang ke tanah kalian yang Penerjemah: Albert Santoso
diberkati dan terluka sebagai peziarah
harapan,” kata Paus. “Darimu, di Sumber: Vatican News
Paus Fransiskus - [Foto : ateleia.org]
- 2-82-8 M- MERERASAUSLULEDEIDSIS3I83#8 #FeFberburaurai r-iA-pArpilr2il0220121
SANTO - SANTA
St. Antonius Padua
Pengkhotbah dengan Lidah Terberkati
SEOLAH-olah jiwa ia harus pindah ke Ordo
imam muda itu Saudara-saudara Dina dari
menjerit, “Ya Tuhan…! Fransiskan pada tahun
Belum cukupkah daku 1221 saat usianya 26 tahun.
mengalami musibah Ia memilih nama Antonius
silih berganti? untuk menghormati St.
Mengapa Kau biarkan Antonius Abas, pertapa dan
malaria ini menimpaku pendoa.
sampai sekarang?”
Ferdinand lahir di
Lalu, keluhnya Lisbon, Portugal, pada
berlanjut, “Mengapa 15 Agustus 1195. Sejak
justru kapalku usia belasan tahun, ia
yang ditimpa badai sudah bertekad untuk
ganas sehingga menjadi imam. Rintangan
harus berlabuh pertama datang dari paman
di pantai Sicilia yang mengasuhnya sejak ia
yang asing ini? Padahal menjadi yatim-piatu pada
ini semua kulakukan usia 11 tahun.
demi kemuliaan-
Mu, tetapi mengapa [Sumber : 3.bp.blogspot.com] Niatnya itu ditentang
semuanya gagal?” oleh sang paman karena
menjadi orang terkenal. almarhum kedua orang
Keresahan dan tua Ferdinand, Martin dan
kekecewaan Antonius Maria Bulhom, berasal dari
sungguh beralasan. keluarga terpandang
Semangatnya begitu dan dihormati. Mereka
menggebu-gebu untuk menghendaki anak
menjadi saksi Kristus. tunggalnya itu kelak
Bahkan ia rela dan siap menjadi martir di Maroko,
Afrika, demi mewartakan Injil kepada bangsa Moor. Akan tetapi Ferdinand yang dikaruniai kesalehan,
Akan tetapi semangatnya itu menjadi sirna karena rajin berdoa, dan tertarik pada karya-karya rohani
setibanya di Maroko, ia terkena malaria yang tak bagi kepentingan jiwa-jiwa, berkeras hati mendesak
kunjung sembuh. pamannya. Akhirnya, ia diizinkan masuk Biara St.Vincent
di Lisbon pada usia 13 tahun.
Kemudian atasannya memanggilnya
pulang ke Portugal. “Ah, lain kali masih ada Walaupun mendapat pendidikan intelektual yang
kesempatan.” pikirnya. Malang, musibah lain menyusul. sangat baik dan termasuk murid terpandai, Ferdinand
Dalam perjalanan pulang, kapalnya diterjang badai. resah karena kehidupan spiritual di dalam biara itu tidak
mendukung panggilannya menjadi imam.
Tekad Antonius untuk menjadi misionaris timbul pada
Februari 1220 ketika ia tergugah melihat relikui Pada usia 15 tahun, hasratnya sudah tak dapat
kelima misionaris Fransiskan yang menjadi martir dibendung lagi. Setelah mendapat izin dari seniornya,
akibat dibunuh bangsa Moor di Maroko. Ia merasa tak ia bergabung dengan Ordo Agustinian dan masuk
pantas hanya berdiam diri saja di biara sementara Kongregasi Kanon Regular dari St. Agustinus di
saudara-saudara lain berkorban. Coimbra. Ferdinand ditahbiskan menjadi imam pada
usia 25 tahun.
Paus Fransiskus menamakannya “kegelisahan
suci”. Relikui itu disemayamkan di Kapel Agustinian Selama sembilan tahun di situ, ia menjalin
di Coimbra, Portugal. Pada waktu itu Antonius masih persahabatan dengan para pengikut St.Fransiskus
menjadi imam di biara St. Agustinus, Coimbra, dengan Asisi hingga akhirnya ia menyaksikan relikui martir-
nama Ferdinand. martir misionaris Fransiskan tersebut.
Demi mewujudkan cita-citanya, dengan berat hati Dari Sicilia, Antonius pergi ke Asisi di Italia karena
- 29 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
di sana terdapat komunitas kemampuannya yang luar
Ordo Saudara-saudara Dina. biasa sebagai
pengkhotbah. Permata
Pada Hari Raya yang tersembunyi,
Pentakosta, Mei 1221, kini tampil berkilau.
diadakan kapitel general
ordo yang dipimpin langsung Ketika mengetahui
oleh Fransiskus Asisi. peristiwa yang tak
Antonius sangat terkesan terduga itu, Fransiskus
dengan tokoh ini. Ia yang Asisi dengan mantap
bertubuh lemah dan menugaskan Antonius
mengalami krisis mental, untuk berkhotbah serta
merasakan kedamaian. mengajar di
Italia, Perancis, dan
Setelah pertemuan selesai, Sicilia. Tak disangka,
ia hanya berdiri terpaku. momen itu menjadi titik
Tak seorangpun menaruh balik pelayanannya.
perhatian kepada orang asing Skenario Tuhan
yang tampak lemah dan yang apik dan besar
tidak seperti seorang telah bekerja dalam
intelektual itu. kehidupan Antonius.
[Sumber : armagharchdiocese.org] Tuhan menutup pintu
Akhirnya, Kepala Provinsial yang satu dan membuka
dari Romagna, Pater Gardian, pintu yang lain. Kabar
yang melihat kesalehan tentang seorang pengkhotbah ulung, ahli Kitab Suci dan
Antonius merasa iba. Ia mengirim Antonius ke sebuah teologia cepat sekali tersiar.
biara kecil yang sunyi dan terisolir bagi para bruder di
Monte Paulo, dekat Forli. Dengan berdoa kontemplatif, Antonius membuat
banyak mukjizat mempertobatkan para pengajar
Karena tidak ada yang tahu bahwa Antonius sesat, bida’ah, dan kaum heretic. Dengan perantaraan
adalah seorang terpelajar yang cerdas dan berbakat, ia doanya pula, ia mampu mengubah hidup banyak sekali
pun ditugaskan di dapur biara untuk mencuci peralatan kriminal yang keras hati, pencuri, dan pemeras.
dapur.
Gedung gereja tidak cukup luas untuk menampung
Apakah Tuhan sudah melupakan dan para pendengarnya. Jadi , ia kerap berkhotbah di
mengacuhkannya? Bagi Antonius, kesunyian biara justru tempat terbuka atau alun-alun. Orang-orang menutup
memberikannya banyak waktu untuk berdoa secara toko atau kantor mereka, bahkan rela mengantre
khusyuk, berpuasa, bermatiraga, dan menelaah Kitab sampai menginap di gereja.
Suci. Sampai pada suatu saat, Antonius dan beberapa
saudara menghadiri tahbisan para Fransiskan di Forli. Antonius juga dikelilingi berbagai peristiwa ajaib dan
menakjubkan, seperti:
Ketika pengkhotbah yang bertugas, yaitu imam
Dominikan berhalangan hadir, atasan mereka * Antonius “memanggil” ikan-ikan di Sungai
mencari seseorang yang dapat menggantikannya. Marecchia dan Laut Adriatic untuk “dikhotbahi”
Setiap orang memberikan alasan bahwa dirinya ketika kaum heretic yang sesat di Rimeno tak sudi
tidak siap. Begitu pula Antonius. Dengan rendah mendengarkan khotbahnya.
hati, ia mohon dimaafkan. Tetapi, atasannya tetap
menugaskannya. Demi kaul ketaatan, Antonius tidak Sungguh menakjubkan, segerombolan besar
dapat menolak lagi. Ia mulai berbicara dengan kata- ikan-ikan dengan posisi teratur menghampirinya,
kata sederhana dan nada yang biasa. Kemudian lalu mendongakkan kepala di permukaan air.
semangat yang kudus merasukinya. Antonius diterangi Peristiwa mengagumkan itu membuat kaum
rahmat Allah. Ia sangat fasih berbicara tentang segala sesat tersebut bertobat. Mereka mohon diajarkan
sesuatu yang mengagumkan akan Allah. tentang kebenaran.
Khotbahnya begitu memikat karena maknanya
yang mendalam. Semua orang kagum dan
terperangah. Ayat-ayat Kitab Suci yang dibahasnya * Pada suatu hari, ada seseorang yang bersumpah
sangat mengena dan jitu. Peristiwa itu menguak bahwa ia baru akan percaya bahwa Kristus sungguh
- 30 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
SANTO - SANTA
hadir dalam Hosti Kudus apabila keledainya mau Setelah itu, ia pergi bersama Tuhan dengan tenang.
berlutut di hadapan Sakramen Mahakudus. Ternyata… Antonius wafat pada 13 Juni 1231 dalam usia 36 tahun
di sebuah biara kecil di Arcella dekat Padua, sesuai
meski tidak diberi makan selama tiga hari oleh tuannya, keinginannya. Mula-mula jenazahnya disemayamkan
keledai itu tetap menolak makanan yang disediakan di Kapel St. Maria Mater Domini, Padua. Setelah
oleh tuannya. Sebaliknya, keledai itu malah berlutut dipindahkan beberapa kali, persemayamannya yang
menyembah Hosti Kudus. terakhir berhenti di Chapel of the tomb of St. Anthony di
Padua.
Pada hari pemakamannya, terjadi lebih banyak
* Antonius pernah bersedih karena buku Mazmur lagi mukjizat penyembuhan yang berlangsung di sekitar
yang sangat penting baginya sebagai bahan makam. Ternyata, mukjizat dengan perantaraannya juga
khotbahnya, suatu hari hilang dicuri orang. Ia berdoa terjadi di luar kapel bagi umat yang tidak bisa masuk
dengan sungguh- sungguh sampai membuat si karena terlalu banyak orang. Sejak itu, banyak
pencuri , yang ternyata seorang novis muda, gelisah. rombongan peziarah membanjiri makamnya.
Begitu melihat penampakan sosok Antonius, novis itu
langsung mengembalikan buku tersebut. Sejak itu, Pada tahun 1263, jasad Antonius hendak dipindahkan
Antonius dipandang sebagai pelindung dan penemu dari Kapel St.Maria ke bagian tengah basilika di bawah
barang hilang. altar utama. Ketika peti jenazahnya dibuka, sebuah
mukjizat kembali terjadi. Tubuhnya telah hancur
menjadi debu, namun lidahnya masih utuh, tidak rusak!
* Suatu hari Antonius bermalam di rumah Lord of Melihat hal itu, Bonaventura, Jenderal Minister Ordo
Chatenauneuf. Saudara-saudara Dina, berseru dengan lantang, “Oh,
lidah yang terberkati, yang selalu diberkati Allah, dan
Ketika Antonius sedang berdoa di kamarnya hingga yang menyebabkan orang lain terberkati oleh-Nya.
larut malam, tuan rumah melihat seberkas cahaya Kini, jelaslah sudah betapa besar pahalamu di hadapan
yang terang sekali keluar dari celah di bawah pintu Allah.”
kamar Antonius. Karena ingin tahu, ia mengintip melalui
lubang kunci. Sekarang, lidah tersebut ditempatkan di dalam
sebuah peti relikui khusus yang terpisah, di Chapel
Terlihatlah seorang anak kecil yang sangat tampan of the tomb of St. Anthony. Banyaknya mukjizat yang
berselubung cahaya surgawi sedang berdiri di atas terjadi melalui perantaraan Antonius adalah bukti nyata
buku sambil memeluk leher Antonius dengan kedua kesucian dirinya yang tidak diragukan lagi.
tangannya. Tuan rumah itu sangat yakin bahwa
anak kecil itu adalah Kanak-kanak Yesus yang Proses dioses dan apostolis
sedang mengunjungi Antonius. oleh otoritas Gereja Katolik
dengan cepat menghasilkan
keputusan pasti.Antonius
dibeatifikasikan dan
Semangat Antonius dikanonisasi paling cepat, yaitu
yang menggebu-gebu hanya dalam waktu kurang
membuatnya menelantarkan dari satu tahun setelah
kesehatannya. Sembilan kematiannya.
tahun lamanya ia berkhotbah,
mengajar, mendengarkan Paus Gregorius IX
pengakuan dosa, mendoakan menetapkan Antonius sebagai
orang sakit, hingga larut Santo, di Katedral Spoleto
malam hingga kerap lupa pada 30 Mei 1232. Paus Pius
makan, kurang istirahat, XII memaklumkan St. Antonius
dan tidur. Akhirnya, kondisi Padua sebagai Doktor Evangelis
kesehatannya merosot parah atau Doktor Kitab Suci.
sekali. Sesudah menerima Peringatannya dirayakan setiap
Sakramen Perminyakan, Antonius 13 Juni.
mengucapkan pujian kepada
Bunda Maria Terberkati. Matanya Ekatanaya, dari berbagai sumber
bersinar memandang ke depan
dan berkata, “Aku melihat [Sumber : id.pinterest.com]
Tuhanku.”
- 31 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
Air Tuba
Oleh Maria Surtinah
AGUSTINUS keluarga yang
Rahardjo membaca
dengan saksama berkekurangan.
data diri Dewo
Priyono, anak Maka, Istianah
kelas tiga SMP
yang akan menjadi memberanikan diri
anak asuhnya.
Anak ini berasal mengetuk pintu
dari keluarga yang
sangat pas-pasan rumah ibu Lita.
dalam memenuhi
kebutuhan pokok Begitulah. Sekarang,
hidupnya, yaitu
pondokan dan keadaan rumah
pangan.
mereka sedang
Karena Dewo
mempunyai tiga ditinjau. Istianah
adik, Istianah,
ibunya, tidak punya berdoa semoga
banyak waktu
untuk mencari uang. Sepanjang hari Tuhan melalui “ibu
waktunya tersita untuk mengurus
keempat anaknya; tiga di antaranya galak” berkenan
masih kecil-kecil. Sudah bagus
sekarang Dewo bisa disuruh-suruh; memberikan orang
merendam dan menjemur cucian,
menjaga dan menyuapi adik-adiknya, tua asuh untuk
atau membantu mengangkat
gorengan tempe, bakwan, tahu atau anaknya ini.
ikan asin yang menjadi lauknya
sehari-hari. Pak Rahardjo
Ayah Dewo ke mana? tidak keberatan
Ia mendapat pekerjaan di
perkebunan kelapa sawit di [Sumber : indozone.id] membantu
Kalimantan, kira-kira lima tahun
lalu. Gaji tiap bulan dikirim. Kalau siapapun. Pokoknya,
Biarpun berat rasanya karena Istianah tidak pintar memegang ia berniat untuk
harus berpisah jauh dari keluarga, uang, bisa langsung habis dalam beramal. Selama ini Tuhan sudah
tetapi itulah nafkah yang terbaik dua minggu. Pokoknya, sewa mencurahkan rezeki lebih dari
baginya. Mestinya empat bulan kontrakan tidak sampai menunggak, cukup kepadanya. Anak-anaknya
sekali Priyono, ayah Dewo, mendapat sudah harus disyukuri. Paling tidak, sudah selesai masa pendidikannya
uang transport untuk pulang dengan mereka sekeluarga bisa aman bahkan sudah bekerja. Maka, tiba
kapal laut. Tetapi, jatah itu bisa berteduh. Urusan makan bisa diirit- waktunya Pak Rahardjo berbagi
ditabung kalau ia tidak pulang. Maka, irit seirit mungkin. keberuntungan. Untuk membiayai
Priyono sepakat dengan istrinya, dua atau tiga anak kurang mampu
pulang setahun sekali saja, yaitu Sekarang, Dewo sudah kelas supaya mendapat pendidikan yang
pertengahan tahun ketika liburan tiga SMP; sebentar lagi perlu memadai, sama sekali bukan
kenaikan kelas. biaya untuk masuk SMA. Istianah masalah baginya.
mulai kebingungan memikirkan Betapa lega hati Istianah
pendidikan anak sulungnya. Untuk menerima kabar bahwa Dewo
kebutuhan perut saja sudah mepet mendapat orang tua asuh. Ia berjanji
sekali. Apalagi untuk urusan lain- kepada ibu Lita akan mengawasi
lain, terutama sekolah... aduuhh... Dewo belajar supaya nilai rapornya
bagaimana ini? selalu bagus. Tentu saja Dewo tidak
boleh mengecewakan orang tua
Tiba-tiba, Istianah teringat ada asuhnya.
seorang ibu yang menjadi panutan Priyono di Kalimantan juga senang
masyarakat. Ibu itu sangat kaya, bukan main. Tuhan sudah berkenan
rumahnya keren sekali. Orang- meringankan tanggung jawabnya.
orang memanggilnya ibu Lita. Bulan demi bulan, akhirnya
Konon, ibu Lita cukup galak. Tetapi, tibalah liburan panjang yang selalu
anehnya, ia selalu mengulurkan dirindukan keluarga itu untuk
tangan kepada siapa saja yang berkumpul. Karena hanya bertemu
membutuhkan bantuannya. setahun sekali, Priyo melihat betapa
Kabarnya, “Ibu galak” dan teman- anak-anaknya cepat sekali tumbuh
temannya itu membantu banyak
- 32 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
besar. “Untung?! Enak saja bilang tanya orang itu mengulurkan
Pada suatu sore. untung! Ibu ‘kan naik mobil, jelas tangannya kepada Priyono.
“Dewo, pergilah ke Indomaret. tidak apa-apa. Tapi, anak saya ini
cuma naik sepeda. Kalau anak saya Priyono menantang mata
Tolong belikan pulsa,” kata Priyo. mati bagaimana, hah…?! Lihat! Rahardjo dengan dagu terangkat.
Dewo meluncurkan sepedanya Tangannya luka-luka begitu! Bibirnya Memperhatikan Rahardjo dan
berdarah! Pipinya besot-besot...” istrinya, Priyono semakin memasang
dengan girang. Meskipun hanya sikap garang. Mereka pasti kaya.
berbelanja sedikit saja, pergi Priyo gusar setengah mati. Ia Uangnya bagaikan tidak ada nomor
ke Indomaret adalah hal yang melihat sepeda Dewo. “Sepedanya seri.
menyenangkan. rusak parah! Pasti ibu menabraknya
kuat sekali! Ayo tanggung jawab!” “Sepeda anak saya rusak.
Tanpa mengurangi kecepatan teriaknya. Priyo menggebuki Bagaimana dia berangkat ke
menggenjot sepeda, ia tiba di mobil itu kuat-kuat. Pertama, ia sekolah? Bapak juga harus
belokan gang menuju Indomaret... memang khawatir anaknya cedera membiayai reparasi sepeda anak
Tiba-tiba... ciiiiittt....!! Bruggg...! parah. Kedua, ia melihat adanya saya! Gara-gara rusak, kami jadi
kesempatan untuk mendapat harus keluar biaya ekstra untuk
Dewo terlempar ke trotoar. keuntungan dari kecelakaan ini. angkotnya.” cecar Priyo.
Pandangan matanya gelap. Ia tidak
punya tenaga untuk bergerak. “Lhoo?! Anak Bapaklah yang “Baiklah. Saya carikan sepeda
nabrak mobil saya, bukan saya baru,” kata Rahardjo.
“Nak, kamu tak apa-apa?” yang nabrak dia!” sanggah ibu itu.
Seorang perempuan setengah baya Tangannya mulai dingin dan gemetar “Ganti uang saja! Saya minta dua
dengan cemas bertanya kepadanya. karena ngeri melihat wajah orang- puluh juta!” Priyo menikmati benar
Kelihatannya ia adalah pemilik mobil orang semakin beringas. kesempatan menang di atas angin.
yang menyenggolnya.
“Bohong! Kalau semua maling Rahardjo tertegun mendengarnya.
Kira-kira 15 menit lamanya, ngaku, penjara bakal penuh! “Segitu banyakkah tuntutan Bapak?
penglihatan Dewo masih berkunang- Tanggung jawab! Bawa berobat!” Jangan begitu, Pak! Bukankah kami
kunang. Kemudian berangsur- orang-orang ramai meneriakinya. sekarang sedang menanggung
angsur ia mulai mendengar suara semua biaya pengobatan anak
orang-orang mengerumuninya. “Baiklah... ayo masuk ke mobil Bapak? Kami beritikad baik.
saya. Kita pergi ke rumah sakit.” Sebenarnya, anak Bapaklah yang
Kedengaran ada yang nyeletuk. Perempuan itu membuka pintu salah! Bukan istri saya!”
“Kok Ibu cuma bertanya saja?! mobilnya. Moncong mobil sebelah
Bawa anak ini ke rumah sakit dong! kiri sedikit penyok dan catnya “Tapi, istri Bapak aman-aman saja
Periksa tulangnya ada yang patah tergores beberapa garis. Tetapi, di naik mobil. Dia tidak luka apa-apa.
atau tidak! Ayo tanggung jawab pintu mobil terlihat cekung-cekung Sedangkan anak saya jadi luka parah
dong!” karena bekas dipukuli orang. begitu! Pasti dia perlu diurut juga.
Memanggil tukang urut memang
Bug! Buggg…!! Entah siapa, pasti “Jangan mau… kalau cuma cukup satu kali? Sudah bagus saya
ada lebih dari satu orang mulai dibayari berobat satu kali saja! cuma minta segitu! Memang nyawa
memukuli mobil itu. “Tanggung Minta ganti beli sepeda baru dan anak saya tidak ada harganya?
jawab! Hayo! Tanggung jawab!” biaya berobat jalan buat bolak-balik Jangan mentang-mentang orang
Kerumunan orang berteriak semakin kontrol ke dokter!” seru seseorang. kaya, lalu Bapak cuma kasih ganti
ramai. rugi sekadarnya saja!”
Ketika mobil pelan-pelan mulai
“Tapi bukan saya yang menabrak jalan, beberapa orang masih sempat Rahardjo memperhatikan wajah
dia,” kata si ibu pemilik mobil. memukuli bagian belakang mobil itu. anak yang menyenggol mobil
Orang-orang yang berdatangan istrinya. “Siapa namamu, Nak?”
semakin banyak, mulai membuatnya Di rumah sakit terdekat, luka-
takut. luka Dewo dibersihkan. Diberi obat “Dewo Priyono.”
penahan nyeri, obat kompres dan “Kamu sekolah di mana?”
“Astagaaa... Dewo! Kamu kenapa?” antiseptik, suntikan anti tetanus Dewo menyebutkan nama
Terdengar suara Priyo. Tangannya serta antibiotik untuk mencegah sekolahnya. Agustinus Rahardjo
mengguncangkan badan anaknya. infeksi. Ibu pemilik mobil sekalian menatap anak itu lekat-lekat.
Kesadaran Dewo masih belum meminta kepada petugas rumah Sambil menunggu hasil rontgen,
benar-benar pulih. sakit untuk memfoto keadaan tulang Rahardjo masih mengajak ngobrol
Dewo. Dewo dan mengajukan beberapa
Kemudian Priyo mengalihkan pertanyaan.
pandangannya menatap tajam ke ibu Suami ibu itu datang menyusul. “Sekarang, apa yang kamu
itu. “Ibu yang menabrak anak saya?” “Perkenalkan, saya Rahardjo. rasakan? Kamu merasa pusing atau
Bagaimana keadaan anak Bapak?” mau muntah?” tanya Rahardjo.
“Anak bapak tiba-tiba meluncur
keluar dari mulut gang. Untung saja
saya sempat menginjak rem,” jawab
perempuan itu.
- 33 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
“Masih pusing. Tapi, tidak mau sampai aku mendapat pekerjaan tuanya. Kamu telah memberi contoh
muntah,” jawab Dewo. baru di sini.” kepada anakmu, bagaimana menjadi
tukang peras dan preman yang
“Badanmu bakal memar selama Istianah menatap uang itu, tanpa brutal. Kamu merasa mendapat
beberapa hari ke depan. Tapi, pasti antusias. Meskipun ia butuh uang, keuntungan dengan cara begini?!
segera hilang dan tidak ada luka entah mengapa hatinya merasa Dengan sangat menyesal, aku harus
dalam yang berat ya,” kata Rahardjo kurang enak. menghentikan beasiswa dari Pak
dengan lemah lembut. Rahardjo. Sayang sekali. Apa boleh
“Dewo tidak parah saja, aku sudah buat. Petiklah buah perbuatanmu!”
Dewo mengangguk. “Sebetulnya, lega, Mas.” sahutnya. “Kau yakin
saya yang kurang hati-hati, Om. Tadi, akan melepaskan pekerjaanmu di Ibu Lita pulang.
saya terlalu girang disuruh ayah Kalimantan?” ...
pergi ke Indomaret. Maaf ya… saya
jadi menyusahkan Tante dan Om.” Priyo bersungut-sungut. “Ternyata, “Rezeki di balik musibah” itu
kamu lebih suka aku hidup terpencil hanya bertahan enam bulan saja
Mendengar pengakuan Dewo, di sana ya? Sangkamu hidupku enak dalam genggaman Priyono dan
Rahardjo menoleh ke arah Priyo. tinggal di barak di tengah hutan istrinya. Tak disangka, Priyono
kelapa sawit tanpa hiburan apa ternyata tidak mudah memperoleh
Priyo buru-buru menukas, “Laaa… pun?” pekerjaan baru dengan imbalan
‘kan namanya juga anak-anak. sebaik dahulu. Ingin kembali ke
Ya wajarlah kalau lengah begitu. Istrinya tidak berani berkata apa- Kalimantan, ternyata posisinya
Seharusnya, istri Bapak lebih hati- apa lagi. sudah digantikan orang lain akibat
hati menyetir mobil. Memang Bapak dia tidak kembali tepat waktu.
mau melemparkan kesalahan ke ....
anak kecil?!” Selanjutnya, Dewo sering
Tiga hari kemudian, terdengar mendapat peringatan dari Kepala
“Mmmmm... yah…,” gumam suara ketukan di pintu rumah Sekolah bahwa ia sudah menunggak
Rahardjo. Melihat karakter Priyono mereka. uang sekolah sekian bulan dan
seperti itu, ia enggan berdebat lebih terancam tidak bisa ikut ujian SMA.
lanjut. Ibu Lita mengepalkan kedua Pupuslah harapan Dewo hendak
telapak tangannya. Ia sangat marah menjadi mahasiswa yang kelak akan
Tak lama petugas rontgen dan geram kepada Priyono dan berfoto mengenakan toga sambil
memanggil nama Dewo. Rahardjo istrinya. menggenggam ijazah sarjana.
dan Priyo masuk ke kamar praktik
dokter, sedangkan Dewo ditemani “Kalian ini... kuberitahu yaa...! Air tuba tidak hanya merusak
istri Rahardjo. Orang yang kalian peras sambil kau kelangsungan pendidikan Dewo.
maki-maki itu adalah orang tua asuh Ulah Priyono tersiar dan menjadi
“Nah… Bapak sudah dengar dan anakmu! Dialah yang membiayai gunjingan di mana-mana entah
saksikan sendiri. Berdasarkan foto pendidikan Dewo! Bapak Rahardjo!” bersumber dari mulut siapa.
rontgen, dokter mengatakan bahwa
Dewo tidak mengalami cedera Suami-istri itu tersentak. Pernah suatu hari, Priyono melihat
serius. Jadi, supaya urusan ini “Hhaaahhh... kami sungguh- Bapak dan Ibu Rahardjo duduk di
cepat selesai, mari kita bereskan sungguh tidak tahu, Bu! Mengapa dalam mobilnya yang dikemudikan
segera. Saya harap, setelah ini tidak Ibu tidak memberitahukan kami, oleh supir. Mobil itu kelihatan baru,
ada lagi tuntutan berkepanjangan siapa orang tua asuh Dewo? Kalau berkilau diterpa sinar mentari,
dari Bapak,” kata Rahardjo sambil saja kami tahu, aku tidak mau meluncur dengan anggun melewati
mengulurkan amplop coklat yang menggitukan mereka,” ujar Priyono dirinya.
tebal sekali kepada Priyono. pucat pasi.
Tuan dan Nyonya Rahardjo
“Cepat sembuh, ya Dewo,” kata “Jadi...?! Seandainya saja sama sekali tidak jatuh miskin
Rahardjo sambil tersenyum dan mereka bukan donaturmu, kamu meskipun baru diperas puluhan
menganggukkan kepala. boleh berbuat kasar?! Begitu?! juta. Sebaliknya, Priyono harus
Menggebuki mobil, bicara jungkir balik berjuang memperbaiki
…. sangar, dan sekalian mengambil kehidupannya yang semakin morat-
kesempatan memalak orang? Kalian marit.
Di dalam kamar kontrakannya, ingin Dewo tumbuh dewasa menjadi Jakarta, 10 April 2021
mata Priyono berbinar-binar ketika orang yang dihormati atau mau ikut
melihat isi amplop itu. Ternyata, jadi preman?!”
jumlah uang di dalamnya melebihi
tuntutannya. Priyo dan Istianah tidak bisa
berkata apa-apa.
“Ini hikmah di balik musibah,”
katanya kepada istrinya sambil “Aku hanya bisa membantu kalian
terkekeh. “Aku tidak usah kembali supaya Dewo bisa studi sampai
ke Kalimantan. Uang ini pasti cukup perguruan tinggi. Tetapi, moral
anak adalah tanggung jawab orang
- 34 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
SERBANEKA
Allah Terus Mengetuk Hati
Manusia untuk Bertobat
HARI Raya Paskah merupakan perayaan puncak pengampunan dosa”
Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, dan
Sabtu Suci). Orang Katolik memaknainya sebagai (Matius 27: 27-28).
pembebasan manusia dari perbudakan dosa. Dahulu,
Paskah dirayakan oleh orang Ibrani sebagai bentuk Ketika datang
peringatan akan peristiwa pembebasan bangsa Israel dari
Tanah Mesir. percobaan melalui wabah
Karya Tuhan lebih berkuasa dari kematian dan dosa Corona, Allah terus
yang telah membawa keterpurukan dan penderitaan
bagi manusia. Peristiwa kematian dan kebangkitan mengetuk hati manusia
Yesus merupakan bukti bahwa Yesus benar-benar
manusia dan Tuhan. Ia menjadi manusia yang dapat untuk bertobat dan tetap
merasakan apa yang dirasakan oleh manusia. Dan Tuhan
yang memberikan mukjizat-mukjizat: penyembuhan, setia kepada-Nya, yang [Sumber : cdn2.hubspot.net]
pentahiran, membangkitkan orang mati. Pekerjaan- telah dibuktikan melalui
pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh manusia.
teladan putra-Nya, Yesus
Paskah adalah memulai kehidupan yang baru,
kehidupan yang lebih bermakna bagi sesama dan Tuhan. Kristus. Dengan merefleksikan diri untuk terus berharap,
Menjadi pribadi-pribadi yang baru, yang lebih beriman dan
berbela rasa. berdoa, dan bersolidaritas bersama orang yang menderita
Penderitaan Tuhan Yesus demi keselamatan manusia akibat terinfeksi Covid-19. Wabah Covid-19 telah memukul
telah terbukti dalam penggenapan-Nya. Alkitab Perjanjian
Lama berulang-ulang menceritakan tentang penderitaan, dan membawa penderitaan bagi umat manusia di seluruh
kematian, dan kebangkitan Yesus.
dunia. Percobaan ini juga dialami oleh para imam Katolik
Nubuat Nabi Yesaya terjadi 700 tahun sebelum
kelahiran dan kematian Tuhan Yesus. Dia dianiaya tetapi yang turut menanggung penderitaan banyak orang di
dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulut-
Nya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian, seluruh dunia.
seperti induk domba yang luka di depan orang-orang
yang menggunting bulu-Nya, ia tidak membuka mulut- Di tengah gelombang besar duka tersebut, ada satu
Nya. Sesudah penahanan dan penghukuman, Ia terambil,
dan tentang nasib-Nya siapakah yang memikirkannya? penghiburan sebagai penguat iman dan penyemangat diri,
Sungguh, Ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan
karena pemberontakan umat-Ku, ia kena tulah. (Yesaya 53: untuk meneladan kisah Paus Fransiskus tentang frater
7-8).
Aquilino Apassiti, seorang imam yang bekerja di Rumah
Kesetiaan Yesus kepada Bapa-Nya menjadi teladan
bagi kesetiaan umat-Nya. Ujian dan pertobatan bagi kita Sakit John XXIII kepada Uskup Bergamo.
dimaknai dengan apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus;
dapat pula kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita Semua orang tahu, rumah sakit tersebut merupakan
mau berubah dan bertobat dari kehidupan yang berdosa
dan menyimpang dari kehendak Allah. tempat di mana lusinan orang sakit mati setiap hari.
Pada saat perjamuan malam terakhir-Nya bersama Keluarga-keluarga dikarantina, mereka tidak dapat
murid-murid, Yesus mengatakan bahwa Darah-Nya
yang saat itu dilambangkan oleh anggur adalah darah mengunjungi pasien bahkan ketika mereka harus berpisah
untuk pengampunan dosa bagi banyak orang. Sesudah
itu, Ia mengambil cawan dan mengucap syukur lalu untuk selama-lamanya.
memberikannya kepada mereka dan berkata, “Minumlah,
kamu semua dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah Paus Fransiskus meminta kepada Uskup Bergamo
perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk
untuk mendampingi semua orang yang terjangkit
Covid-19, agar dipenuhi kebutuhan rohaninya apa pun yang
terjadi. Uskup Bergamo mendapat permintaan langsung
dari Bapa Suci untuk tidak meninggalkan umatnya
meskipun berat. Salib mahaberat sedang ditanggungnya.
Tetapi, begitulah kita menjadi pengikut Kristus; bersedia
menjadi martir dalam kondisi apa pun.
Doa menjadi kekuatan dalam pergumulan Yesus di
Taman Getsemani. Yesus tidak lari dari kenyataan. Ia
berdoa untuk mendapatkan kekuatan dan melaluinya.
Lalu, Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa. Kata-Nya,
“Ya, Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali
apabila Aku meminum-Nya, jadilah kehendak-Mu!”
(Matius 26: 42).
Runtuhnya ketidakpedulian atau sikap apatis terhadap
sesama dan sikap sombong diri sendiri memiliki
kesamaan akan perbuatan dosa kepada Allah. Alhasil,
hubungan kita dengan Allah pun rusak.
Dalam perjalanan iman, seringkali kita dihadapkan
pada situasi yang sangat sulit sehingga tidak tahu harus
berbuat apa. Dalam keadaan demikian, kebanyakan orang
- 35 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
berusaha menghindar dan lari dari kenyataan. pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini
Ketika berada dalam pergumulan berat, Yesus berdoa dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya karena Ia
telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu
kepada Bapa di Surga. Kekuatan dan kemenangan didapat pada masa kesabaran-Nya” (Roma 3:25).
Yesus dalam menghadapi penderitaan yang berawal dari
doa-Nya di Taman Getsemani. Raymundus Susanto
“Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan
Oke Nggak Oke di Mata Kristus
Oke berarti setuju, ya, akur, cocok, amin.
Nggak oke, tanda tidak setuju, tidak cocok, tidak diterima, atau emoh.
DUA unsur berlawanan itu terdapat pada setiap kita jikalau kita masih memiliki kesombongan dan
orang. Pastor Wolfgang Bock, SJ, rohaniwan, masih menganggap Sisi Kelam sebagai kotoran yang
pengajar, dan penulis, menamakan unsur Oke hina dan rendah. Kita harus menemuinya, membawanya,
adalah Sisi Terang. Sedangkan unsur Nggak Oke dan mengakuinya. Akan tetapi, sebelum mengenal
disebut Sisi Kelam atau Sisi Gelap. Sisi Kelam dengan baik, hendaknya kita terlebih
dahulu mengenal diri kita sendiri apa adanya.
Sisi Terang adalah bagian untuk ditampilkan keluar
kepada masyarakat atau lingkungan tertentu, sebagai St.Teresa dari Avila menulis dalam buku Puri
kebanggaan diri. Bisa sifat aslinya, tapi bisa juga Batin, bahwa kita tidak akan pernah dapat mengenal diri
cuma topeng yang menutupi wajah aslinya yang disebut kita sesungguhnya apabila kita tidak berusaha mengenal
persona. (Baca Serbaneka edisi 37_Persona-Topeng Tuhan. Karena di situlah orang akan mengenal dirinya
Pengecoh. Red). dengan baik, sebab manusia diciptakan secitra dengan
Allah (Imago Dei).
Alasan seseorang memakai topeng antara lain
karena perlu menyesuaikan diri dengan aturan di dalam Pengenalan diri di dalam Allah adalah pengenalan diri
keluarganya, atau ingin diterima ke dalam lingkungan yang jujur walaupun menyakitkan, seperti dikatakan para
masyarakat tertentu dengan gaya hidupnya sendiri. Atau Bapa Padang Gurun. Mengenal diri harus dimulai dari
mungkin pula karena ingin dihormati , diidolakan , tapi mengenal Allah, sebab jika bermula dari diri sendiri, kita
ada pula yang tujuannya untuk menipu. akan jatuh lagi ke dalam kesombongan, bahwa segala
yang kita capai karena kemampuan kita sendiri.
Sebaliknya, Sisi Kelam adalah sifat asli yang
dianggap harus disembunyikan karena dinilai tidak Walter Hilton, ahli kebatinan Inggris pada abad
cocok dengan gambaran sosok diri yang ingin pertengahan, mengutarakan bahwa mengenal diri
dicitrakan kepada umum. Padahal Sisi Kelam adalah secara mendalam berarti kita harus memandang ke
miliknya sendiri yang hakiki, bagian integral dari dalam diri sendiri guna menjelajahi dunia batin kita.
dirinya sendiri yang tidak dapat dilenyapkan dan harus Syarat untuk masuk ke dalam jiwa, menurut St.Teresa,
dibawa seumur hidup. Karena itu, Sisi Kelam hanya adalah kerendahan hati di hadapan Tuhan, menyadari
bisa dibuang untuk sementara ke dalam kantong bawah ketidakmampuan diri, dan mengandalkan Tuhan
sadar imajiner kepunyaannya. (istilah Robert Bly, penyair sepenuhnya.
Amerika) .
Jumpai Tuhan dalam keheningan doa dengan bantuan
Dalam perjalanan hidup seseorang dari masa ke Roh Kudus agar mampu masuk ke dalam jiwa untuk
masa, isi kantong semakin lama semakin banyak, karena melihat dengan benar keadaan jiwa kita. Kemudian
bertambahnya persona-persona yang baru. Ketika mampu mengerti dan memahami diri jauh lebih mudah
tumpukan di kantong semakin padat dan Sisi Kelam sehingga kita jadi lebih rendah hati.
dibiarkan, tidak diacuhkan, tidak diakui, apalagi dicintai,
maka ia akan membentuk sebuah kekuatan besar yang Dengan merenungkan keagungan Tuhan, kita
dapat meledak serta meresahkan dan menakutkan, yang disadarkan betapa kita ini tidak ada artinya. Dengan
naik ke permukaan bawah sadarnya, akhirnya meneror merenungkan kesucian-Nya, kita menyadari kenistaan
pemiliknya sendiri. kita dan jauh dari sempurna. Dan dengan merenungkan
kerendahan hati-Nya, kita menginsyafi betapa
Maka, sebelum bencana itu terjadi, kita perlu kita tidak rendah hati.
bersahabat dengan Sisi Kelam kita. Namun, tidak
mungkin kita dapat bersahabat dengan Sisi Kelam Menurut Walter Hilton, di dalam kegelapan tersebut
tidak ada keindahan sama sekali. Hanya terdapat
- 36 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
SERBANEKA
keburukan-keburukan yang tidak dibuat-buat, “Berikanlah
menakutkan, tanpa cahaya, kepada Kaisar apa yang wajib
tanpa cinta dan rasa sayang. Di kamu berikan kepada Kaisar
situlah kita berjumpa dengan dan kepada Allah apa yang wajib
Sisi Kelam kita dan bergumul kamu berikan kepada Allah.”
dengannya.
Yesus yang berpandangan
“Bila kita bertahan dengan utuh dapat menembus sampai
gigih maka Yesus Kristus akan jauh ke dalam . Dia berpendapat
hadir membawa cahaya Ilahi, bahwa di balik sesuatu
yang membuat diri kita melihat yang nggak oke (Sisi Kelam)
jelas keadaan kita yang gelap, [Sumber : freebibleimages.org] tersembunyi suatu hal positif
jorok, dan kotor,” kata St.Teresa. yang oke.
Dalam perumpamaan tentang Bendahara yang
Setelah berjumpa dengan Yesus dalam hidup Tidak Jujur (Lukas 16 : 1-8), Yesus sama sekali tidak
seutuhnya, kita akan mengalami perubahan dan menyetujui perbuatan korupsi atau cara licik si
pengutuhan diri, pertobatan dan penerimaan diri apa bendahara. Tetapi, di balik cara tercela itu terdapat
adanya dalam keterbatasan serta masa bodoh dengan kecerdikan, pandangan jauh ke depan, cepat tanggap
penilaian orang luar. akan situasi, sifat berjaga- jaga dan cepat bertindak dari
si bendahara, agar kelak hidupnya tetap terjamin bila
Maka, kita sanggup bersahabat dengan Sisi Kelam sewaktu-waktu ia di-PHK.
kita yang dulunya kita anggap hina, nggak oke. Kita Sifat oke itulah yang patut ditiru oleh anak-anak
menyambutnya, memeluk dengan kasih, menerima Tuhan, agar dapat menangkap situasi dan cerdik
kembali sebagai bagian dari diri kita. menyikapinya.
Dalam tradisi pantang-puasa, kita sengaja melakukan
Sisi Kelam yang belum siap pakai itu harus perbuatan yang nggak oke, yaitu menyangkal diri dengan
diproses, diperadabkan, dimurnikan hingga akhirnya menolak apa yang paling kita sukai untuk mencapai
siap diikutsertakan dalam kegiatan kita sehari-hari. kekudusan, kerendahan hati, dan pertobatan sehingga
Sisi Kelam yang baru lahir itu akan memberi banyak semakin dekat dengan Yang Ilahi.
kontribusi positif bagi pekerjaan kita. Karena ia harus Tuhan memberi duri dalam daging kepada Rasul
bekerja sama dengan Sisi Terang atau ego kita maka Paulus agar dia tidak sombong sehingga kuasa Tuhan
ia harus diperlakukan sama rata dengan Sisi Terang, turun menaunginya. Ia berkata, “Jika aku lemah, maka
seimbang, tidak berat sebelah. aku kuat.”
Dalam Injil Yohanes 8: 2-11, Yesus memanfaatkan Sisi
Kristus tidak menolak atau membenci Sisi Kelam. Ia Kelam orang-orang Farisi guna keselamatan perempuan
malah menyarankan agar Sisi Kelam diintegrasikan yang berzinah , sekaligus keselamatan jiwa orang Farisi.
dengan Sisi Terang kita ke dalam suatu pola saat Ia mengatakan, barangsiapa merasa tidak berdosa,
menyelesaikan berbagai masalah. Kristus juga silakan menjadi orang yang pertama kali melemparkan
mengatakan bahwa kita harus mengasihi musuh, batu sebagai hukum rajam kepada perempuan pendosa
termasuk yang ada di dalam diri kita sendiri, yaitu Sisi itu.
Kelam. Kaum Farisi mau tidak mau harus mengakui walau
dalam hati, bahwa mereka mempunyai Sisi Kelam
Sebenarnya, kita sendirilah yang membuat Sisi yang bernama dosa yang tadinya mereka proyeksikan
Kelam menjadi lawan. Padahal Kristus malah kepada perempuan itu. Mereka malu dan menarik
melihat ada sesuatu yang positif di dalam Sisi kembali proyeksi Sisi Kelam mereka. Satu per satu
Kelam. Ingatlah anjuran-Nya agar kita cerdik mereka pun mulai mengundurkan diri dan selamatlah
seperti ular dan tulus seperti merpati. Dua nyawa perempuan tersebut, serta selamat pulalah jiwa
sifat yang berseberangan namun dapat saling kaum Farisi yang batal menjadi pembunuh.
mendukung. Maksud-Nya, bahwa berbuat tulus itu Karena itu,, jangan merasa risih memiliki Sisi Kelam
sangat baik, yaitu tidak bertujuan jahat, ataupun tidak yang dianggap nggak oke. Dia justru menjadi pelengkap
ada tipu muslihat, murni. dalam pribadi kita sehingga menjadi utuh, seimbang, dan
matang.
Akan tetapi, kita juga harus cerdik dan bijaksana, Ide dan kekuatan Sisi Kelam kita merupakan energi
waspada, jangan lengah atau teledor, jangan terlalu positif yang berdaya guna dan membawa kita kepada
polos asal percaya saja, melainkan harus berhati- hati, kesalehan, kekudusan, serta keksatriaan yang oke punya.
berjaga-jaga dan kritis agar tidak tertipu orang jahat.
Ekatanaya
Yesus pernah mempraktikkannya ketika Ia dijebak
oleh murid-murid orang Farisi yang bertanya tentang
boleh tidaknya membayar pajak kepada Kaisar, si antek
penjajah Roma.
Dengan cerdik, Yesus menjawab namun dengan tulus,
- 37 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021
SOSOK UMAT
CtdreTslaeiMoSlpieepmdSueEbecaaedraaoNttkjb sagniMtJoa,sakifAaleebetepnMaDermuheaptIkgkienunnhameacadlgnonnaeeussoe/pmyhkt.roreaaaaaznir,/nonsnlkoisoigynaifeammferbpll apiu,iunasmesrmdeadueraethpudmaeemeidtmpleUriaaeneltuhraisrrgaa.aktZinepBnasuogmaakaod.EdkhamuiYaganmkaainnauntnnaanys/glayis/aa. . sabar dan penuh
semangat
menunggu
pandemi berlalu
sehingga bisa
bertugas secara
normal.
Sewaktu ingin
mendaftar
hmSoaesDtnth.egomgrauik.niSaaekntaipnaupzlaoraoKpmoam,tymuanneigrteamksaeLmanesrilaukan menjadi
kddImsoasidiBzhwbmePaeomeeawananourMrtesrajmibniianotkmnakeiadkya trttkd,apaieuiin aaatsehrBimbllTndroTlaoepusaaeseemjreehonkttnmkmnnasyz,tma bgnaigoesabraen,oraey.ia ntlnkgmlaeahaathitlhdkudhiuuusniau i ndemssgnsasautcauenuepaptstlbaknuernaiktulaj ntyoe laabnpaagmnodhaeynuttibaglpoasrbhaaiuduiayyaogMitsaan,sdie nnatktlaraeagrknrin.agsneiyara.ak
prodiakon,
terbersit
(jtSPuslekategere.ybdlaYraaoaoaatksgrgik?hoeaut anpi“iafngThc nseadmhetalaaoabpenpnnaaniygkP,pdaiakrea Aohsanftdenrgapeidgkarani,gakk”naodoituttayen,anasra dgnaSkdakngehara)kinmi.pr sWnnieyyPinlaaaEd.syaKMaafAthyaaDarria
PeemmammleaeDppmsmeieihkatkbes-.sanea“engmkTmga;ipd,hmp”eaaklkkeatemnkhmsjaeibuberrutuenanankngytaa,eaknsm.suaapebyyeaaadlnaaslgyaunkahkenaiarmnabndphi,ikeoMikbn-ai ria
wsIddaeaeilkkmwaMatmauerasmu.raaFinapmaidautdaoainanlsdylniyuahbsPiae amakrannkunoagaaatrrttstkoi ourd;laaadamnkekinami-,glnaAeatkmrneuitbpygaaauapninkAmgy..aseLiuliamdyaaahnsi,
upIsLaseeiirnjakMuig,orgeakidaatrueaibtnarpee gijlesluaaursgnhtmaaaSdml adibtl.hiaaiYps.onseaNstaribeckatpeuamsrhywetau1ubanmgdak,aagieklsnanak.isrjeIapeaetdrnubotiaeaadKtg bilaeaaaaptkintuoasansiaa.n
Maria Ten
Lingkungan Yosef 1
[Foto : dok pribadi]
- 38 - MERASUL EDISI 38 # Februari - April 2021