The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Inspirasi dan Pewartaan
Gereja Santo Thomas Rasul,
Keuskupan Agung Jakarta

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Majalah MeRasul, 2021-02-26 21:23:08

Majalah MeRasul Edisi 37

Majalah Inspirasi dan Pewartaan
Gereja Santo Thomas Rasul,
Keuskupan Agung Jakarta

Keywords: kaj,sathora,bojong indah,warta gereja,merasul

Persona, Topeng Pengecoh

YA ampuuun... ributnya bukan main! [Sumber : vecteezy.com]
Suara berisik terdengar bersahut-sahutan  sampai di
teras depan rumah mereka. Tetapi, itu bukan doa Litani, Sedangkan Kunti yang urakan, cuek,
apalagi latihan drama Natal. boros, senang bergosip, hobi ngeluyur, di hadapan
sang Arjuna menjelma menjadi putri nan imut-imut,
Ternyata, di TKP tersebut  sedang meletus perang alim, penuh pengertian, dan hemat.
antara Kimon melawan istrinya sendiri.
Sifat-sifat asli mereka yang tidak sama dengan
Kegaduhan itu tiba- tiba menjadi senyap, ketika imajinasi diri yang baru, dilemparkan ke dalam kantong
terdengar bunyi ketukan pada pintu depan. Sepuluh detik bawah sadar mereka, istilah Robert Bly, seorang penyair
kemudian, pintu dibuka oleh Kimon. Amerika.

 “Selamat siang, Pak Kimon,  Bu Kunti! “ sapa  
tamunya. “Sampah” itu disebut sisi kelam atau sisi gelap,
menurut Pater Wolfgang Bock, SJ, seorang rohaniwan,
 “Ah, selamat siang,  Pak Santos dan Pak Kirjo,” pengajar, dan penulis. Sedangkan Persona yang sengaja
sambut Kimon. ditampilkan ke depan disebutnya sisi terang.
 Pada waktu pasangan itu baru bertemu, kepribadian
 “Mari masuk, Bapak-bapak,” ajak Kunti  sambil mereka bukanlah kepribadian yang asli. Selanjutnya, dari
tersenyum manis. hari ke hari sesudah menikah, topeng mereka mulailah 
tersingkap sedikit demi sedikit sampai akhirnya terbuka
 “Pak ketua lingkungan dan Pak bendahara,  seluruhnya. Nah… terjadilah pertengkaran yang hebat
mari… silakan duduk,” kata Kimon dengan sekali.
ramah. Lalu, ia berkata  kepada istrinya, “Tolong Pernah suatu ketika, Kimon menuduh istrinya suka
minumannya, Bu.” perhitungan. Pasalnya, Kunti kelihatan seperti ogah
pergi ke rumah ibu Kimon untuk memberikan
 Sang istri membalas dengan anggukan mesra. uang  berobat. Sedangkan pada waktu yang berbeda,
“Jangan repot-repot, Bu Kunti,” cegah Kunti menuduh Kimon gay karena akrab sekali dengan
Santos. “Kami tak lama,  cuma ingin Sun, seorang eksekutif  tampan di kantornya. Kunti
mengantarkan Kartu Keluarga Bapak saja.” sering memergoki mereka ngopi berdua di mal.
   
Dalam hati, ia bertanya-tanya, sebetulnya  yang Sebenarnya, Kimon dan Kunti tanpa sadar telah
terdengar heboh tadi apakah suara televisi? Tapi, kok  memproyeksikan sebagian sisi kelamnya sendiri kepada
terdengar seperti suara mereka, ya? pasangannya. Sisi kelam Kimon, yaitu pelit dan egois,
  ia terapkan kepada istrinya. Padahal, semata- mata
Betul.  Suara ribut tadi adalah drama karena karakter bawaan Kunti yang cuek dan tak
percekcokan dan mendadak diganti dengan babak
baru, yaitu  lakon sepasang sejoli nan harmonis, manis,
dan idealis.
 
Akting tadi  lumayan bagus guna menjaga imej
atau jaim.  Mereka memakai topeng imajiner di wajah
asli mereka. Topeng itu dinamakan persona,  yang
berasal dari kata  per-sonare, artinya  berbunyi melalui
topeng.
 
Persona adalah  istilah dalam pertunjukan sandiwara
tradisi bangsa Yunani kuno. Si pemakai topeng
memainkan peran sebagai tokoh yang dilambangkan
oleh wajah topeng tersebut, menjadi pribadi yang
berbeda dengan dirinya.
 
Tiga tahun yang lalu, ketika Kimon dan Kunti
masih berpacaran, pasutri itu pernah memakai
topeng tersebut. Kimon yang aslinya adalah
pribadi sok kuasa, egois, mudah tersinggung, dan
pelit bertransformasi di hadapan Kunti menjadi
sosok cowok penyayang, penyabar, dan penuh perhatian.
 

- 51 - MERASUL EDISI 37 # Desember 2020 - Januari 2021

SERBANEKA

pedulian muncul kembali sehingga ia lalai akan bayi, bahkan tega memukul pantatnya ketika mengganti
tugasnya. popok.

   Naluri si bayi memberitahu bahwa ibunya tak senang
Sebaliknya, Kunti yang menuduh suaminya menyukai akan caranya dan ketakutannya itu terekam di bawah
cowok ganteng, sebenarnya lantaran memang sadarnya. Sejak itu, si bayi tidak menangis ketika
didasari oleh sisi kelam diri Kunti yaitu  suka mengompol walaupun merasa tidak nyaman. Dia mulai
bergosip. Sejujurnya, Kunti sendirilah yang memakai persona sebagai anak manis.
diam-diam tertarik kepada Sun lalu tanpa sadar
mencemburui  Kimon. Padahal sebenarnya Kimon Menurut Pater Bock, saat anak menginjak usia
sedang berusaha menjelaskan gagasannya agar satu sampai dua tahun, ia mulai diakui sebagai
Sun bersedia mendukungnya. anggota keluarga. Orang tuanya mulai membekali
 Seandainya Kimon dan Kunti berkeinginan sejumlah aturan yang harus dipatuhi. Tujuannya agar si
menyelamatkan perkawinan mereka, maka mereka anak aman dan mengerti standar nilai-nilai yang baik
harus bisa mengendalikan ego masing-masing. Berhenti dan buruk sesuai adat budaya setempat serta agama
saling mendakwa, lalu menarik kembali proyeksi sisi yang dianut keluarganya. Dengan demikian, ia menjadi
kelamnya dari pasangannya, berdialog terbuka dalam anak yang terpuji. Topeng mulai dipakaikan kepada si
relasi cinta dan mengakui kekeliruannya. kecil. Karakter asli  yang tidak cocok dimasukkan ke
dalam kantong.
Apabila seseorang memproyeksikan sisi kelamnya
kepada orang lain, secara akal sehat itu akan menjadi Menginjak usia sekolah, beban bertambah berat
bumerang baginya karena akan berbalik meneror dirinya karena kantong diisi lagi dengan buangan-buangan
sendiri, membuatnya tidak tenang, padahal yang tereliminasi dari tuntutan disiplin, tata tertib, sopan
prasangkanya belum tentu benar.  santun, patuh, sportif, jujur, kooperatif,  dan sebagainya
yang didoktrin oleh pengajar.
 Sebaiknyalah, menerima kembali sisi kelamnya
dan mengakuinya sebagai miliknya sendiri seumur  Sifat spontan, cerewet, kritis, nekat, nakal dan
hidup karena tak mungkin dihilangkan. Isi kantong sebagainya harus dibenamkan dahulu. Misalnya, anak
bawah sadar semakin lama semakin menumpuk, lelaki yang memiliki ayah seorang tentara , dituntut
seiring dengan banyaknya bentuk topeng yang semakin ayahnya untuk bersikap tegas dan keras, padahal
beragam. sebenarnya anak tersebut memiliki tabiat lembut.

Berkembangnya persona sejalan dengan pengalaman Dunia remaja semakin berwarna-warni. Tuntutan
hidup masing-masing. Umpama ada seorang bayi semakin beragam. Harga diri, pencitraan, label,
terlahir dalam keluarga yang banyak anaknya. idola, aspirasi, serta trend perkembangan zaman
Tangisan keras si bayi di tengah malam buta karena memenuhi benak mereka, demi diterima dan diakui oleh
mengompol membuat jengkel si ibu yang sudah lelah komunitas mereka. 
mengurus banyak anak. Ia kesal dan membentak si
 Beragam topeng bisa dikenakan. Cowok yang
sebenarnya halus terpaksa harus bergaya
macho. Cewek yang keras, tegar, kasar,
urakan harus berpenampilan manis bak Cinderella
pujaan. Kantong  bawah sadar semakin bertambah
berat.

[Sumber : vecteezy.com] Pada masa dewasa, bisa saja seorang pemimpin
baru yang dulunya peragu, memaksakan diri
untuk bertindak tegas walaupun banyak keputusannya
yang salah. Itu  demi tampak berwibawa.

 Memasuki usia pertengahan dan masa pensiun,
umumnya orang semakin bijak dengan berlandaskan
nilai-nilai luhur. Fokus perhatiannya tidak lagi
tercurah pada kewajiban di luar dirinya, seperti
membangun keluarga, meniti karir, mendidik anak,
karena anak-anaknya sudah mandiri.

 Kini, waktu luangnya lebih dipusatkan
untuk menerawang ke dalam dirinya sendiri.
Penggalan hidupnya tiba pada kesadaran bahwa ia
harus menjadi pribadi yang utuh dan seimbang. Ia

- 52 - MERASUL EDISI 37 # Desember 2020 - Januari 2021

perlu memulihkan keutuhan mengakuinya.
dan kesucian hidupnya, Mengakui sisi kelam bukan
seperti pada masa
kanak- kanaknya dahulu berarti menyetujuinya, mengikuti
yang  pada saat itu tidak dan membiarkan melakukan
disadarinya. sepak terjangnya. Sisi kelam
perlu dikendalikan dan dikekang
Alhasil, ada yang berusaha serta diawasi.
menarik kembali keinginan,
kesukaan, cita-cita, impian  
masa kecilnya yang belum Ia masih berupa materi
terwujud dari kantong alamiah yang belum siap
bawah sadarnya. Maka, tak pakai,  jadi masih harus
heran kalau ada lansia yang dijinakkan, diolah, diasah,
bertingkah seperti anak kecil. dilembutkan, ditakar, ditata,
dilebur, dimatangkan sehingga
 Sesungguhnya, sisi [Sumber : favim.com] semakin utuh dan kudus, dan
kelam adalah bagian dari akhirnya dapat disalurkan pada
kepribadian kita yang hakiki, asli alamiah sebagai kegiatan sehari-hari.
bagian integral pada diri pribadi, sehingga memiliki hak  
tinggal untuk selamanya.   Proses menjadi Sisi kelam yang kita terima akan membuka
pribadi yang matang adalah proses seumur hidup, diri  untuk  tampil berubah menjadi penolong
yaitu mengenal dan menjadi diri sendiri apa adanya, yang rela menyediakan kekuatannya,  usulan-
menerima diri seutuhnya, termasuk menerima sisi usulannya, serta daya juangnya sehingga dapat
kelamnya  sendiri. dijadikan kekuatan positif.  Akan tetapi,  hendaknya kita
jangan menghilangkan kepercayaan kepada sisi terang
Hal ini dibenarkan oleh Carl Gustav Yung, kita.
psikolog dari Swiss, bahwa menyadari sisi  
kelam sendiri adalah mutlak diperlukan  bagi William Blake, pengarang Inggris, menegaskan
pengenalan diri. perlunya rekonsiliasi atau menyelaraskan kedua bagian
kepribadian kita, yaitu sisi terang dan sisi kelam. Bila
 Yung juga menekankan bahwa penerimaan diri selaras dan sama-sama dikasihi, maka tak ‘kan terjadi
seutuhnya harus meliputi semua kekuatan dan sekaligus pemilahan serta permusuhan, melainkan akan tumbuh
kelemahan diri, yang merupakan inti dari kesusilaan di seimbang. Tuhan pun mempunyai dua sifat.  Dia tegas
dalam kehidupan manusia. dan keras sebagai penegak kebenaran dan keadilan
namun sekaligus lemah lembut, penuh kasih dan
  pengampunan.
Perlunya merangkul sisi kelam yang tersimpan, justru  
karena di dalam kantong tersebut berkumpullah sifat
asli, polos, sederhana, khas, otentik, hasrat, ide, Psikolog Kanada, Jean Monbourquette, 
bakat, harapan, kesenangan, kemampuan, daya, dan mengungkapkan bahwa di balik tingkah laku negatif
gairah hidup. Semua itu adalah kekuatan yang sedang ada sisi positifnya. Sifat yang berlawanan bisa dijadikan
tersingkirkan dalam kantong karena dinilai tidak sejalan dan serasi. Maka, kita akan menjadi rendah hati,
layak untuk ditampilkan. bukan merasa sebagai orang yang luar biasa, spesial
  namun menjadi diri sendiri apa adanya dengan segala
Bila timbunan sisi kelam yang menumpuk di kesalahan, kebodohan, keburukan, dan kelemahannya.
kantong sudah penuh,  akan menjadi sangat berbahaya.
Mereka akan membentuk kepribadian mandiri dan Contoh pribadi yang seimbang adalah orang yang
memiliki pola tata kehidupan tersendiri. Ia akan menjadi lembut, ramah tapi sekali waktu dapat bertindak
kekuatan aktif yang tertahan, tersembunyi, masih liar, keras.  Seorang pemberang bisa menjadi sabar dalam
kasar, tak bersusila, menyesakkan, menyedihkan, serta mengendara pada waktu  lalu lintas macet.
menakutkan.
  Harus kita sadari, bahwa kita adalah pribadi yang unik
Bila dipicu oleh momen yang tepat dan punya energi tak ada duanya, punya keistimewaan tersendiri. Maka,
yang lebih kuat dari ego si pemilik, ia langsung naik ke tak perlulah  kita memakai topeng demi pencitraan atau
permukaan kesadaran diri, karena ingin diperhatikan, penipuan semata, seperti orang munafik. Jadilah diri
diakui, dilegalkan, diikutsertakan, dan mendorong sendiri yang sebenarnya.
perbuatan  yang mengerikan secara tak terduga. Namun,
itu adalah milik kita seutuhnya. Kita harus membuka  Ekatanaya, dari berbagai sumber
diri kepadanya, mengenalinya, menerimanya, dan

- 53 - MERASUL EDISI 37 # Desember 2020 - Januari 2021

SERBANEKA

Kado Natal Terindah bagi Lansia

TAHUN 2020 merupakan bilangan Di Paroki Sathora, Misa offline Sakramen Maha Kudus - [Foto : Penny]
angka yang sangat bagus . Banyak dilakukan mulai 16 Agustus
orang mengira, tahun itu bakal penuh 2020. Umat yang dapat hadir teruji kepantasannya ataupun oleh
dengan keberuntungan, kebahagiaan, di gereja berusia 18 tahun prodiakon. Sakramen Mahakudus
kesuksesan, dsb. sampai dengan 59 tahun. (SMK) dibawa oleh anggota keluarga
Berarti, umat dengan usia lebih atau prodiakon dalam sebuah wadah
Ternyata, harapan itu hanya angan- dari 59 tahun atau lanjut usia kecil yang disebut piksis.
angan belaka. Semuanya bertolak tidak dapat mengikuti Misa di
belakang dengan kenyataan. Tahun gereja. Hal ini tentu membuat SMK diletakkan di dalam piksis
2020 penuh dengan kesakitan, para lansia sedikit kecewa yang sudah lengkap beralaskan kain
kesedihan, ketakutan,  kematian, dan karena kerinduan menyambut putih di dalamnya dan korporale (kain
keputusasaan bagi insan di muka Tubuh Kristus secara nyata, putih untuk membungkus piksis).
bumi ini, layaknya sebuah mimpi seperti delapan bulan yang lalu Piksis dimasukkan ke dalam kantong
teramat buruk.  sebelum Covid-19 terjadi, pupus dengan tali penggantung di leher
sudah. guna memudahkan petugas PPK
Kehidupan normal manusia membawanya ke rumah umat. Piksis
seakan terhenti oleh sesuatu “yang Demi menjaga kesehatan, para dapat dibuat dari tempat rosario.
kasat mata”. Sesuatu itu disebut lansia harus menerima kenyataan ini.
Covid-19; virus yang menyebar Keyakinan bagi sebagian besar umat Namun, saat ini Gereja Sathora
dengan cepat ke seluruh dunia dan Katolik bahwa Tubuh Kristus adalah sudah mempersiapkan piksis secara
memporakporandakan seluruh Obat yang Paling Mujarab di dunia, lengkap untuk dibawa oleh petugas
tatanan kehidupan normal di muka yang kita sambut dalam Ekaristi PPK ke rumah masing-masing umat.
bumi ini, termasuk menggereja.  tidak dapat lagi dirasakan. Semuanya Umat bisa menerima piksis di dalam
tinggal kenangan meski “digantikan” rumah atau di teras rumah dengan
Awal April, semua tempat oleh Doa Komuni Batin. mengenakan pakaian yang pantas,
beribadah termasuk gereja dibatasi. selayaknya menyambut Tubuh
Umat tidak dapat lagi beribadah Perkataan imam dalam Ekaristi, Kristus di gereja sambil membawa
bersama di gereja untuk mengikuti “Cecaplah... Inilah Tubuh-Ku... “ tidak lilin dan meletakkan piksis di meja
Ekaristi, baik Misa Harian maupun dapat lagi dirasakan oleh para lansia altar yang sudah disiapkan di dalam
Misa Minggu. Hal ini terutama secara nyata. Semua yang terjadi rumah mereka. Lalu, mereka berdoa
berlaku bagi anak anak dan para harus diterima dengan hati yang secara khusyuk. 
lansia. Untuk mencegah penularan lapang dan tetap bersyukur. Hanya
virus yang terjadi dengan cepat, melalui doa, para lansia memohon Kerinduan para lansia dan
akhirnya Keuskupan Agung Jakarta kepada Allah di Surga kiranya Tubuh mereka yang tidak dapat mengikuti
mengeluarkan peraturan agar Kristus dapat dicecap lagi secara Misa offline untuk menerima
semua Misa dilakukan secara online nyata. Tubuh Kristus secara nyata,
di rumah masing-masing melalui terkabul. Misa Adven ke-1 dan
handphone, televisi, laptop, dan Hingga pada akhirnya, doa selanjutnya meskipun masih secara
sebagainya, yang difasilitasi oleh para lansia maupun mereka yang online, terasa begitu mengharukan.
masing-masing paroki. Tidak ada lagi merindukan Tubuh Kristus secara Di hadapan Sakramen Mahakudus di
Ekaristi di gereja bagi semua umat nyata terkabul. meja altar, umat menyambut Natal
baik muda maupun tua. di rumah layaknya berada di dalam
Tiga bulan sejak Misa offline gereja, sebuah kado yang teramat
Hal ini berlangsung selama diadakan, tepatnya pada 29 indah khususnya bagi para lansia.
berbulan-bulan. Umat yang November 2020, Uskup Agung
mengikuti Ekaristi secara online Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Penny Susilo
menerima Sakramen Mahakudus mengeluarkan izin bagi tiap paroki
(SMK) atau Tubuh Kristus melalui untuk memberikan Tubuh Kristus
Komuni Batin. Seakan umat secara bagi umat yang mengikuti Misa
nyata menerima Tubuh Kristus. online; dari mereka yang sudah
menerima Komuni Pertama sampai
Kemudian, secara bertahap, yang berusia lanjut di rumah masing-
Keuskupan Agung Jakarta memberi masing. Syaratnya, penerima
izin untuk kembali mengadakan menyadari tidak sedang dalam
Ekaristi di gereja atau Misa offline keadaan dosa berat.
dengan beberapa persyaratan. Salah
satunya, umat yang berusia di bawah Pelayanan Penerimaan Komuni
usia 59 tahun dapat mengikuti Misa (PPK) online di rumah dapat
offline. Tidak demikian dengan anak dilakukan oleh salah seorang
anak dan lansia. anggota keluarga yang sudah

- 54 - MERASUL EDISI 37 # Desember 2020 - Januari 2021

SOSOK UMAT

Melayani dengan Sepenuh Hati pengasuhan orang

“MENITI karir bisa pensiun, tetapi melayani tuanya yang hidup
Tuhan dan sesama tidak pernah berakhir dalam Tuhan.
dan berlangsung seumur hidup.” Begitu
motto Corry,  demikian Cornelia Benyamina Bungsu dari
Wenas biasa dipanggil di dalam keluarga enam bersaudara
dan komunitasnya. ini lahir dari ibu
Katolik dan ayah
Sejak remaja, Corry sudah biasa Protestan. Ketika
berorganisasi. Jiwa kepemimpinannya berusia empat
sudah kentara. Dimulai dari menjadi hari, perempuan
Ketua OSIS SMA Theresia (d/h St.Ursula kelahiran
II) Jakarta. Pada saat itu, Corry juga aktif
mengikuti basket, drum band, tarian klasik Bandung ini dibaptis
Jawa, dan paduan suara (koor). di Gereja Katedral St.Petrus Bandung.
Didikan Katolik terus terpelihara, karena
Kemudian Corry melanjutkan studi sejak kecil ia bersekolah  di TK Santa
di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Maria Bandung, dilanjutkan di SD, SMP,
Universitas Tarumanagara.Ia aktif dalam SMA Theresia Jakarta. Di Jakarta, Corry
kegiatan Ikatan Mahasiswa Arsitektur sekeluarga tinggal di Jalan Proklamasi,
Tarumanegara (IMARTA). Ia pernah kemudian mereka pindah masih di
menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa kawasan Menteng.
Fakultas Teknik Tarumanagara.
Pada tahun 1985, Corry dan Theodorus
Dengan segudang kegiatan organisasi, Tirtawidjaya melangsungkan pemberkatan
nyatanya prestasi akademik Corry perkawinan di Gereja  St. Theresia Jakarta.
tidak terganggu. Terbukti, ia pernah Tahun 1987, mereka pindah ke Persada
menjadi asisten dosen. Tugasnya adalah Sayang. Mereka dikaruniai buah cinta,
membimbing rekan mahasiswa dalam Reginald dan Chriestiana. Corry melayani
latihan praktik menggambar arsitektur sebagai Sekretaris Lingkungan St.Paulus
dan membantu praktikum kerja kelompok. (sebelum menjadi St. Elisabeth 3).
Ia juga mengasistensi ketika dosen
berhalangan memberi kuliah. Di tengah kesibukannya sebagai dosen,
Corry melayani umat lingkungan dan
Setelah lulus kuliah, bersama beberapa Sekolah Anak Misioner (Sekami). Sebagai
teman, Corry sempat mendirikan pengurus lingkungan, Corry mempunyai
perusahaan yang bergerak di bidang kesan yang mendalam. “Umat begitu
kontraktor, desain, dan developer. kompak, aktif, dan partisipasif, tercermin
Perusahaan ini ditanganinya selama sewaktu rekoleksi lingkungan di Cibulan
sepuluh tahun.  Lalu, Corry menjadi dosen yang dibimbing Romo Hadi Suryono,”
tidak tetap, kemudian diangkat menjadi kenangnya.
dosen tetap di almamaternya.
Sekarang, Corry aktif dalam Legio Maria,
Karirnya berjenjang dengan cemerlang. Koor Ave Regina, pengurus Lansia, St.
Mulai dari menjadi Sekretaris Jurusan Monika, St. Yusuf, PDKK, Seminar Hidup
Arsitektur,  kemudian menjadi Ketua Dalam Roh (SHDR), Kursus Evangelisasi
Jurusan Arsitektur. Karirnya sebagai dosen Pribadi (KEP), dan Bina Lanjut KEP.
yang dimulai pada tahun 1978 berlanjut
terus sampai masa purna bakti sebagai Pada Agustus 2020, Corry menjadi Ketua
Pembantu Dekan II Bidang Administrasi Lingkungan St. Elisabeth 3. “Dengan
dan Keuangan Fakultas Teknik memohon penyertaan Tuhan Yesus, saya
Tarumanagara. menerima tanggung jawab untuk melayani
umat,” katanya. Corry juga mengharapkan
Corry menyadari bahwa apa yang kerja sama dan doa seluruh umat agar
diperolehnya merupakan karunia Tuhan. program lingkungan dapat terlaksana
“Tanpa Tuhan Yesus, tidak mungkin semua dengan baik. Fatolly Panarto

yang saya peroleh ini bisa terjadi,” ujarnya.
Imannya yang begitu kuat bukan kebetulan.
Semuanya terjadi berkat pendidikan dan Cornelia Benyamina Wenas

Lingkungan Elisabeth 3

[Foto : dok pribadi]

- 55 - MERASUL EDISI 37 # Desember 2020 - Januari 2021


Click to View FlipBook Version