BAHAN AJAR KEMINANGKABAUAN KELAS 4 BAB 1 Oleh Kelompok 5
ASAL USUL NAMA MINANGKABAU Provinsi Sumatera Barat didominasi oleh penduduk dari suku Minang. Sebanyak 4.846.909 jiwa penduduk Sumatera Barat beretnis Minang. Namun, tahukah kamu dari mana sebenarnya asal usul penyebutan suku Minang?Suku Minang terletak di Sumatera Barat, sebagai satu provinsi yang terletak di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Sumatera Barat dikenal dengan makanan yang banyak memiliki cita rasa bumbu dan rempahrempah Indonesia, salah satunya rendang.
Menurut isi buku kecil Sejarah Situs-situs Budaya Minangkabau di Jorong Batur, umumnya sejarah Minangkabau hanya dapat diketahui dari Tambo. Tambo merupakan hiyakat ataupun cerita yang menjelaskan tentang asal-usul nenek moyang orang Minangkabau, hingga tersusunnya berbagai peraturan yang tersusun hingga saat ini. Namun begitu, muncul sebuah penilaian bahwa hanya sekitar 2 persen isi cerita dalam tambo yang adalah fakta sejarah. Hal ini disebabkan karena isi tambo dipenuhi dengan interpretasi umum, maupun pribadi.
Jenis tambo sangatlah variatif, di antaranya tambo tulisan, lisan, asli, saduran, dan terjemahan. Sementara itu, tambo yang tersebar di Sumatera dinamakan dengan Tambo Layang. Tambo Layang telah berumur sekitar 200 tahun. Tambo jenis ini, berisi tentang tulisan Arab Melayu. Meski adanya ketiadaan sejarah Minangkabau yang tidak pasti, masyarakat Minangkabau percaya bahwa asal-usul nenek-moyang mereka berasal dari puncak gunung merapi di Sumatera Barat.
Sejarah bermula pada masa kerajaan Adityawarman. Adityawarman adalah seorang raja yang pernah memerintah di Pagaruyungan, pusat Kerajaan Minangkabau. Tidak hanya itu, dirinya juga merupakan raja pertama yang memperkenalkan sistem kerajaan di Sumatera Barat. Kemudian pada abad ke-17, provinsi ini mulai lebih terbuka dengan provinsi lainnya, khususnya Aceh. Sebelumnya, masyarakat Minangkabau didominasi oleh agama Budha, namun demikian akhirnya masyarakat Minangkabau didominasi oleh agama Islam. Sementara itu, kata Minang yang dipakai pada desa ini berawal dari adanya isu yang beredar bahwa Kerajaan Pagaruyung akan diserang oleh Kerajaan Majapahit dari Provinsi Jawa. Atas kerajaan tersebut, maka terjadilah peristiwa adu kerbau.
Peristiwa adu kerbau ini, akhirnya dimenangi oleh kerbau minang. Kemenangan tersebut, memunculkan kata minang dan kabau. Sehingga selanjutnya, kedua kata tersebut dijadikan nama desa Minangkabau. Sebagai pengingat dari kemenangan peristiwa adu kerbau antara Kerajaan Paguruyung dan Kerajaan Majapahit, masyarakat Minangkabau mendirikan rangkiang atau rumah loteng yang atapnya mengikuti bentuk tanduk kerbau. Beberapa tulisan sejarah mengatakan, transportasi masyarakat Minangkabau pada saat itu adalah kerbau. Hal ini didorong dengan adanya pernyataan bahwa agama yang dipercaya saat itu mengajarkan untuk menyayangi binatang seperti, gajah, kerbau, dan lembu.
Runtuhnya kerajaan Paguruyung, dan adanya pengaruh dari Belanda di Perang Padri, membuat daerah pedalaman Minangkabau menjadi bagian dari Pax Netherlandica atau politik kolonial Belanda, yang berupaya menyatukan wilayah jajahan Belanda.Selain suku Minangkabau, di Sumatera Barat juga terdapat suku lainnya seperti, suku Mandailing, dan suku Batak. Munculnya suku-suku tersebut berawal ketika adanya Perang Paderi, pada abad ke-18. Kemudian, saat ini Sumatera Barat atau Minangkabau terdiri dari 19 kota dan kabupaten. Suku Minangkabau hingga sekarang tetap memegang teguh ungkapan “Adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” atau Adat yang didasari oleh hukum Islam, dan mengacu kepada Kitabullah.
NAMA-NAMA TOKOH MINANGKABAU Berikut adalah beberapa tokoh penting di Minangkabau pada zaman kerajaan dahulu: 1. Adityawarman (1347 - 1375) Adityawarman adalah seorang raja yang memerintah Kerajaan Malayapura di Minangkabau pada abad ke-14. Ia dikenal sebagai tokoh yang memperluas pengaruh kerajaan hingga ke daerah-daerah yang sekarang menjadi bagian dari Sumatera Barat. Adityawarman juga terkenal karena mendirikan beberapa prasasti yang masih bisa ditemukan hingga kini, yang mencatat peristiwa penting selama pemerintahannya. 2. Datuak Katumanggungan Datuak Katumanggungan adalah salah satu dari dua tokoh legendaris yang sering disebut dalam tambo Minangkabau (sejarah lisan Minangkabau). Ia diyakini sebagai pendiri dari salah
satu kelarasan (kelompok adat) besar di Minangkabau, yaitu Koto Piliang. Sistem Koto Piliang dikenal dengan struktur sosial yang hierarkis dan pemerintahan yang terpusat. 3. Datuak Parpatiah Nan Sabatang Datuak Parpatiah Nan Sabatang adalah tokoh legendaris lainnya yang mendirikan kelarasan Bodi Caniago, yang merupakan tandingan dari Koto Piliang. Bodi Caniago dikenal dengan sistem sosial yang lebih egaliter dan demokratis. Kedua tokoh ini sering disebut sebagai arsitek dari dua sistem adat besar yang ada di Minangkabau. 4. Rajo Ibadat (Raja Ibadat) Rajo Ibadat adalah seorang raja yang memimpin Minangkabau pada masa kerajaan Pagaruyung. Pemerintahannya dikenal dengan penekanan pada aspek keagamaan dan moralitas dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Peran raja ini sangat penting dalam menyebarkan Islam di wilayah tersebut.
5. Rajo Adat (Raja Adat) Rajo Adat adalah raja yang berfokus pada pengembangan dan pelestarian adat istiadat Minangkabau. Ia bertanggung jawab atas penerapan hukum adat dan norma-norma sosial yang mengatur kehidupan masyarakat sehari-hari. Pengaruhnya sangat kuat dalam menjaga tradisi dan budaya Minangkabau. 6. Tuanku Imam Bonjol (1772 - 1864) Meskipun bukan dari masa kerajaan kuno, Tuanku Imam Bonjol adalah tokoh penting dalam sejarah Minangkabau yang memimpin Perang Padri melawan penjajahan Belanda pada awal abad ke-19. Ia adalah seorang ulama dan pemimpin yang gigih memperjuangkan kemerdekaan dan syariat Islam.
7. Tuanku Nan Renceh Tuanku Nan Renceh adalah salah satu pemimpin gerakan Padri, yang juga berperan besar dalam perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Ia merupakan salah satu ulama yang berpengaruh dalam menyebarkan paham puritan Islam di Minangkabau. 8. Rajo Basa Rajo Basa adalah salah satu raja yang memerintah di Minangkabau yang dikenal dalam legenda dan cerita rakyat. Ia terkenal dengan kebijaksanaan dan kemampuannya dalam memimpin serta mengatur masyarakatnya. Para tokoh tersebut merupakan bagian integral dari sejarah dan budaya Minangkabau, yang telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk identitas dan sistem sosial masyarakat Minangkabau hingga saat ini.