The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Sejarah X-A Haryo, Yustiens, Ronald_20240220_220124_0000

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Yustiens Wltr, 2024-02-20 15:35:04

Sejarah X-A Haryo, Yustiens, Ronald_20240220_220124_0000

Sejarah X-A Haryo, Yustiens, Ronald_20240220_220124_0000

Kerajaan Hindu Buddha Kelompok: Haryo Aidan Nazar Yustiens Willantara Ronald Daya


Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia merujuk pada kerajaankerajaan yang muncul dan berkembang di wilayah Nusantara pada periode sejarah ketika agama-agama Hindu dan Buddha memainkan peran penting dalam masyarakat dan pemerintahan. Periode ini meliputi kira-kira abad ke-4 hingga abad ke-16 Masehi. Ciri-ciri utama kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia melibatkan penerapan agama Hindu atau Buddha sebagai agama resmi dan pengaruh kuat dari budaya India dalam seni, sastra, arsitektur, dan sistem pemerintahan. Agama Hindu dan Buddha membawa konsep-konsep keagamaan, filsafat, dan tata nilai yang memengaruhi struktur sosial, politik, dan kebudayaan di kerajaan-kerajaan ini. Penjelasan


Beberapa kerajaan Hindu-Buddha terkenal di Indonesia meliputi Srivijaya di Sumatera, Majapahit di Jawa, Kutai Martadipura di Kalimantan Timur, dan sejumlah kerajaan di Jawa Barat seperti Tarumanagara dan Pajajaran (Sunda). Selama periode ini, banyak monumen, seperti candi-candi, dan naskah-naskah sastra yang menceritakan epik-epik seperti Mahabharata dan Ramayana, dibuat dan menjadi bagian integral dari warisan budaya Indonesia. Meskipun kemudian agama Islam menjadi dominan dan menggantikan Hindu-Buddha sebagai agama mayoritas di Indonesia, warisan budaya dan sejarah kerajaan HinduBuddha tetap memiliki dampak yang signifikan dalam pembentukan identitas dan kekayaan budaya Indonesia hingga saat ini.


Kerajaan Hindu Buddha Di Indonesia Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia tentu membawa pengaruh yang cukup signifikan di beberapa bidang, seperti kebudayaan, kepercayaan, ekonomi, sosial, dan pemerintahan. Perkembangan pesat agama Hindu-Buddha juga diikuti dengan berdirinya banyak kerajaan bercorak Hindu-Buddha pada masa itu. Berikut penjelasan dari beberapa kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri di Nusantara


Kerajaan Sriwijaya Sebagai pusat perdagangan maritim di Asia Tenggara, Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan terbesar pada zamannya. Terletak di Sumatera Selatan, kerajaan ini membangun hubungan dagang yang erat dengan negara-negara sekitarnya, seperti Tiongkok, India, dan Arab. Arsitektur candi-candi seperti Candi Muara Takus dan Candi Bahal adalah bukti keberadaan Sriwijaya. Selain itu, artefak-artefak dari kerajaan ini seperti prasasti dan ukiran batu juga memberikan wawasan tentang kehidupan di Sriwijaya pada masa lampau.


Arsitektur PRASASTI Arsitektur Kerajaan Sriwijaya mencerminkan kekayaan budaya dan kekuasaan politiknya. Bangunan istana dan candi-candi seperti Candi Muara Takus dan Candi Bahal menampilkan pengaruh gaya India dan lokal, dengan penggunaan batu bata merah dan relief-relief Buddha yang indah. Prasasti-prasasti di Kerajaan Sriwijaya memberikan informasi penting tentang pemerintahan, agama, dan hubungan diplomatik Sriwijaya dengan kerajaan lain di Asia Tenggara pada masa itu, seperti Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuwo, dan Prasasti Kota Kapur.


Kerajaan Kutai Sebagai salah satu kerajaan tertua di Indonesia, Kerajaan Kutai memainkan peran penting dalam sejarah kepulauan Nusantara. Berpusat di Kalimantan Timur, kerajaan ini telah menghasilkan berbagai peninggalan bersejarah, termasuk arsitektur candi dan patung yang mencerminkan pengaruh Hindu-Buddha. Candicandi seperti Candi Muara Jambi dan Candi Agung Kutai menjadi bukti keberadaannya. Selain itu, prasasti-prasasti dan artefak seni yang ditemukan juga memberikan wawasan tentang kehidupan sosial, agama, dan budaya masyarakat Kutai pada masa itu.


Arsitektur PRASASTI Arsitektur Kerajaan Kutai Martadipura mencerminkan kecemerlangan budaya dan politik mereka, dengan pengaruh India dan lokal dalam bangunan-bangunan istana dan candicandi seperti Candi Muara Kaman dan Candi Agung. Prasasti Kutai, seperti Prasasti Mulawarman, memberikan informasi tentang sejarah, pemerintahan, dan kehidupan sosial di kerajaan tersebut, termasuk catatan tentang raja-raja, kegiatan keagamaan, serta struktur sosial dan budaya masyarakat pada masa itu.


Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia, yang berpusat di Jawa Timur. Dibawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya. Arsitektur candi-candi seperti Candi Jago dan Candi Singosari mencerminkan kemegahan Majapahit. Selain itu, seni relief pada candi-candi tersebut menggambarkan kisah-kisah epik dan ajaran agama yang dipegang oleh masyarakat Majapahit. Kerajaan Majapaahit


Arsitektur PRASASTI Arsitektur Majapahit menampilkan keindahan dan kecemerlangan budaya mereka dengan penggabungan elemen Hindu-Buddha dan gaya lokal Jawa dalam bangunanbangunan seperti candi, istana, dan benteng, seperti Candi Penataran dan Benteng Kastil Trowulan.. Prasasti-prasasti Majapahit, seperti Prasasti Sukabumi, mencatat tentang pemerintahan, kehidupan sosial, dan budaya kerajaan, sedangkan Prasasti Wurare dan Prasasti Canggal memberikan informasi tentang kebijakan pemerintahan dan penghargaan terhadap tokoh penting pada masa itu.masa itu.


Kerajaan Mataram Kuno Mataram Kuno merupakan salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia pada masa lampau. Berpusat di Jawa Tengah, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Sailendra. Kompleks candi Borobudur yang megah adalah salah satu bukti keagungan Mataram Kuno. Dengan relief-relief yang rumit dan patungpatung Buddha yang megah, Borobudur menjadi salah satu warisan budaya dunia yang tak ternilai harganya.


Arsitektur PRASASTI Arsitektur Mataram Kuno menampilkan kekuatan politik mereka dengan bangunan-bangunan istana dan candi-candi seperti Candi Prambanan dan kompleks candi Sewu, dengan gaya arsitektur Hindu-Buddha yang khas dan relief-relief yang halus.. Prasasti-prasasti Mataram Kuno, seperti Prasasti Kalasan dan Prasasti Sojomerto, memberikan informasi tentang pemerintahan, agama, dan kehidupan sosial pada masa itu, termasuk pembangunan candi sebagai tempat ibadah Buddha dan pemberian tanah kepada para pendeta..


Kerajaan Pajajaran Juga dikenal sebagai Kerajaan Sunda, Pajajaran berdiri di Jawa Barat dan mencapai masa kejayaannya pada abad ke-14 Masehi. Arsitektur candi seperti Candi Cangkuang dan Candi Batujaya menunjukkan keberadaan agama Hindu-Buddha dalam kebudayaan Pajajaran. Selain itu, seni ukiran kayu dan seni keramik juga berkembang pesat di bawah perlindungan kerajaan ini, dengan banyak karya seni yang ditemukan hingga saat ini.


Arsitektur PRASASTI Arsitektur Kerajaan Pajajaran menampilkan keindahan gaya arsitektur Sunda dalam bangunan-bangunan istana dan candicandi seperti Candi Cangkuang dan Situ Ciburuy, sering menggunakan bahan alami seperti kayu dan bambu dengan ornamen yang mencerminkan kehidupan masyarakat Pajajaran... Prasasti-prasasti Kerajaan Pajajaran, seperti Prasasti Batutulis, memberikan informasi tentang sejarah, pemerintahan, dan budaya mereka, termasuk catatan tentang pembangunan infrastruktur dan kehidupan sosial-religius di wilayah Pajajaran.


Kerajaan Tarumanegara Terletak di Jawa Barat, Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu-Buddha pertama yang tercatat secara tertulis di Indonesia. Prasasti-prasasti seperti Prasasti Kebon Kopi dan Prasasti Ciaruteun memberikan gambaran tentang organisasi politik, struktur sosial, dan kepercayaan agama pada masa itu. Arsitektur candi-candi seperti Candi Batujaya dan Candi Panunggangan juga menunjukkan tingkat kecanggihan teknik konstruksi dan seni pada zaman Tarumanegara.


Arsitektur PRASASTI Arsitektur Tarumanagara mencerminkan pengaruh HinduBuddha dengan contoh terkenal seperti Candi Batujaya di Jawa Barat, menampilkan gaya arsitektur Hindu klasik dengan tiga candi utama yang didedikasikan untuk Dewa Siwa, Dewi Durga, dan Dewa Wisnu. Prasasti-prasasti Tarumanagara, seperti Prasasti Ciaruteun dan Prasasti Pasir Awi, memberikan informasi tentang sejarah, kebudayaan, dan agama di wilayah tersebut pada masa itu, termasuk pembangunan infrastruktur dan aspek kehidupan sosial..


Kerajaan Singhasari Didirikan oleh Ken Arok pada abad ke-13 Masehi di Jawa Timur, Singhasari mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Kertanegara. Arsitektur candi seperti Candi Singhasari dan Candi Jawi masih dapat ditemukan sebagai bukti sejarahnya. Selain itu, seni patung dan seni ukiran kayu juga berkembang pesat pada masa ini, menciptakan karya seni yang megah dan bersejarah.


Arsitektur PRASASTI Arsitektur Singhasari menampilkan kemegahan dengan gaya Hindu-Buddha yang khas dalam bangunan-bangunan seperti Candi Singhasari dan Pura Luhur Poten, dengan relief-relief dan ornamen-ornamen yang rumit. Prasasti-prasasti Kerajaan Singhasari, seperti Prasasti Kidal, memberikan informasi tentang pemerintahan, agama, dan kehidupan sosial pada masa itu, termasuk pembangunan candi sebagai bentuk penghormatan kepada dewa.


Kerajaan Bali Kuno Berdiri sekitar abad ke-10 hingga ke-14 Masehi di Pulau Bali, Kerajaan Bali Kuno terkenal dengan arsitektur candi seperti Candi Gunung Kawi dan Candi Tebing Kertha Gosa. Selain itu, seni tari, seni musik, dan seni lukis juga berkembang pesat di bawah perlindungan kerajaan ini, menciptakan warisan seni yang kaya dan beragam. Kerajaan ini juga dikenal dengan sistem pemerintahannya yang kompleks dan tradisi keagamaan yang kuat.


Arsitektur PRASASTI Arsitektur Kerajaan Bali Kuno menampilkan gaya Hindu-Buddha dengan ornamen yang rumit dan warna-warna cerah, terlihat dalam bangunan-bangunan seperti Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur. Prasasti-prasasti Kerajaan Bali Kuno, seperti Prasasti Blanjong, memberikan informasi tentang sejarah, pemerintahan, dan kehidupan sosial pada masa itu, termasuk catatan tentang pemberian tanah oleh raja kepada seorang pendeta..


Kerajaan Kediri Berdiri sekitar abad ke-11 hingga ke-13 Masehi di Jawa Timur, Kerajaan Kediri dikenal dengan arsitektur candi seperti Candi Penataran dan Candi Kedaton. Bangunan-bangunan ini dihiasi dengan relief-relief yang menggambarkan kisah-kisah epik dan ajaran agama Hindu-Buddha. Seni patung dan ukiran kayu juga berkembang pesat pada masa pemerintahan Kediri.


Arsitektur PRASASTI Arsitektur Kerajaan Kediri menampilkan gaya Hindu-Buddha dengan relief-relief halus dan ornamen yang indah dalam bangunan-bangunan seperti Candi Penataran dan Candi Jawi, mencerminkan kekuatan politik dan kekayaan spiritual kerajaan pada masa itu. Prasasti-prasasti Kerajaan Kediri, seperti Prasasti Malang dan Prasasti Jago, memberikan informasi tentang sejarah, pemerintahan, dan kehidupan sosial pada masa itu, termasuk pembangunan candi sebagai tempat ibadah Buddha dan kebijakan pemerintahan yang penting...


Arsitektur PRASASTI Arsitektur Kerajaan Kediri menampilkan gaya Hindu-Buddha dengan relief-relief halus dan ornamen yang indah dalam bangunan-bangunan seperti Candi Penataran dan Candi Jawi, mencerminkan kekuatan politik dan kekayaan spiritual kerajaan pada masa itu. Prasasti-prasasti Kerajaan Kediri, seperti Prasasti Malang dan Prasasti Jago, memberikan informasi tentang sejarah, pemerintahan, dan kehidupan sosial pada masa itu, termasuk pembangunan candi sebagai tempat ibadah Buddha dan kebijakan pemerintahan yang penting...


Kerajaan Kanjuruhan Merupakan kerajaan yang berdiri sekitar abad ke-7 hingga ke-10 Masehi di Jawa Timur. Arsitektur candi seperti Candi Bajang Ratu menjadi saksi bisu kejayaannya. Selain itu, seni relief pada prasasti-prasasti juga menggambarkan kehidupan dan kebudayaan pada masa itu. Kerajaan ini dikenal dengan kekayaan budayanya, termasuk seni tari, seni musik, dan seni sastra.


Arsitektur PRASASTI Struktur Kerajaan Kanjuruhan terdiri dari raja sebagai pemimpin tertinggi, dibantu oleh bangsawan dan pejabat istana. Mereka menjalankan administrasi, kebijakan pemerintahan, dan sistem pajak serta militer untuk menjaga keamanan kerajaan. Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan termasuk situs arkeologi seperti Candi Singosari dan Prasasti Jago yang memberikan informasi tentang sejarah dan kehidupan sosial masyarakat pada masa itu.


Kerajaan Kahuripan Kahuripan adalah salah satu dari tiga kerajaan awal di Jawa Timur, yang aktif sekitar abad ke-10 hingga ke-11 Masehi. Peninggalan arsitektur candi seperti Candi Belahan dan Candi Jabung mencerminkan kemegahan dan kekayaan budaya Kahuripan. Selain itu, seni ukiran batu dan perunggu juga berkembang pesat pada masa ini, menghasilkan karya seni yang indah dan beragam.


Arsitektur PRASASTI Struktur Kerajaan Kanjuruhan terdiri dari raja sebagai pemimpin tertinggi, dibantu oleh bangsawan dan pejabat istana. Mereka menjalankan administrasi, kebijakan pemerintahan, dan sistem pajak serta militer untuk menjaga keamanan kerajaan. Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan termasuk situs arkeologi seperti Candi Singosari dan Prasasti Jago yang memberikan informasi tentang sejarah dan kehidupan sosial masyarakat pada masa itu.


Kerajaan Dharmasraya Kerajaan Dharmasraya adalah kerajaan Hindu-Buddha di Sumatera Barat, Indonesia, aktif sekitar abad ke-12 hingga ke-14 Masehi. Terkenal dalam perdagangan internasional, terutama dengan kerajaan-kerajaan Asia Tenggara dan Tiongkok. Peninggalan arsitektur dan prasasti menunjukkan keberadaannya, namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan budayanya.


Arsitektur PRASASTI Informasi spesifik tentang arsitektur Kerajaan Dharmasraya terbatas, tetapi kemungkinan mencerminkan pengaruh HinduBuddha dengan artefak seperti bangunan candi dan struktur lainnya yang menunjukkan keberagaman budaya di wilayah tersebut.. Prasasti Padang Roco adalah sebuah prasasti yang ditemukan pada tahun 1911 di hulu sungai Batanghari, kompleks percandian Padangroco, nagari Siguntur, kecamatan Sitiung, kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Prasasti ini merupakan sebuah lapik arca Amoghapāśa yang pada empat sisinya terdapat manuskrip.


END


Click to View FlipBook Version