The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PENCIPTAAN KARYA TARI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nefi Sriwahyuni, 2023-12-03 01:26:22

BAHAN AJAR

PENCIPTAAN KARYA TARI

Keywords: BAHAN AJAR

BAHAN AJAR A. Konsep Karya Tari Tari kreasi adalah jenis tari dengan pola gerak berasal dari gerak-gerak tari tradisional yang sudah ada. Pengembangan tari kreasi ini dilakukan dengan pengolahan gerak yang lebih bervariatif. Adapun beberapa ciri-ciri dari tari kreasi adalah sebagai berikut: 1. Tari kreasi mengikuti perkembangan zaman. 2. Mengungkapkan ekspresi dan kreativitas. 3. Tetap mempertahankan nilai dan makna tradisional. 4. Diiringi dengan musik modern yang sesuai dengan gerakan tari. Jenis tari kreasi 1. Tari kreasi berpola tradisi Tari kreasi berpola tradisi adalah tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi, baik secara koreografi, iringan, rias busana maupun tata teknik pentasnya tanpa menghilangkan esensi tradisinya. 2. Tari kreasi tidak berpola tradisi (nontradisi) Tari kreasi tidak berpola tradisi adalah tari kreasi yang betul-betul lepas dari unsur tradisi, baik gerak, iringan, maupun rias busananya. Tari jenis ini dikenal pula sebagai tari kontemporer. Tarian ini bisa dimasukkan ke kategori tari modern, yang istilahnya berasal dari kata Latin yaitu 'modo', yang berarti baru saja. Kreasi Karya tari adalah sebuah produk dari masyarakat. Dalam karya tari akan tercermin budaya masyarakat penyangganya. Berbagai tari tentunya sudah kita tonton, ada tari nelayan, tari tani, tari berburu, dan tari metik teh. Dari pengamatan itu kita sudah bisa menduga, bahwa tari nelayan terlahir dari masyarakat pelaut dan tari tani lahir dari masyarakat petani. Tari tersebut tercipta oleh para seniman dengan stimulus lingkungan sekitarnya, sehingga mendorong untuk meniru gerak-gerak alami, selanjutnya diolah dengan ‘digayakan’ untuk menjadi sebuah tari. Proses pengolahan gerak itu dilakukan dengan cara penggayaan untuk memperindah (stilatif) atau bisa juga dengan merombak gerak sehingga berbeda dari gerak asalnya (distortif). Dari contoh tari tani dan tari nelayan, kita bisa manarik simpulan bahwa tari ternyata bisa terlahir dari peniruan atau imitatif, sama halnya dengan tari merak dari Sunda dan tari Cendrawasih dari Bali, yang tercipta oleh seniman karena ketertarikannya pada keindahan dan perilaku binatang-binatang tersebut serta menjadi sumber inspirasi dalam berkarya tari. Dari dua contoh tersebut terdapat dua sumber penciptaan berkarya tari yaitu: peniruan terhadap perilaku manusia dan peniruan perilaku binatang yang selanjutnya ‘digayakan’ atau diperindah untuk keperluan tari. Selain dari tari-tari yang bersifat imitatif, terdapat pula tari yang menggambarkan tokohtokoh yang terdapat dalam cerita, seperti Gatotkaca tokoh pahlawan dalam cerita wayang Mahabarata, atau Hanoman tokoh pahlawan dalam cerita Ramayana. Penggambaran tokohtokoh tersebut dalam tari Sunda, Jawa, dan Bali memiliki persamaan dalam busana dan gerak tari dengan karakternya yang gagah. Apabila disandingkan busana tari Gatotkaca Jawa dan tari Gatotkaca Sunda, tidak terlihat perbedaannya. Begitu pula busana tari Hanoman Jawa


dan busana tari Hanoman Bali, busananya memiliki kemiripan. Akan tetapi, apabila sudah bergerak akan terlihat perbedaannya. Perbedaannya bukan hanya dari iringannya saja, tetapi perpaduan komposisi geraknya juga berbeda. Dalam hal ini, terjadi perbedaan cita rasa seniman dalam mengekspresikan tokoh-tokoh pahlawan tersebut dan menerjemahkannya dalam karya tari. Dari sisi ini kita bisa memperoleh pembelajaran bahwa sebuah karya tari bisa bersumber dari cerita dan tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita bisa diwujudkan menjadi karya tari. Tentu saja mewujudkan tokoh ke dalam karya tari memerlukan pemahaman pada sifat tokoh berdasarkan pada ceriera, lalu diolah menjadi gerak yang ‘digayakan’ berdasarkan persepsi penciptanya. Ternyata, dari sumber yang sama menghasilkan tari yang berbeda gaya. Dari pengamatan terhadap tari di atas, kita bisa memahami bahwa tari tercipta karena berbagai asal stimulus (penglihatan, pendengaran, perasaan) yang tercurahkan dalam bentuk tari dengan konsep: 1) peniruan terhadap perilaku alam, manusia, dan binatang; 2) perwujudan tokoh cerita; dan 3) mengacu lagu atau guru lagu. Adakah sumber penciptaan lainnya? Silahkan kamu diskusik Tentunya, kamu telah mengamati gerak tari dari berbagai sumber belajar dan juga telah mendiskusikan hasil pengamatan tersebut. Terdapat hal umum mengenai tari yang medianya gerak yaitu memiliki tenaga, ruang, dan waktu. Masih ingatkah konsep tenaga, ruang, dan waktu dalam tari? Komposisi/perpaduan ruang, tenaga, dan waktu yang dikelola pencipta dalam berkarya tari akan menumbuhkan tata tari yang unik. Penafsiran yang berbeda terhadap peristiwa alam dan tokoh dalam sebuah cerita, melahirkan gaya tari yang berlainan. Hal tersebut dipengaruhi salah satunya pengalaman berkarya senimannya, sesuai dengan pepatah dimana bumi dipijak di situ langit di junjung. Nilai sebagai acuan baik-buruk bagi sebuah masyarakat akan mewarnai produknya termasuk tari. Dengan demikian, sangat tidak mungkin kita menilai keindahan tari Bali dengan konsep keindahan tari Jawa atau konsep keindahan yang dimiliki etnis lainnya. Di bawah ini terdapat foto tari karya kawan kalian yang mengembangkan unsur tenaga, ruang, dan waktu dari tema lingkungan. Contoh tari pose gerak tangan membuka lebar pose gerak menunjukkan ruang gerak luas yang terlihat antara badan dan lengan yang dilakukan penari secara berkelompok. Masing-masing penari melakukan ruang gerak yang sama. Gerak di dalam ruang dapat dilakukan sendiri, berpasangan, atau kelompok. Selain gerak memerlukan tenaga dan ruang, gerak juga memerlukan waktu. Setiap gerakan yang dilakukan membutuhkan waktu. Perbedaan cepat, lambat gerak berhubungan dengan tempo. Jadi, tempo merupakan cepat atau lambat gerak yang dilakukan. Fungsi tempo pada gerak tari untuk memberikan kesan dinamis sehingga tarian enak untuk dinikmati.


Contoh tempo dan level yang berbeda pose gerak ini penari yang satu dengan penari yang lainnya berbeda. Penari yang satu dilakukan dengan tempo yang cepat, sementara penari berikutnya dilakukan dengan tempo yang lambat, sehingga menghasilkan tempo yang berbeda dengan melakukan gerakan yang sama. Teknik Berkarya Tari Kreasi Teknik dan proses gerak tari tradisional bermacam-macam. Beruntunglah Indonesia memiliki keteknikan tari yang berbeda-beda setiap daerahnya. Boleh jadi teknik gerak dan prosesnya sama tetapi memiliki istilah berbeda, tetapi mungkin juga ada yang sama dalam teknik dan prosesnya serta memiliki istilah yang sama. Pemahaman dan pengalaman terhadap teknik gerak tari kreasi adalah dasar untuk mengeksplorasi macam teknik gerak yang dapat dirangkai menjadi sebuah tarian. Penguasaan teknik gerak dasar tari tertentu sekaligus menjadi tolak ukur mengenai nilai keindahannya. Sebagai contoh teknik tari Bali berbeda dengan teknik tari Jawa, nilai keindahannya pun berbeda. Tidak mungkin seseorang menilai tari Bali dengan teknik keindahan tari Jawa atau sebaliknya. Teknik gerak dasar ini terdiri dari: gerak kepala, gerak badan, gerak tangan, dan gerak kaki. Dari keempat teknik ini, kalian dapat mengembangkan dan menerapkan menjadi sebuah kesatuan tarian yang utuh. Nah, untuk lebih jelasnya kalian perhatikan gambar-gambar gerak tari di bawah ini. 1. Teknik gerak kepala 2. Teknik gerak badan


3. Teknik gerak tangan 4. Teknik gerak kaki B. Proses Merangkai Gerak Tari Kreasi Dari pengalaman sebelumnya yang telah kamu lakukan secara naluriah, sebenarnya kamu telah membuat sebuah karya tari yang secara teoritis mengikuti langkah dan kaidah proses penciptaan tari, seperti yang telah diungkapkan oleh Hawkins (2003) dalam bukunya yang berjudul Creating through the Dance. Adapun langkahnya sebagai berikut. 1. Eksplorasi yaitu pengalaman melakukan penjajakan gerak, untuk menghasilkan teknik gerak. Pada kegiatan ini kamu dipersilahkan untuk berimajinasi dan melakukan penafsiran gerak


terhadap apa yang telah dilihat dan didengar. Kamu dapat bebas bergerak mengikuti kata hati, mengikuti imajinasi/daya hayal, dan menafsirkannya ke dalam bentuk gerak. 2. Improvisasi yaitu pengalaman secara spontanitas mencoba atau mencari kemungkinan teknik gerak yang telah diperoleh pada waktu eksplorasi. Dari setiap teknik gerak yang dihasilkan pada waktu eksplorasi/pencarian gerak, selanjutnya dikembangkan dari aspek tenaga, ruang, dan waktu sehingga menghasilkan teknik gerak yang sangat banyak. 3. Evaluasi yaitu pengalaman untuk menilai dan menyeleksi teknik gerak yang telah dihasilkan pada tahap improvisasi. Dalam kegiatan ini kalian mulai menyeleksi dengan cara membuat teknik gerak yang tidak sesuai dan memilih teknik gerak yang sesuai dengan gagasannya. Hasil inilah yang akan digarap oleh kalian pada tahap komposisi tari. 4. Komposisi yaitu tujuan akhir mencari gerak untuk selanjutnya membentuk tari dari gerak yang kamu temukan. Setelah mengetahui prosedur diatas, lakukan: Gerak kepala, badan, tangan, dan kaki dari hasil pengamatanmu menjadi satu rangkaian gerak. Lakukan pemilihan gerak menurut kata hatimu. Rangkaikan gerak yang telah terpilih sehingga menjadi komposisi tari. Tampilkan komposisi tari kreasi yang dibuat di lingkungan sekolahmu. Elemen komposisi Ide dan tema tari Ide pembuatan karya tari menjadi dasar pembuatan tema tari Desain gerak tari Gerak merupakan unsur utama tari. Oleh karena itu,desain gerak segera dirancang setelah tema tarian diperoleh desain gerak harus dapat mewujudkan tema yang diusung. Desain lantai Desain lantai merupan garis-garis yang dilantai oleh penari oleh penari dengan diatas lantai Desain atas Desain yang berada diatas lantai yang dilihat oleh penonton ,tampak terlukis pada ruang yang berada diatas lantai Desain musik Music dalam tari bukan hanya sekadar pengiring,tetapi juga sebagai patner karena salah satu elemen musik Desain dramatikpe ngaturan adalah pengaturan perkembangan emosional dari sebuah komposisi untuk mencapai klimaks Dinamika adalah cabang -cabang mekanisme yang memberi efek kekuatandalam menghasilkan gerak


Komposisi kelompok komposisi tari bisa disajikan secara Tunggal,berpasangan,dan kelompok Tatarias dan busana C. Manajemen pertunjukan tari istilah manajemen sudah tidak asing di ranah seni pertunjukan karena dibutuhkannya sistem pengelolaan yang tidak hanya pada proses penciptaan karya tetapi juga dalam mengelola sebuah pertunjukan tari. Dalam manajemen terdapat proses aktifitas seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan yang dilaksanakan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang ditetapkan dengan bantuan manusia dan sumber daya lain (George R. Terry, Prinsip-prinsip Manajemen, Bumi Aksara, Jakarta, 1982). Sebuah pertunjukan tari perlu adanya aktifitas tersebut demi tercapainya tujuan yang maksimal, seperti pengelolaan produksi karya, administrasi yang berhubungan dengan tempat penyelenggaraan, kebutuhan artistik, dan penonton. Meskipun pada aktifitas dilapangan, seniman ataupun pelaku seni secara tidak sadar telah melalui aktifitas pada prinsip manajemen tersebut hanya tidak banyak yang menyadari dan memahami secara teoritis mengenai prinsip ataupun sistem manajemen dalam sebuah pertunjukan tari. Berikut aktifitas manajemen yang diperlukan dalam pertunjukan tari: Aktifitas Perencanaan dalam pertunjukan tari: 1. Menentukan tema dan jadwal pementasan 2. Mempersiapkan kebutuhan administrasi: surat menyurat, proposal kegiatan, dan anggaran manajerial panggung 3. Pembentukan tim produksi dan artistik 4. Persiapan karya yang akan dipentaskan 5. Publikasi pertunjukan Aktifitas Pengorganisasian dalam pertunjukan tari: 1. Tim Produksi memiliki tugas dan tanggungjawab dalam mempersiapkan segala kebutuhan administrasi pertunjukan tari. 1 Pimpinan Produksi Pimpinan yang bertanggungjawab langsung dalam operasional produksi dan bertanggungjawab atas pelaksanaan produksi serta tonggak keberhasilan produksi pertunjukan. 2 Kesekretariatan Bagian yang menyangkut administrasi yaitu dalam penyusunan dan pencatatan kebutuhan produksi pertunjukan seperti surat menyurat, proposal, dan lainnya. 3 Keuangan Bertanggungjawab dalam mengelola keluar masuknya uang dari segala kebutuhan yang diperlukan produksi ataupun artistik pertunjukan. 4 Tim Kerumahtanggaan Bagian yang mengatur segala hal yang berhubungan dengan pelayanan publik dan tim produksi serta artistik, seperti konsumsi, layanan kesehatan, tiket, dan liaison officer atau narahubung antara penampil dan penyelenggara.


5 Tim Publikasi Bertanggungjawab dalam mendatangkan penonton dengan cara membuat poster, iklan, selebaran atau pemberitaan informasi media lainnya. 6 Tim Dokumentasi Bertanggungjawab dalam mendokumentasikan proses pementasan dalam bentuk foto, video, dan rekaman audio agar bisa menjadi arsip serta evaluasi selanjutnya. 2. Tim Artistik memiliki tugas dan tanggungjawab dalam proses persiapan dan kebutuhan pemanggungan untuk karya tari. Pimpinan Artistik Bertanggungjawab dalam seluruh rangkaian karya yang akan dipertunjukkan, misalnya karya tari yang dipentaskan hanya satu maka pimpinan artistik boleh dipegang pada koreografernya atau ketika ada lebih dari satu karya maka pimpinan artistik dapat dipercaya oleh orang yang memiliki pengalaman di bidang pemanggungan. Manajemen Panggung dan Kru Bertanggungjawab dalam mempersiapkan segala kebutuhan pementasan diatas panggung mulai dari artistik, lighting, sound, hingga pembentukan rundown pertunjukan. SM/stage manager bersama kru melakukan aktifitas yang langsung terjun lapangan untuk memastikan kelancaran pertunjukan di atas panggung. Penata Cahaya dan Kru Bertanggungjawab atas kesuksesan artistik pementasan karya pada teknis pencahayaan, hidup padam lampu manual di panggung, dan mengatasi permasalahan jika terjadi pemadaman dari pihak PLN. Penata cahaya dibantu oleh kru yang berada di panggung atau dekat dengan penata cahaya jika dibutuhkan penggunaan lampu secara manual. Penata Suara Bertanggungjawab dalam mengatur suara atau bunyi dari musik karya selama pertunjukan berlangsung, Kualitas suara atau bunyi yang baik adalah suara tersebut terdengar jelas, wajar, indah dan menarik serta memenuhi standar level minimal, terhindar dari noise, distorsi dan balance (tercapainya keseimbangan suara). Penata suara atau bunyi bisa dibantu oleh kru atau asisten, tetapi tanggungjawab sepenuhnya berada pada penata suara atau bunyi. Penata Rias dan Busana Bertanggungjawab mendesain atau merancang tata rias dan busana sampai dengan menerapkan tata rias dan busana tersebut pada penari sesuai dengan hasil kesepakatan dengan koreografer atau konseptor pertunjukan. Penata rias dibantu oleh kru atau asisten, tetapi tanggungjawab sepenuhnya berada pada penata rias. Aktifitas Penggerakan dalam pertunjukan tari: Bentuk sikap yang diperlukan dalam menggerakkan atau mengarahkan seluruh anggota agar melakukan pekerjaan dengan maksimal untuk mencapai tujuan yang sudah direncanakan seperti: Gaya kepemimpinan dimana setiap pemimpin tim mampu mempengaruhi anggota divisinya untuk bekerja lebih baik, mengembangkan sikap positif dan moralitas yang tinggi dimana mampu menemukan solusi jika setiap anggota mengalami kesulitan serta tidak acuh terhadap pekerjaan. Bentuk komunikasi juga penting, bagaimana saling merespon atau menanggapi sebuah pembicaraan baik itu dalam ruang diskusi maupun pementasan.


Aktifitas Pengawasan dalam pertunjukan tari: Tindakan dalam mengecek atau mengatur jalannya pekerjaan dengan lancar, memperbaiki ataupun memiliki solusi dalam memperbaiki kesalahan dari kerja anggota agar tidak terulang kembali. Bentuk pengawasan dalam pertunjukan tari dapat dilihat dalam persiapan rancangan program yang telah ditetapkan, mengecek segala kebutuhan produksi dan artistik, penggunaan anggaran, rencana kerja, kinerja anggota dan seluruh aktifitas yang sedang dikerjakan melihat pada kesesuaian perencanaan sehingga tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai. Adapun proses yang perlu diketahui dalam pelaksanaan pengelolaan pertunjukan tari: 1. Pra Pertunjukan Kegiatan atau aktiftas yang berhubungan dengan perencanaan dan pengawasan, seperti penentuan tema pertunjukan, penjadwalan aktifitas produksi hingga hari pementasan (schedule), penentuan tim kreatif, persiapan karya tari yang akan dipentaskan, kebutuhan pertunjukan mulai dari administrasi; surat menyurat perihal gedung, pendanaan, rundown, publikasi, dan penonton. 2. Pertunjukan Kegiatan atau aktifitas yang berhubungan dengan penggerakkan, dimana seluruh tim kreatif mengerjakan atau menjalankan tugas tanggungjawab yang telah diberikan selama pertunjukan berlangsung. Ketika pertunjukan berlangsung, peran tim artistik menjadi kunci dari jalannya pertunjukan dikarenakan aktifitas yang tampak di hari pertunjukan adalah kesiapan proses yang terjadi di atas panggung sedangkan kebutuhan dari seluruh kegiatan telah disiapkan oleh tim produksi sebelumnya. 3. Pasca Pertunjukan Kegiatan atau aktifitas yang berhubungan dengan pengawasan dan penggerakkan serta adanya evaluasi dari kegiatan pertunjukan yang sudah di laksanakan. Bentuk kegiatan ini dimulai dari pengembalian alat yang digunakan dalam kebutuhan produksi ataupun pertunjukan, pelunasan anggaran untuk biaya administrasi maupun artistik, evaluasi kinerja setiap divisi, membuat laporan pertanggungjawaban, penutupan dalam bentuk diskusi sekaligus makan bersama dari hasil kerja kreatif tercapainya tujuan dari pertunjukan yang telah diselenggarakan Jenis Panggung Pertunjukan Tari 1. Panggung Proscenium Panggung proscenium sering disebut juga sebagai panggung bingkai atau panggung pigura. Mengapa begitu? Ini karena dalam panggung ini pertunjukannya ditampilkan dalam sebuah lengkung proscenium atau sebuah bingkai. Bingkainya biasanya dipasangi layar atau gorden sehingga memisahkan area pementas atau tokoh dengan area penonton. Panggung proscenium ini dibuat agar audiens atau penonton tidak bisa melihat pergantian tata panggung dalam pertunjukan. Pada panggung proscenium, hubungan antara pementas dan penontonnya bersifat tidak langsung karena tidak ada interaksi keduanya. 2. Panggung Arena Panggung jenis ini menempatkan penonton untuk mengelilingi panggung dan jarak panggung ke penonton sangat dekat.


Dikarenakan penonton mengelilingi panggung, maka para penata panggung harus memiliki kreativitas yang tinggi. Berbagai peralatan yang digunakan di panggung juga harus dipertimbangkan dengan baik, mulai dari bentuk, ukuran, dan penempatannya. Penata panggung juga harus bisa menata perabotan agar lebih enak untuk dipandang dari berbagai sisi dan tidak mengganggu pemain. Untuk set dekor tidak diperbolehkan menggunakan bangunan tertutup vertikal karena bisa menghalangi pandangan dari penonton. 3. Panggung Segi Empat Panggung segi empat memiliki panggung pertunjukan yang berhadapan langsung dengan tempat duduk penonton. Kelebihan panggung jenis ini dari jenis lainnya adalah bisa menampung lebih banyak penonton maupun audiens. Meski begitu, penonton di area samping dan belakang biasanya akan merasa kesulitan saat menikmati pertunjukan. Contoh panggung segi empat yang sering ditemui ada pada ruang seminar dan juga ruang lokakarya atau workshop. 4. Panggung Kipas Sesuai dengan namanya, panggung kipas memiliki layout yang mirip seperti kipas tangan. Bagaimana maksudnya, Bo? Bentuk panggung kipas ini merupakan gabungan antara panggung pementas dan tempat duduk penonton. Dengan karakteristik tempat duduk penonton yang melingkari panggung pementas, hal ini bisa membuat nyaman penonton saat pertunjukan. Bentuk ruang ini akan memantulkan gelombang bunyi secara memusat di sisi tengah ruangan karena permukaan dinding berbentuk cekung. 5. Panggung Terbuka Seperti namanya, panggung ini bersifat terbuka. Artinya, panggung ini berada di area terbuka seperti lapangan. Karakter menonjol dari bentuk ini adalah panggung pementas dan tempat duduk penonton terletak saling berhadapan. Contoh panggung terbuka yang sering ditemui adalah stadion olahraga sepak bola yang sering jadi panggung konser terbuka. 6. Panggung Kereta Selain yang sudah disebutkan di atas, ada juga panggung kereta yang umumnya dikenal sebagai panggung keliling. Apa itu?


Click to View FlipBook Version