The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku saku tentang pengetahuan dasar serta strategi pelaksanaan untuk Daerah Tertinggal

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Astarika Ciputri Kumalasari, 2022-10-31 02:34:11

Buku Pintar Silvopasture

Buku saku tentang pengetahuan dasar serta strategi pelaksanaan untuk Daerah Tertinggal

Keywords: Silvopasture

Buku Pintar

SILVOPASTURE

Konsep dan Strategi Implementasi di

Daerah Tertinggal

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat
Allah SWT karena atas berkah dan rahmat-Nya,
penyusunan Buku Pintar Silvopasture: Konsep dan
Strategi Implementasi di Daerah Tertinggal dapat
diselesaikan.

Buku ini disusun sebagai panduan bagi staf
Direktorat Penyerasian Pemanfaatan Sumber Daya
Alam dan Lingkungan (PPSDAL) untuk mengenal
Program Silvopasture. Melalui buku saku ini
diharapkan seluruh pegawai Direktorat PPSDAL
mampu memahami konsep dasar dari Program
Silvopasture dan dapat menjadi pedoman dalam
pelaksanaanya di tahun mendatang untuk
mendukung program Pemerintah dalam
mengentaskan Daerah Tertinggal

Penyusun memohon maaf apabila pada
Panduan ini masih ada kekurangan dikarenakan
keterbatasan yang ada. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan saran dan masukan dari pengguna
untuk kesempurnaan Buku Saku ini.

Jakarta, Oktober 2022
Direktur Penyerasian
Pemanfaatan SDA dan
Lingkungan,

Dr. Sumarlan, S.Pd., M.Si
NIP 19690305 199503 1 003

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 5
I. Pendahuluan 27

II. Silvopasture 33

III. Tindak Lanjut
Program
Silvopasture

IV. Penutup

DAFTAR PUSTAKA

I. PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pasal 154 Permendesa No. 15 Tahun 2020,
tugas Direktorat PPSDAL yaitu
melaksanakan penyiapan perumusan dan
koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang
penyerasian pemanfaatan sumber daya
alam dan lingkungan

Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 5 Tahun 1990 tentang
Konservasi Sumber Daya Alam Hayati
dan Ekosistemnya mengamanatkan
upaya untuk peningkatan ekonomi
masyarakat melalui kegiatan
pelestarian lingkungan berbasis
konservasi sumber daya alam

Program
Pengembangan
Silvopasture di
Daerah Tertinggal

4

1

Landasan Hukum

✓ Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990
tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati
dan Ekosistemnya;

✓ Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999
tentang Kehutanan;

✓ Peraturan Pemerintah RI Nomor 23 Tahun 2021
tentang Penyelenggaraan Kehutanan;

✓ Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Republik Indonesia Nomor
P.62/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019
tentang Pembangunnan Hutan Tanaman
Indsutri (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2019 Nomor 1344);

✓ Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan RI Nomor 8 Tahun 2021 tentang
Tata Hutan dan Penyusunan Rencana
Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan
di Hutan Lindung dan Hutan Produksi

2

Tujuan dan Manfaat Pelaksanaan Silvopasture
Tujuan

Meningkatkan produktivitas dan nilai
tambah usaha produk unggulan

Memenuhi kebutuhan konsumsi pangan
masyarakat

Meningkatkan kapasitas kelembangan
pengelolaan atau kelompok masyarakat
Mendorong dan merubah pola pikir SDM lokal
untuk berwirausaha di bidang pertanian
Perluasan lapangan kerja dan kesempatan

usaha

3

Manfaat

Memperbaiki struktur
dan tekstur tanah

Tempat terjadinya siklus
O2 dan CO2

Menyediakan habitat
untuk biota lain seperti
invertebrata yang
dapat menguraikan
bahan organik

Meningkatkan
pendapatan dan
ekonomi masyarakat
melalui hasil ternak
dan kayu hutan

4

II. SILVOPASTURE

Pengertian

“Kegiatan kehutanan yang
dikombinasikan secara proporsional
dengan usaha peternakan di dalam
kawasan hutan produksi yang meliputi
pelepasliaran dan/atau pengandangan
ternak dalam rangka pengelolaan hutan
produksi lestari untuk mendukung

program kedaulatan pangan”

(Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Nomor P.1/Menhut-II/2015)

18

15

Komponen Silvopasture

Tegakan Hutan* Ternak

Disesuaikan Disesuaikan

dengan potensi dengan potensi

daerah dan daerah dan

kebutuhan kesepakatan

*Tegakan bersama
hutan diambil
dari Permen
LHK Nomor 8
Tahun 2021
sebagai kata
ganti “Pohon”

PAKAN TERNAK

Pakan Ternak

Disesuaikan dengan jenis ternak

6

Komponen Tegakan Hutan

Pemilihan jenis tegakan hutan sangat
penting untuk mendukung produktivitas
silvopasture. Karakteristik Tegakan
Hutan untuk Silvopasture
(Zamora, 2013):

1) Kayu dan/atau produk sekunder (buah)

memiliki kualitas tinggi dan berdaya

jual

2) Tingkat pertumbuhan yang relatif cepat

3) Selaras dengan ternak dan tanaman

pakan ternak yang dipilih

4) Memiliki jangkauan akar yang dalam,

sehingga tidak mengganggu

pertumbuhan tanaman pakan ternak

5) Daunnya dapat membusuk dengan

cepat

6) Hidup di iklim, jenis tanah dan

kelembapan setempat

7) Cabang pohon mampu memberikan

teduhan yang cukup bagi ternak

7

Manajemen Silvopasture yang baik menghasilkan
produk tegakan hutan yang berkualitas tinggi

Ranting Batang Daun

Pellet, Kayu jadi Kompos
Briket, dll daun

8

Pola Penanaman Tegakan Hutan

Single Row Planting
Tegakan ditanam dalam
satu baris yang
diberikan jarak relatif
sama antar tegakan.
Memungkinkan
produksi pakan ternak
yang lebih dominan
dibanding tegakan
hutan

Double Row Planting
Tegakan ditanam dalam
dua baris yang relatif
dekat dan diberikan
jarak yang lebih lebar
antar dua baris tersebut.
Memungkinkan produksi
pakan dan tegakan
hutan yang relatif
berimbang.

Sumber: Hamilton, Jim. 2008. Silvopasture: Establishment & 9
Management Principles for Pine Forests in the Southeastern
United States. Lincoln: USDA National Agroforestry Center

Multiple Row Planting
Tegakan terdiri dari 3 – 4
baris yang berdekatan.
Metode ini memberikan
produksi kayu pohon lebih
besar dibandingkan pakan
ternaknya.

Block Planting
Tegakan ditanam secara
berkelompok bukan dalam
bentuk baris. Metode ini
memberikan area
perlindungan bagi hewan
ternak, sekaligus
memberikan produktivitas
tegakan dan pakan ternak
yang seimbang

Sumber: Hamilton, Jim. 2008. Silvopasture: Establishment & 10
Management Principles for Pine Forests in the Southeastern
United States. Lincoln: USDA National Agroforestry Center

Jenis Tegakan Hutan Pohon Sengon dengan
nama latin Albizia
Pohon Sengon chinensis (Sengon Jawa)
atau Paraserianthes
Albizia chinensis falcataria (Sengon Laut)
berasal dari famili yang

sama yaitu Fabaceae

atau polong-polongan.

Kelebihan dari Pohon Sengon Paraserianthes
sendiri yaitu masa masak tebang falcataria
relatif pendek (5-7 tahun),
pengelolaan relatif mudah,
persyaratan tempat tumbuh
tidak rumit, kayunya serbaguna,
dan daunnya sebagai pakan
ternak (Soerianegara dan
Lemmens, 1993 dalam Hasan,
2017)

11

Pohon Eukaliptus

Eucalyptus sp. Tumbuhan dari Genus
Eucalyptus sangat bagus
dijadikan tegakan hutan.
Keunggulan Eucalyptus
yaitu cepat tumbuh,
sedikit serangan penyakit,
dan mempunyai nilai
ekonomi yang tinggi
(Sulichantini, 2016)

Pohon Mahoni

Pohon Mahoni yang Swietenia macrophylla King
berasal dari Hindia Barat
ini dapat tumbuh subur 12
bila ditanam di pasir
payau dekat dengan
pantai. Pohon tahunan ini
memiliki tinggi 5-25m,
memiliki akar tunggang,
berbatang bulat, banyak
cabang dan kayunya
bergetah.
(Hasan, 2017)

Komponen Hewan Ternak

Komponen Ternak dalam sistem
silvopasture sangatlah penting.
Fungsi utama ternak di sini yaitu
untuk dimanfaaatkan produk
primernya seperti daging dan susu.
Namun, produk lainnya seperti
kotoran ternak juga dapat
dimanfaatkan jika mampu
mengolah menjadi produk-produk
bernilai jual maupun dapat
dimanfaatkan secara langsung.
Produk-produk tersebut dapat
berupa pupuk kandang hingga
biogas.

13

Pengadaan hewan ternak
yang sehat dan berkualitas

Manajemen Silvopasture
yang baik

Kotoran dan urin ternak Produk Ternak yang
yang dapat dimanfaatkan berkualitas tinggi
secara langsung maupun

tidak langsung

Langsung Tidak
Langsung

Tanah yang Olahan Peningkatan Pendapatan
subur kotoran ternak dan Ekonomi Masyarakat
menjadi pupuk
14
kandang

Jenis Hewan Ternak

Sapi

Sapi merupakan hewan
ternak yang sangat umum
dijumpai di Indonesia.
Ternak ini dapat
dimanfaatkan sebagai
ternak pedaging, penghasil
susu hingga sebagai
pembajak sawah.

Di Indonesia terdapat banyak Sapi Bali
spesies sapi. Salah satu
spesies sapi yang sering (Bos javanicus domesticus)
diternakan adalah Sapi Bali
(Bos javanicus domesticus). Sumber: https://sipinter-
Sapi ini sangat berpotensial peternakan.kaltimprov.go.id/detail-
karena mudah beradaptasi komoditas/sapi-bali
dengan lingkungan yang

kurang menguntungkan
(Handiwirawan et al., 2007)..

15

Kambing

Menurut Wulandari dkk (2021),

pengembangan ternak kambing

dapat dilakukan pada semua

kondisi lahan. Kambing juga

memliki beragam manfaat

tergantung jenisnya. Mulai dari

susu, daging, kain wol dari

Silvopasture Kambing bulu, kerajinan kulit, hingga
kotorannya dapat dijadikan
(Capra aegagrus hircus) pupuk kandang.

Sumber:

https://drkarkiu.blogspot.com/2017

/05/silvopasture-and-goat-herd-

management.html

Babi merupakan komoditas Babi

ternak yang banyak

dikembangkan di Indonesia

bagian Timur. Melihat

mayoritas Daerah Tertinggal

berada di Indonesia Timur,

pengembangan ternak babi

dengan metode silvopasture Silvopasture Babi
sangat potensial. Karena babi
memiliki kemampuan (Sus scrofa domesticus)
berkembang biak yang cukup
tinggi (Sihombing, 1997 dalam Sumber:
Dewi, 2017) https://s3.amazonaws.com/grazecart/
redhouseranchllc/images/161557019
4_604ba5123e3eb.jpg

16

Komponen Hijauan Pakan Ternak

Sumber: https://agronomy.unl.edu/range-pasture-forages

Dalam usaha dan upaya meningkatkan
produksi ternak, hijauan makanan ternak
memegang peranan yang sangat penting dan
menentukan. Karena hijauan merupakan
bahan makanan pokok bagi jenis ternak
tersebut dan fungsinya tidak dapat
digantikan jenis makanan penguat
(konsentrat). Kebutuhan hijauan makanan
ini bisa mencapai kira-kira 95% dari total
kebutuhan bahan makanannya (Sitorus,
2016).

17

Sumber: https://kingsagriseeds.com/seeing-pasture-trees/

Menurut Sitorus (2016) beberapa contoh
hijauan pakan ternak yang dapat
dikembangkan berdasarkan waktu tumbuh
yang cepat dan kemampuan regenerasi yang
tinggi diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)
b. Rumput Benggala (Megathyrsus maximus)
c. Rumput BD (Brachiaria decumbent)
d. Rumput Australia (Paspalum dilatatum)

18

Jenis Hijauan Pakan Ternak

Rumput Gajah Rumput gajah merupakan
salah satu jenis rumput
Pennisetum purpureum tahunan asal Afrika yang
mampu tumbuh tinggi dan
Sumber: tegak, mempunyai perakaran
https://gdm.id/cara-menanam- yang dalam dan menyebar
rumput-gajah/ sehingga mampu menahan
erosi serta berkembang dengan
rhizoma untuk membentuk
rumpun (Sitorus, 2016).

Rumput Benggala

Rumput Benggala merupakan

salah satu jenis rumput yang

berasal dari Afrika tropis dan

sub tropis dengan ciri tumbuh

tegak membentuk rumpun,

daun lebih halus daripada

rumput gajah, banyak Megathyrsus maximus
membentuk anakan, serta
akar serabut dalam (Sitorus, Sumber:
2016) https://id.wikipedia.org/wiki/Rumput_be
nggala

19

Rumput BD/Signal Rumput BD merupakan rumput
gembala yang tumbuh menjalar
Brachiaria decumbent membentuk hamparan lebat
yang tingginya sekitar 30-45 cm,
Sumber: memiliki daun kaku dan pendek
https://en.wikipedia.org/wiki/Brachi dengan ujung daun yang
aria runcing. Jenis rumput ini
tumbuh baik pada kondisi curah
hujan 1000-1500 mm/tahun
(Sitorus, 2016).

Rumput Australia Rumput Australia
merupakan rumput berumur
panjang, tumbuh tegak yang Paspalum dilatatum
bisa mencapai tinggi 60-150
cm, berdaun rimbun yang Sumber:
berwarna hijau tua. https://en.wikipedia.org/wiki/Paspalum_
Tanaman ini toleran dilatatum
terhadap kekeringan karena
sistem perakarannya luas
dan dalam serta tahan
genangan air (Sitorus, 2016).

20

Pengembangan Produk Turunan Silvopasture

Selain menghasilkan produk primer
meliputi tegakan hutan (kayu dan
buah), ternak (daging dan susu), dan
hijauan pakan ternak, silvopasture
juga menghasilkan produk sekunder
yang jika diolah dapat menghasilkan
produk-produk yang bermanfaat
seperti briket kayu, pelet kayu,
kompos hingga biogas. Selain itu,
manajemen silvopasture yang baik
juga berpotensi dikembangkan
menjadi areal ekowisata.

21

Silvopasture Ekowisata

Ranting kayu Daun kering Kotoran ternak

Pelet Briket Pupuk Biogas
Kayu Kayu Kompos

22

Kompos Daun Pupuk kompos adalah pupuk
organik yang ramah
Sumber: lingkungan karena tidak
https://www.republika.co.id/berita/q mengandung bahan kimia yang
1lvoi328/cara-sederhana-buat- dapat mencemari tanah dan
kompos-dari-sampah-rumah-tangga merusak kandungan unsur hara
dalam tanah. Pembuatan
kompos dengan memanfaatkan
sampah daun yang ada di
Kawasan silvopasture.

23

Biogas merupakan suatu gas Biogas
yang dihasilkan dari olahan
bahan-bahan organik seperti Sumber:
kotoran ternak dan sebagainya. https://www.masterpendidikan.com/
Biaya instalasi biogas memang 2020/01/cara-membuat-biogas-dari-
relatif mahal. Namun akan kotoran-sapi-dan-manfaatnya.html
sebanding dengan kecilnya
emisi gas yang terbuang di
atmosfer sehingga dapat
berperan dalam kelestarian
lingkungan

24

Pelet Kayu Pelet kayu (Wood Pellet) dan
Briket Kayu (Wood Briquete)
Sumber: merupakan energi baru
https://www.panehutan.com/20 terbarukan yang berasal dari
21/06/briket-arang-dan-pelet- biomassa. Kedua energi ini di
kayu.html klaim memiliki tingkat emisi
yang lebih rendah dari
pembakaran kayu biasa
maupun arang.

Perbedaan dari Pelet Kayu Briket Kayu
dan Briket Kayu ada pada
pengolahannya. Pelet Kayu Sumber:
tidak melalui proses https://www.panehutan.com/2021/06
pembakaran, melainkan /briket-arang-dan-pelet-kayu.html
pemampatan limbah kayu
ditambah dengan konsentrat
perekat. Sedangkan Briket
Kayu melalui proses
pengarangan sebelum
kemudian dicampur dengan
perekat lalu dikeringkan
dan dicetak

25

Ekowisata berbasis Silvopasture

Ekowisata berbasis Bisnis Ekowisata menjadi
Peternakan salah satu bisnis yang semakin
Sumber: berkembang akhir-akhir ini.
https://pasafarming.org/events/cat Perpaduan tiga komponen
egory/pasa-event/ Silvopastura sangat berpotensi
menarik minat wisatawan
untuk belajar dan berwisata di
Kawasan Silvopastura

Dilansir dari laman Ekowisata berbasis Perhutanan
eppid.perhutani.co.id, di Sumber:
negara-negara maju, https://alyadjunas19.medium.com/
kontribusi pegembangan
pariwisata hutan mencapai
10%-45%. Ecopark berkelas
dunia itu mengusung konsep
keseimbangan ekosistem
alam dan hiburan seperti
agraforestry, silvopasture,
serta memanfaatkan energi
berbasis lingkungan.

26

III. TINDAK LANJUT PROGRAM
SILVOPASTURE

Direktorat Penyerasian Pemanfaatan
Sumber Daya Alam dan Lingkungan
(PPSDAL) telah melaksanakan program
Silvopasture di Kabupaten Timor Tengah
Selatan pada tahun 2022. Selanjutnya,
direncanakan pada tahun 2023, silvopasture
akan dilaksanakan kembali di dua Daerah
Tertinggal yaitu Kabupaten Manokwari
Selatan dan Kabupaten Pesisir Barat.

27

Pelaksanaan Program Silvopasture di Kabupaten
Timor Tengah Selatan

Kelompok Tani : Noefefan, Desa Oni Kec.Kualain

Kab. Timor Tengah Selatan

Tanaman Hutan & MPTS : Lamtoro, Pohon Asam Jawa

Hijauan Pakan Ternak : Rumput Gajah

Ternak : Sapi 32 Ekor

(27 Betina dan 5 Jantan)

Anggaran : Rp. 250.000.000,-

28

Rencana Program Silvopasture di Kabupaten
Manokwari Selatan

Potensi Tegakan Hutan:
➢ Pohon Jambu Jine (Flindersia sp.)
➢ Pohon Matoa (Pometia pinnata)
➢ Pohon Sengon (Albizia chinensis)

Potensi Hutan dan Ternak

Komponen Jumlah

Hutan Hutan Produksi 21.040
(ha) Tetap 52.093

Hutan Produksi 8.825 Sumber:
Terbatas BPS Provinsi Papua Barat.
2022. Provinsi Papua Barat
Hutan Produksi dalam Angka 2022. Papua
dapat Barat: BPS Provinsi Papua
Barat.
Dikonversi

Sapi Perah -
Sapi Potong
Ternak 2.773
(ekor) Kambing 791
Babi
6.531

32

29

Peta Administrasi Kabupaten Manokwari Selatan

Sumber: https://papuabarat.bpk.go.id/kabupaten-manokwari-selatan/

30

Rencana Program Silvopasture di Kabupaten Pesisir
Barat

Potensi Tegakan Hutan:
➢ Pohon Damar (Agathis dammara)
➢ Pohon Mahoni (Swietenia macrophylla King)
➢ Pohon Sengon (Albizia chinensis)

Potensi Hutan dan Ternak

Komponen Jumlah

Hutan Produksi 43.050
Tetap

Hutan Hutan Produksi 33.358
(ha) Terbatas

Hutan Produksi Sumber:
BPS Provinsi Lampung.
dapat - 2022. Provinsi Lampung
dalam Angka 2022.
Dikonversi Lampung: BPS Provinsi
Lampung.
Sapi Perah -
Sapi Potong
Ternak 9.956
(ekor) Kambing 7.705
Babi
852

31

Peta Administrasi Kabupaten Pesisir Barat 32

https://petatematikindo.wordpress.com/2015/02/22/administ
rasi-kabupaten-pesisir-barat/

PENUTUP

Buku saku ini memberikan gambaran
umum Program Silvopasture. Di dalamnya
memuat konsep dasar serta strategi
implementasinya terutama untuk Daerah
Tertinggal sebagai lokus Direktorat Jenderal
Percepatan Pembangunan Daerah
Tertinggal. Kegiatan Silvopasture yang
direncanakan dilaksanakan pada tahun
2023 di Kabupaten Manokwari Selatan dan
Kabupaten Pesisir Selatan.
Buku ini dapat dijadikan sebagai dasar
atau acuan dalam persiapan dan
pematangan rencana program Silvopasture
di tahun mendatang. Manajemen Program
yang baik dapat meningkatkan keberhasilan
Program Silvopasture sehingga mampu
meningkatkan ekonomi masyarakat dan
membantu mengentaskan daerah tertinggal.

33

DAFTAR PUSTAKA

Brantly, Sid. 2013. What is Silvopasture. Lincoln: USDA National Agroforestry
Centre.

Dewi, Gusti Ayu Mayani Kristina. 2017. Materi Ilmu Ternak Babi. Denpasar:
Universitas Udayana.

Hamilton, Jim. 2008. Silvopasture: Establishment & Management Principles for
pine forests in the Southeastern United States. Lincoln: USDA National
Agroforestry Centre.

Handiwirawan, Eko dan Subandriyo. 2004. Potensi dan Keragaman Sumberdaya
Genetik Sapi Bali. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Hasan, Husni. 2017. Budidaya Mahoni. Serang: Balai Pengelolaan Hutan Wilayah
Lebak dan Tangerang.

Hasan, Husni. 2017. Budidaya Sengon. Serang: Balai Proteksi dan Perlindungan
Tanaman Kehutanan.

Sitorus, Tunggul Ferry. 2016. Budidaya Hijauan Makanan Ternak Unggul untuk
Pakan Ternak Ruminansia. Medan: Universitas HKBP Nommensen.

Sulichantini, Ellok Dwi. 2016. Pertumbuhan Tanaman Eucalyptus pellita F. Muell
di Lapangan dengan Menggunakan Bibit Hasil Perbanyakan dengan Metode
Kultur Jaringan, Stek Pucuk, dan Biji. Samarinda: Universitas Mulawarman.

Wulandarai, W.A., Ramon dan Zul Efendi. 2021. Budidaya Ternak Kambing.
Bogor: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.

Zamora, Diomy, et al. 2016. Silvopasture: Establishment and Management
Principles for Northern Hardwood Forests in Minnesota and The North
Central United States. Minnesota: University of Minnesota.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal
dan Transmigrasi Republik Indonesia

Jalan Abdul Muis Nomor 7 Jakarta Pusat 10110
Telepon 021-35000334 Faksimile 021-3864607

www.kemendesa.go.id


Click to View FlipBook Version