KONFLIK DI BERBAGAI
BELAHAN DUNIA
DAFTAR ISI
1. Konflik Di Timur Tengah
Perang Teluk 1 & 2
2. Konflik Di Asia Tenggara
Konflik Kamboja
3. Konflik Di Asia Selatan
Konflik India - Pakistan
4. Konflik Di Asia Timur
Perang Korea
5. Konflik Di Eropa
Konflik Irlandia Utara
6. Konflik Di Afrika
Konflik Rwanda
7. Konflik Di Amerika Latin
Revolusi Kuba
PERANG TELUK 1 Dampak perang teluk 1
Latar Belakang Perang Teluk 1 Perang Teluk I membawa dampak yang
besar bagi aspek sosial, ekonomi dan
Perang Teluk I terjadi pada tahun 1980-1988 yang melibatkan negara Irak politik masyarakat internasional, sebagai
dengan Iran. Latar belakang perang ini di antaranya: berikut:
1.Irak khawatir akan meluasnya pengaruh Revolusi Iran di bawah pimpinan Menyebabkan fluktuasi harga minyak
Ayatullah Khoemeni. Revolusi itu ditakutkan akan menimbulkan gesekan antara dunia
Islam Suni dan Syiah.
Terjadinya krisis politik dan sosial di
2.Irak secara sepihak telah membatalkan perjanjian dengan Iran, yaitu kawasan Timur Tengah
penguasaan bersama atas daerah Shat el Arab yang kaya akan minyak bumi.
Terganggunya pelayaran internasional di
3.Kemunculan Saddam Husein sebagai Presiden Irak menimbulkan kekhawatiran kawasan Teluk Persia
karena Saddam Husein ingin mengembalikan daerah-daerah yang pernah
dikuasai oleh Kerajaan Babylonia di masa lampau. Menyebabkan kerugian sekitar
300.000.000.000 Dollar Amerika Serikat
Upaya Perang Teluk 1 PERANG TELUK 2
1. Setelah sidang Dewan Keamanan PBB
pada tanggal 28 September 1980 di New
York telah meminta kepada kedua belah
pihak menghentikan peperangan dan
permasalahan kedua belah pihak
diselesaikan di meja perundingan.
2.Mereka meminta Irak mundur dari
tempat-tempat yang diduduki di Iran.
Tetapi kedua belah pihak menolak
tawaran tersebut.
Dampak Perang Teluk 2 Latar Belakang Perang Teluk 2
1. Ladang-ladang minyak Kuwait rusak Perang Teluk II, sebagai berikut:
berat karena dibakar oleh Irak.
2. Negara dan perekonomian Irak •Utang luar negeri Irak yang besar terhadap negara negara penghasil
rusak berat karena gempuran tentara minyak di Timur Tengah.
multinasional dan blokade ekonomi
serta embargo yang diterapkan • Kekecewaan Saddam Husein (Presiden Irak) terhadap negara-negara
PBBPeranan Timur Tengah yang dulu pernah beraliansi dengan Irak saat Perang
3. Amerika Serikat semakin kuat di Teluk I, khususnya Uni Emirat Arab dan Kuwait.
Timur Tengah
4. Kekuatan Israel semakin tidak ada •Anjloknya harga minyak dunia karena adanya pelanggaran kebijakan
tandingannya. OPEC yang dilakukan oleh Kuwait dan Uni Emirat Arab.
5. Timbulnya semangat anti-Amerika
6. Perpecahan negara-negara Arab •Ambisi Saddam Husein untuk menjadi pemimpin dunia Arab.
7. Irak membayar ganti rugi
8. Irak harus mengizinkan tim inspeksi Upaya Perang Teluk 2
nuklir PBB memeriksa nuklir Irak Berakhirnya perang teluk ditandai
9. Irak kena embargo ekonomi.
dengan pengumuman yang
disampaikan Presiden Amerika
Serikat George Bush, bahwa Irak
menyetujui 12 resolusi yang
diajukan oleh PBB.
PERANG TELUK
1&2
SITI SOPA LISMAYA(32) RIFKA KEMUNING(27)
MEGA(20)
SALSA SABILLA(30) KHANSA ZINNIA(18)
KONFLIK DI ASIA TENGGARA
KONFLIK KAMBOJA
KASUS INDOCINA
KELOMPOK 2 :
1.Calvin Setiawan (09)
2.Fariq Rahman (11)
3.Ira Mardiana (15)
4.Karina Frity (16)
5.M. Irgi (22)
KONFLIK KAMBOJA
LATAR BELAKANG
AKAR KONFLIK KAMBOJA
DAPAT DI LIHAT MELALUI
YE MA KPNAIT: F A K T O R U T A M A
1.PEREBUTAN KEPENTINGAN
KB AE RMBBAOGJAAI, P I H A K A S I N G D I
2 . PPI MOEPRLLKPIEKOMATBSTAI ENKRGEHBAAINJDAKAKOPANNF REZ I M
LIK
3 . KIKNAATMMEBBROOVJJEAAN, ,SHI IVNIGEGT NA A M D I
4 . PF AE RK SS IE LDIASLI HA AMNREAMNPGAKTA
PEREBUTAN KEKUASAAN DI
KAMBOJA.
UPAYA PENYELESAIAN
(MDJI NJAEEIDKNJMMOAIG)BMNR.AAETNNAS1TI AUI NBFEMORERLLMMAAANELLNGUGSKIMUAAEMNDAEAGSBTKEOI NAAJDNGNAI
KMMFK2TB AIOEO5EENSK;NGNND2SEFOYG8APILREHKAIYLJAKAKAEUSNANSLPI TLAGLKAAKIIODTKBNA1NAAAEN9KNRN8RPT8IIATTK,ASADHNUEI A.AGNGRANGETIDURYA AL
4AAK
FDPPCJPDUEAEEEIAPBRRLLDNEIRLTTAY-REEEU3AK-MMA0SURUUAJTAIAAIIA1ATMNNN9NGT8GUP-29CGSA.LATROUDLIISNUSI DDF1BOE11NODR99GGMI-8AO22LA9NAR41L.
IM11PMA09ECR9ESI0T1SE,IPN2JIGAM1OK9COKA9NTR02OT.CBAPJAEAEMR2KR6B1AJ-O9AR2D9NT8IA1JAFI AE91NB-,
DAMPAK
SOSIAL
1 . VT EI ENTTNAARMA KL EE BHIIHL ABNAGNAYNA K , DIPLOMATIK
USK EENHHTIIULNKAGNMGGAEAMMNBEIBNAAYYNAEYBI AAPKBEKRDAAANNNGA
BV EI ENTCNAANMA K E L A P A R A N D I
2 . MBK AAEMNNYBGAOUKJNAGP ESNI DK EUPDEURKBYAATNS GA N
3 . BMAEGRI EMKAASLYEABRIAHKBAATNAYSAEKAUNN, T U K
MEMBERIKAN BANTUAN
1.KEMENANGAN VIETNAM ATAS
MA ME NE RI MI KBAU LSKEARNI KKAETT A K U T A N
ABT EASRGI ASI ETABESANERGANGNYAAARKAKAONM U N I S M E D I
2 . KSR EEODGL IEIDOKNNAYATALA NDA ASKENAAWSNAE MDS AAANLKAI NM
MM EAMS ABLAANHT-UMMA SE ANLYAEHL ENSEAGI KAARNA -
NT EENGGAGRAARDAI K A W A S A N A S I A
DAMPAK
EKONOMI
1 . VMIEENTGNAALMA MY AI NKGE TPEARLPIUNRGU K A N .
SAK OEK DHNAIDRNINSGYI AMV IETENETGRNJAAALMDA MIYLAIANKHGR I S I S ,
VB EI ENTCNAANMA K E L A P A R A N D I
2 . DKT IRIDIKSAAIKSMSBEEOKBJOUANROJUMUKGI ,YAANTNAEGMRUAJNADDAI D I
3 . TSVIEIDEDATANKNABGMEKRAGNI,TPUEBREARNDGAIMNPI A K
NB AE GG IA RP AE RAESKEOANNO M I A N N E G A R A -
Konflik Pulau Sipadan dan
Ligitan
InadtoaSnsepenkusgelaikpaueeddtmaainiSlaiMkenaltaanatlardayusaia
PMSmeMia(Ip2rnlskuaa)daeadldaosnsaaynsgnn1seaki(8sprael,ui.u,ta0yamlaaa0dsauei0etn5nuLnm0acigpgn.u2a0uitatn)0laaa.tr0nua
pada tahun 1967
onSdleikekpik(pngehIeaeneyadtKdstmraIriunleekaeaitanedarnd,mandrmopukddcapunauaaaautanenllisnnsataogsieaduumpnnainaaganguatrlapidill-ad.narmteamSCaaiuernaeukotrlLkashnneMubielgiatgmrunoaautidktglusldkeaeaaoeaanhptymnfnpaeasdskenagJitiaaeikmteuanst.eaksrditwTbamtntaadeaaiaittlcpsitnauesgpaeagmhseraept)unulrinsiyebny,kmSyatsMaaufauinaattpamta,gaaiuasukdlsapmddialsala-yuiaanbtneuqsnnlaaatmuipmsadtdmoaeaaieam,nmpmsssnyltaaeuaabiwadLrlnknunariiiawgkaglfignanaagiigkIytsbgCanuaeuaaentJnnpndhtkryaauaaunaak,nlraynaatauin.
tahun 2002, bmuketmi-bpuekrktiuyaatnkgeddiuadjuukkaannnoyleah. Malaysia lebih
FOTO KOLASE
KONFLIK INDIA
DAN PAKISTAN
Kelompok 3 :
Akmal Kurniawan
Anggana Wulung
Bayu Ali Setiadi
Rangga Hermanto
Yolanda Anggraeni
XII IPS 3 1
LATAR BELAKANG
Konflik antara India dan Pakistan sejatinya sudah berlangsung
sejak 1947. Ketika Inggris melepaskan kekuasaannya dari wilayah
India, masyarakat di sana terbagi menjadi dua: mereka yang
mayoritas hindu membentuk negara India, dan yang mayoritas
muslim membentuk Pakistan. Dan tersisalah Kashmir, sebuah
daerah mandiri dengan nama Kemaharajaan Jammu dan Kashmir.
Perselisihan atas wilayah Kashmir menyangkut persoalan
agama dan politik. Akar permasalahan dari konflik ini yakni ketika
Maha Raja Kashmir Hari Singh (beragama Hindu) memutuskan
memilih bergabung dengan pemerintah India tanpa persetujuan
rakyat Kashmir yang mayoritas beragama Islam seperti Pakistan.
Sejak muncul konflik, ribuan orang Kashmir dibunuh tentara India.
XII IPS 3 2
Proses Perang
India-Pakistan
Peristiwa ini memiliki empat
kejadian perang, tiga diantaranya
merupakan perang utama dan yang
lainya merupakan perang kecil yang
terjadi diantara kedua Negara.
XII IPS 3 3
PERANG YANG TERJADI
• Perang India-Pakistan 1947: Pakistan merebut 1/3 Kashmir (Pakistan
mengklaim Kashmir sebagai wilayahnya) dengan bantuan Pashtun. Hindu
dan Sikhs dihilangkan dari Kashmir Pakistan. India membalas dengan
mengirim pasukan ke Gurdaspur.
• Perang India-Pakistan 1965: Pasukan Pakistan berusaha memasuki
teritori Kashmir India untuk memicu pemberontakan oleh Kashmir.
Rencana ini gagal dan penyusup dapat ditemukan, sehingga India
membalas hal ini. Perang ini diakhiri dengan gencatan senjata, dan India
dapat merebut sedikit teritori Pakistan.·Perang
XII IPS 3 4
PERANG YANG TERJADI
• Perang India-Pakistan 1971: India dan Pakistan berperang lagi. Kali ini bukan
karena perebutan Kashmir, tetapi aksi separatisme di kawasan timur Pakistan.
Saat itu, India mendukung kaum nasionalis Bengali yang mencoba memerdekakan
diri dari Pakistan dan membentuk negara Bangladesh. Angkatan udara India
bahkan meluncurkan serangan bom ke wilayah Pakistan.
• Perang India-Pakistan 1999, juga disebut "Perang Kargil": Tentara Pakistan dan
beberapa pemberontak Kashmir merebut pos tentara India. India membalas dan
merebut kembali pos itu. Tekanan internasional terhadap Pakistan membuatnya
mundur. Perang berakhir dengan India merebut Kargil dan isolasi diplomatik
Pakistan.
XII IPS 3 5
6
7
TERIMA KASIH
XII IPS 3 8
KONFLIK ASIA TIMUR
KONFLIK KOREA SELATAN
DAN KOREA UTARA
&
KONFLIK TIONGKOK DAN
JEPANG
Kelompok : 4
Dini Magmun Hariri (10)
Intan Permata Sari (14)
Keysa Utami (17)
Wiwin (33)
Zainul Saputra (35)
KONFLIK KOREA SELATAN
DAN KOREA UTARA
Latar belakang
Latar belakang Perang Korea (1950-1953) berdasarkan
pada faktor adanya perbedaan ideologi antara
komunis bagi Korea Utara dan kapitalisasi bagi Korea
Selatan sehingga terjadi pemisahan wilayah yang
dibatasi oleh garis paralel ke 38 0 meskipun masing-
masing pemimpin Korea ingin melakukan reunifikasi
secara paksa/kekerasan demi perluasan
pengaruhnya.sehingga proses perang Korea (1950-
1953) mulai dari penyerbuan Korea Utara terhadap
Korea Selatan terdapat intervensi dari berbagai
negara yang akhirnya (gencatan senjata).
Upaya penyelesaian
Upaya Penyelesaian Konflik Korea Utara dan Korea
Selatan yang telah berlangsung selama 65 tahun hingga
kini belum menemui jalan penyelesaian yang dicapai
walaupun sudah banyak pihak yang terlibat dan berbagai
strategi dan solusi yang diupayakan. Berbagai hubungan
kerjasama baik bilateral antara Korea maupun
multilateral yang telah dilakukan hingga kini belum
membawa dampak untuk perdamaian kedua Korea tanpa
pengaruh besar Amerika dan Cina. Bahkan hingga kin
yang terjadi sebaliknya, dimana masa depan hubungan
antara Korea Utara dan Korea Selatan cenderung akan
tetap dalam kondisi konflik dan sangat sulit untuk pecah
kembali perang besar antara kedua Korea. Hal tersebut
disebabkan oleh kepemilikan senjata pemusnah masal
antar benua oleh Korea Utara yang telah membuat
negara tersebut tidak takut lagi dan tunduk kepada siapa
pun walaupun telah diberi ancaman dan sangsi bertubi-
tubi.
Dampak
Dampak yang ditimbulkan dari Perang Korea
bagi masyarakat Korea dan dunia
internasional yaitu dua negara Korea dimana
Korea Selatan muncul sebagai negara
ekonomi industri sedangkan Korea Utara
muncul sebagai negara militer terbentuknya
negara, serta adanya ancaman keamanan
bagi dunia internasional oleh program nuklir
Korea Utara Asia Timur memperkuat kekuatan
militer mereka yang disebabkan oleh senjata
belum permanen sehingga konflik dapat saja
terjadi hingga saat ini, yang dapat melibatkan
banyak Negara. Perang Korea membawa
kerusakan ekonomi dan social di Korea,
namun di sisi lain perang ini meningkatkan
ekonomi Jepang dan Amerika
KONFLIK TIONGKOK DAN
JEPANG
Latar belakang
Latar belakang Perang Tiongkok-Jepang Kedua (7
Juli 1937 sampai 9 September 1945) adalah perang
besar antara Tiongkok dan Jepang, sebelum dan
selama Perang Dunia II. Perang ini adalah perang Asia
terbesar pada abad ke-20. Walaupun kedua negara
telah sebentar-sebentar berperang sejak tahun 1931,
perang berskala besar baru dimulai sejak tahun 1937
dan berakhir dengan menyerahnya Jepang pada
tahun 1945. Perang ini merupakan akibat dari
kebijakan imperialis Jepang yang sudah berlangsung
selama beberapa dekade. Jepang bermaksud
mendominasi Tiongkok secara politis dan militer
untuk menjaga cadangan bahan baku dan sumber
daya alam yang sangat banyak dimiliki Tiongkok.
Pada saat yang bersamaan, kebangkitan
nasionalisme Tiongkok dan kebulatan tekad
membuat perlawanan tidak bisa dihindari.
Upaya penyelesaian
Peta kekuasaan Jepang tahun 1940.
Tiongkok menang; Jepang mendapat
kemenangan sementara dan menduduki
sebagian wilayah China dari tahun 1931
(perseturuan kecil) - 1945 sebelum
akhirnya menyerah tanpa syarat.
Dampak
Peperangan ini berakhir dengan kekalahan Dinasti
Qing dan penandatanganan Perjanjian Shimonoseki
pada tahun 1895 yang berakibat pada ganti rugi 30
juta tael kepada Jepang. Pengaruh selanjutnya dari
perang ini adalah pergantian dominansi regional
Asia dari Tiongkok kepada Jepang dan merupakan
pukulan telak untuk Dinasti Qing dan tradisi
Tiongkok kuno. Kehilangan yang memalukan atas
lepasnya Korea sebagai Negara pembayar upeti
yang terhadap Tiongkok, memicu terjadinya
kemarahan publik yang belum pernah terjadi
sebelumnya. Didalam negeri sendiri, kekalahan
Tiongkok mendorong terjadinya beberapa
pergolakan politik yang dipimpin oleh Sun Yat-Sen
dan Kang Youwei. Revolusi Xinhai menjadi
puncaknya pada tahun 1911.
Intan Dini
Zaenul
Keysa Wiwin
Konflik
Irlandia
“The Troubles” & “Na Trioblóidí”
Hai!!!! We are……….
01 Indra Yanur Ramlan
Absen : 13
02 Hilman Fauzan
Absen : 12
03 Rina Karlina
Absen : 28
04 Rintan Aprillia Jayusman
Absen : 29
05 Shopiah Agustiani
Absen 31
HAI GUYSS!!!
Kalian tau gak sih negara Irlandia?
Republik Irlandia adalah sebuah negara yang
mencakup lima perenam Pulau Irlandia yang
terletak di bagian barat laut Eropa. Populasi
Irlandia berjumlah lebih dari 4 juta jiwa dan
termasuk anggota Uni Eropa.
KONFLIK IRLANDIA UTARA
Konflik Irlandia Utara adalah sebuah
konflik etno-nasionalis di Irlandia Utara selama
akhir abad ke-20. Konflik ini dikenal secara
internasional sebagai konflik Irlandia
Utara kadang-kadang digambarkan sebagai
"perang gerilya" atau "perang bertingkat
rendah".
LATAR BELAKANG
• Kaum imigran Inggris yang menetap di Irlandia
dan beragama protestan pasca invasi bangsa
normandia ke tanah irlandia
• Desakan kaum imigran terhadap penduduk asli
Irlandia yang beragama katolik
• Kaum Protestan menang yang menjadikan
mereka mendominasi kekuasan dan menciptakan
diskriminasi
• Dinamika politik dan ekonomi menculkan 2
kelompok besar di irlandia, Unios dan
loyalis/nasionalis
UPAYA PENYELESAIAN
Tahun 1998 Perjanjian Belfast/Perjanjian
Jumat Agung dirumuskan. Sejumlah poin
penting dalam perjanjian ini antara lain :
• Irlandia Utara tetap menjadi bagian dari
Inggris kecuali mayoritas rakyatnya
berubah pendirian,
• pendirian komisi HAM di Irlandia Utara,
• penyusunan sistem pemerintahan di
Irlandia Utara yg komposisi anggotanya
harus terdiri dari partai loyalis & republic
• serta berakhirnya operasi militer Inggris
di Irlandia Utara. Dicapainya Perjanjian
Belfast juga disebut-sebut sebagai akhir
dari The Troubles.
DAMPAK
Dampak dari Konflik
Irlandia Utara :
• Menciptakan lebih dari 3500 kematian
• Konflik bersenjata berkepanjangan
• Penghentian konflik di Jum’at Agung
• Saat ini Irandia Utara mendapat Tentangan
oleh dinamika politik regional/ BREXIT
Konflik di Afrika
KONFLIK RWANDA
TEAM 6
1. AMELIA SITI ANJANI
2. ANDRI KURNIAWAN SOFYANA
3. ASYRA NURAINI
4. MUHAMAD BUDI SETIAWAN
5. NABILA NUR FADILAH
Daftar isi
Penyusun..……………………………………………i
Daftar Isi……………………………………………….ii
Latar Belakang…………………………………..1
Upaya Penyelesaian…………………………2
Dampak……………………………………………….3
Kolase…………………………………………………..4
Latar Belakang
Genosida Rwanda adalah sebuah
pembantaian 800.000 suku Tutsi dan
Hutu moderat oleh sekelompok
ekstremis Hutu yang dikenal sebagai
Interahamwe yang terjadi dalam periode
100 hari pada tahun 1994.
Rwanda sendiri adalah
Peristiwa ini bermula pada tanggal 6 April
sebuah negeri
1994, ketika Presiden Rwanda, Juvenal
berpenduduk 7,4 juta
Habyarimana menjadi korban
jiwa dan merupakan penembakan saat berada di dalam
negara terpadat di Afrika
pesawat terbang. Beberapa sumber
Tengah. menyebutkan Juvenal Habyarimana
tengah berada di dalam sebuah
helikopter pemberian pemerintah
Prancis. Saat itu, Habyarimana yang
berasal dari etnis Hutu berada dalam
satu heli dengan presiden Burundi,
Cyprien Ntarymira. Mereka baru saja
menghadiri pertemuan di Tanzania untuk
membahas masalah Burundi. Sebagian
sumber menyebutkan pesawat yang
digunakan bukanlah helikopter melainkan
pesawat jenis jet kecil Dassault Falcon.
Upaya Penyelesaian
Upaya Peace Keeping oleh PBB Setelah tiga tahun konflik
antara pemerintah Rwanda dengan kelompok RPF berjalan,
akhirnya pada bulan agustus 1993 konflik tersebut
diselesaikan dengan penandatanganan Arusha Accord.
Arusha Accord adalah sebuah kesepakatan yang ditanda-
tangani di Tanzania dibawah tekanan pihak internasional
yang bertujuan untuk membentuk perdamaian dari situasi
krisis serta perang saudara yang terjadi di Rwanda, yang
diikuti oleh hampir seluruh pihak yang terlibat. Salah satu
dari bagian kesepakatan tersebut adalah pembentukan
pasukan perdamaian oleh United Nations (UN) yang lebih
dikenal dengan sebutan United Nations Assistance Mission
for Rwanda (UNAMIR) yang bertugas untuk membantu
implementasi dari kesepakatan tersebut.
Dampak
konflik Rwanda menyebabkan
sekira 800 ribu rakyat Rwanda
Konflik
tewas dibunuh.
tersebut diakibatkan
esetnriasnTguatnsis. uPkeumHbuatnutatiearnh
adap
tersebut berlangsung
100 hari. selama
Koordinator
Anggota Kelompok
KONFLIK DI AMERIKA LATIN
REVOLUSI KUBA
KELOMPOK 7 :
1. BAMA ARIA A (06)
2. BUNGA SRI L (08)
3. LUKMAN KURNIAWAN (19)
4. NOVAL RAMDANI (24)
5. RERE AULIA (26)
REVOLUSI KUBA
Revolusi Kuba adalah salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah politik
kontemporer Amerika Latin dan Karibia. Ini terdiri dari pemberontakan melawan rezim
diktator Fulgencio Batista pada tahun 1953, oleh gerakan gerilyawan kiri Kuba yang
disebut Gerakan 26 Juli, yang dipimpin oleh Fidel Castro.
Revolusi Kuba berhasil menggulingkan pemerintahan Batista yang pro-Amerika dan
mendirikan yang baru di bawah premis demokrasi. Di bawah pengaruh Uni Soviet, dia
dengan cepat beralih ke komunisme.
Itu adalah simbol Amerika Latin dari perjuangan anti-imperialis dan
kemungkinan penentuan nasib sendiri rakyat. Itu terjadi dalam konteks internasional
yang kompleks dan bipolar, seperti Perang Dingin.
Revolusi Kuba terdiri dari serangkaian peristiwa yang beragam. Ini dimulai dengan
perjuangan bersenjata dengan gerilyawan komunis pemberontak, dan berpuncak pada
pembentukan pemerintahan revolusioner. Hal yang sama terjadi pada kediktatoran
Kuba, yang hampir seluruhnya diperintah oleh Castro bersaudara, Fidel dan Raúl.
Latar belakang
Pemerintah Batista tidak dapat menyembunyikan tingkat
korupsi yang memalukan atau asal muasalnya yang
curang. Akibatnya, muncul oposisi yang cukup radikal, di
mana upaya pengambilalihan Moncada Barracks pada
tahun 1953 adalah contoh penting. Pengacara muda Fidel
Castro memimpin sekelompok anak muda dari Partai
Rakyat Kuba, yang menyebut diri mereka “Generasi
Centennial”, Mereka mempersenjatai diri dan mencoba
merebut barak yang disebutkan, gagal dalam usahanya.
Kegagalan tersebut menyiratkan hilangnya banyak anggotanya, yang dipenjara hingga tahun
1955. Kemudian mereka diampuni oleh kediktatoran yang mencoba meredakan keributan rakyat
dan beberapa upaya pemberontakan lainnya. Dalam lingkungan Perang Dingin yang tegang,
dunia dipaksa untuk memihak antara AS dan Uni Soviet .Amerika Latin menderita dari kendali
anti-komunisme Amerika Utara dan dalam arti itu, Batista mendapat dukungan penuh dari
tetangga utaranya. Fidel Castro dan saudaranya Raúl mengambil posisi berlawanan. Mereka
pergi ke pengasingan di Meksiko pasca-revolusi dan mengorganisir Gerakan 26 Juli (M-26-7)
pada tahun 1955. Itu adalah kelompok yang dipandu oleh pemikiran José Martí, anti-imperialis
dan berfokus pada penggulingan kediktatoran Kuba.
Penyebab Revolusi Kuba
• Ketidakpuasan populer.
Korupsi rezim Batista tidak tertandingi dalam sejarah pulau itu, yang
diterjemahkan ke dalam pengayaan elit yang semakin kecil, terkait dengan kasino
dan penjualan minuman keras, serta dengan kepentingan Amerika Utara.
• Penggulingan Partai Rakyat Kuba.
Militan dari “generasi seratus tahun” berasal dari partai yang
memenangkan pemilihan umum 1952 dan diusir dari kekuasaannya oleh kudeta
militer Batista. Hal ini mendorong mereka melakukan tindakan radikal yang
nantinya akan memunculkan gerilyawan.
• Intervensi Amerika Utara di Kuba.
Kebijakan intrusif AS di Kuba sudah ada sejak beberapa dekade yang lalu,
sejak negara Amerika Utara itu ikut campur dalam emansipasi Kuba di Spanyol,
dengan mencadangkan kuota kekuasaan penting dalam pemerintahannya, secara
langsung atau tidak langsung. Ini menimbulkan sentimen anti-Amerika yang
mendorong partai-partai tertentu menuju komunisme.
Upaya penylesaian
• Mulai dari perjuangan bersenjata
Perjuangan bersenjata dimulai ketika Fidel Castro
dan pasukan revolusionernya mendarat di Kuba selatan
dengan kapalnya Granma, pada tanggal 2 Desember 1956.
Mereka diterima oleh 80.000 tentara yang dengan cepat
mendatangkan malapetaka di barisan revolusioner. Terserak,
tersesat dan dianiaya, mereka harus memasuki gunung
Sierra Maestra. Di sana, lebih dari 20 orang yang selamat
dari 82 awal yang disusun kembali untuk melakukan
serangan gerilya ke posisi musuh.
Pemerintah Batista menyebarkan berita palsu tentang kematian Fidel, berharap untuk
membungkam episode tersebut dan membalik halaman. Namun, “pria berjanggut” (dinamai sesuai
penampilan mereka) mendirikan stasiun radio rahasia, “radio pemberontak”. Dari sana mereka
memanggil orang-orang untuk memberontak, perlahan-lahan menambahkan warga ke barisan
mereka. Pers internasional menggemakan gerakan gerilya dan segera Fidel dan gerakannya
menikmati simpati rakyat Kuba.
• Penaklukan kekuasaan
Pada tanggal 1 Januari 1959, pasukan Revolusi memasuki
Havana, menyegel kekalahan Batista. Diktator telah
meninggalkan pulau itu ke Amerika Serikat, karena kejatuhan
telah diprediksi selama berbulan-bulan. Begitu mereka
mengambil alih kekuasaan, para gerilyawan dengan cepat
membubarkan tentara Kuba dan menganggap dirinya sebagai
satu-satunya kekuatan militer nasional. Ini membentuk
pemerintahan sementara dengan Manuel Urrutia Lleó sebagai
Presiden dan José Miró Cardona sebagai Perdana Menteri.
Pemerintahan ini mengandung kecenderungan yang sangat
berbeda di dalamnya yang segera mereka hadapi.
Ketidaksepakatan tersebut terungkap terutama di sekitar
tindakan ekstrim yang dilakukan oleh kaum revolusioner,
seperti ringkasan persidangan dan eksekusi,reforma
agrariadan pelaksanaan model komunis.
• Komunisme Pada tahun 1960, kunjungan Perdana Menteri Soviet Nikita
Khrushchev menutup peralihan pemerintah Kuba ke
arah komunisme. Saat itu, puncak ketegangan dalam
hubungannya dengan AS, akibat perampasan perusahaan AS
di tanah Kuba. Tahun itu Fidel mengunjungi PBB dan
menyampaikan pidato empat jam melawan musuh-musuhnya
di Amerika Serikat. Pada tahun 1961 hubungan diplomatik
kedua negara terputus. Pada bulan April tahun itu, Amerika
Serikat mendanai sebuah misi dengan tujuan bahwa sekitar
1.500 orang buangan Kuba akan mendapatkan kembali
kekuasaan di Kuba. Itu dikenal sebagai Invasi Teluk Babi dan
memuncak dengan kekalahan telak. Hal ini menutup
permusuhan antara kedua pemerintah dan menyebabkan
embargo AS terhadap Kuba, yang secara langsung
bergantung pada bantuan dari Uni Soviet. Menurut suara-
suara yang mengkritik rezim, Kuba pada waktu itu adalah
diktator komunis.
DAMPAK
• Berakhirnya kediktatoran Batista pada tahun 1959 dan proklamasi
pemerintahan baru.
• Transisi bertahap Kuba menuju pemerintahan komunis di bawah komando
gerilyawan di bawah Castro.
• Deklarasi permusuhan dengan Amerika Serikat dan aliansi Kuba dengan
Uni Soviet.
• Awal blokade AS atas pulau itu pada tahun 1960.