The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini menceritakan tentang Rubah dan teman-temannya yang pergi ke hutan larangan untuk mencari harta karun.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by indahnurrohmah970, 2024-05-16 05:58:36

Rubah Sang Penyelamat

Buku ini menceritakan tentang Rubah dan teman-temannya yang pergi ke hutan larangan untuk mencari harta karun.

Keywords: Rubah,Fabel

Oleh : Indah Nurrohmah RUBAH SANG PENYELAMAT RUBAH SANG PENYELAMAT SDN 3 Mayongkidul


Pagi hari yang cerah di hutan yang rindang hiduplah seekor rubah. Dia tinggal bersama dengan teman-temannya ada gajah, singa, dan kelinci. Mereka hidup dengan damai dan nyaman di hutan. 1


Pada suatu hari Rubah dan teman-temannya mencari makan bersama di hutan. Saat tiba di tengah hutan tiba- tiba terdengar suara aneh yang menakutkan. Sst ... "Suara apa itu?" kata Gajah. "Suara? Aku tidak mendengar apa-apa," kata Rubah. "Apakah kalian tidak ada yang mendengar suara aneh tadi?" tanya Gajah. "Tidak, Gajah. Kita tidak mendengar suara apapun," jawab Kelinci. 2


"Hai, semuanya," sapa Ular yang dengan sengaja mengejutkan Rubah dan teman-temannya. "Aaa...," kata Rubah dan teman-temannya terkejut. "Apa tujuanmu datang ke sini ini Ular?" tanya Kelinci merasa kesal. “Tenanglah sedikit sobat!, kedatanganku ke sini bukan tanpa alasan, aku ingin memberi tahu pada kalian bahwa di hutan larangan tersimpan harta karun yang berlimpah. Jika ada yang berhasil menemukan harta karun itu hidupnya pasti terjamin selamanya," jawab Ular. 3


Rubah merasa curiga dengan Ular yang bercerita tentang harta karun yang tersimpan di hutan larangan. "Tapi, Ular. Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan tadi," kata Rubah. "Kalau kalian tidak percaya kita buktikan saja!. Besok malam kita pergi bersama ke hutan larangan itu," sahut Ular. Ular pun pergi meninggalkan hutan. Rubah dan temantemannya melanjutkan perjalanannya untuk mencari makanan di hutan. 4


Waktu pun berlalu dengan cepat, tanpa disadari, Rubah dan teman-temannya sudah hampir 6 jam berada di tengah hutan sampai matahari mulai terbenam. Singa pun mengajak teman-temannya untuk pulang ke rumah. "Ayo teman-teman kita pulang!" kata Singa. "Iya, benar," jawab Gajah. 5


Selama di perjalanan pulang ke rumah, Singa, Rubah, Gajah, dan Kelinci tak berhenti membicarakan tentang harta karun di hutan larangan. “Oh iya teman-teman, bagaimana kalau besok malam kita pergi ke hutan larangan itu?, ” kata Gajah. “Ide yang bagus Gajah, ” sahut Kelinci. “Kalau kita bisa menemukan harta karun itu, kita tidak perlu susah-susah tuk mencari makan, ” kata Singa. Rubah hanya terdiam mendengarkan pembicaraan temantemannya. “Rubah, kamu kenapa?, apakah kamu sakit? kok dari tadi aku perhatiin cuma diam aja, ” kata Gajah. “Iya, nih. Rubah gak asik, ” kata Kelinci. “Maaf teman-teman bukannya aku tidak mau bicara, tetapi menurutku alangkah baiknya kita tidak pergi ke sana. Hutan itu kan jaraknya sangat jauh dan berbahaya. Binatang di hutan ini saja tidak ada yang berani pergi ke sana, ” kata Rubah. 6


Setelah menempuh perjalanan dari tengah hutan, akhirnya mereka pun sampai di dekat rumah mereka. Mereka pun saling berpamitan satu sama lain. “Alhamdulillah ya teman-teman, kita bisa sampai rumah, selamat beristirahat, ” kata Rubah. “Pulang dulu ya, ” kata Kelinci. “Sampai jumpa besok teman-temanku, ” sahut Singa. “Jumpa lagi ya, ingat jangan lupa besok malam, ” kata Gajah. 7


Keesokan harinya, Gajah, Kelinci, dan Singa berkumpul di gubuk kayu. “Eh, ngomong-ngomong Si Rubah mana kok belum kelihatan dia?, ” tanya Gajah. “Oh iya, ya Rubah belum kelihatan, ” sahut Kelinci. “Apa kita samperin aja ke rumahnya, ” kata Singa. “Boleh, ” jawab Gajah dan Kelinci serempak. 8


Gajah, Singa, dan Kelinci pun tiba di rumah Rubah. Mereka pun memanggil nama Rubah. “Rubah ... Rubah ... Rubah ..., ” kata Gajah, Singa, dan Kelinci. “Kok Rubah tidak menjawab ya. Jangan-jangan dia masih tidur, ” kata Gajah merasa heran. “Bisa jadi tuh!” kata Kelinci. Gajah pun mencoba membuka pintu rumah Rubah, dan pintunya pun terbuka. Gajah, Singa, dan Kelinci pun masuk ke rumah Rubah dan menuju ke kamarnya. 9


“Rubah, ayo bangun sudah pagi!” kata Kelinci. “Ehh, teman-teman. Kalian kok sudah di sini?, ” kata Rubah. “Ya, sudahlah Rubah. Kita kan pejuang cinta subuh.” kata Gajah. “Ayo cepat mandi Rubah! kita harus menyiapkan bekal untuk nanti malam ke hutan larangan”. kata Singa. Rubah merasa sangat heran dengan teman-temannya yang begitu gigih pendirian untuk pergi ke hutan larangan. 10


Gajah, Kelinci, dan Singa pun berpamitan dengan Rubah dan bergegas ke rumah masing-masing untuk menyiapkan perlengkapan yang akan mereka bawa nanti malam ke hutan larangan. Rubah pun juga ikut menyiapkan perlengkapannya, meskipun dia tidak tertarik dengan harta karun yang ada di hutan larangan yang diceritakan oleh Ular namun, dia ingin ikut bersama dengan teman-temannya untuk menjaga mereka jika terjadi bahaya. 11


Malam harinya Ular pun tiba di rumah Gajah. “Gajah, apakah kamu dan teman-temanmu sudah siap ke hutan larangan?, ” tanya Ular. “Sudah Ular, mereka sudah siap”. kata Gajah. Rubah, Kelinci dan Singa pun keluar dari rumah mereka dan bergegas menuju ke rumah Gajah saat melihat Ular sudah berada di sana. 12


“Semuanya sudah berkumpul, ayo kita berangkat!” kata Ular. “Ayo” jawab Gajah dan Singa saling kompak. Rubah, Gajah, Kelinci, dan Singa pun berangkat ke hutan larangan bersama dengan Ular. 13


Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, mereka pun tiba di hutan larangan. “Kita sudah sampai di hutan larangan, ” kata Ular. “Di mana letak harta karun itu Ular?, ” tanya Gajah merasa tidak sabar ingin segera mengambil harta karun. “Masih 800 m lagi perjalanannya ke sana, ” jawab Ular. Tiba-tiba Ular merasa sakit perut. “Aduh perutku sakit sekali, aku pergi ke belakang dulu ya teman-teman, ” kata Ular. “Ular, kamu mau ke mana?” tanya Rubah. “Sebentar saja, tunggu di sini!” Ucap Ular. Gajah, Kelinci, dan Singa duduk bersantai di hutan larangan sambil menunggu Ular kembali. Namun, berbeda dengan Rubah yang secara diam-diam mengikuti Ular dari belakang. 14


Ternyata benar, firasat Rubah mengatakan bahwa ada sesuatu yang janggal dengan Ular. Ular hanya berpura-pura sakit perut pada teman-teman Rubah, padahal perutnya dalam kondisi sehat. Tak disangka ternyata Ular izin pergi ke belakang untuk menemui teman-temannya yang sudah merencanakan menculik teman-teman Rubah. “Hai teman-teman, semuanya sudah siap?, ” tanya Ular kepada teman-temannya. “Sudah dong, pasti selalu siap, ” Ucap teman-teman Ular serempak. 15


Rubah pun bergegas pergi meninggalkan Ular dan menuju ke tempat teman-temannya. Setelah sampai di tempat temantemannya berada, Rubah pun bercerita kepada temantemannya tentang rencana jahat Ular kepada mereka. Awalnya teman-teman Rubah tidak percaya, Ular bisa berbuat jahat seperti itu dan membohongi mereka. Namun, mereka pada akhirnya berpikir secara jernih dan percaya pada Rubah. Rubah dan teman-temannya pun bekerja sama untuk membuat jebakan pada ular dan teman-temannya. “Teman-teman, kita harus segera pergi dari hutan larangan ini!, kata Rubah. “Tunggu dulu Rubah, kita kan belum mendapatkan harta karun itu, ” ucap Gajah. “Iya, benar kata Gajah. Kita kan belum mendapatkan harta karunnya”. kata Singa. Rubah dan teman-temannya membuat jebakan berupa tali yang diikatkan ke pohon-pohon, yang jika ular dan temantemannya lewat akan ketarik ke atas. Selain itu, mereka juga membuat lubang yang dalam yang ditutupi dengan ranting dan daun-daun sebagai jebakan untuk ular dan teman-temannya serta mereka juga memasang kawat-kawat berduri untuk menghindari Ular agar tidak dapat mengejar mereka. 16


Rubah dan teman-temannya pun bergegas pergi meninggalkan hutan larangan dan mencari jalan keluar dari hutan tersebut setelah menyelesaikan membuat jebakan-jebakan untuk Ular dan teman-temannya. “Ayo, teman-teman kita harus pergi sekarang!, ” ucap Rubah. Rubah dan teman-temannya pun pergi meninggalkan hutan larangan. Ular dan teman-temannya pun datang dan mereka terkejut saat Rubah dan teman-temannya sudah tidak berada di sana. “Ke mana mereka?, ucap teman Ular. “Pasti mereka kabur, sial. Ayo kita kejar mereka!” kata Ular. Tanpa sengaja ular dan teman-temannya masuk ke perangkap yang dibuat oleh Rubah dan temantemannya. Rubah dan teman-temannya pun kembali ke rumah mereka masing-masing dengan selamat dan hidup bahagia. Sejak saat itu, Ular dan temantemannya tidak terlihat lagi. Selesai 17


AMANAT Jangan mudah percaya dengan orang yang baru kita kenal. Berperilakulah jujur dalam kehidupan sehari-hari dan jangan berbohong kepada orang lain. Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu ada di saat senang ataupun susah. Bersyukurlah terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah kepadamu. Rezeki sudah ada yang mengaturnya, kita hanya perlu berusaha dan berdoa serta ikhlas dalam menerimanya. 18


BIODATA PENULIS Perkenalkan nama saya Indah Nurrohmah. Saya lahir di Sragen, 14 September 1999. Saya mempunyai hobi menggambar dan bersepeda. Saya merupakan alumni dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Saat ini, saya bekerja sebagai guru di SDN 3 Mayongkidul yang terletak di kabupaten Jepara. 19


Click to View FlipBook Version