RESUME
Mata Kuliah
Teologi Perjanjian Baru
Sekolah Tinggi Teologi
Rahmat Emmanel
Program Studi Magister
Pendidikan Agama Kristen
Disusun oleh :
Maria Magdalena, S.Pd
Dosen Pembimbing
Dr. Otniel Pangumbahas, SE, SKM, M.Th
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Yesus Kristus, sang Guru sejati yang telah memberikan kesanggupan
untuk menyelesaikan tugas meresume (merangkum atau meringakas) buku yang berjudul :
“Survey Perjanjian Baru” yang ditulis oleh Merrill C. Tenney dan melaporkan tugas resume
dengan tepat waktu.
Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Dr. Otniel Pangumbahas, SE, SKM, M.Th
sebagai dosen pembimbing mata kuliah Teologi Perjanjian Baru, Program S.2 di Sekolah
Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel, Jakarta. Melalui tugas meresume sebuah buku yang
bertemakan Teologi Perjanjian Baru, mendorong saya untuk meuntaskan membaca buku
tersebut yang sebelumnya sempat tertunda.
Karena keterbatasan waktu, maka saya menyadari bahwa hasil resume ini jauh dari pada
sempurna. Mungkin di waktu yang akan datang, perlu adanya perbaikan.
Kiranya hasil resume buku ini dapat bermanfaat untuk menampah pengetahuan terutama di
bidang Teologia.
Oktober, 2020
Maria Magdalena, S.Pd
i|Page
PROFIL BUKU
ii | P a g e
IDENTITAS BUKU
Judul Buku : SURVEI PERJANJIAN BARU
Penulis : Merrill C. Tenney
Penerbit : Gandum Mas
Tahun Terbit : 1953, Revisi 1961
Ukuran Buku : 23 cm x 15,5 cm
Jumlah Hal : 520 halaman
iii | P a g e
Bagian 1
DUNIA PADA MASA PERJANJIAN BARU
1. LATAR BELAKANG POLITIK
Kekaisaran Romawi
▪ Kitab Perjanjian Baru ditulis dan dipengaruhi oleh kekuasaan kekaisaran Romawi.
Roma adalah ibu kota Italia, pusat bertumbuhnya Negara Romawi. Beberapa
Kaisar yang pernah memerintah di imperium Romawi, diantaranya : Kaisar
Augustus, Tiberius, Caligula, Claudius, Nero, Galba,Villius, Vespasianus, Titus,
Domiyianus, Nreva, Trajanus. Hampir semua Kaisar memerintah dengan lalim
dan bengis. Ditengah-tengah pertumbuhan kekaisaran Romawi inilah, agama
Kristen berkembang, suatu agama dari sekelompok orang Yahudi yang tidak
dikenal yang akhirnya ‘mendunia’, meluas sampai ke ujung bumi.
▪ Yesus lahir ditengah pemerintahan Kaisar Augustus (Lukas 2 : 1). Masa pelayanan
dan wafat Nya terjadi pada masa Kekaisaran Tiberius (Lukas 3 : 1). Masa
penyebaran Injil di masa Claudius memerintah (Kisah Rasul 18 : 2) dan masa
Kaisar Nero (Kisah Rasul 25 : 1 – 12). Konon, kitab Wahyu ditulis pada Kaisar
Domitianus.
Pemerintah Propensi
▪ Corak Pemerintahan Romawi terdiri dari banyak Propinsi yang mandiri tetapi
tunduk pada pemerintah pusat Romawi. Propinsi ini terbagi dua bagian. Propinsi
yang setia pada Roma dipimpin oleh gubernur, yang bertanggung jawab pada
Senat - Romawi. Propinsi yang lebih rawan dipimpin oleh para wali negeri atau
propraetor yang diangkat dan bertanggung jawab langsung pada kaisar. Latar
belakang Politik pada pasa itu tidak hanya dipengaruhi oleh Pemerintah Romawi
tetapi juga ada pengaruh lain dari Kerajaan Helenisme dan Negara Yahudi. Bahasa
yang beredar luas adalah bahasa Yunani, karena itu kitab-kitab perjanjian baru pun
ditulis dalam bahasa Yunani.
1|Page
Kerajaan – Kerajaan Heleistik
▪ Corak kebudayaan pada abad permulaan Mesehi dipengaruhi oleh penyebaran
semangat Helenis. Kemudian atas kemenangan Alexander mulai masuknya
pengaruh Yunani, hingga Roma menjadi kota yang berbahasa Yunani. Setealah
kematian Alexander, dia tidak meninggalkan pewaris tahta hingga kekuasaannya
dibagi-bagi kepada para jendralnya. Kekuasaan negara kecil dibawah wangsa
Seleukus di Siria dan Wangsa Ptolomeus di Mesir
Negara Yahudi – masa Pembuangan, 597 SM – 322 SM
▪ Terjadi pada masa raja Nebukadnezar, raja Babelonia, menduduki Yudea dan
merebut Yerusalem (th 597 SM) berakhirlah kemerdekaan negara Yahudi.
Hancurnya negara Yahudi tidak berarti hancurnya Yudaisme. Justru paham
‘Yudaisme Ortodoks” lahir pada masa ini. Bangsa Yahudi ditawan selama tujuh
puluh tahun di Babilonia.
▪ Pada th 539 SM, raja Koresy mengalahkan Babilonia, dan pada zamaan raja
Koresy bangsa Yahudi dipulangkan ke tanah airnya. Kepulangan bangsa Yahudi
sejara bertahap – terjadi beberapa gelombang. Ezra adalah salah satu pimpinan
rombongan. Pada masa raja Arthasastra , seorang bernama Nehemia membantu
pembangunan kembali tembok Yerusalem
2. LATAR BELAKANG SOSIAL , BUDAYA, EKONOMI
A. KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT
▪ Masyarakat Yahudi ( terdapat kelompok kaum ningrat yang kaya, alim ulama,
keluarga para imam, tokoh para Rabi). Pada masa pemerintahan wangsa
Hasmoneus sampai pemerintahan Herodes, menguasai lalu lintas perdagangan
yang berhubungan dengan Bait Suci dan juga memperoleh keuntungan dari
perdagangan hewan kurban dan penukaran uang terkait pajak Bait Suci. Diatara
Sanhedrin (Dewan Agung Yudaisme) terdapat orang kaya (mungkin tuan
tanah) seperti Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea. Tapi mayoritas
pendudukhidup dalam kemiskinan. Biasa berprofesi sebagai petani, seniman,
pedagang kecil, nelayan.
2|Page
▪ Masyarakat Kafir (kaum ningrat, kelas menengah, rakyat jelata, kaum budak
dan penjahat). Dalam dunia kafir pada abad pertama, pembagian kelas dalam
masyarakat lebih kentara. Kaum ningrat biasanga tuan tanah yang beruntung
membeli tanah milik orang yang jatuh miskin akibat perang saudara. Jumlah
kaum kelas menengah merosot habis karena meningkatnya perbudakann yang
memanfaatkan para tawanan perang. Rakyat jelata adalah golongan tuna karya
yang melarat disbanding dengan budak yang memiliki kepastian akan pangan
dan sandang dari para tuannya. Jemlah budak menjadi sangat besar.
Gerombolan pengangguran yang resah yang putus asa dan kehilangan harta
benda menjadi lading subur tumbuhnya dunia kejahatan. Mereka tidak
memiliki norma-norma untuk mengendalikan kemerosotan moral ini. Lihat
Roma 1 : 18-32, gambaran yang mengerikan ini menguasai kehidupan
masyarakat kafir di Roma.
B. HASIL KEBUDAYAAN DAN KESUSASTRAAN
▪ Hasil Kebudayaan dan Kesusastraan diantaranya dalam bentuk syair, puisi,
epic tentang masa kejayaan Kaisar. Novel, esai filsafat dan drama tragedy.
Hasil karya buku tentang pengetahuan alam dan ilmu arsitektur. Berkembang
juga musik dan Drama. Berdirinya ‘arena’-gedung pertunjukan pertarungan
antara manusia dengan manusia (gladiator) atau adu manusia dengan hewan.
Berkembangnya ilmu berbagai pengetahuan, berlaku system wajib belajar
bebas biaya oleh Negara Romawi.
▪ Bahasa yang digunakan di dunia Romawi adalah Latin (bahasa resmi dipakai
dalam dunia hukum-pengadilan dan kesusastraan Roma). Bahasa Yunani
dipakai dan dikenal oleh kaum cendekiawan dan dipakai oleh mayoritas orang
Roma dalam dunia perdagangan). Bahasa Aram (bahasa Suku Semit yang
mirip bahasa Ibrani) dipakai oleh Yesus (Yoh 1 : 42, Matius 27:46, Roma
8:15). Seperti halnya Paulus memakai bahasa Aram pada saat berbicara
dengan orang di Yerusalem (Kisah 22:2) dan bahasa Ibrani kuno masih
digunakan oleh para rabi yang mempelajari pemikiran teologis. Bahasa Ibrani
hampir punah karena sudah tidak lagi digunakan oleh orang kebanyakan sejak
jaman Nabi Ezra. Luasnya penggunaan tiga bahasa pada masa itu, tertera pada
pengumuman yang terpasang pada salib diatas kepala Yesus yang tertulis
dalam bahasa Ibrani (Aram), Latin, bahasa Yunani (Yohanes 19 : 20).
3|Page
C. KEHIDUPAN EKONOMI
Kegiatan ekonomi meliputi : Pertanian, Industri, Keuangan, Pengangkatan dan
Perjalanan (sarana transportasi).
▪ Pada zaman Yesus dan gereja mula-mula, Negara Romawi mengasai negeri
di sekitar Laut Tengah. Terdapat padang penggembalaan yang luas untuk
ternak merumput, lading yang subur penghasil sayur-sayuran dan buah-
buahan dan bermacam biji-bijian yang mudah tumbuh disana. Lahan
pertanian di sebelah timur Britinia, Gaul, Jerman sangat subur karena
didukung dengan irigasi oleh proyek pengairan yang dibangun pada masa
pemerintah Augustus.
▪ Perindustrian masih kuno, hanya dimiliki oleh perorangan dan
dioperasikan menggunakan tenaga manusia, karena peralatan mesin hamper
belum dikenal. Barang-barang seperti peralatan rumah tangga, kain,
kerajinan keramik masih banyak yang diimport dari Negara lain. Barang
mewah seperti emas, batu permata, mutiara dan kayu langka didatangkan
dari Negara lain.
▪ Mata uang yang digunakan adalah logam standar Romawi yang disebut
denarius (dinar) dan uang emas aureus (pound). Matius 20:2, mencatat, satu
dinar = upah para pekerja sehari. Karena banyak kota yang diberi wewenang
untuk mencetak uang sendiri dan mata uang dari Negara jajahan Romawi
tidak ditarik peredarannya, maka terdapat beberapa jenis mata uang yang
berlaku. Misalkan talenta (Matius 25:15) dan mata uang Mina (lukas 19 :
13). Para penukar uang mendapat banyak keuntungan dari musafir seperti
yang dilukiskan dalam Matius 21:12. Sistem perbankan sudah ada secara
sederhana dengan penetapan Bungan simpan pinjam sekitar 4-12 prosen.
D. SARANA TRANSPORTASI PENGANGKUTAN DAN PERJALANAN.
Bangsa Romawi membangun jalan raya , jalan laying yang menjembatani lembah
dan sungai. Hewan masih digunakan sebagai alat tranportasi, seperti Keledai dan
Kuda. Lalu lintas perdagangan laut menggunakan kapal layar yang didayung oleh
tenaga manusia (budak), lihat Kisah Rasul 27:6, 28:11.
4|Page
3. LATAR BELAKANG KEAGAMAAN
Kekristenan lahir dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan yang sudah ada
sebelumnya. Latar Belakang Keagamaan yang ada pada saat itu antara lain:
▪ Pantheon, Romawi-Yunani : agama primitif orang Romawi adalah animism.
Jupiter, dewa langit disamakan dengan Zeus. Juno, istri nya disamakan dengan
Hera. Neptunus, dewa laut disamakan dengan Poseidon. Pluto, dewa kejahatan
disamakan dengan Hades.
▪ Pemujaan Kaisar : Kerajaan Helenistik dibawah kekuasaan wangsa Seleukus
dan Ptolemeus memuliakan raja-raja mereka sampai setara dengan dewa dan
memberikan gelar-gelar seperti Tuhan (Kyrios), Penyelamat (Soter),
Penjelmaan Dewa (Epiphanes).
▪ Agama-Agama Rahasia : Tak satu pun agama negara dan pemujaan kaisar
yang memberikan kekuatan dan penghiburan secara pribadi, karena itulah
orang-orang mulai mencari satu bentuk agama yang lebih rahasia yang dapat
memuaskan kebutuhan rohani mereka. Contoh agama-agama ini misalnya:
Eleusis, Cybelle, Bunda Agung (dari Asia), Isis dan Osiris atau Serapis (dari
Mesir), Mithraisme (dari Persia).
▪ Pemujaan Alam Gaib : Menurut mereka, dunia ini dihuni oleh roh dan jin
yang dapat diperintah oleh kita asalkan tahu mantera atau upacara yang tepat.
Mereka menujum dan meramal masa depan dengan melihat isi perut binatang
yang disembelih. Dibawah pemerintahan Tiberius, ilmu ramal perbintangan
mencapai puncaknya dan ilmu gaib terus digemari hingga abad-abad
selanjutnya.
▪ Filsafat - Filsafat : Platonisme, Gnostik, Neo-Platonisme, Epikurianisme,
Stoicisme, Sinisme, Skeptisisme,
▪ Evaluasi Filsafat : betapapun populernya filsafat serta berbagai versinya
berakhir pada perdebatan yang hanya menghasilkan keraguraguan. Filsafat
telah gagal mencari kebenaran tentang Allah. Agama Kristen adalah jawaban
dari keresahan para filsuf. Plato berani menyatakan melalui mulut Simias : “
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat
kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak
tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yoh 1:14)
5|Page
4. AGAMA YAHUDI (YUDAISME)
Diantara agama-agama lain dalam Negara Romawi abad pertama, Yudaisme
menempati tempat yang khusus. Agama ini adalah agama nasional dan berasal dari
bangsa Yahudi, tetapi pengikutnya tidak terbatas di kalangan mereka saja tetapi juga
bersal dari luar. Agama Yahudi adalah satu kepercayan yang menyembah Tuhan satu
Tuhan. Monotheisme Yudaisme sanggat kuat. Kekristenan adalah ‘anak Yudaisme’,
agama Yahudi menjadi dasar Kekristenan. Ajaran PB tentang Allah, dosa,
penyelamatan, hukum, anugerah, doa dan lainnya berpijak pada PL. Umat Kristen
mula-mula dikenal dengan “sekte orang Nasrani” (Kisah 25:5,14), dianggap cabang
dari Yudaisme.
▪ Asal-Usul Agama Yahudi :
Awal abad Masehi sebagian besar adalah hasil dari masa pembuangan. Pada
waktu penduduk kerajaan selatan di tawan di Babilonia, Yudaisme mulai
terbentuk. Beribadah kepada Yehova adalah kepercayaan asli orang Yahudi.
Dalam perjalanan waktu, kepercayaan mereka goyah dan jatuh pada
menyembah baal (berhala). Pada masa pembuangan (ditawan, terasing dan
menderita), Allah membuat mereka demikian agar orang Yahudi berbalik
kepada kepercayaannya semula. Melalui nabi Elia dan Yosua, ibadah kepada
Yehova mulai ditegakkan kembali. Setelah kembali dari pembuangan, masuk
era pembaharuan, dimana pada masa Raja Yosia, kitab Taurat dibacakan ( II
Taw 34:29-31). Ezra merupakan tokoh penting pada masa itu, yang bertekad
mempelajari dan menafsirkan Hukum Taurat (Ezra 7 : 6)
▪ Teologi : Inti iman Yudaisme adalah percaya kepada Tuhan yang Esa
(monotheisme). Hubungan pribadi antara Allah dan umat Nya diumpamakan
bagai hubungan Bapa dan anak. Manusia adalah ciptaan yag diperlengkapi
dengan kemampuan memilih untuk taat atau melanggar hukum Allah.
Dilenyapkan dari bangsa nya merupakan hukuman bagi para pendosa. Dunia
orang mati (Sheol) dianggap sebagai masa sebelum kebangkitan dan
penghakiman terakhir. Pengharapan akan Mesias sebagai penyelamat politik
Israel sangat terasa diantara masa perjanjian lama dan perjanjian baru.
▪ Bait Sici dan Sinagoge. Sejak hancurnya Bait Suci di Yerusalem (yang
dibangun Salomo), dirampas dan dibakar oleh pasukan Nebukatnezar, orang
6|Page
Yahudi beribadah di Sinagoge = rumah ibadah orang Yahudi. Sinagoge
menjadi pusat peribadatan yang baru sebagai pengganti Bait Suci. Hal ini bukan
berarti Sinagoge adalah tiruan dari Bait Suci. Pembangunan Bait Suci kedua
pada zaman pemerintahan Herodes.
▪ Tahun Suci : Paskah merupakan perayaan terpenting sebagai peringatan
keluarnya Israel dari perbudakan di Mesir. Hari besar lainnya yaitu Pentakosta,
hari raya meniup Serunai, hari Pendamaian, hari Pondok Daun, hari raya Pelita
dan hari raya Purim.
▪ Sistem Pendidikan : Sebelum seorang anak masuk sekolah, ia sudah belajar di
rumah tentang Shema, pengakuan iman Yahudi (Ulangan 6:4). Murid-murid
dilatih untuk mengingat dengan tepat dan menafsirkan Hukum dari berbagai
sudut pandang namun mereka tidak dilatih dalam kreatifitas penyelidikan
ilmiah.
▪ Kesusasteraan : Bangsa Yahudi adalah masyarakat yang hidup berdasarkan
Taurat, seluruh kehidupan mereka berlandaskan Hukum dan jalan pikiran
mereka diwarnai oleh iman yang mendasarinya. Pengaruh kitab suci Yahudi
kanonik terhadap kitab perjanjian baru begitu nyata.
▪ Sekte-Sekte Dalam Yudaisme : Sekte-sekte dalam Yudaisme yaitu Farisi,
Saduki, Eseni dan kaum Zelot (partai nasionalis fanatik yang ingin
membebaskan diri dari Roma dengan jalan kekerasan).
▪ Diaspora : Bagian terbesar dari orang Yahudi di Palestina justru tinggal diluar
perbatasan tanah suci, mereka ini disebut Diaspora. Ada golongan Hebrais yang
memegang teguh keyakinan religius Yudaisme dan adat istiadat Ibrani juga ada
golongan Helenis yang menyerap kebudayaan Roma Yunani dan tidak lagi
mengikuti adat istiadat Yahudi kecuali dalam segi iman nya.
5. LATAR BELAKANG PERJANJIAN BARU (Tahun 200 SM hingga 200 SM.)
▪ SIFAT YUDAISME dan APOKRIFA – PSEUDEPIGRAFA
Masa ini ditandai dengan suatu kecintaan yang berapi-api kepada Allah dan
suatu tekad untuk menaati Hukum Taurat. Kitab-kitab Apokrifa dan
Pseudepigrafa muncul sebagai tiruan dari beberapa buku suci Yahudi.
7|Page
▪ NASKAH LAUT MATI
Naskah-naskah laut mati, ditemukan di daerah Qumran dan Wadi Murabba’at
(sekitar 12 Mil sebelah tenggara Qumran) merupakan suatu naskah terpenting.
Disana ditemukan :
1) Salinan kanonik kitab-kitab perjanjian lama, kecuali Ester,
2) Salinan naskah-naskah Non-kanonik, Apokrifa dan Pseudepigrafa,
3) Dokumen-dokumen tentang kehidupan masyarakat pada zaman itu.
▪ SIFAT-SIFAT DASAR MASYARAKAT QUMRAN
1) Penafsiran kitab suci dengan metode pesher (“penafsiran”).
2) Doktrin keselamatan meliputi iman pada Guru Kebenaran dan pemenuhan
Hukum.
3) Ciri khas masyarakat Laut Mati adalah Separatisme yang ketat atas
kebencian terhadap musuh dan murka Tuhan terhadap semua orang diluat
sekte mereka.
4) Gaya hidup dengan disiplin tinggi tercermin dalam undang-undang dan
banyaknya peraturan.
5) Orientasi tentang akhirat sangat kuat, tentang datangnya Kerajaan Allah dan
6) Pengharapan akan nabi yang akan datang dan Mesias sebagai imam dan
manusia. Allah mendapat julukan ‘Guru besar” yang berarti ‘Pengajar
Firman”.
▪ PERBANDINGAN DENGAN PERJANJIAN BARU
1) Dengan metode pesher, PB dibandingkan dengan PL. Petrus merujuk
kepada nubuatan Nabi Yoel ((Kisah 2:16). Paulus mengutip kitab Mazmur
atau Ulangan (Efesus 4:8-10, Roma 10:6-8). Kristus disamakan dengan
‘batu penjuru’ oleh Nabi Yesaya dan Pemazmur (1 Petrus 2:6-8).
2) Kata Habakuk 2:4, tentang ‘orang benar hidup oleh iman’ dikutip Paulus
sebagai dasar pengajaran bahwa ‘kebenaran berdasarkan iman’ (Roma 1:17,
Galatia 3:6). Kristus adalah kegenapan Hukum Taurat (Roma 10:4, Galatia
2:16).
3) Dalam pelayanan, Yesus membuka diri bagi semua orang tanpa
membedakan golongan.kalau orang Farisi mengagungkan kesucian, Yesus
justru bergaul dengan pendosa dan pemungut cukai (Markus 2:16).
8|Page
4) Aturan moral (kekudusan, pembalasan akan kejahatan dsb) dijelaskan
secara rinci dalam PB namun tidak terdapat dalam kepustakaan Quamran.
5) PB banyak berbicara mengenai ‘Kerajaan Allah” yang sudah dekat akan
datang, bahkan sudah datang dalam diri Yesus Kristus.Kristus sebagai
Mesias yang dinanti dan penggenapan nubuatan PL.
Bagian 2
KITAB – KITAB INJIL : KISAH KEHIDUPAN KRISTUS
6. PERJANJIAN BARU : NAMA dan ISI
▪ Nama PB atau istilah “perjanjian baru” berasal dari bahasa Latin Novum
Testamentum, yang merupakan terjemahan dari bahasa Yunani, He Kaine
Diatheke. Istilah ini biasa digunakan untuk menyatakan suatu pesan atau wasiat
terakhir. Istilah Covenant juga berarti “perjanjian”, berasal dari kata Perancis
kuno, Covenir (“menyetujui”) atau yang mungkin juga berasal dari kata Latin,
convenire (“bersama-sama”), artinya adalah suatu perjanjian, ketetapan atau
kontrak yang melibatkan persetujuan keduabelah pihak.
▪ Isi perjanjian baru diawali melalui janji Allah yang baru melalui catatan kata-
kata yang diucapkan Yesus dan para murid Nya, meliputi: duapuluh tujuh artikel
dari sembilan orang penulis (atau mungkin delapan bila Paulus dianggap sebagai
penulis kitab Ibrani), ditulis dalam kurun waktu setengah abad lebih sedikit (tahun
45-100), Isi perjanjian baru dapat dikelompokan berdasarkan tiga cara yaitu:
menurut :
o Sifat kesusasteraan nya. Lima kitab PB : Matius, Markus, Lukas, Yohanes
berisi sejarah yang menceritakan kisah kehidupan Yesus dari sudut pandang
yang berbeda-beda. Sedangkan Kisah para Rasul menceritakan sejarah
perjalanan pengikut Yesus pada masa pelayanan Yesus di dunia khususnya
kisah Rasul Paulus sang misionaris. Buku-buku lain bersifat pengajaran atau
doktrin (Roma, I-II KOrintus, Galatia, Filipi, Kolose, I-II Tesalonika, Ibrani,
9|Page
Yakobus, I-II Petrus, I Yohanes, Yudas). Surat yang bersifat pribadi I-II
Timotius, Titus, Filimon, II-III Yohanes. Kitab Wahyu bersifat nubuat,
karena gaya simbolisme yang kuat dalam penglihatan digolongkan dalam
kepustakaan apokaliptik.
o Penulis nya. Jika digolongkan berdasarkan penulisnya. Matius, Petrus dan
Yohanes (kecuali Lukas berbangsa Yahudi) adalah anggota kelompok
apostolic. Markus, Yudas dan Yakobus berhubungan dengan kelompok
apostolic sejak sebelum kematian Yesus. Lukas dan Paulus meski tidak
menyaksikan sendiri kehidupan Yesus, namun dikenal baik oleh para saksi
sejarah untuk mencocokkan catatan mereka. Penulis Kitab Ibrani tidak
diketahui karena namanya tidak dicantumkan dalam iktisar tulisannya.
o Periode penulisan. Kitab-kitab PB tidak ditulis berdasarkan susunan
didalam kitab suci. Pembagian masa menjadi tiga periode yang tidak sama
panjangnya.
- Periode kelahiran ( 6 SM – tahun 30), meliputi masa kehidupan Yesus,
diuraikan dalam empat Injil.
- Periode perkembangan ( tahu 30-60) kesaksian tentang kisah kerasulan
terkait penginjilan.
- Periode pemantapan – periode misteri (tahun 60 – 100), karena tidak
banyak sejarah gereja yang diketahui.
7. INJIL SEBAGAI KARYA SASTRA
▪ Tatianus, seorang Kristen berbangsa Siria dari abad kedua (tahun 170), menyusun
ulasan kitab-kitab Injil yang masih ada hingga sekarang dengan hanya memakai
keempat Injil. Ireneus, uskup di Lyons dan Vienne yang hidup sekitar tahun 180
memberikan teori yang cukup menarik mengenai kitab-kitab Injil. Diantara sekian
banyak kitab Injil, ia juga hanya mengakui 4 kitab saja yang benar dan dapat
dipertanggungjawabkan.
▪ Ketiga kitab Injil yang pertama disebut karena mereka menangkap kehidupan Yesus
dari sudut pandang yang sama. Masalah dalam injil sinoptik adalah: Bila ketiga Injil
itu masing-masing berdiri sendiri dalam asal maupun perkembangan nya, mengapa
10 | P a g e
mereka begitu mirip satu dengan yang lainnya? Banyak teori yang berusaha
menjawab pertanyaan itu tapi belum ada satu jawaban pun yang memuaskan.
Kemungkinan besar, kabar mengenai Kristus itu pada mulanya berupa kisah-kisah
yang diceritakan secara lisan, baru kemudian para penulis membukukan nya.
Dibawah pimpinan Roh Kudus, kita percaya bahwa para penulis telah menyusun
kitab-kitab Injil Sinoptik itu sehingga menciptakan kesatuan tema yang
menakjubkan.
8. INJIL MATIUS
Menurut tradisi, Injil ini diyakini ditulis oleh Matius Lewi, pemungut cukai yang
menjadi salah seorang dari murid Kristus. Tanggal penulisan tidak diketahui dengan
pasti, kemungkinan pada zaman Nero (menurut Ireneus). Tempat penulisan nya
kemungkinan di Antiokhia. Tujuan kitab nampaknya untuk orang-orang yang
berlatarbelakang Yudaisme. Tujuan kitab ini adalah untuk menunjukan bahwa Yesus
dari Nazaret mengembangkan dan menguraikan wahyu ilahi tentang Mesias dalam
perjanjian lama. Setidak-tidaknya, injil ini mengutip 60 contoh dari perjanjian lama,
misalkan dari kitab Yesaya dan kitab Mazmur.
9. INJIL MARKUS
Menurut tradisi, penulis kitab ini dipercaya adalah Yohanes Markus, keturunan satu
keluarga Kristen di Yerusalem, pembantu dan wakil Paulus dan Barnabas dan mungkin
juga Petrus. Persekutuan doa demi kebebasan Petrus nampaknya dilakukan di rumah
nya dan setelah Petrus keluar penjara, Petrus langsung ke rumah Markus ini (Kisah
12:12). Injil ini ditulis setelah kematian Petrus, kemungkinan besar sekitar tahun 65-
68. Penulis kitab ini lebih menekankan fakta daripada tema atau topik. Hampir
seluruhnya menggunakan cara pendekatan yang objektif. Ia lebih menaruh perhatian
pada perbuatan daripada pemikiran
11 | P a g e
10. INJIL LUKAS
Penulis kitab ini adalah Tabib Lukas, rekan Paulus. Kemungkinan besar ditulis sekitar
tahun 60 dan ditujukan untuk Teofilus yang agung. Tujuan Injil ini jelas dikatakan
didalamnya yaitu untuk meyakinkan pembacanya bahwa segala yang dituliskan nya
adalah benar. Materi kitab ini disusun disekitar konsep utama tentang Yesus sebagai
seorang manusia yang menjalani kehidupan Nya dengan sempurna dan terhormat
melalui kekuasaan Roh Kudus. Dalam Injil Lukas penekanan akan unsur Sejarah sangat
menonjol. Ajaran tentang Roh Kudus mendapat tempat tersendiri.
11. INJIL YOHANES
Menurut tradisi Injil ini ditulis oleh Yohanes anak Zebedeus, yang menjadi salah satu
murid Yesus. Waktu penulisan sekitar tahun 40-140. Tujuan kitab ini tercantum dalam
Yohanes 20:30-31 yaitu agar pembaca percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah,
dan supaya pembaca memperoleh hidup oleh iman dalam nama Nya. Ada tiga kata
kunci dalam Injil Yohanes ini yaitu: tanda, percaya dan hidup. Yohanes
menggambarkan Yesus dari sudut kemanusiaan Nya seperti misalnya Yesus letih (4:6),
haus (4:7), kesal (6:26), dan seterusnya tetapi juga berbeda dengan ketiga Injil lainnya,
Injil ini menyoroti Yesus dari sisi keilahian Nya (1:1), (10:30), (8:58), dan sebagainya.
Kemungkinan besar tujuan dari injil ini adalah untuk mempertahankan suatu keyakinan
(apologetic) bagi orang-orang yang setidaknya memiliki sedikit minat filsafat. Hal ini
terlihat dari kata pembukanya: Tuhan tunjukanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah
cukup bagi kami (14:8).
12. KEHIDUPAN KRISTUS
(Sumber-Sumber Informasi Sekuler, Pelbagai Periode Dalam Kehidupan Yesus,
Geografi pada Masa Kehidupan Yesus, Ajaran Yesus)
Catatan kehidupan Kristus tidaklah banyak, kecuali keempat Injil dan penyebutan nama
Nya dalam surat-surat kepada jemaat, catatan sejarah pada zaman Nya hampir tidak
12 | P a g e
menyebutkan apa-apa tentang diri Nya.Sumber-sumber informasi sekuler didapat dari:
Antiquities karya Yosefus; Tacitus, seorang sejarawan Romawi; Suetonius; Pliny,
seorang penulis dalam surat nya kepada Trajanus mengenai orang-orang Kristen yang
dijumpai nya di Asia; Lucian, seorang penulis Satire dari abad kedua, pernah
mencemooh Kristus dan agama Kristen. Kebangkitan adalah puncak dari perjalanan
hidup Yesus.Semua ajaran Yesus sarat dengan tujuan moral dan rohani yang sejalan
dengan misi Bapa yang mengutus Nya (Yohanes 14:10). Tema pengajaran Nya sangat
beragam: hubungan sosial (Matius 5:21-26), moralitas seksual (5:27-32), hal
mengucapkan sumpah (5:33-37), dan sebagainya.
Bagian 3
KISAH GEREJA MULA-MULA
13. BERDIRINYA GEREJA
(Kisah Para Rasul 1:1 Hingga 8:3: Catatan Peristiwa: Kisah Para Rasul, Dasar
Gereja: Kisah Para Rasul 1:1 hingga 8:3, Permulaan Perserakan)
Hari lahir gereja adalah Pentakosta. Roh Kudus turun atas mereka dan membuat mereka
dapat berkata-kata dalam berbagai bahasa tentang perbuatan-perbuatan besar yang
dilakukan Allah (Kis 2:5-13). Gereja mula-mula bukanlah suatu organisasi yang teratur,
mereka masih mengikuti tata cara Yudaisme, para rasul dipandang sebagai pemimpin
karena fungsinya dalam mengajar dan berkotbah, tetapi sistem pemerintahan nya
tetaplah demokratis. Karena kematian Stefanus yang mengerikan dan tindakan keras
para pemimpin Yahudi untuk menindas gerakan baru ini, sebagian besar umat Kristen
di Yerusalem terpencar-pencar meninggalkan kota itu dan menetap disekitar Samaria
dan Yudea. Semakin lama gereja semakin memiliki bentuk organisasi tersendiri yang
berbeda dari Yudaisme.
13 | P a g e
14. MASA TRADISI PARA RASUL
Kisah Para Rasul 8:4 Hingga 11:18: Khotbah di Samaria, Sida-Sida dari Etiopia,
Pertobatan Paulus, Khotbah Petrus)
Filipus menjadi penginjil dan pergi ke Samaria dan misi nya ini diperkuat oleh bantuan
Petrus dan Yohanes. Kisah Para Rasul mencatat bahwa ternyata Roh Kudus bekerja
juga diantara bangsa-bangsa non-Yahudi (8:17), (10:44-46). Pelayanan Filipus
menggambarkan jangkauan gereja ke lokasi-lokasi yang baru dan pertobatan Saulus
dari Tarsus melahirkan seorang pemimpin baru yang dipakai Allah untuk semakin
meluaskan jangkauan Injil kepada bangsa-bangsa lain
15. GEREJA NON YAHUDI DAN MISI PAULUS
(Kisah Para Rasul 11:19 Hingga 15:35: Gereja di Antiokhia, Misi kepada Bangsa-
Bangsa Lain, Sidang di Yerusalem).
Kepustakaan Yang Berisi Protes: Surat Yakobus, Surat Paulus Kepada Jemaat di
Galatia.
Gerakan pelayanan Firman kepada bangsa-bangsa lain dimulai saat didirikannya gereja
di Antiokhia di Siria (Kis 11:19-20), mungkin sekitar tahun 33-40. Antiokhia menjadi
pusat dari seluruh misi yang baru. Kitab-kitab Injil mungkin berasal dari kota ini.
Disinilah murid-murid untuk pertama kalinya disebut Kristen (11:26). Dalam sebuah
ibadah, Paulus dan Barnabas dikhususkan Roh Kudus dan dipanggil untuk menjalankan
tugas yang baru.Tujuan pertama dari tugas mereka adalah Siprus. Dari sana Paulus
pindah ke Asia Kecil. Kota-kota lain yang menjadi tujuan misi Paulus adalah Ikonium,
Listra, Derbe. Kemudian pulanglah mereka ke Antiokhia untuk melaporkan bahwa
Allah telah membuka pintu juga bagi bangsa-bangsa lain menuju iman (14:27). Karena
pertumbuhan gereja non Yahudi berkembang begitu pesat dibawah misi Paulus dan
Barnabas, munculah persoalan baru yaitu sejauh manakah bangsa-bangsa itu menaati
ketentuan-ketentuan Taurat? Perdebatan Petrus dengan umat Kristen Yahudi di
Yerusalem setelah kunjungan nya ke rumah Kornelius merupakan tanda-tanda
ketegangan yang pertama. Namun perkembangan agama Kristen dibawah pimpinan
Roh Kudus lambat laun menjadi makin menjauh dari Hukum dan makin mengarah
kepada Iman.
14 | P a g e
16. PROGRAM PELAYANAN PAULUS
Kisah Para Rasul 15:36 Hingga 21:16: Misi Kedua ke Asia Kecil, Misi ke Makedonia.
Surat Paulus Kepada Jemaat di Tesalonika: I Tesalonika, II Tesalonika, Misi ke
Akhaya, Misi ke Asia. Surat Paulus Kepada Jemaat di Korintus: Latar Belakang, "Surat
Yang Hilang", I Korintus, II Korintus, Kunjungan Terakhir ke Korintus, Misi yang
Direncanakan, Surat Paulus kepada Jemaat di Roma, Akhir Perjalanan Paulus.
Misi kedua Paulus ke Asia Kecil, sekitar tahun 49, melakukan perjalanan darat melalui
Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat disitu (15:41). Akhirnya tibalah di
Listra dan Derbe. Paulus bertemu Timotius, seorang pemuda yang percaya, yang ibunya
seorang Yahudi tetapi ayahnya seorang Yunani. Ia telah dididik dengan baik dalam hal
Kitab Suci Perjanjian Lama oleh ibu dan neneknya. Kemudian Paulus meneruskan
perjalanan ke Galatia, Frigia, Misia, Bitinia, Troas kemudian ke Makedonia.
Kota pertama yang dikunjungi di Makedonia adalah Filipi lalu menuju Tesalonika, lalu
melarikan diri ke Berea karena ketegangan yang terjadi antara orang-orang percaya dan
orang-orang bukan Yahudi yang tidak mau menerima pemberitaan nya. Dari Berea, ke
Atena, Korintus, Antiokhia lalu ke Efesus. Paulus merencanakan pulang ke Yerusalem
hanya sebagai selingan untuk misi nya yang lebih besar yaitu Roma.
17. MASA PAULUS DIPENJARA
(Kisah Para Rasul 21:17 Hingga 28:31: Yerusalem, Surat-Surat Paulus, Filemon,
Efesus, Kolose, Filipi, Akibat Pemenjaraan Paulus).
Bagian terakhir dari Kisah Para Rasul mengisahkan peristiwa pemenjaraan, pengadilan
dan perjalanan Paulus ke Roma. Kemungkinan besar, keempat surat Paulus yaitu Filipi,
Kolose, Efesus dan Filemon ditulis nya ketika dipenjarakan di Roma.
15 | P a g e
Bagian 4
PERMASALAHAN GEREJA MULA - MULA
18. LEMBAGA GEREJA : SURAT – SURAT PENGGEMBALAAN
(Latar Belakang, I Timotius, Titus, II Timotius, Evaluasi)
Yang termasuk di dalam surat-surat penggembalaan ini adalah :
▪ I Timotius, yang intinya adalah meneguhkan Timotius dalam pelayanan yang
dilakukan nya sebagai pemimpin gereja.
▪ Surat kepada Titus, seorang rekan Paulus selama limabelas tahun atau lebih,
ia adalah orang percaya non Yahudi pada masa awal gereja di Antiokhia.Secara
umum, isi Titus serupa dengan Timotius kecuali memiliki penekanan yang lebih
kuat dalam perumusan pengakuan iman.
▪ Surat II Timotius, merupakan panduan dari ungkapan perasaan pribadi dan
kebijaksanaan kepemimpinan gereja yang berupa kenangan dan perintah,
kesedihan dan keyakinan. Tujuan utamanya untuk meneguhkan Timotius untuk
menerima tugas berat dalam waktu dekat.
19. GEREJA YANG MENDERITA
(I Petrus: Latar Belakang, Penulis, Ikhtisar, Isi, Evaluasi)
Surat ini ditujukan kepada “orang-orang pendatang yang tersebar yaitu orang-orang
yang dipilih” (I Petrus 1:1-2). Bayangan akan penindasan adalah tema dari surat ini.
Penulis adalah Simon Petrus, murid Yesus. Nilai utama dari surat ini adalah bahwa ia
menunjukan kepada orang-orang Kristen bagaimana harus mempertahankan penebusan
mereka ditengah-tengah dunia yang memusuhi mereka. Keselamatan mungkin
melibatkan penderitaan tetapi juga membawa pengharapan ketika kasih karunia Allah
dinyatakan bagi setiap orang.
20. PERPECAHAN DENGAN YUDAISME
(Ibrani: Latar Belakang, Penulis, Tanggal, Ikhtisar, Isi, Evaluasi)
16 | P a g e
Penulis kitab ini tidak menyebutkan nama dalam tulisan nya tetapi tampaknya ia
memiliki kemampuan sastera yang tinggi dengan gaya yang lebih mendekati gaya
Yunani Klasik dibandingkan para penulis perjanjian baru lainnya. Waktu penulisan
tampaknya pada akhir dekade keenam, ketika gereja di Roma sedang ketakutan
menghadapi penganiayaan dan kejatuhan persemakmuran Yahudi yang sudah
diambang pintu. Tema dari kitab ini adalah bahwa pernyataan Allah melalui Kristus
lebih tinggi daripada pernyataan Allah melalui Hukum sebagaimana yang diterapkan
melalui imamat Lewi. Nilai tertinggi dari kitab Ibrani adalah ajaran nya tentang
pelayanan dan imamat Kristus sekarang (Ibrani 7:24).
21. BAHAYA BIDAT (AJARAN SESAT)
II Petrus; Yudas; I, II, III Yohanes: Latar Belakang, II Petrus, Yudas I, II, III Yohanes:
latar Belakang, I Yohanes, II Yohanes, III Yohanes)
Tema utama II Petrus adalah pengetahuan. Jika orang-orang sesat mengagung-
agungkan pengetahuan mereka, Petrus ingin menunjukan bahwa jawaban dari
pengetahuan yang salah adalah pengetahuan yang benar. Sumbangan terbesar dalam
kitab ini adalah soal penafsiran kitab suci (II Petrus 1:20-21).Tujuan surat Yudas adalah
mendesak para pembacanya agar tetap berjuang mempertahankan iman yang telah
disampaikan kepada orang-orang kudus. I Yohanes nampaknya ditulis untuk
memerangi ajaran sesat Gnostikisme. Latar belakang II Yohanes nampaknya sama
dengan surat yang pertama, namun bersifat lebih pribadi. Surat III Yohanes ditujukan
untuk Gayus, seorang gembala atau pemimpin gereja, lebih banyak berbicara soal
administratif dibandingkan teologis.
22. GEREJA YANG MENANTIKAN WAHYU
(Latar Belakang, Berbagai Tafsiran, Isi, Ikhtisar, Evaluasi)
Penulis kitab ini adalah Yohanes, lokasin penulisannya di Pulau terpencil, Patmos
ketika penulis telah dibuang oleh karena iman nya (Wahyu 1:9). Isi utama kitab ini
adalah nubuatan akhir zaman.
17 | P a g e
Bagian 5
KANON DAN NASKAH PERJANJIAN BARU
23.KANON PERJANJIAN BARU
(Definisi, Kesaksian Internal, Kesaksian Eksternal, Kesimpulan)
▪ Kata ‘kanon’ berasal dari kata Yunani yang berarti ‘sebatang ilalang’ atau
‘sebatang tongkat’ atau ‘balok kayu’ yang fungsinya sebagai alat ukur. Kanon
merupakan metafora untuk menjelaskan tentang “suatu standar” . Kanon
perjanjian baru adalah suatu standar yang digunakan untuk memilih kitab-kitab
mana saja yang dimasukan menjadi bagian dari kumpulan kitab perjanjian baru
itu. Kriteria sejati kanonisitas adalah ilham (II Timotius 3:16-17). Tulisan-
tulisan itu diilhamkan dengan cara:
o Ilham dari tulisan-tulisan itu didukung oleh apa yang tersirat dalam isi
nya.
o Ilham itu dikuatkan oleh pengaruh moral nya.
o Kesaksian historis dari gereja Kristus yang menunjukkan nilai dari
kitab-kitab ini.
▪ Pada intinya, semua kitab kanon ini memiliki satu pokok pikiran yang sama
yaitu pribadi dan karya Yesus Kristus.Tulisan-tulisan perjanjian baru itu sendiri
memberikan kesaksian tentang otoritas berita yang disampaikan nya. Perjanjian
lama banyak dikutip sebagai Firman Allah yang diilhamkan. Penggunaan kitab-
kitab perjanjian baru oleh gereja mula-mula menjadi kesaksian tersendiri akan
otoritas nya. Kanon pertama adalah kanon Marcion, sekitar tahun 140, yang
kedua adalah Kanon Muratori.
▪ Pembicaraan resmi para utusan gereja dalam suatu dewan resmi (Konsili) baru
terjadi pada akhir abad keempat. Konsili pertama adalah Konsili Laodikia,
tahun 363. Konsili ketiga Kartago tahun 397menetapkan serupa dengan Sinode
18 | P a g e
Laodikia dan memberikan sebuah daftar karangan yang sama dengan
keduapuluh tujuh kitab perjanjian baru yang sekarang. Konsili Hippo tahun 419,
mengulangi dan meneguhkan juga keputusan itu.
▪ Jadi, kanon bukanlah hasil penilaian sewenang-wenang siapapun, juga bukan
keputusan konsili apapun. Ia adalah hasil dari penggunaan nya dalam berbagai
tulisan yang telah membuktikan keunggulan dan keharmonisan nya oleh daya
penggerak yang dikandung nya.
24.NASKAH DAN PENYEBARAN PERJANJIAN BARU
(Penyebaran Perjanjian Baru, Sumber Naskah Kitab Suci, Berbagai Terjemahan
Modernsi)
▪ Adalah mustahil untuk menentukan kapan kumpulan tulisan perjanjian baru
pertama kali diciptakan. Salinan kitab-kitab Injil dan surat-surat pasti sudah
dibuat dan disebarluaskan sejak masa yang paling awal. Himpunan perjanjian
baru seperti yang ada sekarang ini muncul pada awal abad ketiga.
▪ Pada mulanya kitab-kitab perjanjian baru diperbanyak dan disebarluaskan baik
secara pribadi atau oleh para ahli kitab profesional untuk keperluan gereja atau
biara. Sejak awal abad kedua hingga akhir abad ketiga, banyak orang Kristen
yang mengalami penindasan terus menerus dari pemerintahan Romawi,
seringkali kitab-kitab suci mereka disita sehingga banyak naskah yang rusak
bahkan musnah.
▪ Setelah kemenangan Konstantinus, agama Kristen resmi diakui menjadi agama
negara, tahun 313. Umat Kristen mulai menyusun kembali naskah-naskah kitab
suci nya untuk keperluan umum.Betapapun banyaknya kemungkinan untuk
salah, naskah-naskah perjanjian baru adalah yang paling dapat dipercaya dari
antara karya sastera purba yang berhasil diselamatkan.
19 | P a g e
NILAI POSITIF BUKU
❖ Ditinjau dari bobot isinya, buku ini masuk dalam kategori buku Literatur yang baik
sebagai penuntun yang berharga bagi cakrawala pengetahuan yang lebih luas, lebih
mendalam tentang dunia Perjanjian Baru. Buku yang luas isinya ini adalah suatu karya
berharga yang membantu memperkenalkan dunia Perjanjian Baru beserta pesannya
kepada pembacanya.
❖ Buku ini menolong untuk mengetahui informasi tentang latar belakang dunia PB
sehingga dapat memperkaya wawasan dalam memberikan interpretasi (penafsiran)
terhadap isi firman Tuhan dalam kitab-kitab PB.
❖ Ditulis dengan gaya yang jelas dan tidak bersifat teknis, buku Survei Perjanjian Baru
merupakan suatu survei historis dan analitik yang menyajikan pesan Perjanjian Baru
dengan latar belakang keadaan dunia abad mengenai : agama, ekonomi, politik, dan
sosial yang menyeluruh dari Perjanjian Baru.
❖ Penjelasan didukung dengan rujukan ayat Alkitab meyakinkan pembaca tentang
keterkaitan dunia PB dengan pencatatan dalam Alkitab.
❖ Dilengkapi dengan gambar, foto-foto, lukisan, peta, denah, skema serta grafik yang
menolong pembaca memahami tentang dunia PB.
REKOMENDASI BUKU
Buku Survey Perjanjian Baru karangan Merrill C.Tenney ini adalah sebuah buku literatur yang
berharga sebagai buku pedoman belajar. Buku ini wajib dibaca dan dimiliki oleh mereka yang
mengemban tugas atau berperan sebagai berikut :
❖ Pelayan Firman (Pengkhotbah)
❖ Pelayan / hamba Tuhan : Pendeta, Majelis, Pemimpin jemaat / Gembala.
❖ Pengajar (guru /Dosen) Teologi dan pendidikan agama Kristen,
❖ Pengajar Katekisasi.
❖ Pelajar : Siswa / Mahasiswa di Sekolah-sekolah Teologi
❖ Penulis Buku – buku Kristiani
20 | P a g e
Terima Kasih
21 | P a g e