MATERI PELATIHAN TAHAP DASAR
(Versi 2016)
PELATIHAN KHOTBAH LANGHAM INDONESIA
Daftar Isi
Intisari Pelayanan Khotbah Langham ………………………………………………… 3
Lima Cara Lihat Dalam Mempelajari Alkitab …………………………………………. 4
Keyakinan Dasar …..……………………………………..…………………................. 5
Mengamati dan Memahami Perikop Alkitab ……...………………………………….. 8
Menyusun Khotbah ……………............................................................................... 13
Menilai Khotbah ...……………......……………………………………………………... 19
Mengenal Alkitab Secara Keseluruhan .................…………………………………... 21
Membangun Jembatan dari Dunia Alkitab ke Dunia Sekarang …........................... 26
Contoh Kerangka Khotbah ……………………………………………………………... 31
Tanggung Jawab Seorang Pengkhotbah................................................................. 33
Membentuk Kelompok Pengkhotbah Alkitabiah …...……………………………….... 37
Lembar Pengamatan dan Susunan Khotbah …………………………………………. 39
2
Intisari Pelayanan Khotbah Langham
Pelatihan Khotbah Langham dimulai oleh John Stott di Inggris pada tahun 2000.
Tujuan pelatihan ini adalah memperlengkapi gereja-gereja untuk misi dan bertumbuh
dewasa dalam Yesus Kristus melalui pelayanan para gembala dan pemimpin Kristen
yang percaya, mengajarkan serta hidup dalam firman Allah.
Di Indonesia pelatihan Khotbah Langham dilakukan oleh Yayasan Langham dan
Kemitraan Pelayanan yang bekerja sama dengan gereja dan lembaga pelayanan.
Intisari Pelayanan Langham
1. Berkomitmen pada pelayanan yang berfokus pada khotbah dan pengkhotbah.
Allah ingin gereja-Nya bertumbuh dewasa. Gereja bertumbuh melalui firman-Nya
yang masuk ke dalam kehidupan orang percaya terutama melalui khotbah.
2. Berkomitmen untuk mengutamakan tempat-tempat dengan kebutuhan besar
tetapi kekurangan sumber daya. Pertumbuhan gereja terjadi dengan cepat, tetapi
tidak seiring dengan kedalaman. Pelayanan Langham berkomitmen mewujudkan
kedalaman dalam pertumbuhan gereja.
3. Berkomitmen pada pelatihan khotbah eksposisi Alkitab yang berfokus pada
pengamatan dan pemahaman isi teks Alkitab, penguraian serta penerapannya,
sambil tetap berpusat pada teks tersebut sepanjang khotbah.
4. Berkomitmen pada pembelajaran praktis dan sederhana, yang dipraktikkan
berulang dalam rangkaian belajar. Pelayanan Langham lebih berfokus pada
pelatihan yang dapat diajarkan dengan mudah, tanpa bergantung pada ketersediaan
sumber kepustakaan.
5. Berkomitmen pada pelatihan skala kecil agar peserta saling kenal, yang kemudian
ditindaklanjuti dengan membentuk dan menjalankan Kelompok Pengkhotbah.
Pembentukan Kelompok Pengkhotbah di daerah asal peserta masing-masing
diharapkan dapat menjaga semangat belajar dan berbagi kepada pengkhotbah lain.
6. Berkomitmen untuk mencapai tujuan dengan membina para pelatih lokal dan
memberdayakan sumber daya lokal sehingga kelak dapat mandiri dari sumber
luar negeri atau nasional.
7. Berkomitmen untuk mengupayakan terjadinya transformasi dalam berkhotbah.
Pelayanan Langham meyakini bahwa khotbah yang berfokus pada Alkitab dapat
mendorong pendewasaan gereja untuk menjadi agen perubahan yang menggarami
dan menerangi dunia.
3
Lima Cara Lihat Dalam Mempelajari Alkitab
Alkitab adalah hasil pekerjaan Allah dan sekaligus karya manusia. Alkitab adalah
firman Allah. Allah memperkenalkan diri dan memberitahukan kehendak-Nya melalui
Alkitab. Allah adalah penulis Alkitab. Oleh karena itu kita perlu berdoa meminta
pertolongan Tuhan untuk bisa mengerti Alkitab.
Allah memakai manusia untuk menuliskan perkataan-Nya. Alkitab ditulis oleh
sekitar 40 orang, yakni para nabi dan rasul selama lebih dari 1.500 tahun. Oleh karena
itu kita perlu mempelajari tulisan dalam Alkitab. Ada lima cara melihat dalam
mempelajari Alkitab:
ALLAH
Langkah 1. Lihat ke atas
Sikat hormat, menerima Alkitab sebagai firman Allah (berdoa dan beriman)
Langkah 2. Lihat ke bawah
Mengamati dan mempelajari Alkitab sebagai hasil tulisan orang-orang yang dipimpin Roh Kudus
AYAT/PERIKOP
Langkah 3. Lihat ke belakang Langkah 4. Lihat ke depan
Memahami ayat/perikop dalam konteks kitab dan rangkaian cerita Alkitab secara keseluruhan
Langkah 5. Lihat ke saat ini
Menerapkan isi perikop untuk pendengar sekarang
Berita firman
untuk hari ini
Penerapan
Gambar 1. Lima Cara Lihat dalam Mempelajari Isi Alkitab
[Teori dari Andrew Reid, Ridley College, Melbourne]
4
Keyakinan Dasar
Tujuan:
1. Peserta meyakini kebenaran-kebenaran dasar bagi pelayanan seorang pengkhotbah.
2. Peserta memahami bahwa belajar berkhotbah bukan saja tentang menguasai keterampilan
tetapi juga tentang keyakinan yang dipercayainya.
Berbagi Suka dan Susah Dalam Berkhotbah
1. Sudah berapa lama Anda melakukan pelayanan khotbah? Sudah berapa kali kira-kira
Anda berkhotbah?
2. Mengapa Anda melakukan pelayanan khotbah?
3. Apa yang membuat Anda senang dan bersukacita dalam pelayanan khotbah?
4. Apakah Anda pernah ragu-ragu, merasa rendah diri dan susah dalam berkhotbah?
Bagaimana caranya mengatasi hal ini?
Semua pengkhotbah pernah mengalami suka duka dalam pelayanan khotbah. Sukacita
dalam berkhotbah dapat mengurangi kelelahan dalam pelayanan. Sebaliknya keraguan, rasa
rendah diri dan kesusahan dalam berkhotbah dapat mengurangi semangat. Untuk itu kita perlu
mencari penyelesaiannya.
Sebagai langkah pertama, kita perlu meningkatkan keyakinan terhadap Tuhan dan
firman-Nya. Seorang pengkhotbah yang memiliki keyakinan terhadap Tuhan dan firman-Nya
akan menjadi pengkhotbah yang bersemangat dan tekun dalam menghadapi kesulitan. Jika kita
yakin Allah Bapa dan Allah Anak, yakni Yesus Kristus, serta Allah Roh Kudus menyertai kita
sebagai pengkhotbah, maka kita memiliki kekuatan yang besar. Jika kita yakin bahwa firman
Allah berkuasa, maka kita akan setia memberitakannya.
Alkitab memberi banyak ayat yang dapat memberi kekuatan dan keyakinan bagi kita
sebagai pengkhotbah. Kita akan belajar dari beberapa ayat tentang hal ini:
1. Jemaat memerlukan firman Allah (Baca Mat. 4:4)
Siapa yang memerlukan firman Allah?
………………………………………………………………….…………………………………………………………………………
(Semua pendengar kita perlu mendengar firman Allah. Jangan merasa ragu berkhotbah
meskipun pendengar bersikap seolah-olah tidak memerlukannya.)
5
Firman yang mana yang diperlukan semua orang?
………………………………………………………………………….…………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….
(Semua firman Allah, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, diperlukan.
Khotbahkan seluruh isi Alkitab. Allah memerintah dan memelihara jemaat melalui firman-
Nya. Firman Allahlah yang membuat gereja bertumbuh. Sumber kekuatan hamba Tuhan dan
jemaat bukan hanya dari makanan, tetapi juga dari firman Allah dalam Alkitab.)
2. Firman Allah menjadi bahan dasar khotbah (Baca Mzm. 19:8, 9)
Apa saja yang disebutkan sebagai keunggulan firman Allah?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
(Firman Allah yang menjadi bahan dasar khotbah kita sangat bermutu, bukan tulisan
murahan.)
Apa saja manfaat firman Allah bagi kita?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
(Khotbah firman Allah sangat berguna untuk pendengar kita.)
3. Kuasa Allah melalui firman-Nya (Baca Yes. 55:11)
Apa yang Tuhan nyatakan tentang firman-Nya?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
(Pengkhotbah hanya bertugas menjadi alat untuk menyampaikan firman Allah yang
berkuasa. Kita bisa lemah dan mempunyai kekurangan, tetapi firman Allah berkuasa.)
4. Perintah Yesus (Baca Mat. 28:19-20)
Apa perintah Tuhan Yesus kepada kita?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………..……
Apakah berkhotbah termasuk dalam perintah ini?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
6
Apa janji yang diberikan Tuhan bersama dengan perintah-Nya?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
(Pengajaran firman untuk memuridkan adalah perintah Yesus. Berkhotbah adalah bagian
dari pengajaran yang disertai dengan janji penyertaan kuasa-Nya. Jadi berkhotbah adalah
melakukan perintah Yesus dan diberi kuasa oleh-Nya.)
5. Peran Roh Kudus (Baca Yoh. 16:8 )
Apa pekerjaan Roh Kudus yang disebutkan dalam ayat ini?
………………………………………………………………………………………………………………………………………….…..
……………………………………………………………………………………………………………………………..………………
(Roh Kudus memimpin penulisan firman dan bekerja melalui firman Allah. Pengkhotbah
adalah rekan kerja Roh Kudus. Kita bertugas memberitakan Alkitab dengan setia, kemudian
Roh Kudus bekerja menginsafkan hati dan pikiran pendengar kita. Kita tidak bekerja
sendirian.)
6. Manfaat khotbah dari firman Allah (Baca 2 Tim. 3:16-17)
Apa manfaat Alkitab bagi kita?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………..
(Alkitab bukan hanya kumpulan tulisan kuno yang menyimpan perkataan-perkataan Allah.
Alkitab adalah firman yang hidup kepada orang-orang hidup, dari Allah yang hidup. Alkitab
sangat berguna bagi kita.)
Firman Allah memberi keyakinan betapa pentingnya pelayanan kita sebagai
pengkhotbah. Ayat mana yang paling memberi kekuatan kepada Anda? Mengapa demikian?
Renungkanlah. Kemudian ceritakan kepada teman di sebelah dan setelah itu saling mendoakan.
“Khotbah yang baik merupakan hasil
keyakinan dan semangat yang menguasai pengkhotbah”
“Khotbah yang baik tidak ditentukan oleh kepandaian berbicara” (John Stott)
7
Mengamati dan Memahami Perikop Alkitab
Tujuan:
1. Peserta dapat mempelajari perikop dengan lebih teliti.
2. Peserta mengalami sukacita dan disegarkan dalam menggali kebenaran dalam perikop.
3. Peserta menjadi percaya diri dalam mengetahui apa isi dan makna perikop.
Tutup mata Anda. Kemudian sebutkan sepuluh benda yang ada di dalam kelas!
Buka mata Anda. Benda apa yang belum Anda sebutkan? Apakah Anda lebih ingat
benda-benda yang besar? Mengapa demikian?
Setelah membuka mata, kita baru menyadari betapa banyak benda kecil yang
terlewatkan meskipun penting. Demikian juga ketika membaca Alkitab, banyak kata dan kalimat
penting terlewatkan jika kita tidak mengamati dengan teliti. Mengamati perikop Alkitab dengan
teliti sangat penting dan memerlukan waktu.
Kita sangat ingin mengetahui ‘apa arti perikop dan penerapannya bagi kehidupan kita’.
Namun, sebelum hal ini bisa dilakukan, kita perlu mengetahui ‘apa sebenarnya yang dimaksud
oleh perikop ini.’ Hal ini bisa didapatkan jika kita rajin mengamati ayat-ayat secara cermat dan
lengkap.
Sebagai contoh, jika kita melakukan perjalanan menuju sebuah desa yang terpencil,
maka semakin mendekati desa tersebut, semakin kita bisa mengamatinya. Prinsip yang sama
berlaku ketika kita mengamati sebuah perikop. Semakin cermat kita mengamati, semakin
banyak kekayaan kebenaran firman yang terlihat. Jika kita menemukan berbagai kebenaran
dalam sebuah perikop, melalui pengamatan kita sendiri (tanpa bergantung pada buku dan
orang lain), maka kita semakin bersemangat mengawali perjalanan mengenal dan mengajarkan
Alkitab dengan setia dan penuh keyakinan.
Dalam mempelajari Alkitab, pertanyaan yang perlu kita ajukan adalah “apa yang kita cari
dalam sebuah perikop Alkitab?” Berikut ini adalah tujuh langkah yang disarankan untuk
memulai suatu pengamatan.
8
1. Siapa
Siapa saja yang disebut dalam perikop? Apa yang ditulis
tentang keadaan mereka?
Contoh: Lukas 19:1-10
Yesus
Ayat 1 : masuk ke kota Yerikho, berjalan terus melintasi kota
Ayat 5 : sampai ke tempat itu, melihat ke atas dan berkata “Zakheus segera turun, sebab hari ini
Aku harus menumpang di rumahmu
Ayat 9: ..……………………………………………………………………………………………..
Zakheus
Ayat 2 : kepala pemungut cukai, seorang yang kaya
Ayat 3 : ia berusaha melihat Yesus, tidak berhasil karena orang banyak dan badannya pendek
Ayat 4 : berlari mendahului orang banyak, memanjat pohon untuk melihat Yesus
Ayat 6 : ………………………………………………………………………………………………
2. Di Mana
Tulis nama tempat yang disebut dalam perikop dan apa yang terjadi
di sana.
Contoh: Lukas 19:1-10
Yerikho
- Yesus masuk ke kota Yerikho dan bertemu Zakheus, kemudian
menumpang di rumahnya (ay. 1).
Rumah Zakheus
- Yesus menumpang (ay. 7)
- Terjadi pertobatan dan keselamatan Zakheus (ay. 9)
- Yesus menegaskan tugas-Nya mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang (ay.
10)
3. Kapan
Carilah kata keterangan waktu dan apa yang terjadi pada waktu itu. Contoh kata
keterangan waktu adalah: sebelum, sesudah, ketika, sementara, kemudian, hingga, sekarang,
segera, tahun, bulan, hari, jam.
9
Contoh: Lukas 19:1-10
Lalu – Zakheus lari dan memanjat pohon karena sulit melihat Yesus (ay. 4)
Ketika – Yesus sampai di bawah pohon, Dia melihat ke atas dan berkata kepada Zakheus
(ay. 5)
Segera – Yesus minta Zakheus segera turun (ay. 5)
Hari ini – Yesus harus menumpang di rumah Zakheus (ay. 5)
Segera – Zakheus segera turun sesuai dengan perintah Yesus (ay. 6)
Hari ini – Yesus mengatakan hari ini terjadi keselamatan (ay. 9)
4. Kata Yang Diulang
Biasanya kata yang ditulis lebih dari sekali memiliki arti penting. Cari dan tulis kata-kata
tersebut.
Contoh: Lukas 19:1-10
Yesus = 6 x, juga disebut ‘Tuhan’ 2x, ‘Anak Manusia’ 1 x
Zakheus = 4 x, disebut ‘ia’ 5x, ‘orang berdosa’ 1x, ‘anak Abraham’ 1 x
Segera turun = 2 x
5. Susunan Perikop
Penulis kitab pasti memiliki urutan pemikiran dalam susunan tulisan mereka. Kita dapat
membuat susunan khotbah dengan mengamati susunan perikop tersebut.
Amati urutan kejadian dalam cerita atau urutan pemikiran dalam ayat-ayat yang diamati.
Apa saja yang terjadi atau apa yang dikatakan di dalam perikop? Tulis secara berurutan.
Contoh: Lukas 19:1-10
Yesus masuk ke kota dan berjalan terus melintasi kota itu.
Di situ ada Zakheus, pemungut cukai yang kaya.
Zakheus berusaha melihat Yesus sehingga ia naik pohon.
Yesus sampai di bawah pohon dan meminta Zakheus turun, lalu mau menumpang di
rumah Zakheus.
Zakheus turun dari pohon dan menerima Yesus dengan sukacita.
Semua orang yang melihat bersungut-sungut dan mencela.
Tetapi Zakheus berdiri dan berbicara kepada Yesus. Dia mau membagikan hartanya kepada
orang miskin.
Yesus mengatakan bahwa hari ini ada keselamatan di dalam rumah itu.
Yesus memberitahu bahwa tugas-Nya adalah mencari dan menyelamatkan yang hilang.
10
Contoh: Ibrani 13:20, 21
Maka Allah damai sejahtera
Oleh darah perjanjian telah membawa kembali dari antara orang mati
Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita
Kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik
untuk melakukan kehendak-Nya dan
mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya
Oleh Yesus Kristus
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya
6. Mengapa
Pesan penting di dalam perikop Alkitab bisa didapatkan dengan memahami tujuan atau
alasan suatu perbuatan dan perkataan. Jadi setelah mengamati isi perikop, kita mencoba
mengerti lebih dalam pengajaran di dalam perikop. Hal ini kita lakukan dengan mengajukan
pertanyaan ‘mengapa’.
a. Pilih kalimat atau peristiwa penting di dalam perikop kemudian kita bertanya mengapa
‘orang melakukan atau mengatakan sesuatu.‘
Contoh: Lukas 19:1-10
Mengapa Yesus mengatakan ‘hari ini’ dan ‘harus’? (ay. 5)
Jawaban: …………………………………………………………………………………………….…………………….
Mengapa orang banyak bersungut-sungut (ay. 7)
Jawaban: ……………………………………………………………………………………………….………………….
Mengapa Zakheus mau memberi hartanya kepada orang miskin? (ay. 8)
Jawaban: ……………………………………………………………………………………….
Mengapa Yesus mengatakan ada keselamatan di dalam rumah Zakheus? (ay. 9)
Jawaban: ………………………………………………………………………………………………………………….
b. Carilah kata-kata yang menjelaskan alasan, misalnya: karena, maka, supaya, agar, oleh
sebab itu, karena, tetapi, harus.
Contoh: Lukas 19:1-10
Karena (ay. 3)
Tidak bisa melihat Yesus karena orang banyak, karena badan pendek.
11
Mengapa Zakheus ingin melihat Yesus meski terhalang orang banyak dan badannya
pendek?
Jawaban: ……………………………………………………………………………………………………..……………
Sebab (ay. 5)
Segera turun sebab hari ini Aku (Yesus) mau menumpang.
Mengapa Yesus menekankan bahwa Zakheus harus segera turun? Mengapa Yesus harus
menumpang di rumah Zakheus hari itu?
Jawaban : …………………………………………………………………………………………………………………
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa didapatkan dari tiga sumber. Pertama,
mengamati ayat-ayat lain dalam perikop. Kedua meneliti pasal-pasal sebelum dan sesudah
perikop atau kitab-kitab lain di dalam Alkitab yang khususnya menceritakan hal serupa. Ketiga,
mencari keterangan dari buku bantuan seperti tafsiran, kamus Alkitab, dsb.
7. Kata dan Kalimat Penting
Setelah membaca perikop berulang kali dan menulis hasil pengamatan, Anda
mempunyai banyak catatan. Sekarang Anda harus memilih, kata dan kalimat (ayat mana) yang
sangat penting menurut Anda? Mengapa Anda menganggapnya penting?
Contoh: Lukas 19:1-10
Zakheus, segeralah, turun sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu (ay. 5)
Hari ini terjadi keselamatan di rumah ini (ay. 9)
Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (ay. 10)
Mengamati dan memahami perikop memerlukan waktu dan usaha keras, tetapi hasilnya
sangat berguna. Hasil pengamatan memberikan kita banyak bahan untuk berkhotbah. Seperti
pergi ke pasar untuk memilih dan membeli sayur dan buah yang baik agar kita mempunyai
banyak bahan masakan yang berguna untuk kesehatan.
12
Menyusun Khotbah
Tujuan:
1. Peserta dapat menyusun khotbah yang setia pada perikop Alkitab, jelas dan sesuai dengan
kehidupan pendengar.
2. Peserta dapat membuat pokok pikiran dan poin-poin khotbah.
Seorang pengkhotbah adalah juru bicara Allah. Seorang juru bicara yang baik akan
mendengarkan perkataan Allah dengan teliti, kemudian menyampaikannya dengan benar dan
jelas. Pengkhotbah mendengarkan perkataan Tuhan melalui pengamatan perikop, kemudian
menyampaikannya kepada jemaat dengan berkhotbah. Khotbah perlu disampaikan dengan satu
pokok pikiran dan didukung poin-poin yang disusun dengan baik.
Satu perikop Alkitab dapat dikhotbahkan beberapa kali dengan pokok pikiran yang
berbeda. Sebagai contoh, cerita tentang Abraham dalam Kejadian 22:1-19 dapat menjadi
khotbah tentang ‘Allah yang menguji dan memberkati orang beriman’ atau khotbah tentang
‘Abraham yang taat dan beriman‘. Namun, dalam satu khotbah hanya boleh ada satu pokok
pikiran.
Khotbah adalah menyampaikan kebenaran firman Allah dari satu perikop Alkitab dengan
menyusun pokok pikiran serta poin-poin yang mendukungnya.
Contoh susunan khotbah:
Perikop:
Pokok Pikiran :
Pendahuluan:
Poin 1:
Penjelasan ayat-ayat (perbandingan ayat/cerita Alkitab)
Contoh
Penerapan
Poin 2:
Penjelasan ayat-ayat (perbandingan ayat/cerita Alkitab)
Contoh
Penerapan
Penutup:
13
Pokok Pikiran
Satu kalimat yang menyatakan berita utama dari perikop yang akan dikhotbahkan.
Kalimat harus sederhana dan jelas.
Beberapa cara membuat pokok pikiran:
1. Ceritakan isi perikop dalam satu kalimat saja. Kalimat bisa panjang, tetapi hanya satu
kalimat.
Contoh: Ibrani 13:20-21
20 Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa
kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,
21 kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-
Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus.
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.
Pokok pikiran:
Doa kepada Allah damai sejahtera yang telah membangkitkan Yesus supaya Ia
memperlengkapi dan mengerjakan kehendak-Nya di dalam kita.
2. Jika sulit meringkas perikop dalam satu kalimat, maka kita bisa membagi perikop itu
menjadi dua atau tiga bagian. Ringkaslah tiap bagian ke dalam satu kalimat, kemudian
rangkailah dua atau tiga kalimat tersebut menjadi satu kalimat.
Contoh: Ibrani 13:20-21
Ringkasan ayat 20: Doa kepada Allah damai sejahtera yang telah membangkitkan Yesus
gembala kita.
Ringkasan ayat 21: Isi doa agar Allah memperlengkapi dan mengerjakan di dalam kita oleh
Yesus untuk kemuliaan-Nya.
3. Pokok pikiran bisa didapat dengan menjawab beberapa pertanyaan.
Apa pengajaran utama di dalam perikop ini?
Apa ajaran paling penting yang Tuhan ingin sampaikan kepada jemaat dari perikop ini?
Ayat/kalimat/kata-kata mana yang paling penting di dalam perikop ini? Apa yang kita
pelajari dari ayat tersebut?
Contoh: Ibrani 13:20-21
Pengajaran utama perikop ini adalah tentang kepada siapa doa ditujukan dan isi doa.
Ajaran paling penting yang ingin Tuhan sampaikan adalah tentang doa yang benar.
14
Kalimat/kata-kata yang paling penting dalam perikop ini adalah:
- ‘kiranya memperlengkapi’ yang mengingatkan bahwa kita perlu diperlengkapi
Tuhan. Jadi kita mendapat bekal dari Tuhan.
- ‘mengerjakan di dalam kita’ menunjukkan Tuhan bekerja di dalam diri kita. Jadi kita
tidak hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri dan situasi.
4. Menyusun pokok pikiran dengan bantuan beberapa pertanyaan.
Apa – dari mana – kepada siapa – mengapa – bagaimana
Siapa yang berbicara – kepada siapa – apa isinya – mengapa
Siapa yang melakukan – untuk siapa – mengapa
Contoh: Ibrani 13:20-21
Doa – kepada Allah – supaya jemaat diperlengkapi untuk melakukan kehendak-Nya – oleh
Yesus – untuk kemuliaan-Nya
Contoh pokok pikiran untuk perikop lain:
Mazmur 23
Kesaksian Daud tentang pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya.
Lukas 18:18-30
Yesus berbicara tentang upah kepada para murid karena mereka memberitahu
pengorbanan mereka.
Latihan:
Diskusikan dan buatlah pokok pikiran untuk perikop Lukas 19:1-10.
Poin-poin Khotbah
Berisi penjelasan pokok pikiran yang lebih rinci dan dalam susunan yang jelas.
Mendukung atau menjadi dasar bagi pokok pikiran.
Berisi penjelasan ayat-ayat Alkitab sesuai dengan hasil pengamatan.
Harus didukung oleh ayat-ayat dalam perikop.
Jika perlu dapat ditambah dengan ayat perbandingan/cerita dalam Alkitab yang
berhubungan dengan perikop untuk memperkuat pengajaran.
Contoh:
Nehemia 8:1-19
Pokok pikiran: Kehidupan rohani umat Tuhan dibangun melalui sikap menghargai firman Allah,
mempelajari dan melakukannya.
15
Poin khotbah:
1. Menghargai firman Allah (ay. 1,2,6,7)
2. Mempelajari firman Allah dengan segenap hati (ay. 3-13)
3. Melakukan firman Allah dalam kehidupan (ay. 14-19)
Ibrani 13:20-21
Pokok pikiran: Doa kepada Allah damai sejahtera yang telah membangkitkan Yesus supaya Ia
memperlengkapi dan mengerjakan kehendak-Nya di dalam kita.
Poin khotbah:
1. Karya Allah damai sejahtera membangkitkan Yesus gembala kita (ay. 20)
2. Kita diperlengkapi untuk melakukan kehendak-Nya (ay. 21)
Latihan:
Diskusikan dan buatlah dua poin khotbah untuk pokok pikiran yang sudah dibuat untuk Lukas
19:1-10.
Penjelasan, Contoh dan Penerapan
Tiap-tiap poin khotbah berisi tiga bagian, yaitu penjelasan, contoh dan penerapan.
1. Penjelasan
Bagian penjelasan berisi penjelasan dari kata/kalimat penting dari ayat-ayat yang ada
dalam tiap-tiap poin khotbah. Mula-mula kita menjelaskan arti dari poin tersebut bagi orang
pada zaman penulisan perikop. Kemudian menjelaskan artinya bagi jemaat yang mendengarkan
khotbah kita.
Contoh: Nehemia 8:1, 2
Umat yang merindukan firman Allah
Orang Israel sudah menetap di kota-kotanya. Seluruh rakyat serentak berkumpul dan
minta Ezra, ahli kitab itu untuk membawa kitab Taurat Musa. Saat itu mereka sudah cukup
nyaman memulai kehidupan bersama setelah kembali dari pembuangan. Namun, mereka
semua berkumpul mencari firman. Mereka merindukan firman yang benar sehingga meminta
ahli kitab untuk membawakan kitab Taurat Musa.
Umat Tuhan seharusnya tidak puas dengan kenyamanan hidup. Yesus pernah
mengatakan bahwa manusia hidup bukan dari roti saja (Luk 4:4). Kerinduan pada firman Allah
ditunjukkan dengan perbuatan nyata yakni pergi mencari pengajaran firman dari pengajar yang
benar.
16
Pokok pikiran bisa berisi tentang cerita, nasihat, perintah, teguran, janji, pengajaran,
atau masalah. Untuk membantu, bahan penjelasan poin khotbah dapat diambil dari jawaban
pertanyaan-pertanyaan berikut ini sesuai dengan isi pokok pikiran:
Cerita:
Siapa yang diceritakan?
Kebaikan atau kesalahan apa yang dilakukannya?
Mengapa hal itu terjadi?
Apa yang bisa dipelajari dari cerita ini?
Nasihat, perintah, teguran:
Apa nasihatnya, perintahnya, tegurannya?
Dari siapa?
Untuk siapa?
Mengapa nashat, perintah, teguran itu diberikan?
Bagaimana cara melakukan nasihat, perintah, teguran itu?
Apa kesulitan melakukan nasihat, perintah, teguran itu?
Apa akibat/hukumannya bila tidak dilakukan?
Apakah ada perkataan atau perbuatan Tuhan yang ditulis di dalam perikop ini?
Janji:
Apa isi janjinya?
Siapa yang memberi janji?
Kepada siapa janji itu diberikan?
Bagaimana cara menerima janji?
Apakah ada perkataan atau perbuatan Tuhan yang ditulis di dalam perikop ini?
Pengajaran:
Apakah perikop ini berisi ajaran tentang Allah, Tuhan Yesus, Roh Kudus, keselamatan,
hidup orang percaya, orang tidak percaya?
Apa perbuatan/pekerjaan Allah, Tuhan Yesus, Roh Kudus yang disebutkan di dalam
perikop ini?
Mengapa Allah, Tuhan Yesus, Roh Kudus melakukan hal itu?
Bagaimana kita menanggapi perbuatan/pekerjaan Allah tersebut?
Apa yang disebutkan tentang hidup orang percaya atau hidup orang tidak percaya?
Apa yang bisa dicontoh atau dihindari?
Masalah:
Apa masalah yang terjadi?
17
Mengapa masalah ini terjadi?
Siapa yang menyebabkan masalah?
Siapa yang menderita karena masalah ini?
Bagaimana cara menyelesaikan masalah ini?
Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah ini?
Apakah ada perkataan atau perbuatan Tuhan yang ditulis di dalam perikop ini?
2. Contoh
Dalam bagian ini kita menolong jemaat untuk mengerti kebenaran yang diajarkan dengan
memberi contoh melalui hal-hal atau situasi yang ada saat ini. Bagian ini akan dibahas di dalam
sesi Membangun Jembatan dari Dunia Alkitab ke Dunia Sekarang.
3. Penerapan
Tujuan utama khotbah adalah untuk mendatangkan perubahan dalam diri pendengar. Karena
itu diperlukan bagian penerapan yang jelas. Penerapan dapat dibuat dengan menjawab
pertanyaan berikut ini:
Apa yang harus dilakukan jemaat? Apa yang tidak boleh dilakukan? Bagaimana caranya?
Pemikiran apa yang harus diubah? Pemikiran apa yang harus diperkuat?
Bagian ini akan dibahas lebih tuntas di dalam sesi Membangun Jembatan dari Dunia Alkitab ke
Dunia Sekarang.
Khotbah adalah Penjelasan yang meyakinkan,
memberikan Contoh yang jelas dan
menunjukkan Penerapan yang penuh kuasa
(Chapel)
18
Menilai Khotbah
Pendahuluan
Apakah pendahuluan menarik minat ☐ ya ☐ ☐cukup kurang
pendengar untuk mengetahui isi khotbah?
Apakah pendahuluan sesuai dengan pokok ☐ ya ☐ ☐cukup kurang
pikiran?
Berikan komentar tambahan/usul agar pendahuluan khotbah ini lebih menarik:
Isi (Setia)
Apakah pokok pikiran khotbah jelas dari awal ya ☐ ☐cukup kurang
☐hingga akhir?
Apakah setiap poin menjelaskan kata/kalimat ☐ ya ☐ ☐cukup kurang
penting dari perikop?
Apakah khotbah ini menolong Anda lebih ☐ ☐ ☐ya kurang
memahami perikop? cukup
Beri usul agar pokok pikiran dan poin khotbah lebih lebih jelas:
Susunan (Jelas)
Apakah khotbah ini memiliki susunan yang ☐ ya ☐ ☐cukup kurang
mudah diikuti?
Apakah ada penjelasan, contoh dan ☐ ya ☐ cukup ☐ kurang
penerapan dalam isi khotbah? ☐ ya ☐ cukup ☐ kurang
Apakah perpindahan dari poin ke poin
terlihat jelas dan mengalir?
Beri masukan saudara agar susunan khotbah ini semakin bisa dimengerti:
19
Kekinian
Apakah isi khotbah menunjukkan hubungan ☐ ya ☐ ☐cukup kurang
antara perikop Alkitab dan persoalan jemaat
saat ini?
Apakah contoh yang dipakai tepat makna dan ☐ya ☐ cukup ☐ kurang
memperjelas poin? ☐ya ☐ cukup ☐ kurang
☐ya ☐ cukup ☐ kurang
Apakah penerapan yang disampaikan jelas
dan bisa dilakukan?
Apakah penutup mencakup keseluruhan
khotbah dan menantang?
Beri masukan agar khotbah ini bisa lebih dimengerti dan dilakukan:
20
Mengenal Alkitab Secara Keseluruhan
Tujuan:
1. Peserta mengerti bahwa semua perikop Alkitab adalah bagian dari cerita besar Allah
tentang karya keselamatan.
2. Peserta mampu mencari ayat dukungan dan cerita perbandingan di dalam Alkitab.
Alkitab adalah satu buku besar. Alkitab berisi 66 kitab yang ditulis oleh sekitar 40 orang
selama 1.500 tahun. Meski terdiri dari banyak kitab yang beragam, sesungguhnya seluruh
Alkitab menceritakan satu Allah, yang memberikan satu jalan keselamatan melalui Kristus,
dalam satu tulisan, yaitu Alkitab. Yesus adalah pusat berita Alkitab.
Perjanjian Lama adalah latar belakang atau dasar untuk Perjanjian Baru. Perjanjian Lama
(PL) berisi berbagai janji tentang Yesus Kristus dan mempersiapkan jalan untuk kedatangan-
Nya. Dalam Perjanjian Baru (PB) penggenapan janji tersebut ada dalam pribadi Yesus. “Kristus
adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah” (2 Kor. 1:20).
Alkitab menceritakan sebuah cerita dengan awal, pertengahan, dan bergerak menuju
akhir. Yesus Kristus adalah Penguasa Sejarah. Dia berkata “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang
Awal dan Yang Akhir” (Why. 21:6).
A. Mengenal Konteks Alkitab Secara Keseluruhan Melalui Enam Babak
12 3 4 56
Penciptaan Kejatuhan Janji Yesus/Injil Misi Langit Baru &
& Misi Bumi Baru
Alkitab bagaikan sebuah drama dengan enam babak. (Penjelasan lengkap ada dalam buku
'Lebih Manis dari Madu' oleh Chris Wright, Bab 2, LPR, 2016)
21
Babak 1: Penciptaan
Panah ke bawah melambangkan tindakan Allah menciptakan segala sesuatu.
Segala sesuatu baik pada mulanya. Allah menciptakan manusia menurut gambar
dan rupa-Nya sebagai puncak ciptaan-Nya. Mereka tinggal di taman Eden yang situasi
dan kondisinya sempurna. Adam dan Hawa mempunyai hubungan yang sempurna
dengan Allah.
Kejadian 1 dan 2 menunjukkan keadaan manusia dan dunia yang paling baik sesuai
dengan rencana Allah. Sebagai contoh bahan makanan yang sehat sesuai dengan rencana
Tuhan bagi tiap makhluk.
Babak 2: Kejatuhan
Tanda silang melambangkan ada masalah.
Manusia memberontak terhadap Allah. Adam dan Hawa ingin menjadi raja
dan menggantikan Allah sebagai Raja atas mereka. Pemberontakan ini adalah dosa.
Dosa merusak semua hubungan sehingga kehidupan Adam dan Hawa menjadi sulit. Mereka
diusir dari taman Eden dan tidak mempunyai hubungan baik dengan Allah.
Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, semua perbuatan dan peristiwa dipengaruhi
oleh dosa. Dosa menjadi latar belakang semua masalah yang ditulis di dalam Alkitab.
Babak 3: Janji dan Misi
Panah ke samping melambangkan tanggung jawab bangsa Israel.
Allah sangat mengasihi manusia sehingga Ia ingin memulihkan hubungan baik dengan
mereka. Allah ingin memperbarui segala sesuatu yang rusak karena dosa. Jadi Dia
merencanakan karya keselamatan manusia. Allah memulai rencana-Nya dengan memilih satu
orang, kemudian satu bangsa sebagai contoh.
Allah membuat janji khusus dengan Abraham (Kej. 12:1-3). Dia menjanjikan berkat
supaya keturunan Abraham menjadi banyak dan mereka mendapat 'tanah perjanjian'. Bangsa
Israel dipilih Allah supaya menjadi contoh tentang pola hubungan Allah dengan manusia.
Mereka harus menanggapi pilihan Allah dengan melaksanakan misi-Nya, yakni menjadi kudus.
Tujuannya adalah menjadi saksi bagi bangsa-bangsa lain dan agar orang lain juga bisa mengenal
Allah yang benar dan diselamatkan dari kutuk dosa.
22
Semua tulisan Alkitab pada bagian ini memiliki satu tujuan umum, yaitu memberi
contoh hubungan Allah yang Mahakudus dan Mahakasih dengan umat-Nya yang sering jatuh
bangun dalam iman. Jadi jangan membatasi arti perikop hanya sebagai contoh etika dan
moral.
Perjanjian Lama menunjukkan bahwa bangsa Israel sering gagal melaksanakan misi
Allah. Manusia memerlukan keselamatan sejati.
Babak 4: Yesus/Injil
Salib menunjukkan karya Yesus.
Allah setia pada janji-Nya. Ia mengutus Yesus, Anak-Nya yang
tunggal, sebagai solusi untuk dosa manusia. Walaupun Yesus adalah
manusia, Dia hidup tanpa dosa supaya bisa menjadi korban penebus semua
dosa manusia. Dia mati di kayu salib dan menanggung hukuman yang
pantas diterima semua orang karena dosa mereka.
Jadi ada pengampunan bagi semua orang yang percaya kepada
Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan. Semua bentuk hukuman dosa di
dalam PL dihapuskan jika menerima Yesus yang menjadi korban penebus
dosa.
Keselamatan dari Yesus menjadi pemberian karunia paling besar bagi orang percaya.
Hal ini berbeda dengan contoh karunia Allah dalam PL seperti yang diterima Abraham.
Semua perikop Injil bertujuan menekankan karya penyelamatan Yesus. Jangan
menghilangkan tujuan ini.
Babak 5: Misi
Panah ini melambangkan tanggung jawab semua pengikut Yesus.
Kebangkitan Yesus adalah bukti bahwa Dia telah mengalahkan dosa dan kematian. Oleh
sebab itu Roh Kudus akan memampukan semua orang yang percaya kepada Yesus untuk
melaksanakan misi Allah. Orang percaya diminta menyatakan keselamatannya dengan hidup
dalam kebenaran (Mat. 22:34-40) dan menyebarkan Injil keselamatan kepada orang lain (Mat.
28:16-20).
Semua perikop setelah Injil memiliki tujuan misi pengembangan gereja; dan tugas
orang percaya adalah menjadi saksi penginjilan.
23
Babak 6: Langit Baru dan Bumi Baru
Panah ke bawah juga melambangkan tindakan Allah.
Pengikut Yesus sudah diampuni, tetapi dosa dan orang berdosa masih
ada di dalam dunia. Pemulihan segala sesuatu masih diperlukan. Jadi Yesus akan
datang kedua kali pada akhir zaman. Dia akan menghakimi semua orang dan
memulihkan keadaan menjadi sempurna bagi mereka yang percaya kepada-Nya.
Segala sesuatu akan diperbarui dengan langit baru dan bumi baru. Semua umat
Allah akan tetap bersama dengan Dia dalam kesempurnaan selama-lamanya.
Ini adalah tujuan akhir segala kehidupan dan merupakan penantian semua orang
percaya.
Latihan:
1. Buatlah garis lurus yang menggambarkan garis sejarah Alkitab, kemudian tulis dan
tempatkan keenam babak yang sudah dijelaskan.
2. Tempatkan tokoh Abraham, Yosua, Daud, Nehemia, Zakheus, Paulus, Timotius pada bagan
tersebut sesuai dengan urutan di dalam Alkitab.
3. Jika waktu cukup, peserta berlatih bersama-sama menggantung kartu-kartu tokoh/peristiwa
yang ada di dalam Alkitab pada tali gantungan di depan kelas.
Pelajaran dari Latihan:
Kita mengingat kembali bahwa setiap kitab ditulis pada masa tertentu, dengan pembaca
pertama yang menjadi tujuan penulisan. Hal ini membantu kita mengerti arti perikop sesuai
dengan maksud penulisan Alkitab secara keseluruhan. Selanjutnya, kita sendiri hidup di dalam
bagian cerita Alkitab yang khusus, yakni setelah kedatangan Yesus yang pertama kali,
pencurahan Roh Kudus, masa gereja mula-mula, dan sebelum kedatangan Yesus yang kedua
kali. Pengenalan tentang hal-hal ini dapat menuntun kita pada pemahaman berita Alkitab dan
menerapkannya dengan tepat bagi pergumulan jemaat Tuhan saat ini.
Ada dua kesalahan yang mungkin dilakukan pengkhotbah dalam memahami makna
perikop. Kesalahan pertama adalah menafsirkan maksud sebuah perikop di luar tujuan kitab
dan Alkitab secara keseluruhan. Kesalahan kedua adalah salah menempatkan diri kita sebagai
umat Tuhan di zaman ini ke dalam rangkaian cerita Alkitab. Tidak tepat jika kita menganggap
ayat di dalam perikop tersebut ditulis langsung untuk kita.
Contoh:
Khotbah dari Kejadian 22:16, 17 “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri – demikianlah
firman TUHAN, karena engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal
24
kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu
sangat banyak …”
Sangat salah dan berbahaya jika pengkhotbah langsung menjelaskan ayat ini dengan
mengatakan: “Jika ingin diberkati secara berlimpah dan mempunyai banyak keturunan, kita
harus menyerahkan anak tunggal atau anak sulung kepada Tuhan”. Penerapan dan penafsiran
seperti ini salah karena janji di dalam perikop tersebut adalah janji yang istimewa yang
diberikan khusus kepada Abraham pada saat itu!
Jadi kita harus memperhatikan letak perikop di dalam Alkitab. Kita perlu terus belajar
dan bertanya 'Apa yang dimaksud oleh penulisnya, dan apa tujuan Tuhan untuk pendengar
yang pertama,' sebelum menafsirkan dan menerapkannya untuk kita pada masa kini.
B. Mencari Ayat atau Cerita Perbandingan
Kesatuan berita Alkitab dapat ditunjukkan dengan menyusun khotbah dari perikop
Alkitab sambil melihat ke dalam alur keseluruhan cerita Alkitab. Pikirkan letak perikop kita di
dalam rangkaian kitab di dalam Alkitab berdasarkan tempatnya.
Poin-poin khotbah yang berisi penjelasan ayat-ayat di dalam perikop dapat diperkuat
dengan memberi perbandingan dari dalam Alkitab. Kesatuan berita Alkitab membuat semua
kitab saling berhubungan.
Cara mencari ayat/cerita perbandingan:
Adakah ayat/cerita yang mirip dengan perikop yang dibahas?
Jika perikop khotbah dari Perjanjian Lama, carilah ayat/cerita yang berhubungan dari
Perjanjian Baru. Jika tidak ada, cobalah mencarinya dari Perjanjian Lama juga.
Jika perikop dari Perjanjian Baru, carilah ayat/cerita yang berhubungan dari Perjanjian
Lama. Jika tidak ada, cobalah mencarinya dari Perjanjian Baru.
Contoh:
Perikop Nehemia 8 tentang kebangunan rohani umat Tuhan mirip dengan Kisah Para
Rasul 2 tentang kebangunan rohani saat Pentakosta.
Ayat 1 Yohanes 1:9 tentang pengakuan dan pengampunan dosa bisa dibandingkan
dengan Lukas 23:42-43.
Perikop Lukas 19:1-10 mempunyai kemiripan dengan ………………………………………. ?
25
Membangun Jembatan Dari Dunia Alkitab ke Dunia Sekarang
Tujuan:
1. Peserta menyadari perlunya menjadi ‘pembangun jembatan’ pada waktu
menghubungkan kebenaran Alkitab dengan pendengar khotbah sekarang.
2. Peserta bisa membuat contoh kebenaran dari kehidupan sehari-hari.
3. Peserta bisa membuat penerapan yang lebih beragam dan sesuai dengan situasi kondisi
jemaat.
Berkhotbah adalah menyampaikan pesan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang
hidup di zaman kita yang perlu mendengarnya. Tugas ini dapat dilakukan dengan membangun
sebuah jembatan melintasi jurang antara dunia Alkitab dan dunia sekarang. Sama seperti
sebuah jembatan, maka khotbah kita harus menolong jemaat untuk mengerti apa maksud
firman Allah untuk kehidupan sekarang.
Kita perlu berjuang untuk menghubungkan firman Allah yang tidak pernah berubah
dengan dunia kita yang selalu berubah, tanpa mengorbankan kebenaran ataupun mengaburkan
penerapannya.
John Stott menulis bahwa pengkhotbah perlu mendengar dua suara yaitu ‘suara Tuhan
melalui firman-Nya dan suara jemaat’. Allah tetap berbicara kepada kita melalui firman-Nya
hingga sekarang; karena itu kita harus menerapkannya untuk diri kita sendiri, gereja, dan dunia
di sekitar kita. Kita mempelajari Alkitab bukan hanya untuk memahaminya, tetapi untuk
memakai dan melakukannya. Jadi kita harus melihat ke saat ini. Kita harus bertanya bagaimana
cara membangun jembatan dari dunia Alkitab ke dunia saat ini.
Cara membangun jembatan antara dunia Alkitab dan dunia sekarang:
Mulai dari dunia sekarang:
menyebutkan berita, cerita, masalah, hal-hal yang terjadi pada saat ini (singkat saja)
Ajak melihat dunia Alkitab:
mengajak jemaat masuk ke dalam penjelasan ayat dalam perikop
Kembali ke dunia sekarang:
menghubungkan kebenaran ayat Alkitab dengan situasi kondisi sekarang.
26
Dalam sebuah khotbah, membangun jembatan antara dunia Alkitab dan dunia sekarang
dapat dilakukan pada bagian:
1. Pendahuluan:
Memulai khotbah dengan memberi salam untuk menyapa jemaat. Salam dan sapaan
membangun hubungan baik antara pengkhotbah dan jemaat.
Pengkhotbah perlu menarik minat jemaat untuk mendengarkan. Jemaat tidak bisa
dipaksa langsung ‘terbang’ masuk ke dunia Alkitab. Mereka datang dengan memikirkan
keluarga, pekerjaan dan masalah masing-masing atau masalah dalam masyarakat.
Pilih satu berita, cerita, atau masalah dari situasi kondisi yang terjadi sekarang untuk
disampaikan, kemudian hubungkan hal tersebut dengan pokok pikiran khotbah yang
akan dibahas.
Kita bisa mulai dengan memberi pertanyaan tentang kehidupan sekarang dan kemudian
mengatakan akan memberi jawabannya dalam khotbah.
Kita juga bisa mulai dengan menyampaikan salah satu percakapan singkat dalam perikop
dengan bahasa sehari-hari untuk menarik perhatian jemaat.
Contoh untuk Lukas 19:1-10, ucapkan hal berikut dengan lantang (atau meminta orang
lain melakukannya), “Hei bapak cepat turun, Aku mau menginap di rumahmu!” “Apa
benar Tuan mau menginap di rumah saya? Bantu saya turun dulu.”
Latihan:
Buatlah pendahuluan untuk khotbah tentang Yesus dan Zakheus.
2. Contoh
Kadang-kadang kebenaran firman yang disampaikan oleh pengkhotbah sulit dimengerti.
Pendengar kita perlu penjelasan yang bisa dimengerti. Untuk itu kita perlu melengkapi khotbah
dengan memberi contoh.
Beberapa tujuan pemakaian contoh:
Membantu pendengar mengerti dengan jelas kebenaran yang disampaikan.
Memperkuat kebenaran yang hendak ditekankan sehingga lebih diingat.
Menyadarkan kebutuhan pendengar dan menyentuh perasaan agar mereka melakukan
penerapan.
Contoh yang baik dapat menarik perhatian pendengar terhadap isi khotbah yang
mendalam.
Contoh khotbah bisa berupa cerita umum, kesaksian, peribahasa, lagu dan lain-lain,
tetapi lebih baik bila pengkhotbah membuat contoh sendiri. Yesus sering memakai contoh dari
27
kehidupan sehari-hari, seperti pohon anggur, batu dasar bangunan rumah dan lain-lain. Kita
dapat membuat contoh khotbah sendiri dengan belajar melihat hal-hal yang rohani dalam hal-
hal yang biasa dan sehari-hari.
Kita dapat memakai lampu listrik sebagai contoh untuk firman Allah yang dapat
menerangi jalan. Kita juga bisa mengajarkan perlunya bergantung pada Tuhan, seperti lampu
yang memerlukan sumber tenaga listrik. Kita dapat melatih kepekaan dan pemikiran dalam
pengalaman sehari-hari sehingga dapat mengatakan “Oh, itu mengingatkan saya tentang…”
Latihan:
Lihat benda-benda di dalam dan di luar kelas. Lalu pikirkan benda tersebut dapat dipakai untuk
contoh kebenaran apa? Tulis di dalam daftar hasil penemuan Anda bersama.
3. Penerapan
Alkitab adalah firman Allah untuk semua umat Tuhan sepanjang zaman, tetapi tidak
semua orang bisa langsung mengerti bagaimana menerapkannya. Pengkhotbah bertugas
mengajarkan penerapan dari firman yang dikhotbahkan agar bisa dilakukan oleh jemaat.
Pengkhotbah berusaha menghubungkan kebenaran perikop Alkitab dengan situasi dan
kebutuhan pendengar, kemudian mengajak mereka menerima kebenaran itu dan melakukan
penerapannya. Khotbah tanpa penerapan seperti melakukan perjalanan dengan pesawat udara
tanpa pendaratan.
Untuk memperoleh penerapan yang beragam dan sesuai dengan situasi kondisi
sekarang dapat dilakukan dengan membuat daftar tentang:
Masalah di dalam hidup pendengar khotbah dan keluarganya.
Masalah di dalam persekutuan, gereja, sinode.
Masalah kelompok, suku, daerah, negara.
Latihan:
Dalam kelompok, buatlah contoh nyata dari ketiga masalah tersebut di atas.
Kumpulan daftar masalah adalah gambaran dunia jemaat yang memerlukan sentuhan
firman Allah. Pengkhotbah perlu belajar menghubungkan firman Allah dengan kehidupan
jemaat secara langsung.
Penerapan mencakup beberapa hal, antara lain:
Cara hidup berdasarkan kebenaran Alkitab
Cara mengenal Tuhan
28
Cara menyelesaikan masalah sesuai dengan kehendak Tuhan
Cara bertumbuh secara rohani
Cara melakukan pelayanan kristiani
Allah ingin memperbarui kita secara keseluruhan, yakni dalam perbuatan, pemikiran dan
keyakinan.
Perbuatan:
Jika perikop berisi larangan maka penerapannya adalah berhenti. Jika berupa teguran
maka penerapannya adalah bertobat.
Jika perikop berisi nasihat/perintah maka penerapannya adalah melakukannya.
Pemikiran/keyakinan:
Jika berupa janji maka tanggapannya adalah percaya dan meminta.
Jika perikop berupa pengajaran maka penerapannya adalah menerima dan meyakini
kebenaran tersebut.
Membuat penerapan khotbah merupakan tugas yang penting dan menuntut tanggung
jawab kesetiaan pada firman Allah. Kadang kala pengkhotbah membuat penerapan untuk
menyenangkan jemaat atau mempunyai tujuan untuk kepentingan sendiri. Berkhotbah adalah
menyampaikan pesan Allah dan sama sekali bukan tentang pesan pribadi pengkhotbah.
Penerapan khotbah berasal dari kebenaran perikop yang dimengerti dalam konteks Alkitab
secara keseluruhan.
4. Penutup
Sebuah khotbah seumpama mengajak orang terbang naik pesawat kemudian turun
perlahan-lahan untuk mendarat. Penutup khotbah yang baik adalah seperti melakukan
pendaratan yang mulus agar pesawat tidak terhentak dengan keras. Demikian juga khotbah
hendaknya tidak diakhiri dengan tiba-tiba.
Penutup mengembalikan jemaat dari dunia Alkitab kepada dunia sekarang. Perjalanan
mengenal kebenaran firman Allah telah berakhir dan pendengar siap kembali ke kehidupan
masing-masing.
Biasanya ketika melakukan perjalanan ke sebuah kota, pulau atau negara, kita ingin
mendapatkan hal-hal berkesan yang dapat dibawa pulang. Kita membeli oleh-oleh yang
menarik sebagai kenangan yang dapat diingat. Demikian pula dalam khotbah, kita perlu
memberi penutup yang menarik dan berkesan supaya jemaat mengingat firman Allah yang
29
disampaikan dalam khotbah. Oleh-oleh di dalam khotbah dapat berupa kalimat yang memberi
tantangan untuk melakukan perubahan.
Penutup merupakan penegasan pokok pikiran khotbah. Dalam menyampaikan penutup,
jangan melebar pada hal-hal lain. Jika perlu, pengkhotbah dapat mengulang pokok pikiran dan
poin-poin khotbah secara singkat, kemudian segera mengakhiri dengan kalimat yang memberi
tantangan.
Pendengar akan mengingat penutup khotbah yang menarik seperti halnya mengingat
oleh-oleh yang khas dari sebuah tempat. Untuk itu pengkhotbah dapat belajar mencari
beragam penutup, misalnya dengan memakai peribahasa, lagu, puisi, kesaksian singkat dan
lain-lain.
30
Contoh Kerangka Khotbah
1 Timotius 4:1-13
Pokok Pikiran:
Nasihat agar menjadi pelayan Tuhan yang baik dan bertumbuh dalam pengajaran yang
sehat serta perilaku yang benar.
Poin khotbah:
1. Pengajaran yang sehat (ay. 1-7, 11)
2. Perilaku yang benar (ay. 7-13)
Judul: Pelayan Teladan
Pendahuluan:
Kita semua ingin menjadi pelayan Tuhan yang diteladani. Ada resep manjur dari seorang
pelayan Tuhan yang sangat terkenal. Resep ini ditulis agar berguna bagi kita pada zaman ini.
Mari kita pelajari resep dari Rasul Paulus.
Poin 1: Pengajaran yang sehat (ay. 1-7, 11)
Penjelasan:
Waspada terhadap kemurtadan dan penyesatan (ay. 1, 2)
Terdidik dalam pokok iman dan ajaran yang sehat (ay. 6)
Menjauhi takhayul dan dongeng nenek-nenek tua (ay. 7)
Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya (ay. 9)
Jelaskan arti benih khotbah di atas bagi pembaca saat itu. Kemudian uraikan maknanya bagi
pendengar kita saat ini.
Contoh: Pelayan Tuhan seperti seorang ibu yang memasak makanan sehat dan segar.
Penerapan: Kita perlu belajar khotbah yang benar.
31
Poin 2: Perilaku yang benar (ay. 7-13)
Penjelasan:
Melatih diri beribadah (ay. 7-9)
Berjerih payah dan berjuang dengan pengharapan pada Allah (ay. 10)
Menjadi teladan dalam perkataan, perbuatan, kasih, kesetiaan dan kesucian (ay. 12)
Tekun membaca Alkitab, membangun dan mengajar (ay. 13)
Jelaskan arti benih khotbah di atas bagi pembaca saat itu. Kemudian uraikan maknanya bagi
pendengar kita saat ini.
Contoh:
Pelayan Tuhan bukan seperti artis yang mempunyai peran dan perilaku yang berbeda dalam
setiap film dan kehidupan sehari-harinya.
Penerapan:
Pelayan Tuhan selalu menjaga kesaksian hidup sehari-hari agar bisa menjadi teladan.
Penutup:
Ada orang yang sukses karena apa yang mereka ketahui. Ada yang sukses karena apa
yang mereka perbuat. Namun, sedikit yang sukses karena siapa mereka adanya. (Kutipan
dari Elber Hubbard)
Kita semua ingin sukses bagi Tuhan. Mari kita maju dalam pengajaran dan semakin menjadi
teladan yang baik.
32
Tanggung Jawab Seorang Pengkhotbah
Tujuan:
1. Peserta menyadari bahwa kesaksian hidup pengkhotbah sangat penting.
2. Peserta memahami bahwa pengkhotbah bertanggung jawab kepada Tuhan dan jemaat
ketika melakukan persiapan dan penyampaian khotbah.
Diskusi:
1. Jika Anda harus memilih satu orang rekan kerja sepelayanan, mana yang Anda pilih?
Bapak Amon pandai berkhotbah. Khotbahnya indah dan disampaikan dengan penuh
semangat. Kadang kala dia menutup khotbahnya dengan menyanyikan lagu dengan
suaranya yang merdu. NAMUN, kepandaiannya dalam berbicara juga dipakainya untuk
meminjam dan meminta uang kepada jemaat. Anak istrinya sangat takut kepadanya karena
di rumah Pak Amon sering marah.
Bapak Amin rajin melakukan kunjungan jemaat dan membantu siapa saja yang
membutuhkan bantuan. Dia sering menjadi pendengar yang baik bagi jemaat maupun bagi
hamba Tuhan yang sedang mengalami kesusahan. Ciri khasnya adalah tersenyum dan
perkataannya penuh ucapan syukur di mana saja dan kapan saja. NAMUN, khotbah Pak
Amin sulit dimengerti dan panjang sehingga jemaat berseru dalam hati “Tolong segera
amin, Pak Amin.”
Siapa yang Anda pilih? Mengapa?
2. Apakah makan memakai piring yang bersih itu penting? Mengapa penting? Apa akibatnya
jika piring makanan sudah kotor sebelum kita pakai?
3. Mengapa kesaksian hidup seorang pengkhotbah itu penting?
Berkhotbah bukan hanya pandai belajar (mengamati perikop dan menyusun khotbah,
mengenal dan memahami Alkitab secara keseluruhan) dan memiliki keyakinan-keyakinan yang
kuat. Pengkhotbah juga harus menjadi orang yang benar. Alkitab banyak menuliskan hal ini,
misalnya dalam:
Efesus 4:1: “Sebab itu aku menasihatkan kamu … supaya hidupmu sebagai orang-orang yang
telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu”.
Filipi 1:27: “Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus”.
33
Pengkhotbah diminta hidup benar di hadapan manusia dan Tuhan. Setiap detik hidup
kita diamati oleh Tuhan yang selalu hadir mengamati hati dan hidup kita (Mzm. 139:1-12). Kita
sama sekali tidak bisa lari dari Tuhan. Di hadapan orang lain kita bisa bermain sandiwara.
Banyak orang, termasuk pengkhotbah/hamba Tuhan, memakai topeng di hadapan orang lain.
Namun, di hadapan Tuhan semuanya terbuka!
Tidak ada yang lebih memuakkan daripada tipuan dan kemunafikan. Sebaliknya tidak
ada yang lebih menarik daripada ketulusan. Pengkhotbah perlu memiliki tekad yang sungguh-
sungguh untuk memercayai dan melakukan pesan yang dikhotbahkan. Kehidupan pengkhotbah
dapat melemahkan, atau sebaliknya memberi kekuatan besar bagi khotbah-khotbahnya.
Kemunafikan selalu membuat orang menjauh, tetapi ketulusan selalu menarik orang
untuk datang. Paulus menulis kepada Timotius, “Awasilah dirimu sendiri dan ajaranmu” (1 Tim.
4:16). Urutan ini sangat penting. Tanggung jawab kita yang terutama adalah menjaga hubungan
pribadi dengan Tuhan dan kesetiaan kita kepada-Nya. Tidak seorangpun dapat menjadi
pengkhotbah dan guru yang baik jika tidak lebih dahulu menjadi hamba yang baik dan setia
kepada Yesus Kristus.
Pendengar khotbah tidak akan menerima pesan kita jika hidup kita bertentangan
dengan pesan yang disampaikan. Hal ini sama seperti orang tidak akan membeli obat flu dari
penjual obat yang terus menerus batuk dan bersin selama menawarkan dan menjual obatnya.
Pepatah yang mengatakan ‘Perbuatan berbicara lebih keras daripada perkataan’ berlaku
untuk semua pengkhotbah. Hal ini merupakan tujuan perjuangan kita bersama karena jemaat
menuntut keteladanan dari pengkhotbah yang juga manusia berdosa. Sama seperti jemaat, kita
mempunyai kelemahan dan mengalami godaan untuk berdosa dalam setiap keadaan. Untuk itu
kita perlu selalu dekat dengan Tuhan dan bergantung pada kasih karunia Allah yang menolong
dan mengampuni kita.
Secara khusus para pengkhotbah mempunyai tanggung jawab dalam hal-hal berikut ini:
1. Cara memilih firman Allah
Pilih dan gunakan perikop dengan prinsip setia pada firman Allah dan sesuai dengan
kebutuhan pendengar.
Jangan sengaja memilih dan menyalahgunakan ayat-ayat tertentu untuk kepentingan
diri sendiri, misalnya untuk menegur orang yang tidak kita sukai, meminta bantuan
pinjaman uang, dll.
Jangan hanya memilih ayat-ayat yang mudah dikhotbahkan atau yang menyenangkan
jemaat.
2. Persiapan yang cukup
Siapkan khotbah dengan sungguh-sungguh, mulai dengan mempelajari perikop,
menyusun dan menerapkannya. Pengkhotbah yang kurang persiapan, berdosa dalam hal
34
kemalasan atau kesombongan karena merasa diri bisa berkhotbah tanpa persiapan.
Persiapan khotbah juga dilakukan dengan banyak berdoa bagi penyampaian dan bagi
jemaat yang mendengarkan.
3. Khotbah berpusat pada Alkitab
Pengkhotbah adalah juru bicara firman Allah yang bertugas menguraikan ayat-ayat
Alkitab. Kita dipanggil untuk memberitakan apa yang difirmankan Tuhan, bukan untuk
menceritakan apa yang ingin didengar orang (2 Tim. 4:3,4). Hindarilah khotbah yang banyak
menceritakan berita umum dan humor demi menyenangkan pendengar.
4. Percaya dan yakin pada berita firman yang dikhotbahkan
Pengkhotbah harus sudah percaya dan yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru
Selamat pribadi. Sebelum berkhotbah, pengkhotbah merenungkan dan menerapkan firman
Allah pada diri sendiri.
5. Kesaksian pribadi yang rendah hati
Pengkhotbah boleh menceritakan kesaksian diri sendiri sebagai contoh. Kita perlu
rendah hati ketika bercerita tentang keberhasilan melakukan perintah Tuhan dan
menunjukkan penyesalan dan pertobatan ketika bercerita tentang kegagalan. Jangan
sombong dalam keberhasilan. Jangan bangga menceritakan kelemahan dan kegagalan
dalam melakukan perintah Tuhan.
6. Isi Khotbah
Jika diperlukan pengkhotbah dapat memberi tahu sumber informasi dan kalimat
tertentu yang diucapkan dalam khotbah. Jika ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab,
pengkhotbah dengan rendah hati mencatatnya sebagai pekerjaan rumah yang akan
dikerjakan.
Kita semua belum sempurna dan terus berusaha melakukan keenam tanggung jawab ini.
Sebagai pengkhotbah kita perlu berdoa seperti rasul Paulus:
“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini, karena itu kami tidak tawar
hati. Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan. Kami tidak berlaku
licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan
menyerahkan diri untuk dipertimbangkan semua orang di hadapan Allah” (2 Kor. 4:1, 2).
Pelayanan khotbah tidak mudah, tetapi Tuhan pasti menyertai kita. Sebagai
pengkhotbah, kita yakin bahwa:
“Allah yang telah berfirman; ‘Dari dalam gelap akan terbit terang!’ Ia juga yang akan
membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari
35
pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. Tetapi harta ini kami
punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu
berasal dari Allah, bukan dari diri kami” (2 Kor. 4:6, 7).
Kegiatan di akhir sesi:
1. Menyanyikan lagu
Selidiki aku, lihat hatiku, apakah ku sungguh mengasihimu Yesus
Kau yang Mahatahu, dan menilai hidupku. Tak ada yang tersembunyi bagi-Mu
T’lah kulihat kebaikan-Mu, yang tak pernah jauh di hidupku
Kuberjuang sampai akhirnya, Kau dapati aku tetap setia.
2. Merenungkan hal-hal yang membuat Anda kesulitan menjaga kesaksian hidup yang baik:
Kurang rajin membaca Alkitab dan doa
Hobi dan hiburan yang kurang baik
Hubungan dengan suami atau istri, anak, menantu, cucu
Hubungan dengan pemimpin atau jemaat
3. Di antara keenam tanggung jawab pengkhotbah yang telah disebut di atas, adakah yang
menjadi kelemahan Anda? Mengapa hal-hal itu sulit dilakukan? Bagaimana cara
memperbaikinya?
4. Renungkan hal-hal tersebut di atas. Sampaikan masalah dan kesulitan Anda kepada Tuhan.
Kemudian tulis tekad dan rencana Anda untuk memperbaiki.
5. Berbagi hasil perenungan dan saling mendoakan dalam kelompok.
36
Membentuk Kelompok Pengkhotbah Alkitabiah
Tujuan:
1. Peserta mengenal manfaat kelompok pengkhotbah dan mendorong pembentukannya.
2. Peserta menyadari perlunya memelihara semangat mempelajari Alkitab dan menyusun
khotbah dalam kebersamaan kelompok.
Pelatihan khotbah Langham bertujuan untuk mengembangkan khotbah alkitabiah
secara nasional. Hal ini dimulai dengan pelatihan dan perlu dilanjutkan oleh para peserta di
tempat masing-masing. Ada banyak tantangan untuk menjadi pengkhotbah yang benar. Kita
perlu dukungan agar bisa setia mempersiapkan dan menyusun khotbah sesuai dengan teori
dalam pelatihan. Oleh karena itu kita perlu membuat kelompok pengkhotbah di tempat kita
masing-masing.
Kelompok pengkhotbah adalah perkumpulan para pengkhotbah yang mau bersama-
sama belajar membuat khotbah yang alkitabiah. Kelompok pengkhotbah Langham sudah ada di
65 negara lain dan juga di berbagai kota di Indonesia.
Tujuan Kelompok Pengkhotbah:
Bertemu secara teratur (sebulan sekali atau seminggu sekali) untuk belajar bersama.
Saling membantu dan mendoakan tugas pelayanan khotbah.
Saling berbagi hasil pengamatan perikop dan garis besar khotbah.
Mengajak pengkhotbah lain yang belum ikut pelatihan untuk belajar bersama.
Usulan acara pertemuan Kelompok Pengkhotbah:
Menyanyi satu lagu dan doa pembukaan.
Memilih satu perikop Alkitab yang akan dipelajari.
Membaca dan mengamati dengan tujuh langkah.
Menyusun pokok pikiran dan poin-poin khotbah.
Ketua kelompok/wakil memimpin diskusi bersama
sampai menghasilkan satu susunan khotbah.
Saling mendoakan.
Menetapkan tanggal pertemuan berikutnya.
Siapa yang bisa menjadi anggota Kelompok Pengkhotbah?
Orang yang pernah ikut pelatihan Langham dan tinggal di kota atau wilayah anda.
37
Orang yang belum ikut pelatihan tetapi biasa berkhotbah atau baru mulai menjadi
pengkhotbah; misalnya guru sekolah Kristen, guru sekolah minggu, penatua.
Diskusi dan Rencana
Kita menyadari bahwa mengadakan pertemuan kelompok pengkhotbah dengan sesama
peserta pelatihan tidak mudah karena situasi tempat tinggal yang berbeda dan jauh. Namun,
kita perlu berusaha dengan mulai menyusun rencana. Jawablah pertanyaan berikut:
1. Membentuk Kelompok Pengkhotbah
Apakah mungkin mendirikan kelompok seperti ini di desa, kota atau wilayah anda?
Berapa jauh orang bisa bepergian untuk menghadiri suatu pertemuan?
Berapa sering Anda bisa mengadakan pertemuan?
Berapa lama pertemuan berlangsung? (Beberapa Kelompok Pengkhotbah bertemu
selama dua jam tiap minggu. Ada yg bertemu pukul 10 pagi dan ada yang pukul 6 sore.
Di wilayah yang lebih besar, peserta dari beberapa kota bertemu selama satu hari,
setiap 2 bulan.)
2. Memilih seorang ketua
Apakah ada yang bersedia menjadi ketua kelompok? Pilihlah seseorang yang mau dan
bersemangat mengatur pertemuan.
Sebaiknya ketua kelompok mempunyai alamat tetap dan telepon yang bisa dihubungi.
Ketua akan berhubungan dengan anggotanya.
Ketua kelompok juga bisa berhubungan dengan koordinator wilayah Langham.
3. Mendaftar anggota
Ketua dan semua anggota menulis nama, alamat, nomor telepon, alamat email pada
selembar kertas.
Anda bisa menulis nama pengkhotbah lain yang akan diajak ikut.
4. Merencanakan pertemuan pertama
Jangan bubar sebelum membuat janji untuk pertemuan pertama, kapan dan di mana
kelompok akan mulai berkumpul pertama kali.
Usahakan untuk segera melakukan pertemuan pertama! Semakin menunda semakin
susah memulainya.
Kami berharap Anda bisa memiliki kelompok pengkhotbah yang rajin belajar bersama.
Tim Langham akan mendoakan dan memberi bantuan berupa bahan bacaan, bahkan
melakukan kunjungan secara berkala. Anda akan menjadi anggota keluarga besar Langham di
seluruh dunia yang selalu belajar dan berdoa bersama.
38
Lembar Pengamatan
Perikop
Siapa
Di mana
Kapan
Kata yang diulang
Susunan perikop
39
Mengapa
Kata/kalimat penting
40
Susunan Khotbah
Perikop:
Pokok pikiran:
Pendahuluan:
Poin 1:
Penjelasan ayat-ayat:
Perbandingan ayat/cerita Alkitab
Contoh
Penerapan
Poin 2:
Penjelasan ayat-ayat:
41
Perbandingan ayat/cerita Alkitab
Contoh
Penerapan
Poin 3:
Penjelasan ayat-ayat:
Perbandingan ayat/cerita Alkitab
Contoh
Penerapan
Penutup
Tim Materi Khotbah Langham Indonesia
Desember 2018
42