Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 99 dari 112 Pengaruh Dimensi Electronic Word Of Mouth Terhadap Keputusan Berkunjung dan Kepuasan Konsumen Kristin V Pasaribu*1, Yuliawati2 Universitas Kristen Satya Wacana Korespondensi* : [email protected] ABSTRACT Electronic word of mouth (E-WOM) has become an evolving phenomenon along with the increasing use of social networking sites. The study aims to analyze the influence of the E-WOM dimension on visiting decisions, and customer satisfaction in Kampoeng Kopi Banaran Agrotourism. The E-WOM dimension consists of intensity, opinion valence, and content. Sampling was done by purporsive sampling method with a total sample of 50 respondents. Data collection was carried out with a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis using Structural Equation Model (SEM) with an alternative method of Partial Least Square (PLS) which is assisted with smartPLS V.3.0 software. The results showed that the E-WOM dimensions that significantly influenced the visiting decision were the content and valence of opinions while the E-WOM dimension that significantly affected consumer satisfaction was the intensity and valence of opinion. Keywords: electronic word of mouth dimension, consumer satisfaction, the decision to visit ABSTRAK Electronic word of mouth (E-WOM) telah menjadi fenomena yang sedang berkembang seiring meningkatnya penggunaan situ jejaring sosial. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi E-WOM terhadap keputusan berkunjung, dan kepuasan konsumen di Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran. Dimensi E-WOM terdiri dari intensitas, valensi opini, konten. Pengambilan sampel dilakukan dengan purporsive metode sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan metode alternatif Partial Least Square (PLS) yang dibantu dengan software smartPLS V.3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi E-WOM yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung adalah konten dan valensi opini sedangkan dimensi E-WOM yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen adalah intensitas dan valensi opini. Kata kunci: Dimensi electronic word of mouth, keputusan berkunjung, kepuasan konsumen A. PENDAHULUAN Perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana sikap suatu individu, kelompok, dan organisasi dalam memilih, membeli, menggunakan dan bagaimana barang atau jasa tersebut dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka (Kotler dan Keller, 2009). Kebanyakan dari konsumen akan mencari informasi tentang suatu produk atau jasa terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan produk atau jasa tersebut. Tidak sedikit melalui electronic word of mouth atau lebih dikenal dengan istilah e-WOM. E-ISSN: 2654-4326 JAD: Jurnal Manajemen dan Bisnis Dewantara Vol. 2 No. 2, Juli 2019 https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/JMD/issue/view/45 Halaman 99-112
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 100 dari 112 Konsumen lebih tertarik untuk mencari informasi mengenai sesuatu hal yang mereka butuhkan dan lebih percaya dengan informasi yang didapatkan melalui electronic word of mouth. Persepsi konsumen tentang informasi produk atau jasa yang disampaikan melalui electronic word of mouth, bisa positif dan negatif. Keputusan pembelian adalah suatu proses pemilihan referensi atas merk-merk dari produk atau jasa yang akan digunakan yang ada didalam kumpulan tersebut (Kotler dan Keller, 2009). Dengan semakin mudahnya akses internet bagi masyarakat dan koneksi jaringan internet mudah ditemukan di mana saja, sehingga tidak sedikit masyarakat yang menyampaikan suatu informasi melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan media sosial yang lain baik melalui penayangan testimony berupa foto dan status mengenai produk atau jasa yang sudah digunakan di media sosial yang mereka miliki. Testimony dapat berupa writing, liking, sharing, recommending, commeting, dan tweeting dan dapat berujung pada meningkatkan minat konsumen dalam menggunakan suatu produk/jasa. Pada tahun 2019 jumlah pengguna internet mencapai 150 juta orang atau 56% dari total jumlah penduduk Indonesia. Nilai tersebut mengalami peningkatan 20% dari survei yang sudah dilakukan sebelumnya. Dari angka tersebut 130 juta orang atau 49% adalah pengguna internet berbasis mobile (Wearesosial, 2019). Berdasarkan data tersebut, sosial media dapat menjadi strategi pemasaran produk yang dapat menarik konsumen maupun dapat mengurangi konsumen. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa word of mouth yang berupa testimonial melalui sosial media sangat berpengaruh saat ini dimana perkembangan teknologi semakin memudahkan seseorang untuk mengakses media sosial dimanapun dan kapanpun. Hutami (2016) mendefinisikan electronic word of mouth sebagai informasi positif atau negatif yang dinyatakan oleh konsumen tentang suatu produk atau jasa, yang dibuat untuk banyak orang dan lembaga melalui internet. Kawasan Kampung Kopi Banaran merupakan salah satu wisata Agro yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara IX, yang terletak di Areal Perkebunan Kopi Kebun Getasan Afdeling Assinan tepatnya Jl. Raya Semarang – Solo. Dengan fasilitas hiburan dan rekreasi yang lengkap dan pelayanan yang terbaik Agrowisata ini termasuk kawasan yang ramai dikunjungi oleh pengunjung. Strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh manajemen Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran salah satunya dengan melalui
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 101 dari 112 website dan media sosial berupa Facebook (Kampoeng Kopi Banaran) dan Instagram (Kampoeng_kopi_banaran). Sebelum memutuskan untuk berkunjung seringkali konsumen akan mencari informasi mengenai agrowisata yang akan dikunjunginya. Pencarian informasi tersebut lebih banyak didapat konsumen melalui electronic word of mouth. Cerita dan rekomendasi dari seseorang yang telah berkunjung ke suatu tempat terdengar lebih menarik dan bisa mempengaruhi pendengarnya untuk ikut berkunjung ke tempat tersebut. Kebanyakan konsumen yang menggunakan sosial media setelah berkunjung ke Kampoeng Kopi Banaran akan mengunggah foto, story, dan satus mengenai pengalamannya saat berkunjung ke Kampoeng Kopi Banaran dan dengan memberikan keterangan lokasinya berada secara tidak langsung konsumen telah melakukan electronic word of mouth dan membatu Kampoeng Kopi Banaran untuk memperkenalkan Kampoeng Kopi Banaran kepada calon konsumen lainnya. Penelitian terdahulu yang terkait dengan dimensi E-WOM telah dilakukan oleh Yunitasari (2018) yang membahas tentang pengaruh dimensi E-WOM terhadap keputusan pembelian, dan artikel lain yang ditulis oleh Sinaga (2016) yang membahas tentang pengaruh word of mouth terhadap keputusan berkunjung dan kepuasan konsumen. Penelitian tersebut belum membahas terkait pengaruh dimensi E-WOM terhadap keputusan berkunjung dan kepuasan konsumen sehingga perlu dilakukan penelitian yang mengkaji pengaruh dimensi E-WOM terhadap keputusan berkunjung dan kepuasan konsumen di Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran. B. TINJAUAN PUSTAKA Perilaku Konsumen Perilaku konsumen adalah suatu proses dinamis yang dapat mencakup perilaku suatu individual, kelompok dan anggota masyarakat yang akan mengalami perubahan secara terus menerus (Suryani, 2013). Asosiasi pemasaran Amerika mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi yang dinamis mengenai perasaan, kognisi, perilaku, dan lingkungan di mana individu melakukan pertukaran dalam berbagai aspek di dalam kehidupan. Keputusan Pembelian
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 102 dari 112 Keputusan pembeli merupakan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif (Sumarwan, 2004). keputusan pembelian adalah tindakan seseorang untuk mau membeli atau tidak terhadap suatu produk tertentu, serta menentukan berapa banyak unit produk yang dibutuhkan dalam periode tertentu. Konsumen akan mencari informasi terlebih dahulu untuk membentuk niat dalam memilih merek dari yang paling disukai. Namun, ada dua factor yang berada di antara niat pembelian dan keputusan pembelian, yaitu sikap dan factor yang tidak terantisipasi (Kotler, 2000). Kepuasan Konsumen Kepuasan konsumen adalah keinginan seseorang untuk mendapatkan suatu kepuasan dalam memiliki suatu produk atau jasa. Dalam hal ini perlu diketahui bahwa kita harus menciptakan keinginan terlebih dahulu sebelum memenuhi motif. Terciptanya suatu keinginan bisa berbeda beda tergantung diri orang itu sendiri, lingkungan juga dapat mempengaruhi terciptanya suatu keinginan. Menurut Kotler (2001) kepuasan konsumen adalah tingkat kepasan seseorang setelah membandingkan produk atau jasa yang telah digunakan atau dia rasakan dengan harapannya terhadap produk dan jasa tersebut. Zeithaml dan Bitner (2000) mendefinisi kepuasan konsumen adalah penilaian atau tanggapan konsumen mengenai ciri atau keistimewaan sebuah produk atau jasa yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi konsumen. Electronic Word of Mouth Menurut Chatterjee dalam Jalilvand dan Samiei (2012), saat ini Word of Mouth tidak hanya dapat dilakukan dengan bertemu langsung dengan orang yang akan menyampaikan informasi tetapi juga dapat dilakukan dengan menggunakan jaringan internet yang disebut dengan Electronic Wotd of Mouth, sehingga peningkatan penggunaan internet dan jejaring sosial sangat berpengaruh dalam hal ini. penggunaan Electronic Word of Mouth lebih efektif dibandingkan dengan komunikasi Word of Mouth di dunia offline, karena aksesibiliti yang lebih besar dan jangkauan yang tinggi. Menurut Goldsmith dan Horowitz (2006), dalam dunia online banyak cara yang dapat digunakan konsumen untuk bertukar informasi yaitu. Dapat dilakukan dengan menggunakan internet dalam bentuk Electronic Word of Mouth melalui berbagai saluran online, termasuk blog, microblog, email, situs ulasan (review) konsumen, forum, komunikasi konsumen virtual, dan situs jaringan sosial.
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 103 dari 112 H1: Intensitas berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung H2: Intensitas berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen H3: Konten berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung H4: Konten berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen H5: Valensi opini berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung H6: Valensi opini berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen H7: Keputusan berkunjung berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen Berdasarkan uraian di atas maka model hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Gambar 2. Model Hipotesis Keterangan: I1, I2, I3, K1, K2, K3, VO1, VO2, VO3, KB1, KB2, KB3, KB4, KB5, KK1, KK2, KK3 adalah indikator reflektif diuji dengan outer model X1, X2, X3, Y1, Y2 adalah variabel laten diuji dengan inner model
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 104 dari 112 METODEPENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga bulan April 2019. Lokasi penelitian dilakukan di Kampung Kopi Banaran, Kabupaten Semarang. Yang merupakan salah satu agrowisata di Jawa Tengah yang memiliki konsep pengembangan agribisnis berbasis wisata edukasi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan kuesioner sebagai alat penelitian dengan cara pengumpulan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penggunaan teknik purporsive sampling. Unit analisis penelitian ini adalah pengunjung Agrowisata Kampung Kopi Banaran yang menggunakan media sosial. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 pengguna media sosial. Penelitian ini dilakukan dengan analisis multivarian, ukuran sampel yang digunakan 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti (Sugiyono, 2009). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner variabel yang digunakan dan dianalisis dalam penelitian ini adalah intensitas (X1), konten (X2), valensi opini (X3), keputusan berkunjung (Y1), kepuasan konsumen (Y2) (Tabel 1). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Structural Equalition Model (SEM) denagn metode alternatif Partial Least Square (PLS) yang dibantu dengan software Smart PLS 3,0. PLS (partial least square) bersifat soft modeling yang jumlah datanya dibawah 100 (Ghozali, 2006). Tahapan-tahapan dalam analisis PLS dilakukan dengan tiga tahap, yaitu: Analisis outer model, inner model, dan pengujian hipotesis. Analisis outer model menjelaskan bahwa setiap blok indikator memiliki hubungan dengan variabel latennya. Uji validitar outer model dilakukan dua cara, yaitu validitas konvergen dengan konstruk yang ingin diukur (outer loading > 0,7), dan untuk mengetahui nilai discriminant validity dilakukan dengan membandingkan nilai AVE setiap konstruk dengan korelasi antara setiap konstruk dan dapat dikatakan memiliki nilai yang baik yang baik (valid ketika AVE > 0,5). Analisis inner model digunakan untuk mengukur model structural, variabel dependen diukur dengan menggunakan nilai R-square, untuk mengukur uji t, signifikansi dari koefisien jalur dan relevansi prediktif dilihat dari nilai Q-square. Hasil uji R-Square menggambarkan Goodness of fit model dengan interpretasi yang sama dengan analisis
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 105 dari 112 regresi. Nilai Q-Square predictive relevance juga dievaluasi untuk melihat model konstruk. Model dinyatakan relevan apabila nilai Q-square lebih besar 0 (nol) sedangkan model dinyatakan tidak relevan jika nilai Q-square lebih kecil dari 0 (nol) (Ghozali, 2011). Pengujian hipotesis menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan uji statistik pada masing-masing jalur, dan hasil signifikansi dari koefisien parameter dapat dihitung dengan analisis bootstrapping. Kriteria pengujian hipotesis adalah pada tingkat signifikansi 1% nilai t-statistik adalah 2,58 dan nilai p-value lebih kecil sama dengan 0.01, pada tingkat signifikansi 5% nilai t-statistik adalah 1,96 dan nilai p-value lebih kecil sama dengan 0,05, serta pada tingkat signifikansi 10% nilai t-statistik adalah 1,64 dan nilai pvalue lebih kecil sama dengan 0,10. Jika t-statistik ≥ t-tabel dan p-value ≤ alpha, maka Ha diterima; H0 ditolak. Sedangkan jika, t-statistik ≤ t-tabel dan p-value ≥ alpha, maka Ha ditolak; H0 diterima. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden Dalam penelitian ini karakteristik responden yang diamati meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, alamat dan berapa kali berkunjung ke Kampoeng Kopi Banaran. Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner menunjuklan bahwa mayoritas konsumen yang mengunjungi Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran adalah perempuan dengan rata-rata umur lebih dominan dikunjungi oleh kelompok remaja dan dewasa umur 11-30 tahun. Berdasarkan karakteristik responden menurut pekerjaan yang berkunjung ke Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran didominasi oleh pelajar/mahasiswa dengan persentase 46%. Konsumen yang datang ke Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran tidak hanya berasal dari daerah Semarang tetapi juga berasal dari daerah yang berbedabeda diantaranya iyalah Boyolali, Solo, Purwodadi, Yogyakarta, Jakarta dan eberapa daerah lainnya. Frekuensi berkunjung konsumen tidak dapat ditentukan oleh perusahaan namun dapat diusahakan dengan terus menerus memperbaiki serta meningkatkan kualitas produk dan pelayanan di Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran agar dapat menarik konsumen dengan frekuensi berkunjung setiap bulan. Evaluasi Model Pengukuran (Measurement Model /Outer Model) Evaluasi model pengukuran digunakan untuk melihat hubungan setiap indikator berhubungan dengan variabel latennya. Validitas dan reliabilitas suatu pengukuran
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 106 dari 112 diketahui berdasarkan hubungan yang terjadi antara indikator dengan variabel laten. Convergent validity, discriminat validity, dan composite reliability dilakukan untuk mengukur validitas dan reliabilitas (Ghozali, 2014). Gambar 3. Output Model Persamaan Struktural berbasis Smart PLS V.3.0 1. Convergent validity Uji validitas digunakan untuk memastikan bahwa kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian valid atau tidak. Langkah pertama yang dilakukan untuk menguji validitas adalah melihat nilai factor harus di atas 0,70 (Ghozali, 2014). Berdasarkan hasil uji yang sudah dilakukan dapat dilihat nilai loading factor setiap indikator di atas 0,70 sehingga semua indikator dinyatakan valid dan layak digunakan untuk mengukur variabel latennya.
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 107 dari 112 2. Discriminant Validity Penilaian discriminant validity dilakukan dengan cara membandingkan nilai square root of variance extracted (AVE) setiap variabel dengan korelasi antara variabel lainnya dalam model. Menurut Ghozali (2014) jika nilai AVE setiap konstruk lebih besar dari pada nilai korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam model, maka dikatakan memiliki nilai discriminant validity yang baik. Variabel yang baik memiliki nilai AVE lebih besar dari 0,50 (Sarwono, 2015). Hasi output nilai AVE pada penelitian ini dapat diketahui bahwa variabel intensitas memiliki nilai 0,660; variabel konten 0,722; variabel valensi opini 0,699; variabel keputusan berkunjung 0,725 dan variabel kepuasan konsumen memiliki nilai 0,667. Nilai dari masing-masing variabel telah sesuai dengan kriteria penilaian model, sehingga dapat dilanjutkan pada pengujian selanjutnya. Artinya variabel dari indikator dapat dijelaskan lebih dari 50%. 3. Composite Reliability Composite reliability dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi alat ukur yang akan digunakan. Jika nilai composite reliabel 0,60 maka variabel tersebut dapat dinyatakan reliabel. Jika semua variabel memiliki nilai composite reliability diatas 0,60 maka variabel laten memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi (Ghozali, 2014). Hasil output nilai composite reliability pada penelitian ini dapat diketahui bahwa variabel intensitas memiliki nilai 0,853; variabel konten 0,886; variabel valensi opini 0,874; variabel keputusan berkunjung 0,841; variabel kepuasan konsumen 0,857. Nilai dari masing-masing variabel laten memiliki reriabilitas yang tinggi, sehingga semua variabel pengukuran dapat dipercaya atau diandalkan dalam penelitian ini. Evaluasi Model Struktural (Inner Model) Inner model merupakan gambaran hubungan antara variabel laten berdasarkan substantive theory. Untuk mengetahui apakah variabel laten independen mempunyai pengaruh yang substantive terhadap variabel laten dependen dapat dilihat dari nilai Rsquare. Hasil output nilai R-square pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Nilai R-square Variabel Variabel Dependen R Square Keputusan Berkunjung 0,405
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 108 dari 112 Kepuasan Konsumen 0,575 Nilai R-square dinyatakan tinggi apabila lebih besar dari 0,25 (Santosa, 2018). Pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai R-square keputusan berkunjung sebesar 0,405 maka variabel keputusan berkunjung dapat dijelaskan oleh variabel Intensitas, Konten dan valensi opini sebesar 40,5% dan 59,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Sedangkan nilai R-square pada variabel dependen kepuasan konsumen 0,575 maka variabel kepuasan konsumen dijelaskan sebesar 57,5% oleh empat variabel yang diteliti dan 42,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Pengujian Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan metode bootstrapping dengan menggunakan statistic t atau uji t. bootsrapping bertujuan untuk mengetahui bersarnya hubungan/pengaruh variabel laten atau nilai koefisien jalur. Uji hipotesis ini dilakukan dengan menganalisis nilai p-value. Kriteria pengujian hipotesis adalah nilai p-value dengan tingkat signifikansi 5% lebih kecil sama dengan 0.05, serta nilai p-value dengan tingkat signify kansi 10% lebih kecil sama dengan 0,10. Hipotesis yang diajukan oleh peneliti dapat diterima jika p-value nilainya lebih dari 0.05 dan 0.10 dan t-statistik lebih besar daripada t-tabel. Sebaliknya jika nilai p-value lebih besar dari 0.05 dan 0.10 dan tstatistik lebih kecil dari t-tabel, maka hipotesis yang diajukan oleh peneliti ditolah (Jogiyanto & Willy, 2009). Tabel 3 Hasil Bootstraping-Path Coefficients Original Sampel Tstatistic Pvalue Keterangan Intensitas (X1) -> Keputusan Berkunjung (Y1) 0,115 0,539 0,590 Tidak Signifikan Konten (X2) -> Keputusan Berkunjung (Y1) 0,310 2,162 0,031 Signifikan Valensi Opini (X3) -> Keputusan Berkunjung (Y1) 0,360 2,407 0,017 Signifikan Intensitas (X1) -> Kepuasan Konsumen (Y2) 0,348 2,409 0,016 Signifikan Konten (X2) -> Kepuasan Konsumen (Y2) 0,092 0,841 0,401 Tidak Signifikan Valensi Opini (X3) -> Kepuasan Konsumen (Y2) 0,419 2,473 0,014 Signifikan
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 109 dari 112 Keputusan Berkunjung (Y1) -> Kepuasan Konsumen (Y2) 0,034 0,169 0,866 Tidak Signifikan 1. Pengujian intensitas terhadap keputusan berkunjung Pengaruh variabel intensitas terhadap keputusan berkunjung dinyatakan negatif berdasarkan nilai estimasi parameter 0,115. T-statistik sebesar 0,539 (< 2.014) dan Pvalue 0,590 menunjukkan bahwa P-value tidak signifikan, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat dijelaskan bahwa intensitas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan berkunjung. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Adeliasari at. Al (2014) Yunitasari (2018) menyatakan bahwa intensitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. 2. Pengaruh konten terhadap keputusan berkunjung Pengaruh variabel konten terhadap keputusan berkunjung dinyatakan positif berdasarkan nilai estimasi parametersebesar 0,310. T-statistik sebesar 2,162 (> 2.014) dan P-value 0,031 menunjukkan bahwa P-value signifikan, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat dijelasakan bahwa konten berpengaruh positif dan signifikan tehadap kepuasan konsumen. Kotler dan Keller (2009) menyatakan bahwa kelompok referensi seseorang mempunyai pengaruh terhadap sikap atau perilaku orang tersebut. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Adeliasari at. Al (2014) dan Yunitasari (2018) menyatakan bahwa konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. 3. Pengaruh valensi opini terhadap keputusan berkunjung Pengaruh variabel valensi opini terhadap keputusan berkunjung dinyatakan positif berdasarkan nilai estimasi parameter sebesar 0,360. T-statistik sebesar 2,407 (> 2.014) dan P-value 0,017 menunjukkan bahwa P-value signifikan, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat dijelaskan bahwa valensi opini berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Goyette et. Al (2010) dan Yunitasari (2018) menyatakan bahwa valensi opini berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembeli. 4. Pengaruh intensitas terhadap kepuasan konsumen
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 110 dari 112 Pengaruh variabel intensitas terhadap kepuasan konsumen dinyatakan positif berdasarkan nilai estimasi parametersebesar 0,348. T-statistik sebesar 2,409 (> 2.014) dan P-value 0,016 menunjukkan bahwa P-value signifikan, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat dijelaskan bahwa intensitsa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. 5. Pengaruh konten terhadap kepuasan konsumen Pengaruh variabel konten terhadap kepuasan konsumen dinyatakan negative berdasarkan nilai estimasi parameter 0,092. T-statistik sebesar 0,841 (< 2.014) dan Pvalue 0,401 menunjukkan bahwa P-value tidak signifikan, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat dijelaskan bahwa konten berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen. 6. Pengaruh valensi opini terhadap kepuasan konsumen Pengaruh variabel valensi opini terhadap kepuasan konsumen dinyatakan positif berdasarkan nilai estimasi parameter sebesar 0,419. T-statistik sebesar 2,473 (> 2.014) dan P-value 0,014 menunjukkan bahwa P-value signifikan, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat dijelaskan bahwa valensi opini berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Menurut Mowen (2002) Kepuasan merupakan evaluasi dari pasca pembelian. 7. Pengaruh keputusan berkunjung terhadap kepuasan konsumen Pengaruh variabel keputusan berkunjung terhadap kepuasan konsumen dinyatakan negative berdasarkan nilai estimasi parameter 0,034. T-statistik sebesar 0,169 (< 2.014) dan P-value 0,866 menunjukkan bahwa P-value tidak signifikan, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat dijelaskan bahwa keputusan berkunjung berpengaruh negatif atau tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Putri, et. Al (2014) dan Sinaga (2017) menyatakan bahwa keputusan berkunjung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen berasal dari keputusan berkunjung yang dilakukan oleh konsumen yang mendapatkan kualitas layanan yang baik (Pratiwi & Yuliawati, 2019). PENUTUP
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 111 dari 112 Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa dimensi E-WOM yang signifikan terhadap keputusan berkunjung yaitu variabel konten dan valensi opini sedangkan yang tidak signifikan yaitu variabel intensitas. Konstruk yang signifikan terhadap kepuasan konsumen yaitu variabel intensitas dan valensi opini sedangkan yang tidak signifikan yaitu variabel konten dan keputusan berkunjung. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah pengelola Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran perlu meningkatkan citra positif, fasilitas dan kualitas layanan yang sudah ada saat ini sehingga dapat mendorong konsumen untuk melakukan electronic word of mouth yang mendorong konsumen baru untuk berkunjung, serta mengembangkan program komunikasi yang efektif yang ditujukan kepada konsumen agar konsumen dapat lebih mudah untuk mengakses informasi tentang Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan agar lebih fokus pada media sosial yang digunakan oleh konsumen, mengklasifikasikan konsumen berdasarkan penggunaan media sosial, serta menanyakan sejauh mana konsumen pernah memposting ke sosial media yang berkaitan dengan Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran. DAFTAR PUSTAKA Adeliasari, Vina Ivana, & Sienny Thio. (2014). Electronic Word of Mouth dan Pengaruhnya terhadap Keputusan Pembelian di Restoran dan Kafe Surabaya. Hospitality Dan Manajemen Jasa, 2. Ghozali, & Imam. (2006). Structural Equation Modeling Metode Alternatif dengan Partial Least Square (kedua). Universitas Diponegoro Semarang. Ghozali, & Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro. Ghozali, & Imam. (2014). Structural Equalition Modeling, Metode Alternatif dengan Partial Least Square (PLS) (4, ed.). Semarang: Universitas Diponegoro. Goldsmith, R. ., & Horowitz, D. (2006). Measuring motivations for online opinion seeking. Journal of Interactive Advertising, 6(2), 3–14. Goyette et all. (2010). e-WOM Scale: Word-of-Mouth Measurement Scale for e-Services Context. Administrative Sciences. Hutami, Permata, & Sari. (2016). Pengaruh Citra Merek, Fitur, Dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian. Ilmu Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta. Jalilvand, & Samiei, N. (2012). The Effect of E-WOM on Brand Image and Purchase Intention. Journal of Marketing Intelligence and Planning, 30(4), 460–476. Jogiyanto H M, & Willy A. (2009). Konsep dan Aplikasi PLS (Partial Lest Square) Untuk Penelitian Empiris. Yogyakarta: BPFE Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM. Kotler. (2000). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Prenhalindo. Kotler, & Philip. (2001). Manajemen Pemasaran di Indonesia: analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Empat. Kotler, Philip, & Kevin Lane Keller. (2009). Manajemen Pemasaran (13th ed.). Jakarta: Erlangga.
Kristin V Pasaribu, Yuliawati Halaman 112 dari 112 Kristen, U., & Wacana, S. (2019). Jurnal Ilmu- Ilmu Pertanian “AGRIKA” , Volume 1 3, Nomor 1, Mei 2019. 1, 59–71. Mowen J C, & Minor M. (2002). Perilaku Konsumen (5th ed.; Dwi Kartini Yahya, ed.). Jakarta: Erlangga. Putry, L. ., & All, E. (2014). Pengaruh Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian dan Kepuasan Pelanggan (Studi pada Monopoli Cafe and Resto Soekarno Hatta Malang). Administrasi Bisnis, 15. Santosa, P. . (2018). Metode Penelitian dan Pengujiannya Menggunakan SmartPLS. Yogyakarta: CV Andi Offst. Sarwono, & Jonathan. (2015). Membuat Skripsi, Tesis dan Disertasi dengan Partial Least Square SEM (PLS SEM). Yogyakarta: ANDI OFFSET. Sinaga oriza. (2017). Pengaruh Electronic Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian dan Kepuasan Konsumen. Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisni. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sumarwan. (2004). Perilaku Konsumen. Bogor Selatan: Ghalia Indonesia. Tatik Suryani. (2013). Perilaku Konsumen di Era Internet Implikasinya pada Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Graha Ilmu. Wearesosial. (2019). Jumlah Pengguna Media Sosial. In Andi.link. Retrieved from https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report Yunitasari. (2018). Pengaruh Dimensi Electronic Word Of Mouth (e-WOM) Terhadap Keputusan Pembelian. Zeithaml, V. A., & Bitner, M. J. (2000). Services Marketing: Integrating Customer Focus across the Firm (2nd ed.). Boston: McGraw-Hill.
Ratna Dwi Jayanti, Siti Khomaroh Putri Halaman 113 dari 123 Pengaruh Citra Merek Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Vario Ratna Dwi Jayanti1*, Siti Khomaroh Putri2 Korespondensi*: [email protected] Absract This study aims to determine and explain the influence of brand image and product quality on purchasing decisions for Vario motorcycles, a case study on Vario brand automatic motorbike consumers at the Anyar Motor Ploso Dealer Branch. This research is a quantitative form of explanatory research (explanatory research), using a Likert measurement scale, data collection methods by means of questionnaires and using multiple linear regression analysis with the help of the SPSS program.The results showed that brand image had a positive and significant influence on purchasing decisions for Vario automatic motorbike cases the case of Vario branded automatic motorcycle consumers at Anyar Motor Ploso Branch Dealers. Keywords: Brand Image, Product Quality and Purchasing Decisions. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh citra merek dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian sepeda motor Vario, studi kasus pada konsumen sepeda motor matik merek Vario di Dealer Anyar Motor Cabang Ploso. Penelitian ini bentuk kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanasi (explanatory reseach), dengan menggunakan skala pengukuran likert, metode pengumpulan data dengan cara penyebaran angket dan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor matik Vario studi kasus pada konsumen sepeda motor matik merek Vario di Dealer Anyar Motor Cabang Ploso, serta kualitas produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor matik Vario studi kasus pada konsumen sepeda motor matik merek Vario di Dealer Anyar Motor Cabang Ploso. Kata kunci: Citra Merek, Kualitas Produk dan Keputusan Pembelian. A. PENDAHULUAN Dewasa ini bisnis pada industri otomotif saat ini sangatlah pesat, misalnya pada alat transportasi sepeda motor. Kebutuhan konsumen yang terus meningkat dari tahun ke tahun terhadap transportasi dapat menjadi peluang bagi para industri otomotif khususnya pada transportasi sepeda motor karena dapat menjadi alternatif yang efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan sehari-hari. Perusahaan harus mampu menguasai pangsa pasar supaya bisa memenuhi apa yang menjadi keinginan maupun kebutuhan konsumen, sehingga tujuan dari perusahaan bisa tercapai secara maksimal. Usaha yang dilakukan oleh sebuah perusahaan ialah harus mampu berkompetisi dengan menciptakan kualitas, model dan jenis yang beragam dan teknologi yang lebih baik dari sebelumnya. Hal ini E-ISSN 2654-4326 JMD: Jurnal Manajemen dan Bisnis Dewantara Vol 2 No 2, Juli 2019 https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/JMD/issue/view/45 Halaman 113-123
Ratna Dwi Jayanti, Siti Khomaroh Putri Halaman 114 dari 123 dilakukan supaya konsumen tidak bosan dengan produk-produk yang dikeluarkan oleh perusahaan, sehingga konsumenpun akan tertarik untuk memutuskan membeli. Sebuah perusahaan harus mampu menciptakan kualitas yang bagus dan mampu berinovasi terhadap produk-produknya supaya konsumen tidak bosan dan tertarik untuk membeli. Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang apabila mengerti dan paham dengan apa yang dibutuhkan maupun diinginkan oleh konsumen. Salah satu yang menjadi persaingan saat ini ialah pada sepeda motor matik. Sepeda motor yang mudah digunakan tanpa operan gigi manual cukup dengan menggunakan satu akselerasi, bodi yang ramping, model dan varian yang semakin beragam membuat para industri sepeda motor berlomba-lomba untuk menjual sepeda motor jenis matik. Honda adalah salah satu produsen sepeda motor yang tetap ada di Indonesia hingga saat ini. Honda pertama kali mengeluarkan sepeda motor jenis matik yang diberi merek Honda Vario. Pesaing utama Honda adalah Yamaha dimana produsen tersebut lebih dulu mengeluarkan sepeda motor jenis matik yaitu Yamaha Mio (Sagarawanti, 2017). Tabel 1. Data Penjualan Honda Vario Tahun 2015-2018 Tahun Unit Terjual 2015 785 Unit 2016 850 Unit 2017 835 Unit 2018 925 Unit Sumber: Dealer Anyar Motor Cabang Ploso Menurut (Kotler & Amstrong, 2008:181) keputusan pembelian ialah konsumen akan membeli merek yang paling disukai dari berbagai alternatif, namun ada dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian. Faktor pertama adalah sikap orang lain dan faktor yang kedua adalah faktor situasional (Kotler & Amstrong, 2008:181). Sebuah perusahaan harus mempunyai strategi dalam memasarkan produknya supaya merangsang kosumen untuk memutuskan membeli. Konsumen memutuskan untuk membeli bisa karena rasa percaya atas merek tersebut dan produk yang ditawarkan oleh produsen dan sesuai dengan yang diinginkan. Citra Merek (Kotler & Keller, 2009:403) adalah sebuah persepsi atau keyakinan yang ada pada konsumen, seperti pada asosiasi yang telah tertanam pada benak konsumen. Konsumen yang tertarik dengan motor matik merek Vario bisa dikarenakan modelnya yang tidak ketinggalan jaman, motor matik merek Vario yang sangat popular dikalangan masyarakat, motor matik merek Vario yang mudah dikenali oleh konsumen dan juga keaslian motor matik merek vario yang bisa dilihat pada logo/stiker Honda yang melekat pada sepeda tersebut. Kualitas Produk menurut (Kotler & Amstrong, 2008:272) yaitu sebuah
Ratna Dwi Jayanti, Siti Khomaroh Putri Halaman 115 dari 123 produk yang mempunyai karakteristik untuk memuaskan kebutuhan konsumen berdasarkan kemampuannya untuk diimplementasikan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Konsumen tidak hanya melihat dari citra mereknya saja bisa juga dari kualitas sepeda motor matik merek Vario. Kualitas produk merupakan pengertian kualitas yang berpusat pada konsumen sehingga dapat dikatakan bahwa seorang penjual telah memberikan kualitas bila produk atau pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan konsumen. Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing. Akan tetapi, suatu produk dengan penampilan terbaik atau bahkan dengan tampilan lebih baik bukanlah merupakan produk dengan kualitas tinggi jika . tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen sepeda motor matik merek Vario, dan mengetahui apakah kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen sepeda motor matik merek Vario. B. LANDASAN TEORI Keputusan Pembelian Keputusan pembelian ialah tahap evaluasi yang dilakukan oleh konsumen untuk membentuk merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan (Kotler & Keller, 2009:188). Keputusan pembelian dilakukan melalui berbagai tahapantahapan yang ada. Tahapan-tahapan yang dimaksud ialah pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian serta perilaku pasca pembelian. Proses pembelian yang dilakukan jauh sebelum melakukan pembelian yang sebenarnya. Sebuah pemasar harus bisa memikirkan keseluruhan proses dalam keputusan pembelian bukan hanya kepada keputusan pembelian saja. Sedangkan menurut (Setiadi, 2003:17) bahwa Keputusan Pembelian adalah evaluasi yang dilakukan oleh konsumen untuk membentuk preferensi mengenai merek-merek yang paling disukai. Citra Merek Citra merek merupakan bagaimana pemasar mampu mempresentasikan semua asosiasi yang ada di dalam memori konsumen saat memikirkan sebuah merek tertentu (Shimp, 2014:40). Citra merek adalah sebuah pemahaman dari konsumen mengenai merek secara keseluruhan. Kepercayaan konsumen terhadap merek tertentu dan bagaimana konsumen memandang suatu merek tertentu. Citra merek positif dapat membuat konsumen menyukai suatu produk dengan merek yang bersangkutan dikemudian hari, sedangkan bagi pemasar citra merek yang baik akan menghambat kegiatan pemasaran pesaing. Menurut (Hedman & Orrensalo, 2018:98) “The image is the foundation of the brand, it is therefore important for companies to attach relevant characteristics to the brand image in
Ratna Dwi Jayanti, Siti Khomaroh Putri Halaman 116 dari 123 order to shape it. In summary, brand image reflects the strength and essence of the brand”. Citra merupakan dasar dari sebuah merek, oleh sebab itu penting bagi perusahaan untuk memiliki karakteristik yang relevan dengan citra merek untuk membentuknya. Lebih tepatnya ialah citra merek mencerminkan kekuatan dan esensi merek. Menurut (Low & Lamb Jr, 2000:355) indikator dari citra merek antara lain: a) Friendly yaitu kemudahan untuk dikenali konsumen b) Modern yaitu memiliki model yang kekinian/tidak ketinggalan jaman c) Useful yaitu bisa digunakan dengan baik (bermanfaat) d) Popular yaitu akrab dibenak konsumen e) Gentle yaitu memiliki tekstur yang halus f) Natural: keaslian komponen pendukung atau bentuk. Kualitas Produk Produk menurut (Tjiptono, 2008:95) adalah semua hal yang dapat ditawarkan oleh produsen agar dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi sebagai pemenuhan keinginan/kebutuhan pasar yang bersangkutan. Kualitas adalah sebuah produk yang berguna untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan konsumen (Cannon, Perreault, & McCarthy, 2008:286). Kualitas Produk menurut Kotler & Amstrong (2008:272) yaitu sebuah produk yang mempunyai karakteristik untuk memuaskan kebutuhan konsumen berdasarkan kemampuannya untuk diimplementasikan. Menurut Tjiptono, Candra, & Adriana (2008:68) indikator untuk mengukur kualitas produk ialah: a. Kinerja (performence) b. Fitur (features) c. Reliabilitas (reliability) d. Konformasi (conformance) e. Daya tahan (durabillity) f. Estetika (aesthetics) g. Persepsi terhadap kualitas (perceived quality). Gambar 1. Kerangka Konseptual Hipotesis H1 : Semakin baik citra merek maka semakin positif terhadap keputusan pembelian sepeda motor matik merek Vario. H2 : Semakin baik kualitas produk maka semakin positif terhadap keputusan pembelian sepeda motor matik merek Vario. C. METODE PENELITIAN Citra Merek Kualitas Produk Keputusan Pembelian
Ratna Dwi Jayanti, Siti Khomaroh Putri Halaman 117 dari 123 Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian Explanatory reseach yaitu penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data kuisioner. Skala pengukuran menggunakan skala Likert. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah di wilayah Kecamatan Ploso dengan obyek penelitian citra merek dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada konsumen motor matik merek Vario. Populasi yang digunakan adalah konsumen sepeda motor matik merek Vario di Dealer Anyar Motor Cabang Jombang yang tidak diketahui populasinya. Sampel yang digunakan adalah adalah sebanyak 100 reponden. Menurut Sugiyono, (2014:116) apabila populasinya tidak diketahui maka peneliti tidak bisa untuk mempelajari semua, sampel yang diambil harus representative (mewakili). D. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil uji deskriptif maka diperoleh hasil ssebagai berikut : Tabel 2. Deskripsi Hasil Jawaban Citra Merek (X1) Item 1 2 3 4 5 F % F % F % F % F % Mean X1.1 0 0 0 0 17 17% 54 54% 29 29% 4,12 X1.2 0 0 0 0 11 11% 55 55% 34 34% 4,23 X1.3 0 0 0 0 17 17% 53 53% 30 30% 4,13 X1.4 0 0 2 2% 14 14% 41 41% 43 43% 4,25 X1.5 0 0 1 1% 20 20% 50 50% 29 29% 4,07 X1.6 0 0 3 3% 21 21% 45 45% 31 31% 4,04 X1.7 0 0 2 2% 15 15% 50 50% 33 33% 4,15 Total 28,99 Rata-rata 4,14 Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa skor rata-rata Citra Merek adalah sebesar 4,14 yang termasuk pada kategori baik. Tabel 3. Deskripsi Hasil Jawaban Kualitas Produk (X2) Rekapitulasi Jawaban Responden Variabel Kualitas Produk Item 1 2 3 4 5 F % F % F % F % F % Mean X2.1 0 0 1 1% 23 23% 44 44% 32 32% 4,07 X2.2 0 0 1 1% 11 11% 57 57% 31 31% 4,18 X2.3 0 0 2 2% 11 11% 57 57% 30 30% 4,15 X2.4 0 0 2 2% 16 16% 47% 47% 35 35% 4,15 X2.5 1 1% 1 1% 18 18% 54 54% 26 26% 4,03 X2.6 0 0 0 0 11 11% 48 48% 41 41% 4,30
Ratna Dwi Jayanti, Siti Khomaroh Putri Halaman 118 dari 123 X2.7 0 0 0 0 12 12% 60 60% 28 28% 4,16 X2.8 0 0 1 1% 17 17% 48 48% 34 34% 4,15 X2.9 0 0 2 2% 27 27% 58 58% 13 13% 3,82 X2.10 0 0 1 1% 19 19% 50 50% 30 30% 4,09 X2.11 0 0 0 0 11 11% 54 54% 35 35% 4,24 Total 45,34 Rata-rata 4,12 Berdasarkan tabel dapat dijelaskan bahwa Kualitas Produk dengan rata-rata skor 4,12 termasuk kriteria baik. Tabel 4. Deskripsi Hasil Jawaban Keputusan Pembelian (Y) Rekapitulasi Jawaban Responden Variabel Keputusan Pembelian Item 1 2 3 4 5 F % F % F % F % F % Mean Y1 0 0 1 1% 22 22% 52 52% 25 25% 4,01 Y2 0 0 1 1% 11 11% 50 50% 38 38% 4,25 Y3 0 0 0 0 11 11% 49 49% 40 40% 4,29 Y4 0 0 2 2% 20 20% 47 47% 31 31% 4,07 Y5 0 0 7 7% 16 16% 47 47% 30 30% 4,00 Y6 2 2% 4 4% 16 16% 46 46% 32 32% 4,02 Y7 0 0 1 1% 23 23% 47 47% 29 29% 4,04 Y8 1 1% 1 1% 24 24% 52 52% 22 22% 3,93 Y9 0 0 0 0 17 17% 56 56% 27 27% 4,10 Y10 0 0 2 2% 13 13% 58 58% 27 27% 4,10 Y11 0 0 1 1% 11 11% 50 50% 38 38% 4,25 Y12 0 0 2 2% 18 18% 52 52% 28 28% 4,06 Total 49,12 Rata-rata 4,09 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa Keputusan Pembelian memiliki rata-rata skor sebesar 4,09 yang bisa diartikan pada kategori baik. Analisa Regresi Linier Berganda Analisa regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel Citra Merek (X1) dan Kualitas Produk (X2) terhadap Keputusan Pembelian (Y) dan membuat persamaan regresi. Hasil perhitungan analisis regresi berganda diolah dengan menggunkan program SPSS versi 21.0 for windows. Hasil regresi dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 5.Standar Dizerd Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .970 4.004 .242 .809 Citra Merek .686 .125 .401 5.469 .000
Ratna Dwi Jayanti, Siti Khomaroh Putri Halaman 119 dari 123 Kualitas Produk .624 .092 .497 6.783 .000 Berdasarkan hasil analisa regresi yang disajikan dalam tabel 4.8 maka didapat persamaan sebagai berikut: Y = 0,970 + 0,686 X1 + 0,624 X2 Dari persamaan diatas mengandung arti bahwa: 1. Koefisisen regresi variabel Citra Merek (X1) benilai positif sebesar 0,686, hal ini menunjukkan bahwa Citra Merek mempunyai pengaruh positif tehadap keputusan pembelian. 2. Koefisisen regresi variabel Kualitas Produk (X2) benilai positif sebesar 0,624, hal ini menunjukkan bahwa Kualitas Produk mempunyai pengaruh positif tehadap keputusan pembelian. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 2. Staterplot Dari Gambar dapat dilihat bahwa semua data berdistribusi secara normal, sebaran data berada disekitar garis diagonal. Tabel 6 Multikolinieritas No Variabel Bebas Nilai Tolerance Nilai VIF 1. Citra Merek 0,767 1,304 2. Kualitas Produk 0,767 1,304 Berdasarkan tabel diperoleh nilai VIF dari semua variabel lebih kecil dari 0 dan nilai tolerance semua variabel lebih besar dari 0,1. Dengan demikian dapat diartikan bahwa semua variabel bebas tidak terjadi multikolinieritas.
Ratna Dwi Jayanti, Siti Khomaroh Putri Halaman 120 dari 123 Tabel 7. Autokorelasi dU DW 4 - dU Keputusan Nilai 1,715 1,877 2,285 Tidak terjadi autokolerasi Dari hasil pengujian diperoleh nilai DW (d) sebesar 1.877, sedangkan nilai dU menurut tabel untuk sampel (n) 100 dengan variabel independen 2 (k=2) adalah 1,715, sehingga didapat dU < DW < 4 – dU yaitu 1,715 < 1,877 < 2,285. Jadi dapat diartikan bahwa tidak terjadi autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Gambar 3. Scatter Plot Berdasarkan gambar dapat dilihat bahwa grafik Scatter Plot terlihat titiktitik yang menyebar secara acak baik di atas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi ini. Tabel 8. Uji t atau Uji Parsial No. Variabel t hitung Signifikansi Keterangan 1. 2. Citra Merek (X1) Kualitas Produk (X2) 5,469 6,783 0,000 0,000 Signifikan Signifikan Berdasarkan tabel maka dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Pengujian Hipotesis Pertama (H1) Variabel Citra Merek (X1) memiliki t hitung = 5,469 dengan signifikan 0,000 < 0,05 maka hipotesis diterima. Dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian. 2. Pengujian Hipotesis Pertama (H2)
Ratna Dwi Jayanti, Siti Khomaroh Putri Halaman 121 dari 123 Variabel Kualitas Produk (X2) memiliki t hitung = 6,783 dengan signifikan 0,000 < 0,05 maka hipotesis diterima. Dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian. Tabel 9. Uji Determinasi (R2 ) Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .775a .600 .592 2.700 1.877 Berdasarkan tabel diperoleh nilai R2 sebesar 0,600 atau 60% yang berarti bahwa sumbangan pengaruh Citra Merek dan Kualitas Produk secara bersama terhadap Keputusan Pembelian adalah sebesar 60%. Pembahasan Pengaruh Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Hasil pengujian menunjukkan bahwa Citra Merek dapat meningkatkan Keputusan Pembelian. Berdasarkan hasil analisis deskriptif Citra Merek dipersepsikan oleh responden dengan kategori yang baik. Dapat dilihat bahwa Citra Merek sepeda motor matik merek Vario baik adalah mudah dikenali yang bisa diartikan jika responden dapat dengan mudah mengenali motor Vario dengan cara melihatnya saja, tidak ketinggalan jaman yaitu responden mempersepsikan bahwa sepeda motor Vario selalu memberikan model yang selalu terbaru, dapat digunakan dengan baik adalah bahwa responden menyatakan jika sepeda motor Vario memberikan manfaat yang baik untuk kegiatan sehari-hari, terkenal dikalangan masyarakat artinya responden menyatakan jika sepeda motor Vario sangatlah akrab dibenak masyarakat yang bisa menjadikan bahwa motor Vario sangat tekenal dengan hanya menyebutkan mereknya saja, tarikan gas yang sangat halus juga dapat dirasakan oleh responden saat mengendarai sepeda motor matik merek Vario yang menyatakan jika tarikan gasnya sangatlah halus, keaslian yang tidak bisa dilihat dari stiker F1 dan logo Hondanya saja yang melekat melainkan misalnya dari sparepartnya sehingga responden bisa membedakan keaslian sepeda motor matik merek Vario. Pengaruh Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Hasil pengujian menunjukkan bahwa Kualitas Produk dapat meningkatkan Keputusan Pembelian. Berdasarkan hasil analisis deskriptif Kualitas Produk dipersepsikan oleh responden dengan kategori yang baik. Dapat dilihat Kualitas Produk dari sepeda motor matik merek Vario baik ialah bahwa responden menyatakan bahan bakar yang dimiliki oleh motor Vario irit misalnya dengan teknologi ISS (Idling Stop System) yang berfungsi secara otomatis untuk mematikan mesin apabila tidak menarik tuas gas, responden juga mempersepsikan jika sepeda motor matik merek Vario memiliki kinerja mesin yang sangat awet, mesin yang dimiliki sepeda motor Vario tidak cepat rusak, mesin yang tahan lama
Ratna Dwi Jayanti, Siti Khomaroh Putri Halaman 122 dari 123 dan juga dapat dihandalkan untuk menunjang kegiatan sehari misalnya sekolah, bekerja ataupun yang lainnya, fitur-fitur yang dimiliki oleh sepeda motor matik merek Vario lengkap misalnya desain pada lampu belakang yang tampak lebih modern dan sporti, knalpot yang memilki pelindung panas, bagasi yang luas dan lain-lain. Sepeda motor matik merek Vario yang terbaru yaitu dengan desain emblem 3 dimensi yang bertuliskan Vario yang membuat sepeda motor matik merek Vario terkesan lebih mewah. E. PENUTUP Citra Merek memberikan kontribusi pada keputusan pembelian. Hal ini, Citra Merek sepeda motor matik merek Vario mendapatkan tanggapan positif dari responden. Semakin baik Citra Merek maka akan semakin meningkat Keputusan Pembelian terhadap sepeda motor matik merek Vario. Kualitas Produk memberikan kontribusi pada keputusan pembelian. Hal ini, Kualitas Produk sepeda motor matik merek Vario mendapatkan tanggapan positif dari responden. Semakin baik Kualitas Produk maka akan semakin meningkat Keputusan Pembelian terhadap sepeda motor matik merek Vario. Perusahaan perlu memperhatikan Citra Merek terutama pada keaslian yang dimilki oleh sepeda motor matik merek Vario yang tidak dapat dilihat dari stiker F1 saja melainkan dari hal yang lainnya seperti sparepart maupun yang lainnya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keputusan pembelian. Untuk Pengembangan ilmu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah atau mengganti variabel lain seperti harga dan iklan yang mungkin berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor Vario. DAFTAR PUSTAKA Cannon, J. P., Perreault, W. D., & McCarthy, J. (2008). Pemasaran Dasar. Jakarta: Salemba Empat. Ferdinand, A. (2014). Metode Penelitian Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hedman, I., & Orrensalo, T. P. (2018). Brand Image as a Facilitator of Relationship Initiation. Journal Developing Insights on branding in the B2B Context. Kotler, P., & Amstrong, G. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga. Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga. Low, G. S., & Lamb Jr, C. (2000). The measurement and dimensionality of brand associations. Journal Of Product and Brand Management. Mangkunegara, D. A. (2002). Perilaku Konsumen. Bandung: PT Refika Adsitama. Sagarawanti, N. D. (2017). Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputisan Pembelian Sepeda Motor. Administrasi Bisnis. Setiadi, N. J. (2013). Perilaku Konsumen: Perspektif, Kontemporer pada Motif, Tujuan, dan Keinginan Konsumen. Jakarta: Kencana.
Ratna Dwi Jayanti, Siti Khomaroh Putri Halaman 123 dari 123 Simamora, Bilson. (2005). Analisis Multivariat Pemasaran. PT. Gramedia Pustaka Umum Shimp, T. A. (2014). Komunikasi Pemasaram Terpadu dalam Periklanan dan Promosi. Jakarta: Salemba Empat. Sugiyono. (2014). Metode penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. Sugiyono, P. D. (2012). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. Tjiptono, F. (2008). Stratergi Pemasaran. Yogyakarta: CV. Andi. Tjiptono, F., Candra, G., & Adriana, D. (2008). Pemasaran Strategik. Yogyakarta: CV. Andi.