The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hikmiyah1, 2022-07-10 06:05:53

GERAKAN REMAJA CEGAH STUNTING

GERAKAN REMAJA CEGAH STUNTING

PUSKESMAS DUKUN, GRESIK

GERREAMSKTAAUJNNABTCEINERGGSAAHMA

01 Pengertian, Prevalensi, dan Ciri-Ciri

Stunting

02 Mengapa Remaja Perlu Mengenal

Stunting?

03 Cara Pencegahan Stunting

04 Peran Remaja untuk Mencegah

Sunting

05 Gizi Seimbang untuk Remaja Cegah

Stunting

Daftar

ISI

Kata

PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan
Rahmat,Taufik dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan e-Booklet "Gerakan Bersama Remaja cegah Stunting" ini
dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.

Semoga e-booklet ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca. Harapan penulis semoga
buku ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi buku
in isehingga kedepannya dapat lebih baik.

Buku ini penulis akui masih banyak kekurangan karena pengalaman
yang penulis miliki sangat kurang. Oleh kerena itu penulis harapkan
kepada para pembaca untukmemberikan masukan-masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan e-booklet
ini.

Gresik, Juli 2022







Penulis

Puskesmas Dukun, Gresik pn

APA ITU STUNTING? APA ITU STUNTING? Di Indonesia, menurut Studi
Status Gizi Indonesia (SSGI)
Stunting adalah kondisi gagal sebanyak 24,4% balita
tumbuh pada anak balita mengalami stunting.
akibat dari kekurangan gizi
kronis sehingga anak lebih Di Gresik menurut Studi Status
pendekuntuk usianya. Gizi Indonesia (SSGI) 23,5%
balita mengalami stunting.
Kekurangan gizi terjadi sejak
bayi dalam kandungan Namun menurut WHO,
danpada masa awal masalah kesehatan
kehidupan setelah lahir, masyarakat dapat dianggap
tetapi baru nampak setelah kronis bila prevalensi stunting
anak berusia 2 tahun. lebih dari 20 persen. Artinya,
secara nasional masalah
BAGAIMANA CIRI-CIRI stunting di Indonesia tergolong
STUNTING? kronis dan perlu dituntaskan.

Usia 8-10 tahun anak lebih Selain itu target nasional
pendiam (tidak suka prevalensi Stunting menurut
melakukan eye contac) Peraturan Presiden No 72
Pertumbuhan terlambat tahun 2021 tentang
Wajah tampak muda daripada Percepatan Penurunan
usianya Stunting, ditetapkan target
Tanda pubertas terlambat antara yang harus dicapai
Peforma buruk pada tes sebesar l4% (empat belas
perhatian dan memori belajar persen) pada tahun 2024
Pertumbuhan gigi terlambat

pn

Mengapa

MREEMNAGJEANAPELRSLTUUNTING?

Untuk mempersiapkan orang tua yang memiliki pengetahuan yang cukup dalam
upaya memenuhi gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan (mulai kehamilan sampai
anak usia 2 tahun) yang sangat penting dalam mencegah stunting.

1. Untuk mempersiapkan remaja putri sebagai calon ibu yang siap memenuhi kebutuhan
gizi sebelum dan selama masa kehamilan

2. Untuk mempersiapkan remaja putra sebagai calon ayah yang siap mendampingi istri
memenuhi kebutuhan gizi sebelum dan selama memasuki masa kehamilan

Karena.....

Faktor Penyebab Stunting itu multidimensi

Praktik pengasuhan yang tidak baik

Kurangnya pengetahuan tentang Tidak diberikan ASI Pemberian MPASI pada
gizi dan kesehatan baik sebelum Ekslusif selama 6 bulan anak sejak usia 6-24 bulan
maupun saat masa kehamilan
pertama tidsk sesuai jumlah dan
Status gizi ibu sebelum hamil (remaja) kualitas dengan kebutuhan

Beresiko melahirkan anak
stunting

CegahPSenttuinngti!ng itu Kurangnya asupan gizi saat
remaja (KEK)

pn

Lanjutan.....

FAKTOR PENYEBAB STUNTING

Terbatasnya akses pelayanan kesehatan

Tidak memeriksakan kehamilan Menurunnya tingkat Tidak mendapat akses
minimal 4x ke pelayanan kehadiran anak di Posyandu yang memadai ke
kesehatan layanan imunisasi
untuk pemantauan
pertumbuhan dan

perkembangan

Kurangnya akses air bersih dan sanitasi

Rumah tangga dan keluarga Rumah tangga
yang belum menerapkan belum memiliki akses
Perilaku Hidup Bersih dan ke air minum bersih
Sehat (PHBS)

"GeraCkaengaBh eSrsatmunatinRg"emaja

pn CegitauhPSentutinntgin!g

Perbaikan Pola Asuh Cara

1.Meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting SPETNUNCTEIGNAGHAN
sejak usia remaja

2.Memberikan ASI Eksklusif pada anak sejak usia 0-6
bulan, dan dilanjutkan sampai usia 2 tahun

3.Memberikan MPASI pada anak sejak usia 6-24 bulan
dalam jumlah dan kualitas yang sesuai kebutuhan

Perbaikan Status Gizi dengan Asupan

1.Mengonsumsi asupan gizi sesuai kebutuhan sejak usia
remaja

2.Memperbaiki pola makan agar tidak mengalami
Kurang Energi Kronis (KEK) baik sebelum kehamilan
maupun selama kehamilan

3.Mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara
rutin:
Remaja putri mengonsumsi 1 tablet dalam seminggu,
di hari yang sama
Ibu hamil mengonsumsi minimal 90 tablet selama
kehamilan atau setiap hari selama kehamilan

Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan

1. Memeriksakan kesehatan saat masa kehamilan
minimal 4x selama masa kehamilan

2. Melakukan pemantauan pertumbuhan dan
perkembangan balita di fasilitas kesehatan /
posyandu secara rutin

3. Memberikan imunisasi dasar lengkap

Perbaikan Sanitasi dan Akses Air Bersih

1. Meningkatkan akses terhadap air bersih
2. Selalu memperhatikan sanitasi lingkungan dan

melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS), salah satunya dengan 6 langkah cuci
tangan dengan sabun menurut WHO

pn

Remaja dapat ikut mencegah terjadinya stunting pada anak-anak yang UNPTEURSKATNUMNRETENIMNCGEAGJAAH
akan dilahirkan jika sudah dewasa dan mempunyai anak

Mempunyai pengetahuan tentang gizi,
kesehatan, dan reproduksi

Tidak menikah pada usia muda/dini

Menjaga agar tidak kekurangan gizi

Merencanakan keluarga dengan baik

Cegah Stunting Itu Penting!

SGRETIZMUINSATEJIAINMGCBEAGNAGHUNTUK

10 Pesan Umum Gizi Seimbang

Syukuri dan Nikmati Aneka Ragam Makanan
Dengan tersedianya beragam jenis pangan yang ada di bumi pertiwi, salah satu
cara kita mensyukuri hal tersebut adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis
pangan dalam sekali makan (makanan pokok, lauk pauk, sayuran, dan buah-
buahan).

Banyak Makan Sayuran dan Cukup Buah-Buahan
Sayur dan buah merupakan dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Keduanya
mengandung vitamin dan mineral, serta serat yang dibutuhkan tubuh setiap hari
dan berperan untuk mencegah beragam penyakit.

Konsumsi Lauk Pauk Berprotein Tinggi
Ada 2 jenis protein, yaitu hewani dan nabati. Protein hewani bersumber dari
hewan (daging sapi, ayam, ikan, telur, udang, dan bahan makanan lainnya),
sedangkan protein nabati bersumber dari tumbuhan (tahu, tempe, oncom,
kacang kedelai, kacang hijau, dan sebagainya).
Kebutuhan pangan hewani 2-4 porsi, setara dengan 70-140 g (2-4 potong)
daging sapi ukuran sedang; atau 80-160 g (2-4 potong) daging ayam ukuran
sedang; atau 80-160 g (2-4 potong) ikan ukuran sedang sehari. Kebutuhan
pangan protein nabati 2-4 porsi sehari, setara dengan 100-200 g (4-8 potong)
tempe ukuran sedang; atau 200-400 g (4-8 potong) tahu ukuran sedang.

Konsumsi Aneka Ragam Makanan Pokok
Selain nasi, beberapa sumber makanan pokok dapat menjadi pilihan seperti
jenis umbi-umbian (kentang, ubi jalar, talas, dan singkong), roti, jagung, dan lain-
lain

pn

RSGETIZMUINSATEJIAINMGCBEAGNAGHUNTUK

10 Pesan Umum Gizi Seimbang

Batasi Konsumsi Pangan Manis, Asin, dan Berlemak
Makan menjadi kebutuhan untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, jika
porsinya berlebihan justru bisa memicu penyakit. Kementerian Kesehatan RI
menganjurkan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 4 sendok makan gula, 1
sendok teh garam, dan 5 sendok makan minyak per harinya.

Biasakan Sarapan Pagi Sebelum Aktivitas
Sarapan yang kaya karbohidrat merupakan sumber energi prima bagi otak yang
berdampak pada kesehatan fisik dan mental yang baik. Emosi pun biasanya
menjadi lebih stabil.

Minum Air Putih yang Cukup dan Bersih
Dengan minum banyak air putih, tubuh dapat terhindar dari dehidrasi dan
memiliki banyak tenaga. Penuhi kebutuhan air dengan mengonsumsi setidaknya
2 liter air per harinya.

Baca Label pada Kemasan Pangan
Membaca label makanan kemasan penting untuk mengetahui bahan yang
digunakan, kandungan gizi, serta tanggal kadaluwarsa. Selain itu kita juga dapat
mengatur asupan gizi, terutama gula, garam, dan lemak.

pn

SRGETIZMUINSATEJIAINMGCBEAGNAGHUNTUK

10 Pesan Umum Gizi Seimbang

Cuci Tangan Pakai Sabun dengan Air Bersih Mengalir
Tangan merupakan salah satu organ tubuh yang menjadi media masuknya
kuman dan mikroba penyebab penyakit ke dalam mulut, hidung dan anggota
tubuh lainnya. Mencuci tangan dengan sabun adalah kegiatan yang sangat
dianjurkan untuk mencegah kuman dan bakteri berpindah tempat atau masuk
ke dalam tubuh.
Olahraga Teratur dan Pertahankan Berat Badan Normal
Melakukan olahraga atau aktivitas fisik merupakan salah satu pilar gizi
seimbang. Melakukan olahraga secara teratur akan membantu tubuh Anda
menciptakan keseimbangan antara energi yang didapat dengan energi yang
dikeluarkan. Biasakan berolahraga minimal 30 menit setiap hari atau 3-5 hari
dalam satu minggu

pn

PENCUEHGI AKEHBSUTTUUNHTAINNGG! IZI

ReRmeamjaajaPuPtrautriadaadlaalhahCaClaonlonAIbyuah


Click to View FlipBook Version