15 SLIDE NOVEL Suwarni
Daun Lais merupakan daun pandan yang memiliki duri dan biasanya memiliki pohon yang lumayan tinggi. Cinta Lais de Kaki Gunong Tajam
Cinta Lais de Kaki Gunong Tajam Alam adalah potensi yang sangat berguna bagi manusia. Sudah seharusnya manusia memanfaaatkan alam untuk kehidupannya. Manusia harus menjaga alam demi kelangsungan hidupnya. Novel “Cinta Lais de Kaki Gunong Tajam” anugrah alam dari yang Maha Kuasa untuk kesejahteraan umat manusia. Daun Lais merupakan daun pandan yang memiliki duri dan biasanya memiliki pohon yang lumayan tinggi.
Melestarikan daun pandan lais yang merupakan salah satu kearifan lokal Pulau Belitung selain kearifn lokal lainnya. VISI
M C a r a m ele s t a rik a n d a u n lais y ait u d e n g a n m e m b u a t n y a m e n j a di b a r a n g y a n g b e r g u n a b a gi m a n u sia s e p e r ti dib u a t tik a r, k a r u n g, atau sarung belacan (terasi). 1 Generasi muda harus bisa membuat tik a r, karung, atau sarung belacan dari daun lais agar kerajinan itu tidak punah. 23 Mengadakan pelatihan membuat tikar dari daun lais bagi generasi muda di Belitung khususnya di Dusun Aik Begantung, kecamatan Badau, kabupaten Belitung. I I S
Seorang gadis bernama Rahmita tetapi dipanggil Cinta. Dia merupakan anak bungsu pasangan suami istri bernama Halina dan Matsani (almarhum). Mak Cinta (ibu Cinta) sehari-hari sebagai ibu rumah tangga namun sejak ditinggal oleh suaminya dia menjadi seorang ibu yang membuat tikar dari daun lais. Anak Mak Cinta berjumlah 6 orang dan keenamenamnya sudah berkeluarga sampai dengan si bungsu Cinta. Cinta sebenarnya mau kuliah pada saat tamat dari sekolah SMK, tetapi karena tidak ada biaya akhirnya dia merelakan cita-citanya dengan membantu ibunya membuat tikar dari daun lais. Setiap hari Cinta membantu ibunya membuat tikar lais, dia tidak malu dan rendah diri walau cemoohan dari teman-temannya selalu ada. SINOPSIS N O V E L
Puncaknya pada saat Cinta mau dilamar teman SMPnya yang juga teman SMK-nya dianggap temantemannya tidak selevel karena Cinta hanya anak seorang tukang membuat tikar lais. Namun berkat kesabaran dan ketabahan Cinta, akhirnya dia bisa bersanding dengan pujaan hatinya bernama Okto. Mak Cinta berpesan kepada Cinta agar selalu menjaga tikar lais agar tidak punah dan supaya diajarkan kepada anak-anak muda dan selalu silaturahmi dengan siapa pun. Berkat kegigihan Cinta dan suaminya akhirnya mereka bisa melestarikan dan menjaga kerajinan tikar dan karung dari daun lais yang merupakan warisan dari kakek dan nenek Cinta. Cinta akhirnya hidup bahagia dan tenang bersama suaminya tercinta. SINOPSIS N O V E L
Pembiayaan Riset dan Penerbitan Buku Biaya survey: Rp 125.000,00 x 5 (kali) = Rp 625.000,00 Transport lapangan: Rp. 75.000 x 5 (kali) = Rp. 375.000,00 Editing naskah: Rp 25.000 x 300 hal = Rp 7.500.000,00 Desain cover: Rp 1.000.000,00 Lay Outer: Rp 1.500.000,00 Harga Cetak buku: 100 eks x 45.000,00 (300 halaman) = Rp. 4.500.000,00 Total biaya untuk mencetak 100 buku adalah Rp15.500.000,00
Spesipikasi buku ukuran 14x21 cm, book paper, soft cover, 250-300 halaman Buku akan terbit di tahun 2024, sejumlah minimal 100 eksemplar (cetakan 1) dengan pemasaran online atau offline Konsep buku dan sampul buku (buku pendukung pariwisata Belitung) Launching (daring/luring)
Resensi di media cetak dan online Promosi dengan konsep giveaway Pemasaran online dan offline
Biodata Penulis “Mutiara dari Negeri Laskar Pelangi” merupakan buku solo pertama. Suwarni adalah alumnus FKIP Universitas Sriwijaya tahun 1997. Sejak tahun 2003 menjadi seorang guru di SMPN 1 Membalong dan mulai 1 Juli 2020 beliau dimutasi ke SMP N 5 Tanjungpandan. Dari Desember 2017 sampai Maret tahun 2023 sudah merilis 17 buku solo dan 86 buku antologi bersama penulis-penulis hebat se-Indonesia. Genre tulisan berbeda-beda ada puisi, faksi, cerita anak, dan memoar Beberapa kali menulis opini di Pos Belitung dan Belitong Ekspress Pernah menulis di Majalah Jerambah Bastra (Kantor Bahasa Babel)
Email : [email protected] FB : Suwarni sanny Blog : [email protected] IG : suwarnisanny Tiktok: suwarnisany Youtube: Suwarni sany WA: 082282985061
Harapan Penulis Novel “Cinta Lais de Kaki Gunong Tajam” ini menyerukan kepada pembaca untuk menjaga dan memanfaatkan alam yang ada di sekitar kita terutama daun lais yang merupakan kearifan local Belitung. Daun lais yang tumbuh di hutan agar bias dimanfaatkan oleh manusia yang ada di sekitarnya. Dengan membaca novel ini berarti ikut melestarikan alam terutama memanfaatkan daun lais untuk kerajinan tangan. Mohon dukungan Bapak/Ibu agar novel ini terbit dan dibaca oleh masyarakat. Gerakan literasi masyarakat bisa lebih menjangkau daerah-daerah yang jauh dari perpustakaan dengan hadirnya buku novel ini.
Terima Kasih!