IMPLEMENTASI
KURIKULUM MERDEKA
PAUD
3 OPSI KURIKULUM MERDEKA
MANDIRI Mandiri Belajar: Pilihan Mandiri Belajar memberikan
BELAJAR kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan
Kurikulum Merdeka beberapa bagian dan prinsip
Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan
pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan
pendidikan di PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10
MANDIRI Mandiri berubah: Mandiri Berubah memberikan
BERUBAH keleluasaan kepada satuan pendidikan saat
menerapkan Kurikulum Merdeka dengan
MANDIRI menggunakan perangkat ajar yang sudah
BERBAGI disediakan pada satuan pendidikan PAUD,
kelas 1, 4, 7, dan 10
Mandiri Berbagi: Pilihan Mandiri Berbagi akan
memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan
dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dengan
mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar
pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10
Beberapa istilah yang sering dipakai pada Kurikulum Merdeka:
1. KM = Kurikulum Merdeka
2. CP = Capaian Pembelajaran / 3 elemen CP
3. P3 = Profil Pelajar Pancasila – Dimensi PPP
4. P5 = Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila
5. TP = Tujuan Pembelajaran
6. TK = Tujuan Kegiatan
7. STEAM = Science, Technology, Engieering, Art and Mathematics
8. PBL = Problem Based Learning - pembelajaran berbasis masalah
9. HOTS = Higher Order Thinking Skills – berpikir tingkat tinggi
10. PJBL = Project Based Learning – pembelajaran menggunakan proyek
Kalau di K13 ada Tema, Sub Tema, Sub-sub Tema, sedangkan di KM ada Tema,
Sub Tema dan Topik.
Tema = suatu gagasan pokok/utama atau ide tentang suatu hal, yang akan
digunakan untuk membingkai seluruh muatan/materi pembelajaran selama
anak mengikuti kegiatan.
Sub Tema = penjabaran dari gagasan utama yang telah ditetapkan sebagai tema
Topik = pokok pembahasan yang mencakup seluruh isi tulisan dan menjawab
pertanyaan atas permasalahan yang akan dibahas. Cakupan topik lebih terbatas
dibandingkan tema.
Contoh:
Tema: Kebersihan Lingkungan
Sub Tema : Lingkungan Sekitarku
Topik: Kebersihan Sekolah
Karakteristik Kurikulum Merdeka di Satuan PAUD
Kegiat an bermain sebagai pendekat an belajar yang ut ama
Penguat an literasi dini dan penanaman karakter dapat melalui kegiatan
bermain-belajar berbasis buku bacaan anak
Fase Fondasi untuk meningkatkan kesiapan bersekolah
Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila
dilakukan melalui kegiatan perayaan hari besar dan perayaan tradisi
lokal
KEKHASAN KURIKULUM MERDEKA
1. Adanya integrasi konsep Profil 01 PROFIL PELAJAR PANCASILA
Pelajar Pancasila sebagai misi
yang mendukung tujuan JAM BELAJAR PAUD 02 2. Pada struktur kurikulum terjadi perubahan
pendidikan nasional. jam belajar dari minimal 900 menit/minggu
03 CAPAIAN PEMBELAJARAN menjadi jam belajar 1050 menit/minggu dan
3. - CP memiliki posisi seperti (KI) dan (KD). Kembali menjadi 900 menit
Dalam rumusannya CP melebur Kompetensi FOKUS PEMBELAJARAN 04
sikap, pengetahuan, keterampilan.secara DIAKHIR PERIODE PAUD 4. Ketiga Elemen CP Pembelajaran diharapkan
holistic. CP merupakan Capaian diakhir fase dicapai oleh peserta didik pada akhir periode
pondasi (TK B) atau pada saat peserta didik PAUD sebelum mereka memasuki SD
selesai belajar di satuan PAUD
6. pembelajaran merupakan satu siklus yang
5. Memahami kerangka dasar kurikulum, 05 ADANYA KONSEP KOS berawal dari pemetaan standar kompetensi,
perencanaan proses pembelajaran, dan
PRINSIP PEMBELAJARAN 06 pelaksanaan asesmen untuk memperbaiki
DAN ASESMEN pembelajaran sehingga peserta didik dapat
mencapai kompetensi yang diharapkan,
Beriman, bertakwa PELAJAR Berkebinekaan Global
kepada PANCASILA
Bergotong
Tuhan Yang Maha Esa, Royong
dan berakhlak mulia
Kreatif
Mandiri
Bernalar
Kritis
DIMENSI DAN ELEMEN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman, bertakwa Berkebinekaan Bergotong royong Mandiri Bernalar Kritis Kreatif
kepada Tuhan YME, Global
dan berakhlak Menghasilkan
mulia gagasan yang
orisinal
Akhlak beragama Mengenal dan Kolaborasi Pemahaman diri dan Memperoleh dan Menghasilkan karya
menghargai budaya Kepedulian situasi memproses dan tindakan yang
Akhlak pribadi Berbagi informasi dan orisinal
Komunikasi dan Regulasi diri gagasan Memiliki keluwesan
Akhlak kepada interaksi antar berpikir dalam
manusia budaya Menganalisis dan mencari alternatif
mengevaluasi solusi permasalahan
Akhlak kepada alam Refleksi dan penalaran
tanggung jawab
Akhlak bernegara terhadap Merefleksi dan
pengalaman mengevaluasi
kebinekaan pemikirannya
sendiri
Berkeadilan sosial
Capaian Pembelajaran Fase Fondasi: Capaian Pembelajaran Anak bertumbuh kembang
optimal secara holistik yang siap
Pada akhir fase fondasi, anak “Merdeka Bermain,
menunjukkan kegemaran Merdeka Belajar” bersekolah
mempraktikkan dasar-dasar nilai agama
dan budi pekerti; kebanggaan terhadap Bermain-belajar berbasis buku Kemampuan yang menunjukkan kesiapan
jati dirinya; kemampuan literasi dan bacaan anak* bersekolah sebagaimana ditunjukkan dalam
dasar-dasar sains, teknologi, rekayasa, STPPA, yaitu: perkembangan nilai agama dan
seni dan matematika untuk Eksplorasi lingkungan sekitar moral, sosial-emosional, kognitif, fisik-
membangun kesenangan belajar dan Sentra, Kelompok, Area, dsb. motorik, Bahasa dan Nilai Pancasila.
kesiapan mengikuti pendidikan dasar.
Non-schoolification Terbangunnya fondasi literasi dan
Tiga elemen utama yang dikembangkan: kegemaran membaca
1) nilai agama dan budi pekerti, 2) jati diri, Tidak ada standardized test untuk
dan 3) dasar-dasar literasi, sains, anak Terbangunnya profil Pelajar Pancasila, yaitu
rekayasa, seni, dan matematika. pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan
memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila
Prinsip pembelajaran dan asesmen Prinsip Pembelajaran (beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang
PAUD dan Asesmen Maha Esa, dan berakhlak mulia, mandiri,
bergotong-royong, berkebinekaan global,
bernalar kritis, kreatif)
* kegiatan berbasis buku merupakan
kegiatan yang diawali dengan
guru/orangtua membacakan buku untuk
anak, kemudian diikuti dengan kegiatan
bermain yang berkaitan dengan buku
tersebut
Kerangka Dasar Kurikulum Merdeka
Kerangka dasar ini menjadi kompas Peraturan Mendikbudristek RI No 5 Tahun 2022 • Capaian Pembelajaran (CP): kompetensi
dalam menunjukkan arah Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada
pendidikan Indonesia. Pendidikan Anak Usia Dini, terdapat 6 aspek pembelajaran yang harus dicapai peserta didik
perkembangan: Nilai agama dan moral, nilai pada setiap fase, mulai dari fase pondasi pada
Pancasila, fisik motoric, kognitif, bahasa dan sosial PAUD, yaitu ada di TK B (usia 5-6 tahun).
emosional
• Pembelajaran ibarat sebuah perjalanan, bukan
• mempertimbangkan tahap perkembangan dan
tingkat pencapaian peserta didik saat ini perlombaan, CP memberikan tujuan umum dan
ketersediaan waktu untuk mencapainya (fase).
• pembelajar sepanjang hayat
• mendukung perkembangan kompetensi dan • Ada tiga elemen CP, yaitu CP nIlai agama dan
karakter peserta didik secara holistic budi pekerti, CP jati diri, serta CP dasar-dasar
• dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya literasi, matermatika, sains, rekayasan dan seni.
Ketiga elemen CP tersebut dicapai melalui
peserta didik, serta melibatkan orang tua dan serangkaian kegiatan bermain - belajar.
komunitas sebagai mitra
• berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan • CP disusun per fase bukan per tahun.
• Asesmen diagnostic kemampuan akademik (Bahasa,
kognitif) dan non akademik (sosial emosional)
Sebelum proses pembelajaran
• Asesmen otentik : ceklis, anekdot, foto berseri dan
hasil karya selama proses pembelajaran
• Growth Mindset: proses mencapai tujuan pembelajaran
lebih penting daripada hasil akhir.
A S ES M EN DIAG NO STIK
Asesmen diagnostik bertujuan • Pada awal tahun ajaran
untuk mengidentif ikasi • Awal lingkup materi
kompetensi, kekuatan, • Sebelum menyusun
kelemahan peserta didik.
Hasilnya digunakan pendidik modul ajar
sebagai rujukan dalam
merencanakan pembelajaran
sesuai dengan kebutuhan
pembelajaran anak didik.
TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN KEGIATAN
PROGRAM PROJEK PENGUATAN PROFIL
INTRAKURIKULER PELAJAR PANCASILA
1 2
Struktur Kurikulum
Merdeka
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Persamaan dan Perbedaan Struktur Kurikulum PAUD
Persamaan: Perbedaan:
Adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai kegiatan
Alokasi waktu di PAUD usia 4 - 6 tahun sebaiknya khusus di luar intrakurikuler untuk memperkuat upaya pencapaian
tidak kurang dari sekitar 900 (sembilan ratus) menit profil pelajar Pancasila yang mengacu pada STPPA PAUD
per minggu.
Kegiatan intrakurikuler di PAUD dirancang agar anak dapat mencapai
Pendekatan pembelajaran yang disarankan adalah kemampuan yang tertuang di dalam Capaian Pembelajaran (CP) fase
pendekatan bermain #bermain adalah belajar fondasi pada akhir partisipasinya di PAUD.
Mengutamakan penggunaan nilai-nilai lokal dalam Untuk dapat mencapai CP, satuan PAUD memiliki kemerdekaan untuk
pemilihan kegiatan. Agar bermakna, menggunakan memilih metode yang dirasa paling sesuai untuk diterapkan. Kegiatan
sumber belajar nyata dari lingkungan sekitar. yang dipilih harus memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi
anak dan bermakna.
Peningkatan penggunaan buku bacaan anak sebagai sumber belajar
tidak nyata dalam upaya penguatan literasi dan karakter.
Program PAUD berada pada fase pondasi (usia 5-6 tahun).
Intrakurikuler Intrakurikuler berisi muatan lokal, jika memang ada di
satuan pendidikannya.
PAUD Intrakurikuler untuk menuju Capaian Pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran di dalam kelas diharapkan
dapat mengembangkan kompetensi murid sesuai
dengan capaian pembelajaran pada fasenya. (Teaching
at the Right Level).
Tema kegiatan bebas sesuai kondisi Satuan PAUD.
Pada jenjang ini, murid akan belajar melalui kegiatan
bermain yang mencakup antara lain, jati diri, dasar-
dasar literasi, Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni dan
Matematika, serta agama dan budi pekerti.
Pendidikan PAUD mempersiapkan murid untuk jenjang
pendidikan berikutnya yaitu, Sekolah Dasar (SD).
Program IntraKurikuler PAUD
Tujuan Metode Hasil
Kegiatan pembelajaran ● Menggunakan berbagai metode ●Bukti pencapaian capaian
intrakurikuler dirancang pengajaran/pendekatan belajar sebagai pembelajaran berupa
agar anak dapat mencapai wujud ‘Merdeka Belajar, Merdeka portfolio/kumpulan hasil
kemampuan yang tertuang Bermain’ pekerjaan peserta didik dari
di dalam capaian berbagai instrumen asesmen
pembelajaran: nilai agama ● Menggunakan berbagai instrumen
dan budi pekerti, jati diri, asesmen yang bermakna dalam menilai ●Dilaporkan melalui rapor atau
dasar-dasar literasi, sains, progress dan capaian peserta didik. laporan kemajuan belajar untuk
teknologi, rekayasa, seni konteks PAUD.
dan matematika ● Melibatkan pendidik dalam proses
desain asesmen dan moderasi hasil
asesmen.
● Dalam konteks PAUD, satuan bebas
memilih ragam pendekatan yang sesuai
sepanjang mengusung pengalaman
yang menyenangkan dan mampu
mencapai tujuan pembelajaran.
● Dalam program intrakurikuler, tema tidak
ditetapkan. Satuan PAUD bebas
mengembangan tema yang kontekstual
sesuai dengan karakteristiknya.
Projek Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak terpisah dari
Penguatan kegiatan pembelajaran dan program lainnya dan bertujuan
Profil Pelajar untuk menguatkan 6 karakter pada dimensi profil pelajar
Pancasila Pancasila.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menggunakan
pendekatan pembelajaran berbasis projek (project based
learning), sedangkan dalam program intrakurikuler boleh
menggunakan pendekatan berbabis projek atau pendekatan
pembelajaran lainnya.
Penguatan profil pelajar Pancasila di PAUD dilakukan dalam
konteks perayaan, tradisi lokal, hari besar nasional, dan
internasional. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar
Pancasila menggunakan alokasi waktu kegiatan di PAUD
(usia 4 - 6 tahun paling sedikit 900 (sembilan ratus) menit
per minggu; usia 3 - 4 tahun paling sedikit 360 (tiga ratus
enam puluh) menit per minggu.
Tema-Tema Projek PAUD
Aku Sayang Bumi Aku Cinta Indonesia Bermain dan Bekerja Imajinasiku/ Imajinasi dan
Tema ini bertujuan untuk Tema ini bertujuan agar sama/Kita Semua Bersaudara Kreativitasku
mengenalkan peserta didik peserta didik mengenal
pada isu lingkungan, identitas dan karakteristik Tema ini bertujuan untuk Tema ini bertujuan untuk
eksplorasi dalam mencari negara, keberagaman mengajak peserta didik mengajak peserta didik
solusi kreatif budaya dan ciri khas lainnya untuk mampu berinteraksi belajar mengenali dunianya
yang dapat dilakukan oleh tentang Indonesia sehingga dengan teman sebaya, melalui imajinasi, eksplorasi,
peserta didik, serta mereka memahami identitas menghargai perbedaan, mau dan eksperimen. Pada tema
memupuk kepedulian dirinya sebagai anak berbagi, dan mampu bekerja Imajinasiku ini peserta didik
terhadap alam sebagai Indonesia, serta bangga sama. distimulasi dengan
perwujudan rasa sayang menjadi anak Indonesia. serangkaian kegiatan yang
terhadap ciptaan Tuhan dapat membangkitkan rasa
YME. ingin tahu, memperkaya
pengalamannya dan
menguatkan kreativitasnya.
Model pembelajaran yang Menggunakan pendekatan Memiliki perbedaan dengan
melibatkan murid dalam proses pembelajaran berbasis projek pembelajaran berbasis projek di
mengamati dan memikirkan solusi program intrakurikuler dalam hal
(project based learning) fleksibilitas struktur pembelajaran
terhadap pemasalahan di
lingkungan sekitarnya. 3
2 4
Bersifat lintas disiplin ilmu/tema
Bertujuan menguatkan
berbagai kompetensi dalam
Profil Pelajar Pancasila
15
Projek Penguatan
Profil Pelajar
Pancasila
Perbedaan Intrakurikuler Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
1. Pendekatan pembelajaran boleh 1. Pendekatan pembelajaran berbasis projek
menggunakan pendekatan berbabis (project based learning)
projek atau pendekatan pembelajaran
lainnya. 2. Tema: sudah ditetapkan 4 tema besar (aku saying
bumi, aku cinta Indonseia, imajinasiku, bermain
2. Tema: bebas mengembangkan tema yang dan bekerjasama).
kontekstual sesuai dengan karakteristiknya.
3. Pelaksanaan tema: menggunakan alokasi waktu
3. Pelaksanaan tema: bebas dengan kegiatan di PAUD, minimal dua kali dalam satu
menggunakan alokasi waktu kegiatan di tahun.
PAUD,: usia 4 - 6 tahun paling sedikit 900
(sembilan ratus) menit per minggu; usia 3 4. Tujuan: untuk menguatkan perwujudan enam
- 4 tahun paling sedikit 360 (tiga ratus karakter profil pelajar Pancasilapada fase
enam puluh) menit per minggu. fondasi.
4. Tujuan: untuk mencapai kemampuan 5. Pelaksanaan program dilakukan dalam
yang tertuang di dalam capaian konteks perayaan t radisi lokal, hari be sar
pembelajaran. nasional, dan int ernasional.
5. Pelaksanaan program dilakukan dalam 6. Pengorganisasian Pembelajaran: memberikan
alokasi waktu pembelajaran PAUD. kesempatan bagi peserta didik untuk belajar
dalam situasi tidak formal, struktur belajar yang
6. Pengorganisasian Pembelajaran: formal, fleksibel, kegiatan belajar yang lebih interaktif,
struktur belajar sudah ditentukan. dan juga terlibat langsung dengan lingkungan
sekitar.