The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Teori asal usul kehidupan
Teori evolusi
Mekanisme evolusi
Petunjuk Evolusi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by bususan234, 2021-09-17 21:35:31

Evolusi

Teori asal usul kehidupan
Teori evolusi
Mekanisme evolusi
Petunjuk Evolusi

i

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………… i
DAFTAR ISI …………………………………………………………… ii
MIND MAP …………………………………………………………… 1

KEGIATAN BELAJAR 1 : ASAL USUL KEHIDUPAN

1. PENDAHULUAN ……………………………………………………………. 2

2. INTI ……………………………………………………………. 3

2.1. Capaian Belajar ……………………………………………………………. 3

2.2. Materi Pokok ……………………………………………………………. 3

2.3. Uraian Materi ……………………………………………………………. 3

2.3.1. Teori Abiogenesis ……………………………………………………. 5

2.3.2. Teori Biogenesis …………..……………………………………………. 7

2.3.3. Teori Evolusi Kimia ……………………………………………………. 9

2.3.4. Teori Evolusi Biologi …………………………………………………….. 10

2.3.5. Forum Diskusi …………………………………………………….. 10

3. PENUTUP …………………………………………………………….. 11

3.1. Rangkuman ………..…………………………………………………… 11

3.2. Tes Sumatif ………….…………………………………………………. 11

KEGIATAN BELAJAR 2 : TEORI EVOLUSI

1. PENDAHULUAN ……………………………………………………………. 12

2. INTI ……………………………………………………………. 13

2.1. Capaian Belajar ……………………………………………………………. 13

2.2. Materi Pokok ……………………………………………………………. 13

2.3. Uraian Materi ……………………………………………………………. 13

2.3.1. Anaximander (500 SM) ………………………………………………. 14
2.3.2. Empedoclas (495-435 SM) …………..………..………………………. 14

2.3.3. Erasmus Darwin (1731-1802)……………………………………………. 14

2.3.4. Sir Charles Lyell (1797-1875)…………………………………………….. 14

2.3.5. Thomas Robert Maltus (1766-1834) …………………………………….. 15

2.3.6. George Cuvier (1769-1832) …………………………………………….. 15

2.3.7. Lamarck …………………………………………………………….. 15

2.3.8. Charles Darwin (1809-1882) …………………………………………….. 16

ii

2.3.9. August Weismann (1834 – 1914) …………………………………….. 18

2.3.10. Prinsip Evolusi ....…………………………………………………... 18

2.3.10. Seleksi Alam ……….…………………………………………………….. 18

2.3.10. Forum Diskusi ……………………………………………………... 19

3. PENUTUP …………………………………………………………….. 20

3.1. Rangkuman ………..…………………………………………………… 20

3.2. Tes Sumatif ………….…………………………………………………. 20

KEGIATAN BELAJAR 3 : BUKTI EVOLUSI

1. PENDAHULUAN ……………………………………………………………. 21

2. INTI ……………………………………………………………. 22

2.1. Capaian Belajar ……………………………………………………………. 22

2.2. Materi Pokok ……………………………………………………………. 22

2.3. Uraian Materi ……………………………………………………………. 23

2.3.1. Bukti Taksonomi ……………………….………………………………. 23

2.3.2. Homologi dan Analogi Organ Tubuh …………..…………..……. 24

2.3.3. Perbandingan Embriologi ……………………………………………. 24

2.3.4. Fosil …………………………………………………………………….. 24

2.3.5. Petunjuk Alat Tubuh yang Tersisa …………………………………….. 24

2.3.6. Perbandingan Fisiologis …………………………………………….. 25

2.3.7. Perbandingan Biokimia …………………………………………….. 25

2.3.8. Mutasi …………………………………………………………….. 26

2.3.9. Hanyutan Genetik (Gene Drift) …………………………………….. 26

2.3.10. Aliran Gen (Gene Flow) …………………………………….. 27

2.3.11. Forum Diskusi …………………………………………………….. 27

3. PENUTUP …………………………………………………………….. 28

3.1. Rangkuman ………..…………………………………………………… 28

3.2. Tes Sumatif ………….…………………………………………………. 29

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………. 29

TES SUMATIF …………………………………………………………….. 31

GLOSARIUM …………………………………………………………….. 36

iii

PETA KONSEP
1

KEGIATAN BELAJAR 1 : ASAL USUL KEHIDUPAN

1. PENDAHULUAN

1.1. Deskripsi Singkat
Evolusi dapat diartikan sebagai perubahan atau perkembangan struktur makhluk hidup

menjadi lebih adaptif dalam kurun waktu yang lama. Terdapat berbagai teori asal usul
kehidupan yaitu teori abiogenesis dan teori biogenesis. Baik teori Abiogenesis maupun Teori
Biogenesis dilatarbelakangi adanya pemikiran dan percobaan yang tidak singkat. Muncul juga
teori evolusi Kimia dan Biologi yang saling berhubungan.

1.2. Relevansi
Pemahaman dan penguasaan materi “Evolusi” dengan sub materi Asal Usul

Kehidupan, akan sangat membantu peserta didik untuk mempelajari dan memahami materi
pada kegiatan belajar berikutnya yaitu Teori Evolusi.

1.3. Panduan Belajar
Kegiatan belajar ini menjelaskan tentang Materi Evolusi. Setiap mempelajari satu

kegiatan belajar, Anda harus mulai dari memahami capaian dan sub capaian pembelajarannya,
menguasai pengetahuan pendukung (Uraian Materi), mengerjakan tugas-tugas, dan
mengerjakan soal latihan. Pada uraian materi dilengkapi dengan contoh dan ilustrasi untuk
membantu anda memahami materi kegiatan belajar ini. Pada akhir kegiatan pembelajaran
dilengkapi rangkuman materi pembelajaran. Untuk meningkatkan pemahaman anda dalam
kegiatan belajar ini maka diakhir materi terdapat tes formatif dan summatif.

Untuk mengerjakan soal latihan, Anda tidak disarankan melihat kunci jawaban soal
terlebih dahulu, sebelum Anda menyelesaikan soal latihan. Apabila Anda mengalami kesulitan
dalam melaksanakan tugas ini, konsultasikan dengan guru dan tetap semangat. Carilah juga
beragam sumber atau bacaan lain yang relevan untuk menunjang pemahaman dan wawasan
Anda.

2

2. INTI

2.1. Capaian Pembelajaran

KD
3.9. Menjelaskan teori, prinsip dan mekanisme evolusi serta pandangan terkini para ahli
terkait spesiasi.
4.9. Menyajikan karya ilmiah terhadap gagasan baru tentang kemungkinan-kemungkinan
pandangan evolusi berdasarkan pemahaman yang dimilikinya.

3.9.1. Setelah melihat gambar yang disajikan, peserta didik dapat menjelaskan teori
abiogenesis beserta tokoh pendukungnya dengan tepat.

3.9.2. Setelah berdiskusi dalam kelompok kecil, peserta didik dapat menganalisis proses
percobaan teori biogenesis dengan tepat.

3.9.3. Peserta didik dapat menyimpulkan percobaan teori biogenesis setelah berdiskusi
dengan tepat.

3.9.4. Peserta didik dapat menyimpulkan percobaan teori evolusi kimia setelah berdiskusi
dengan tepat.

4.9.1. Peserta didik dapat menyajikan hasil diskusi terkait teori asal usul kehidupan ke dalam
LKPD dengan tepat.

2.2. Pokok Materi
Pokok materi pada Kegiatan Belajar satu ini adalah :
2.2.1. Teori Abiogenesis
2.2.2. Teori Biogenesis
2.2.3. Teori Evolusi Kimia dan Biologi

2.3. Uraian Materi
Evolusi terjadi secara perlahan dan terjadi pada populasi makhluk hidup. Pada awal

abad ke 18, ilmuwan meyakini bahwa spesies tidak mengalami perubahan, sehingga walaupun
ada penemuan-penemuan fosil makhluk hidup, namun tidak dapat dijelaskan oleh teori yang
ada pada saat itu. Pada akhir abad ke– 18, ilmuwan mengembangkan teori yang menjelaskan
perubahan makhluk hidup dari waktu ke waktu. Perkembangan teori evolusi terjadi pada abad
ke–19, pada saat itu banyak ditemukan fosil makhluk hidup yang telah punah.

3

Bacalah potongan artikel berikut.

Sumber : (Teddy Tri Setio Berty, 2020)

Menurut Anda, apakah peristiwa tersebut termasuk dalam peristiwa evolusi pada
manusia? Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan evolusi? Apa saja yang menjadi bukti akan
adanya evolusi?
Untuk menambah pengetahuan awal mengenai evolusi, silakan menyimak video berikut.

Pengantar Evolusi
(Yang, Albert. 2020)
Menurut Waluyo (2005) arti kata evolusi adalah perubahan, perkembangan, atau
pertumbuhan secara berangsur-angsur yang terjadi akibat pengaruh alam atau rekayasa
manusia. (Yasir Sodoq, 2016)
Evolusi didefinisikan oleh Janusch (1973), sebagai penurunan sifat melalui modifikasi.
Lasker (1976), merumuskan evolusi sebagai perubahan-perubahan dalam pengayaan sifat
keturunan dengan modifikasi yang berkelanjutan melalui tahapan waktu, dan Campbell (2003)
mengartikan evolusi sebagai suatu proses yang telah mengubah bentuk kehidupan di atas bumi
sejak bentuknya yang paling awal sampai membentuk keanekaragaman yang sangat luas
seperti apa yang ditemukan sekarang ini. (Drs. Rusna Ristasa, A, 2014)

4

Gen merupakan sifat-sifat yang menjadi dasar terjadinya evolusi, yang diwariskan
kepada keturunan menjadi bentuk yang bervariasi. Hal ini jugalah yang pada akhirnya menjadi
penyebab adanya variasi dari suatu organisme. Variasi terjadi akibat adanya mutasi genetik,
aliran gen, dan perubaban susunan gen yang terjadi melalui reproduksi seksual. Namun
demikian, banyaknya variasi yang terjadi pada satu spesies tetap memiliki sifat yang identik
pada seluruh individu dari spesies tersebut (KENRICK &CRANE, 1997;OLENDZENSKl &
GOOARIEN,2009, dikutip dari Ucu Yanu Arbi, 2012).

Perhatikan gambar berikut :

(Marni Lestari, 2012) Gambar daging sangat identik dengan percobaan
(Ayu Maharani, 2020) yang dilakukan untuk meruntuhkan teori abiogenesis,
yang menyatakan bahwa dari daging akan muncul
belatung dengan sendirinya.

Bagaimana menurut Anda?

Sementara gambar roti adalah peristiwa yang sering
kita temui di kehidupan kita. Dari mana munculnya
jamur? Apakah dari roti tersebut muncul jamur?
Apakah ada hewan yang menjadi pembawanya? Bila
hanya satu sisi yang terkena jamur, amankah jika
bagian yang lain dikonsumsi?

Bagaimana menurut Anda, Abiogenesis atau
Biogenesis yang menjadi penyebab semuanya?

2.3.1. Teori Abiogenesis (Generation Spontanea)

Gambar 2.3.1.1. Aristoteles
(Abdul Wahid, 2021)

Teori ini tergolong paling awal berkembang dan berpendapat bahwa makhluk
hidup timbul begitu saja dari benda tak hidup.

5

Teori ini dipelopori oleh seorang filsuf Yunani yang bernama Aristoteles
(384—322 SM). Hal ini sesuai dengan pemikiran saat itu yang belum ditunjang dengan
teknologi modern dan cenderung melihat fakta tanpa melalui pembuktian secara ilmiah.

Aristoteles mengamati bahwa ternyata hewan-hewan yang hidup di air seperti
ikan-ikan tertentu melakukan perkawinan kemudian bertelur, dari telur-telur tersebut
lahirlah ikan yang sama dengan induknya. Namun ia meyakini bahwa ada ikan-ikan
tertentu yang lahir dari lumpur. (Ismail Sumartono, 2019)

Sama seperti Aristoteles, nenek moyang kita pun sering berpendapat tentang
asal usul hewan/tumbuhan yang timbul begitu saja dari benda tak hidup. Para petani
kita zaman dulu percaya bahwa jamur merang timbul begitu saja dari merang padi.
Mengapa? Karena, keterbatasan pengetahuan mereka tentang pertumbuhan dan
perkembangbiakan jamur. Apakah Anda setuju bahwa jamur merang timbul begitu
saja? Pasti tidak, bukan? Jamur merang timbul karena adanya spora jamur yang tumbuh
pada media merang padi yang sedang membusuk. Tidak hanya nenek moyang kita,
ternyata nenek moyang bangsa Babilonia juga percaya bahwa cacing dan makhluk
hidup lainnya timbul begitu saja dari lumpur.

Teori ini bertahan sangat lama. Bahkan, Anthonie Van Leeuwenhoek (abad
ke17), sang penemu mikroskop pun mendukung teori abiogenesis. Leuwenhoek
mengamati air rendaman jerami dengan mikroskop buatannya, ternyata ditemukan
protozoa. Ia pun berpendapat bahwa hewan tersebut timbul begitu saja dari air
rendaman jerami. (Dr. Maman Rumanta, M.Si, dkk)

Pendukung teori abiogenesis yang lain adalah seorang berkebangsaan Inggris
John Needham (1700). Needham melakukan percobaan dengan menggunakan daging
untuk menjelaskan teori abiogenesis.

Proses percobaan yang Needham lakukan :
1. Sepotong daging direbus dalam beberapa menit (tidak sampai steril)
2. Kemudian air rebusan daging tersebut disimpan dan ditutup menggunakan penutup

dari gabus
3. Air rebusan tersebut didiamkan selama beberapa hari.
4. Setelah diamati air rebusan daging (kaldu) telah berubah menjadi keruh karena

adanya mikroba.
Needham berkesimpulan mikroba tersebut berasal dari air rebusan daging.

Gambar 2.3.1.2. John Needham dan rangkaian percobaannya
(Siti Pramitha Retno Wardani, S.Si,. 2019)

6

2.3.2. Teori Biogenesis
Setelah sekian lama teori Abiogenesis dipercaya, kemudian muncul beberapa

tokoh yang menyanggah teori abiogenesis dengan melakukan berbagai percobaan.
Beberapa tokoh yang mendukung Teori Biogenesis adalah Fransisco Redi (1626-1697),
Lazzaro Spallanzani (1729-1799), dan Louis Pasteur (1822-1895). Percobaan dari
ketiganya saling melengkapi dan menyempurnakan.

2.3.2.1.Percobaaan Fransisco Redi (1626-1697)
Percobaan yang Fransisco Redi lakukan adalah dengan memasukkan

potongan daging ke dalam tiga toples. Pada toples pertama, dibiarkan dalam
keadaan terbuka. Pada toples kedua, ditutup menggunakan kain kassa. Pada toples
ketiga ditutup dengan rapat. (Yohana Eko Nuraeni, S.Pd.Si., 2021)

Ilustrasi percobaan F. Redi dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 2.3.2.1.1. Percobaan Fransisco Redi
(Nurul Handayani, 2015)

Berdasarkan gambar 2.3.2.1., silakan tuliskan hasil pengamatan kalian pada tabel
berikut.

Tabel 2.3.2.1.1. Hasil Percobaan Fransisco Redi

Perlakuan Keadaan Awal Keadaan Akhir Kesimpulan
Ditutup rapat
…………………. …………………. ………………….

Dibiarkan terbuka …………………. …………………. ………………….
Ditutup dengan …………………. …………………. ………………….

kassa

Kesimpulan akhir …………………………………………………………….

7

Percobaan 2.3.2.2. Percobaan Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
Fransisco Teori Biogenesis dikuatkan kembali dengan percobaan yang dilakukan
Redi masih
belum bisa Lazzaro Spallanzani. Lazzaro Spallanzani melakukan percobaan dengan
mematahkan menggunakan dua kelompok labu. Labu pertama diisi dengan cairan kaldu daging
teori yang dipanaskan dan setelah dingin dibiarkan terbuka beberapa hari. Labu kedua
Abiogenesis. diisi dengan kaldu daging yang dipanaskan kemudia ditutup rapat dan didinginkan
Mengapa serta dibiarkan beberapa hari. Dari percobaan ini ia menyimpulkan bahwa kaldu
demikian? menjadi keruh karena adanya pertumbuhan kuman yang dibawa oleh udara.
(Yohana Eko Nuraeni, S.Pd.Si., 2021)

Ilustrasi percobaan Lazzaro Spallanzani dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.

Gambar 2.3.2.2.1. Percobaan Lazzaro Spalanzanni
(Nurul Handayani, 2015)

Berdasarkan gambar percobaan Lazzaro Spallanzani, mengapa kaldu
direbus terlebih dahulu? Apakah percobaan Lazzaro Spallanzani sudah dapat
mematahkan teori abiogenesis? Jelaskan jawaban Anda.

2.3.2.3. Percobaan Louis Pasteur (1822-1895)
Percobaan Louis Pasteur dilakukan untuk menyempurnakan percobaan

Lazzaro Spallanzani. Ia melakukan percobaan dengan menggunakan labu yang
berhubungan dengan pipa yang berbentuk leher angsa. Labu tersebut diisi dengan
air kaldu yang dipanaskan kemudian dibiarkan beberapa hari dan ternyata kaldu
tetap jernih. Kemudian labu dimiringkan sampai air kaldu keluar dari ujung pipa
dan kaldu menjadi keruh. Ia menyimpulkan bahwa air keruh menunjukkan bahwa
mikroorganisme dari udara dapat masuk ke air sediaan tersebut saat posisi labu
dimiringkan. (Yohana Eko Nuraeni, S.Pd.Si., 2021)

Gambar 2.3.2.3.1. Percobaan
Louis Pasteur

(Nurul Handayani, 2015)

8

Percobaan Louis Pasteur dapat mematahkan teori Abiogenesis. Jelaskan
jawaban Anda mengapa demikian?

Dari hasil percobaannya, Pasteur mengajukan teori baru tentang asal-usul
kehidupan. Isi teori disebut yaitu :
a. setiap makhluk hidup berasal dari telur = omne vivum ex ovo
b. setiap telur berasal dari makhluk hidup = omne ovum ex vivo
c. setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya = omne vivum ex
vivo. (Pratiwi, D A, dkk. 2017)

2.3.3. Teori Evolusi Kimia
Teori evolusi kimia atau teori biologi modern adalah teori yang menyatakan

bahwa adanya kehidupan di muka bumi ini diawali dengan berevolusinya bahan-bahan
kimia di bumi. Unsur-unsur yang berat akan masuk kedalam bumi karena gravitasi
sedangkan unsur-unsur yang ringan akan berada di bagian luar bumi (atmosfer). (Ismail
Sumartono, 2019)

Para ahli geologi beranggapan bahwa pada mulanya keadaan suhu di bumi ini
sangat tinggi. Akan tetapi, pada suatu saat bumi mengalami pendinginan. Pada proses
pemanasan dan pendinginan tersebut, banyak terbentuk bahan-bahan kimia. Bahan-
bahan yang berat akan masuk ke dalam permukaan bumi karena adanya gaya gravitasi,
sedangkan bahan-bahan yang ringan akan berada di bagian luar bumi yang disebut
atmosfer.

Susunan atmosfer pada masa itu amat berbeda dengan susunan isi atmosfer
sekarang. Pada atmosfer purba, tidak terdapat unsur oksigen karena pada suhu yang
amat tinggi oksigen mudah bersenyawa dengan unsur-unsur lain.

Teori evolusi kimia dikemukakan oleh A. I. Oparin (pada tahun 1894) dan
Haldane, Harold Urey (1893) dan Stanley Miller (1953).

Harold Urey pada tahun 1893 menjabarkan 4 fase yaitu :
a. Tersedianya molekul metana, amonia, hidrogen, dan uap air yang sangat

banyak di atmosfer
b. Molekul metana, amonia, hidrogen dan uap air bereaksi karena halilintar
c. Terbentuknya zat hidup yang sederhana
d. Zat hidup yang terbentuk berkembang menjadi sejenis organisme yang lebih

kompleks dalam jutaan tahun.
Teori Harold Urey kemudian dibuktikan dengan percobaan yang dilakukan oleh
muridnya yaitu Stanley Miller pada tahun 1953 dengan cara memberikan aliran listrik
75.000 volt sebagai pengganti kilatan halilintar pada uap air, hidrogen, metana dan
amonia, hasilnya, senyawa tersebut menghasilkan asam amino yang merupakan
komponen kehidupan. Hal ini juga didukung oleh Melvin Calvin dari Universitas
California yang menunjukkan bahwa radiasi sinar dapat mengubah metana, amonia,
hidrogen dan air menjadi molekulmolekul gula dan asam amino dan juga zat dasar
pembentuk DNA. (Ismail Sumartono, 2019)

9

Scan Me
To see more

(nadyaEDU, 2021)

Gambar 2.3.3.1. Percobaan Miller dan Urey
(Nurul Handayani, 2015)

2.3.4. Teori Evolusi Biologi

Teori ini menyatakan bahwa organisme pertama merupakan hasil dari evolusi senyawa
anorganik. Oparin menyatakan bahwa di dalam atosmer bumi primitif terjadi reaksi-reaksi
antar molekul anorganik sehingga terbentuk senyawa organik (sop purba) berupa gumpalan
(koaservat) yang nantinya akan membentuk membran sel primitf.

2.3.5. Forum Diskusi
Teori evolusi kimia dan biologi saling berhubungan. Jelaskan dengan
kata-kata Anda sendiri bagaimana hubungannya!

Menurut Anda, dapatkah teori evolusi kimia dikatakan sebagai teori
abiogenesis? Jelaskan jawaban Anda

10

3. PENUTUP
3.1. Rangkuman

Rangkuman

1. Perkembangan teori asal-usul kehidupan yaitu teori abiogenesis, teori biogenesis,
dan teori evolusi kimia.
2. Teori abiogenesis menerangkan bahwa asal mula makhluk hidup dari benda mati.
3. Teori biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
4. Teori evolusi kimia menyatakan bahwa atmosfer bumi pada zaman purba
berkecenderungan menyintesis senyawa organik dari molekul anorganik purba.

3.2. Tes Formatif
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat!
1. Salah satu teori asal usul kehidupan adalah teori Abiogenesis yang diyakini oleh
banyak orang dalam waktu yang cukup lama. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

2. Franscesco Redi adalah salah satu tokoh Teori Biogenesis. Bagaimana perjalanan
eksperimen yang dilakukan oleh Franscesco Redi hingga akhirnya tercetus teori asal
usul kehidupan? Apa teori yang F. Redi dapatkan?

3. Perjuangan teori Biogenesis untuk mematahkan teori Abiogenesis bukanlah hal yang
mudah. Percobaan siapakah yang akhirnya dapat menumbangkan teori Abiogenesis?
Jelaskan jawaban Anda!

4. Menurut Anda, dapatkah terjadi evolusi kimia saat ini? Jelaskan jawaban Anda!

11

KEGIATAN BELAJAR 2 : TEORI EVOLUSI

1. PENDAHULUAN

1.1. Deskripsi Singkat
Charles Darwin bukan merupakan orang pertama yang menyampaikan gagasan evolusi,

namun saat konteks evolusi diangkat ke dalam suatu tema diskusi, sosok Charles Darwin akan
selalu hadir menjadi tokoh utama di dalamnya. Mengapa demikian? Darwin merupakan orang
pertama yang mampu menyajikan kasus-kasus yang meyakinkan mengenai evolusi. Banyak
tokoh yang muncul dengan teori evolusinya masing-masing, dimana ada yang saling
bertentangan dan ada yang saling menguatkan.

1.2. Relevansi
Pemahaman dan penguasaan materi “Evolusi” dengan sub materi Teori Evolusi, akan

sangat membantu peserta didik untuk mempelajari dan memahami materi pada kegiatan belajar
berikutnya yaitu Bukti-Bukti Evolusi.

1.3. Panduan Belajar
Kegiatan belajar ini menjelaskan tentang Materi Evolusi. Setiap mempelajari satu

kegiatan belajar, Anda harus mulai dari memahami capaian dan sub capaian pembelajarannya,
menguasai pengetahuan pendukung (Uraian Materi), mengerjakan tugas-tugas, dan
mengerjakan soal latihan. Pada uraian materi dilengkapi dengan contoh dan ilustrasi untuk
membantu anda memahami materi kegiatan belajar ini. Pada akhir kegiatan pembelajaran
dilengkapi rangkuman materi pembelajaran. Untuk meningkatkan pemahaman anda dalam
kegiatan belajar ini maka diakhir materi terdapat tes formatif dan summatif.

Untuk mengerjakan soal latihan, Anda tidak disarankan melihat kunci jawaban soal
terlebih dahulu, sebelum Anda menyelesaikan soal latihan. Apabila Anda mengalami kesulitan
dalam melaksanakan tugas ini, konsultasikan dengan guru dan tetap semangat. Carilah juga
beragam sumber atau bacaan lain yang relevan untuk menunjang pemahaman dan wawasan
Anda.

12

2. INTI
2.1. Capaian Pembelajaran

KD
3.9. Menjelaskan teori, prinsip dan mekanisme evolusi serta pandangan terkini para ahli
terkait spesiasi.
4.9. Menyajikan karya ilmiah terhadap gagasan baru tentang kemungkinan-kemungkinan
pandangan evolusi berdasarkan pemahaman yang dimilikinya.

3.9.5. Setelah melihat gambar yang disajikan dan berdiskusi dalam kelompok, peserta didik dapat menjelaskan
teori evolusi dengan tepat

3.9.6. Setelah melihat video dan berdiskusi dalam kelompok, peserta didik dapat membandingkan teori evolusi
Darwin, Lamarck dan Weismann dengan tepat.

3.9.7. menganalisis peristiwa seleksi alam berdasarkan hasil percobaan dengan tepat.

3.9.8. menjelaskan prinsip evolusi melalui gambar yang ditampilkan

4.9.2. Peserta didik dapat mengintegrasikan hasil diskusi terkait teori evolusi dan seleksi alam ke dalam LKPD
dengan tepat.

2.2. Pokok Materi
Pokok materi pada Kegiatan Belajar satu ini adalah :
2.2.1. Teori Evolusi Darwin
2.2.2. Teori Evolusi Lamarck
2.2.3. Teori Evolusi Weismann
2.2.4. Prinsip Evolusi
2.2.5. Seleksi Alam

2.3. Uraian Materi

Perhatikan suatu percakapan pasien dan dokter di suatu halaman website berikut :

Pasien : dok, kok kaki sama tangan saya lebih besar yg kanan ? cara mengecilkannya
gimana ?

Dokter :

Bila Anda merasakan tangan atau kaki kanan Anda lebih besar dibandingkan yang
sebelah kiri, kemungkinan penyebabnya adalah:

1. Genetik atau keturunan
2. Cedera
3. Akibat kebiasaan buruk aktifitas yang salah, misalnya terlalu sering bawa tas

berat pada salah satu sisi saja, sehingga membentuk massa otot, jaringan
lemaknya tidak ada.
4. Kebiasaan sering menumpu pada satu sisi kaki saja
5. Peradanga sendi seperti rematoid artritis atau osteoartritis menyebabkan atropi
otot
6. Tangan kanan lebih sering digunakan mengangkat beban

13
(alodokter, 2018)

Menurut Anda, kutipan percakapan tersebut bisakah disamakan
dengan teori evolusi Lamarck? Bagaimanakah pernyataan teori
evolusi Lamarck?

Sejak abad ke-6 Sebelum Masehi, banyak ahli yang telah berusaha
mengemukakan pendapatnya tentang asal usul berbagai jenis makhluk hidup yang ada
di dunia. Banyak pendapat dari para ahli tersebut yang menjadi fondasi teori evolusi,
antara lain :

2.3.1. Anaximander (500 SM)
Anaximander juga merupakan seorang filosof yang berasal dari Yunani.

Ia berpendapat bahwa manusia berawal dari makhluk akuatik mirip ikan dan
mengalami proses evolusi. Ia dipandang sebagai pelopor dari ajaran desendensi
(ajaran penurunan) oleh karena ia mengajarkan bahwa kosmos mungkin
terbentuk dari kekacauan ( chaos ), kehidupan muncul dari zat mati, dan makhluk
tingkat tinggi muncul dari makhluk tingkat rendah. Akan tetapi teori ini tidak
berpengaruh terhadap alam pemikiran para sarjana di zaman itu. (Rahmadayanti,
Chyntia Rahmadayanti, dkk., 2020)

2.3.2. Empedoclas (495-435 SM)
Empedoclas adalah seorang filosof Yunani. Ia mengemukakan teori bahwa

kehidupan berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar dari matahari dan
berubah menjadi makhluk hidup. Evolusi terjadi dengan dimulainya makhluk hidup
yang sederhana kemudian berkembang menjadi sempurna dan akhirnya menjadi
beraneka ragam seperti sekarang ini. (Rahmadayanti, Chyntia Rahmadayanti, dkk.,
2020)

2.3.3. Erasmus Darwin (1731-1802)
Erasmus Darwin (1731-1802) menyatakan bahwa kehidupan di bumi memiliki

asal-usul yang sama dan respons fungsional di wariskan kepada keturunanya. Erasmus
Darwin adalah kakek dari Charles Robert Darwin, seorang tokoh evolusi
berkebangsaan Inggris. Teorinya adalah bahwa evolusi terjadi karena bagian fungsional
terhadap stimulasi adalah diwariskan. Ia menyusun buku yang berjudul Zoonamia yang
menentang teori evolusi dari Lamarck. (Rahmadayanti, Chyntia Rahmadayanti, dkk.,
2020)

2.3.4. Sir Charles Lyell (1797-1875)
Istilah evolusi muncul untuk pertama kali didalam pengertian ilmiah modern

oleh seorang Geologis berkebangsaan Skotlandia bernama Charles Lyell tahun 1832.
(Helmi Suwarjono, 2017)

14

Ahli geologi terkemuka pada masa Darwin, yang juga seorang Skotlandia
bernama Charles Lyell, memadukan teori gradualisme Hutton dalam suatu teori yang
dikenal dengan nama Uniformitarianisme (keseragaman). Istilah ini mengacu pada
idenya bahwa proses geologis masih belum berubah sepanjang sejarah bumi ini.
Sebagai contoh gaya yang membentuk pegunungan dan mengikisnya serta laju di mana
gaya ini bekerja saat ini sama besarnya seperti di masa silam. (Drs. Rusna Ristasa, A,
2014)

2.3.5. Thomas Robert Maltus (1766-1834)
Malthus menyatakan bahwa kenaikan produksi bahan makanan seperti fungsi

deret hitung, sedangkan kenaikan jumlah penduduk (populasi) menurut fungsideret
ukur. Karena pertumbuhan makanan tidak sebanding dengan pertumbuhan populasi,
maka setiap individu makhluk hidup harus berjuang untuk mendapatkan makan sebagai
prasyarat untuk mempertahankan hidup. (Eka Sari, 2020)

2.3.6. George Cuvier (1769-1832)
Cuvier merupakan penentang kuat penganut evolusi pada masanya. Sebagai

gantinya, ia mendukung paham katatrofisme, dan berasumsi bahwa setiap batas di
antara strata berhubungan dengan suatu masa terjadinya bencana alam, seperti banjir,
kekeringan, dan kemarau hebat yang memusnahkan banyak spesies yang hidup di sana
pada masa itu. Ia mengemukakan bahwa bencana alam periodik ini umumnya hanya
terbatas pada suatu wilayah geografi lokal, dan daerah yang mengalami kerusakan atau
bencana akan dihuni kembali oleh spesies yang berpindah dari daerah lain. (Drs. Rusna
Ristasa, A, 2014)

Setelah masa itu, bermunculan pendapat dari para ahli Biologi lain. Beberapa
tokoh yang mengemukakan teori evolusi adalah Charles Darwin, Lamarck, dan August
Weisman.

2.3.7. Lamarck
Jean Babtiste de Lamarck (1744-1829) ialah seorang ahli Biologi Perancis yang

menjelaskan evolusi berdasarkan suatu gagasan bahwa perubahan pada suatu individu
disebabkan oleh lingkungan dan bersifat diturunkan, disebut teori Lamarckisme.

Teori itu menyatakan bahwa:
• Sifat fenotip perolehan lingkungan dapat diwariskan secara genetik
• Bagian tubuh yang tidak digunakan akan mengalami retardasi (tidak
berkembang), bagian tubuh yang dipergunakan akan berkembang lebih kuat dan lebih
besar. (teori “use and disuse”)
Contoh klasik yang digunakan untuk menggambarkan teori evolusi ini adalah
jerapa yang memiliki leher panjang karena kebiasaannya memakan daun-daun dari
pohon. Jerapah diduga memanjangkan lehernya untuk dapat mencapai pohon yang
semakin tinggi. Adaptasi pemanjangan leher panjang ini akan diwariskan pada generasi
berikutnya.

15

Hipotesis Lamarck diformulasikan sebelum era biologi modern. Pada saat itu,

teori sel belum dikenal, dan diperlukan satu abad lagi sebelum peran gen-gen dan

kromosom diketahui. Jadi, tidaklah mengherankan jika teori Lamarck tidak dapat

dipertahankan dalam ilmu pengetahuan modern. (Pratiwi, D A, dkk, 2017)

Meskipun teori Lamarck dicemoohkan oleh beberapa kalangan saat ini karena

kesalahan asumsinya bahwa sifat yang didapatkan bisa diwariskan, namun pada

masanya konsep pewarisan tersebut umumnya diterima. Sesungguhnya Lamarck pantas

mendapat banyak pujian bagi teorinya yang berwawasan jauh ke depan dalam berbagai

hal dalam tuntunannya bahwa evolusi merupakan penjelasan paling baik bagi adanya

fosil dan keanekaragaman kehidupan saat ini, dalam

pengakuannya atas luar biasanya usia bumi, dan INGAT YA
khususnya dalam penekanan adaptasi terhadap

lingkungan sebagai suatu produk utama evolusi. (Drs.

Rusna Ristasa, A, 2014)

Lamarck berpendapat

bahwa jerapah

2.3.8. Charles Darwin (1809-1882) beradaptasi dengan
Charles Darwin (1809 - 1882) lahir di memanjangkan lehernya
sehingga dapat
Shrewsbury Inggris. Ayahnya seorang dokter menjangkau daun yang
terhormat yang terkenal. Saat itu Darwin berusia 16 tinggi. Adaptasi tersebut
tahun. Walaupun mendapatkan nilai dengan angka kemudian diteruskan pada
yang baik, Darwin menganggap sekolah itu keturunannya
memuakkan dan membosankan, akhirnya ia

meninggalkan Edinburgh tanpa suatu gelar apa pun.

Selanjutnya, ia mendaftarkan diri di Christ College Cambridge University, dengan

harapan menjadi seorang imam. Darwin menjadi murid Pastur John Henslow, seorang

profesor botani di Cambridge University. Setelah Darwin menerima gelar BA pada

tahun 1831, Profesor Henslow merekomendasikannya ke Kapten Robert Fitz Roy, yang

sedang menyiapkan kapal survei Beagle untuk ikut berlayar mengelilingi dunia. (Drs.

Rusna Ristasa, A, 2014)

Darwin berangkat dari Britania Raya naik kapal HMS Beagle pada bulan

Desember 1831, misi pelayaran kapal tersebut untuk mendata daerahdaerah di

sepanjang rentangan garis pantai Amerika Selatan yang masih kurang dikenal saat itu.

Ketika anak buah kapal mengadakan survei di pesisir, Darwin menghabiskan sebagian

besar waktunya di pantai, mengamati dan mengumpulkan spesimen ribuan fauna dan

flora Amerika Selatan yang eksotik dan beragam. Hingga sampailah di Galapagos.

Sebagian spesies hewan di kepulauan Galapagos tidak ditemukan di tempat lain di

dunia, meskipun ada kemiripan dengan spesies yang hidup di daratan Amerika Selatan.

Sepertinya pulau itu telah ditempati oleh flora dan fauna yang bermigrasi dari daratan

Amerika Selatan yang kemudian berkembang biak dan menjadi beraneka ragam di

pulau-pulau yang berbeda. Di antara sebagian banyak burung yang dikumpulkan

Darwin di kepulauan tersebut, terdapat 13 jenis burung finch yang meskipun mirip,

nampaknya merupakan spesies yang berbeda. (Drs. Rusna Ristasa, A, 2014)

16

Bentuk paruh burung finch dan makanannya dapat di lihat pada gambar di
bawah ini.

INGAT YA

Darwin berpendapat

bahwa makhluk hidup

memiliki variasi sifat yang

diturunkan. Sifat unggul

yang diwariskan

menyebabkan individu

Gambar 2.3.8.1. Variasi Burung Finch bertahan dalam seleksi

(Norma. 2020) alam, sedangkan sifat yang

tidak unggul menyebabkan

Akhirnya, dari kajian yang dilakukan selama individu tidak dapat

bertahun-tahun setelah pelayaran Darwin, para ahli biologi bertahan dari seleksi alam.
menyimpulkan bahwa satu di antara banyak perbedaan Akibatnya, variasi sifat
pada burung finch itu adalah paruhnya, yang telah unggul akan bertahan dan
diadaptasikan dengan makanan khas yang tersedia pada terus diturunkan.

pulau-pulau tempat mereka tinggal. (Drs. Rusna Ristasa,

A, 2014)

Charles Darwin menyatakan bahwa evolusi disebabkan oleh proses seleksi

alam, sehingga teori Darwin juga disebut dengan teori seleksi alam.

Darwin kemudian memperoleh ide tentang evolusi yang didasarkan atas pokok-pokok

pikirannya, yaitu :

1. Di muka bumi tidak ada individu yang benar-benar sama.

2. Setiap populasi memiliki kecenderungan untuk bertambah banyak

3. Suatu individu harus berjuang untuk mempertahankan hidup agar mampu

bereproduksi karena untuk bereproduksi dibutuhkan makanan dan ruang yang cukup

4. Pertambahan populasi tidak berjalan terus menerus karena terjadi seleksi alam

sehingga hanya individu yang mampu bertahan saja yang akan berkembang biak dan

dapat melangsungkan kehidupannya. (Yohana Eko Nuraeni, S.Pd.Si., 2021)

(Dunia Biologi. 2021)

Gambar 2.3.8.2. Perbandingan Teori Evolusi Darwin dan Lamarck
(Muhammad Amin, 2020)
17

2.3.9. August Weismann (1834 – 1914)
August Weismann (1834 – 1914) berpendapat bahwa proses evolusi

berhubungan dengan gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik (pewarisan
sifat). Perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh dari lingkungan tidak akan diwariskan.
Weismann membuktikan teorinya dengan melakukan percobaan, yaitu memotong ekor
tikus-tikus yang dipeliharanya. Kemudian tikus-tikus berkembang biak dan
keturunannya tetap memiliki ekor yang panjang. Percobaan tersebut dilakukan hingga
21 generasi dan seluruh keturunannya tetap memiliki ekor panjang. Weismann
menyatakan bahwa sifat leher jerapah dikendalikan oleh gen. Sifat leher panjang
dkendalikan oleh gen dominan (homozigot dominan atau heterozigot) sedangkan sifat
leher pendek dikendalikan oleh gen resesif (homozigot resesif). Jerapah yang
bergenotip homozigot resesif tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya hingga
akhirnya mengalami kepunahan. (Harianto Baharuddin, S.Pd. & Idham Khalik Idrus,
S.Pd. 2020)

2.3.10. Prinsip Evolusi
Berdasarkan kemampuannya dalam menyesuaikan diri terhadap

lingkungan,evolusi organisme dapat dibedakan menjadi :
Evolusi progresif : evolusi yang menghasilkan spesies yang memungkinkan
berlanjutnya kehidupan berikutnya.
Evolusi regresif: evolusi yang menghasilkan spesies yang tidak memungkinkan
berlanjutnya kehidupan berikutnya.

Evolusi Berdasarkan Skala Perubahannya dapat dibedakan menjadi :
Makroevolusi : perubahan evolusi yang dapat mengakibatkan perubahan dalam skala
besar. Adanya makroevolusi dapat mengarah kepada terbentuknya spesies baru.
Mikroevolusi : proses evolusi yang hanya mengakibatkan perubahan dalam skala kecil.
Mikroevolusi ini hanya mengarah kepada terjadinya perubahan pada frekuensi gen
atau kromosom.

Evolusi Berdasarkan Hasil Akhir dapat dibedakan menjadi :
Evolusi Divergen : perubahannya berasal dari satu spesies menjadi banyak spesies baru.
Evolusi divergen ditemukan pada peristiwa terdapatnya lima jari pada vertebrata yang
berasal dari nenek moyang yang sama dan sekarang dimiliki oleh bangsa primata dan
manusia.
Evolusi Konvergen : perubahannya didasarkan pada adanya kesamaan struktur antara
dua organ atau organisme pada garis sama dari nenek moyang yang sama. Hal ini dapat
ditemukan pada hiu dan lumba-lumba.

2.3.11. Seleksi Alam
Konsep Darwin tentang seleksi alam didasarkan pada perbedaan keberhasilan dalam
reproduksi : individu dalam suatu populasi menunjukkan variasi-variasi pada sifat warisan, dan

18

yang memiliki sifat-sifat yang lebih sesuai dengan lingkungannya cenderung menghasilkan
lebih banyak keturunan daripada mereka yang memiliki sifat-sifat yang kurang sesuai.

Contoh peristiwa seleksi alam adalah seleksi alam pada populasi ngengat Biston
betularia. Perhatikan gambar di bawah ini! Biston betularia memiliki dua fenotip warna sayap
yaitu warna gelap dan warna cerah. Sebelum revolusi industri populasi ngengat berwarna cerah
lebih banyak daripada ngengat yang berwarna gelap. Mengapa demikian? Karena udara masih
bersih dan lingkungan belum terkena polusi menyebabkan ngengat warna gelap mudah
dimangsa oleh predatornya yaitu burung, tetapi ngengat berwarna cerah sulit dimangsa karena
dapat berkamuflase dengan menempel pada batang pohon yang masih cerah. Tetapi setelah
terjadi revolusi industri, pohon-pohon terkena polusi dan banyak asap/jelaga dari pabrik
menempel di kulit pohon menyebabkan kulit pohon menjadi berwarna gelap. Hal ini
menyebabkan ngengat yang bersayap cerah menjadi lebih mudah dimangsa oleh predatornya,
sedangkan ngengat yang berwarna gelap sulit ditemukan pemangsa karena dapat berkamuflase
pada kulit pohon yang gelap. Hal inilah yang menyebabkan setelah revolusi industri, populasi
ngengat bersayap gelap lebih banyak dari pada ngengat bersayap cerah.

2.3.12. Forum Diskusi

Meskipun posisi Darwin telah dianggap berjasa dalam

perkembangan ilmu mengenai asal usul kehidupan dibumi akan
tetapi penyangkalan dan pencarian bukti-bukti ilmiah akan
kedangkalan teori yang dicetuskan Darwin bermunculan dari
berbagai penjuru dunia. Menurut Anda, mengapa demikian?

19

3. PENUTUP
3.1. Rangkuman

Rangkuman

1. Teori evolusi Darwin dikenal dengan teori seleksi alam. Teori seleksi alam
mengandung dua pemahaman, yaitu bahwa spesies sekarang berasal dari
spesies dahulu dan terbentuknya spesies karena seleksi alam.
2. Lamarck menyatakan bahwa evolusi terjadi karena organisme bereaksi
terhadap perubahan lingkungan dengan cara adaptasi atau dikenal
dengan teori pewarisan sifat yang diperoleh

3. Weisman berkesimpulan bahwa perubahan sel tubuh karena pengaruh
lingkungan tidka diwariskan ke generasi berikutnya. Evolusi berkaitan
dengan genetika.

3.2. Tes Formatif
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat!

1. Dengan mengacu kepada konsep genetika modern, coba Anda temukan di mana letak
kelemahan teori evolusi Lamarck!

2. Bagaimana korelasi antara teori evolusi Darwin dan Weismann?

3. Bagaimanakah perbedaan evolusi progresif dan regresif beserta contoh peristiwanya?

20

KEGIATAN BELAJAR 3 : BUKTI EVOLUSI

1. PENDAHULUAN
1.1. Deskripsi Singkat

Evolusi biologi meninggalkan tanda-tanda yang dapat diamati, yang merupakan bukti
pengaruh pada kehidupan di masa lalu dan sekarang. Pada bagian ini, kita akan mencoba
membahas secara ringkas beberapa tanda-tanda evolusi. Pembahasan yang mendalam akan
Anda temukan pada modul-modul berikutnya.
1.2. Relevansi

Pemahaman dan penguasaan materi “Evolusi” dengan sub materi Bukti Evolusi, akan
sangat membantu peserta didik untuk mempelajari dan memahami materi pada kegiatan belajar
berikutnya yaitu Mekanisme Evolusi.

1.3. Panduan Belajar
Kegiatan belajar ini menjelaskan tentang Materi Evolusi. Setiap mempelajari satu

kegiatan belajar, Anda harus mulai dari memahami capaian dan sub capaian pembelajarannya,
menguasai pengetahuan pendukung (Uraian Materi), mengerjakan tugas-tugas, dan
mengerjakan soal latihan. Pada uraian materi dilengkapi dengan contoh dan ilustrasi untuk
membantu anda memahami materi kegiatan belajar ini. Pada akhir kegiatan pembelajaran
dilengkapi rangkuman materi pembelajaran. Untuk meningkatkan pemahaman anda dalam
kegiatan belajar ini maka diakhir materi terdapat tes formatif dan summatif.
Untuk mengerjakan soal latihan, Anda tidak disarankan melihat kunci jawaban soal terlebih
dahulu, sebelum Anda menyelesaikan soal latihan. Apabila Anda mengalami kesulitan dalam
melaksanakan tugas ini, konsultasikan dengan guru dan tetap semangat. Carilah juga beragam
sumber atau bacaan lain yang relevan untuk menunjang pemahaman dan wawasan Anda.

21

2. INTI

2.1. Capaian Pembelajaran

KD
3.9. Menjelaskan teori, prinsip dan mekanisme evolusi serta pandangan terkini para ahli
terkait spesiasi.
4.9. Menyajikan karya ilmiah terhadap gagasan baru tentang kemungkinan-kemungkinan
pandangan evolusi berdasarkan pemahaman yang dimilikinya.

3.9.9. menjelaskan mekanisme evolusi berdasarkan studi literatur.
3.9.10. menganalisis hubungan bukti evolusi dengan proses terjadinya evolusi melalui literasi
4.9.3. membuat suatu video mengenai gagasan terhadap perkembangan teori evolusi yang

didasari adanya petunjuk evolusi melalui kegiatan literasi sesuai dengan kriteria.

2.2. Pokok Materi
Pokok materi pada Kegiatan Belajar satu ini adalah :
2.2.1. Bukti Evolusi
2.2.2. Mutasi
2.2.3.

2.3. Uraian Materi

Adnan Hoca atau Adnan Oktar merupakan ilmuan sekaligus seorang saintis asal Turki
yang dikenal dengan nama pena Harun Yahya. Dia adalah seorang Creationisme yaitu orang-
orang yang menentang teori evolusi. Orang-orang ini menganut paham tentang penciptaan dan
percaya bahwa segala sesuatu yang ada dibumi ini bukan sebagai kebetulan semata.

Teori Penciptaan adalah pandangan dunia yang termotivasi secara keyakinan untuk
menolak teori evolusi. Para pendukung penciptaan menyatakan bahwa struktur biokimia,
morfologis dan pola-pola prilaku tidak dapat berkembang tanpa intervensi dari kekuatan
supernatural (Nieminem, R yokas & Mustonen, dikutip dari Helmi Suwarjono, 2017).

Dalam karyanya yang berjudul "Runtuhnya Teori Evolusi”, Harun yahya menulis
bahwa berdasarkan catatan fosil, jika teori Darwin benar, maka seharusn ya pernah ditemukan
spesies-speies peralihan selama masa perubahan yang disebutkan sedemikian panjang hingga
ratusan tahun. namun pada kenyataan semua bukti-bukti fosil yang ditemukan justru memberi
bukti bahwa kehidupan dibumi ini ada secara tiba-tiba dan dalam kondisi yang lengkap dan
utuh berdiri sendiri (tidak bercampur antar spesies sebagai bukti peralihan), seandainya teori
Evolusi benar adanya, maka seharusnya akan ada ditemukan makhluk hidup transisi seperti
ikan setengan reptil, dan bentuk- bentuk yang lain ya.

22

Bukti-bukti terjadinya evolusi dapat dilihat dari petunjuk-petunjuk berikut ini.

2.3.1. Bukti Taksonomi
Taksonomi adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan penamaan dan

klasifikasi spesies yang didasarkan pada skema yang lebih formal. Sistem taksonomi
ini dipelopori oleh Carolus Linnaeus seorang ahli botani Swedia. Linnaeus memakai
suatu sistem untuk pengelompokan spesies yang mirip ke dalam jenjang suatu kategori
yang semakin umum. bersama dengan bukti-bukti yang lain, implikasi taksonomi pada
evolusi tidak mungkin keliru. Analisis genetik misalnya, membeberkan bahwa spesies
singa dan harimau merupakan kerabat yang sangat dekat dengan latar belakang
hereditas yang mirip kekerabatan dari genus yang sama untuk suatu ordo/ lebih dekat
jika dibandingkan dengan ordo yang berbeda. (Drs. Rusna Ristasa, A, 2014).

2.3.2. Homologi dan Analogi Organ Tubuh
Berbagai makhluk hidup yang kelihatannya sangat berbeda ternyata masih

menunjukkan unsur persamaan. Unsur persamaan yang dimiliki semua sel makhluk
hidup adalah adanya protoplasma yang di dalamnya terdapat materi genetic berupa
molekul DNA dan RNA. Adanya unsur persamaan dapat dipakai untuk menentukan
hubungan kekerabatan. Semakin banyak persamaan, semakin dekat hubungan
kekerabatannya.

Homologi merupakan persamaan bentuk dasar anggota tubuh tetapi fungsi
anggota tubuh tersebut berbeda. Contoh peristiwa homologi ini adalah tungkai depan
mamalia yang memiliki fungsi berbeda-beda. Tungkai depan pada manusia digunakan
ntuk memegang, tungkai depan kucing untuk berjalan, tungkai depan paus untuk
berenang dan tungkai depan kelelawar untuk terbang. (Yohana Eko Nuraeni, S.Pd.Si.,
2021)

Gambar 2.3.2.1. Homologi
(Yohana Eko Nuraeni, S.Pd.Si., 2021)

Analogi adalah persamaan fungsi anggota tubuh tetapi bentuk dasar anggota
tubuh tersebut berbeda. Contoh analogi adalah

23

Gambar 2.3.2.2. Analogi
(Yohana Eko Nuraeni, S.Pd.Si., 2021)

2.3.3. Perbandingan Embriologi
Organisme yang memiliki hubungan kekerabatan yang dekat akan mengalami

tahapan yang sama dalam perkembangan embrionya. Sebagai contoh, semua embrio
vertebrata akan mengalami suatu tahapan di mana mereka memiliki kantung insang dan
rongga tulang belakang (Gambar 1.15). Pada tahapan perkembangan ini, ikan,
salamander kura-kura, ayam, babi, sapi, kelinci, manusia dan semua vertebrata lain
lebih banyak kesamaannya dari perbedaannya. Pada perkembangan selanjutnya
menjadi semakin bervariasi, akhirnya akan memiliki ciri khas dari kelasnya. Pada ikan
misalnya, kantung insang berkembang menjadi insang; pada vertebrata darat, struktur
embrio tersebut akan dimodifikasi untuk fungsi-fungsi lain, seperti saluran eustachius
yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan pada manusia. Embriologi
perbandingan sering kali membentuk homologi pada beberapa struktur, seperti kantung
insang, yang menjadi sedemikian berubah pada perkembangan selanjutnya sehingga
asal mulanya yang sama tidak lagi terlihat dengan jelas saat membandingkan dengan
bentuknya yang telah berkembang secara lengkap. (Drs. Rusna Ristasa, A, 2014)

Gambar 2.3.3.1. Embriologi pada ikan, salamander, kura-kura, burung, kelinci, dan manusia

(Tok, Panji. 2015)

2.3.4. Fosil
Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari fosil. Fosil adalah replika atau

peningkatan bersejarah organisme dari masa lalu, yang mengalami mineralisasi di
dalam batuan (Campbell, 2003). Fosil tertua yang diketahui adalah prokariota. Fosil
ikan adalah yang paling tua dari semua vertebrata lain, disusul kemudian oleh amfibia,

24

diikuti oleh reptilia, kemudian burung dan mamalia. Urutan ini sesuai dengan sejarah
keturunan vertebrata sebagaimana diungkapkan oleh banyak jenis bukti yang lain.

Para ahli paleontologi telah menemukan banyak bentuk transisi yang
menghubungkan fosil yang lebih tua dengan spesies modern. Sebagai contoh,
serangkaian fosil mendokumentasikan perubahan bentuk dan ukuran tengkorak yang
terjadi ketika mamalia berevolusi dari reptilia. Hampir setiap tahun, ahli paleontologi
menemukan kaitan atau hubungan penting lainnya antara bentuk modern dengan nenek
moyangnya. Pada beberapa tahun belakangan ini misalnya, para peneliti telah
menemukan paus yang telah menjadi fosil yang menghubungkan mamalia air ini
dengan leluhurnya yang hidup di daratan. (Drs. Rusna Ristasa, A, 2014) Coba Anda
cermati gambar di bawah ini!

Gambar 2.3.4.1. Fosil Peralihan Paus)
(Drs. Rusna Ristasa, A, 2014)

Fosil peralihan (transisi) menghubungkan masa lalu dan masa sekarang. Paus
berkembang dari nenek moyang yang di darat, suatu transisi evolusioner yang
meninggalkan banyak tanda, termasuk bukti-bukti fosil. Para ahli paleontologi yang
melakukan penggalian di Mesir dan Pakistan berhasil mengidentifikasi paus yang sudah
punah yang memiliki tungkai belakang. Ditunjukkan di sini adalah tulang kaki
Basilosaurus yang sudah menjadi fosil, salah satu dari paus kuno itu. Paus tersebut
sudah menjadi hewan air yang tidak lagi menggunakan kakinya untuk menyokong
badannya dan untuk berjalan. Tulang kaki fosil paus yang lebih tua yang bernama
Ambulocetus lebih kuat dan kokoh. Ambulocetus mungkin merupakan hewan amfibia,
yang hidup di darat dan di air (Campbell, 2003) (Drs. Rusna Ristasa, A, 2014).

2.3.5. Petunjuk Alat Tubuh yang Tersisa
Menurut R. Weidersheim, di dalam tubuh manusia terdapat 100 buah alat tubuh

yang tersisa. Alat tubuh tersebut diperkirakan berasal dari nenek moyangnya. Beberapa
contoh alat tubuh yang tersisa tersebut yaitu:
a. Umbai cacing
b. Tulang ekor
c. Gigi taring yang runcing
d. Rambut di dada
e. Payudara pada laki-laki.
(Yohana Eko Nuraeni, S.Pd.Si., 2021)

25

2.3.6. Perbandingan Fisiologis
Makhluk hidup tersusun atas unit fungsional dan structural terkecil berupa sel.

Antara sel manusia, kelinci, dan sel hewan lainnya memiliki kinerja yang sama dalam
proses pembelahannya, proses pembentukan energinya, dan proses-proses fisiologis
lainnya. Kesamaan ini menunjukkan bahwa mereka berasal dari nenek moyang yang
sama berjuta-juta tahun yang lalu. (Yohana Eko Nuraeni, S.Pd.Si., 2021)

2.3.7. Perbandingan Biokimia
Setiap makhluk hidup memiliki DNA sebagai sumber informasi genetik yang

akan diturunkan kepada keturunannya. DNA ini dapat mengalami perubahan akibat
peristiwa mutasi yang merupakan alat utama terjadinya evolusi. Antara manusia dan
monyet memiliki persamaan DNA hingga 90% lebih, antara manusia dan kucing juga
memiliki beberapa persamaan pada struktur DNA nya. Hal ini menjadi salah satu bukti
evolusi yang cukup kuat. (Yohana Eko Nuraeni, S.Pd.Si., 2021)

2.3.8. Mutasi
Mutasi bagaikan judi – kita tidak bisa memperkirakan secara akurat segmen

DNA mana yang akan berubah atau dengan cara seperti apa. Dalam organisme
multiseluler, hanya mutasi pada garis keturunan sel yang menghasilkan gamet dapat
diteruskan pada keturunan. Kebanyakan pada hewan, mutasi terjadi pada sel somatic
dan lenyap sewaktu individu tersebut mati. (Campbell, 2012)

Perubahan genetik disebut dengan mutasi gen. Perubahan sifat pada suatu
individu mengakibatkan kematian, kelainan, penyakit dan ketidaknormalan. Mutasi
yang terjadi pada gamet akan diwariskan kepada keturunannya. Keturunan tersebut
akan memiliki sifat baru yang berbeda dari induknya. Sifat baru itu bisa berupa sifat
yang menguntungkan atau merugikan. Jika sifat baru yang menguntungkan itu dapat
beradaptasi dengan lingkungan, individu tersebut akan mewariskan sifat baru kepada
keturunannya. Jika ini terus berlanjut maka akan muncul spesies baru yang berbeda
dengan nenek moyangnya. (Yohana Eko Nuraeni, S.Pd.Si., 2021)

2.3.9. Hanyutan Genetik (Genetic Drift)
Hanyutan genetik adalah perubahan dalam kumpulan gen suatu populasi kecil

akibat kejadian acak. Genetic drift adalah lepasnya frekuensi alela secara kebetulan.
Poin penting mengenai hanyutan genetik adalah :

a) hanyutan genetik signifikan pada populasi kecil
b) hanyutan genetiik dapat menyebabkan frekuensi alel berubah secara acak
c) hanyutan genetik dapat menyebabkan hilangnya variasi genetik dalam

populasi
d) hanyutan genetik dapat menyebabkan alel-alel berbahaya menjadi tetap
(Campbell, 2012)

26

2.3.10. Aliran Gen (Gene Flow)
Seleksi alam, mutasi, dan hanyutan genetik bukan sekedar fenomena yang

memengaruhi frekuensi alel. Frekuensi alel juga dapat berubah akibat aliran gen (gene flow),
yaitu transfer alel ke dalam atau keluar dari populasi akibat pergerakan individu yang fertile
atau gamet-gametnya. Karena alel dipertukarkan di antara populasi-populasi, aliran gen
cenderung mengurangi perbedaan genetic di antara populasi-populasi. (Campbell, 2012)

Aliran gen atau gene flow merupakan pertukaran gen antar populasi, yang
biasanya merupakan spesies yang sama. Contoh aliran gen dalam sebuah spesies meliputi
migrasi dan perkembangbiakan organisme atau pertukaran serbuk sari. Transfer gen antar
spesies meliputi pembentukan organisme hibrid dan transfer gen horizontal. (Harahap, Dr.
Fauziyah, dkk. 2019)

Migrasi ke dalam atau ke luar populasi dapat mengubah frekuensi alel, serta
menambah variasi genetika ke dalam suatu populasi. Imigrasi dapat menambah 14 bahan
genetika baru ke lungkang gen yang telah ada pada suatu populasi. Sebaliknya, emigrasi dapat
menghilangkan bahan genetika. Karena pemisahan reproduksi antara dua populasi yang
berdivergen diperlukan agar terjadi spesiasi, aliran gen dapat memperlambat proses ini dengan
menyebarkan genetika yang berbeda antar populasi. Aliran gen dihalangi oleh barisan gunung,
samudera, dan padang pasir. Bahkan bangunan manusia seperti Tembok Raksasa Cina dapat
menghalangi aliran gen tanaman. (Harahap, Dr. Fauziyah, dkk. 2019)

2.3.11. Forum Diskusi

DISKUSI

APAKAH ANDA SETUJU BAHWA MANUSIA ADALAH BENTUK EVOLUSI DARI KERA?
JELASKAN JAWABAN ANDA DIKAITKAN DENGAN BUKTI EVOLUSI YANG ADA!

27

3. PENUTUP
3.1. Rangkuman

Rangkuman

1. Bukti adanya evolusi dapat dilihat dari bukti taksonomi, homologi dan analogi organ
tubuh, perbandingan embriologi, fosil, petunjuk alat tubuh yang tersisa,
perbandingan fisiologi dan perbandingan biokimia.

3.2. Tes Formatif
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat!
1. Bagaimanakah contoh perbandingan fisiologis sebagai salah satu bukti evolusi?
2. Bagaimana peranan mutasi dalam mekanisme evolusi?
3. Fosil adalah salah satu bukti evolusi namun juga merupakan salah satu pemicu
munculnya pertentangan terhadap teori evolusi Darwin. Mengapa demikian?

28

DAFTAR PUSTAKA
Amin, Muhammad. 2020. https://id.quora.com/Apa-yang-membedakan-antara-teori-Lamarck-dan-

Darwin, diakses pada 26 Juli 2021.

Arbi, Ucu Yanu. 2012. SEJARAH DAN BUKTI EVOLUSI PADAGASTROPODA
http://oseanografi.lipi.go.id/dokumen/os_xxxvii_2_2012-5.pdf, diakses pada 26 Juli 2021.

Baharuddin, Harianto S.Pd.; Idham Khalik Idrus, S.Pd. 2020. Mutasi Genetik dan Teori Evolusi.
https://emodul.kemdikbud.go.id/C-Biologi-16/C-Biologi-16.pdf. Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan.

Berty, Teddy TS. 2020. https://www.liputan6.com/global/read/4424259/5-bukti-organ-tubuh-
manusia-berevolusi-lebih-cepat, diakses pada 25 Juli 2021.

Campbell, Neil A., dkk. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. 2012. Penerbit Erlangga

Dunia Biologi. 2021. Perbandingan Teori Evolusi Darwin, Lamarck, dan Weismann | EVOLUSI
– MATERI SMA KELAS XII. https://www.youtube.com/watch?v=qFj-B9W4vro. diakses
pada 25 Juli 2021.

Handayani, Nurul. 2015. Asal Usul Kehidupan. http://nurulhandayani50.blogspot.com/2015/12/asal-
usul-kehidupan.html. diakses pada 31 Juli 2021.

Harahap, Dr. Fauziyah, dkk. 2019. Pendalaman Materi Biologi Modul 4 Kegiatan Belajar 3 Mekanisme
Evolusi. KEMENTERIAN PENDIDIDKAN DAN KEBUDAYAAN.

Lestari, Marni. 2012. Munculnya Kehidupan Dari Pembusukan Di Dalam Toples.
http://4.bp.blogspot.com/-
Bk3HXo0Zu14/UNVGIMTfIjI/AAAAAAAAAGg/jYcqwDCsZ8g/s1600/daging-berulat.jpg.
diakses pada 6 Agustus 2021.

Maharani, Ayu. 2020. Jangan Makan Bagian Bersih Dari Roti Berjamur, Ini Alasannya!.
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3643473/jangan-makan-bagian-bersih-dari-roti-
berjamur-ini-alasannya. diakses 6 Agustus 2021.

nadyaEDU. 2021. Materi Evolusi Bagian 2 Teori Asal Usul Kehidupan.
https://www.youtube.com/watch?v=_OeB3rVEh5c&t=318s. diakses pada 27 Juli 2021.

Norma. 2020. https://ganigambar.blogspot.com/2020/07/27-gambar-burung-finch-di-galapagos.html.
diakses pada 26 Juli 2021.

Nuraeni, Yohana Eko, S.Pd.Si. 2021. E-book Biologi Kelas XII, Yayasan Tarakanita.

Pratiwi, D A, dkk. 2017. Biologi Kelompok Peminatan Kelas XII. Penerbit Erlangga.
Putra, Herry Eko Jaya. 2016. Makalah Mikrobiologi: Perdebatan Generatio Spontanea.

http://rikoyatra.blogspot.com/2016/10/makalah-mikrobiologi-perdebatan_12.html, diakses
pada 26 Juli 2021.

Rahmadayanti, Chyntia, Cintia Ardila Putri, Intan Soeraya Komalasari. 2020. Gagasan Evolusi
Sebelum Darwin. https://xdocs.tips/doc/gagasan-evolusi-sebelum-darwindocx-
08p44pjj7r8v. diakses pada 27 Juli 2021.

29

Ristasa, Ristasa, Drs. 2014. Sejarah Perkembangan Teori Evolusi Makhluk Hidup.
Ahttp://repository.radenintan.ac.id/13514/1/EVOLUSI%20DIKTAT%20EKA%20final.pdf.
diakses 31 Juli 2021.

Rumanta, Dr. Maman, M.Si. Dra. Krisna Iryani, M.Si Dra. Anna Ratnaningsih, M.Si., 2016. Makhluk
Hidup: Asal Mula, Ciri-ciri, dan Organisasi Kehidupan. https://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-
content/uploads/pdfmk/PDGK4103-M1.pdf. diakses pada 25 Juli 2021.

Sari, Eka. 2020. Diktat Teori Evolusi.
http://repository.radenintan.ac.id/13514/1/EVOLUSI%20DIKTAT%20EKA%20final.pdf.
diakses pada 31 Juli 2021.

Sodoq, Yasir. 2016. Evolusi Dalam Kehidupan Sehari-Hari: Sudut Pandang Mahasiswa Terhadap
Evolusi. https://www.neliti.com/id/publications/173753/evolusi-dalam-kehidupan-sehari-hari-
sudut-pandang-mahasiswa-terhadap-evolusi. Diakses 31 Juli 2021.

Sumartono, Ismail. 2019. MANUSIA PERTAMA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN
SAINS (STUDI KOMPARATIF TAFSIR MUHAMMAD ABDUH DENGAN TEORI
EVOLUSI). http://repository.radenintan.ac.id/8275/1/SKRIPSI.pdf. UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG. diakses pada 6 Agustus 2021.

Suwarjono, Helmi. 2017. EVOLUSI ANTAR SPECIES (LELUHUR SAMA DALAM PERSPEKTIF
PARA PENENTANG). evolusi antar spesies jurnal.pdf. Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Djuanda Bogor. diakses pada 6 Agustus 2021.

Tok, Panji. 2015. https://www.edubio.info/2015/02/bukti-bukti-teori-evolusi.html. diakses pada 27 Juli
2021.

Wahid, Abdul. 2021. Membumikan Pesan Aristoteles.
https://kumparan.com/abdulwahid/membumikan-pesan-aristoteles-1ve9bgQV4uS, Abdul
Wahid, diakses pada 26 Juli 2021.

Wardani, Siti Pramitha Retno, S.Si,. 2019. Intisari Biologi Dasar,
https://bioearthworm.wordpress.com/2019/06/10/john-needham-ilmuwan-abiogenesis/,
diakses pada 26 Juli 2021.

Yang, Albert. 2020. Pengantar Evolusi – dalam 5 menit.
https://www.youtube.com/watch?v=vniWv2lwtfI, Albert Yang, diakses 26 Juli 2021.

30

TES SUMATIF

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Setelah teori genetik modern dikembangkan dalam era modern ini, evolusi kini sering

diartikan sebagai ....
A. penurunan sifat melalui modifikasi
B. perubahan-perubahan dalam pengayaan sifat keturunan dengan modifikasi yang

berkelanjutan melalui tahapan waktu
C. proses yang telah mengubah bentuk kehidupan di atas bumi sejak terbentuknya yang

paling awal sampai membentuk keanekaragaman yang sangat luas
D. perubahan-perubahan dalam frekuensi gen antara populasi leluhur dengan populasi

turunannya
E. perubahan sifat melalui pembiasaan

2. Berikut penyataan yang berhubungan dengan asal-usul kehidupan:
(1) belatung tidak terbentuk dari daging busuk
(2) timbulnya suatu kehidupan yang mungkin jika telah ada suatu bentuk kehidupan
sebelumnya
(3) ikan-ikan tertentu berasal dari lumpur
(4) asal mula kehidupan terjadi bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi serta
atmosfernya.
Pernyataan yang sesuai dengan teori Biogenesis adalah…
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (4)

3. Beberapa ahli melakukan percobaan untuk membuktikan teori asal-usul kehidupan:
(1) Antonie van Leuwenhook dengan penemuan mikroskop untuk mengamati
mikroorganisme dalam air rendaman jerami.
(2) Spallanzani membuktikan bahwa mikroorganisme dalam air kaldu tidak terjadi dengan
sendirinya.
(3) Francesco Redi membuktikan bahwa ulat tidak muncul dari daging yang membusuk,
tetapi dari telur lalat.
(4) Louis Pasteur membuktikan bahwa mikroorganisme pada air kaldu berasal dari
mikroorganisme di udara.
(5) Stanley Miller membuktikan bahwa senyawa organik dapat terbentuk dari CH4, NH3,
H2O, dan H2 di luar tubuh organisme.
Simpulan percobaan yang berlawanan dengan teori abiogenesis adalah ....
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (4)
C. (2) dan (3)
D. (3) dan (5)

31

E. (4) dan (5)
4. Analogi adalah salah satu bukti adanya evolusi. Manakah yang paling tepat dijadikan contoh

untuk analogi organ?
A. Sayap burung dengan sayap kelelawar
B. Kaki manusia dengan kaki ayam.
C. Sirip ikan hiu dengan sirip paus.
D. Sirip paus dengan sayap burung
E. kaki depan katak dan kaki depan kadal

5. Faktor utama yang menyebabkan penurunan populasi Biston betularia bersayap cerah
setelah revolusi industri adalah ... .
A. seleksi alam
B. adaptasi terhadap lingkungan
C. persaingan dalam hal pangan
D. perubahan warna cerah menjadi gelap
E. warna gelap lebih adaptif dengan lingkungan

6. Pembentukan senyawa amino secara alami di udara dari bahan dasar nitrogen, sesuai dengan
teori asal usul kehidupan yang dikemukakan oleh ....
A. Stanley Miller
B. Aristoteles
C. Harold Urey
D. Louis Pasteur
E. A.I Oparin

7. Di antara sekian banyak burung yang dikumpulkan Darwin di kepulauan Galapagos, terdapat
13 jenis burung finch yang meskipun mirip, nampaknya merupakan spesies yang berbeda.
Manakah dari jawaban berikut yang mendukung pernyataan di atas?
A. Ke-13 spesies finch tersebut berasal dari spesies yang berbeda yang mengalami proses
analogi sehingga kelihatannya mirip.
B. B. Ke-13 spesies burung finch tersebut berasal dari spesies yang sama yang karena
akumulasi adaptasi terhadap lingkungannya dalam waktu yang lama akhirnya menjadi
13 spesies yang berbeda.
C. C. Ke-13 spesies burung finch tersebut diciptakan Sang Pencipta sudah dalam bentuk
seperti itu.
D. D. Ke-13 spesies burung finch tersebut mengalami adaptasi fisiologi dan modifikasi ini
diturunkan kepada generasi berikutnya.
E. E. Ke-13 spesies finch tersebut mengalami modifikasi sesuai dengan kebutuhannya
terhadap lingkungan, dan modifikasi ini diturunkan kepada generasi berikutnya

8. Omne vivum ex ovo, omve ovum ex vivo adalah pernyataan suatu yang menjelaskan bahwa:
A. kehidupan selalu berasal dari organisme yang bertelur
B. kehidupan dapat berasal dari benda mati
C. tak ada kehidupan tanpa telur

32

D. sebelum ada individu, harus ada telur terlebih dahulu
E. kehidupan ada karena telah ada kehidupan sebelumnya

9. Para ahli telah menemukan banyak bentuk transisi yang menghubungkan fosil yang lebih
tua dengan spesies modern. Dari dokumentasi fosil tersebut. Pernyataan yang benar tentang
mamalia adalah mamalia berevolusi dari ….
A. amfibia
B. reptilia
C. ikan
D. burung
E. mamalia

10. Organ vestigial yang ada pada manusia seperti apendiks dan tulang ekor, kalau kita kaji
dari perspektif evolusi Lamarck merupakan contoh dari ....
A. use
B. disuse
C. sentimen interieurs
D. kesempurnaan
E. analogi

11. Variasi merupakan salah satu petunjuk terjadinya evolusi sebab variasi … .
A. merupakan petunjuk adanya mutase
B. selalu terjadi karena rekombinasi
C. terjadi karena persaingan hidup
D. terjadi karena proses adaptasi
E. mengarah pada terbentuknya spesies baru

12. Seri fosil paling lengkap yang pernah ditemukan adalah fosil … .
A. kuda
B. manusia
C. burung
D. reptile
E. gajah

13. Teori abiogenesis runtuh karena percobaan yang dilakukan oleh … .
A. Aristoteles
B. Alexander Oparin
C. Harold Urey
D. Anthonie van Leewenhoek
E. Louis Pasteur

14. Bila dua jenis hewan memiliki banyak organ yang homolog, maka ini dapat diartikan
bahwa kedua jenis hewan tersebut … .
A. dekat hubungan secara evolusi

33

B. besar kemampuan untuk beradaptasi
C. banyak persamaan habitatnya
D. tinggi tingkat pertumbuhan evolusinya
E. besar kemungkinan untuk bersimbiosis

15. Perhatikan gambar berikut.. Bagian alat yang berfungsi
penampung hasil reaksi adalah nomor ….
A. 5
B. 4
C. 3
D. 2
E. 1

16. Alat-alat yang tersisa pada organisme dapat di anggap sebagai
petunjuk adanya evolusi. Pada manusia yang bukan merupakan
alat tubuh yang tersisa adalah….
A. Rambut pada dada
B. Tulang telapak tangan
C. Umbai cacing (usus buntu)
D. Gigi taring yang runcing
E. Otot-otot (penggerak) telinga

17. Louis Pasteur melakukan percobaan menggunakan labu leher angsa untuk mengetahui
asal-usul kehidupan. Fungsi pipa leher angsa pada tabung tersebut adalah ....
A. Mencegah hubungan dengan udara luar
B. Membiarkan mikroorganisme dan udara keluar masuk
C. Mencegah masuknya udara luar dan membiarkan mikroorganisme masuk
D. Menghalangi mikroorganisme masuk dan membiarkan udara keluar masuk
E. Menghambat pernapasan mikroorganisme dalam kaldu dengan udara luar

18. Pernyataan ini yang merupakan definisi dari evolusi yaitu….
A. Evolusi adalah pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi
berikutnya dalam jangka waktu jutaan tahun.
B. Evolusi adalah proses adaptasi terhadap lingkungan
C. Evolusi adalah variasi dalam keturunan
D. Evolusi adalah perubahan perubahan organisme akibat suatu genetika dalam jangka
waktu yang pendek.
E. Evolusi adalah peroses seleksi alam

19. Hal - hal berikut yang bukan merupakan petunjuk evolusi adalah ....
A. fosil pada berbagai lapisan batuan
B. anatomi perbandingan yang bersifat analog
C. anatomi perbandingan yang bersifat homolog
D. embriologi perbandingan
E. perkawinan silang

34

20. Kesimpulan dari teori Darwin adalah ...
A. Manusia bisa saja berasal dari monyet
B. Homologi menjadi dasar makhluk hidup berevolusi
C. Makhluk hidup dapat berubah sendiri secara spontan
D. Hanya melalui mutasi makhluk hidup berubah bentuk dan berevolusi
E. Makhluk hidup berubah bentuk karena seleksi dan adaptas

Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Wallace mengembangkan suatu teori seleksi alam yang pada dasamya sama dengan yang

dikemukakan Darwin. Wallace juga mempublikasikan idenya lebih dulu dibandingkan
dengan Darwin. Tetapi mengapa dunia ilmiah lebih mengakui Darwin sebagai penggagas
teori seleksi alam, bukan Wallace?

2. Jelaskan dengan tabel perbedaan teori evolusi Darwin, Lamark, dan Weisman!

3. Kalau dunia memiliki Galapagos, kita memiliki Sulawesi. Di Pulau ini sebagian besar flora
dan faunanya eksotis (memiliki kekhasan tersendiri) yang tidak ditemukan di tempat lain
di dunia. Coba Anda jelaskan menurut perspektif Darwinisme, kenapa hal itu bisa
terjadi!Mengapa mutasi dapat menyebabkan terjadinya evolusi?

4. Jelaskan bukti-bukti terjadinya evolusi?

5. Dengan mengacu kepada konsep genetika modern, coba Anda temukan di mana letak
kelemahan teori evolusi Lamarck!

Kunci Jawaban PG : 11. E 16. B
1. D 6. C 12. A 17. D
2. A 7. B 13. E 18. A
3. C 8. E 14. A 19. E
4. C 9. B 15. C 20. E
5. E 10. B

35

Analogi GLOSARIUM
Evolusi
: Organ-organ tubuh yang mempunyai fungsi sama tetapi
Fosil bentuk asalnya berbeda.

Homologi : Perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang
berlangsung secara berlahan-lahan dalam waktu yang
Mutasi sangat lama.
Omne Ovum ex Vivo,
Omne Vivum ex Ovo, : Sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang telah membatu atau
Omne Vivum ex Vivo dapat juga berupa jejak-jejak organisme yang terdapat
pada batubatuan.
Seleksi Alam
Spesiasi : Organ-organ makhluk hidup yang mempunyai bentuk
asal (dasar) yang sama, kemudian berubah strukturnya
sehingga fungsinya berbeda.

: Perubahan pada materi genetik yang
mengakibatkanperubahan eksperesi gen.

: Kehidupan berasal dari telur, dan telur berasal dari
makhluk hidup dan kehidupan berasal dari kehidupan
sebelumnya.

: Kemampuan alam untuk memilih makhluk hidup yang
mampu hidup di lingkungannya.

: Pembentukan dua atau lebih spesies dari satu spesies
yang telah ada atau telah punah.

36


Click to View FlipBook Version