CGP ANGKATAN 7
TUTY NURWAHYUNINGSIH, s.PD.
Pendidikan Calon Guru Penggerak
Angjkatan 7 Kabupaten Bandung
1.4.A.8.
KONEKSI ANTAR MATERI
MODUL 1.4 (BUDAYA POSITIF)
KETERKAITAN ANTAR MODUL 1.1, 1.2, 1.3, DAN 1.4
TUTY NURWAHYUNINGSIH, S.PD
SDN MANGGAHANG 03
KEC. BALEENDAH, KAB. BANDUNG
PERKENALKAN.........
FASILITTOR
BU RINA MARLINA, S.PD M.PD
PENGAJAR PRAKTIK
IBU ATIN TRESNA, S.PD.
TUTY NURWAHYUNINGSIH S.PD
CALON GURU PENGGERAK ANGKTAN 7
KETERKAITAN ANTAR MATERI
MODUL 1.1
FILOSOFIS PEMIKIRAN KHD
MODUL 1.1
FILOSOFIS PEMIKIRAN KHD
MODUL 1.1
FILOSOFIS PEMIKIRAN KHD
MODUL 1.1
FILOSOFIS PEMIKIRAN KHD
KETERKAITAN ANTAR MATERI
Tujuan BUDAYA POSITIF
Akhirnya
VISI GURU PENGGERK
NILAI & PERAN
GURU PENGGERAK
FILOSOFIS
PEMIKIRAN KHD
FILOSOFI PENDIDIKAN PENDIDIKAN ADALAH MENUNTUN
KI HAJAR DE' WANTARA
Menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada
anak (alam&zaman) agar mereka mencapai
keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya
PENDIDIKAN MENGHAMBA PADA MURID
Pendidikan haruslah Berpihak Pada
Murid, sesuai minat, bakat dan
kemampuan anak
GURU IBARAT PETANI
Sekolah ibarat lahan /lahan
dan murid diibaratkan benih, petani
hanya menuntun tumbuhnya benih
dengan merawan
NILAI DANCPOERNATNEGNUTRU PENGGERAK
Dari pernyataan Ki Hajar Dewrantara, bahwa seorang gru harus mempunyai nilai dan
menjalankan perannya agar mampu MENUNTUN tumbuh kembangnya murid melalui
pengajaran yang BERPUSAT PADA MURID
NILAI GURU PENGGERAK NILAI GURU PENGGERAK
1.Menjadi pemimpin
1.Mandiri pembelajaran
2.Reflektif 2.Menjadi coach bagi guru lain
3.Inovatif 3.Mendorong kolaborasi
4.Kolaboratif
4.Mewujdukan kepemimpinan
5.Berpihak pada Murid murid
5.Menggerakan komunitas
Praktisi
VISI GURU PENGGERAK
CONTENT
Dalam mewujudkan suatu perubahan, diperlukan Visi dan langkah-
langkah yang tepat dalam mencapainya.
Visi dapat terwujud jika terdapat kerjasama dengan semua warga
sekolah, oleh karena itu dalam mewujudkan visi diperlukan langkah
konkrit menggunakan INQUIRY APRESIATIF dengan tahan BAGJA
TAHAPAN BAGJA
Buat Pertanyaan
Ambil Pelajaran
Gali mimpi
Jabarkan Rencana
Atur eksekusi
BUDAYA POSITIF
Berdasarkan penerapan tahapan BAGJA akan muncul
pembiasaan-pembiasaan positif dideolah yang kita kenal
dengan BUDAYA POSITIF
Budaya positif ini akan menimbulkan rasa aman dan
nyaman pada murid dalam proses pembelajaran Budaya
positif juga dapat mendorong murid untuk mampu
berpikir, bertidak dan mencipta sebagai proses
memerdekakan dirinya sehingga murid lebih mandiri dan
bertanggung jawab
REFLEKSI PERTANYAAN
PEMAHAMAN ATAS KESELURUHAN
MATERI MODUL BUDAYA POSITIF
Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep inti yang
telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: disiplin positif, teori
kontrol, teori motivasi, hukuman dan penghargaan, posisi
kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan
segitiga restitusi
DISIPLIN POSITIF . NILAI KEBAJIKAN & POSISI KONTROL p
KEYAKINAN KELAS
Disiplin positif merupakan
pemberian hukuman
pendekatan menitip anak untuk
Tujuan mulia di sini mengacu
Pembuaran rasa bersalah
pada nilai-nilai dan prinsip-
melakukan kontrol diri &
Teman
pembentukankeprcayaan diri prisip mulai yangdianut
Pemanatau
seseorang
KEBBeUrtTaUhaHnAHNiduDpASAR Manager
Kasih sayang & rasa diterima
VSaEMMliGdeenanIssTaitnaITGybinaiAldkkaaanRknakEIndeSeyyanaITkntiigUtnaassSnl
aIhI
Penguasaan
Kebebbasan
Kesenagngan
1.Perubahan apa yang terjadi pada cara berpikir Anda
p
dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun
sekolah Anda setelah mempelajari modul ini?
setelah mempelajari modul ini, saya berpikir untuk menciptakan budaya positip
dikelas maupun disekolah harus melibatkan sisiwa dalam perencanaan hingga
pelaksaan budaya positif dengan harapan mewujudkan kelas atau sekolah yang
nyaman, aman, positif
Berdasarkan keyakinan kelas atau sekolah yang diyakini bersama
perubahan lainnya abahwa posisi kontrol yang selama ini sebagai penghukum
atau pembuat merasa bersalah ternyata kurang tepat untuk mewujudkan
disiplin, sehingga perlu merubahnya menjadi posisi kontrol MANAJER dan
menerapkan Segitiga Restitusi
1.Pengalaman seperti apakah yang pernah Anda alami p
terkait penerapan konsep-konsep inti dalam modul
Budaya Positif baik di lingkup kelas maupun sekolah
Anda?
Pengalaman yang pernah saya alami menerapkan konsep modul
budaya positif, ketika saya mempunyai keinginan untuk menyelesaikan
permasalahan pelanggaran atau indisipliner siswa dengann
memposisikan diri sebagai MANAGER, terkadang sikap berbenturan
dengan berbenturan dengan budaya sekolah yang terbiasa
MENGHUKUM siswa sebagai langkah jitu membentuk disiplin
maka dari itu, saya memerlukan suatu pendekatan khusus dalam
mensosialisasikan hal ini kepada teman sejawat
1.Bagaimanakah perasaan Anda ketika mengalami p
hal-hal tersebut?
Perasaan saya ketika mengalami hal ini adalah merasa tertantang untuk
mengimplementasikan posisi guru sebagai MNAGER danmenerapkan
segitiga Restitusi dalam menangi kasuh indisipliner siswa karena dengan
menempatkan diri sebagai MANAGER, guru akan memberikan
kesempatan kepada Murid untuk mempertanggung jawabkan perilaku
dan mendukung murid menemukan solusi atas permasalahannya
saya juga merasa tertantang untuk menyusun strategi untuk
mensosialisasikan konsep Budaya Positif kepada rekan sejawat, agar kami
dapat berkolaborasi melakukan perubahan Budaya Positif dikelas
maupun Sekolah
Menurut Anda, terkait pengalaman dalam penerapan
p
konsep-konsep tersebut, hal apa sajakah yang sudah
baik? Adakah yang perlu diperbaiki?
Hal yang sudah baik ada di lingkungan kelas dan sekolah
adalah DISIPLIN POSITIF, NILAI-NILAI KEAJIKAN , DAN
KEYAKINAN KELAS yang dilaksakan bersama dengan
BERPIHAK PADA MURID
Adapaun yang perlu di perbaiki adalah POSISI KONTROL
seorang guru yang selama ini cenderung sebagai
PENGHUKUM & MEMBUAR MERASA BERSALAH,
MENUJU posisi seorang MANAGER
1.Sebelum mempelajari modul ini, ketika berinteraksi dengan murid, p
berdasarkan 5 posisi kontrol, posisi manakah yang paling sering Anda pakai,
dan bagaimana perasaan Anda saat itu? Setelah mempelajari modul ini,
posisi apa yang Anda pakai, dan bagaimana perasaan Anda sekarang? Apa
perbedaannya?
Sebelumnya, saya meggunakan posisikontrol sebagai
PENGHUKUM dan PEMANTAU. saat itu adapaun perasaan yang
saya rasakan adalah benar dengan tindakan yang saya berikan
kepada murid saya wlaupun kadang hasil yang saya harapkan
kurang signifikan
Setelah mempelajari modul ini, saya mencoba menggunakan
posisi kontrol sebagai MANAGER, saat saya mampu
memposisikan diri sebagai MANAGER dengan penerapan
SEGITIGA RESTITUSI, saya merasa bangga dengan murid saya
yang lebih menunjukan ras tanggung jawabnya saat
memperbaiki kesalahan
Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga
p
restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika iya, tahap
mana yang Anda praktekkan dan bagaimana Anda
mempraktekkannya?
Sebelumnya, secara tidak sengaja saya pernah menggunakan
konsep segitiga Resolusi, namun tahapnnya secara utuh.
Tahapan yang pernah saya lakukan adalah MENSTABILKAN
IDENTITAS dan VALIDASI TINDKAN YANG SALAH. saya belum
sampai pada tahap MENANYAKAN KEYAKINAN, karena
sebelumnya saya cenderung meminta siswa melakukan
perbaikan atas kesalahannya berdasrkan cara saya, bukan
pendapat atau cara siswa sendiri
1.Selain konsep-konsep yang disampaikan dalam modul ini, adakah p
hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam
proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas
maupun sekolah?
Hal penting menurut saya, menciptakan budaya positif adalah
KOLABORASI yang baik semua Warga sekolah maupun stakeholder
yang ada dikelas maupun disekolah serta SARANA PRASARANA
yang mendukung
Kerjasama wraga sekolah dalam mewujudkan nilai-nilai kebajikan
diperlukan agar dapat mebangun Budaya POsitif Sekolah
SARANA PRASARANA sekolah sangat menunjang untuk
meweujudkan sekolah yang nyaman, aman dan medukung proses
pembelajaran yang menyenagkan dan perpihak pada murid
Guru bergerak, Indoneisa Maju p
Bergerak Tergerak menggerkan