The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

1.4.A.8 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.4 TUTY NURWAHYUNINGSIH

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tutynurwahyuningsih82, 2022-12-17 06:12:30

1.4.A.8 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.4 TUTY NURWAHYUNINGSIH

1.4.A.8 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.4 TUTY NURWAHYUNINGSIH

CGP ANGKATAN 7

TUTY NURWAHYUNINGSIH, s.PD.

Pendidikan Calon Guru Penggerak
Angjkatan 7 Kabupaten Bandung

1.4.A.8.

KONEKSI ANTAR MATERI

MODUL 1.4 (BUDAYA POSITIF)

KETERKAITAN ANTAR MODUL 1.1, 1.2, 1.3, DAN 1.4

TUTY NURWAHYUNINGSIH, S.PD

SDN MANGGAHANG 03
KEC. BALEENDAH, KAB. BANDUNG

PERKENALKAN.........

FASILITTOR
BU RINA MARLINA, S.PD M.PD

PENGAJAR PRAKTIK
IBU ATIN TRESNA, S.PD.

TUTY NURWAHYUNINGSIH S.PD
CALON GURU PENGGERAK ANGKTAN 7

KETERKAITAN ANTAR MATERI

MODUL 1.1
FILOSOFIS PEMIKIRAN KHD

MODUL 1.1
FILOSOFIS PEMIKIRAN KHD

MODUL 1.1
FILOSOFIS PEMIKIRAN KHD

MODUL 1.1
FILOSOFIS PEMIKIRAN KHD

KETERKAITAN ANTAR MATERI

Tujuan BUDAYA POSITIF
Akhirnya
VISI GURU PENGGERK

NILAI & PERAN
GURU PENGGERAK

FILOSOFIS

PEMIKIRAN KHD

FILOSOFI PENDIDIKAN PENDIDIKAN ADALAH MENUNTUN
KI HAJAR DE' WANTARA

Menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada

anak (alam&zaman) agar mereka mencapai


keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya

PENDIDIKAN MENGHAMBA PADA MURID

Pendidikan haruslah Berpihak Pada

Murid, sesuai minat, bakat dan

kemampuan anak

GURU IBARAT PETANI

Sekolah ibarat lahan /lahan
dan murid diibaratkan benih, petani

hanya menuntun tumbuhnya benih


dengan merawan

NILAI DANCPOERNATNEGNUTRU PENGGERAK

Dari pernyataan Ki Hajar Dewrantara, bahwa seorang gru harus mempunyai nilai dan

menjalankan perannya agar mampu MENUNTUN tumbuh kembangnya murid melalui


pengajaran yang BERPUSAT PADA MURID

NILAI GURU PENGGERAK NILAI GURU PENGGERAK
1.Menjadi pemimpin
1.Mandiri pembelajaran
2.Reflektif 2.Menjadi coach bagi guru lain

3.Inovatif 3.Mendorong kolaborasi

4.Kolaboratif
4.Mewujdukan kepemimpinan
5.Berpihak pada Murid murid
5.Menggerakan komunitas
Praktisi

VISI GURU PENGGERAK

CONTENT

Dalam mewujudkan suatu perubahan, diperlukan Visi dan langkah-
langkah yang tepat dalam mencapainya.

Visi dapat terwujud jika terdapat kerjasama dengan semua warga

sekolah, oleh karena itu dalam mewujudkan visi diperlukan langkah


konkrit menggunakan INQUIRY APRESIATIF dengan tahan BAGJA

TAHAPAN BAGJA

Buat Pertanyaan

Ambil Pelajaran


Gali mimpi

Jabarkan Rencana


Atur eksekusi

BUDAYA POSITIF

Berdasarkan penerapan tahapan BAGJA akan muncul
pembiasaan-pembiasaan positif dideolah yang kita kenal

dengan BUDAYA POSITIF
Budaya positif ini akan menimbulkan rasa aman dan
nyaman pada murid dalam proses pembelajaran Budaya
positif juga dapat mendorong murid untuk mampu

berpikir, bertidak dan mencipta sebagai proses
memerdekakan dirinya sehingga murid lebih mandiri dan

bertanggung jawab

REFLEKSI PERTANYAAN

PEMAHAMAN ATAS KESELURUHAN
MATERI MODUL BUDAYA POSITIF

Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep inti yang

telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: disiplin positif, teori

kontrol, teori motivasi, hukuman dan penghargaan, posisi


kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan

segitiga restitusi

DISIPLIN POSITIF . NILAI KEBAJIKAN & POSISI KONTROL p
KEYAKINAN KELAS
Disiplin positif merupakan
pemberian hukuman
pendekatan menitip anak untuk
Tujuan mulia di sini mengacu
Pembuaran rasa bersalah

pada nilai-nilai dan prinsip-

melakukan kontrol diri &
Teman
pembentukankeprcayaan diri prisip mulai yangdianut
Pemanatau
seseorang
KEBBeUrtTaUhaHnAHNiduDpASAR Manager

Kasih sayang & rasa diterima
VSaEMMliGdeenanIssTaitnaITGybinaiAldkkaaanRknakEIndeSeyyanaITkntiigUtnaassSnl
aIhI

Penguasaan
Kebebbasan
Kesenagngan

1.Perubahan apa yang terjadi pada cara berpikir Anda
p
dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun

sekolah Anda setelah mempelajari modul ini?

setelah mempelajari modul ini, saya berpikir untuk menciptakan budaya positip

dikelas maupun disekolah harus melibatkan sisiwa dalam perencanaan hingga

pelaksaan budaya positif dengan harapan mewujudkan kelas atau sekolah yang


nyaman, aman, positif
Berdasarkan keyakinan kelas atau sekolah yang diyakini bersama
perubahan lainnya abahwa posisi kontrol yang selama ini sebagai penghukum

atau pembuat merasa bersalah ternyata kurang tepat untuk mewujudkan

disiplin, sehingga perlu merubahnya menjadi posisi kontrol MANAJER dan


menerapkan Segitiga Restitusi

1.Pengalaman seperti apakah yang pernah Anda alami p
terkait penerapan konsep-konsep inti dalam modul

Budaya Positif baik di lingkup kelas maupun sekolah

Anda?

Pengalaman yang pernah saya alami menerapkan konsep modul

budaya positif, ketika saya mempunyai keinginan untuk menyelesaikan


permasalahan pelanggaran atau indisipliner siswa dengann

memposisikan diri sebagai MANAGER, terkadang sikap berbenturan


dengan berbenturan dengan budaya sekolah yang terbiasa

MENGHUKUM siswa sebagai langkah jitu membentuk disiplin
maka dari itu, saya memerlukan suatu pendekatan khusus dalam


mensosialisasikan hal ini kepada teman sejawat

1.Bagaimanakah perasaan Anda ketika mengalami p
hal-hal tersebut?

Perasaan saya ketika mengalami hal ini adalah merasa tertantang untuk

mengimplementasikan posisi guru sebagai MNAGER danmenerapkan


segitiga Restitusi dalam menangi kasuh indisipliner siswa karena dengan

menempatkan diri sebagai MANAGER, guru akan memberikan

kesempatan kepada Murid untuk mempertanggung jawabkan perilaku
dan mendukung murid menemukan solusi atas permasalahannya
saya juga merasa tertantang untuk menyusun strategi untuk


mensosialisasikan konsep Budaya Positif kepada rekan sejawat, agar kami

dapat berkolaborasi melakukan perubahan Budaya Positif dikelas

maupun Sekolah

Menurut Anda, terkait pengalaman dalam penerapan
p
konsep-konsep tersebut, hal apa sajakah yang sudah


baik? Adakah yang perlu diperbaiki?

Hal yang sudah baik ada di lingkungan kelas dan sekolah

adalah DISIPLIN POSITIF, NILAI-NILAI KEAJIKAN , DAN

KEYAKINAN KELAS yang dilaksakan bersama dengan


BERPIHAK PADA MURID
Adapaun yang perlu di perbaiki adalah POSISI KONTROL


seorang guru yang selama ini cenderung sebagai

PENGHUKUM & MEMBUAR MERASA BERSALAH,


MENUJU posisi seorang MANAGER

1.Sebelum mempelajari modul ini, ketika berinteraksi dengan murid, p
berdasarkan 5 posisi kontrol, posisi manakah yang paling sering Anda pakai,

dan bagaimana perasaan Anda saat itu? Setelah mempelajari modul ini,
posisi apa yang Anda pakai, dan bagaimana perasaan Anda sekarang? Apa

perbedaannya?

Sebelumnya, saya meggunakan posisikontrol sebagai
PENGHUKUM dan PEMANTAU. saat itu adapaun perasaan yang
saya rasakan adalah benar dengan tindakan yang saya berikan

kepada murid saya wlaupun kadang hasil yang saya harapkan
kurang signifikan

Setelah mempelajari modul ini, saya mencoba menggunakan
posisi kontrol sebagai MANAGER, saat saya mampu

memposisikan diri sebagai MANAGER dengan penerapan
SEGITIGA RESTITUSI, saya merasa bangga dengan murid saya

yang lebih menunjukan ras tanggung jawabnya saat
memperbaiki kesalahan

Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga
p
restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika iya, tahap


mana yang Anda praktekkan dan bagaimana Anda
mempraktekkannya?

Sebelumnya, secara tidak sengaja saya pernah menggunakan

konsep segitiga Resolusi, namun tahapnnya secara utuh.


Tahapan yang pernah saya lakukan adalah MENSTABILKAN

IDENTITAS dan VALIDASI TINDKAN YANG SALAH. saya belum


sampai pada tahap MENANYAKAN KEYAKINAN, karena

sebelumnya saya cenderung meminta siswa melakukan

perbaikan atas kesalahannya berdasrkan cara saya, bukan


pendapat atau cara siswa sendiri

1.Selain konsep-konsep yang disampaikan dalam modul ini, adakah p
hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam
proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas
maupun sekolah?

Hal penting menurut saya, menciptakan budaya positif adalah

KOLABORASI yang baik semua Warga sekolah maupun stakeholder


yang ada dikelas maupun disekolah serta SARANA PRASARANA

yang mendukung

Kerjasama wraga sekolah dalam mewujudkan nilai-nilai kebajikan

diperlukan agar dapat mebangun Budaya POsitif Sekolah
SARANA PRASARANA sekolah sangat menunjang untuk


meweujudkan sekolah yang nyaman, aman dan medukung proses

pembelajaran yang menyenagkan dan perpihak pada murid

Guru bergerak, Indoneisa Maju p

Bergerak Tergerak menggerkan


Click to View FlipBook Version