KATA PENGANTAR Puji syukur terpanjatkan atas kehadirat Allah SWT karena berkat dan rahmat-Nya sehingga penyusun bisa menyelesaikan makalah ini. Saya ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah filsafat komunikasi yaitu bapak Abu Amar Bustomi, M.Si yang telah memberikan tugas UAS ini, sehingga penulis belajar dan mendapatkan ilmu baru, serta kepada teman-teman seperjuangan. Saya sadar bahwa mini book ini tidak terlepas dari kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu saya sangat terbuka untuk kritik dan saran yang membangun. Semoga mini book ini dapat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Surabaya, 28 Juni 2023
KATA PENGANTAR.................................................................................................................1 BAB 1 ........................................................................................................................................4 PENDAHULUAN .....................................................................................................................4 A. Latar Belakang .....................................................................................................................4 BAB II........................................................................................................................................5 PEMBAHASAN ........................................................................................................................5 A. Pengertian filsafat ................................................................................................................5 B. Pengertian komunikasi ..........................................................................................................5 C. Filsafat sebagai dasar komunikasi .........................................................................................6 D. Pengertian hakekat komunikasi.............................................................................................8 E. Pengertian ontologis komunikasi.........................................................................................10 F. Madzhab Ilmu Komunikasi..................................................................................................12 G. Madzhab Filsafat.................................................................................................................14 H. Tokoh Mazhab Komunikasi ................................................................................................15 BAB III ....................................................................................................................................17 PENUTUP................................................................................................................................17 KESIMPULAN........................................................................................................................17 DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................18
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi adalah sebuah aktifitas fundamental yang paling mendasar yang tidak bisa dipisahkan dan sangat penting di dalam kehidupan manusia, komunikasi menjadi penting karena ia merupakan bagian dari diri manusia baik secara individu maupun secara sosial. Ia mengatur semua hubungan yang ada dalam diri dan dalam kehidupan manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa manusia dan komunikasi adalah dua hal yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Komunikasi adalah sebuah kegiatan mentransfer sebuah informasi baik secara lisan maupun tulisan. Namun, tidak semua orang mampu melakukan komunikasi dengan baik. Terkadang ada orang yang mampu menyampaikan semua informasi secara lisan tetapi tidak secara tulisan ataupun sebaliknya. Tentu saja, sebagai makhluk sosial, kita tidak terlepas dari interaksi antara satu organisme dengan organisme lain yang sering disebut komunikasi. Komunikasi mempelajari bagaimana pesan dikirimkan dari pengirim pesan ke penerima pesan dengan tujuan tertentu untuk menghasilkan efek tertentu. Namun, dalam proses komunikasi, menerima dan menganalisis informasi seringkali menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, komunikasi dapat menimbulkan konflik dan kesalahan informasi yang dapat menimbulkan pesan penipuan/hoax. Penting bagi kita saat ini untuk menerapkan landasan filosofis/filsafat pada ilmu komunikasi, khususnya melalui ontologi, epistemologi, dan aksiologi.1 Mengenai komunikasi, filsafat mengkaji komunikasi secara kritis dan dialektis. Filsafat itu kritis, tidak pernah berpuas diri, selalu siap membuka kembali perdebatan. Sikap kritis terhadap diri sendiri mengandung hakikat filsafat. Filsafat komunikasi adalah kajian tentang pemahaman mendasar, metodologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistik tentang teori komunikasi dan proses komunikasi, termasuk semua dimensi.2 1 “Garuda - Garba Rujukan Digital,” diakses 24 Maret 2023, https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1882731. 2 “Mitos dan Kenikmatan Filsafat: Pengantar ke Pemikiran Filsafat Komunikasi | Sobur | Mediator: Jurnal Komunikasi,” diakses 24 Maret 2023, https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/1035.
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian filsafat Kata Filsafat berasal dari bahasa Yunani yang merupakan kata majemuk Philosophia atau Philosophos. Kata tersebut terdiri dari dua kata yakni philos (philein) dan Sophia. Kata Philos berarti cinta (love), sedangkan Sophia atau sophos berarti pengetahuan, kebenaran, hikmat atau kebijaksanaan (wisdom). Jadi secara etimologi filsafat berarti cinta akan pengetahuan, kebenaran atau kebijaksanaan. Suhartono (2005:50-51) “kata cinta (Philos) dan kebijaksanaan (sophia) bisa bermakna secara terus-menerus menyatu dengan pengetahuan yang mengandung nilai-nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan guna mewujudkan kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara”. Memahami apa arti filsafat dalam terminologi dapat sangat bervariasi tergantung pada perspektif yang melihat. Poedjawiatna (1982) mengemukakan “filsafat adalah ilmu yang mencari sebab yang sedalam dalamnya bagi segala sesuatu yang ada dan mungkin ada”.3 Walaupun semua persoalan filsafati itu cukup banyak, dengan penggolongan akhirnya dibagi menjadi enam kelompok seperti berikut. 1. Persoalan metafisis (menyangkut keberadaan) 2. Persoalan epistemologis (menyangkut pengetahuan) 3. Persoalan metodologis (menyangkut metode) 4. Persoalan logis (menyangkut penalaran) 5. Persoalan etis (menyangkut moralitas) 6. Persoalan estetis (menyangkut keindahan).4 B. Pengertian komunikasi Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa inggris “communication”), secara epistemologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Kata communis memiliki makna “berbagi” atau “menjadi milik bersama” yaitu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi, yang terlibat dalam komunikasi ini adalah manusia. Menurut Wursanto (2001:31) “komunikasi adalah proses kegiatan pengoperan/penyampaian warta/berita/informasi yang mengandung arti dari satu pihak (seseorang atau tempat) kepada pihak (seseorang atau tempat) lain dalam usaha mendapatkan saling pengertian”. Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa “komunikasi adalah pengiriman atau penerimaan pesan atau berita antara dua orang 3 Samuji Samuji, “PENGERTIAN, DASAR-DASAR DAN CIRI-CIRI FILSAFAT,” Jurnal Paradigma 13, no. 01 (25 April 2022): 1–16. 4 Drs Arry Mth Soekowaty, “Pengertian dan Pembagian Filsafat,” t.t.
atau lebih dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak”.5 Harold Lasswell dalam karyannya, The Structure and Function of Communication in Society, menunjukan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan, yaitu: • Komunikator (siapa yang mengatakan?) • Pesan (mengatakan apa?) • Media (melalui saluran apa?) • Komunikan (kepada siapa?) • Efek (efek apa?) Berdasarkan paradigma tersebut, sederhananya proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.6 Proses komunikasi dapat dilihat dari dua perspektif yaitu psikologis dan mekanis. Perspektif psikologis menjelaskan bahwa komunikasi adalah aktivitas psikologi sosial yang melibatkan komunikator, komunikan, isi pesan, lambang, sifat, hubungan, persepsi, proses mengkode dan dikode, sedangkan perspektif mekanis menjelaskan bahwa komunikasi merupakan aktivitas mekanik yang dilakukan oleh komunikator dan bersifat situasional serta kontekstual. C. Filsafat sebagai dasar komunikasi Filsafat dapat dianggap sebagai dasar atau dasar untuk memahami dan mengembangkan konsep komunikasi. Memang, filsafat membantu mengembangkan gaya berpikir dan penalaran yang kritis dan reflektif, yang dapat membantu kita memahami kompleksitas dan variabilitas proses komunikasi. Filsafat komunikasi adalah cabang filsafat yang mempelajari semua aspek komunikasi, termasuk tujuan, sifat, makna, dan dampaknya terhadap individu dan masyarakat. Ini melibatkan analisis kritis terhadap konsep dasar seperti pesan, pengirim, penerima, saluran dan konteks dalam proses komunikasi. Filsafat Komunikasi membahas pertanyaan tentang bagaimana komunikasi memengaruhi pemahaman manusia tentang dunia, bagaimana komunikasi menciptakan, memelihara, dan menghancurkan hubungan sosial, bagaimana teknologi komunikasi memengaruhi komunikasi manusia, dan bagaimana komunikasi memengaruhi identitas dan budaya. Filsafat Komunikasi juga membahas etika komunikasi, prinsip-prinsip moral yang mendasari komunikasi dan interaksi manusia. Ini berurusan dengan masalahmasalah seperti hak dan kewajiban komunikator, kejujuran dan keandalan dalam komunikasi, dan tanggung jawab sosial dalam penggunaan sarana komunikasi. 5 Fenny Oktavia, “UPAYA KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA DESA DALAM MEMEDIASI KEPENTINGAN PT. BUKIT BORNEO SEJAHTERA DENGAN MASYRAKAT DESA LONG LUNUK” 4 (t.t.). 6 http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/195009011981032-RAHAYU_GININTASASI/Komunikasi
Filsafat adalah akar sekaligus landasan ilmiah ilmu komunikasi, filsafat merupakan induknya ilmu-ilmu (mother of sdence) yang ada di dunia ini. land of sdence dalam analogi perspektif "Pohon Komunikasi". Di sini, cabang utama filsafat, yaitu metafisika umum (ontologi) dan metafisika khusus (teologi, psikologi, antropologi, dan kosmologi), epistemologi, serta aksiologi memegang peranan penting untuk penjabaran dan penerapannya. Ditambah dengan kajian filsafat dari segi kefilsafatannya, seperti logika, etika, dan estetika.7 Filsafat Komunikasi menurut Kriyantono (2012: 47) bisa didefinisikan sebagai “kegiatan berpikir dan menyelidiki secara lebih mendalam, cermat, dan kritis terhadap proses komunikasi yang meliputi ontologinya, epistemologinya juga aksiologinya dan mencoba memperoleh jawaban yang tepat dengan terus menanyakan jawaban-jawaban buat memecahkan masalah–problem pada proses komunikasi”. Prof. Onong U. Efendy, Filsafat komunikasi ialah “Suatu disiplin ilmu yang menyelidiki pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analisis, kritis, serta holistis tentang teori serta proses komunikasi yang meliputi segala dimensi berdasarkan bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, kegunaannya, teknik dan perannya”. Jadi secara garis besar filsafat komunikasi adalah perjuangan untuk menyelidiki teori serta proses komunikasi asal segala sudut pandang keilmuan. Filsafat ilmu komunikasi mempertanyakan bagaimana aspek ontologi, epistemologi, serta aksiologi komunikasi.8 Berikut 3 cabang utama filsafat: A. Ontologi Secara bahasa, ontologi berasal dari Bahasa Yunani yang asal katanya adalah “Ontos” dan “Logos”. Ontos adalah “yang ada” sedangkan Logos adalah “ilmu”. Sederhananya, ontologi merupakan ilmu yang berbicara tentang yang ada. Secara istilah, ontologi adalah cabang dari ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup tentang suatu keberadaan yang meliputi keberadaan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Ontologi berbicara tentang sifat dan struktur ilmu. Hakikat sains menjelaskan apa sebenarnya sains itu. Ilmu atau pengetahuan dapat dilihat pada objek materi dan bentuk. Karena komunikasi adalah ilmu sosial, itu adalah ilmu terapan. Para ahli berpendapat bahwa karena ilmu komunikasi bersifat interdisipliner atau multidisipliner, hal itu dikarenakan objek materialnya sama dengan yang terkandung dalam ilmu-ilmu lain, khususnya ilmu-ilmu sosial atau ilmu-ilmu sosial.8 7 M. S; Rema Karyanti Soenendar; Prof. Dr. Nina W. Syam, Filsafat Sebagai Akar Ilmu Komunikasi (Simbiosa Rekatama, 2013), //library.fis.uny.ac.id%2Fopac%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D7775. 8 “Filsafat Komunikasi - Ilmu Komunikasi-Program studi terbaik di Sumatera Utara,” diakses 24 Maret 2023, https://ilmukomunikasi.uma.ac.id/2022/02/26/filsafat-komunikasi/. 8 Nila Noer Karisna, “KOMPONEN FILSAFAT DALAM ILMU KOMUNIKASI,” IJIC: Indonesian Journal of Islamic Communication 1, no. 2 (2018): 22–35, https://doi.org/10.35719/ijic.v1i2.156.
B. Epistimologi Secara bahasa, epistemologi berasal dari Bahasa Yunani yang asal katanya Episteme artinya “pengetahuan” dan Logos artinya “ilmu”. Secara istilah, epistemologi adalah suatu ilmu yang mengkaji tentang sumber pengetahuan, metode, struktur, dan benar tidaknya suatu pengetahuan tersebut. Epistemologi membahas bagaimana pengetahuan itu diperoleh. Menurut Jujun S. Suriasumantri “menjelaskan bahwa berpikir merupakan aktivitas mental yang dapat menghasilkan suatu ilmu pengetahuan”. Dalam kajian epistemologi, ilmu komunikasi menekankan berita atau pemberitaan yang sesuai dengan bukti atau fakta, sehingga berita memiliki nilai dan kualitas yang lebih tinggi. Konsekuensinya, keumuman atau kesungguhan informasi yang disampaikan kepada publik dapat ditunjukkan dengan ketepatan waktu, akurasi, keseimbangan, kejelasan dan keandalan informasi yang diberikan. C. Aksiologi Aksiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu axion yang berarti nilai dan logos yang berarti ilmu. Sederhananya aksiologi adalah ilmu tentang nilai.9 Pada bagian ini dibicarakan tiga hal saja, pertama kegunaan ilmu kedua, cara ilmu menyelesaian masalah ketiga, netralitas pengetahuan. D. Pengertian hakekat komunikasi Komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu communicates atau dari bahasa inggris yaitu communication yang artinya berbagi atau menjadi milik bersama. Komunikasi diartikan sebagai proses berbagi di antara pihak yang melakukan komunikasi tersebut. Di sisi lain, komunikasidiartikan sebagai suatu hubungan yang melibatkan proses Ketika informasi dan pesan dapat tersalurkan oleh satu pihak (orang dan benda/media) kepihak lain.10 Kegiatan komunikasi, dalam hal ini proses perpindahan informasi, bisa dikatakan telah ada sejak terbentuknya suatu masyarakat dan telah menjadi bagian dari kehidupan keseharian manusia. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa 70% waktu bangun manusia digunakan untuk berkomunikasi (Rakhmat, 2003: vii). Di satu sisi, pada hakikatnya komunikasi adalah fitrah manusia, selama manusia masih mempunyai naluri ingin tahu dan ingin menyampaikan sesuatu kepada sesamanya, maka selama itu akan ada kegiatan komunikasi. Semakin kompleksnya kehidupan manusia, membuat peranan komunikasi semakin tidak terelakan, untuk kepentingan berinteraksi, memecahkan masalah, atau untuk menjalin hubungan baik dengan sesamanya.11 9 Dewi Rokhmah, “ILMU DALAM TINJAUAN FILSAFAT: ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI,” t.t. 10 “Welcome to Repository UIN Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara,” diakses 12 Mei 2023, http://repository.uinsu.ac.id/. 11 Masjoko Anderson, “Hakikat Komunikasi,” diakses 12 Mei 2023, https://www.academia.edu/10956560/Hakikat_Komunikasi.
Hakikat komunikasi adalah sebuah proses pernyataan antar manusia, di mana yang dinyatakan adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya. Dari seluruh pemahaman yang ada, para ahli mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses karena komunikasi merupakan kegiatan yang ditandai tindakan, perubahan, pertukaran dan perpindahan. Komunikasi tentunya akan membentuk pandangan kita atas dunia. Terdapat kesinambungan dalam tiap unsur dari proses komunikasi yang telah terjadi dan semua itu dimulai dari kita dilahirkan dan terus berlangsung hingga meninggal dunia. Komunikasi bukanlah berbicara tentang awal atau akhir namun suatu proses yang kita tidak dapat menghentikannya. Proses komunikasi juga melibatkan dua bentuk komunikasi yaitu komunikasi verbal dan nonverbal yang sering kita temui sehari-hari.12 Hakikat komunikasi adalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk menyampaikan isi pesannya kepada manusia lain untuk mencapai tujuan tertentu. Manusia hidup dalam dunia komunikasi. Setiap hari dan setiap saat manusia melakukan aktifitas komunikasi antarpribadi, berbicara dengan anggota keluarga, tetangga, dan rekan sejawat. Pada saat berbicara dengan diri sendiri, meyakinkan diri dalam memutuskan sesuatu, manusia melakukan komunikasi intra pribadi. Pada sebuah organisasi, manusia memecahkan masalah atau mengembangkan ide-ide atau inovasi, saling berinteraksi dalam komunikasi kelompok atau organisasi. Jika berinteraksi dengan pihak lain yang mempunyai latar belakang budaya berbeda, maka manusia sudah melakukan komunikasi antarbudaya. Isi dari interaksi antarmanusia adalah komunikasi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi yang dilakukan manusia baik perseorangan, kelompok, atau pun organisasi dalam ilmu komunikasi disebut tindakan komunikasi.13 Menurut Mulyana (2007), komunikasi menjadi sebuah proses berbagi makna melalui perilaku verbal dan non verbal. Segala perilaku dapat disebut komunikasi jika melibatkan dua orang atau lebih. Komunikasi disebut efektif apabila penerima menginterpretasikan pesan yang diterimanya sebagaimana dimaksudkan oleh pengirim. Agar pesan dapat tersampaikan secara efektif, maka yang pertama, kita harus mengusahakan agar pesanpesan yang kita kirim mudah dipahami. Kedua, sebagai pengirim kita harus memiliki kredibilitas di mata penerima. Ketiga, kita harus berusaha mendapatkan umpan balik atau feedback secara optimal tentang pengaruh pesan kita bagi penerima. Dengan kata lain, seseorang harus memiliki kredibilitas dan keterampilan untuk mengirim pesan secara efektif. Konsep dasar Teknik komunikasi dilakukan dengan mempersiapkan bahan komunikasi yang akan disampaikan secara efektif mulai prinsip pertukaran sampai dengan menciptakan suasana yang tepat, meningkatkan kemampuan peserta dalam membina hubungan interpersonal, meningkatkan kemampuan peserta dalam bernegosiasi dan 12 “Welcome to repository - repository,” diakses 12 Mei 2023, http://repository.unj.ac.id/. 13 “Berkomunikasi Secara Efektif, Ciri Pribadi yang Berintegritas Dan Penuh Semangat,” diakses 12 Mei 2023, https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-semarang/baca-artikel/13988/Berkomunikasi-Secara-EfektifCiriPribadi-yang-Berintegritas-Dan-Penuh-Semangat.html.
berkomunikasi secara professional serta berkomunikasi secara efektif dalam menangani konflik.14 E. Pengertian ontologis komunikasi Pengertian ontologi ini merupakan istilah dari bahasa Yunani yang berasal dari kata ‘ontos dan logos’. Ontos artinya segala sesuatu yang memiliki wujud atau berwujud, dan logis merupakan sebuah ilmu. Sehingga jika diartikan, ontologi merupakan ilmu atau teori yang mempelajari mengenai wujud yang ada. Ontologi juga disebut sebagai istilah metafisika yang mempersoalkan adanya sesuatu yang ada. Dan secara sederhana, ontologi ini dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari mengenai realitas dan juga kenyataan yang konkret secara kritis, sehingga hakikat dari kenyataan atau realitas tersebut dapat dilihat melalui dua macam sudut pandang.6 Ontologi adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan sifat keberadaan. Hubungan antara epistemologi dan ontologi adalah, pemahaman terhadap pengetahuan bergantung kepada pemahaman mengenai siapa yang mengetahui pengetahuan. Dalam ilmu komunikasi, ontologi berfokus kepada sifat interaksi sosial manusia. Ontologi merupakan cabang filsafat yang berhubungan dengan alam, lebih sempitnya alam benda-benda di mana kita berupaya untuk mengetahuinya. Pada hakikatnya ontologi berkaitan dengan asumsi mengenai objek atau realitas sosial yang diteliti. Fungsi positif perspektif ini ialah untuk menyusun teori-teori komunikasi sehingga memudahkan di dalam penggunaan teori-teorikomunikasi yang sesuai dengan fokus dan landasan pikiran.&sumsi ontologis dalam komunikasi menjelaskan kepercayaan tentang ruang lingkupkomunikasi antar manusia dan komunikasi itu sendiri. Di Yunani, ontologi menjadi salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno karena studi tersebut membahas mengenai sesuatu yang sifatnya konkret dan kebanyakan tokoh Yunani memiliki pandangan yang bersifat ontologis, misalnya Plato, Aristoteles, dan Thales. Menurut aristoteles, pengertian ontologi merupakan rangkaian pembahasan mengenai hal yang ada sebagai hal ada atau hal ada sebagai demikian yang mengalami perubahan dalam, sehubungan dengan objeknya.15 a. Asumsi ontologis Ada 8 asumsi tentang komunikasi antar manusia yang mewarnai pemikiran ilmuwankontemporer. Adapun 8 asumsi itu adalah sebagai berikut: 1. Komunikasi sebagai realitas sosial Fenomena komunikasi manusia merupakan realitas sosial. Seperti pada pernyataan ini "anda cantik sekali, sayang" untuk memahami hakikat komunikasi yang bernuansa sosial. Jika kalimat ini diungkapkan oleh seorang romatis pada kekasihnya, maka pernyataan ini cenderung diinterpretasikan sebagai suatu pujian atau ungkapan rasa sayang. Demikian, bila seseorang majikan perusahaan mengungkapkan kalimat itu pada seorangkaryawati baru, maka pernyataan itu 14 “Direktori File UPI,” diakses 12 Mei 2023, http://file.upi.edu/browse.php?dir=Direktori. 6 Ardiansah Danus, “Hakikat Komunikasi Dan Asumsi Ontologis,” diakses 12 Mei 2023, https://www.academia.edu/8478908/Hakikat_Komunikasi_dan_Asumsi_Ontologis. 15 Dewi Rokhmah, “ILMU DALAM TINJAUAN FILSAFAT: ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI,” t.t.
mungkin akan diinterpretasikan sebagai pelecehanseksual atau sapaan yang kurang pantas. Ilustrasi diatas menujukkan bahwa orang menciptakan fenomena komunikasi dengan memberikan makna yang sama pada perilaku- perilaku verbal dan non-verbal. 2. Komunikasi sebagai proses kreatif Proses kreatif ini, komunikasi memainkan peran yang lebih luas dalam membangun realitas-realitas sosial non-komunikatif. Realitas-realitias sosial yang bermacammacam mulai dari konsep diri seseorang melalui hubungan-hubungan sosial yang kita bangun dengan orang lain, melalui komunitas-komunitas, kelompok-kelompok kecil, organisasi, sub budaya dan budaya-budaya yang tercipta melalui proses komunikasi. 3. Komunikasi sebagai proses pengembangan Komunikasi manusia merupakan suatu proses yang terus berkembang, maksudnya sisi dan karakter serta realitas-realitas sosial yang diciptakannnya senantiasa berkembangdan mengalami perubah an sepanjang masa. Pada saat orang berbicara satu dengan yang lain, mulai dari saat pertama bertemu hingga ke tahap hubungan yang lebih akrab, maka komunikasinya terus mengalami perubahan dan perubahan-perubahan inilah yang memberi bentuk hubungan itu sendiri. 4. Komunikasi sebagai sistem yang kompleks Komunikasi manusia merupakan suatu proses yang kompleks, yaitu suatu system tindakan dan makna yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Orang tidak berkomunikasi dalam situasi yang vakum, tetapi tiap tindakan dan makna seseorang hanya dapat dipahami dalam hubungannya dengan pesan-pesan resiprokal orang lain serta situasi dan tempat terjadinya pertukaran pesan. 5. Komunikasi sebagai suatu fenomena kontekstual Pada penelitian komunikasi, para peniliti senantiasa memandang komunikasimanu sia sebagai suatu fenomenan yang tergantung pada konteks. Mereka berpendapat efek-efek yang yang ditimbulkan dari suatu komunikasi sangat ber ariasi, tergantung pada fungsikonteks fisik, sosial, dan psikologis. 6. Komunikasi sebagai suatu aktifitas yang bertujuan Komunikasi manusia mampu memilih dan bertindak menurut kehendak dirinya. Orang berkomunikasi karena punya alasan-alasan yaitu untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Misalnya menciptakan citra publik yang positif atau karena alasan-alasan tertentu untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, yaitu menciptakan hubungan yang berarti dan menciptakan ctra publik yang positif, serta karena alasan sosial dan material tertentu. 7. Komunikasi sebagai suatu realitas interaktif Sikap ontologis aksional dengan realisme, percaya bahwa perilaku komunikasi manusia dibentuk oleh interaksi antara individu yang mampu membuat
pilihanpilihan dengan kekuatan yang pada saat itu di luar kotak pribadi komunikator. Fenomena tak terkontrol yang mempengaruhi pilihan-pilihan komunikatif mencakup atribut-atribut psikologis seperti umur dan kecerdasan, serta sindromsindrom kepribadian seperti sifat malu dan dogmatisme. 8. Komunikasi sebagai suatu proses yang teratur Perilaku-perilaku komunikatif dibangun dan distrukturkan oleh makna-makna yang diletakkan si komunikator pada ujaran-ujarannya. Asumsi tentang keinginan bebas, tidaklah berarti bahwa makna-makna dan tindakan-tindakan seseorang bersifat kacau dan tidak dapat diprediksi.16 F. Madzhab Ilmu Komunikasi 1. Mazhab Frankfurt Mazhab Frankfurt adalah mazhab atau aliran yang berasal dari negara Jerman. penelitiannya dinamakan penelitian kritik (critical research) yang menampilkan teori komunikasi kritik. Aliran Frankfurt atau sering dikenal sebagai Mazhab Frankfurt (die Frankfurter Schule) merupakan sekelompok pemikir sosial yang muncul dari lingkungan Institut fur Sozialforschung Universitas Frankfurt. Para pemikir sosial Frankfurt ini membuat refleksi sosial kritis mengenai masyarakat pasca-industri dan konsep tentang rasionalitas yang ikut membentuk dan mempengaruhi tindakan masyarakat tersebut. Yang dijadikan objek studi adalah peranan media massa dalam kehidupan modern dengan filosofi kritik dalam bentuk lain terhadap kritik Karl Marx. Bukan saja determinisme ekonomi yang ditentangnya, tetapi juga positivisme empirik. Mazhab Frankfurt atau yang sering dikenal dengan Teori Kritis sendiri merupakan nama dari suatu cara berpikir dan sebuah aliran filsafat yang berkembang di Institut fur Sozialforschung (Lembaga Penelitian Sosial) di Frankfurt, Jerman. Lembaga ini didirikan tahun 1934 oleh Carl Grunberg dengan tujuan untuk mengadakan penelitian-penelitian tentang masyarakat yang bernafaskan Sosialisme dan Marxisme.17 Teori-teori yang masuk ke dalam mazhab Frankfrut: a. Rasionalitas positif-negative b. Teori hegemoni c. Teori ingatan dan sejarah masa lalu manusia d. Teori keterpisahan eksistensial e. Teori Tindakan komunikatif f. Framing analysis g. Public opinion theory 16 Danus, “Hakikat Komunikasi Dan Asumsi Ontologis.” 17 Surahman Surahman, “Teori Komunikasi dalam Perspektif Mazhab Frankfurt,” Mediator: Jurnal Komunikasi 6 (10 Juni 2005): 117–26, https://doi.org/10.29313/mediator.v6i1.1182.
h. Symbolik interactionalism theory i. Ideology and communication theory j. Dialectical differentiation of emansipathory k. Dialctic of enlightenment l. Instrumentalisme political economy theory 2. Mazhab Chicago Mazhab Chicago adalah Mazhab atau aliran yang berasal dari Amerika Serikat. Mahab dengan positivisme empirik menitik beratkan penelitannya pada pemecahan masalah kriminal, prostitusi, dan masalah-masalah lainya yang timbul akibat industrialisasi dan urbanisasi yang berlangsung sangat cepat di Amerika. Mazhab Chicago dengan positivisme empirik menitikberatkan penelitiannya pada pemecahan masalah kriminal, prostitusi, dan masalah-masalah lainnya yang timbul akibat industrialisasi dan urbanisasi yang berlangsung sangat cepat di Amerika (Wirahadikusumah dalam Praktikto, 1987:34). 18 Pada masa puncaknya kejayaan Mazhab Chicago, penelitian komunikasi banyak dilakukan dengan metode kuantitatif, antara lain sebagai akibat dari pendanaan yang disediakan oleh sponsor. Sebagai konsekuensinya, penelitian yang semula merupakan kegiatan kreatif perorangan menjadi pekerjaan secara borongan. Dalam rangka memenuhi pesanan para penyedia dana, baik dari pemerintah, yayasan atau perusahaan, penelitian banyak dilakukan terhadap persuasi, propaganda, dan efek langsung dari media masa pada khalayak. Penelitian komunikasi dengan penekanan pada efek langsung itu, merupakan pengaruh model linear dari Shannon dan Weaver (mathematical model of communication theory). Pendekatan penelitian adalah dengan memusatkan perhatian kepada individu sebagai sistem analisis, bukan sebagai bagian dari sistem sosial. Aliran tersebut menyadari bahwa media komunikasi memiliki keperkasaan dalam mempengaruhi masyarakat. Oleh karena itu media massa perlu melakukan penyempurnaan secara sinambung agar acaranya, pengolahannya, penyajiannya, dan penyebarannya, Cenjadi lebih efektif dan efisien. Untuk itulah diperlukannya pemahaman mengenai efek komunikasi.19 Teori-teori yang masuk dalam mazhab Chicago: a. Model lasswell b. Teori komunikasi dua tahap dan pengaruh antar pribadi c. Uses and gratifications theory 18 Adam Chakra, “Mazhab Frankfrurt Dan Chicago,” diakses 12 Juni 2023, https://www.academia.edu/9667312/Mazhab_Frankfrurt_dan_Chicago. 19 Chakra.
d. Uses and effects theory e. Teori agenda setting f. Teori dependensi efek komunikasi massa g. The spiral of silence theory h. Stimulus-respons teory i. Information seeking theory j. Information gaps theory k. Teori konstruksi sosial media massa G. Madzhab Filsafat Mazhab-mazhab yang muncul setelah abad pertengahan 1. Rasionalisme Mazhab rasionalisme mulai muncul pada abad 17. Rasionalisme berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang dapat mencukupi dan yang dapat dipercaya adalah rasio atau akal (Harun Hadiwijono, 1980:18). Hanya pengetahuan yang melalui akallah yang memenuhi syarat dan dituntut oleh semua pengetahuan ilmiah. Pengalaman hanya dipakai untuk meneguhkan pengetahuan yang telah didapatkan oleh akal, dan sesungguhnya akal tidak memerlukan pengalaman. Metode yang digunakan adalah metode deduktif. yaitu suatu penalaran yang mengambil kesimpulan dari suatu kebenaran yang bersifat umum untuk diterapkan kepada hal-hal yang bersifat khusus. 2. Empirisme Mazhab ini muncul sezaman dengan rasionalisme yaitu pada abad 17. Mazhab ini merupakan kebalikan dari rasionalisme dan berpendapat bahwa empiris atau pengalamanlah yang menjadi sumber pengetahuan, baik pengalaman lahiriah maupun pengalaman batiniah. Metode yang dipakai adalah metode induktif, yaitu suatu penalaran yang mengambil kesimpulan dari suatu kebenaran yang bersifat khusus untuk diterapkan kepada hal-hal yang bersifat umum. 3. Idealisme Kata idealisme pertama kali digunakan secara filosofis oleh Leibniz pada awal abad 18. Istilah idealisme digunakan dengan maksud untuk menerapkan pemikiran Plato. Idealisme berpendapat bahwa seluruh realitas itu bersifat spiritual/psikis, dan materi yang bersifat fisik sebenarnya tidak ada 4. Positivisme Mazhab ini berkembang pada abad ke-19. Positivisme berpendirian bahwa pemikiran filsafat berpangkal dari apa yang telah diketahui, yang faktual, yang positif, sehingga sesuatu yang sifatnya metafisik ditolak. Pengetahuan kita tidak
boleh melewati fakta-fakta, dengan demikian ilmu pengetahuan empiris diangkat menjadi contoh istimewa dalam bidang pengetahuan. Namun, ada perbedaan dengan empirisme, yaitu positivisme hanya membatasi pada pengalamanpengalaman objektif, yang tampak, tetapi empirisme menerima pengalamanpengalaman batiniah atau pengalaman- pengalaman subjektif. 5. Pragmatisme Mazhab yang muncul pada awal abad ke-20 ini mengajarkan bahwa yang benar adalah apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan membawa akibat yang bermanfaat secara praktis. Pedoman pragmatisme adalah logika pengamatan. Pragmatisme bersedia menerima segala sesuatu, asal saja membawa akibat yang praktis. Pengalaman-pengalaman pribadi diterima asalkan bermanfaat, bahkan kebenaran mistis dipandang sebagai kebenaran yang diterima asalkan membawa akibat praktis yang bermanfaat. (Harun Hadiwijono, 1980:130). 6. Fenomenologi Fenomenologi adalah suatu aliran yang membicarakan fenomena, atau segala sesuatu yang menampakkan diri. Fenomena bukanlah hal yang nyata, tetapi hal yang semu. Suatu fenomena tidak perlu harus diamati dengan indera, sebab fenomena juga dapat dilihat atau ditilik secara rohani, tanpa melewati indera. 7. Eksistensialisme Eksistensi dalam filsafat eksistensialisme berarti cara manusia berada di dalam dunia. Cara berada manusia berbeda dengan beradanya benda-benda. Bendabenda berada dengan tidak sadar tanpa hubungan. Sedangkan manusia berada di dunia justru berhubungan dengan sesama manusia dan berhubungan dengan benda-benda. Benda-benda berarti karena beradanya manusia. Untuk membedakan dua cara berada dalam eksistensialisme adalah dengan dua kata yang berbeda, untuk benda berada, sedang manusia bereksistensi.20 H. Tokoh Mazhab Komunikasi Para pemikir dan pakar utama dari mazhab ini: Aliran Frankfurt dipelopori oleh Felix Weil pada tahun 1923. Perkembangan Teori Kritis semakin nyata, ketika aliran Frankfurt dipimpin oleh Max Horkheimer dan mempunyai anggota Friederick Pollock (ahli Ekonomi), Adorno (musikus, sastrawan dan psikolog), Herbert Macuse (murid Heidegger yang fenomenolog), Erich Fromm (psikoanalis), Karl August Wittfogel (sinolog), Walter Benjamin (kritikus sastra) dan lainnya yaitu Leo Lowenthal, Frans Neumann, Frans Oppenheimer, Alfred Schmidt, Jurgen Habermas, Oskar Negt, susan Buck morss dan terakhir Axel Honneth.21 20 “About the Repository - Universitas Terbuka Repository,” diakses 12 Juni 2023, http://repository.ut.ac.id/4487/2.pdf. 21 Fatiha Firdaus, “MAZHAB FRANKFURT / NEO-MARXISM,” diakses 12 Juni 2023, https://www.academia.edu/44360100/MAZHAB_FRANKFURT_NEO_MARXISM.
Tokoh-tokoh mazhab Chicago adalah: Robert Ezra Park, Harold D. Lasswell, Bernard Berelson, Robert K. Merton, Daniel Lener, Ithiel Da Sola Pool, Wilbur Schramm, Charles Wright, David Berlo, dan lain-lain
BAB III PENUTUP KESIMPULAN 1. Kata Filsafat berasal dari bahasa Yunani yang merupakan kata majemuk Philosophia atau Philosophos. Kata tersebut terdiri dari dua kata yakni philos (philein) dan Sophia. Kata Philos berarti cinta (love), sedangkan Sophia atau sophos berarti pengetahuan, kebenaran, hikmat atau kebijaksanaan (wisdom). 2. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi, yang terlibat dalam komunikasi ini adalah manusia. 3. Filsafat komunikasi adalah cabang filsafat yang mempelajari semua aspek komunikasi, termasuk tujuan, sifat, makna, dan dampaknya terhadap individu dan masyarakat. Filsafat memiliki 3 cabang utama yaitu ontologi, epistimologi, aksiologi. 4. Mazhab filsafat: rasionalisme, empirisme, idealisme, positivisme, pragmatisme, fenomenologi, eksistensialisme. 5. Jika kita bandingkan aliran empirik (Chicago) dengan Mazhab Frankfurt yang beraliran kritik, tampak bahwa apabila aliran empirik menekankan pada efek komunikasi pada khalayak dengan melakukan analisis isi (content analysis) dalam rangka menarik kesimpulan tentang efek komunikasi, maka aliran kritik pada pengawasan sistem komunikasi. Jadi, jikalau aliran kritik melakukan analisis isi, tujuannya adalah untuk mengambil kesimpulan tentang lembaga media massa yang menyebarkan pesankomunikasi, bukan untuk mengetahui efek komunikasi pada khalayak. Mazhab frakfurt dan chicago Aliran yang berasal dari negara Jerman. penelitiannya dinamakan penelitian kritik (critical research) yang menampilkan teori komunikasi kritik. Aliran Frankfurt atau sering dikenal sebagai Mazhab Frankfurt (die Frankfurter Schule) merupakan sekelompok pemikir sosial yang muncul dari lingkungan Institut fur Sozialforschung Universitas Frankfurt. Mazhab Chicago adalah Mazhab atau aliran yang berasal dari Amerika Serikat. Mahab dengan positivisme empirik menitik beratkan penelitannya pada pemecahan masalah kriminal, prostitusi, dan masalah-masalah lainya yang timbul akibat industrialisasi dan urbanisasi yang berlangsung sangat cepat di Amerika
DAFTAR PUSTAKA “Filsafat Komunikasi - Ilmu Komunikasi-Program studi terbaik di Sumatera Utara.” Diakses 24 Maret 2023. https://ilmukomunikasi.uma.ac.id/2022/02/26/filsafat-komunikasi/. “Garuda - Garba Rujukan Digital.” Diakses 24 Maret 2023. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1882731. Karisna, Nila Noer. “KOMPONEN FILSAFAT DALAM ILMU KOMUNIKASI.” IJIC: Indonesian Journal of Islamic Communication 1, no. 2 (2018): 22–35. https://doi.org/10.35719/ijic.v1i2.156. “Mitos dan Kenikmatan Filsafat: Pengantar ke Pemikiran Filsafat Komunikasi | Sobur | Mediator: Jurnal Komunikasi.” Diakses 24 Maret 2023. https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/1035. Oktavia, Fenny. “UPAYA KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA DESA DALAM MEMEDIASI KEPENTINGAN PT. BUKIT BORNEO SEJAHTERA DENGAN MASYRAKAT DESA LONG LUNUK” 4 (t.t.). Prof. Dr. Nina W. Syam, M. S; Rema Karyanti Soenendar; Filsafat Sebagai Akar Ilmu Komunikasi. Simbiosa Rekatama, 2013. //library.fis.uny.ac.id%2Fopac%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D7775. Rokhmah, Dewi. “ILMU DALAM TINJAUAN FILSAFAT: ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI,” t.t. Samuji, Samuji. “PENGERTIAN, DASAR-DASAR DAN CIRI-CIRI FILSAFAT.” Jurnal Paradigma 13, no. 01 (25 April 2022): 1–16. Soekowaty, Drs Arry Mth. “Pengertian dan Pembagian Filsafat,” t.t. Anderson, Masjoko. “Hakikat Komunikasi.” Diakses 12 Mei 2023. https://www.academia.edu/10956560/Hakikat_Komunikasi. “Berkomunikasi Secara Efektif, Ciri Pribadi yang Berintegritas Dan Penuh Semangat.” Diakses 12 Mei 2023. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknlsemarang/bacaartikel/13988/Berkomunikasi-Secara-Efektif-Ciri-Pribadi-yangBerintegritas-DanPenuh-Semangat.html. Danus, Ardiansah. “Hakikat Komunikasi Dan Asumsi Ontologis.” Diakses 12 Mei 2023. https://www.academia.edu/8478908/Hakikat_Komunikasi_dan_Asumsi_Ontologis. “Direktori File UPI.” Diakses 12 Mei 2023. http://file.upi.edu/browse.php?dir=Direktori. Rokhmah, Dewi. “ILMU DALAM TINJAUAN FILSAFAT: ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI,” t.t. “Welcome to repository - repository.” Diakses 12 Mei 2023. http://repository.unj.ac.id/. “Welcome to Repository UIN Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara.” Diakses 12 Mei 2023. http://repository.uinsu.ac.id/. “About the Repository - Universitas Terbuka Repository.” Diakses 12 Juni 2023. http://repository.ut.ac.id/4487/2.pdf. Chakra, Adam. “Mazhab Frankfrurt Dan Chicago.” Diakses 12 Juni 2023. https://www.academia.edu/9667312/Mazhab_Frankfrurt_dan_Chicago. Firdaus, Fatiha. “MAZHAB FRANKFURT / NEO-MARXISM.” Diakses 12 Juni 2023. https://www.academia.edu/44360100/MAZHAB_FRANKFURT_NEO_MARXISM.
Surahman, Surahman. “Teori Komunikasi dalam Perspektif Mazhab Frankfurt.” Mediator: Jurnal Komunikasi 6 (10 Juni 2005): 117–26. https://doi.org/10.29313/mediator.v6i1.1182.
BIOGRAFI PENULIS