Mumtaz, si anakyangpengasihdanpenyayang Mumtaz, si anakyangpengasihdanpenyayang ARIF RAHMAN HAKIM S D N 2 K A L I G A R A N G 2 0 2 4 Seri Cerita Keteladanan Asmaul Husna A L L A H A R - R A H M A N & A R - R A H I M
Buku ini mengisahkan tentang seorang anak yang bernama Mumtaz, anak yang selalu menebar kebaikan pada sesama. Karena Mumtaz sangat ingin menjadikan dirinya bermanfaat buat sesama dengan meneladani Asmaul Husna ar-Rahman dan ar-Rahim, yang artinya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Yuk kita simak ceritanya!
Pagi yang cerah, Mumtaz berangkat sekolah dengan semangat, dia berangkat sendiri berjalan kaki. Dia sangat percaya bahwa Allah adalah maha Pengasih dan Penyayang. Ya Allah..., semoga hari ini aku bisa menjadi anak yang baik dan ikhlas membantu sesama.
Ketika pulang sekolah, Mumtaz bertemu seekor kucing yang terluka di jalan. Dia merasa iba, dan kemudian membawanya pulang. Tenanglah, kucing kecil. aku akan mengobati lukamu.
Beberapa hari kemudian, kucing kecil itu sembuh dan berlari-lari riang bermain di halaman rumah, Mumtaz pun mengucap syukur kepada Allah. Alhamdulillah..., Engkau telah menyembuhkan kucing ini. Allah sungguh Maha Pengasih dan Penyayang
Mumtaz pun bertekad untuk selalu membantu makhluk Allah yang membutuhkan. Setiap sore, Mumtaz menyediakan makanan dan minuman untuk burung-burung di taman dekat rumahnya. Semoga burung-burung ini merasa senang dan sehat berkat makanan yang kuberikan...
Suatu hari, sepulang mengaji, Mumtaz melihat sekelompok anak kucing yang kelaparan di belakang rumahnya. Tanpa ragu, Mumtaz segera memberi mereka makanan dan minuman. Allah pasti senang melihatku peduli terhadap makhluk-Nya. Aku ingin selalu menjadi anak yang baik
Mumtaz terus berbuat kebaikan setiap harinya. Ketika mendengar kabar bahwa Mbah Marto sakit, Mumtaz segera menjenguknya dengan membawa makanan. Mbah..., ini saya bawakan makanan, semoga panjengan segera sembuh.
Pada suatu malam, hujan deras turun di desa. Beberapa rumah di sekitarnya terendam banjir. Mumtaz dan keluarganya pun membantu tetangga mereka yang terkena musibah. Allah Maha Pengasih, pasti akan melindungi dan menyelamatkan kita semua.
Pagi hari setelah hujan reda, Mumtaz kembali mengunjugi mereka, dan melihat senyum bahagia dari wajah tetangganya yang terbantu. Mereka berterima kasih pada Mumtaz dan keluarganya atas uluran tangan yang diberikan. Terima kasih, Mumtaz. Kau sungguh anugerah dari Allah bagi kami
Mumtaz merasa bahagia dan bersyukur bisa membantu orang lain. Ia berharap bahwa kebaikan yang dilakukannya akan selalu mendapat ridho dari Allah Allah memang Maha Pengasih dan Penyayang. Aku akan terus berbuat kebaikan sepanjang hidupku
Dari cerita Mumtaz, kita belajar meyakini bahwa Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang akan membawa kebaikan dalam hidup kita. Kita juga diajarkan untuk selalu membantu sesama dan berbuat kebaikan, karena itulah yang akan membuat Allah senang. Semoga kita semua bisa menjadi seperti Mumtaz, anak yang penuh kasih sayang dan kebaikan.