The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

RIZKYA NUR ANNISA-MODUL PEMBELAJARAN PAI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by marioharissetiawan, 2021-11-26 02:23:36

RIZKYA NUR ANNISA-MODUL PEMBELAJARAN PAI

RIZKYA NUR ANNISA-MODUL PEMBELAJARAN PAI

1

TUJUAN PEMBELAJARAN PAI

Dalam buku “Pendidikan dalam Perspektif Hadist”, Umi Kultsum menggeneralisasikan
tujuan pendidikan Islam kedalam empat bagian besar, yaitu:

1) Beriman kepada Allah; Kualitas keimanan seseorang merupakan sasaran yang ingin dicapai
dalam pendidikan seorang muslim, hal itu dapat dicapai apabila setiap pendidik berusaha
semaksimal mungkin untuk membawa peserta didik pada kualitas keimanan yang terwujud
dalam perilaku yang lebih baik. Lebih tepatnya setiap rumusan tujuan kegiatan pendidikan
selayaknya secara umum memasukan unsur kualifikasi mukmin dan secara khusus merincinya
dalam wujud perilaku yang sesuai dengan keimanannya.

2) Bertakwa kepada Allah; Tingkat manusia paling mulia adalah yang paling tinggi tingkat
ketakwaannya, maka sehebat apapun ilmu manusia dan setinggi apapun status sosial atau
jabatannya di masyarakat selama dia tidak memiliki ketakwaan kepada Allah maka kehebatan
dan ketinggian statusnya tidaklah memiliki nilai apaapa dihadapan Allah SWT.

3) Berakhlak mulia; Manusia yang berakhlak mulia harus menjadi sasaran proses pendidikan
Islam karena itulah misi utama Rasulullah SAW yaitu dengan cara menghiasi dirinya dengan
berbagai akhlak yang mulia dan menganjurkan agar umatnya senantiasa menerapkan akhlak
tersebut dalam kehidupannya sehari-hari, bahkan secara tegas, beliau menyatakan bahwa
kualitas iman 42 seseorang itu dapat diukur dengan akhlak yang ditampilkannya, artinya
semakin baik kualitas iman seseorang akan semakin baik pula akhlaknya, begitupun
sebaliknya.

4) Mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Didalam Al Qur‟an dijelaskan bahwa tujuan
hidup umat Islam adalah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Begitu pula pada
dunia pendidikan : “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan
Allah kepada kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah
(kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat
kerusakan”{QS. Al Qasas 28:77}21 Menurut Hasan Langgulung, bahwa sebuah tujuan yang
ingin dicapai oleh

1

pendidikan pada hakikatnya adalah sebuah perwujudan dari nilai-nilai ideal yang terbentuk dari
pribadi manusia dan pada umumnya manusia pasti akan berupaya untuk mendahulukan
kebahagiaan, baik kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat. Pendidikan Agama Islam
memiliki arti yang lebih sempit, yaitu sebagai program yang terencana dalam menyiapkan
peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama Islam
serta diikuti tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan
kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.23 Salah satu
tujuan pendidikan agama Islam, dapat dicapai dengan tercapainya proses pembelajaran.
Ramayulis, mengemukakan pendapatnya mengenai tujuan pendidikan agama Islam, bahwa;
Pendidikan Agama Islam bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan
pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang
beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi,
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang
yang lebih tinggi.

Dari beberapa penjelasan tentang tujuan pendidikan Agama Islam dan tujuan
pembelajaran, maka penulis menyimpulkan bahwa tujuan pembelajaran pendidikan Agama
Islam dapat diartikan sebagai tujuan praktis dari tujuan pendidikan Islam yang menekankan
peserta didik untuk menguasai keterampilan atau kemampuan tertentu sesuai dengan tuntunan
ajaran Agama Islam untuk dapat meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan
pengalaman peserta didik tentang agama Islam baik secara teori maupun praktis dalam
kehidupan sehari-hari.

2

[ MATERI ]
SIFAT-SIFAT TERPUJI

Akhlak terpuji itu harus dimiliki setiap orang islam. Orang islam harus emmiliki
sifat syukur, dermawan, tawakkal, dan ikhlas. Dengan memiliki sifat dermawan,
manusia satu dengan yang lain dapat saling menolong mencukupi kebutuhan bagi yang
kekurangan. Dengan tawakkal dan ikhlas, manusia menjadi tidak sombong karena
selalu mengharap ridho dari Allah SWT.
A. SYUKUR

Bersyukur kepada Allah hakikatnya adalah mengakui bahwasanya segala
kenikmatan yang ada pada diri kita dan semua makhluk ciptaan-Nya adalah berasal dari
Allah.
1. PENGERTIAN SYUKUR

Secara bahasa syukur berarti pujian bagi orang yang telah memebrikan
kebaikan, atas kebaikannya tersebut (menurut al-jauhari). Sedangkan pengertian
bersyukur dalam agama adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya
dengan lisan, yaiitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah
diberi nikmat dengan

3

hati, yaitu dengan persaksian dan kecintaan kepada Allah dan dengan anggota badan
yaitu dengan kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.

Lawan dari syukur adalh kufur nikmat, yaitu tidak mau untuk menyadai atau
bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan adalah dari Allah SWT. Sebagai
orang beriman hendaknya kita tidak boleh kufur nikmat. Sebaiknya kita harus pandai
mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan dengan tulusa dan lapang dada.
‘perbanyak syukur agar tidak kufur”.
2. DALIL TENTANG SYUKUR

Allah memerintahkan kepada manusia agar senantiasa bersyukur
kepada-Nya dan melarang manusia ingkar kepada-Nya. Hal itu sesuai firman allah
berikut :

ْࣖٓ‫َفا ْذ ُك ُر ْوِن ْٓيَْْٓا ْذ ُك ْرُك ْمْٓ َوا ْش ُك ُر ْوآِْل ْيْٓ َوََلْٓ َت ْك ُف ُر ْو ِن‬

Artinya : “Maka ingatlah kepadaKu, akupun akan ingat kepadamu, Bersyukurlah
kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” QS. Al-baqoroh: 152
3. TANDA-TANDA ORANG BERSYUKUR

Orang beriman akan sellau mensyukuri nikmat Allah, tanda-tanda orang
bersyukur yaitu :
a. Mengakui, memahami serta menyadri bahwa Allah-lah yang telah memeberikan
nikmat
b. Menggunakan nikmat tersebut untuk beribdah dan taat menjalankan ajaran agama.
Adapun cara-cara mensyukuri nikmat allah antara lain sebagai berikut :
a. Mensyukuri nikmat dengan hati. Maksudnya adalah mengakui, mengimani dan
meyakini bahwa segala bentuk kenikmatan ini datangnya hanya dari Allah.

b. Mensyukuri nikmat Allah dengan lisan. Dengan cara memperbanyak ucapan
alhamdulillah, wasyukrulillah.

4

c. Mensyukuri nikmat Allah dengan perbuatan kita, taitu dengan cara menjalankan
segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

B. DERMAWAN

Setiap orang yang beriman hendaknya memiliki sifat dermawan. Ajaran islam
mengajarkan setiap mukmin yang satu dengan mukmin lainnya hendaknya saling
membantu dan peduli.
1. PENGERTIAN DERMAWAN

Menurut bahasa dermawan adalah kemurahan hati atau kebaikan hati terhadap
sesama manusia. Menurut istilah, dermawan adalah perbuatan seseorang yang
memiliki sifat terpuji dengan kebaikan hati terhadap sesama manusia.

Sifat dermawan merupakan himpunan dari kebaikan kemurahan kekaayaan jiwa
dan keutamaan. Orang dermawan biasanya senantiasa mencurahkan kebaikan kepada
siapa pun yang membutuhkan ulur tangannya.
2. DALIL TENTANG DERMAWAN

3. ْ‫َوُي ْط ِع ُم ْو َنْٓال َّط َعا َمْٓ َع ٰلىْٓ ُح ِّب ٖهْٓ ِم ْس ِك ْي ًنآْ َّوَيِٓتْ ْي ًمآْ َّوَا ِس ْي ًرا ِا َّن َمآْ ُن ْط ِع ُم ُك ْمِْٓل َو ْج ِهْٓال ّٰل ِهْٓ ََلْٓ ُن ِرْي ُدْٓ ِٓمْ ْن ُك ْمْٓ َج َ ۤزا ًءْٓ َّوََلْٓ ُش ُك ْوًٓر‬
Artinya : “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin,
anak yatim dan orang yang ditawan, (sambil berkata), “ Sesunguhnya kami memberi
makanan kepadamu hanyalah karena mengharap keridaan Allah, kami tidak
mengharap balasan terima kasih dari kamu (QS. Al-Insam: 8-9)

Al Hasan r.a pernah ditanya, “Siapakah orang dermawan itu?” Bleiau
menjawab “ Yaitu orang yang seandainya dunia ditangannnya maka ia akan

5

menafkahkannya kemudian setelah itu ia tidak melihat adanya hak baginya pada dunia
itu.”

Hal itu terjadi karena kebaikan, kemurahan hati dan keutamaan yang
menghiasi dirinya bersumber dari keimanan yang ebnar dan niat yang ikhlas dalam
beramal sehingga jiwanya bersih dan hatinya bersinar. Dengan jiwa yang bersih dan
sinar hatinya menyebabkan kekikiran lenyap dan yang muncul kepermukaan adalah
kasih sayang, kemurahan hati, dan kedermawaan.

4. HIKMAH DERMAWAN
Orang-orang yang dermawan memiliki krbaikan, kemurahan hati, keimanan dan

keikhlasan. Diantara hikmah dermawana antara lain :

a. Menjadi manusia yang dicintai Allah
b. Dekat dengan Allah, dekat dengan manusia dan jauh hari neraka
c. Mengantarkan pelakunya masuk surga, Rasulullah SAW pernah bersabda yang
artinya “kedermawaan adalah pohon yang kukuh disurga. Seseorang tidak akan masur
surga kecuali orang yang dermawan. Kebakhilan adalah pohon neraka. Seorang tidak
akan masuk neraka kecuali keran kebakhilannya’. Allah akan memberikan pahala dan
menggantinya harta yang ia dermakan dengan yang lebih baik dan lebih banyak
d. Allah akan menutup aib-aibnya

Sebagai hamba Allah Swt, dan umat Rasululah saw, hendaknya kita sellau
berusaha menanamkan dan menumbuhkan sifat kedermawaan pada diri kita. Caranya
adalah dengan melatih dan membiasakan diri mendermakan apa yang kita bisa dan
miliki kepada siapapun yang membutuhkan ulur tangan. Hal itu disebabkan akhlak itu
dapat melekat dan menghiasi diri ita dengan latihan dan pembiasaan diri.

C. TAWAKKAL (BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH)

6

Setiap orang yang beriman hendaknya memiliki sifat tawakkal. Ajaran islam
mengajarkan setiap mukmin bertawakkal kepada Allah. Setelah melakukan usaha
dengan keras. Berikut ini akan diabahas tentang pengertian, dalil, dan contoh sifat
tawakkal.
A. PENGERTIAN TAWAKKAL

Secara bahasa tawakkal berasal dari kata kerja “tawakkala” artinya bersandar
atau berserah diri. Menurut istilah, tawakkal adalah suatu sikap mental seseorang yang
merupakan hasil dari keyakinannya yang bulat kepada Allah swt. Karena didalam
tauhid ia meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan segala-galanya, termasuk
pengetahuan yang didapatnya.

Menurut Imam Al-Ghozali tawakkal adalah menyandarkan diri kepada Allah
swt, tatkala menghadapi sesuatu kepentingan, bersandar kepada-Nya dalam waktu
kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana, disertai jiwa yang tenang dan hati yang
tentram.

Menurut Abu Zakaria Ansari, tawakkal adalah keteguhan hati dalam
menyerahkan ususan kepada orang lain, Sifat ini demikian itu terjadi sesudah timbul
rasa percaya kepada orang lain yang diserahi urusan. Artinya ia betul-betul mempunyai
sifat amanah terhadap apa yang diamanahkan dan ia dapat memeberikan rasa aman
terhadap orang yang memberikan amanat tersebut.
B. DALIL NAQLI TENTANG TAWAKKAL

Barang siapa mengenal dan yakin Allah swt ar-Rahman (maha pengasih), ar-
Rahim (Maha Penyayang), al-Aziz (Maha Perkasa), al-Hakim (Maha bijaksana), al-
Hayyu (Maha Hidup).

7

Al-Qur’an sering kali mengaitkan perintah tawakkal dengan nama-nama dan
siat-sifat Allah diatas. Allah berfirman sebagai berikut:
ْٓ‫ََفع ِبَ َزْممآْ ََرتْْٓح َفَ َمت ٍَةٓوَّْك ِّم ْلَْٓنَْٓاع َللّْٰٓل ِىهِْْٓٓاللّْٰٓنْل ِ َهْٓٓتِْْٓاَل َُّنهْْٓاملٓ ّْٰۚٓٓلْْ ََهوَْٓل ُيْوِْٓ ُحك ْنُّبَْٓاتْٓلْ َُفم ًَّت َظوآِّكْ ِلَْغيِل َْٓيْن َظْٓا ْل َق ْل ِبْٓ ََل ْن َف ُّض ْوآْ ِم ْنْٓ َح ْوِل َكْْٓۖٓ َفا ْع ُفْٓ َع ْن ُه ْمْٓ َوا ْس َت ْغ ِف ْرْٓ َل ُه ْمْٓ َو َشا ِْٓوْر ُه ْمْٓ ِفىْٓا ْْ َل ْم ِْٓۚرْٓ َفِا َذا‬

Artinya : “Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah
ampunan untuk mereka dan musyawarahkanlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah,
Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal. (QS. Ali Imran: 159).

C. CONTOH TAWAKKAL
Sebuah contoh tawakkal yang tepat adalah seseorang yang meletakkan sepeda

motor di muka rumah, setelah dikunci rapat, barulah ia bertawakkal. Pada zaman
rasululah ada seorang sahabat yang meninggalkan untanya tanpa diikat terlebih dahulu.
Ketika ditanya, mengapa tidak diikat? Ia menjawab, “ saya benar-benar bertawakkal
kepada Allah. “ Nabi Muhammad. Nabi Muhammad tidak membenarkan jawaban
tersebut, kemudian Beliau bersabda “ Ikatlah dan setelah itu bolehlah engkau
bertawakkal.

D. IKHLAS

Setiap orang yang beriman hendaknya memiliki sifat ikhlas. Ajaran islam
mengajarkan agar setiap mukin memiliki sifat ikhlas. Hal itu disebabkan karena kunci

8

diterimanya amal ibadah seseorang adalah sifat ikhlas hanya karena Allah swt. Berikut
ini tentang pengertian, dalil, dan contoh sifat ikhlas.
A. PENGERTIAN IKHLAS

Menurut istilah ikhlas berarti menghendaki keridaan Allah dalam suatu amal
membersihkannya dari segala individu maupun duniawi. Tidak ada yang melatar
belakangi suatu amal, kecuali karena Allah swt dan demi hari akhirat.

Al-Izz bin Abdus Salam berpendapat bahwa ikhlas adalah seorang mukallaf
melaksanakan ketaatan semata-mata karena Allah. Dia tidak berharap pengagungan dan
penghormatan manusia dan tidak pula berharap manfaat dan menolak bahaya.

Al-Harawi mengatakan bahwa ikhlas adalah membersihkan amal dari setiap
noda atau seorang yang tidak mencari prhatian dihati manusia dalam rangka
memperbaiki hatinya di hadapan Allah swt dan tidak suka seandainya manusia sampai
memperhatikan amalnya, meskipun hanya seberat biji sawi.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Usaimin menjelaskan tentang seorang yang
beribadah kepada Allah ettapi ada tujuan lain. Beliau membaginya menjadi 3 golongan
yaitu sebagai berikut:

Pertama : Seorang bermaksud untuk taqarrub kepada selain Allah dalam
ibadahnya untuk mendapat sanjungan dari orang lain. Menurut beliau perbuatan seperti
itu membetalkan amalanya dan termasuk perbuatan syirik.

Kedua : Seorang yang ibadahnya dimaksudkan untuk mencapai tujuan duniawi
seperti ingin menjadi pemimpin, mendapatkan kedudukan, atau harta tanpa bermaksud
untuk taqarrub kepada Allah. Perbedaan anatara golongan pertama dan kedua ini adalah
jika golongan pertama bermaksud agar mendapat sanjungan dari ibadahnya kepada
selain Allah sedangkan golongan kedua tidak bermaksud agar dia disanjung sebagai
ahli ibadah kepada Allah dan dia tidak ada kepentingan dengan sanjungan menusia
keran perbuatannya.

Ketiga : Seorang yang dalam ibadahnya bertujuan untuk taqarrub kepada Allah
sekaligus untuktujuan duniawi dan akan diperoleh.

B. DALIL NAQLI TENTANG IKHLAS

9

ْ‫ُق ْلِْٓا َّنْٓ َص ََل ِت ْيْٓ َوُن ُس ِك ْيْٓ َو َم ْح َيا َيْٓ َو َم َما ِت ْيِْٓلّٰٓلْ ِهْٓ َر ِّبْٓا ْل ٓعْ َل ِم ْي َْٓن ََلْٓ َش ِرْي َكْٓ َل ٓهْْٓ ْۚٓۚ َو ِب ٓذْ ِل َكُْٓا ِم ْر ُتْٓ َوَا َنْٓآَْا َّو ُلْٓا ْل ُم ْ ٓسْ ِل ِم ْي َٓن‬

Artinya : “Katakanlah (Muhammad), “ Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan
matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan
demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama
berserah diri (muslim). (QS. Al-An’am: 162-163)

C. CONTOH IKHLAS
Salah satu contoh perbuatan ikhlas adalah orang yang bersedekah dengan

sembunyi-sembunyi karena takut dilihat oleh orang lain. Ia bersedekah tanpa
mengundang wartawanatau banyak orang. Ia takut kalau darinya dikatakan sebagai
seorang yang dermawan.

Contoh diatas berbeda dengan seorang alim yang selalu salat disaf yang paling
depan. Suatu hari ia datang terlambat sehingga ia mendapat salat di saf kedua. Di dalam
benaknya terbesit malu kepada para jamaah lain yang melihatnya. Pada saat itulah ia
menyadari bahwa sebenarnya kesenangan dan ketenangan hatinya ketika salat di saf
pertama pada hari-hari sebelumnya disebbakan karena ingin dilihat orang lain. Ini
adalah contoh ikhlas yang salah karena ibadahnya ingin dilihat oleh orang lain. Jika ia
sadar maka segera bertobat kepada Allah Swt, dan menata niat setiap kali akan salat
agar tidak salah niat. Karena sesungguhnya seluruh amal ibadah kita hanya diniatkan
untuk Allah.

D. PERILAKU ORANG YANG BERSYUKUR, DERMAWAN, TAWAKKAL,
DAN IKHLAS

Orang yang telah terbiasa bersyukur, dermawan, tawakkal dan ikhlas memiliki
sikap-sikap berikut:
1. Selalu yakin bahwa smeua rezeki yang kita terima berasal dari Allat Swt.
2. Selalu berinfak, bersedekah, dan menolong orang lain
3. Jarang mengeluh karena semuanya sudah ditetapkan oleh Allah swt
4. Suka bekerja keras dan selalu menggantungkan diri kepada Allah Swt
5. Beribadah hanya karena Allah Swt

10

E. TAMRINAT (LATIHAN SOAL)
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d dan e didepan jawaban yang paling
benar!
1. Pujian bagi orang yang memberikan kebaikan atas kebaikannya tersebut, menurut
Al-jauhari adalah pengertian dari…

a. Syukur
b. Kufur
c. Ibadah
d. Amanah
e. Tawakkal

2. Setelah bekerja keras orang yang menyerahkan hasilnya kepada Allah, disebut
a. Kufur
b. Tawakkal
c. Amanah
d. Ibadah
e. Syukur

3. Lawan syukur adalah…
a. Khianat
b. Kufur
c. Jujur
d. Mujur
e. Maksiat

4. Yang tidak termasuk cara mensyukuri nikmat Allah adalah…
a. Mensyukuri nikmat Allah melalui hati

b. Mensyukuri nikmat Allah melalui lisan
c. Mensyukuri nikmat Allah melalui perbuatan
d. Mesnsyukuri nikmat Allah melalui tingkah laku
e. Mensyukuri nikmat Allah melalui berfoya-foya

11

5. Syarat dermawan Adalah…
a. Ikhlas
b. Tamak
c. Kaya

d. Amanah
e. Istiqamah

6. Dianta tanda-tanda orang yang bersyukur adalah…
a. Orang yang bersyukur akan menunjukkan dalam bentuk ketaatan kepada Allah
b. Orang yang bersyukur akan melaksanakan perintah Allah
c. Orang yang bersyukurakan rela melaksanakan perintah Allah
d. Orang yang bersyukur akan pasrah kepada Allah
e. Orang yang bersyukur akan ridho dengan apa yang diberikan Allah

7. Keutamaan bagi orang yang dermawan adalah…
a. Jauh dari Allah, dekat denagn manusia
b. Jauh dari manusia, dekat dengan Allah
c. Dekat dengan Allah, dekat dengan manusia
d. Dekat dengan manusia, jauh dengan Allah

8. Tawakkal berasal dari bahasa Arab yang berarti…
a. Bersandar
b. Berjalan
c. Berlari
d. Berteduh
e. Bersemayam

9. Ikhlas ialah membersihkan amal dari setiap noda. Pengertian tersebut menurut…
a. Abu Usman
b. Al-Harawi
c. Syekh Muhammad bin Shalih Usaimin
d. Al-Izz bin Abdus Salam
e. Yazid bin Abdul Qodir
12

10. Di antara macam akhlak terpuji adalah…
a. Syukur, dermawan, tawakkal dan ikhlas
b. Dermawan, qana’ah, riya’ dan tawakkal
c. Syukur, bakhil, ikhlas, dan dermawan
d. Dermawan, syukur, ujub, dan qona’ah
e. Ikhlas, syukur, riya’, ujub dan tawakkal

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jawaban yang benar!
1. Sebutkan macam-macam akhlak terpuji
2. Jelaskan pengertian syukur menurut istilah!
3. Jelaskan pengertian dermawan!
4. Sebutkan keutamaan sifat dermawaan!
5. Berilah contoh tawakkal dan ikhlas!
6. Apa yang dimaksud syukur?
7. Jelaskan pengertian dermawan dan contohnya!
8. Jelaskan pengertian ikhlas dan contohnya!
9. Jelaskan pengertian tawakal menurut bahasa dan istilah!
10. Tuliskan dalil naqli tentang syukur, dermawan, ikhlas dan tawakkal beserta
artinya!

13

DAFTAR RUJUKAN
Handono, Aris Mustofa, Zaenuri Siroj, Meneladani Akhlak Untuk Kelas XI Madrasah Aliyah
Program Keagamaan, Solo: tiga serangkai Pustaka Mandiri, 2017.

14

15


Click to View FlipBook Version