KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji syukur saya panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena atas
limpahan rahmat dan hidayat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Bahan Ajar
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII yang membahas tentang Bentuk – Bentuk
Mobilitas Sosial.
Materi ajar ini disusun berdasarkan materi berbasis masalah agar nantinya
sesuai dengan pembelajaran abad 21. Dalam bahan ajar ini termuat capaian
pembelajaran agar mempermudah peserta didik dalam memahami materi. Selain itu
pada bahan ajar ini juga terdapat petunjuk belajar yang nantinya mempermudah
peserta didik.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah
membantu, terutama dosen pembimbing, Guru Pamong admin dan panitia PPG
dalam Jabatan Universitas Negeri Makassar tahun 2021. Penulis menyadari dalam
pembuatan bahan ajar ini masih banyak kekurangan, untuk itu penulis berharap
kritik dan saran yang bersifat membangun. Penulis berharap materi ajar ini dapat
memberikan manfaat.
Singkawang, Agustus 2021
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR......................................................................................... iii
BENTUK – BENTUK MOBILITAS SOSIAL ............................................... 1
A. Pendahuluan
1. Deskripsi Singkat................................................................................ 1
2. Petunjuk Belajar ................................................................................. 1
B. Capaian Pembelajaran
1. Kompetensi Inti .................................................................................. 2
2. Kompetensi Dasar .............................................................................. 2
3. Indikator ............................................................................................. 2
4. Tujuan Pembelajaran .......................................................................... 3
MATERI
A. Bentuk Bentuk Mobilitas Sosial Vertikal ............................................... 6
B. Bentuk Bentuk Mobilitas Horizontal ...................................................... 8
RANGKUMAN ................................................................................................. 11
LATIHAN SOAL .............................................................................................. 12
KUNCI JAWABAN .......................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 15
ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Presiden Joko Widodo.................................................................... 4
Gambar 2. Perbedaan Mobilitas Vertikal Naik dan Turun......................................... 7
iii
A. PENDAHULUAN
1. Deskripsi Singkat
Mobilitas sosial dapat diartikan sebagai perpindahan status sosial
individu, keluarga, atau kelompok dalam sebuah ruang sosial, setiap
manusia pasti melakukan mobilitas sosial baik itu yang bersifat vertikal
maupun horizontal. Pada bahan ajar ini kita akan mempelajari bentuk bentuk
mobilitas sosial diantarnya ada mobilitas sosial vertikal naik, mobilitas
sosial turun dan mobilitas sosial horizontal serta contoh contoh mobilitas
sosial yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Setelah
membaca dan memahami materi ini, silahkan untuk mengerjakan tugas
individu dilanjutkan membaca rangkuman dan mengerjakan latihan soal
yang terdapat pada bahan ajari ini.
2. Petunjuk Belajar
a. Bacalah dengan cermat setiap uraiaan materi yang ada.
b. Pahami setiap istilah yang terdapat pada materi ajar ini.
c. Tandailah materi materi yang anda anggap penting.
d. Baca bagian rangkuman materi untuk lebih memahami materi.
e. Untuk memperluas wawasan, bacalah dari sumber sumber lain yang
relevan.
f. Selesaikan tugas yang ada pada bahan ajar ini untuk mengetahui
tingkat pemahaman anda.
B. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran adalah suatu ungkapan tujuan pendidikan,
yang merupakan suatu pernyataan tentang apa yang diharapkan diketahui,
dipahami, dan dapat dikerjakan oleh peserta didik setelah menyelesaikan
suatu periode belajar, bagian ini pada materi aja ini akan membahas tentang
Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Indikator.
1
1. Kompetensi Inti
a. Kompetensi Inti 3 ( Pengetahuan )
Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya; terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.
b. Kompetensi Inti 4 ( Keterampilan )
Mengolah, menyajikan dan menalar dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat)
dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar,
dan mengarang); sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
2. Kompetensi Dasar
3.2 Menganalisis pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang
berbeda terhadap kehidupan sosial dan budaya serta
pengembangan kehidupan kebangsaan.
4.2 Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh interaksi sosial
dalam ruang yang berbeda terhadap kehidupan sosial dan
budaya serta pengembangan kehidupan kebangsaan.
3. Indikator Pencapaian Kompetensi
Pengetahuan
IPK Pendukung
3.2.1 Menyimpulkan pengertian mobilitas sosial menurut para ahli
(C4)
IPK Kunci
3.2.2 Menganalisis bentuk – bentuk mobilitas sosial vertikal. (C4)
3.2.3 Menganalisis bentuk – bentuk mobilitas sosial horizontal.
(C4)
2
IPK Pengayaan
3.2.4 Memprediksi bentuk bentuk mobilitas sosial yang ada di
lingkungan sekitar (C5).
Keterampilan
Menyajikan laporan hasil analisis tentang bentuk bentuk –
4.2.1 bentuk mobilitas sosial (P3)
4. Tujuan Pembelajaran
Setelah melaksanakan pembelajaran dengan model Problem Based
Learning dan mengamati vidio melalui Google Meet peserta didik
mampu:
a. Menganalisis bentuk – bentuk mobilitas sosial vertikal dengan
benar dan tepat.
b. Menganalisis bentuk – bentuk mobilitas sosial horizontal dengan
benar dan tepat.
c. Menyajikan laporan hasil analisis bentuk bentuk mobilitas sosial
dengan penuh tanggung jawab.
3
MATERI
A. BENTUK – BENTUK MOBILITAS SOSIAL
Adanya mobilitas sosial memungkinkan seorang individu atau kelompok
untuk menaikkan status sosialnya di kalangan masyarakat. Sebaliknya, bisa
juga individu atau kelompok tersebut malah turun status sosialnya jika terjadi
suatu hal tertentu. Banyak sekali orang zaman sekarang berlomba lomba untuk
menaikan status sosialnya dengan berbagai cara dengan tujuan nya adalah
untuk meningkatkan kesejahteraan kita contohkan saja para youtuber yang
membuat konten-konten agar viral yang nantinya bisa di kenal banyak orang
dan dapat meningkatkan status sosial, lantas apa pengertian mobilitas sosial
dan apa saja bentuk bentuk mobilitas sosial mari kita bahas pada materi
dibawah ini
1. Pengertian Mobilitas Sosial
Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis, yang berarti mudah
dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.
Kata sosial pada istilah tersebut mengandung makna seseorang atau
sekelompok warga dalam kelompok sosial. Mobilitas sosial adalah
perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain. Seseorang yang mengalami perubahan kedudukan
(status) sosial dari suatu lapisan ke lapisan lain baik menjadi lebih tinggi
maupun menjadi lebih rendah dari sebelumnya atau hanya berpindah peran
tanpa mengalami perubahan kedudukan disebut mobilitas sosial
(kemendikbud,20017:82).
Contoh mobilitas sosial dalam kehidupan masyarakat, misalnya
seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih
pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang;
seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil, lalu
membuka usaha lain, namun gagal dan akhirnya jatuh miskin. Dalam
mobilitas sosial, selain terjadi perubahan dari strata bawah ke strata atas,
juga terjadi perubahan dari strata atas ke strata bawah. Mobilitas sosial dapat
4
berupa pergerakan sosial ke atas, tetapi juga pergerakan sosial ke bawah
(kemendikbud,2017:84)
2. Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli
Beberapa pengertian mobilitas sosial menurut para ahli (Bitar:2021):
1) Henry Clay Smith (1968).
Menurut Henry Clay Smith mobilitas sosial adalah gerakan dalam
struktur sosial (gerakan antarindividu dengan kelompoknya).
2) Haditono (1991).
Menurut Haditono mobilitas sosial adalah perpindahan seseorang atau
kelompok dari kedudukan yang satu ke kedudukan yang lain, tetapi
sejajar.
3) Paul B. Horton dan Chester L. Hunt (1992).
Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt mobilitas sosial adalah
suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lain.
4) David Jary dan Julia Jary (1991).
David Jary dan Julia Jary mendefinisikan mobilitas sosial yakni:
dapat dijelaskan bahwa pergerakan individu, kadang-kadang
kelompok antara posisi berbeda dalam hierarki stratifikasi sosial pada
masyarakat.
5) Soerjono Soekanto.
Menurut Soerjono Soekanto menyatakan bahwa mobilitas sosial
ialah suatu gerak dalam struktur sosial yakni pola tertentu yang
mengatur organisasi suatu kelompok sosial
6) H. Edward Ransford
Menurut H. Edward Ransford menyatakan bahwa mobilitas sosial
ialah suatu perpindahan ke atas atau kebawah dalam lingkungan sosial
secara hirarki
7) Robert M.Z. Lawang.
Menurut Robert .M.Z. Lawang menyatakan bahwa mobilitas sosial
ialah perpindahan posisi dari lapisan yang satu ke lapisan yang lainnya
atau dari satu dimensi ke dimensi yang lainnya
5
8) Horton Dan Hunt
Menurut Horton dan Hunt menyatakan bahwa mobilitas sosial
yaitu suatu gerak perpindahan dari suatu kelas sosial ke kelas sosial
yang lainnya
9) Kimball Young Dan Raymond W. Mack
Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack menyatakan bahwa
mobilitas sosial ialah suatu mobilitas dalam struktur sosial,
diantaranya pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu
kelompok
10) Wiliam Kornblum
Menurut Wiliam Kornblum menyatakan bahwa mobilitas sosial ialah
sebuah perpindahan individu-individu, keluarga-keluarga, dan
kelompok sosial serta satu lapisan ke lapisan sosial lainnya
B. BENTUK MOBILITAS VERTIKAL
Mobilitas sosial vertikal adalah peralihan individu dari suatu
kedudukan sosial ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat sehingga
menyebabkan terjadinya perubahan status sosial. Mobilitas ini terbagi menjadi
mobilitas vertikal ke atas (social climbing) dan mobilitas vertikal ke bawah
(social sinking) (Kumparan:2020).
1. Mobilitas Sosial Vertikal ke Atas (Social Climbing)
Mobilitas Sosial Vertikal ke Atas (social climbing) adalah
mobilitas sosial yang terjadi karena adanya peningkatan status atau
kedudukan seseorang dari status sosial rendah ke yang lebih tinggi.
Contoh mobilitas sosial vertikal social climbing ialah ketika seorang
karyawan berhasil bekerja dan menghasilkan prestasi baik, kemudian
diangkat jadi kepala bagian, lalu manajer, hingga mencapai posisi
direktur di suatu perusahaan.
6
Kesuksesan mereka yang menduduki jabatan kepala daerah,
menteri atau presiden juga contoh dari mobilitas sosial ke atas.
Keberhasilan Presiden Joko Widodo, yang lahir dari keluarga biasa
serta kemudian meniti
karier sebagai pengusaha
mebel, lalu menjadi Wali
Kota Solo dan lantas
Gubernur DKI Jakarta,
hingga akhirnya menjabat
posisi kepala negara adalah Sember : https://www.tribunnews.com/tag/joko-
contoh dari mobilitas sosial. Gambar 1: Presiden Jokowi
2. Mobilitas Sosial Vertikal ke Bawah (Social sinking)
Mobilitas Sosial Vertikal ke Bawah (Social sinking) adalah
proses penurunan status atau kedudukan seseorang. Di banyak kasus,
social sinking berisiko memicu gejolak kejiwaan bagi seseorang karena
ada perubahan pada hak dan kewajibannya.
Contoh mobilitas sosial vertikal turun (social sinking) adalah
ketika seorang pejabat di suatu lembaga harus diturunkan pangkatnya
karena melanggar aturan sehingga ia menjadi pegawai biasa. Contoh
lainnya adalah saat seorang karyawan kantor yang ketahwan korupsi
dipecat dari pekerjaan dan menjadi pengangguran (Kumparan:2020).
Sember : https://www.ruangguru.com/blog/mobilitas-sosial-bentuk-dan-faktor
Gambar 1: Perbedaan Mobilitas Vertikal Naik dan Turun
7
C. BENTUK MOBILITAS SOSIAL HORIZONTOL
Horizontal diartikan sebagai terletak pada garis atau bidang yang sejajar
dengan horizon atau garis datar. Secara singkat, horizontal berarti mendatar.
Lalu apa yang dimaksud dengan mobilitas sosial horizontal? Dalam mobilitas
sosial, mobilitas yang terjadi secara horizontal berarti perpindahan status sosial
yang dimiliki seseorang atau kelompok, namun pada lapisan atau tingkat yang
sama. Ini artinya, seseorang dalam sebuah kelompok sosial yang mengalami
mobilitas sosial horizontal tetap berada pada lapisan yang sama atau sederajat.
Sifat dari status sosial mobilitas horizontal ini memiliki sifat yang lebih
stabil. Contoh seseorang yang mengalami status sosial horizontal misalnya
seorang pedagang.Tadinya, seseorang yang merupakan pedagang ayam bakar
berubah menjadi pedagang bakso, karena berjualan ayam bakar dianggap tidak
memberikan keuntungan yang besar (Tyas Wening:2020).
8
TUGAS INDIVIDU
AKTIVITAS INDIVIDU
Kerjakan tugas di bawah ini dengan mengisi kolom yang sudah ada...
No Bentuk Mobilitas Contoh
1 Vertikal Naik
2 Vertikal Turun
3 Horizontal
TUGAS KELOMPOK
AKTIVITAS KELOMPOK
1. KELOMPOK 1
1. Bagaimana mobilitas vertikal naik bisa terjadi
2. Mengapa seseorang bisa mengalami Mobilitas
vertikal naik
3. Bagaimana bentuk mobilitas vertikal naik di
lingkungan kalian
AKTIVITAS KELOMPOK
2. KELOMPOK 2
1. Bagaimana mobilitas vertikal turun bisa terjadi
2. Mengapa seseorang bisa mengalami Mobilitas
vertikal turun
3. Bagaimana bentuk mobilitas vertikal turun di
lingkungan kalian
9
AKTIVITAS KELOMPOK
3. KELOMPOK3
1. Bagaimana mobilitas horizontal bisa terjadi
2. Mengapa seseorang bisa mengalami Mobilitas
horizontal
3. Bagaimana bentuk horizontal turun di lingkungan
kalian
10
RANGKUMAN
Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok
orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. Seseorang yang mengalami
perubahan kedudukan (status) sosial dari suatu lapisan ke lapisan lain baik menjadi
lebih tinggi maupun menjadi lebih rendah dari sebelumnya atau hanya berpindah
peran tanpa mengalami perubahan kedudukan disebut mobilitas sosial. Mobilitas
sosial di bagi menjadi dua yaitu mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal.
Mobilitas sosial vertikal adalah peralihan individu dari suatu kedudukan
sosial ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat sehingga menyebabkan
terjadinya perubahan status sosial. Mobilitas ini terbagi menjadi mobilitas vertikal
ke atas (social climbing) dan mobilitas vertikal ke bawah (social sinking).
Sedangkan mobilitas horizontal berarti perpindahan status sosial yang dimiliki
seseorang atau kelompok, namun pada lapisan atau tingkat yang sama. Ini artinya,
seseorang dalam sebuah kelompok sosial yang mengalami mobilitas sosial
horizontal tetap berada pada lapisan yang sama atau sederajat.
11
SOAL LATIHAN
1. Ayesha anak dari keluarga yang kaya raya, apa pun yang di inginkan selalu
terpenuhi. Suatu ketika perusahaan orang tua Ayesha mengalami kerugian yang
sangat besar dan perusahaan nya mengalami kebangkrutan, semua harta bendanya
disita oleh pihak bank dan hanya menyisakan rumah sederhana, seketika itu
kehidupan Ayesha berubah menjadi serba kekurangan. Mobilitas sosial yang di
alami oleh ayesha adalah....
A. Horizontal
B. Vertikal Naik
C. Vetikal Turun
D. Statis
2. Di kota singkawang terdapat keluarga yang sangat sederhana, seorang pemuda
bernama Altha tumbuh di keluarga tersebut, walaupun dalam kehidupan yang
sederhana tapi Altha selalu berbakti kepada orang tuanya dan bercita – cita ingin
sukses agar bisa membanggakan orang tua, berkat kerja kerasnya Altha berhasil
berhasil lulus Akmil TNI AD. Atas kelulusan itu orang tua Altha begitu bangga
dengan anaknya. Pada kisah tersebut mengalami mobilitas sosial....
A. vertikal Naik
B. Vertikal Turun
C. Dinamis
D. Horizontal
3. Perhatikan contoh mobilitas berikut:
1) Setelah lulus SMA, Herry melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum
UNDIP.
2) Ibu Siti pindah tugas ke daerah asal karena ingin mendekati orang tuanya.
12
3) Poniman seorang staf dipromosikan menjadi kepala bagian di kantornya.
4) Tomy, seorang pelajar ikut dalam program pertukaran siswa ke Malaysia.
Dari pernyataan pernyataan di atas yang merupakan mobilitas vertikal adalah ....
A. 2 dan 4
B. 2 dan 3
C. 1 dan 2
D. 1 dan 3
4. Pak Budi seorang Guru di MAN Kota Singkawang, suatu ketika Pak Budi Lulus
PPG dan mendapatkan sertifikat pendidik mapel IPS, karena di MAN tidak ada
mapel IPS kemudian pak Budi mutasi ke MTsN Singkawang. Mobilitas yang di
alami pak Budi adalah....
A. Vertikal Naik
B. Vertikal Turun
C. Horizontal
D. Dinamis
5. Salah satu cara masyarakat melakukan mobilitas horizontal berdasarkan tampak
pada peristiwa...
A. Andika pindah sekolah dari SMA 1 Singkawang ke SMA 1 Pontianak karena
mengikuti ayahnya tugas
B. Sulastri berpindah dari desa ke kota untuk meningkatkan penghasilan.
C. Bu Mira sekeluarga pindah ke apartemen sejak suaminya menjabat sebagai
direktur perusahaan
D. Ida menjadi artis setelah menikah dengan artis top Indonesia
13
KUNCI JAWABAN
1. B
2. B
3. D
4. C
5. A
Nilai = Perolehan Skor x 100
Skor Maksimal
14
DAFTAR PUSTAKA
Bitar(2021).Mobilitas Sosial. https://www.gurupendidikan.co.id/mobilitas-sosial/
diakses 11 Agustus 2021
Kemendikbud. 2017.Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,Kemendikbud
Tyas Wening(2020).Bentuk Bentuk Mobilitas Sosial.
https://bobo.grid.id/read/082417891/mobilitas-sosial-terbagi-dalam-dua-jenis-
mobilitas-sosial-horizontal-dan-vertikal-ketahui-perbedaan-keduanya?page=all
Diakses 11 Agustus 2021
https://kumparan.com/berita-hari-ini/mobilitas-sosial-definisi-jenis-dan-contohnya-
1uhs4i1m5IH/full 2020 Diakses 11 Agustus 2021
15