Pengertian LED | Sejarah, Fungsi, Cara
Kerja, DLL
● 1 Pengertian LED (Light Emitting Diode)
● 2 Sejarah Teknologi Lampu LED (Light Emitting Diode)
● 3 Simbol Dan Bentuk LED (Light Emitting Diode)
● 4 Fungsi LED (Light Emitting Diode)
● 5 Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)
● 6 Warna Warna Pada lampu LED
● 7 Kelebihan Dan Kekurangan Lampu LED
○ 7.1 Kelebihan Lampu LED
○ 7.2 Kekurangan Lampu LED
● 8 Mengetahuni Polaritas Pada Lampu LED
● 9 Tegangan Maju Pada Lampu LED
● 10 5 Manfaat Lampu LED Dalam Kehidupan Sehari-hari
○ 10.1 Menyukai ini:
IMRAN-X ELIN-13
Pengertian LED (Light Emitting Diode)
Source: Google – pengertian LED
Apa itu LED?? LED merupakan singkatan dari l ight emitting diode y aitu suatu
semi-konduktor yang mengeluarkan/memancarkan satu warna cahaya
(monokromatik) dengan bentuk cahaya elektromagnetik (koheren) ketika
dialiri tegangan maju.
Warna yang dipancarkan dari lampu LED ini tergantung dari bahan yang
dipakai pada semi-konduktor, sehingga gejala ini disebut dengan
elektroluminesensi.
Lampu LED memiliki beragam warna yang dihasilkan tergantung dari
semi-konduktornya. Selain itu lampu LED juga bisa menghasilkan cahaya
ultraviolet atau cahaya yang tidak nampak oleh mata yaitu inframerah.
Bentuk LED yaitu seperti sebuah bohlam yang berukuran kecil, dan biasanya
lampu ini digunakan dalam keseharian kita di berbagai macam alat
elektronika.
berbeda dengan lampu bohlam yang mengeluarkan panas, lampu LED tidak
melakukan pembakaran filamen sehingga cahaya yang dihasilkan tidak
menimbulkan panas.
Sejarah Teknologi Lampu LED (Light Emitting Diode)
Source: Google – Pengertian LED
Sejarah awal penemuan teknologi LED ini dimulai dari seseorang yang
bernama H enry Joseph Round pada tahun 1907. Ia menemukan bahan
anorganik yang dapat menyala ketika dialirkan dengan arus listrik.
Pada tahun 1921, seorang ilmuan fisika rusia yang bernama O leg Lossew
yang menemukan putaran efek pada emisi cahaya. Hingga tahun 1947 ia bisa
menjelaskan perihal penemuan dan mempraktekkannya.
Pada tahun 1951, dikembangkan sebuah transistor dalam semikonduktor.
Pada tahun 1962, Nick Holonyak mengembangkan luminescense merah
pada dioda tipe GaAsP. Pada tahun inilah merupakan awal lahirnya teknologi
LED.
Pada tahun 1971, lampu LED dikembangkan dengan beragam warna seperti
orange, hijau, dan kuning. Selain itu kinerja dari LED ini semakin maju.
Pada tahun1993, ilmuan jepang menemukan LED yang mengeluarkan
cahaya biru dengan spektrum hijau (I nGan Diode).
Pada tahun 1995, LED yang berwarna putih dibuat.
Setelah itu teknologi LED semakin hari semakin maju dengan pengaplikasian
untuk berbagai kebutuhan, dan hingga saat ini LED sudah menjadi
kebutuhan.
Simbol Dan Bentuk LED (Light Emitting Diode)
Pengertian dari Simbol LED
Dalam dunia elektronika lampu LED digunakan untuk mengenali
komponen-komponen elektronika dengan warna-warna LED.
Simbol lampu LED memberikan ciri khas yang bisa langsung kita kenalidalam
skema rangkaian atau layout pcb.
DAri gambar di atas bisa kita lihat bahwa simbol LED memiliki dua kaki atau
kutub yang berbeda yaitu katoda dan anoda.
Simbol ini juga menunjukan bahwa rangkaian LED tidak boleh terbalik, jika
dipasang terbalik maka LED tidak bisa dialiri tegangan listik dan tidak akan
menghasilkan cahaya.
Fungsi LED (Light Emitting Diode)
Fungsi LED sangat banyak terutama dalam perangkat elektronik yang
digunakan sehari-hari, bahkan bukan hanya dalam dunia elektronika saja,
lampu led bisa digunakan untuk berbgai keperluan yang memerlukan LED
sebagai komponennya.
Fungsi lampu LED bisa kita temukan jika kita hubungkankan dengan
penggunaan sehari-hari, contohnya:
● LED berfungsi sebagai sensor i nfrared pada remote TV, remote AC,
dan remot-remot lainnya, bahkan smartphone juga memasang led ini
untuk fitur infrared-nya.
● Teknologi LED sudah banyak digunakan pada untuk layar monitor
komputer atau televisi.
● LED digunakan untuk lampu indikator atau petunjuk dalam rangkaian
elektronika dengan ragam warnanya.
● LED juga digunakan pada kendaraan bermotor sebagai lampu sen,
atau lainnya.
● dan masih banyak lagi penggunaan LED dalam kehidupan sehari-hari.
Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)
Karen LED (Light Emitting Diode) merupakan keluarga dari dioda yang terbuat
dari semi-konduktor, cara kerja dari LED ini yaitu hampir mirip dengan dioda
lainnya yang menggunakan dua kutub yaitu anoda (+) dan katoda (–) .
LED akan memancarkan cahaya apa bila dialiri dengan tegangan listrik maju
(bias forward) dari anoda ke katoda yang bisa digolongkan sebagai proses
transduser.
Chip yang terbuat dari semikonduktor yang di d roping (proses menmbahkan
impurty atau ketidakmurnian yang akan menghasilkan listrik) akan
menciptakan junction P dan N.
Warna Warna Pada lampu LED
Warna LED memiliki berbagai macam berdasarkan semi konduktornya dan
yang ada saat ini dan biasa digunakan diantaranya:
● Warna Merah,
● Warna Hijau,
● Warna Biru,
● Warna Kuning,
● Warna Jingga atau
● warna i nfrared.
Warna-warna diatas berbeda berdasarkn bahan panjang gelombangnya
(w avelengt) dan senyawa semi-konduktor yang digunakannya.
berikut adalah bahan dan senyawa semi-konduktor yang digunakan untuk
menghasilkan warna-warna tersebut:
Bahan Wavelenght Warna
Gallium Indium Nitride (GainN) 450nm Putih
Silicon Carbide (SiC) 430-505nm Biru
Allumunium Gallium Phosphide 550-570nm Hijau
(AlGaP)
Kuning
Gallium Arsenide Phosphide 585-595nm
Nitride (GaAsP:N) Jingga
Gallium Arsenide Phosphide 605-620nm Merah
Nitride (GaAsP)
Infra
Gallium Arsenide Phosphide 630-660nm merah
Nitride (GaAsP)
Gallium Arsenide (GaAs) 850-940nm
Kelebihan Dan Kekurangan Lampu LED
Sejak teknologi LED diperkenalkan kepada masyarkat, lampu-lampu
penerang yang biasanya menggunakan bohlam sekarang digeser oleh
tenknologi LED ini.
Meskipun lampu LED ini memiliki berbagai kelebihan, lampu ini juga masih
memiliki kekurangan yang harus diperbaiki.
Kelebihan Lampu LED
● Lampu yang menggunakan teknologi LED lebih hemat energi,
● Lebih aman,
● Awat atau tahan lama dibandingkan jenis lampu lain,
● Tidak memancarkan panas, sehingga faktor ini yang menjadikan lampu
ini hemat energi,
● Lebih terang.
Kekurangan Lampu LED
● Harga lampu LED terbilang mahal daripada lampu lainnya,
● Penggunaan lampu LED ini belum menyeluruh ke berbagai daerah
Mengetahuni Polaritas Pada Lampu LED
cara untuk melihat molaritas pada lampu LED yang terdapat pada terminal
Anoda (+) dan Katoda (–) yaitu dengan mengetahui ciri-ciri dari kedua
terminal itu ciri-cirinya sebagai berikut:
Ciri-ciri pada terminal Anoda (+):
● memiliki kaki yang lebih panjang,
● lead frame yang kecil.
Ciri-ciri pada terminal Katoda (–):
● memiliki kaki yang pendek,
● lead frame yang besar,
● posisinya terletak di sisi flat.
Tegangan Maju Pada Lampu LED
Setiap warna LED perlu dialiri dengan tegangan maju (f orward dias) supaya
bisa menghasilkan cahaya dengan warna yang diinginkan. Tegangan maju
juga memerlukan sebuah resistor sebagai pembatas arus dan tegangan,
supaya tidak ada kerusakan pad LED.
Selain itu LED yang dipasang resistor karena forward dias-nya termasuk
kedalam golongan tegangan yang rendah. Berikut tabel warna LED dan
tegangan maju (f orward dias):
Warna Tegangan Maju @20mA
LED
Putih 4,0V
Biru 3,6V
Hijau 3,5V
Kuning 2,2V
Jingga 2,0V
Merah 1,8V
Infra 1,2V
Merah
5 Manfaat Lampu LED Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ketika kita memaki lampu bohlam dan kita ingin menggantinya dengan lampu
lain, makan lampu LED merupakan rekomendasi untuk pengganti lampu
bohlam.
Meskipun harganya relatif mahal, lampu LED sudah terbukti dengan
kelebihan-kelebihan yang diberikan, dan juga manfaatnya.
Berikut beberapa manfaat dari lampu LED dibandingkan dengan lampu
Bohlam, diantaranya:
● Hemat tenaga, perlu kita ketahui bahwasanya lampu LED sendiri
energi yang dibutuhkan adalah 1/30 perbandingan yang biasa
digunakan satu buah bohlam. Maka dari itu lampu led lebih hemat
tenaga dibandingkan lampu bohlam.
● Memiliki ukuran yang lebih kecil, dengan ukuran yang kecil lampu
LED bisa digunakan di ruangan yang tidak bisa dipasang oleh bohlam
biasa. Ukuran lampu LED biasanya 3 mm hingga 8 mm. Selain itu
lampu LED juga bisa digunakan berangkai, ataupun individu.
● Tahan lama, dikatakan bahwasnya lampu LED ini bisa bertahan hingga
30.000 sampai 50.000 jam pemakaian. Jika dibandingkan dengan
lampu bohlam sekitar 1000 hingga 2000 jam pemakaian.
● Tidak panas, berbeda dengan lampu bohlam atau pun lampu lainnya
yang memancarkan 80% hingga 90% energinya menjadi panas.
Sedangkan untuk lampu LED sendiri ia akan tetap dingin meskipun
digunakan berjam-jam, sehingga menjadikan lampu ini mengeluarkan
energi dengan sangat efisirn.
● Cahaya putih yang lebih terang, lampu LED yang biasa digunakan
mengeluarkan cahaya putih yang terang sehingga ruangan akan terasa
lebih nyata. Berbeda dengan lampu bohlam yang mengeluarkan cahaya
kuning, dan lampu flourens yang memancarkan cahaya yang
cenderung berwarna biru atau hijau
CARA KERJA LED
Cara kerja dari LED hampir sama dengan keluarga dioda yang memiliki dua kutub, yaitu Kutub Positif
(P) dan Kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan cahaya apabila dialiri tegangan maju (bias
foward) dari Anoda ke Katoda.
Cara Kerja LED
LED sendiri terdiri atas sebuah chip semikonduktor yang didopping, sehingga menciptakan junction
antara kutub P dan kutub N. Proses dopping dalam semikonduktor adalah proses untuk
menambahkan i mpurity / ketidakmampuan pada semikonduktr yang murni, sehingga dapat
emnghasilkan karakteristik kelistrikan yang diinginkan.
RUNNING TEXT SINGLE COLOR
GREEN/BLUE/YELLOW/WHITE
Ketika LED dialiri tegangan maju yaitu dari Anoda (P) menuju Katoda (N), kelebiha elektron pada N-
type material akan berpindah ke wilayah yang memiliki lubang lebih banyak yaitu pada wilayah
bermuatan positif (P- type material). Saat elektron berjumpa dengan hole akan melepaskan proton
dan memancarkan cahaya monokromatik (satu warna).
LED yang memancarkan cahaya ketika dialiri tegangan maju ini juga dapat digolongkan sebagai
Transduser yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi cahaya.
Jenis-Jenis Lampu LED untuk Rumah
1. Lampu M iniature LED
Jenis lampu LED yang pertama lebih banyak digunakan sebagai hiasan.Seperti
namanya, lampu m iniature LED berukuran mini, jauh lebih kecil dibandingkan jenis
lainnya.Harga jualnya pun lebih murah.Kamu bisa menemukan lampu ini pada sensor
TV, aplikasi r emote di ponsel, radio modern, dan elektronik canggih lainnya.
2. Lampu B icolor LED
Lampu bicolor LED dilengkapi lebih dari satu warna yang berubah secara bergantian.
Lampu ini biasanya digunakan sebagai hiasan mainan anak-anak dan ruangan,
terutama saat perayaan Hari Natal.
Daya listrik lampu bicolor LED rendah (tergantung dengan pemakaiannya).
3. Lampu Superflux LED
Jenis lampu LED berikutnya dikenal dengan nama s uperflux LED.
Lampu s uperflux L ED dipakai sebagai lampu latar dan sering terlihat pada papan iklan,
sinyal, kendaraan, dan beberapa lampu khusus.
Ukurannya berbentuk persegi panjang dengan 4 pin atau kaki kecil di setiap sudut
seperti meja.
Ukuran lampu superflux L ED beragam, mulai dari 3 mm, 5mm, sampai f lat lens.
Semakin terang ukurannya, lampunya pun semakin terang.
Tidak cuma itu, lampu ini juga memiliki warna yang bervariasi.
Kamu bisa memilih warna kuning, merah, putih, jingga, biru, sampai campuran warna
yang akan menyala secara bergantian.
Keunggulan lampu superflux L ED berikutnya adalah resistensi termalnya yang amat
rendah.
Oleh karena itu, lampunya mampu bekerja dengan daya input yang tinggi saat suhu
cuaca sedang ekstrem.
4. Lampu High Power LED
High power LED adalah jenis lampu yang menghasilkan tingkat cahaya yang sangat
intens.
Lampunya lebih terang dari jenis-jenis lampu LED lainnya.
Lampu ini terkenal dengan keunggulannya yang segunung, termasuk
● awet dipakai sampai 50 ribu jam,
● ramah lingkungan,
● bisa didaur ulang,
● cahaya tidak merubah warna,
● setara dengan 25 lampu pijar,
● menghemat produksi, dan
● tidak memerlukan daya listrik besar.
Dari beragam keunggulan lampu h igh power LED, ada satu kekurangan yang
ditemukan.
Lampu h igh power L ED lebih cepat panas, sehingga harus dipasang di area yang teduh
atau dingin.
Selain itu, lampunya juga lebih cocok digabungkan langsung dengan sistem tenaga
surya agar tidak o verheating.
Contoh penggunaan lampu LED ini bisa dilihat di jalanan umum.
5. Surface Mount Device LED
Surface Mount Device LED, atau SMD LED merupakan jenis lampu hemat energi
berukuran kecil.
Bentuknya terlihat seperti mur dengan beberapa titik cahaya pada badannya.
Fungsi SMD LED adalah sebagai lampu senter, lampu hias, lampu e mergency, dan
lampu sudut ruangan.
6. Chips On Board LED
Dikenal sebagai LED COB, jenis lampu LED ini dibekali dengan ribuan chip yang
disusun pada sebuah panel listrik.
Lampu ini merupakan u pgrade dari SMD LED.
Sorotan cahaya LED COB lebih merata dan tidak terasa terlalu panas.