The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Digital Kelas 7H

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Firman, 2022-11-30 00:22:32

Majalah 7H

Majalah Digital Kelas 7H

Keywords: Majalah 7H

Sinar Duniaku

Olivia Anjani & Delona Callista

Oh guruku…..
Engkau bagaikan sebuah cahaya….
Menyinariku dari gelapnya dunia ku…..
Dirinya membuat hidupku bercahaya….

Guru….
Kau slalu menuntunku ke jalan yang benar…
Dan dirimu slalu memberikanku ilmu….
Membuatku menjadi orang yang terpelajar…

Guruku….
Terimakasih ku ucapkan pada dirimu…
Pahlawan tanpa tanda jasa…
Yang slalu membimbingku…..

Mentari

Author: Nashwa Mezzi Gunanda/19-7H

Aisha Rahma Febrina/01-7H

Mentari pagi menyinari wajah seorang gadis yang tengah berusaha membuka
manik matanya. Ia Mentari Adiwijaya, gadis cantik yang sayangnya jalur
hidupnya tidak secantik dan seindah fisiknya.

Mentari dulunya terlahir dari keluarga yang kaya raya, ayahnya, Brata Adiwiyata
merupakan pemilik perusahaan Wijaya Group. Namun, Ketika Mentari lulus
SMP perusahaan ayahnya bangkrut begitu saja.

Mentari sedari lahir sudah tak memiliki ibu, Tari Sanjaya, merupakan nama ibu
Mentari. Tari meninggal karena kalah dalam perjuangannya melahirkan Mentari.
2 tahun setelah kebangkrutan keluarga Adiwijaya, sang kepala keluarga
menyusul tulang rusuknya, yaa Brata Adiwiyata meninggal dunia akibat
serangan jantung mendadak di mobilnya saat perjalanan menjemput Mentari.

Mentari tetap semangat menjalani sekolahnya, mengingat surat wasiat dan
keinginan orangtuanya yang mengharapkan Mentari menjadi seorang jaksa.
Mentari bersekolah di Mandala High School, untuk biayanya kebetulan Mentari
mendapat potongan harga karena kepintarannya, hal itu sangat mengurangi
beban Mentari.

Meskipun warisan orang tuanya masih banyak, Mentari tetap bekerja, terkadang
ia menjadi guru les bagi teman temannya. Awalnya, Mentari merasa malu, tapi
setelah dipikir-pikir buat apa malu? Toh Mentari juga tidak mengemis.

Di sekolahnya, tak jarang Mentari mendapat cibiran dari teman temannya,
apalagi Lauren Mahendra, ia sangat tak menyukai Mentari. Dulu, Lauren tidak
berani mencibir Mentari mengingat keluarga Mentari merupakan donatur
terbesar namun, setelah Mentari bangkrut tak segan Lauren mencibir bahkan
membully Mentari.

Mentari selalu ditindas bahkan oleh keluarga Lauren, karena tak terima
kecerdasan Mentari yang melebihi Lauren. Hingga, ketika Mentari mengikuti
lomba, Lauren hanya dijadikan cadangan ia berpikir bagaimana caranya agar

Mentari tak maju ke lomba itu dan Laurenlah yang maju. Secara liciknya Lauren
mencelakai mobil yang dikendarai Mentari hingga Mentari mengalami keretakan
tulang pada kaki kirinya, sejak saat itu Lauren dan keluarganya semakin berani
membayar para guru untuk membantu Lauren agar bisa mengikuti lomba
lainnya.

Hingga, sekolah mengumumkan adanya kesempatan bagi Mentari untuk
melanjutkan pendidikannya di University of California dengan beasiswa .
Tentunya hal itu bisa didapatkan dengan satu syarat yaitu, tes melawan Lauren,
dan yang paling tinggi nilainya akan diloloskan dan mendapatkan beasiswa yang
dijanjikan. Tentunya Lauren langsung berpikir licik, ia membuat suatu kertas
contekan dan meletakannya di dekat Mentari. Awalnya, para guru mempercayai
hal itu namun, “seseorang” menggagalkannya karena mengetahui perbuatan
Lauren.

1 minggu setelah lulus, Mentari berangkat keluar negri, ia diterima baik oleh
teman teman barunya. Di sana, Mentari berhasil memperbaiki keretkan
tulangnya, tentu dengan usaha menyisihkan uang beasiswa dan sisa warisan
orang tuanya. Setelah kembali ke Indonesia, Mentari berhasil menjadi jaksa,
pertama kali diterima bekerja Mentari sampai menangis terharu mengingat
bagaimana dulu ia berjuang sendirian hanya berbekal harapan kedua orang
tuanya dan mengingat dulu ia sempat hampir putus asa dalam perjuangannya
menuntut ilmu.

Selama bekerja, semuanya berjalan lancar, Mentari kini hidup dengan sangat
berkecukupan namun, itu semua tak membuatnya besar kepala, setiap
minggunya Mentari selalu melakukan bakti sosial ke panti asuhan.

1 tahun setelah bekerja, kini Mentari kembali dipertemukan dengan Lauren,
bukan sebagai saingan Mentari, melainkan menjadi tersangka atas kasus
penggelapan dana pada seorang investor di perusahaanya sendiri. Ketika
bertemu Mentari, Lauren sangat terkejut mengingat ia dihadapkan dengan
Mentari sebagai seorang tersangka.

Tapi Lauren tetaplah Lauren, ia tetaplah licik, membayar orang untuk menembak
Mentari. Namun sayangnya, tembakannya meleset dan hanya mengenai lengan
Mentari. Tak kehabisan ide, ketika Mentari mengobati lukanya, Lauren berusaha
menyamar menjadi perawat, untungnya dokter yang menangani Mentari cukup

professional ia masih muda dan tampan Raga Ganendra, itulah Namanya saat
sudah selesai meracik obat untuk Mentari, Raga mendapatkan pangilan darurat
terpaksa ia menyuruh perawat wanita untuk menyuntikkan obat itu ke Mentari.

Lauren yang mengetahui hal itupun bertambah senang, ia yakin rencananya
akan berjalan dengan sangat lancar, setelahnya Lauren pun sudah
berpenampilan selayaknya perawat wanita. Lauren memang menyuntikkan
obatnya namun, ia menambahkan udara agar merusak kinerja tubuh Mentari.
Benar saja, Ketika Raga tengah mengecek keadaan, Mentari telah dinyatakkan
koma akibat aliran pembuluh darahnya terhambat oleh udara yang masuk.

Setelah dinyatakan koma, Raga langsung menghubungi kantor kejaksaan, dan
membuat perjanjian yang mana, jika hingga 2 bulan Mentari tak sadarkan diri
maka terpaksa kasus Lauren harus ditutup.

Raga berusaha semaksimal mungkin saat merawat Mentari hingga 1 bulan 29
hari pukul 05.00 dini hari, Mentari sadar dari komanya. Setelah Mentari sadar,
Raga segera menghubungi kantor. Kasus yang awalnya akan ditutup, kembali
terbuka lebar, Lauren pun sangat terkejut atas kesadaran Mentari.

Setelah dua hari Mentari menstabilkan kondisi tubuhnya, Mentari berhasil
memenangkan kasus ini dengan segala bukti yang ada, serta menjebolkan
Lauren ke penjara atas kasus penggelapan dana investor dan percobaan
pembunuhan kepada ,Mentari.

Setelah sidang kasus Lauren selesai, Mentari melihat Raga dan memutuskan
untuk menemuinya, rupanya Argan Ganendra, investor yang menjadi korban
Lauren merupakan adik kandung Raga. Mentari pun mulai bertanya mengapa
Raga begitu baik kepadanya padahal, Mentari merasa tak mengenali Raga.

Di sinilah Raga mulai menceritakan dari awal di mana ia menyelamatkan
Mentari dalam tes semasa SMA, yaa “seseorang” yang menyelamatkan Mentari
adalah Raga. Setelah mengetahui cerita itu, Mentari mengucapkan terimakasih
pada Raga hingga menangis haru dihadapan Raga.

2 bulan setelah mereka mulai dekat dan menjalin hubungan persahabatan, Raga
melamar Mentari. Setelah menikah, mereka berdua membuat program anti
bullying dan beasiswa full tanpa test bagi anak anak tak mampu/ yatim piatu
yang memiliki bakat atau kecerdasan tinggi



Cergam Halaman 1
Cergam Halaman 2

Karikatur Digital

Karikatur Digital 2



Guru Inspiratif

Perancang: Nadine Dewi Nareswari /7H

Dzaky Almer Jamail/ 7H

Bapak Nur Fauzi

Seorang guru yang mengajar di SMP NEGRI 8 Semarang, Bernama
bapak Nur Fauzi. Dia guru yang mengampu mata pelajaran agama
Islam. Kami menjadikan pak Fauzi menjadi salah satu guru inspiratif
kami karena pak Fauzi adalah guru yang mampu memberikan
kenyamanan dan sedikit mengurangi ketegangan pada siswa-siswinya
saat mengajar.

Sebagai contoh, pak Fauzi selalu mendengarkan pendapat para
siswanya, pak Fauzi juga tidak pernah menyalahkan atau menjelekkan
satu siswa, dan selalu mengingatkan kita jika sudah waktunya sholat,
apalagi saat makan, pak Fauzi tak pernah lupa untuk menegur jika ada
siswanya yang makan sambil berdiri.

Bahkan, saat jika sudah masuk jam pelajaran, tetapi masih ada murid
yang makan, pak Fauzi tidak memarahi mereka, justru pak Fauzi
memberi waktu untuk menghabiskan makanan itu.

Nahh, dari perhatian-perhatian yang kecil itulah kami mulai timbul
kenyamanan, dan menjadikan pak Fauzi menjadi salah satu guru
inspiratif kami.

Ibu Noralia Purwa Yunita

Ibu Noralia Purwa Yunita atau sering dipanggil Bu Nora adalah seorang
guru yang mengajar di sekolah SMP NEGERI 8 SEMARANG. Guru yang
mengajar mapel Ilmu Pengetahuan Alam.Kami menjadikan Bu Nora
salah satu guru Inspiratif .

Cara mengajar beliau juga berbeda dari kebanyakan guru. Beliau sangat
inspiratif dalam mengajar. Ketika ada siswa yang kehilangan motivasi
belajar, beliau pasti turut menyemangati siswa tersebut. Secara
penguasaan materi pelajaran, beliau nomor satu. Penguasaan materi
dan cara pengajaran yang ia lakukan membuat kami sebagai siswa-siswi
merasa puas.

Selain mengajar dengan baik Bu Nora seseorang baik hati, penuh
kesabaran saat mengajar, bisa di ajak bercanda disaat waktunya
bercanda, tidak gegabah saat mengajar, tidak suka memarahi
murid-murid di kelas, kalau sedang mengajar seru, dan kadang diajak
bermain yang membuat kami tidak terlalu tegang.

Bu Nora seseorang yang sabar, suka memberi saran yang baik dan
melarang muridnya agar tidak melakukan hal-hal yang tidak baik,
seperti membully, berkata kasar, membuang sampah sembarangan, dan
menjadi guru inspiratif yang kami pilih.

Ibu Lita Primayani

Guru selanjutnya yang kami pilih menjadi guru inspiratif yaitu Bu Lita
primayani yang sering dipanggil Bu Lita, yang mengajarkan dan
menguasai mapel PPKN.

Kami memilih Bu Lita karena Bu Lita adalah guru pertama yang
mengajar kami di jenjang SMP ini. Bu Lita merupakan guru yang sangat
berkharisma juga peduli terhadapku dan teman-teman. Cara
mengajarnya tegas tetapi mudah dipahami.

Sifat keibuannya sering ia tunjukkan kepada kami saat mengajar.
Mungkin menurut beberapa siswa kelas lain, Bu Lita merupakan
seorang guru yang suka mengomel dan memberi banyak tugas, tetapi
menurut kami malah sebaliknya, Bu Lita jarang sekali memberi tugas
kepada kami dan tugas yang diberi pun hanya sedikit.

Bu Lita selalu berusaha menjadi yang terbaik buat kita, intinya lop
lop buat Bu Lita

Kritik dan Saran

Rafael Maulana Mukthi & Samuel Hasiholan Tampubolon

Kritik

Ibu Sumarti: Untuk bu Marti dimohon untuk tidak terlalu kasar dalam
penggunaan nada dan kata kata bicara, sehingga dapat menyinggung
siswa dan “mungkin” salah satu teman kami menaruh rasa tidak suka
kepada bu marti

Pak Imam Supriyanta : untuk yang terhormat bapak Imam Supriyanta
dimohon untuk tidak terlalu kasar dalam berucap yang bahkan salah satu
teman kami yang bernama “Regina” diejek “cah elek” oleh bapak imam
Supriyanta dan saat PTS bapak sempat berucap “cah gemblong” kepada
seluruh murid kelas 7H yang pada saat itu mengikuti PTS

Saran

Ibu Sumarti : agar tidak terlalu menyakiti dalam setiap perkataan seperti
saat ada salah satu murid yang sedang menjawab pertanyaan tetapi
ternyata jawabannya salah, mohon dibenarkan atau dinasehati dengan
baik dan lembut, dan dimohon untuk terlalu berkomentar diluar materi
pelajaran yang diampu

Bapak Imam Supriyanta : agar tidak mencela para muridnya ataupun
karya yang dihasilkan muridnya dan dimohon untuk memberikan materi
selama pelajaran olahraga berlangsung



Sekali lagi, Selamat Hari Guru Nasional

Semarang, 25 November 2022


Click to View FlipBook Version