The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ringakasan buku panduan matematika terapan.
Fachri Ahram 9.1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by intann satma situmorang, 2024-04-21 09:44:55

Buku panduan matematika terapan by Fachri

Ringakasan buku panduan matematika terapan.
Fachri Ahram 9.1

Biner Kamu genggam tanganku, lebih erat. Kamu gerakkan jarimu ke telapaknya,bahwa ia bisa hidup hingga usia seratus sepuluh tahun, dan kenangantentangmu bisa merentang hingga seratus sepuluh ribu tahun. Ini bukan biner, bukan. Desimal. Desimal, Mantisa; ucapmu lirih, nyaris tanpa suara


Menyintas Ia selalu bermain cantik. Ia merangkum tangan aktuaria, kesintasan lalu melangkahi garis yang sudah dilarutkan permanen dengan tinta abadi Sang Maha Esa. Semua jatuh dalam genggamannya. Kamu tidak akan bisa, dan tidak akanpernah bisa, memindahkan garis itu sendiri.


Dualitas Pertama, ibumu akan baik-baik saja, semua cuma kebetulan...


n Ia sudah demikian hancur luar dalam. Memaksa diri berseri-seri melihatnya, meskipun dalam hati kamutengah meraungkan menangis sekencangnya; adalah perjuangan mahaberat buat mu.


Maximum Tidak mengerjap. Tidak ada gurat rasa sakit. Tidak ada rintihan terakhir. Tidak ada juga hela pamungkas. Kamu menoleh. Berjongkok. Meraih tangannya. Mengguncang bahunya. Lebih keras. Lebih keras. Ibumu telah pergi. Diamdiam. Malaikat kematian telah berkhianat dari balik punggungmu. Waktu memang tak bisa berputar kembali. Turut menundukan kepala, mengheningkan cipta untuknya.


koordinat Ia mati mengenaskan tepat di hari kelahirannya. Ia meninggalkan belitan tunggakan entah apa saja itu, tidak pernahibumu ceritakan, atau tidak sempat yang kau pikir adalah ayahmu. Semakin kamu bertumbuh, semakin diam ibumu menyimak transformasi mu yang begitu mengerikan baginya: kamu semakin menyerupai pria itu. Maka lambat laun, ia biarkan saja kamu larut dalam kertas-kertas itu, di balik hitungan-hitunganmu, sambil berdoa siangdan malam agar pria yang dulu itu bukan kamu dan langitlah yang terlebih dahulu menggelegak. Ia merengut hingga bebannya runtuh, lalu menumpahkan air bahhingga simbah darah, tumpah peluh, dan buncah amarah tersulur, terbasuh sampai luruh


fibonacci langitlah yang terlebih dahulu menggelegak. Ia merengut hingga bebannya runtuh, lalu menumpahkan air bah hingga simbah darah, tumpah peluh, dan buncah amarah tersulur, terbasuh sampai luruh


konstanta Yang kubutuhkan kali itu hanya satu. seorang sahabat yang selalu didambamanusia. Sedari mula, kamu menyukainya. Sebelum lagi kamu bernyawa, kamu dikungkung dalam kubah kecil berselaput yang nyaman.


biimplikasi Aku tak terima. Kamu bilang, kamu mau menghapuskan sang waktu. mana, mana buktinya?


hiperbola yang mana? tentang waktu yang tak cukup panjang? "daya ingatmu bagus, sayangku."


Komitatif Kamu ingat jelas jumlahnya ada enambelas lembar. Kamu ambil sehelai demisehelai. Ada tulisanmu, ada tulisan Mantisa. Kamu bahkan tak lagi ingat sudah berapa lama ia jatuh koma dan tak lagi sanggi membayangkan jiwanya akan berkelana ke mana lagi. sekarang kertas itu tidak enam belas.melainkan dua puluh.


Himpunan lepas Takkan pernah kamu lihat. Takkan pernah dipamerkan kepada dunia. Sesuatu yang begitu NP di antara taburan P-P yang terpajang di mana-mana. Kamu segera sadar apa jawaban atas rayuanmu selama waktuberhenti tadi


Ketidakberhinggaan Terbanglah kamu, tinggi, semakin tinggi, menuju sinar terang dibalik awan sana, lebih tinggi, lebih tinggi lagi. menuju ketidakberhinggaan


Pembuktian Simbol yang menjadi jawaban atas segala tanya di alam semesta, yang ketika dipecah belahkan jadi rentikrentik sekalipun, tetap saja saling bertautan kelingking, saling belit seperti sepasang ular kecil. Simbol yang tampak begitu banal, tetapi sanggup menaungi kekuatan yang dahsyat, meredanya rapat-rapat tanpa menggeliat-geliat.


Solusi Satu hal yang dulu kalian lupakan. Seharusnya kalian bisa mengantisipasi bencana itu. Lihat, berapa tekanan darahnya sekarang! bukankah sudah ada cara untuk mengetahuinya dan itu lebih penting daripada sekedar tahu apakah ia nanti laki-laki atau perempuan? kamutak sanggup mengingat. Bukan karena kamu pelupa. Semata-mata karena kamu tak sanggup.


Teorema terakhir fermat Kamulah pemikir pasang tangan ketiga yang menggenggam kitab tentang semesta angka berbalut aksara.


Terapan Pada akhirnya, kelahiran pasti datang. Namun, kadang ia cuma datang untuk menggantikan kematian. Pada akhirnya, di antara ribuan payung hitam yang penuh kosimak di dunia ini, kamu harus berada dibawahnya sesekali. Percayalah prima, ini salah ejawantahmatematika terapan yang indahnya tiada banding.


buku panduan matematika terapan buku novel ringkasan by fachri achram


Click to View FlipBook Version