Media Belajar
Rencana Aksi 2
Afriatma Sulung Resmiati
Pertemuan Ke 1
Standar Penampilan
Pribadi
Definisi Penampilan Prima
Penampilan berasal dari kata groom yang artinya
mengurus, merawat, rapi atau pelihara. Grooming
dalam penampilan prima adalah, penampilan diri
tenaga pelayanan pada waktu bekerja, memberikan
pelayanan kepada kolega dan pelanggan.
Dalam melakukan pelayanan prima (Service
excellent) selain dituntut untuk mampu
memberikan pelayanan yang terbaik dan
memuaskan bagi pelanggan, seorang
tenaga pelayanan juga harus mampu tampil
menarik dan rapi dalam kondisi apapun.
Standar Penampilan Pribadi Pelayanan Prima
Dalam kegiatan layanan bisnis, penampilan pribadi
berkaitan dengan citra atau image sebuah perusahaan.
Untuk itu penting bagi petugas atau pegawai untuk
selalu menerapkan standar penampilan pribadi ini
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan
penampilan pribadi adalah :
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
menerapkan penampilan pribadi adalah :
1. Kesehatan Kerja
Kesehatan setiap pegawai merupakan faktor penting yang
menunjang pekerjaan itu terlaksana. Untuk itu kesehatan
pegawai harus terjamin dan terjaga.
Penampilan pribadi dalam pemberian layanan prima pada
pelanggan harus sangat diperhatian baik oleh semua karyawan.
Karena aspek utama yang pertama kali dilihat oleh pelanggan
atau konsumen adalah penampilan diri dari tenaga penjual secara
fisik
2. Penampilan Prima
Penampilan prima merupakan penampilan diri seseorang yang
terbaik dan menarik. Dalam hal ini seseorang harus berupaya
memiliki standar penampilan prima. Standar penampilan
prima seseorang dapat dilihat dari:
• kesehatan tubuh;
• perawatan anggota tubuh;
• berbusana serasi dan tepat; dan
• bermake-up dan menggunakan aksesori yang wajar.
3. Kepribadian dan Etiket
• Salah satu upaya untuk menjaga standar penampilan pribadi,
yaitu dengan memelihara penampilan pribadi, yang berkaitan
dengan penampilan prima, kepribadian, etiket, dan
komunikatif dalam berbicara
• Etiket atau etika dalam hal ini berbeda dengan pengertian
etika kerja yang terdahulu. Etiket dalam hal standar pribadi ini
diartikan sebagai tata krama atau sopan santun yang berlaku
dalam pergaulan dan bermasyarakat.
• Sedangkan etika dalam hal ini mengandung arti bagaimana
seseorang dalam menerapkan etiketnya, jadi dalam hal ini
mengarah pada penerapannya etiket itu sendiri.
4. Sikap tubuh yang baik
Sikap tubuh yang baik antara lain :
• Berdiri Tegak namun Bahu Releks (santai).
• Duduk agak kedepan, sopan dan bagi wanita paha tertutup.
• Jalan tidak tergesa-gesa dan langkah teratur.
• Gerak-gerik sopan dan tidak malas-malasan.
• Sedangkan sikap tubuh yang perlu dihindari
oleh salesman adalah postur tubuh bermalas-
masalan, sering menutup mulut, dan
menyilangkan kaki. Seorang profesional akan
memaksimalkan penampilannya demi
pelayanan berkualitas bagi pelanggan
sehingga tujuan akhir kepuasan pelanggan
dapat tercapai.
•
Contoh Penampilan
yang Baik ke Kantor
Ada beberapa aturan berpenampilan
yang disarankan untuk ke kantor.
Hindari tampil terlalu berlebihan, dan
cerdaslah dalam berpenampilan.
Percaya atau tidak, penampilan turut
andil dalam perkembangan karier Anda
Berikut penampilan yang baik untuk ke kantor
seperti dikutip Tempo dari Boldsky :
https://gaya.tempo.co/read/1652772/bukan-cuma-butuh-skill-ini-tips-bangun-karier-untuk-generasi-muda
1. Riasan natural
Untuk penampilan saat
bekerja di kantor, hindari
riasan yang menor. Cukup
gunakan riasan sederhana
agar terlihat segar dan
alami. Gunakan warna
bibir nude dan bukan yang
terang. Hindari smokey eyes,
dan gunakan eye
shadow ringan
2. Pakaian formil
• Ada beberapa jenis
pakaian yang kurang
tepat apabila dipakai
untuk bekerja di kantor.
Kenakan pakaian
formil, rapi, dan
pastinya layak pakai.
Hindari mengenakan
celana jeans compang-
camping dan pakaian
yang robek ke tempat
kerja
3. Hindari warna-warni
• Untuk lingkungan kantor,
hindari memakai terlalu
banyak warna berbeda.
Agar tampil feminin dan
gaya, kenakan baju atasan
berwarna polos, lalu
padankan dengan celana
atau rok berwarna pudar
atau redup. Kamu bisa
memakai aksesori kalung
untuk menampilkan kesan
anggun
4. Perhiasan secukupnya
• Memakai perhiasan
cukup satu atau dua
buah saja. Jangan juga
menggunakan
perhiasan yang
ukurannya terlalu
besar. Bayangkan
gelang yang kamu pakai
ramai bergemerincing
saat rapat. Ini bisa
membuat kamu merasa
canggung.
5. Ikuti dress code
• Setiap perusahaan memiliki
aturan dalam berpakaian. Jika
perusahaan tempatmu bekerja
menetapkan seragam, maka
kamu wajib mengikutinya. Jika
orang di sekitarmu berpakaian
formal, maka kamu harus
melakukan hal yang sama.
6. Sepatu yang mendukung
penampilan
• Tidak peduli seberapa patut
kamu berpakaian, jika tampilan
sepatu tidak mendukung, itu
semua tidak akan ada gunanya.
Pakai sepatu yang bersih, layak,
dan nyaman dipakai. Memakai
sepatu jinjit atau high heels ke
kantor akan memberikan kesan
glamor, lebih tinggi, dan semakin
gaya.
7. Cerdas berpakaian
• Kepribadianmu tercermin
dari pakaian yang kamu
kenakan. Jadi, cita rasa
berpakaian yang baik
penting untuk menentukan
posisi yang lebih tinggi
dalam karier.
Thank You!!!
Pertemuan Ke 2
Memberikan Bantuan
Layanan Pelanggan
Sesuai Prosedur
Afriatma Sulung Resmiati
Prinsip Pelayanan Prima
• Prinsip pelayanan prima merupakan cara untuk
menciptakan hubungan baik dengan
pelanggannya
• Hal ini penting dilakukan oleh karena ujung
tombak dari pelayanan bidang manajemen
perkantoran dan layanan bisnis langsung bertemu
dengan pelanggan
Berhubungan dengan pelanggan seorang pelayan
sebaiknya melakukan hal-hal berikut ini:
• Melakukan kontak mata langsung dengan disertai senyum agar menun-
jukkan kesiapan dan keseriusan dalam melayani kolega dan pelanggan
• Menghindari ekspresi wajah yang murung dengan mata menatap
kebawah atau kepada suatu benda
• Menghindari ekspresi wajah dengan mata yang berkerut atau menyipit,
karena hal itu menunjukkan sikap yang tidak bersahabat serta terkesan
tidak memperhatikan pelanggan
• Menampilkan senyuman manis dengan menghindari bibir yang rapat
dan kaku atau digigit-gigit
• Menengakkan posisi wajah atau kepala agar menunjukkan kesiapan
dan keseriusan dalam melayani kolega dan pelanggan.
Sikap apriori yang perlu dihindari dalam
melayani kolega atau pelanggan adalah
sebagai berikut:
• Sikap acuh tak acuh atau masa bodoh terhadap kolega dan
pelanggan.
• Sikap angkuh dan tidak sabar dalam melayani kolega atau
pelanggan.
• Sikap membiarkan kolega atau pelanggan menunggu lama tanpa
menyapa sedikitpun.
• Sikap mendahulukan kolega atau pelanggan yang dianggap
menguntungkan dan mempunyai status sosial yang lebih tinggi.
• Sikap meremehkan kolega atau pelanggan yang dianggap kurang
menguntungkan dan berdaya beli rendah.
Ketika sedang memahami dan juga mendengarkan
kebutuhan dari pelanggan, maka dari itu penjual juga
haruslah bisa mengadakan pengamatan denga baik
terhadap seluruh perilaku pelanggan dengan hal berikut ini.
• Body Movement
• Motive Pembelian
• Watak-Watak Pembeli
• Body Language
Mengamati perilaku pelanggan memang menarik, karena
beragam perilaku pelanggan harus kita cermati baik-baik
Ada beberapa contoh perilaku pelanggan
yang sering kita lihat, yaitu sebagai berikut:
1. Pelanggan Pemalu yang Sulit Diajak Bicara
atau Didekati
• Ciri-ciri pelanggan • Cara menghadapinya:
pemalu: • a) Hadapi dengan ramah, penuh
• a) Jarang berbicara, tidak perhatian dan rasa hormat
menyatakan pendapat • b) Ajukan pertanyaan-pertanyaan
• b) Sedikit gugup dalam yang dapat menarik perhatiannya
berbicara • c) Ciptakan suasana pembicaraan
• c) Sering berdiam diri yang mengandung canda/humor
dengan wajah tanpa tetapi sopan
ekspresi • d) Usahakan tetap sabar
2. Pelanggan Ragu-ragu atau Hati-hati
Ciri-ciri pelanggan peragu: Cara menghadapinya:
• a) Petugas pelayanan harus bersikap
• a) Selalu ragu dalam
memutuskan sesuatu, tenang, penuh percaya diri dan
karena diliputi menguasai bidangnya
kebimbangan • b) Jangan memberikan banyak pilihan
• c) Ikuti saja selera pelanggan, jangan
• b) Dalam memutuskan memaksakan pendapat kita
sesuatu selalu meminta • d) Apabila pelanggan tidak cukup
pendapat orang lain uang untuk membeli produk yang
diinginkannya, tawarkan barang lain
• c) Kurang percaya diri atau merk lain dengan hati-hati tanpa
menyinggung perasaan.
3. Pelanggan yang Banyak Bicara
Ciri-ciri pelanggan yang Cara menghadapinya:
banyak bicara • a) Segera tawarkan bantuan yang
• a) Suka mendominasi dan diperlukan olehnya
mencari perhatian • b) Pujilah kehebatan bercerita
• c) Sekali lagi tawarkan bantuan
• b) Suka mencorocos bicara
tentang segala hal dan segera alihkan perhatiannya
ke produk yang ditawarkan
• c) Kurang peduli terhadap • d) Bila akhirnya pelanggan
orang lain, karena lebih membeli produk kita, katakan
mementingkan diri sendiri akan segera dihubungi apabila
ada produk baru
• e) Mintalah alamat dan nomor
teleponnya.
4. Pelanggan yang Banyak Permintaan
Ciri-ciri pelanggan yang Cara menghadapinya:
banyak permintaan: a) Dengarkan dan simaklah
permintaannya
a) Selalu tidak puas, suka b) Penuhilah permintaannya
membanding-bandingkan dan c) Ucapkan permohonan maaf dan
suka iri hati terhadap apa sarankan pilihan lain, bila pelanggan tidak
yang diperolah oleh orang lain puas terhadap pelayanan kita
d) Jika tidak mampu melayani, segera
b) Bila membeli suatu barang mintalah bantuan atasan kita
selalu menanyakan hadiah e) Usahakan tersenyum walaupun hati kita
ekstra terasa dongkol.
c) Suka banyak
bertanya/bicara, padahal
tujuannya hanya iseng
mengerjai petugas.
Thank You!!!