The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul ajar "Exsposition Text" Berdeferensiasi Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas 11 SMK Jurusan Otomotif kurikulum Merdeka

Modul ajar ini dirancang untuk membantu guru dalam membelajarkan teks penjelasan kepada siswa kelas 11 SMK Otomotif secara efektif dan bermakna. Dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan strategi pembelajaran yang variatif, modul ini diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bahasa Inggris, khususnya dalam memahami dan menulis teks penjelasan yang relevan dengan bidang otomotif

Tujuan:

Meningkatkan pemahaman siswa tentang teks penjelasan.
Membangun kemampuan siswa dalam membaca, memahami, dan menulis teks penjelasan.
Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi keragaman gaya belajar siswa.
Meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa.
Pokok Bahasan:

Konsep dasar teks penjelasan
Struktur dan ciri-ciri teks penjelasan
Klasifikasi teks penjelasan
Strategi membaca dan memahami teks penjelasan
Teknik penulisan teks penjelasan
Penerapan teks penjelasan dalam konteks otomotif
Strategi Pembelajaran:

Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa
Penerapan metode pembelajaran yang beragam, seperti bercerita, berdiskusi, bermain peran, proyek, dan presentasi
Penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif
Penilaian formatif dan sumatif yang berkelanjutan
Alat Bantu Pembelajaran:

Bahan ajar tertulis
Gambar dan ilustrasi
Video dan audio
Lembar kerja
Perangkat lunak pembelajaran
Penilaian:

Penilaian proses belajar
Penilaian hasil belajar
Penilaian diri
Penilaian antar teman
Manfaat:

Meningkatkan efektivitas pembelajaran teks penjelasan di kelas 11 SMK Otomotif.
Memfasilitasi penguasaan materi dan pengembangan keterampilan berbahasa Inggris siswa secara menyeluruh.
Mendorong motivasi dan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar mengajar.
Mempersiapkan siswa untuk menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan kemampuan memahami dan menulis teks penjelasan dalam konteks otomotif.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Oni Krisna Wati, 2024-06-20 11:40:01

Modul ajar "Exsposition Text" Berdeferensiasi Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas 11 SMK Jurusan Otomotif kurikulum Merdeka

Modul ajar "Exsposition Text" Berdeferensiasi Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas 11 SMK Jurusan Otomotif kurikulum Merdeka

Modul ajar ini dirancang untuk membantu guru dalam membelajarkan teks penjelasan kepada siswa kelas 11 SMK Otomotif secara efektif dan bermakna. Dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan strategi pembelajaran yang variatif, modul ini diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bahasa Inggris, khususnya dalam memahami dan menulis teks penjelasan yang relevan dengan bidang otomotif

Tujuan:

Meningkatkan pemahaman siswa tentang teks penjelasan.
Membangun kemampuan siswa dalam membaca, memahami, dan menulis teks penjelasan.
Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi keragaman gaya belajar siswa.
Meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa.
Pokok Bahasan:

Konsep dasar teks penjelasan
Struktur dan ciri-ciri teks penjelasan
Klasifikasi teks penjelasan
Strategi membaca dan memahami teks penjelasan
Teknik penulisan teks penjelasan
Penerapan teks penjelasan dalam konteks otomotif
Strategi Pembelajaran:

Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa
Penerapan metode pembelajaran yang beragam, seperti bercerita, berdiskusi, bermain peran, proyek, dan presentasi
Penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif
Penilaian formatif dan sumatif yang berkelanjutan
Alat Bantu Pembelajaran:

Bahan ajar tertulis
Gambar dan ilustrasi
Video dan audio
Lembar kerja
Perangkat lunak pembelajaran
Penilaian:

Penilaian proses belajar
Penilaian hasil belajar
Penilaian diri
Penilaian antar teman
Manfaat:

Meningkatkan efektivitas pembelajaran teks penjelasan di kelas 11 SMK Otomotif.
Memfasilitasi penguasaan materi dan pengembangan keterampilan berbahasa Inggris siswa secara menyeluruh.
Mendorong motivasi dan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar mengajar.
Mempersiapkan siswa untuk menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan kemampuan memahami dan menulis teks penjelasan dalam konteks otomotif.

Keywords: RPP

MODUL AJAR Berdeferensiasi Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas 11 SMK Jurusan Otomotif kurikulum Merdeka 2024 - 2025 Materi Exsposition Text Disusun oleh Oni Krisna Wati S.Pd


KURIKULUM MERDEKA Modul Ajar Berdiferensiasi Mata Pelajaran: Bahasa Inggris Vokasi Kelas: 11 Jurusan Otomotif Materi: Exposition Text Model Pembelajaran: Project Based Learning (PJBL) Kurikulum: Merdeka A. Capaian Pembelajaran Pada akhir Fase F, peserta didik menggunakan teks lisan, tulisan dan visual dalam bahasa Inggris untuk berkomunikasi sesuai dengan situasi, tujuan, dan pemirsa/pembacanya. Berbagai jenis teks seperti narasi, deskripsi, eksposisi, prosedur, argumentasi, diskusi, dan teks otentik menjadi rujukan utama dalam mempelajari bahasa Inggris di fase ini. Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berdiskusi dan menyampaikan keinginan/perasaan. Peserta didik menggunakan keterampilan berbahasa Inggris untuk mengeksplorasi berbagai teks dalam berbagai macam topik kontekstual. Mereka membaca teks tulisan untuk mempelajari sesuatu/mendapatkan informasi dan untuk kesenangan. Pemahaman mereka terhadap teks tulisan semakin mendalam. Keterampilan inferensi tersirat ketika memahami informasi, dan kemampuan evaluasi berbagai jenis teks dalam bahasa Inggris sudah berkembang. Mereka memproduksi teks lisan dan tulisan serta visual dalam bahasa Inggris yang terstruktur dengan kosakata yang lebih beragam. Peserta didik memproduksi beragam teks tulisan dan visual, fiksi maupun non-fiksi dengan kesadaran terhadap tujuan dan target pembaca/pemirsa. B.Capaian Per elemen Menyimak – Berbicara Pada akhir Fase F, peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan guru, teman sebaya dan orang lain dalam berbagai macam situasi dan tujuan. Mereka menggunakan dan merespon pertanyaan terbuka dan menggunakan strategi untuk memulai, mempertahankan dan menyimpulkan percakapan dan diskusi. Mereka memahami dan mengidentifikasi ide utama dan detail relevan dari diskusi atau presentasi mengenai berbagai macam topik. Mereka menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan opini terhadap isu sosial dan untuk membahas minat, perilaku dan nilai-nilai lintas konteks budaya yang dekat dengan kehidupan pemuda. Mereka memberikan dan mempertahankan pendapatnya, membuat perbandingan dan mengevaluasi perspektifnya. Mereka menggunakan strategi koreksi dan perbaikan diri, dan menggunakan elemen non-verbal seperti bahasa tubuh, kecepatan bicara dan nada suara untuk dapat dipahami dalam sebagian besar konteks. By the end of Phase F, students use English to communicate with teachers, peers and others in a range of settings and for a range of purposes. They use and respond to open-ended questions and use strategies to initiate, sustain and conclude conversations and discussion. They understand and identify the main ideas and relevant details of discussions or presentations on a wide range of topics. They use English to express opinions on social issues and to discuss youth-related interests, behaviours and values across cultural contexts. They opinions, make comparisons and evaluate perspectives. They employ self-correction and repair strategies, and use non-verbal elements such as gestures, speed and pitch to be understood in most contexts. Membaca – Memirsa Pada akhir Fase F, peserta didik membaca dan merespon berbagai macam teks seperti narasi, deskripsi, eksposisi, prosedur, argumentasi, dan diskusi secara mandiri. Mereka membaca untuk mempelajari sesuatu dan membaca untuk kesenangan. Mereka mencari, membuat sintesis dan mengevaluasi detil spesifik dan inti dari berbagai macam jenis teks. Teks ini dapat berbentuk cetak atau digital, termasuk di antaranya teks visual, multimodal atau interaktif. Mereka menunjukkan pemahaman terhadap ide pokok, isu-isu atau pengembangan plot dalam berbagai macam teks. Mereka mengidentifikasi tujuan penulis dan melakukan inferensi untuk memahami informasi tersirat dalam teks. By the end of Phase F, students independently read and respond to a wide range of texts such as narratives, descriptives, expositions, procedures, argumentatives and discussions. They read to learn and read for pleasure. They locate, synthesize and evaluate specific details and gist from a range of text genres. These texts may be in the form of print or digital texts, including visual, multimodal or interactive texts. They demonstrate an understanding of the main ideas, issues or plot development in a range of texts. They identify the author’s purpose and make inference to comprehend implicit information in the text. Menulis – Mempresentasikan Pada akhir Fase F, peserta didik menulis berbagai jenis teks fiksi dan faktual secara mandiri, menunjukkan kesadaran peserta didik terhadap tujuan dan target pembaca. Mereka membuat perencanaan, menulis, mengulas dan menulis ulang berbagai jenis tipe teks dengan menunjukkan strategi koreksi diri, termasuk tanda baca, huruf besar, dan tata bahasa. Mereka menyampaikan ide kompleks dan menggunakan berbagai kosakata dan tata bahasa yang beragam dalam tulisannya. Mereka menuliskan kalimat utama dalam paragraf- paragraf mereka dan menggunakan penunjuk waktu untuk urutan, juga konjungsi, kata penghubung dan kata ganti orang ketiga untuk menghubungkan atau membedakan ide antar dan di dalam paragraf. Mereka menyajikan informasi menggunakan berbagai mode presentasi untuk menyesuaikan dengan pemirsa dan untuk mencapai tujuan yang berbeda-beda, dalam bentuk cetak dan digital. By the end of Phase F, students independently write an extensive range of fictional and factual text types, showing an awareness of purpose and audience. They plan, write, review and redraft a range of text types with some evidence of self- correction strategies, including punctuation, capitalization and tenses. They express complex ideas and use a wide range of vocabulary and verb tenses in their writing. They include topic sentences in their paragraphs and use time markers for sequencing, also conjunctions, connectives and pronoun references for linking or contrasting ideas between and within paragraphs. They present information using different modes of presentation to suit different audiences and to achieve different purposes, in print and digital forms.


KURIKULUM MERDEKA C. Profil Pelajar Pancasila Listening ; Profil PelajarPancasila, khususnya dimensiBeriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, terutama akhlak kepada manusia Speaking : § Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi Mandiri, elemen Regulasi Diri, sub- elemen PercayaDiri, Tangguh (resilient), dan Adaptif; dan penggunaan pembelajaran kooperatif, tepatnya teknik Jot Thoughts dalam kegiatan Refleksi ini juga berkontribusi pada pembangunan dimensiBergotong Royong (elemen:Kolaborasi). Reading : § Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi Mandiri, elemen Regulasi Diri, sub- elemen Percaya Diri, Tangguh, dan Adaptif. Secara khusus, tujuannya adalah agar pesertadidik berani mencoba, adaptif dalam situasi baru, dan mencobauntuk tidak mudah menyerah saat mendapatkan tantangan. Viewing : § Profil Pelajar Pancasila dalam diri para peserta didik, khususnya dimensi Mandiri, elemen RegulasiDiri, sub-elemen Menunjukkan Inisiatif dan Bekerjasecara Mandiri. Tepatnya, peserta didik mengkritisi efektivitas dirinya dalam bekerja secara mandiridengan mengidentiikasi hal-halyang menunjang maupun menghambat dalam mencapai tujuan. Writing : § Profil Pelajar Pancasiladalam diri pesertadidik, khususnya dimensiGotong Royong, elemen Kolaborasi, subelemen Saling Ketergantungan Positif. Secara khusus, tujuannyaadalah agar pesertadidik menyadari bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya dan perlunyasaling membantu. Presenting : Profil PelajarPancasila dalam diri peserta didik, khususnya dimensiGotong Royong, elemen Kolaborasi, subelemen Saling Kebergantungan Positif. Secara spesiik, kegiatan ini membangun kesadaran bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya dan perlunya saling membantu. D. Sarana Prasarana 1. Gawai 4. Buku Teks 7. Handoutmateri 2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 8. Infokus/Proyektor/Pointer 3. Akses Internet 6. Referensi yang mendukung 9. Lembarkerja E. Kata Kunci Social interaction/discussion, digitalliteracies, future identities, word stress, authors/content creators’ purposes,multimodal text, implicitinformation, inference, subject question, social media caption/post, transitional words, graphic organizer. F .Capaian Pembelajaran Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menganalisis teks eksposisi dalam bahasa Inggris. Meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi secara efektif dalam konteks otomotif. Meningkatkan kemampuan siswa dalam bekerja sama dan menyelesaikan masalah secara kolaboratif. E. Acuan Tujuan Pembelajaran: - Setelah mengikuti pembelajaran, siswa diharapkan dapat: Mengidentifikasi struktur dan unsur-unsur teks eksposisi dalam bahasa Inggris. Menganalisis isi dan makna teks eksposisi dalam bahasa Inggris. Menghasilkan teks eksposisi dalam bahasa Inggris tentang topik otomotif. Menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi secara efektif dalam konteks otomotif. Bekerja sama dan menyelesaikan masalah secara kolaboratif dalam proyek pembelajaran. F. Peta Konsep Teks Eksposisi Struktur: Pendahuluan Isi Penutup Unsur-unsur: Gagasan utama Gagasan penjelas Kata penghubung Fungsi: Menjelaskan suatu topik Memberikan informasi Meyakinkan pembaca


KURIKULUM MERDEKA F. Kegiatan Pembelajaran Fase 1: Pendahuluan (15 menit) Guru menyapa siswa dan mengecek kesiapan belajar. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang mereka ketahui tentang teks eksposisi. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang akan digunakan. Fase 2: Eksplorasi (60 menit) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil yang heterogen. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membuat proyek pembelajaran yang terkait dengan materi teks eksposisi. Guru membantu siswa dalam memahami tugas dan menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek pembelajaran. Fase 3: Elaborasi (60 menit) Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek pembelajaran di depan kelas. Guru dan siswa melakukan diskusi dan tanya jawab tentang presentasi. Guru memberikan umpan balik dan penilaian terhadap hasil proyek pembelajaran. Fase 4: Evaluasi (15 menit) Guru memberikan tes singkat kepada siswa untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi teks eksposisi. Guru melakukan refleksi dengan siswa tentang proses pembelajaran dan hasil yang dicapai. G. Penilaian Penilaian Formatif: Observasi selama proses pembelajaran Pertanyaan lisan Presentasi proyek pembelajaran Tes singkat Penilaian Sumatif: Ujian akhir semester H. Diferensiasi Pembelajaran Diferensiasi Konten: Guru menyediakan berbagai sumber belajar yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Guru memberikan tugas yang bervariasi tingkat kesulitannya. Diferensiasi Proses: Guru memberikan panduan dan scaffolding kepada siswa yang membutuhkan bantuan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri dan kolaboratif. Diferensiasi Produk: Guru memberikan berbagai pilihan produk pembelajaran kepada siswa. Guru memberikan rubrik penilaian yang jelas dan terukur. F. Sumber Belajar Buku teks Bahasa Inggris Vokasi kelas 11 Internet Media pembelajaran lainnya


MATERI AJAR Berdeferensiasi Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas 11 SMK Jurusan Otomotif kurikulum Merdeka 2024 - 2025 Exsposition Text Disusun oleh Oni Krisna Wati S.Pd


KURIKULUM MERDEKA Exposition Text: Project-Based Learning with Differentiation for Automotive Technology (Grade 11) Introduction In this vocational automotive program, we will be implementing a Project-Based Learning (PJBL) approach within the Merdeka Curriculum framework. This method emphasizes learning by doing, where you'll gain practical skills through real-world projects. This text will explain the concept of exposition text, which will be a key tool for communicating your project findings. The Merdeka Curriculum, emphasizing a student-centered approach, presents a unique opportunity to integrate Project-Based Learning (PJBL) within vocational programs like Automotive Technology. PJBL fosters practical skill development by engaging students in realworld projects. This module introduces the concept of exposition text, a crucial tool for effectively communicating project findings. Exposition Text: A Foundation for Clear Communication Exposition text serves as a cornerstone for clear and objective communication of concepts, processes, or phenomena. It presents factual information in a structured manner, often employing logical reasoning and evidence to substantiate the central theme. The Role of Exposition Text in PJBL for Automotive Technology The PJBL approach necessitates comprehensive project documentation, analysis of findings, and subsequent class presentations. Exposition text is ideally suited for this purpose, enabling students to: Articulate Technical Details: Clearly explain the technical aspects of their projects, encompassing the problem addressed, the devised solution, and the implemented procedures. Present Factual Information: Provide accurate information on automotive components, systems, and repair methodologies. Support Claims with Evidence: Bolster their assertions with data, diagrams, and observations gleaned from their project experiences. Organize Reports Logically: Structure their reports in a logical sequence, guiding the reader through the project's progression. What is Exposition Text? An exposition text is a type of writing that aims to explain a concept, process, or phenomenon clearly and objectively. It presents factual information in a structured way, often using logical reasoning and evidence to support the main idea. Why Use Exposition Text in PJBL? In your automotive projects, you will be required to document your work, analyze findings, and present them to the class. Exposition text is the ideal tool for this purpose because it allows you to: Clearly explain the technical aspects of your project, such as the problem you addressed, the solution you developed, and the steps involved. Provide factual information about automotive components, systems, and repair procedures. Support your claims with evidence such as data, diagrams, and observations from your project. Structure your report logically, guiding the reader through your project journey. Mastering Exposition Text for Effective Automotive Technology Communication Grade 11 Introduction Effective communication plays a pivotal role in the realm of automotive technology. From relaying intricate repair procedures to clients to documenting project findings and presenting research to peers, clear and concise articulation of technical concepts is paramount. This instructional guide equips you with the essential skills to excel in crafting informative and well-structured exposition texts, forming the bedrock of effective communication for your Automotive Technology projects. Understanding Exposition Text Exposition text serves as a critical tool for objectively presenting factual information in a lucid and well-organized manner. It functions as a roadmap, guiding the reader through the intricate details of your project. Here are the key elements that define a strong exposition text: Clearly Defined Topic: The text establishes a central theme or problem statement from the outset. This sets the context for the reader, outlining the primary focus of your project. Logical Organization: Information should be presented in a logical sequence, such as a chronological order (step-by-step process) or cause-and-effect structure (identifying an issue and showcasing its solution). Typical sections include: Introduction: Briefly introduce the project's purpose and provide relevant background information. Methodology or Procedures: Detail the steps undertaken to complete the project, outlining the tools and materials utilized. Results or Findings: Present the data gathered during the project (e.g., diagnostic test results, performance measurements). Discussion or Analysis: Explain the implications of your findings and their relation to the addressed problem. Conclusion: Summarize the project's key points and highlight any valuable insights gained. Supporting Evidence: Simply stating facts isn't enough. Substantiate your claims with credible evidence such as: Data Tables: Organize data from tests and measurements into clear and concise tables for easy visualization. Diagrams & Illustrations: Utilize visual aids to represent complex processes or components for enhanced comprehension. Citations: Reference reliable sources like service manuals, technical publications, or industry-specific journals to demonstrate the validity of your information. Formal Language: Maintain a professional writing style. Avoid slang or overly technical jargon that might hinder understanding for your audience. Use precise automotive terminology while prioritizing clarity. Conciseness and Clarity: Strive for a concise and well-structured presentation. Communicate your message effectively without ambiguity. Proofread meticulously to ensure your message is delivered with clarity and avoids confusion.


KURIKULUM MERDEKA The Significance of Exposition Text in Automotive Technology Now, let's explore how exposition text empowers you to effectively communicate within the realm of Automotive Technology: Explaining Technical Nuances: Clearly articulate the intricate details of your project, whether it's troubleshooting a specific system, performing a repair, or implementing a modification. Presenting Factual Information: Accurately report details regarding automotive components, systems, and repair procedures. Back up your claims with data and reliable sources. Comprehensive Project Documentation: Organize your project documentation logically, enabling your instructor and classmates to comprehend your thought process and follow your discoveries. Crafting Compelling Presentations: Utilize exposition text as the foundation for your project presentations. Craft clear and informative slides that highlight key findings and support your explanations with strong visuals. Differentiation in PJBL The Merdeka Curriculum emphasizes personalized learning, and PJBL allows for differentiation based on your learning styles and needs. Here's how this might be applied: Project Choice: You may be offered a range of project options with varying difficulty levels, allowing you to choose one that aligns with your interests and skillset. Instructional Scaffolding: Teachers may provide additional support or resources to students who need extra help understanding the concepts or completing the project tasks. Product Differentiation: The final project deliverable can be adapted based on your strengths. You might present a written report, create a video tutorial, or build a physical model to showcase your learning. Conclusion By mastering exposition text writing and utilizing differentiation strategies, you will be well-equipped to successfully navigate PJBL projects in your automotive vocational studies. This approach will not only deepen your understanding of automotive technology but also develop valuable communication and critical thinking skills that will benefit you throughout your career. Remember: Cultivating strong exposition skills will translate into invaluable assets within your future automotive career. Whether you interact with clients, collaborate with colleagues, or even create repair guides, clear and concise communication is essential for success. Bonus Tip: Regular practice is key to honing your skills. Start by crafting short exposition texts describing simple automotive procedures or explaining the functions of specific components. This will help you refine your skills and make tackling complex project reports effortless.


Teks Eksposisi (Exposition Text) Exposition text atau teks eksposisi adalah suatu jenis tulisan yang menjelaskan pengetahuan atau informasi berdasarkan fakta untuk meyakinkan audiens atau lawan bicara. Informasi dalam teks ini umumnya disampaikan secara singkat, jelas, padat, tapi tetap akurat. Nggak hanya itu, kalau membuat teks eksposisi, kamu juga harus yakin bahwa kamu dapat mempertanggungjawabkan isi dari teks tersebut. “Hmm, biasanya teks eksposisi ini bahas apa, sih?” Teks eksposisi (exposition text) biasanya dibuat untuk menuangkan opini penulis untuk membahas tentang isu-isu penting yang sedang ramai dan hangat untuk dibahas. Karena mengandung opini dan argumen-argumen penulis, biasanya teks eksposisi dapat menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat yang tentu akan berdampak pada si penulis itu sendiri. Argumen tersebut juga menjadi salah satu ciri khas yang membedakan antara teks eksposisi dengan jenis teks lainnya, guys Tujuan Teks Eksposisi (Exposition Text) Sebagai sebuah tulisan terbuka, pada teks eksposisi, penulis akan menjelaskan suatu hal dengan jelas dan terperinci. Nah, tujuan dari teks ini adalah untuk menjelaskan informasi atau ide-ide mengenai berbagai aspek kehidupan (ekonomi, lingkungan, kesehatan, etc) dan mempengaruhi pembaca agar merasa setuju dengan pendapat yang disampaikan oleh penulis dalam menanggapi suatu isu. Teks eksposisi (exposition text) dapat dengan mudah kita temukan di media massa, lo, seperti koran, artikel ilmiah, majalah, blog pribadi, dan masih banyak lagi. Kamu pernah baca exposition text di media apa, nih? Jenis-jenis Teks Eksposisi (Exposition Text) dalam bahasa Inggris Sedikit berbeda dengan teks eksposisi dalam bahasa Indonesia yang memiliki beberapa jenis, kalau dalam bahasa Inggris, teks eksposisi a.k.a exposition text hanya memiliki dua jenis saja, guys. Apa saja, sih? Yuk, langsung cek! 1. Analytical Exposition Jenis yang pertama adalah analytical exposition. Jadi, analytical exposition adalah teks eksposisi yang diawali dengan sebuah pernyataan dari sang penulis untuk menunjukkan sikap dan posisi mereka dalam menanggapi sebuah isu atau tema yang akan dibahas. Selanjutnya, penulis akan mengemukakan banyak pendapat dan argumen sebagai pendukung terhadap opini yang telah ditulis di awal, kemudian penulis menutup atau mengakhiri tulisan dengan pernyataan ulang seperti opini di bagian awal sebagai sebuah bentuk penegasan yang ingin disampaikan pada audiens 2. Hortatory Exposition Sebetulnya cukup mudah untuk membedakan antara analytical exposition dan hortatory exposition. Jika analytical exposition diawali dengan pernyataan penulis, maka hortatory exposition adalah jenis teks eksposisi yang diawali dengan pernyataan berupa isu yang sedang hangat atau viral untuk diangkat menjadi tema tulisan. Jika sudah, penulis akan menyatakan berbagai argumen pendukung yang relevan dengan tema tulisan untuk membuat pembaca lebih memahami bagaimana sudut pandang penulis. Terakhir, teks akan ditutup dengan suggest dari penulis terkait apa yang harus dilakukan oleh audiens dalam menanggapi isu yang sudah dibahas. Struktur Teks Eksposisi (General Structure of Exposition Text) dalam teks eksposisi pun ada struktur yang harus kamu pelajari. Struktur ini berfungsi sebagai pedoman penulis untuk membuat kerangka tulisan atau naskah. Jadi, sebelum tulisannya dibuat secara utuh, kamu dapat membuat draft-nya terlebih dahulu dengan mengacu pada tiga struktur di bawah ini, yaitu: KURIKULUM MERDEKA 1. Thesis Secara umum, dalam bahasa Indonesia, bagian ini disebut juga sebagai pernyataan umum yang berperan sebagai pembuka dalam teks eksposisi. Melalui thesis statement, penulis biasanya akan mulai mengenalkan isu, topik, atau pandangan penulis terhadap suatu topik yang akan dibahas dalam teks. Supaya tema atau topik yang akan dibahas bisa membuat audiens lebih tertarik, jangan lupa agar melakukan riset terlebih dahulu. Kamu bisa mencari banyak referensi bacaan dari berbagai sumber yang kredibel sehingga pandanganmu terhadap topik tersebut semakin kuat. Oh ya, kamu juga dapat memulai paragraf awal bagian thesis ini dengan menuliskan sebuah fenomena yang mungkin belum diketahui banyak orang. Contoh paragraf tesis: A good and a right lifestyle is the main key for someone to control their weight. Besides consuming healthy foods, there are many other factors that must be considered, such as taking enough rest hours and doing regular exercise. Artinya Pola hidup yang baik dan benar adalah kunci utama seseorang untuk mengendalikan berat badan. Selain mengkonsumsi makanan sehat, ada banyak faktor lain yang harus diperhatikan, seperti jam istirahat yang cukup serta olahraga yang teratur.


Ciri-ciri Teks Eksposisi (Exposition Text) Meskipun penjelasan di atas sepertinya sudah cukup membuatmu paham bagaimana ciri khas dari teks eksposisi, tapi English Academy ingin merangkum versi singkatnya. Ciri-ciri dari teks eksposisi yaitu: 1. Teks eksposisi merupakan suatu tulisan berisi pengetahuan atau informasi bersifat faktual berdasarkan kondisi yang terjadi secara real. 2. Informasi yang disampaikan penulis ditulis secara singkat, jelas, dan lugas, serta menggunakan bahasa yang baku sesuai dengan grammar bahasa Inggris formal. 3. Keseluruhan isi teks mengandung jawaban dari 5W+1H, yaitu what (apa), where (di mana), when (kapan), who (siapa), why (mengapa), and how (bagaimana). 4. Teks eksposisi tidak memihak pada siapapun untuk kepentingan tertentu. Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi (Language Features Exposition Text) dalam bahasa Inggris Untuk membedakan teks eksposisi dengan jenis teks yang lain, maka ada beberapa kaidah kebahasaan yang harus kamu pahami dan aplikasikan, nih. Apa saja ya? KURIKULUM MERDEKA 1. Use simple present tense Karena teks eksposisi adalah tulisan yang bersifat faktual alias non-fiksi, maka tenses yang digunakan adalah simple present yang menyatakan tentang kondisi masa kini. Namun, kaidah ini bukanlah aturan mutlak. Artinya, kamu bisa saja untuk menggunakan beberapa jenis tenses lain yang disesuaikan dengan isi atau konteks kalimat. 2. Use conjunction Secara umum, conjunction adalah kata hubung. Kamu masih ingat, kan? Dalam teks eksposisi, terdapat struktur argumen penulis yang dihubungkan dengan pembahasan topik. Jadi, teks eksposisi banyak memakai conjunction pada penulisan kalimatnya, misalnya saja seperti so, therefore, the reason, etc. 3. Use a lot of cause and effect word Sebetulnya, cause and effect word ini biasa disebut juga sebagai causal conjunction, yaitu kata-kata atau frasa yang bisa kamu gunakan untuk menyampaikan alasan atau penjelasan dari suatu aksi yang terjadi. Salah satu cause and effect word adalah “because of.” 4. Use connective words “Hah, apa bedanya connective words dengan conjunction?” Jadi, conjunction adalah bagian dari connective words, sedangkan connective belum tentu masuk ke dalam jenis conjunction. Soalnya, connective words itu ada dua jenis, yaitu conjunction dan connecting words. Nah, jadi, dalam teks eksposisi, intinya kamu dapat menggunakan kedua jenis connective words untuk menghubungkan kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, atau menjadi penghubung antar frasa. Contoh connecting words antara lain even though, although, however, nevertheless, on the contrary, on the other hand, dan masih banyak lagi. 5. Use vocabularies to express writer’s expression Teks eksposisi adalah jenis teks yang tidak luput dari argumen penulis. Oleh sebab itu, penulis perlu memiliki keterampilan untuk mengekspresikan pendapat dan opini mereka menggunakan berbagai vocabulary dalam bahasa Inggris. Secara sederhana, kosakata yang bisa digunakan pada teks yang satu ini adalah think, must, try, need, important, and so on so forth. 6. Use vocabularies which will provoke audience emotion Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, selain bersifat argumentative, teks eksposisi pun memiliki tujuan untuk mempengaruhi pembaca, bukan? Maka dari itu, penulis harus mampu untuk menyajikan pembahasan yang dikemas dengan berbagai kosakata bahasa Inggris untuk membangkitkan emosi pembaca, misalnya concern, innocent, unreasonable, dan masih banyak lagi.


Contoh Analytical Exposition Text 1 Cars should be banned in the city Thesis: Cars should be banned in the city. As we all know, cars create pollution, and cause a lot of road deaths and other accidents. Argumentation: Firstly, cars, as we all know, contribute to most of the pollution in the world.Cars emit a deadly gas that causes illnesses such as bronchitis, lung cancer, and 'triggers' off asthma. Some of these illnesses are so bad that people can die from them. Secondly, the city is very busy. Pedestrians wander everywhere and cars commonly hit pedestrians in the city, which causes them to die. Cars today are our roads biggest killers. Thirdly, cars are very noisy. If you live in the city, you may find it hard to sleep at night, or concentrate on your homework, and especially talk to someone. Conclusion: In conclusion, cars should be banned from the city for the reasons listed. Contoh Analytical Exposition Text 2 The Impact of Technology on Traditional Industries Thesis: The rapid advancement of technology has had a profound impact on various traditional industries. While technology offers numerous benefits and opportunities, it is important to critically analyze its impact on these industries and consider both the positive and negative aspects. Argumentation: Firstly, technology has improved efficiency and productivity in traditional industries. Automation, artificial intelligence, and digitalization have streamlined processes, reduced manual labor, and increased productivity. This has resulted in cost savings, faster production cycles, and improved quality control in sectors such as manufacturing, agriculture, and logistics. Technology has disrupted traditional job markets. Automation and robotics have replaced certain jobs, leading to concerns about unemployment and job displacement. However, technology has also created new job opportunities in emerging sectors such as information technology, digital marketing, and data analysis. The key lies in reskilling and upskilling the workforce to adapt to the changing demands of the labor market. Conclusion: Technology has had a significant impact on traditional industries, improving efficiency and productivity while also disrupting job markets. It is crucial to embrace technological advancements, leverage their benefits, and invest in workforce development to navigate the changing landscape. By finding a balance between technology and human resources, we can ensure the sustainable growth and competitiveness of traditional industries in the digital age. KURIKULUM MERDEKA


LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK Berdeferensiasi Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas 11 SMK Jurusan Otomotif kurikulum Merdeka 2024 - 2025 Materi Exsposition Text Disusun oleh Oni Krisna Wati S.Pd


Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Mata Pelajaran: Bahasa Inggris Vokasi Kelas: 11 Jurusan Otomotif Materi: Teks Eksposisi Model Pembelajaran: Project Based Learning (PJBL) Kurikulum: Merdeka Petunjuk Penggunaan: LKPD ini digunakan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran PJBL dengan materi teks eksposisi. Guru dapat memodifikasi LKPD ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di sekolah. A. Persiapan 1.Membaca dan memahami materi teks eksposisi. 2.Menentukan topik proyek yang berkaitan dengan otomotif. 3.Membuat rencana proyek yang berisi langkah-langkah pengerjaan proyek. 4.Mencari informasi dan sumber belajar yang relevan dengan proyek. B. Pelaksanaan Proyek 1.Melaksanakan langkah-langkah pengerjaan proyek sesuai dengan rencana. 2.Berkolaborasi dengan anggota kelompok untuk menyelesaikan proyek. 3.Mencatat informasi dan data yang diperoleh selama pelaksanaan proyek. 4.Membuat laporan proyek yang berisi: Judul proyek Latar belakang proyek Tujuan proyek Metode pelaksanaan proyek Hasil dan temuan proyek Kesimpulan dan saran C. Presentasi Proyek 1.Menyiapkan materi presentasi yang menarik dan informatif. 2.Melakukan presentasi proyek di depan kelas. 3.Menjawab pertanyaan dari guru dan teman sekelas. D. Evaluasi Proyek 1.Guru memberikan penilaian terhadap laporan proyek dan presentasi proyek. 2.Siswa melakukan refleksi diri tentang proses pembelajaran dan hasil proyek. E. Lampiran Contoh format laporan proyek Daftar sumber belajar Dengan menggunakan LKPD ini, diharapkan siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam belajar teks eksposisi melalui PJBL. Contoh Topik Proyek: Sistem Injeksi Bahan Bakar Mobil: Jelaskan prinsip kerja sistem injeksi bahan bakar mobil. Jelaskan komponen-komponen utama sistem injeksi bahan bakar mobil. Jelaskan cara melakukan troubleshooting pada sistem injeksi bahan bakar mobil. Fungsi dan Perawatan Aki Mobil: Jelaskan fungsi aki mobil. Jelaskan jenis-jenis aki mobil. Jelaskan cara merawat aki mobil agar tahan lama. Jenis dan Fungsi Oli Mesin: Jelaskan jenis-jenis oli mesin. Jelaskan fungsi oli mesin. Jelaskan cara memilih oli mesin yang tepat untuk mobil. Sumber Belajar: Buku teks Bahasa Inggris Vokasi kelas 11 Internet Media pembelajaran lainnya Penilaian Proyek: Laporan proyek (30%) Presentasi proyek (40%) Keterlibatan dalam kelompok (30%) Refleksi Diri: 1.Apa yang telah saya pelajari dari proyek ini? 2.Apa yang dapat saya lakukan dengan lebih baik di proyek selanjutnya? Bagaimana saya dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang saya peroleh dari proyek ini dalam kehidupan nyata? 3. KURIKULUM MERDEKA


But just because it burns, doesn't mean you're gonna die. You gotta get up and try, and try, and try. (Hanya karena ini terbakar bukan berarti kamu akan mati, kamu harus bangun dan mencoba, dan mencoba, dan mencoba)- Try, Pink. 2024 - 2025 Disusun oleh Oni Krisna Wati S.Pd


Click to View FlipBook Version