The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Sekolah
Mencerdaskan Bangsa
-Sekolah Kebanggan
- Kita Toleransi, kita berprestasi
-Show your identity

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rinasaryantitumanggor, 2021-11-02 00:44:21

SMP EVERGREEN

Majalah Sekolah
Mencerdaskan Bangsa
-Sekolah Kebanggan
- Kita Toleransi, kita berprestasi
-Show your identity

Keywords: smp evergreen

Salam Redaksi

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuh
Segala puji kepada Allah Subhanallahu wat'ala, karena berkat dan rahmatNya lah majalah
SMP EG-zin edisi ke-3 ini dapat terbit. Dan terimaksih buat Guru dan siswa SMP Evergreen
yang telah mendukung terbitnya majalah ini dan diselesaikan dengan baik tidak lupa saya
ucapkan kepada semua pihak yang turut mendukung majalah EG!
Pada edisi kali ini kami telah berupaya untuk menampilkan majalah EG-Zine! dengan konsep
baru dan berusaha lebih baik. Namun, kami menyadari di segala sisi masih banyak terdapat
kesalahan dan kekurangan oleh karna itu, kami terbuka untuk menerima kritik dan saran dari
semua para pembaca setia EG-Zine

Saya ucapkan terimakasih

EG-ZINE SQUAD
Penasehat: Hilda Sari Ardina, S.Si, M.Pd

Sekapur Sirih

Assalamualaikum Wr.Wb
Segala puji dan sedalam syukur tak henti-hentinya kami panjatkan atas kehadirat Allah Swt.
Atas segala berkah dan rahmatnya, kami dapat menyelesaikan penulisan EG-zine sekolah
yang berisi catatan kegiatan pembelajaran selama semester 1 dengan baik. Terimakasih
kepada seluruh guru dan siswa yang tergabung dalam Ekstrakulikuler Jurnalistik yang telah
mencurahkan tenaga dan pikirannya sehingga majalah EG-zine ini dapat mengabadikan
segala momen kegiatan yang ada di SMP Evergreen.

SMP Evergreen adalah salah satu sekolah yang mengedepankan keberagaman dapat dilihat
dari kemajemukan suku dan agama. Namun memegang keutuhan persatuan dan kesatuan.
seperti Tagline saat acara kemerdekaan RI Kita Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh" , dan
saat acara EIF 2021" Show Your Identity"
Pasti ada kebersamaan asalkan dipupuk didalam perbedaan, dengan kerjasama tim yang baik
dan komitmen yang tinggi maka perbedaan akan berubah menjadi prestasi yang baik.

Beragam kegiatan ekstrakulikuler dilaksanakan Di SMP Evergreen, mulai dari Science,
Olahraga, Seni, Pramuka, Silat, Speech, Cooking Class, Puisi, Menulis Cerpen, Hasta Karya,
English. Untuk memelihara bakat-bakat siswa yang terpendam dan mengalirkan energi yang
positif untuk kemajuan bangsa kedepannya.

Harapan kedepannya, semoga SMP Evergreen semkain gemilang dalam mencetak generasi
bangsa yang berprestasi dan berakhalak mulia.

Dan untuk tim redaksi Majalah EG-zine agar ditingkatkan kreatifitas lebih baik lagi
kedepannya.

SMP EVERGREEN

Di Jalan Lingkar Pangkalan Kerinci terletak sekolah swasta bernama SMP Evergreen.
Sekolah ini dibangun pada bulan Maret 2018, sekolah tersebut didirikan oleh Ms Susi
Kaswari dan Mr Heriadi, serta dengan Ms Hilda Sari Ardina yang menjabat sebagai Kepala
Sekolah nya. Pada awalnya, SMP Evergreen masih menumpang dibangunan SD karena
bangunan SMP Evergreen belum selesai. Di Evergreen terdapat banyak guru baru dan guru
lama karena Evergreen memiliki kelas tambahan. Guru lama terdiri atas Ms Hilda, Ms
Hayati, Mr Christian, Ms Roza, Ms Indah, Ms Aini sedangkan di tahun 2021 banyak guru
baru mulai mengajar seperti Ms Rina, Mr Yusuf, dan Mr Derri

Setelah bangunan SMP Evergreen selesai, murid SMP yang menumpang di SD pun
kemudian pindah ke bangunan yang baru. Di bangunan SMP baru terdapat 5 kelas yaitu kelas
7 yang dibimbing oleh Ms Aini, kelas 8a dibimbing oleh Mr Yusuf, kelas 8b dibimbing oleh
Ms Roza, kela 9a dibimbing oleh Ms Hayati, dan kelas 9b dibimbing oleh Ms Indah. Selain
itu,di bangunan SMP yang ini juga terdapat 3 toilet perempuan dan 3 toilet laki laki, 1
ruangan tempat sholat dan 1 kantor. Setiap guru di SMP EVERGREEN memiliki tugas
tersendiri. Seperti Mr Christian yang mengajar dibidang Olahraga, Science dikelas 7, dan
TIK dikelas 7 dan 8, Ms Hayati yang mengajar dibidang MTK dan Math, Ms Indah yang
mengajar di bidang PKN, Seni Budaya kela 9 a dan b, dan Prakarya, Ms Aini yang mengajar
dibidang IPA dan Science kelas 8 dan 9, Ms Rina yang mengajar dibidang IPS dan Seni
Budaya kelas 7 dan 8, Ms Roza yang mengajar di bidang Bahasa Indonesia, Mr Yusuf yang
mengajar dibidang Bahasa Inggris, serta Mr Derri yang mengajar dibidang Agama Islam, dan
Budaya Melayu Riau.

PUISI Karya : NAILA IX A

ibu..
kau bagaikan malaikat yg tuhan turunkan untukku
kau bagaikan malaikat yg datang untuk merawatku

oh ibu..
setiap tetesan keringat yg menetes didahimu
menandakan betapa bekerja kerasnya kau mengurusku

ibu..
disetiap hembusan nafasmu
dipenuhi dengan kasih sayang dan cinta yg sangat besar untukku

ibu..
aku berterimakasih atas semua yg kau lakukan untukku
pengorbanan dan perjuangan yg kau berikan untukku
sangat berarti maknanya untukku

PUISI

Karya : Kasih IX A

PUISI

Karya : Rani VIII A

CERPEN

Karya : Svencelyn 9A

ЯOЯЯIM
ꓤ Oꓤ ꓤ IW

"Kring… Kring … Kring" aku terbangun oleh suara alarm. Aku duduk di kasur ku, dan mengusap
mataku untuk menghilangkan kantuk ku. Aku melihat ke arah jendela

"Ahhh… hari ini hujan ya"pikirku sambil merapikan tempat tidurku yang berantakan.

"Hujan-hujan begini enaknya tidur saja, tapi nanti pasti Mama marah" Keluhku yang masih ingin
tidur.

"Nak… bangun, nanti telat loh masuk sekolahnya" teriak Mama dengan lembut. Aku pun segera
bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Setelah bersiap, aku turun untuk sarapan. Di meja aku
melihat ada nasi goreng yang sudah dimasak Mama, aku segera melahap nya dengan terburu-buru
karena tidak ingin telat. Setelah itu, Aku berangkat ke sekolah.

Di sekolah, aku melihat temanku berkumpul di depan mading.
"Wah… pasti seru ya, Lil " ucap Rian kepadaku
"Eh… i-iya, p-pasti seru yaa" ucapku gagap.

Aku melihat ke mading dan membaca dalam hati

"Festival sekolah akan diadakan minggu depan. Segera bersiaplah!"
"Kring….kring" bel sekolah tiba-tiba berbunyi dan semua murid berlarian di koridor dan masuk ke
kelas masing-masing dengan segera aku juga masuk ke dalam kelas.

Di kelas, pak Albert menjelaskan tentang festival yang akan diadakan sekolah minggu depan.

"Jadi nanti Melati, Rian, dan Lilac kalian bertugas untuk menyiapkan rumah cermin, sedangkan
Veronica, Rika, dan Kai menyiapkan rumah hantunya… dan….."

Saat pak Albert menjelaskan, seketika jantungku berdebar dan aku merasa sangat senang karena aku
sekelompok dengan Rian. Sudah dari lama aku menyukai Rian, tetapi aku tidak memiliki keberanian
untuk mengungkapkannya, aku juga dilarang Mama untuk berpacaran. Disamping itu, Aku juga
senang karena setim dengan Melati. Melati adalah sahabatku yang paling terbaik di dunia. Aku
senang karena kami bisa setim.

Sudah 1 minggu berlalu, kami sudah mempersiapkan rumah cerminnya dengan baik. Aku jadi
gugup sekali. Di satu minggu itu, aku, melati dan Rian melewati banyak hal. Dari yang awalnya kami
kira tidak akan sesuai ekspektasi, ternyata malah kebalikannya. Tetapi, tidak semudah itu. Banyak
masalah yang terjadi saat kami mempersiapkan acara ini. Mulai dari cermin yang tiba-tiba pecah,
hingga kucing hitam yang mencakar-cakar cerminnya yang membuat suara mengerikan. Aku semakin
dekat dengan Rian. Untuk itu, aku senang sekali. Melihat usaha kami bersama, rasanya jerih payah
kami terbayarkan.

"Akhirnyaaa… siap juga, Aku capek sekali. Kamu gimana Lil? "Tanya Melati kepadaku.

"Yah... Capek juga lah, tapi aku senang "ucapku kepada Melati.

"Ternyata lebih bagus dari dugaan kita ya"kata Rian yang takjub dengan hasil karya ini.

"Eh-h… i-iya padahal a-aku mengira akan ga-gagal" ucapku

"Kok gagap gitu sih, hahaha santai saja, jangan gugup ya" balas Rian.

Aku selalu gagap saat berada didekat Rian. Padahal saat kami masih kecil, aku tidak seperti ini
Melati juga selalu tertawa saat melihatku gagap. Terkadang aku kesal dengannya karena selalu
menertawaiku. Tapi, Melati juga selalu mendukung dan membantuku.

Sudah mulai banyak orang yang berdatangan. Mereka tertawa setelah memasuki rumah cermin. Oh
ya, di dalam rumah cermin ada banyak cermin yang memantulkan refleksi yang berbeda-beda. Ada
yang membuat terlihat gemuk, kurus, tinggi, pendek, terbalik dan bergelombang. Benar-benar seru.

Setelah acara hampir selesai, kami memasuki rumah cermin. Aku melihat banyak pantulan ku.

"Hahaha…. Lucu sekali itu, kau terlihat seperti ibu-ibu "ucap Melati yang sedang tertawa.

"Heh. Kau juga sama. Malah terlihat seperti ibu-ibu hamil hahaha" tawaku.

Tiba-tiba aku merasakan hawa dingin menyelimutiku. Bulu kudukku langsung berdiri.

"Melati, ayo keluar" ucapku sambil gemetaran

"Eh... Nanti dulu dong. Kita belum berfoto-foto "

"Aku kesana dulu ya. Pokoknya jangan pergi dulu! "Tegas Melati kepadaku.

"Ehhhh… tungguin dong "ucapku

Tetapi Melati malah meninggalkanku sendiri. Aku sangat takut. Aku pun berjalan perlahan dan
melihat sebuah cermin aneh. Di cermin itu... Aku tersenyum? Padahal aku tidak tersenyum sama
sekali. Aku merasa terkejut dan takut. Segera Aku berlari dan aku kembali ke tempat yang sama lagi!
Aku terus berlari dan berlari, tetapi nihil! Hasilnya tetap sama. "puk"Aku kaget karena ada seseorang
yang menepuk pundakku. Aku melihat ke belakang, tetapi tidak ada siapapun. Lalu....... Aku me-
melihat....... B-b-ba-bayangan-ku... Berada tepat di depanku sambil tersenyum seram
"TOLONG"teriak ku sekencang-kencangnya. Aku pun perlahan pingsan. Saat tersadar, aku sudah ada
di luar rumah itu dan banyak orang mengelilingiku. Aku melihat tubuh ku tergeletak bersimbah darah
"tunggu, tubuhku?" Aku kaget dan langsung memeriksa sekelilingku, aku melihat diriku menjadi
transparan, dengan panik aku teriak meminta tolong dan berlari apakah ada yang dapat mendengarku.
Tetapi hasilnya nihil, aku tidak tahu apa yang terjadi kepada diriku. Aku mulai mengingat-ingat apa
yang terjadi "cerminya.. jatuh?" Aku tersentak dan menyadari bahwa diriku telah mati. "Aku.. telah
mati" pekikku dengan frustasi sembari meneteskan air mata. Aku menenangkan diri dan mulai
menerima keadaan. Aku kembali ke tempat 'tubuhku' berada. Aku melihat teman-temanku sedang
menangis, aku berusaha menahan air mata, tubuhku telah hancur begitu pula dengan jiwaku. Aku
berusaha mencari cara agar aku dapat kembali, berkali kali aku mencoba tetapi semuanya gagal,
setiap kali aku gagal aku akan selalu berpikir positif bahwa aku akan dapat kembali tetapi sekarang
berbeda, aku sudah menyerah dengan takdirku yang tragis. Aku melihat dewa kematian menungguku
sembari tersenyum dengan mengerikan. Aku dengan pasrah mengikuti sang dewa kematian ke alam
kematian

CERPEN

Karya : Alya Dini 9A


Click to View FlipBook Version