RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 KENDARI Bidang Keahlian : Bisnis Dan Manajemen Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga Mata pelajaran : Akuntansi Keuangan Durasi (Waktu) : 2 X 45 Menit (90 menit) Kelas : XI KKM : 75 Pertemuan Pertama dan kedua (1 dan 2) A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, ramah lingkungan, gotong, kerja sama, damai dan percaya diri dalam menunjukkan sikap responsif dan proaktif dalam menanggapi berbagai permasalahan di lingkungan, serta mampu berinteraksi dan menenpatkan diri sebagai cerminan dalam pergaulan sehari-hari. 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari wawasan kemanusiaan, kebangsaan dan kenegaraan. 4. Menalar, mengolah, dan menyajikan secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangandari yang dipelajarinya, di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator pencapaian Kompetensi No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Bersyukur atas nikmat dan karunia Allah, serta mampu menyelesaikan dan mengerjakan akuntansi persediaan. 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, serta memiliki rasa ingin tahu dan percaya diri, dan keterikatan pada akuntansi serta memiliki rasa percaya pada kegunaan belajar akuntansi keuangan. Senantiasa menerapkan peilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, amanah dalam menyelesaikan proses pembeljaran dengan materi Persediaan. 3 Pengertian dan klasifikasi persediaan serta peranan persediaan dalam menetapkan pendapatan 3.1 Pengertian persediaan dijelaskan dengan benar 3.2 Klasifikasi persediaan diidentifikasi 3.3 Peranan persediaan dalam menetapkan pendapatan dijelaskan dengan benar C. Tujuan Pembelajaran Berdasarkan IPK diatas, maka rumusan tujuan pembelajarannya yaitu: 1. Menjelaskan pengertian persediaan 2. Mengklasifikasikan persediaan yang dimiliki oleh perusahaan dagang dan perusahaan industri 3. Menjelaskan peranan persediaan dalam menetapkan pendapatan D. Materi Pembelajaran Pengertian Istilah persediaan dalam akuntansi ditujukan untuk menyatakan suatu jumlah barang yang berwujud yang memenuhi kriteria sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 yang menyebutkan bahwa Persediaan adalah aktiva : (a) tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal (b) dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan atau (c) dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. Berdasarkan kriteria diatas dapat disimpulkan bahwa persediaan adalah barang yang dibeli untuk dijual dalam usaha normal atau barang dalam proses produksi
dan atau dalam perjalanan atau dalam bentuk bahan/perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. Klasifikasi Persediaan Persediaan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : - Barang Dagang yaitu barang yang dibeli dari pihak lain dalam kondisi siap untuk dijual tanpa melakukan pemrosesan lebih lanjut. - Barang jadi adalah produk selesai yang dihasilkan dari suatu pengolahan produk dan telah menyerap biaya bahan, biaya tenaga kerja serta biaya overhead pabrik secara tuntas. - Barang dalam proses adalah bahan yang sudah dimasukkan dalam suatu proses produksi tetapi belum selesai diolah sehingga baru sebagian ( belum tuntas ) biaya bahan, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik yang terserap kedalam produk tersebut. - Bahan baku dan bahan pembantu adalah bahan yang dibeli oleh perusahaan dengan maksud / tujuan untuk diproses lebih lanjut menjadi barang jadi. Persediaan yang dimiliki oleh perusahaan tergantung dari jenis usaha perusahaan yang bersangkutan, misalnya : a) Perusahaan dagang hanya memiliki satu jenis persediaan yaitu persediaan barang dagang. b) Perusahaan industri memiliki lebih dari satu jenis persediaan seperti persediaan barang jadi. persediaan barang dalam proses serta persediaan bahan baku dan bahan pembantu. c) Perusahaan Jasa tidak mempunyai persediaan. Peranan Persediaan dalam menetapkan pendapatan. Persediaan memegang peranan yang sangat penting untuk menetapkan hasil usaha / pendapatan dalam suatu periode. Karena perhitungan Laba Rugi tidak hanya sekedar membandingkan antara penjualan dengan pembelian, tetapi antara penjualan dengan harga perolehannya. Sedangkan untuk mengetahui harga perolehan (harga pokok barang yang terjual), harus diketahui lebih dahulu jumlah pembelian bersih, persediaan pada awal periode dan akhir periode akuntansi. Mengingat besarnya pengaruh persediaan dalam menetapkan pendapatan ( laporan laba rugi ) maupun dalam neraca, maka perlu adanya sistem / metode pencatatan dan sistem penilaian yang baik terhadap persediaan. E. Model/Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Model : Problem Based Learning (PBL) Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan dan Ceramah
F. Alat/ Media/ Sumber Belajar Alat/Media : Papan Tulis Sumber Belajar : Modul Akuntansi, Buku Paket Akuntansi dan Internet G. Kegiatan Pembelajaran Langkah Deskripsi Alokasi Guru Siswa Waktu Kegiatan Pendahuluan 1. Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan dilanjutkan dengan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing. 2. Guru mengecek keadaan kelas. 3. Melakukan absensi di kelas. 4. Penelitimemberikan arahan yang mendidik untuk siswa. 1. Siswa menjawab salam dan dilanjutkan denngan berdoa sesuai agama dan keyakinan masingmasing. 2. Siswa medengarkan penyampaian guru. 20 menit Kegiatan Inti Fase Orientasi Tentang Permasalahan Kepada Peserta Didik 1. Guru memberikan penjelasan mengenai tujuan pembelajaran dari materi persediaan serta hal-hal yang akan dilakukan. 2. Guru memberikan stimulus kepada siswa dengan memberikan pertanyaan mengenai pengertian dan klasifikasi persediaan serta peranan persediaan. 3. Guru membantu siswa dalam penyelesaian masalah dengan cara penyelesaian masalah pada materi persediaan. Fase Memunculkan Masalah 1. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk merumuskan dan membagi siswa kedalam beberapa 1. Siswa mencatat tujuan pembelajaran. 2. Siswa mampu mendalami permasalahan yang diberikan guru tentang materi persediaan. 3. Siswa menuliskan permasalahan yang diberikan guru tentang mengelolah kartu persediaan. 1. Siswa membuat kelompok yang telah dibagi oleh guru 2. Siswa membagi tugas 50 menit
kelompok 2. Guru membagi lembar kerja kelompok untuk diselesaikan masing-masing kelompok, kelompok dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok menyelesaikan indikator yang sama yaitu menjelaskan pengertian dan klasifikasi persediaan serta peranan persediaan dalam menetapkan pendapatan. Fase Mengumpulkan Data 1. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk memperoleh informasi yang tepat tentang persediaan. 2. Guru membantu siswa dalam mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan pengertian dan klasifikasi persediaan serta peranan persediaan dalam menetapkan pendapatan.. 3. Guru membimbing siswa untuk mengawasi yang aktif dan yang bisa menggunakan metode yang sesuai untuk pemecahan masalah. Fase Merumuskan Jawaban 1. Guru membimbing siswa untuk menyiapkan hasil kerja kelompok yang kemudian akan dipaparkan. Fase Mengkomunikasikan 1. Guru membantu siswa untuk menyelesaikan masalah yang diberikandalam menganalisis materi. 3. Siswa mampu menganalisis permasalahan yang diberikan oleh gur mengenai pengertian dan klasifikasi persediaan serta peranan persediaan dalam menetapkan pendapatan. 1. Siswa mencari informasi dan solusi untuk menyelesaikan masalah. 2. siswa mampu merumuskan data dan informasi yang telah dikumpulkan. 3. Siswa menyiapkan hasil diskusi. 4. Siswa memaparkan hasil diskusi kelompok secara bergantian. 1. Siswa menyiapkan hasil diskusi. 2. siswa memaparkan hasil diskusi kelompok secara bergantian. 1. Siswa merefleksi dan
untuk melakukan refleksi terhadap penyelidikan dan proses yang digunakan. mengevaluais proses pembelajaran yang dilakukan. Kegiatan Penutup 1. Penelitimemfasilitasi siswa untuk menyimpulkan materi yang dibahas dalam pertemuan ini. 2. guru menutup proses pembelajaran dan memberi salam. 1. siswa menyimpulkan materi yang dibahas 2. siswa mencari hal penting dalam materi. 3. siswa berdoa dan menjawab salam. 20 menit H. Penilaian 1. Prosedur Penilaian : proses dan hasil 2. Jenis penilaian : Tes tertulis 3. Bentuk penilaian : Soal pilihan ganda
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 KENDARI Bidang Keahlian : Bisnis Dan Manajemen Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga Mata pelajaran : Akuntansi Keuangan Durasi (Waktu) : 2 X 45 Menit (90 menit) Kelas : XI KKM : 75 Pertemuan Ketiga dan keempat (3 dan 4) A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, ramah lingkungan, gotong, kerja sama, damai dan percaya diri dalam menunjukkan sikap responsif dan proaktif dalam menanggapi berbagai permasalahan di lingkungan, serta mampu berinteraksi dan menenpatkan diri sebagai cerminan dalam pergaulan sehari-hari. 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari wawasan kemanusiaan, kebangsaan dan kenegaraan. 4. Menalar, mengolah, dan menyajikan secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangandari yang dipelajarinya, di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar dan Indikator pencapaian Kompetensi
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Bersyukur atas nikmat dan karunia Allah, serta mampu menyelesaikan dan mengerjakan akuntansi persediaan. 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, serta memiliki rasa ingin tahu dan percaya diri, dan keterikatan pada akuntansi serta memiliki rasa percaya pada kegunaan belajar akuntansi keuangan. Senantiasa menerapkan peilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, amanah dalam menyelesaikan proses pembelajaran dengan materi Persediaan. 3 Pencatatan transaksi yang berhubungan dengan mutasi persediaan barang dagang 3.1 Sistem pencatatan persediaan teridentifikasi 3.2 Saldo awal persediaan teridentifikasi 3.3 Data pembelian barang dagang teridentifikasi 3.4 Data penjualan barang dagang teridentifikasi 3.5 Data retur pembelian / retur penjualan teridentifikasi C. Tujuan Pembelajaran Berdasarkan IPK diatas, maka rumusan tujuan pembelajarannya yaitu: 1. Menjelaskan perbedaan antara pencatatan sistem periodik dengan sistem perpetual dalam hal pembelian dan penjualan barang. 2. Mencatat transaksi yang berhubungan dengan mutasi persediaan. D. Materi Pembelajaran Sistem pencatatan persediaan Untuk dapat menetapkan nilai persediaan pada akhir periode dan menetapkan biaya persediaan selama suatu periode, sistem persediaan yang digunakan adalah : - Sistem periodik /fisik (Periodical System / Physical System). - Sistem permanen/terus menerus (Perpetual System). 1. Sistem periodik/fisik (Periodical System / Physical System) Dalam cara ini pencatatan persediaan hanya dilakukan pada akhir periode akuntansi (pada saat akan menyusun laporan keuangan). Penilaian persediaan dilakukan dengan mengadakan perhitungan secara fisik. Sedangkan pada
waktu terjadi pembelian atau penjualan tidak dicatat dalam akun “Persediaan” tetapi dicatat dalam akun “Pembelian” dan akun “Penjualan”. 2. Sistem permanen/terus menerus (Perpetual System) Dalam cara ini pencatatan atas persediaan dilakukan secara kontinue/terus menerus, yaitu setiap terjadi transaksi yang mempengaruhi persediaan dicatat dalam akun “Persediaan” Untuk lebih jelasnya perbedaan cara pencatatan kedua sistem tersebut disajikan contoh sebagai berikut : No . Transaksi Pencatatan menurut sistem periodik (Periodical System) Pencatatan menurut sitem permanen (Perpetual System) 1. Pembelian kredit barang dagang seharga Rp 6.000.000,00 Pembelian Hutang Dagang Rp 6.000.000 Rp 6.000.000 Persediaan Barang Dagang Hutang Dagang Rp 6.000.000 Rp 6.000.000 2. Retur Pembelian seharga Rp 250.000,00 Hutang Dagang Retur Pembelian Rp 250.000 Rp 250.000 Hutang Dagang Persediaan Barang Dagang Rp 250.000 Rp 250.000 3. Penjualan kredit barang dagang Harga Jual Rp 5.000.000,00 Harga Perolehan Rp 3.600.000,00 Piutang Dagang Penjualan Rp 5.000.000 Rp 5.000.000 Piutang Dagang Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagang Rp 5.000.000 Rp 3.600.000 Rp 5.000.000 Rp 3.600.000 4. Retur Penjualan (kredit) Harga Jual Rp 200.000,00 Harga Perolehan Rp 144.000,00 Retur Penjualan Piutang Dagang Rp 200.000 Rp 200.000 Retur Penjualan Piutang Dagang Persediaan Barang Dagang Harga Pokok Penjualan Rp 200.000 Rp 144.000 Rp 200.000 Rp 144.000 E. Model/Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Model : Problem Based Learning (PBL) Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan dan Ceramah F. Alat/ Media/ Sumber Belajar Alat/Media : Papan Tulis Sumber Belajar : Modul Akuntansi, Buku Paket Akuntansi dan Internet
G. Kegiatan Pembelajaran Langkah Deskripsi Alokasi Guru Siswa Waktu Kegiatan Pendahuluan 1. Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan dilanjutkan dengan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing. 2. Guru mengecek keadaan kelas. 3. Melakukan absensi di kelas. 4. Penelitimemberikan arahan yang mendidik untuk siswa. 1. Siswa menjawab salam dan dilanjutkan denngan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing. 2. Siswa medengarkan penyampaian guru. 20 menit Kegiatan Inti Fase Orientasi Tentang Permasalahan Kepada Peserta Didik 1. Guru memberikan penjelasan mengenai tujuan pembelajaran dari persediaan serta hal-hal yang akan dilakukan. 2. Guru memberikan stimulus kepada siswa dengan memberikan pertanyaan mengenai Pencatatan transaksi yang berhubungan dengan mutasi persediaan barang dagang. 3. Guru membantu siswa dalam penyelesaian masalah dengan dengan cara penyelesaian masalah pada materi persediaan. Fase Memunculkan Masalah 1. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk merumuskan dan membagi siswa kedalam beberapa kelompok 2. Guru membagi lembar kerja 1. Siswa mencatat tujuan pembelajaran. 2. Siswa mampu mendalami permasalahan yang diberikan guru tentang materi persediaan. 3. Siswa menuliskan permasalahan yang diberikan guru tentangpencatatan transaksi yang berhubungan dengan mutasi persediaan barang dagang. 1. Siswa membuat kelompok yang telah dibagi oleh guru 2. Siswa membagi tugas untuk menyelesaikan masalah yang 50 menit
kelompok untuk diselesaikan masing-masing kelompok, kelompok dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok menyelesaikan indikator yang sama yaitu Pencatatan transaksi yang berhubungan dengan mutasi persediaan barang dagang. Fase Mengumpulkan Data 1. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk memperoleh informasi yang tepat tentangpencatatan transaksi yang berhubungan dengan mutasi persediaan barang dagang. 2. Guru membantu siswa dalam mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang berkaitan denganpencatatan transaksi yang berhubungan dengan mutasi persediaan barang dagang. 3. Guru membimbing siswa untuk mengawasi yang aktif dan yang bisa menggunakan metode yang sesuai untuk pemecahan masalah. Fase Merumuskan Jawaban 1. Guru membimbing siswa untuk menyiapkan hasil kerja kelompok yang kemudian akan dipaparkan. diberikandalam menganalisis materi. 3. Siswa mampu menganalisis permasalahan yang diberikan oleh guru mengenai pencatatan transaksi yang berhubungan dengan mutasi persediaan barang dagang. 1. Siswa mencari informasi dan solusi untuk menyelesaikan masalah. 2. siswa mampu merumuskan data dan informasi yang telah dikumpulkan. 3. Siswa menyiapkan hasil diskusi. 4. Siswa memaparkan hasil diskusi kelompok secara bergantian. 1. Siswa menyiapkan hasil diskusi. 2. siswa memaparkan hasil diskusi kelompok secara bergantian.
Fase Mengkomunikasikan 1. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi terhadap penyelidikan dan proses yang digunakan. 1. Siswa merefleksi dan mengevaluasi proses pembelajaran yang dilakukan. Kegiatan Penutup 1. Peneliti memfasilitasi siswa untuk menyimpulkan materi yang dibahas dalam pertemuan ini. 2. guru menutup proses pembelajaran dan memberi salam. 1. siswa menyimpulkan materi yang dibahas 2. siswa mencari hal penting dalam materi. 3. siswa berdoa dan menjawab salam. 21 menit H. Penilaian 1. Prosedur Penilaian : proses dan hasil 2. Jenis penilaian : Tes tertulis 3. Bentuk penilaian : Soal pilihan ganda
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 KENDARI Bidang Keahlian : Bisnis Dan Manajemen Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga Mata pelajaran : Akuntansi Keuangan Durasi (Waktu) : 2 X 45 Menit (90 menit) Kelas : XI KKM : 75 Pertemuan kelima dan keenam (5 dan 6) A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, ramah lingkungan, gotong, kerja sama, damai dan percaya diri dalam menunjukkan sikap responsif dan proaktif dalam menanggapi berbagai permasalahan di lingkungan, serta mampu berinteraksi dan menenpatkan diri sebagai cerminan dalam pergaulan sehari-hari. 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari wawasan kemanusiaan, kebangsaan dan kenegaraan. 4. Menalar, mengolah, dan menyajikan secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangandari yang dipelajarinya, di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar dan Indikator pencapaian Kompetensi
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Bersyukur atas nikmat dan karunia Allah, serta mampu menyelesaikan dan mengerjakan akuntansi persediaan. 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, serta memiliki rasa ingin tahu dan percaya diri, dan keterikatan pada akuntansi serta memiliki rasa percaya pada kegunaan belajar akuntansi keuangan. Senantiasa menerapkan peilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, amanah dalam menyelesaikan proses pembelajaran dengan materi persediaan. 3 Penilaian persediaan barang dagang 3.1 Sistem pencatatan persediaan barang dagang teridentifikasi 3.2 Metode penilaian persediaan barang dagang teridentifikasi 3.3 Penilaian persediaan barang dagang disajikan sesuai sistem pencatatan dan metode penilaian yang telah ditetapkan C. Tujuan Pembelajaran Berdasarkan IPK diatas, maka rumusan tujuan pembelajarannya yaitu: 1. Menyebutkan macam-macam metode penilaian persediaan barang dagang 2. Menetapkan nilai persediaan barang dagang sesuai sistem dan metode pencatatan yang ditetapkan D. Materi Pembelajaran Metode Penilaian Untuk menetapkan besarnya persediaan pada akhir periode ada beberapa metode penilaian antara lain : 1. Metode penilaian persediaan berdasarkan harga perolehan Dalam metode ini nilai persediaan sama dengan harga perolehannya. Untuk menetapkan nilai persediaan akhir dapat dilakukan dalam sistem pencatatan secara periodik (fisik), maupun sistem permanen (perpetual). Menurut sistem periodik ada beberapa cara sebagai berikut : 1) Metode tanda pengenal khusus ( Specifics Identification Method )
Pada metode ini setiap barang yang dibeli diberi tanda (label harga perolehan serta tanggal pembelian), sehingga pada saat mengadakan inventarisasi dikelompokkan menurut tandanya kemudian dihitung jumlah harganya. Contoh : PT. Pelangi selama bulan April 2006 mempunyai data tentang persediaan barang X sebagai berikut : April 01, Persediaan 400 unit @ Rp 12.000,00/unit 07, Pembelian 600 unit @ Rp 12.100,00/unit 12, Pembelian 500 unit @ Rp 12.200,00/unit 16, Pembelian 800 unit @ Rp 12.150,00/unit 21, Pembelian 500 unit @ Rp 12 200,00/unit 25, Pembelian 700 unit @ Rp 12.250,00/unit 29, Pembelian 500 unit @ Rp 12.300,00/unit Berdasarkan inventarisasi secara fisik, ternyata jumlah persediaan pada tanggal 30 April 2006 sebanyak 600 unit terdiri dari Pembelian tanggal 29 April 400 unit, pembelian tanggal 25 April 150 unit dan pembelian tanggal 21 April 50 unit. Tentukanlah nilai persediaan barang X tanggal 30 April 2006 dengan metode tanda pengenal khusus!. Jawab : Nilai persediaan pada tanggal 30 April 2006 adalah : Pembelian Tgl. 29/4 400 x Rp 12.300,00 = Rp 4.920.000,00 Pembelian Tgl. 25/4 150 x Rp 12.250,00 = Rp 1.837.500,00 Pembelian Tgl. 21/4 50 x Rp 12.200,00 = Rp 610.000,00 (+) Jumlah 600 unit = Rp 7.367.500,00 =============== 2) Metode Masuk Pertama Keluar Pertama/MPKP ( First In First Out/FIFO ) Pada metode ini beranggapan bahwa persediaan/pembelian yang pertama dijual lebih dulu, sehingga saldo (persediaan akhir) dinilai menurut pembelian yang terakhir. 3) Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama/MTKP ( Last In First Out/LIFO ) Pada metode ini beranggapan bahwa setiap penjualan dinilai menurut harga pembelian yang terakhir, sehingga saldo (persediaan akhir) dinilai menurut pembelian yang pertama/persediaan awal. 4) Metode Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Method) Pada metode ini dipengaruhi oleh harga rata-rata seluruh barang (harga persediaan awal ditambah pembelian-pembelian dibagi kuantitas barang tersebut). Nilai persediaan akhir adalah jumlah persediaan barang yang masih ada dikalikan dengan harga rata-ratanya.
Contoh : PT. Pelangi selama bulan April 2006 mempunyai data tentang persediaan barang X sebagai berikut : April 01, Persediaan 400 unit @ Rp 12.000,00/unit 07, Pembelian 600 unit @ Rp 12.100,00/unit 12, Pembelian 500 unit @ Rp 12.200,00/unit 16, Pembelian 800 unit @ Rp 12.150,00/unit 21, Pembelian 500 unit @ Rp 12 200,00/unit 25, Pembelian 700 unit @ Rp 12.250,00/unit 29, Pembelian 500 unit @ Rp 12.300,00/unit Berdasarkan inventarisasi secara fisik, ternyata jumlah persediaan barang pada tanggal 30 April 2006 sebanyak 600 unit. Diminta : Hitunglah nilai persediaan akhir barang X jika digunakan : a. Metode MPKP b. Metode MTKP c. Rata-rata Tertimbang Jawab a. Metode MPKP Jumlah persediaan akhir 600 unit terdiri dari : Pembelian tanggal 29 April 500 unit @ Rp 12.300,00 = Rp 6.150.000,00 Pembelian tanggal 25 April 100 unit @ Rp 12.250,00 = Rp 1.225.000,00 (+) Jumlah 600 unit = Rp 7.375.000,00 ============= b. Metode MTKP Jumlah persediaan akhir 600 unit terdiri dari : Persediaan tanggal 01 April 400 unit @ Rp 12.000,00 = Rp 4.800.000,00 Pembelian tanggal 07 April 200 unit @ Rp 12.100,00 = Rp 1.210.000,00 (+) Nilai persed. per 30/04/06 600 unit = Rp 6.010.000,00 ============= c. Metode Rata-rata Tertimbang Jumlah persediaan akhir 600 unit Harga rata-rata per unit dihitung sebagai berikut : April 01, Persediaan 400 unit @ Rp 12.000,00 = Rp 4.800.000,00 07, Pembelian 600 unit @ Rp 12.100,00 = Rp 7.260.000,00 12, Pembelian 500 unit @ Rp 12.200,00 = Rp 6.100.000,00 16, Pembelian 800 unit @ Rp 12.150,00 = Rp 9.720.000,00 21, Pembelian 600 unit @ Rp 12 200,00 = Rp 7.320.000,00 25, Pembelian 600 unit @ Rp 12.250,00 = Rp 7.350.000,00 29, Pembelian 500 unit @ Rp 12.300,00 = Rp 6.150.000,00 (+) Jumlah 4.000 unit = Rp 48.700.000,00
Harga Rata-rata per unit = 1/4.000 x Rp 48.700.000,00 = Rp 12.175,00 Nilai persed. per 30/04/06 = 600 x Rp 12.175,00 = Rp 7.305.000,00 ============== E. Model/Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Model : Problem Based Learning (PBL) Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan dan Ceramah F. Alat/ Media/ Sumber Belajar Alat/Media : Papan Tulis Sumber Belajar : Modul Akuntansi, Buku Paket Akuntansi dan Internet G. Kegiatan Pembelajaran Langkah Deskripsi Alokasi Guru Siswa Waktu Kegiatan Pendahuluan 1. Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan dilanjutkan dengan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing. 2. Guru mengecek keadaan kelas. 3. Melakukan absensi di kelas. 4. Penelitimemberikan arahan yang mendidik untuk siswa. 1. Siswa menjawab salam dan dilanjutkan denngan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing. 2. Siswa medengarkan penyampaian guru. 20 menit Kegiatan Inti Fase Orientasi Tentang Permasalahan Kepada Peserta Didik 1. Guru memberikan penjelasan mengenai tujuan pembelajaran dari persediaan serta hal-hal yang akan dilakukan. 2. Guru memberikan stimulus kepada siswa dengan memberikan pertanyaan mengenai penilaian persediaan barang dagang. 3. Guru membantu siswa dalam penyelesaian 1. Siswa mencatat tujuan pembelajaran. 2. Siswa mampu mendalami permasalahan yang diberikan guru tentang penilaian persediaan barang dagang 3. Siswa menuliskan permasalahan yang diberikan guru tentangPenilaian persediaan barang dagang. 50 menit
masalah dengan dengan cara penyelesaian masalah pada materi persediaan. Fase Memunculkan Masalah 1. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk merumuskan dan membagi siswa kedalam beberapa kelompok 2. Guru membagi lembar kerja kelompok untuk diselesaikan masingmasing kelompok, kelompok dibagi menjadi 5 kelompok, masingmasing kelompok menyelesaikan indikator yang sama yaitu menjelaskan penilaian persediaan barang dagang. Fase Mengumpulkan Data 1. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk memperoleh informasi yang tepat tentangpenilaian persediaan barang dagang. 2. Guru membantu siswa dalam mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang berkaitanpenilaian persediaan barang dagang. 3. Guru membimbing siswa untuk mengawasi yang aktif dan yang bisa menggunakan metode yang sesuai untuk pemecahan masalah. Fase Merumuskan Masalah 1. Guru membimbing siswa untuk menyiapkan hasil 1. Siswa membuat kelompok yang telah dibagi oleh guru 2. Siswa membagi tugas untuk menyelesaikan masalah yang diberikandalam menganalisis materi. 3. Siswa mampu menganalisis permasalahan yang diberikan oleh guru mengenaipenilaian persediaan barang dagang. 1. Siswa mencari informasi dan solusi untuk menyelesaikan masalah. 2. siswa mampu merumuskan data dan informasi yang telah dikumpulkan. 3. Siswa menyiapkan hasil diskusi. 4. Siswa memaparkan hasil diskusi kelompok secara bergantian. 1. Siswa menyiapkan hasil diskusi.
kerja kelompok yang kemudian akan dipaparkan. Fase Mengkomunikasikan 1. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi terhadap penyelidikan dan proses yang digunakan. 2. siswa memaparkan hasil diskusi kelompok secara bergantian. 1. Siswa merefleksi dan mengevaluasi proses pembelajaran yang dilakukan. Kegiatan Penutup 1. Peneliti memfasilitasi siswa untuk menyimpulkan materi yang dibahas dalam pertemuan ini. 2. guru menutup proses pembelajaran dan memberi salam. 1. siswa menyimpulkan materi yang dibahas 2. siswa mencari hal penting dalam materi. 3. siswa berdoa dan menjawab salam. 22 menit H. Penilaian 1. Prosedur Penilaian : proses dan hasil 2. Jenis penilaian : Tes tertulis 3. Bentuk penilaian : Soal pilihan ganda
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 KENDARI Bidang Keahlian : Bisnis Dan Manajemen Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga Mata pelajaran : Akuntansi Keuangan Durasi (Waktu) : 2 X 45 Menit (90 menit) Kelas : XI KKM : 75 Pertemuan ketuju dan kedelapan (7 dan 8) A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, ramah lingkungan, gotong, kerja sama, damai dan percaya diri dalam menunjukkan sikap responsif dan proaktif dalam menanggapi berbagai permasalahan di lingkungan, serta mampu berinteraksi dan menenpatkan diri sebagai cerminan dalam pergaulan sehari-hari. 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari wawasan kemanusiaan, kebangsaan dan kenegaraan. 4. Menalar, mengolah, dan menyajikan secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangandari yang dipelajarinya, di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar dan Indikator pencapaian Kompetensi
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Bersyukur atas nikmat dan karunia Allah, serta mampu menyelesaikan dan mengerjakan akuntansi persediaan. 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, serta memiliki rasa ingin tahu dan percaya diri, dan keterikatan pada akuntansi serta memiliki rasa percaya pada kegunaan belajar akuntansi keuangan. Senantiasa menerapkan peilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, amanah dalam menyelesaikan proses pembelajaran dengan materi persediaan. 3 Penilaian persediaan barang dagang 3.1 Sistem pencatatan persediaan barang dagang teridentifikasi 3.2 Metode penilaian persediaan barang dagang teridentifikasi 3.3 Penilaian persediaan barang dagang disajikan sesuai sistem pencatatan dan metode penilaian yang telah ditetapkan C. Tujuan Pembelajaran Berdasarkan IPK diatas, maka rumusan tujuan pembelajarannya yaitu: 1. Menyebutkan macam-macam metode penilaian persediaan barang dagang 2. Menetapkan nilai persediaan barang dagang sesuai sistem dan metode pencatatan yang ditetapkan D. Materi Pembelajaran Metode Penilaian Untuk menetapkan besarnya persediaan pada akhir periode ada beberapa metode penilaian antara lain : 1. Metode penilaian persediaan berdasarkan harga perolehan Dalam metode ini nilai persediaan sama dengan harga perolehannya. Untuk menetapkan nilai persediaan akhir dapat dilakukan dalam sistem pencatatan secara periodik (fisik), maupun sistem permanen (perpetual). Menurut sistem periodik ada beberapa cara sebagai berikut : 1) Metode tanda pengenal khusus ( Specifics Identification Method ) 2) Metode Masuk Pertama Keluar Pertama/MPKP ( First In First Out/FIFO ) 3) Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama/MTKP ( Last In First Out/LIFO ) 4) Metode Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Method) Menurut sistem permanen (perpetual), nilai persediaan dapat dihitung menurut :
a. Metode MPKP b. Metode MTKP c. Metode Rata-rata Bergerak ( Moving Average Method ) 2. Metode Nilai Pengganti (Replacement Cost Method) Dalam metode ini besarnya persediaan tidak selalu sama dengan harga perolehannya, tetapi sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 14 : 38, menyebutkan bahwa “Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah ( the lower of cost and net realizable value ). Berdasarkan pernyataan diatas, jika ternyata harga pasar lebih rendah, maka persediaan harus dicatat berdasarkan nilai penggantinya (sebesar harga pasar). Metode ini juga disebut metode nilai terendah antara harga perolehan dengan harga pasar (cost of market whichever is lower). Karena persediaan dicatat dibawah harga perolehan, maka untuk penurunan nilai tersebut harus dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut : Kerugian Penurunan Nilai Persediaan Rp xxx.xxx,xx Cadangan Penurunan Nilai Persediaan Rp xxx.xxx,xx Penerapan metode nilai terendah antara harga perolehan dengan harga pasar dapat dilakukan berdasarkan : a. Setiap jenis barang b. masing-masing bagian/kelompok barang c. jumlah seluruh persediaan 3. Metode Harga Eceran (Retail Inventory Method) Metode ini didasarkan atas konsep adanya hubungan yang dekat antara harga perolehan dengan harga jualnya. Untuk menentukan nilai persediaan ada beberapa langkah sebagai berikut : a. Menetapkan harga eceran/harga jual. b. Menetapkan ratio/perbandingan antara harga perolehan barang yang tersedia untuk dijual dengan harga ecerannya. c. Menetapkan persediaan akhir menurut harga eceran, yaitu barang yang tersedia untuk dijual menurut harga eceran dikurangi penjualan. d. Menetapkan nilai persediaan berdasarkan prosentase ratio harga perolehan terhadap harga eceran. Contoh : UD. Jaya mempunyai catatan berikut tentang persediaan barangnya : Harga Perolehan Harga Jual Eceran Persediaan Awal Rp 7.200.000,00 Rp 9.000.000,00 Pembelian Rp 72.800.000,00 Rp 91.000.000,00 Penjualan selama bulan Des.2006 - Rp 86.000.000,00
Diminta : Tentukanlah nilai persediaan barang per 31 Desember 2006. Jawab : Harga Perolehan Harga Jual Eceran Persediaan Awal Rp 7.200.000,00 Rp 9.000.000,00 Pembelian Rp 72.800.000,00 +/+ Rp 91.000.000,00 +/+ Barang yang tersedia untuk dijual Rp 80.000.000,00 Rp 100.000.000,00 Ratio harga perolehan terhadap harga eceran = 80.000.000 ------------------ x 100 % = 80 % 100.000.000 Penjualan Rp 86.000.000,00 -/- Persediaan akhir (menurut harga eceran) Rp 14.000.000,00 Persediaan akhir (menurut harga perolehan) 80 % x Rp 14.000.000,00 = Rp 11.200.000,00 ================ 4. Metode Laba Bruto Pada Metode ini, prosentase laba bruto terhadap penjualan didasarkan atas laporan keuangan tahun sebelumnya. Langkah-langkah untuk menentukan nilai persediaan adalah sebagai berikut : a. Menetapkan % laba bruto b. Menghitung barang yang tersedia untuk dijual berdasarkan harga perolehannya c. Menetapkan harga perolehan barang yang dijual, yaitu penjualan bersih dikurangi laba bruto d. Menetapkan nilai persediaan, yaitu barang yang tersedia untuk dijual dikurangi harga perolehan barang yang dijual Contoh UD. Abadi mempunyai catatan yang berhubungan dengan persediaan barangnya sebagai berikut : Tahun 2005 Tahun 2006 Persediaan awal Rp 12.700.000,00 Rp 11.400.000,00 Pembelian Rp 63.000.000,00 Rp 78.400.000,00 Retur Pembelian Rp 2.500.000,00 Rp 2.100.000,00 Potongan Pembelian Rp 1.200.000,00 Rp 1.700,000,00 Biaya angkut Pembelian Rp 1.400.000,00 Rp 1.800.000,00 Penjualan Rp 87.600.000,00 Rp 99.100.000,00 Retur Penjualan Rp 2.200.000,00 Rp 2.700.000,00 Potongan Penjualan Rp 1.400.000,00 Rp 1.800.000,00 Diminta :
Hitunglah nilai persediaan pada tanggal 31 Desember 2006 jika laba bruto ditaksir sama dengan tahun sebelumnya. Jawab : Tahun 2005 Penjualan Rp 87.600.000,00 Retur Penjualan Rp 2.200.000,00 Potongan Penjualan Rp 1.400.000,00 + Rp 3.600.000,00 -/- Penjualan bersih Rp 84.000.000,00 Persediaan awal Rp 12.700.000,00 Pembelian Rp 63.000.000,00 Retur Pembelian (Rp 2.500.000,00) Pot. Pembelian (Rp 1.200.000,00) Pembelian bersih Rp 59.300.000,00 Biaya angkut Pembelian Rp 1.400.000,00 + Barang yang tersedia dijual Rp 74.400.000,00 Persediaan akhir Rp 11.400.000,00 -/- Harga perolehan barang yang dijual Rp 63.000.000,00 -/- Laba bruto Rp 21.000.000,00 21.000.000 % Laba Bruto = ---------------- x 100 % = 25 % 84.000.000 Tahun 2006 Persediaan awal Rp 11.400.000,00 Pembelian Rp 78.400.000,00 Retur Pembelian Rp 2.100.000,00 Potongan Pembelian Rp 1.700.000,00 + Rp 3.800.000,00 -/- Pembelian bersih Rp 74.600.000,00 Biaya angkut Pembelian Rp 1.800.000,00 + Barang yang tersedia dijual Rp 87.800.000,00 Penjualan Rp 99.100.000,00 Retur Penjualan Rp 2.700.000,00 Pot. Penjualan Rp 1.800.000,00 + Rp 4.500.000,00 -/- Penjualan bersih Rp 94.600.000,00 Laba Bruto 25 % x Rp 94.600.000,00 Rp 23.650.000,00 -/- Harga perolehan barang yang dijual Rp 70.950.000,00 -/- Persediaan akhir barang dagang Rp 16.850.000,00 =============
E. Model/Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Model : Problem Based Learning (PBL) Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan dan Ceramah F. Alat/ Media/ Sumber Belajar Alat/Media : Papan Tulis Sumber Belajar : Modul Akuntansi, Buku Paket Akuntansi dan Internet G. Kegiatan Pembelajaran Langkah Deskripsi Alokasi Guru Siswa Waktu Kegiatan Pendahuluan 1. Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan dilanjutkan dengan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing. 2. Guru mengecek keadaan kelas. 3. Melakukan absensi di kelas. 4. Penelitimemberikan arahan yang mendidik untuk siswa. 1. Siswa menjawab salam dan dilanjutkan denngan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing. 2. Siswa medengarkan penyampaian guru. 20 menit Kegiatan Inti Fase Orientasi Tentang Permasalahan Kepada Peserta Didik 1. Guru memberikan penjelasan mengenai tujuan pembelajaran dari persediaan serta hal-hal yang akan dilakukan. 2. Guru memberikan stimulus kepada siswa dengan memberikan pertanyaan mengenai penilaian persediaan barang dagang. 3. Guru membantu siswa dalam penyelesaian masalah dengan dengan cara penyelesaian masalah pada materi persediaan. Fase Memunculkan Masalah 1. Siswa mencatat tujuan pembelajaran. 2. Siswa mampu mendalami permasalahan yang diberikan guru tentang materi persediaan. 3. Siswa menuliskan permasalahan yang diberikan guru tentangPenilaian persediaan barang dagang.. 50 menit
1. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk merumuskan dan membagi siswa kedalam beberapa kelompok 2. Guru membagi lembar kerja kelompok untuk diselesaikan masing-masing kelompok, kelompok dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok menyelesaikan indikator yang sama yaitu menjelaskan penilaian persediaan barang dagang. Fase Mengumpulkan Data 1. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk memperoleh informasi yang tepat tentang penilaian persediaan barang dagang. 2. Guru membantu siswa dalam mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang berkaitanpenilaian persediaan barang dagang. 3. Guru membimbing siswa untuk mengawasi yang aktif dan yang bisa menggunakan metode yang sesuai untuk pemecahan masalah. Fase Merumuskan Jawaban 1. Guru membimbing siswa untuk menyiapkan hasil kerja kelompok yang kemudian akan dipaparkan. 1. Siswa membuat kelompok yang telah dibagi oleh guru 2. Siswa membagi tugas untuk menyelesaikan masalah yang diberikandalam menganalisis materi. 3. Siswa mampu menganalisis permasalahan yang diberikan oleh gur mengenaipenilaian persediaan barang dagan 1. Siswa mencari informasi dan solusi untuk menyelesaikan masalah. 2. siswa mampu merumuskan data dan informasi yang telah dikumpulkan. 3. Siswa menyiapkan hasil diskusi. 4. Siswa memaparkan hasil diskusi kelompok secara bergantian. 1. Siswa menyiapkan hasil diskusi. 2. siswa memaparkan hasil diskusi kelompok secara bergantian.
Fase Mengkomunikasikan 1. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi terhadap penyelidikan dan proses yang digunakan. 1. Siswa merefleksi dan mengevaluais proses pembelajaran yang dilakukan. Kegiatan Penutup 1. Peneliti memfasilitasi siswa untuk menyimpulkan materi yang dibahas dalam pertemuan ini. 2. guru menutup proses pembelajaran dan memberi salam. 1. siswa menyimpulkan materi yang dibahas 2. siswa mencari hal penting dalam materi. 3. siswa berdoa dan menjawab salam. 23 menit H. Penilaian 1. Prosedur Penilaian : proses dan hasil 2. Jenis penilaian : Tes tertulis 3. Bentuk penilaian : Soal pilihan ganda