The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Booklet laporan praktikum berisi kumpulan praktikum yang telah dilakukan berkaitan dengan permasalahan IPA yang ada dalam kehidupan sehari - hari.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Kadek Rizka Marheni _Pribadi, 2024-03-22 08:28:40

Booklet Laporan Praktikum

Booklet laporan praktikum berisi kumpulan praktikum yang telah dilakukan berkaitan dengan permasalahan IPA yang ada dalam kehidupan sehari - hari.

BOOKLET LAPORAN PRAKTIKUM IPA JURUSAN PENDIDIKAN DASAR S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DISUSUN OLEH KELOMPOK 8 3D T A H U N 2 0 2 3


Puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan berkahNya sehingga kami bisa menyelesaikan buklet kami tentang "Fenomena-Fenomena yang Terjadi Dalam kehidupan Sehari-hari Tentang Ilmu Pengetahuan Alam". Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut memberikan kontribusi dalam penyusunan buklet ini khususnya kepada Ibu Dosen mata kuliah Pengembangan Keterampilan IPA Dr. Putu Nancy Riastini,S.Pd, M.Pd. Tentunya, tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam buklet ini. Oleh karena itu, kami dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki buklet ini. Kami berharap semoga buklet yang kami susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi untuk pembaca. Singaraja, 2 Januari 2023 Penulis kata Pengantar ii


iii DAFTAR ISI C O V ER KATA P E N GA N TAR. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i i DAF TAR I S I. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i i i P E N DA H U L UA N . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1 F e n o m e n a P e n g u k u r a n . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 F e n o m e n a G a y a . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 F e n o m e n a P e r u b a h a n B e n t u k Z a t. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 F e n o m e n a G e r a k d a n Us a h a . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1 2 F e n o m e n a A s a m , B a s a , d a n G a r a m . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1 6 F e n o m e n a C a h a y a . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 0 F e n o m e n a M a g n e t. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 3 F e n o m e n a L i s t r i k . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 6 F e n o m e n a A l a m S e m e s t a . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3 3 F e n o m e n a B u m i . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3 6 F e n o m e n a A l a m d a n Da m p a k n y a . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 1 F e n o m e n a T u m b u h a n . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 8 F e n o m e n a S i s t e m Or g a n M a n u s i a . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 3 BI ODATA P E N U L I S


Bookl e t ini menj e laskan f enomenaf enomena yang t e r jadi dalam kehidupan s ehar i-har i be rkaitan dengan mat e r i pengembangan ke t e rampilan IPA dengan me lakukan pe r cobaan atau praktikum untuk mendapatkan jawaban dar i pe rmasalahan t e r s ebut. Adapun f enomena-f enomena yang t e r jadi dalam kehidupan s ehar i-har i yang be rkaitan dengan sains s epe r ti pengukuran,gaya,usaha, cahaya,magne t, list r ik, pe sawat s ede rhana,pe rubahan bentuk zat,tata surya,pe r istiwa alam, tumbuhan, hewan dan manusia, dan lain s ebagainya. PENDAHULUAN Ilmu Penge tahuan Alam atau Ilmu Alamiah (Natural Sc i enc e ) adalah suatu ilmu yang membahas t entang alam s eme sta dengan s emua isinya dan me rupakan ilmu penge tahuan t eor itis yang dipe rol eh/disusun dengan cara yang khusus yaitu dengan me lakukan obs e rvasi ekspe r imentasi, penyimpulan, penyusunan t eor i, ekspe r imentasi, obs e rvasi dan demikian s e t e rusnya mengkait antara cara yang satu dengan yang lain. Se lain itu, Ilmu penge tahuan alam me rupakan ilmu yang mempe lajar i mengenai makhluk hidup dan s emua pros e s kehidupannya. Ilmu alamiah atau s e r ing dis ebut ilmu penge tahuan alam (natural s c i enc e ) adalah ilmu yang mempe lajar i t entang pengungkapan rahasia dan ge jala alam, me liputi asal mula alam s eme sta dengan s egala isinya, t e rmasuk pros e s, mekanisme , sifat benda maupun pe r istiwa yang t e r jadi. Penge tahuan yang dipe rol eh dar i alam s eme sta ini s e lanjutnya me rupakan dasar pengembangan ilmu penge tahuan alam Munculnya ilmu penge tahuan alam dipe rki rakan pada s ekitar abad pe r t engahan (1500-1600). Pada saat ini banyak orang yang menjadi ahli dibebe rapa bidang ilmu penge tahuan, s epe r ti Cope rni cus Galil eo yang tidak saja s ebagai ast ronot, t e tapi juga ahli dalam bidang pengobatan dan ahli mat ematika. Be rbagai f enomena yang t e r jadi di alam s eme sta ini s emuanya tidak t e r l epas dar i ilmu penge tahuan alam yang s e tiap waktunya s e lalu mengalami pe rkembangan yang dapat digunakan dalam menye l e saikan pe rmasalahan yang t e r jadi s ehingga tidak menutup kemungkinan bahwa ilmu penge tahuan alam akan menjadi ilmu yang s e lalu be rkembang dan be rmanfaat bagi kehidupan manusia 1


FENOMENA P E N G U K U R A N FENOMENA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI 2


FENOMENA Analisa perbandingan massa buah 500 gram menggunakan dua jenis timbangan yang berbeda Pada kehidupan sehari-hari sering kali kita menemukan kegiatan yang berhubungan dengan pengukuran. Salah satu kegiatan pengukuran yang dapat kita lihat dan sering kita alami yaitu ketika kita membeli buah satu kilogram di pasar terkadang massa atau berat buah yang kita dapat tidak pas massanya karena kemungkinan pedagang menimbang buah dengan timbangan yang sudah dimodifikasi. Ini menjadi permasalahan yang tentunya menjadi sesuatu hal yang merugikan kita sebagai pembeli bukan?. Oleh karena itu, kelompok kami mengambil masalah berkaitan dengan perbedaan massa buah jeruk saat ditimbang oleh pedagang di pasar dengan timbangan yang kemungkinan dimodifikasi dengan timbangan sendiri di rumah yang tidak dimodifikasi. Dengan menganalisa perbedaan timbangan yang digunakan untuk mengukur massa buah jeruk yang kemungkinan memberikan hasil yang berbeda. pengukuran F E N O M E N A JUDUL TUJUAN PERCOBAAN Mahasiswa dapat mengetahui tentang pengukuran Mahasiswa dapat menggunakan alat-alat ukur khususnya alat ukur massa yaitu jenis-jenis timbangan Mahasiswa dapat mengetahui jenis timbangan yang tepat dan memiliki ketelitian yang baik untuk digunakan dalam mengukur massa buah Untuk mengetahui perbedaan massa buah 500 gram yang ditimbang dengan menggunakan dua jenis timbangan yang berbeda. Untuk mengetahui keuntungan atau kerugian yang dialami sesuai dengan massa buah yang sudah ditimbang. 31


A L A T , B A H A N D A N P R O S E D U R K E R J A ALAT DAN BAHAN PROSEDUR KERJA NERACA KODOK NERACA OHAUS ALAT TULIS BUAH JERUK Menyediakan terlebih dahulu alat dan bahan yang akan digunakan untuk pengamatan. 1. Pembeli membeli buah ke pasar dan pedagang melakukan penimbangan buah sesuai permintaan pembeli yaitu 500 gram 2. Untuk memastikan bahwa timbangan yang digunakan oleh pedagang benar pembeli melakukan penimbangan ulang dengan timbangan yang dimilikinya. Timbangan yang digunakan pedagang adalah timbangan kodok sedangkan timbangan yang dimiliki oleh pembeli adalah timbangan ohaus dengan massa 500 gram. 3. Timbangan ohaus yang digunakan dipastikan dalam keadaan seimbang atau angkanya 0. 4. 5.Lalu timbang buah yang telah dibeli tersebut. Perhatikan hasil yang ditunjukkan oleh timbangan tersebut. Apakah sudah sesuai massa/berat buah tersebut yaitu 500 gram atau tidak. 6. 7.Kemudian mencatat hasil ppengukuran dalam tabel. 4


Perbandingan pengaruh jumlah paku dan perbedaan Gaya tekanan yang diberikan untuk meledakan balon. FENOMENA GAYA JUDUL 5


FENOMENA GAYA Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak asing lagi dengan namanya balon dari bentuk ataupun suara ledakannya. Dengan permukaannya yang sangat tipis membuat balon mudah meledak ketika terkena benda tajam. Tetapi terkadang kita melihat ada balon yang tidak meledak ketika terkena benda tajam yang bahkan itu dalam jumlah yang banyak bersamaan tetapi balon yang terkena satu paku justru meledak. Hal tersebut membuat kita bertanya-tanya “ apakah karena kualitas balonnya yang bagus atau ada pengaruh lainnya. Kemungkinan jika kualitas balon sama maka mungkin ada pengaruh gaya tekanan terhadap suatu benda. Dengan begitu kami mengambil permasalahan pengaruh gaya tekanan terhadap suatu benda. dengan permasalahan balon mudah meledak hanya ditusuk dengan 1 paku sedangkan jika ditusuk dengan banyak paku malah tidak meledak sedangkan banyak orang menganggap fenomena ini hal yang ajaib sehingga bertanya-tanya kenapa hal tersebut bisa terjadi bukankah jika ditusuk dengan banyak paku akan lebih mudah meledak. TUJUAN PERCOBAAN Untuk mengetahui perbandingan pengaruh 1 paku dengan paku yang telah disusun terhadap meledaknya balon. Untuk mengetahui besarnya gaya tekan yang diberikan agar balon meletus saat ditusukkan dengan 1 paku dibandingkan dengan paku yang sudah tersusun. 1.BALOM 2.PAKU 3.STEROFORM 4.ALAT TULIS ALAT DAN BAHAN 6


Selanjutnya ambil sterofom dan tancapkan beberapa paku disusun dengan rapi. 3.Ambil balonAlalu coba tusukkan dengan 1 paku saja dan amati apa yang terjadi 4 PROSEDUR KERJA 1 Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk percobaan 7. Lalu tekan balon ke paku yang disusun tadi. 8.Awali dengan pelan lalu mulai perbesar gaya tekanannya. 9. Dan amati balonnya meledak atau tidak. 2 5. Dekat-dekatkan paku yang disusun hingga rapat jaraknya jangan terlalu lebar. 6. Letakan balon B di atas paku yang telah disusun. Tiup 2 balon kita anggap balon A dan balon B yang akan digunakan untuk percobaan (usahakan jangan sampai batas maksimal karet balon. 7


Fenomena Perubahan Bentuk Zat Dalam Kehidupan SehariHari PERUBAHAN BENTUK ZAT FENOMENA 8


JUDUL FENOMENA DAN TUJUAN Di dalam kehidupan sehari-sehari kita sering melihat perubahan wujud zat yang terjadi. Seperti dalam kehidupan sehari-hari sering kita menjumpai pedagang-pedagang yang menjual daluman yang kita beli memiliki tingkat kepadatan daluman yang berbeda sehingga terkadang ini membuat kita bertanya-tanya kenapa kepadatan dalumannya bisa berbeda. Kemungkinan karena adanya pengaruh jenis air yang digunakan yaitu air hangat dan air biasa dan adanya pengaruh lama waktu yang dibutuhkan untuk mendinginkan daluman agar daluman menjadi padat Dengan permasalahan tersebut maka, kami menguji hal tersebut dengan melihat perbedaan waktu dan jenis air yang digunakan pada saat pembuatan dalauman yang dapat mempengaruhi kepadatan daluman itu sendiri. Dengan percobaan yang kami lakukan diharapkan mampu memberikan solusi kepada pedaganng daluman untuk menggunakan jenis air apa dan berapa lama waktu yang diperlukan agar daluman memiliki kepadatan yang baik. 1. Untuk mengetahui pengaruh jenis air yang digunakan dalam proses pembuatan daluman 2. Untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan agar daluman mempunyai tingkat kepadatan yang baik. Pengaruhjenis air dan waktu yang diperlukan untuk mengetahuitingkat kepadatan daun daluman 9


ALAT DAN BAHAN 2. Air hangat 3. Air biasa 4. Mangkok 5. Saringan 6. Gelas 7. Alat tulis 1.Daun daluman 10


7 . SARING PERASAN AIR DAL UMAN T ERS EBU T D ENGAN SARINGAN LAL U T UANG KAN AIRNYA K E MANG K O K . 8 . S E LANJ U TNYA AMBI L MANG K O K LAG I UNT U K MEREMAS DAUN DAL UMAN YANG K E D UA. 3 . S EBE L UM DAUN DAL UMAN D IREMAS MAKA DAUN DAL UMAN D I TAKAR TERL EBIH DAHU L U AGAR J UMLAH DAUN DAL UMAN YANG D I G UNAKAN SAMA BANYAK . 4 . AMBI L MANG K O K YANG AKAN D I G UNAKAN UNTU K MEREMAS DAUN DAL UMAN 5 . TUANG KAN AIR HANGAT 1 G E LAS K E DALAM MANG K O K . 6 . LAL U TUANG DAUN DAL UMAN DAN REMAS DAUN DAL UMAN HING GA AIR HANGAT BERWARNA HI JAU PE KAT. PROSEDUR KERJA 1. Pertama kita siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk percobaan. 2. Cuci terlebih dahulu daun daluman yang akan digunakan 1 1 . S E T E LAH I T U SARING AIR DAL UMAN T ERS EBU T DAN T UANG KAN K E DALAM MANG K O K YANG LAIN. 1 2 . S E T E LAH S EMUANYA S U DAH S IAP, T UNG G U AIR DAL UMAN YANG T E LAH D IBUAT D ENGAN AIR HANGAT DAN AIR BIASA MENJAD I PADAT . 1 3 . AMAT I LAH PERUBAHAN YANG T ERJAD I T ERHADAP K E D UA J ENI S AIR DAL UMAN T ERS EBU T . 9 . S E KARANG T UANG KAN AIR BIASA K E DALAM MANG K O K . 1 0 T UANG KAN DAUN DAL UMAN K E DALAM BAS K OM YANG BERI S I AIR BIASA LAL U REMAS AIR DAL UMAN HING GA AIRNYA J U GA HI JAU PE KAT . 11


FENOMENA GERAK DAN USAHA JUDUL PERMASALAHAN/FENOMENA TUJUAN PERCOBAAN ALAT DAN BAHAN PROSEDUR KERJA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI 12


PERMASALAHAN/FENOMENA; PENGARUHUKURANBATU,BESAR SUDUTANTARAPENEMBAK DENGANSASARAN DANPANJANG TARIKANYANG DIBERIKANKEPADAKARET KETAPEL DALAM MEMAKSIMALKANTEMBAKANTERHADAPSASARANYANG DITUJU. FENOMENA USAHA KELAS: TANGGAL: JUDUL MATPEL: TUJUAN PERCOBAAN: Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat anak kecil yang bermain karet ketapel bersama teman-temannya untuk mencari buah maupun mencoba menembak burung tetapi terkadang tidak semua anak-anak itu tembakannya tepat sasaran ada yang kurang tetap terhadap sasaran, tepat maupun lebih dari sasaran yang dituju sehingga dari fenomena atau permasalahan tersebut kita ingin mengetahui hal yang menyebabkan permasalahan tersebut yang kemungkinan dari ukuran batu yang digunakan berbeda, sudut yang digunakan dalam menembak antara penembak dengan sasaran dan juga rentangan gaya tarik yang digunakan saat menarik ketapel juga berbeda. Dengan banyaknya dugaan tersebut sehingga kami ingin melakukan percobaan dan mengamati langsung sehingga kita dapat mengetahui penggunaan ukuran batu yang efektif, besar sudut antara penembak dengan sasarannya dan seberapa gaya tarik yang diperlukan untuk memaksimalkan tembakan agar tepat sasaran. 1. Untuk mengetahui penggunaan ukuran batu yang efektif digunakan dalam menembak menggunakan karet ketapel. 2. Untuk mengetahui besar sudut antara penembak dengan sasaran yang efektif digunakan dalam memaksimalkan tembakan. 3. Untuk mengetahui rentangan atau ukuran gaya tarik yang diberikan kepada karet ketapel agar tembakan terhadap sasaran dapat maksimal. 13


ALAT DAN BAHAN BATU ATAU KERIKIL KETAPEL METERAN ATAU PENGGARIS ALAT TULIS 14


Percobaan PROSEDUR KERJA 4. Ukur besar sudut antara penembak dengan sasaran agar tembakan yang dilakukan akurat tepat sasaran 5. Pada percobaan 1 gunakan batu ukuran kecil , pada percobaan 2 gunakan batu sedang dan terakhir percobaan 3 gunakan batu ukuran besar 6. Setelah batu/kerikil sudah diletakan pada ketapel dan besar sudutnya sudah ditentukan maka pegang gagang ketapel lalu tarik karet ketapel dengan panjang tarikan yaitu: a. tarikan 1 : 37 cm b. Tarikan 2 : 31 cm c. Tarikan 3 : 27 cm 7. Setelah semuanya sudah siap seperti jenis batu yang digunakan, besar sudut dan panjang tarikan pada karet ketapel, maka tembakan ke arah sasaran yang dituju. 8. Lakukan tembakan sebanyak 3 kali dengan panjang tarikan yang berbeda-beda pada karet ketapel. 9. Setelah itu amati dan catat hasil percobaan yang telah dilakukan. 1. Pertama kita siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk percobaan. 2. Setelah menentukan sasaran yang dituju yaitu burung yang ada di pohon maka kita dapat melakukan percobaan dengan menggunakan batu yang ukuran kecil terlebih dahulu. 3.Sebelum menembakkan pohon pastikan batu/kerikil yang digunakan diletakkan pas pada ketapel agar nanti batu/kerikilnya terdorong dengan maksimal. 15


FENOMENA ASAM, BASA DAN GARAM FENOMENA Dalam kehidupan sehari-hari 16


ASAM, BASA DAN GARAMDalam kehidupan sehari-hari kita pastinya sering menemukan masalah yang berkaiatan dengan perabotan yang kotor. Salah satunya seperti piring yang kotor dan berminyak setelah kita gunakan untuk makan. Piring yang kotor dan berminyak terkadang sangat sulit untuk dibersihkan karena jika piring tersebut hanya dicuci dengan air saja pasti akan sulit untuk bersih, sehingga kita harus menggunakan sabun yang tepat untuk mencuci piring yang berminyak agar piring kita menjadi lebih bersih. Akan tetapi sering kita temukan masih banyak orang yang menggunakan sabun/deterjen dengan berbagai macam yang semestinya tidak dipakai karena masing-masing sabun memiliki kandungn yang berbeda seperti kandungan asam, basa dan netral. Sehingga dengan kandungan ini keefektifan dalam penggunaannya untuk mencuci khususnya mencuci piring berminyak juga berbeda. Dengan hal tersebut kami ingin melakukan percobaan untuk menguji keefektifan dari 3 jenis sabun yang memiliki kandungan berbeda dan nantinya digunakan untuk mencuci piring. Aspek yang akan kami teliti yaitu tingkat kebersihan piring, lama pencucian, banyak busa yang dihasilkan dan efeknya terhadap tangan setelah menggunakan 3 jenis sabun tersebut. Pengujian Keefektifan penggunaan 3 jenis sabun (Rinso bubuk, Sunlight, dan Sabun colek) untuk menghilangkan minyak pada piring. Judul FENOMENA TUJUAN a) Untuk mengetahui tingkat kebersihan piring yang dicucui dengan 3 jenis sabun yang berbeda. b) Untuk mengetahui takaran air dan sabun untuk mencuci piring. c) Untuk mengetahui lama pencucian pada piring hingga bersih. d) Untuk mengetahui jumlah air yang digunakan dalam pencucian piring. e) Untuk mengetahui efek terhadap tangan setelah menggunakan 3 jenis sabun tersebut. 17


1. Pertama siapkan bahan dan alat yang akan digunakan untuk percobaan. Lalu tiga piring yang berisi sisa minyak atau kari dari mie selanjutnya akan dicuci. Ketiga piring tersebut akan dicuci menggunakan tiga jenis sabun yang berbeda. 2. Untuk mengetahui kefektifan dari tiga jenis sabun maka kami akan melakukan tiga kali percobaan dengan takaran sabun yang berbeda. 3. ALAT DAN BAHAN 1. Deterjen rinso bubuk 2. Sabun colek 3. Sunlight Piring kotor atau berminyak 4. 5. Air 6. Spons 7.Tempat sabun 8.Alat Tulis PROSEDUR KERJA Percobaan I Siapkan rinso bubuk yang akan digunaka untuk mencuci piring 1. Rinso bubuk diukur takarannya yaitu 1/2 sendok makan 2. Air yang digunakan untuk melarutkan sabun yaitu 2 sendok 3. lalu tuangkan sabun pada air yang sudah ditakar tersebut. 4. 18


5. Aduk-aduk air yang sudah berisi sabun tersebut sampai berbusa 6. Ambil1 piring yang berminyak lalu cuci dengan air rinso bubuk 7. Setelah selesai dicuci coba amati tingkat kebersihan piring yang dihasilkan seteleh dicuci menggunakan rinso bubuk Siapkan sabun colek (wings) yang akan digunakan untuk mencuci piring 1. Sabun colek (wimgs) diukur takarannya yaitu 1/2 sendok makan 2. Air yang digunakan untuk melarutkan sabun yaitu 2 sendok 3. lalu tuangkan sabun colek pada air yang sudah ditakar tersebut. 4. Aduk-aduk air yang sudah berisi sabun tersebut sampai berbusa 5. Ambil 1 piring yang berminyak lalu cuci dengan air sabun colek wings 6. Setelah selesai dicuci coba amati tingkat kebersihan piring yang dihasilkan seteleh dicuci menggunakan sabun colek (wings). 7. Percobaan II Percobaan III Siapkan sunlight yang akan digunakan untuk mencuci piring 1. Sabun sunlight diukur takarannya yaitu 1/2 sendok makan 2. Air yang digunakan untuk melarutkan sunlight yaitu 2 sendok 3. lalu tuangkan sunlight pada air yang sudah ditakar tersebut. 4. Aduk-aduk air yang sudah berisi sunlight tersebut sampai berbusa 5. Ambil 1 piring yang berminyak lalu cuci dengan air sunlight. 6. Setelah selesai dicuci coba amati tingkat kebersihan piring yang dihasilkan seteleh dicuci menggunakan sunlight. 7. 19


CAHAYAF e n o m e n a d a l a m k e h i d u p a n s e h a ri - h a ri 20


FENOMENA Judul CAHAYA Pengaruh warna balon terhadap cepat lambatnya meledak setelah balon terkena cahaya matahari. FENOMENA Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita meniup balon dengan warna yang berbeda dan secara tidak sengaja balon-balon tersebut terkena sinar matahari sehingga membuat beberapa balon meledak akan tetapi tidak dalam waktu yang bersamaan bahkan, ada balon yang terkena sinar matahari tetap tidak meledak. Dengan adanya balon yang meledak dan tidak meledak, membuat orang menganggap bahwa balon yang meledak itu memiliki ukuran yang terlalu besar sedangkan balon yang tidak meledak memiliki ukuran yang kecil sehingga lebih lama bertahan. Akan tetapi, balon yang lebih cepat meledak ternyata memiliki warna yang gelap padahal ukurannya kecil sedangkan balon yang warnanya terang ukurannya lebih besar tidak meledak sehingga ini menjadi tanda tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi. TUJUAN Untuk mengetahui pengaruh warna balon terhadap cepat lambatnya meledak setelah terkena cahaya matahari. 1. Untuk mengetahui waktu yang diperlukan dari masing – masing balon untuk meledak setelah terkena sinar matahari. 2. 21


1.Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk percobaan. Tiup semua balon yang akan digunakan untuk percobaan dengan ukuran yang sama besar. 2. 3. ALAT DAN BAHAN 1. Balon berwarna 2. Kaca pembesar (LUP) 3. Alat tulis PROSEDUR KERJA Melakukan Percobaan Percobaan dilakukan sebanyak 6 kali dengan warna balon yang berbeda, diantaranya warna merah, warna hijau, warna kuning, warna abu-abu, warna hitam, dan warna putih. 1. Ambil balon warna merah yang sudah ditiup dan pegang dengan tangan kiri. Lalu sinari balon di bawah cahaya matahari dengan bantuan kaca pembesar (LUP) yang dipegang dengan tangan kanan. 2. Tunggu balonnya sampai meledak setelah disinari oleh cahaya matahari. 3. 4.Amati waktu yang diperlukan untuk meledak. Selanjutnya lakukan hal tersebut sebanyak 6 kali dan amatilah juga terkait waktu yang diperlukan untuk meledak. 5. 22


Dalam Kehidupan Sehari-hari 23


Pengaruh Perbedaan Jenis Uang Logam Terhadap Gaya Tarik Menarik dan Tolak Menolak Pada Magnet Dalam kehidupan sehari -hari terkadang masih banyak orang yang beranggapan bahwa semua benda yang terbuat dari berbagai jenis logam dapat ditarik oleh magnet sehingga dalam pemanfaatan magnet untuk membantu kehidupan sehari-hari ketika ada benda kecil yang hilang sehingga sangat membantu untuk menemukan benda-benda yang berukuran kecil yang terbuat dari logam dengan bantuan magnet. Contoh pemanfaaatan magnet dalam kehidupan sehari-hari seperti penjahit yang menggunakan magnet untuk mengumpulkan jarum pentul yang tercecer dan pemulung yang mencari paku di selokan dengan bantuan magnet. Tetapi kami pernah melihat dan mencoba menggunakan magnet untuk menarik uang logam tetapi uang tersebut tidak tetarik oleh magnet melainkan menjauhi atau terjadi gaya tolak menolak dengan magnet. Dengan fenomena tersebut kami ingin melakukan sebuah percobaan untuk meneliti hal tersebut untuk memberikan jawaban kepada semua orang terkait hal-hal yang mempengaruhi gaya tarik menarik dan tolak menolak oleh magnet terhadap benda dari logam dengan mencoba menggunakan beberapa jenis uang logam yang ada sehingga dengan perocbaan ini bisa mengetahui jenis uang logam yang dapat ditarik oleh magnet dan ditolak oleh magnet. a. Mengetahui jenis uang logam yang dapat ditarik oleh magnet b. Mengetahui jenis uang logam yang tidak dapat ditarik oleh magnet (tolak menolak dengan magnet) c. Mengetahui bahan-bahan logam yang digunakan dalam pembuatan berbagai uang logam. d. Mengetahui jenis logam yang dapat ditarik oleh magnet. e. Mengetahui jenis logam yang tidak dapat ditarik oleh magnet atau terjadi gaya tolak menolak dengan magnet Fenomena Magnet JUDUL FENOMENA TUJUAN ALAT DAN BAHAN 1.Magnet 2.Uang Kepeng 3.Uang logam 10 rupiah, 50 rupiah (putih), 50 rupiah (kuning),100 rupiah,100 rupiah (cina), 200 rupiah, 500 rupiah (putih), 500 rupiah (kuning),1000 24 rupiah


PROSEDUR KERJA Persiapkan bahan dan alat yang akan digunakan untuk praktikum atau percobaan seperti magnet, beberapa uang logam dan alat tulis 1. Coba ambil uang kepeng dan dekatkan dengan magnet. Amati gerak uang kepeng terhadap magnet apakah uang kepeng tertarik oleh magnet atau tidak tertarik oleh magnet?. Catat hasil pengamatannya. 2. Selanjutnya ambil uang logam 10 rupiah dan dekatkan dengan magnet. Amati gerak uang logam 10 rupiah terhadap magnet apakah uang logam 10 rupiah tertarik oleh magnet atau tidak tertarik oleh magnet?. Lalu catat hasil pengamatannya. 3. Langkah berikutnya ambil uang logam 50 rupiah yang berwarna putih dan dekatkan dengan magnet. Amati gerak uang logam 50 rupiah yang berwarna putih terhadap magnet, apakah uang logam tersebut tertarik oleh magnet atau tidak tertarik oleh magnet?. Lalu catat hasil pengamatannya. 4. Langkah selanjutnyaa ambil uang logam 50 rupiah yang berwarna kuning dan dekatkan dengan magnet. Amati gerak uang logam 50 rupiah yang berwarna kuning terhadap magnet, apakah uang logam tersebut tertarik oleh magnet atau tidak tertarik oleh magnet?. Lalu catat hasil pengamatannya. 5. Selanjutnya ambil uang logam 100 rupiah dan dekatkan dengan magnet. Amati gerak uang logam 100 rupiah tersebut terhadap magnet apakah uang logam tersebut tertarik oleh magnet atau tidak tertarik oleh magnet?. Catat hasil pengamatannya. 6. Selanjutnya ambil uang logam 100 rupiah cina dan dekatkan dengan magnet. Amati gerak uang logam 100 rupiah tersebut terhadap magnet apakah uang logam tersebut tertarik oleh magnet atau tidak tertarik oleh magnet?. Catat hasil pengamatannya. 7. Selanjutnya ambil uang logam 200 rupiah dan dekatkan dengan magnet. Amati gerak uang logam 200 rupiah tersebut terhadap magnet apakah uang logam tersebut tertarik oleh magnet atau tidak tertarik oleh magnet?. Catat hasil pengamatannya. 8. Langkah selanjutnya ambil uang logam 500 rupiah berwarna putih dan dekatkan dengan magnet. Amati gerak uang logam tersebut terhadap magnet apakah uang logam tersebut tertarik oleh magnet atau tidak tertarik oleh magnet?. Lalu catat hasil pengamatannya. 9. Dan setelah itu ambil uang logam 500 rupiah berwarna kuning dan dekatkan dengan magnet. Amati gerak uang logam tersebut terhadap magnet apakah uang logam tersebut tertarik oleh magnet atau tidak tertarik oleh magnet?. Lalu catat hasil pengamatannya. 10. Langkah berikutnya ambil uang logam 1000 rupiah dan dekatkan dengan magnet. Amati gerak uang logam 1000 rupiah terhadap magnet, apakah uang logam tersebut tertarik oleh magnet atau tidak tertarik oleh magnet?. Lalu catat hasil pengamatannya. 11. 12.Catat semua hasil dari percobaan pada laporannya yang dibuat secara lengkap. Hasil Percobaan 25


Fenomena Dalam Kehidupan Sehari-hari LISTRIK 26


Perbedaan Bahan Balon Dengan Listrik Statis Yang Dihasilkan Dalam Memberikan Tarikan Pada Potongan Kertas, Rambut dan Garam. balon yang digunakan saat perayaaan ulang tahun tapi pernah tidak balon yang kalian dapatkan kalian pegang atau peluk sambil kalian gosok-gosokan pada baju kalian atau mungkin rambut kalian lalu tidak sengaja balon tersebut terkena rambut teman sehingga rambutnya berdiri. Berdirinya rambut tersebut katanya karena balonnya lengket lalu rambut menempel pada balon padahal secara teori balon tersebut mengandung listirk Judul Fenomena 27


Untuk mengetahui pengaruh balon dengan bahan karet dalam menghasilkan listrik statis untuk memberikan gaya tarik pada beberapa benda seperti rambut, potongan kertas dan garam. Untuk mengetahui pengaruh balon dengan bahan latex dalam menghasilkan listrik statis untuk memberikan gaya tarik pada beberapa benda seperti rambut, potongan kertas dan garam. Untuk mengetahui pengaruh balon dengan bahan metalik dalam menghasilkan listrik statis untuk memberikan gaya tarik pada beberapa benda seperti rambut, potongan kertas dan garam. Untuk mengetahui balon dari bahan jenis apa yang mampu menghasilkan listrik statis paling kuat sehingga mampu menarik benda tersebut. Untuk mengetahui efektivitas dari ketiga balon dalam mengahasilkan listrik statis untuk menarik benda-benda tersebut. Tujuan 28


Alat dan Bahan Balon karet Balon latex Balon metalik Potongan kertas Rambut Garam Alat tulis 29


a. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk percobaan atau praktikum seperti balon dari bahan karet, balon dari bahan latex, balon dari bahan metalik dan alat tulis. b. Tiup semua balon yang akan digunakan untuk praktikum atau percobaan c. Percobaan 1 Gosokan balon yang terbuat dari bahan karet sebanyak 3 kali Pada rambut secara bertahap . Dekatkan balon ke rambut setelah gosokan pertama balon pada rambut Dekatkan balon ke potongan kertas setelah balon digosokan Prosedur Kerja 30


d. Percobaan 2 Gosokan balon yang terbuat dari bahan latex sebanyak 3 kali pada rambut secara bertahap Dekatkan balon ke rambut setelah gosokan pertama balon pada rambut Dekatkan balon ke potongan kertas setelah gosokan kedua balon pada rambut Dekatkan balon ke garam setelah gosokan ketiga balon pada rambut e. Percobaan 3 Gosokan balon yang terbuat dari bahan metalik sebanyak 3 kali pada rambut secara bertahap. Dekatkan balon ke garam setelah balon digosokan 31


Dekatkan balon ke rambut setelah gosokan pertama balon pada rambut Dekatkan balon ke potongan kertas setelah gosokan kedua balon pada rambut Dekatkan balon ke garam setelah gosokan ketiga balon pada rambut f. Catat hasil pengamatan terkait pengaruh bahan balon dalam mengahasilkan listrik statis untuk menarik benda. 32


ALAM SEMESTA 33


Judul Menganalisi Perubahan Bentuk Bulan Setiap Malam Hari Dengan Cahaya yang Dihasilkan Untuk Menerangi Bumi Meneliti Bulan yang mempunyai berbagai bentuk perubahan bentuk bulan yang terjadi selama seminggu dengan sinar yang dihasilkan untuk menerangi langit/bumi Fenomena Tujuan a. Untuk mengetahui perubahan bentuk bulan setiap malamnya selama kurang lebih 1 minggu. b. Untuk meengetahui fase-fase dari bulan c. Untuk mengetshui penyebab perubahn bentuk-bentuk dari bulan . 34


Alat dan Bahan Handphone & kamera Langit & bulan Alat tulis Prosedur Kerja a.Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk percobaan b.Mahasiswa mengecek cuaca sebelum mengamati bentuk bulan agar bulan terlihat jelas. c.Pada hari pertama sampai hari ketujuh masingmasing mahasiswa mencoba mengamati bentuk bulan dari rumahnya masing-masing dan cahaya yang dihasilkan dalam menerangi bumi. d.Gambarkan bentuk bulan yang terlihat pada hari pertama sampai hari ketujuh e.Pengamatan harus dilakukan beberapa kali agar siswa memperhatikan dan merasa tertarik dengan perubahan bentuk bulan 35


Fenomena Dalam Kehidupan Sehari-hari PERISTIWA BUMI 36


Saat bangun pagi kita sering melihat ada titik" embun di daun ataupun barang" yang kita taruh di luar terbuka padahal malam harinya tidak ada hujan dan begitu juga saat sore menjelang malam hari juga ada titik" embun. Waktu turunnya titik embun saat malam hari setiap hari terkadang tidak sama. Seperti saat saya berada di sawah jam 6 sore titik embun sudah turun dan membasahi rumput atau tanaman bunga yang saya petik tetapi besoknya di waktu yang sama yaitu jam 6 sore yang kebetulan udaranya panas titik embun belum turun sehingga rumput dan tanaman bunga yang saya petik belum basah terkena titik embun sehingga saya menlajutkanmemetik bunganya kami akan mencoba meneliti terkait perbedaan waktu turunnya titik embun saat sore menjelang malam hari yang dipengaruhi oleh suhu dari lingkungan selama 5 hari dengan mengmati rumput atau tanaman yang ada diluar. Judul Pengaruh Perbedaan Suhu Terhadap Waktu Munculnya Titik Embun Saat Malam Hari Fenomena 37


a. Untuk mengetahui waktu munculnya titik embun saat malam hari hari selama beberapa hari dengan perbedaan suhu lingkungan b. Untuk mengetahui adakah selisih waktu yang signifikan terhadap turunnya titik embun selama 5 hari dengan suhu lingkungan c. Untuk mengetahui seberapa pengaruh suhu lingkungan terhadap turunnya titik embun Tujuan Percobaan 38


Alat & Bahan handphone/kamera Rumput/Daun dan alat tulis 39


a. Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan b. Mengecek suhu lingkungan saat itu c. Memperhatikan daun pada tanaman atau rumput untuk memastikan ada tidaknya titik embun pada daun ataupun rumput. d. Meperhatikan jam yang ditunjukkan saat titik embun mulai turun e. Mengamati waktu munculnya titik embun saat sore hari menjelang malam dari beberapa hari dengan perbedaan suhu dan mencatatnya pada laporan . Prosedur Kerja 40


Peristiwa ALam Dan Dampaknya 41Dalam Kehidupan Sehari-hari


Dalam kehidupan sehari-hari banjir menjadi sebuah bencana alam yang sering terjadi khususnya saat musim hujan tetapi memang ada daerah yang rawan banjir dan ada juga daerah yang tidak atau jarang terkena banjir yang mana bencana banjir itu dipengaruhi oleh alam sendiri seperti kapasitas atau debit air hujan yang turun yang tidak bis akita kendalikan atau mungkin karena masyarakatnya yang tidak disiplin dengan membuang sampah sembarangan yang mana hal tersebut dapat menyebabkan banjir. Dengan permasalahan tersebut kami akan melakukan sebuah percobaan membandingkan empat (4) kondisi yaitu ; Pertama daerah yang memiliki kapasitas sampah yang banyak dengan curah hujan atau debit air hujan yang tinggi. Kedua daerah yang memiliki kapasitas sampah yang banyak dengan curah hujan atau debit air hujan yang rendah. Ketiga daerah yang memiliki kapasitas sampah yang sedikit dengan curah hujan atau debit air hujan yang tinggi. Keempat daerah yang memiliki kapasitas sampah yang sedikit dengan curah hujan atau debit air hujan yang rendah. Permasalahan tersebut akan kami uji coba dengan membuat miniatur sebagai gambaran dari keempat kondisi tersebut untuk mengetahui pengaruh debit air hujan dan kapasitas sampah terhadap bencana banjir. 42


43


ALAT DAN BAHAN KOTAK POTONGAN KERTAS TUMBUHAN/ PEPOHONAN AIR TANAH BOTOL PLASTIK SENDOK GAMBAR 44


SARUNG TANGAN PLASTIK GUNTING PLASTER LIDI 45


PROSEDUR KERJA 1.Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Membuat miniatur sebagai gambaran dari keempat kondisi yang akan ditelitiLangkah pembuatan Letakan tanah pada kotak dengan jumlah setengah dari kotak Letakan tanaman di atas tanah. 46


Tambahkan gambar rumah atau penduduk untuk mendukung miniature Tambahkan potongan kertas dibagian kotak yang kosong sebagai sampahnya ·Tuangkan air pada botol dengan takaran yang berbeda sesuai dengan debit air hujan yaitu debit air hujan yang tinggi dan rendah. ·Lubangi tutup botolnya agar saat air dituangkan tidak langsung turun banyak ·Semprotkan airnya ke kotak dibagian yang berikan sampah. 2. Perhatikan kondisi dari keempat kotak yang telah diisi sampah dengan kapasitas yang berbeda dan dengan debit air yang berbeda juga. 3. Catatlah dalam laporan yang menguji Pengaruh Debit Air Hujan dan dan Kapasitas Sampah Terhadap Bencana Banjir 47


Click to View FlipBook Version