The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rachellumbangaol580, 2021-12-01 01:25:42

Nukleus v.s. Alkohol (2)

Nukleus v.s. Alkohol (2)

NUKLEUS
VS

ALKOHOL



“MAAF NUKLEOLUS, SAYA JANJI TIDAK




AKAN MENGECEWAKANMU LAGI,
SAHABAT!”

RACHELIA U. L. GAOL

Pramenulis

Topik : Kecanduan alkohol (Kepahlawanan)

Tujuan : Saya ingin memberitahukan kepada
pembaca bahwa alkohol tidak baik. Terutama
jika sampai kecanduan.

Pembaca : Semua umur

Ide : Seorang remaja bernama Nukleus baru
saja menyelesaikan pendidikannya dan masih
pengangguran, Ia kesulitan untuk melamar di
setiap pekerjaan karena belum memiliki
pengalaman bekerja yang cukup. Selama
pengangguran, Ia sering diajak oleh
Mitokondria dan gengnya untuk mabuk
banyak alkohol. Nukleus pun kecanduan.
Suatu hari, sehelai brosur tiba tiba mendarat
di tangan Nukleus untuk pekerjaan yang
memang khusus untuk orang yang belum
berpengalaman. Ia mencoba dan berhasil
melamar pekerjaan tersebut. Tapi Ia masih
tetap saja kecanduan dengan meminum
alkohol yang membuat semua menjadi kacau.
Tetapi sahabat Nukleus membuat Nukleus
menghentikan kebiasaan buruknya.

Draft

Awal (Pengenalan Tokoh): Seorang remaja bernama
Nukleus baru saja menyelesaikan pendidikannya dan masih
pengangguran, Ia kesulitan untuk melamar di setiap
pekerjaan karena belum memiliki pengalaman bekerja yang
cukup. Nukleus memiliki sahabat bernama Nukleolus, dan
musuh bernama Mitokondria.
Permulaan Konflik: Selama pengangguran, Ia sering diajak
oleh Mitokondria dan gengnya untuk meminum banyak
alkohol. Nukleus pun kecanduan. Suatu hari, sehelai brosur
tiba tiba mendarat di tangan Nukleus berisi pekerjaan yang
khusus untuk orang yang belum berpengalaman. Ia mencoba
dan diterima di pekerjaan tersebut.
Klimaks (Puncak Permasalahan): Tapi Ia masih tetap saja
kecanduan dengan meminum alkohol yang membuat semua
menjadi kacau. Nukleus ternyata diam-diam mabuk alkohol
lagi bersama Mitokondria di rumah Nukleus.
Antiklimaks (Masalah Mereda): Semua hal yang dilakukan
pun ketahuan dan orang-orang terdekat dan yang di
sekitarnya pun kecewa dengan Nukleus. Saat itu, Nukleus
masih belum sadar penuh dan belum meminta maaf kepada
orang-orang yang bersangkutan.
Penyelesaian: Setelah sadar, Nukleus langsung meminta
maaf kepada bosnya, sahabatnya, temannya, dan orang-
orang yang telah dikecewakan. Sementara, Mitokondria
dibenci oleh banyak orang karena ternyata tidak hanya
Nukleus yang dibuat seperti ini, tetapi sudah ada beberapa
orang.

Nukleus vs Alkohol

Oleh : Rachelia Ulibasa Lumban Gaol



Seorang remaja bernama Nukleus baru saja
menyelesaikan pendidikannya. Ia berhenti di jenjang
SMA karena keluarganya yang sedang mengalami
permasalahan ekonomi, sehingga tidak sanggup untuk
membayar hal-hal yang bersangkutan untuk kelas
berikutnya yaitu kuliah. Pada kelas tersebut biasanya,
sang murid belum memiliki banyak pengalaman dalam
bekerja.

Nukleus memiliki sahabat kecil bernama Nukleolus,
sampai sekarang Ia masih akrab sekali dengan Nukleus.
Nukleus juga memiliki musuh bernama Mitokondria
karena dulu Mitokondria sering sekali merundung
Nukleus.

Sampai saat ini, Nukleus masih mencari lowongan
pekerjaan yang layak untuknya atau bisa dibilang,
sekarang Nukleus masih pengangguran.

Selama pengangguran Nukleus merasa sangat kesulitan
untuk melamar pekerjaan, karena rata-rata perusahaan
di sekitarnya hanya membuka lowongan pekerjaan untuk
yang sudah banyak berpengalaman.

Sekarang adalah bulan kedua setelah Nukleus lulus dari
SMA. Selama pengangguran, Mitokondria sering
mengajak Nukleus pergi ke klub untuk mabuk sangat
banyak alkohol.

“Nukleus, ayo pergi ke klub yang kemarin lagi.” kata
Mitokondria.
Nukleus sebenarnya curiga dengan perilaku Mitokondria,
tetapi Ia tetap berusaha untuk berpikir positif,
“Ayo, Mitokondria.” kata Nukleus.
Setiap empat kali seminggu, Mitokondria pasti
mengajaknya ke klub tersebut. Nukleus juga sangat
menikmati pesta alkohol tersebut. Suatu hari saat
Nukleus ingin pergi dan sudah bersiap-siap, sehelai
brosur mendarat di tangan Nukleus.
“Lowongan pekerjaan? Wow ini sepertinya sangat cocok
untukku, dan kriteria yang diinginkan sangat mirip
denganku.” kata Nukleus dengan gembira.
Ia langsung mengunjungi lokasi yang tertera di brosur,
dan melakukan wawancara dengan pemilik perusahaan
agar Ia mendapatkan pekerjaan tersebut. Tidak lama
setelah wawancara itu.
“Baik, kamu diterima di perusahaan ini, teruslah bekerja
keras ya.” kata pemilik perusahaan tersebut.

Ia diterima oleh pemilik perusahaan tersebut, dan
mulai bekerja esok hari. Nukleus sangat gembira dan
sudah tidak sabar untuk bekerja. Ia juga langsung
menghubungi Nukleolus untuk memberitahu berita
gembira ini. Nukleolus pun mengangkat telepon
tersebut.
“Halo, Nukleus. Ada apa?” tanya Nukleolus.
Nukleus pun langsung menjawab,
“Hai Nukleolus, saya ada berita gembira! Saya akhirnya
diterima di perusahaan yang cukup terkenal di kota
ini.”
Nukleolus sangat gembira untuk sahabatnya dan
membalas,
“Wow, hebat Nukleus! Selamat atas pekerjaan barunya
ya.”
Berita gembira ini pun tersebar di lingkungan sekitar
Nukleus.
Tetapi masih ada hal yang meragukan Nukleus, yaitu
kecanduan alkoholnya. Ia sangat susah menghilangkan
kebiasaan buruk itu. Sebagai sahabat yang baik,
Nukleolus membantu sahabatnya untuk menghilangkan
kebiasaan buruk tersebut.

“Hai Nukleus, tenang saja aku akan membantumu
untuk selalu mengingatkan agar kecanduan buruk itu
bisa hilang.” kata Nukleolus.
Nukleus pun mengatakan, “Terima Kasih, Sahabat!”

Keesokan harinya, yaitu hari pertama Nukleus bekerja.
Sebelum Ia berangkat, Mitokondria menghubunginya
untuk mengajaknya mabuk lagi.
“Nukleus ayo pergi ke klub lagi” ajak Mitokondria.
Nukleus pun menolak tawaran tersebut.

“Maaf Mitokondria, saya sudah tidak ingin
melakukannya lagi seperti dulu.” kata Nukleus.
Nukleolus pun sangat bangga melihat Nukleus bisa dan
berusaha untuk menolak tawaran tersebut.
Mitokondria pun merasa sangat bingung. Pada hari
kedua jadwal Nukleus bekerja, sangat tidak disangka,
Nukleus tidak masuk ke kantor.
Sambil mencari keberadaan Nukleus, warga-warga
dekat rumah Nukleus tiba tiba datang berlari-lari ke
kantor Nukleus.
“Gawat, Nukleus sedang mabuk karena alkohol
bersama salah satu temannya!” kata salah satu warga
dengan tergesa-gesa.
Beberapa teman-teman kantor lainnya pun langsung
mendatangi rumah Nukleus, karena mabuk alkohol
sangatlah berbahaya. Awalnya, mereka mengetuk pintu
rumah Nukleus.
“Halo, apakah ada orang di dalam?” kata Vakuola, salah
satu teman kerja Nukleus.
Tetapi, tidak ada yang menjawab. Karena tidak ada
yang menjawab mereka pun langsung memasuki rumah
Nukleus, karena kebetulan pintu rumah tidak dikunci.

Mereka semua melihat Nukleus yang tidak sepenuhnya sadar
karena terlalu banyak alkohol yang diminumnya. Nukleus,
sebenarnya masih sangat susah untuk menolak setiap tawaran
dari Mitokondria untuk meminum alkohol.
Nukleolus juga sudah mendengar berita tersebut, dan langsung
mengunjungi rumah Nukleus.
“Apa yang terjadi denganmu, Nukleus?” kata Nukleolus dengan
kecewa.
Nukleus yang masih belum sadar sepenuhnya pun menjawab,
“Tadi malam, Mitokondria mengajakku untuk minum alkohol
lagi, dan aku sangat susah menolak karena Mitokondria
mengajakku berulang kali. Aku sempat menolak tetapi Ia terus
mengajak, dan akhirnya aku mengiyakan tawaran Mitokondria.”
Pemilik perusahaan di kantor Nukleus juga sangat kecewa dan
berencana untuk mengeluarkan Nukleus dari pekerjaan
tersebut. Ia mengatakan,
“Nukleus, aku sudah memintamu untuk bekerja keras. Mengapa
kamu malah seperti ini?”
Saat Nukleus mulai sadar, Ia langsung meminta maaf pada
bosnya.
“Maaf bos, saya janji tidak akan mengulanginya kembali, dan
akan lebih baik saat bekerja.” ucap Nukleus sambil merasa
kecewa dengan dirinya sendiri.
Bos Nukleus membalas, “Baik saya akan memikirkannya
kembali, Nukleus.”
Nukleus juga meminta maaf kepada sahabatnya, Nukleolus
karena telah mengecewakannya sebagai sahabat.
“Maaf Nukleolus, saya janji tidak akan mengecewakanmu lagi,
Sahabat!” kata Nukleus dengan rasa bersalah.
Nukleus pun memutuskan kontak dengan Mitokondria karena
Ia tidak ingin hal ini terulang kembali.

Akhirnya setelah satu jam menunggu jawaban dari bos,
bos Nukleus pun mengurungkan niatnya untuk
mengeluarkan Nukleus dari perusahaan tersebut. Nukleus
sangat berterima kasih dan mengatakan rasa terima
kasihnya.
“Terima kasih, Bos. Saya akan lebih konsentrasi juga teliti
dalam melakukan pekerjaan yang diberikan.” kata
Nukleus dengan senang karena Ia tidak jadi dikeluarkan.
Nukleolus juga memaafkan Nukleus, karena Ia percaya
bahwa Nukleus bisa berubah.
“Nukleus berjanjilah untuk tidak melakukannya kembali.”
kata Nukleolus dengan hati yang sudah kembali ceria.
Nukleus pun membalas dengan semangat, “Terima Kasih,
Nukleolus!”
Sementara Mitokondria, Ia dibenci oleh warga sekitar
karena ternyata Mitokondria sudah melakukan hal ini ke
banyak orang, tidak hanya Nukleus.
Nukleus pun sudah menjadi orang yang lebih bijaksana
dan pantang menyerah.

Seorang remaja bernama Nukleus baru saja
menyelesaikan pendidikannya dan masih
pengangguran, Ia kesulitan untuk melamar di setiap
pekerjaan karena belum memiliki pengalaman
bekerja yang cukup. Selama pengangguran, Ia
sering diajak oleh Mitokondria dan gengnya untuk
mabuk banyak alkohol. Nukleus pun kecanduan.
Suatu hari, sehelai brosur tiba tiba mendarat di
tangan Nukleus untuk pekerjaan yang memang
khusus untuk orang yang belum berpengalaman. Ia
mencoba dan berhasil melamar pekerjaan tersebut.
Tapi Ia masih tetap saja kecanduan dengan
meminum alkohol yang membuat semua menjadi
kacau. Tetapi sahabat Nukleus membuat Nukleus
menghentikan kebiasaan buruknya. Apakah yang
akan terjadi selanjutnya?


Click to View FlipBook Version