The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Nama Kelompok 5
1. Abidah
2. Claudia Alamanda
3. Dhimas S.
4. Hanna Meylinda
5. Nur Qurotul N.A
6. Tia Aris m.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nurqurotul00, 2022-07-31 03:39:59

Laporan Praktikum Kelompok 5 XII MIPA 3

Nama Kelompok 5
1. Abidah
2. Claudia Alamanda
3. Dhimas S.
4. Hanna Meylinda
5. Nur Qurotul N.A
6. Tia Aris m.

LAPORAN PRAKTIKUM PENGARUH CAHAYA PADA PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN BIJI KACANG HIJAU DAN BIJI JAGUNG

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 4

1. Ahista Tasya Kamila
2. Fatmah
3. Hanny Riyani
4. Jihan Rhaudhatul.J
5. Reza Ahmad Fauzan
6. Rhazif Nurdondi
KELAS : XII MIPA-4

SMA NEGERI 1 PALIMANAN

JL. KH. AGUS SALIM NO. 128 PALIMANAN, 45161 TLP. : (0231) 341023 Email : [email protected]
Web : http://www.sman1palimanan.sch.id

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan ke hadhirat Allah SWT yang telah memberikan keleluasan
waktu dan kesehatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan tugas mata pelajaran
“Biologi” yang dibimbing oleh Ibu Ratnawati S,Pd. Jenis tugas yang diberikan adalah
pengamatan tentang pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Metode penugasan
yang diberikan adalah menyusun ”Laporan Praktikum tentang Pengaruh Cahaya terhadap
Pertumbuhan Biji Kacang Hijau dan Biji Jagung”

Melalui penugasan ini diharapkan para siswa dapat memehami tentang pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan yang pada gilirannya dapat diimplementaskan dalam kegiatan
pembelajaran. Selain itu manfaat yang dapat dirasakan adalah meningkatnya kompetensi
pembelajaran para siswa yang sebagia besar merupakan siswa yang ingin melanjutkan ke
perguruan tinggi.

Semoga laporan ini dapat menjadikan kerangka pikir dalam mengambil suatu putusan
pembelajaran, pisau pemilah dalam pemecahan masalah, dan bahkan bagian hidup yang
integratif kritik dan saran perbaikan sangat kami harapkan.

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..........................................................................
KATA PENGANTAR........................................................................ I
DAFTAR ISI....................................................................................... II
BAB I PENDAHULUAN................................................................... 1

1.1 Latar belakang.................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................. 1
1.3 Tujuan Penelitian ............................................................... 1
1.4 Hipotesis ............................................................................ 1
BAB II LANDASAN TEORI ............................................................ 2
2.1 Pengertian ......................................................................... 2
2.2 Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau...... 3
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM........................................ 4
3.1 Rancangan praktikum ........................................................ 4
3.2 Waktu dan tempat praktikum............................................. 4
3.3 Alat dan Bahan.................................................................. 4
3.4 Prosedur Kerja ................................................................... 5
BAB IV PEMBAHASAN .................................................................. 6
4.1 Analisis Data...................................................................... 6
4.2 Pembahasan........................................................................ 9
BAB V PENUTUP.............................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 12
LAMPIRAN........................................................................................ 13

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Judul penelitian yaitu Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau dan
Jagung. Alasan memilih judul tersebut karena kami belum pernah mengetahui bagaimana
pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau dan jagung. Berhubung karena tidak
ada yang pernah melakukan penelitian tersebut, kami sekelompok mencoba untuk
melakukan penelitian dengan metode eksperimen.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas masalah yang dijadikan fokus praktikum ini dapat
dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah cahaya dapat memengaruhi pertumbuhan kacang hijau dan jagung ?
2. Apakah perbedaan perkecambahan biji kacang hijau dan biji jagung yang

ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari dan yang tidak terkena sinar
matahari ?
3. Apa saja faktor – faktor yang mempengaruh perkecambahan dan pertumbuhan biji
kacang hijau dan jagung ?

1.3 Tujuan Praktikum

 Membedakan dua macam perkecambahan
 Mengetahui perbedaan perkembangan pada biji kacang hijau dan jagung yang

ditempatkan di sinar matahari dan yang tidak ditempatkan di sinar matahari.
 Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi biji kacang hijau dan biji jagung untuk

berkecambah
 Mengetahui pengaruh suhu dan cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji

kacang hijau dan biji jagung

1.4 Hipotesis Praktikum

 Pertumbuhan pada tumbuhan yang disinari oleh matahari akan terjadi secara lambat,

dan untuk tanaman yang diletakkan di tempat yang gelap pertumbuhan tanamannya

sangat cepat, selain itu tekstur dari batangnya sangat lemah dan warnanya cenderung

pucat kekuningan, sedangkan tumbuhan yang disinari oleh matahari warna daunnya

cenderung lebih tua, dan batangnya jauh lebih kuat.

 Faktor – faktor yang mempengaruhi perkecambahan dan pertumbuhan biji kacang hijau

dan jagung antara lain : : cahaya matahari, suhu, air, kelembaban
 Faktor eksternal : gen dan hormon
 Faktor internal

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian

Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali)
karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel, dapat juga disebabkan oleh
keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dihitung dengan
angka). Sedangkan

perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu.
tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan
tingkat kedewasaan. Pertumbuhan dan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji.
Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang kemudian
tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu tumbuhan akan berbunga dan
menghasilkan biji kembali.

Perkecambahan adalah munculnya plumula (tanaman kecil dari dalam biji).
Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dibedakan menjadi 2, yaitu epigeal dan
hypogeal. Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di
bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiliden
terangkat ke atas tanah, misalnya kacang hijau. Sedangkan perkecambahan hypogeal adalah
apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut
tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah, misalnya pada biji kacang kapri.
Pertumbuhan pada tanaman terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu perkecambahan yang
diikuti dengan pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder
Pemacu kimiawi perkecambahan adalah :

1) Giberelin: Hormon endogen pemacu perkecambahan benih alamiah.
2) Sitokinin: Hormon endogen pemacu perkecambahan benih alamiah.
3) Etilen (C4H4): Turut mengatur penglepasan auksin pada perkecambahan benih.
4) H2O2: Menstimulir respirasi yang mempercepat perombakan cadangan
makanan.
5) Auksin: dalam konsentrasi rendah bekerjasama dengan cahaya mempercepat
perkecambahan.
6) KNO3: bekerjasama dengan cahaya dan suhu memacu proses perkecambahan
benih
7) Thiourea Membantu pembentukan pemacu perkecambahan, seperti giberelin.
Pertumbuhan pada tanaman terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu perkecambahan
yang diikuti dengan pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.

1. Pertumbuhan Primer Terjadi sebagai hasil pembelahan sel sel jaringan meristem primer.
Berlangsung pada embrio, bagian ujung ujung dai tumbuhan seperti akar dan batang.

2. Pertumbuhan Sekunder Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium
dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil dan menyebabkan
membesarnya ukuran (diameter) tumbuhan.

2.2 Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau dan jagung

Cahaya merupakan sumber energy terbesar di muka bumi, tanpa cahaya
Kemungkinan besar kehidupan dibumi tidak akan bisa berlangsung. Makhluk hidup banyak
yang mati karena tidak adanya makanan sebagai asupannya. Mengapa demikian ? Kita tahu
makanan yang dibentuk biasanya dihasilkan oleh tumbuhan hijau.

Dalam proses pembentukan makanan bahan dasarnya yakni air, karbondioksida,klorofil(
sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis) dan dengan bantuan cahaya matahari, maka
dihasikanlah suatu produk yang berupa oksigen,glukosa,serta energy.
Begitu pula dengan proses pertumbuhan dan perkembangan.Dalam kedua tahap
Tersebut peran cahaya sangatlah berpengaruh. Dengan kondisi yang demikian maka
kami melakukan eksperimen dengan mengambil topic Pengaruh Cahaya terhadap
Pertumbuhan dan Perkembangan.

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Rancangan Praktikum

a. Metode penelitian : Eksperimen
b. Sampel : Biji kacang hijau dan biji jagung
c. Cara analisis data : Dengan mengukur tinggi batang kacang hijau dan
jagung setiap harinya selama 7 hari
d. Variabel bebas : Intensitas cahaya matahari ( pada tempat terang dan
gelap ).
e. Variabel control : Gelas cup, air, suhu, kelembapan, kualitas, dan jumlah
biji kacang hijau dan biji jagung
f. Variabel terikat : Pertumbuhan tinggi, warna daun, kuat batang pada
tumbuhan kacang hijau dan jagung
g. Cara pengukuran : Dengan cara mengukur dari permukaan pangkal batangg
hingga daun.

3.2 Waktu Dan Tempat Praktikum

1) Kami melakukan penelitian selama 6 hari, dimulai tanggal 26 Juli 2021 hingga 01
Agustus 2021.
Pengukuran kecambah kacang hijau dan jagung dilakukan pukul 19:00 setiap harinya

2) Tempat pelaksanaan di rumah Ahista Tasya Kamila desa Palimanan Timur kecamatan
Palimanan.

3.3 Alat dan Bahan
 Alat
- 6 gelas plastik
- penggaris
- alat tulis dan buku (untuk mencatat)
 Bahan
- biji kacang hijau dan jagung
- kapas
- air

3.4 Prosedur kerja

1. Rendam kacang hijau ke dalam wadah semalaman.
2. Pilihlah biji kacang hijau dan yang tenggelam.
3. Siapkan buah gelas, buat lubang-lubang kecil bagian bawahnya.
4. Basahi kapas dengan air.
5. Letakkan kapas basah tersebut kedalam gelas masing-masing 2 lapis.
6. Letakkan biji kacang hijau ke dalam gelas
7. Berilah label pada gelas dengan tulisan “TEMPAT GELAP”,”RUANGAN”, dan

“TEMPAT TERANG”.
8. Letakkan ketiga gelas tersebut ke masing-masing tempat yang berbeda, yaitu

tempat gelap seperti didalam lemari; tempat terang seperti dibawah sinar
matahari langsung, dan cahaya diruangan (tidak terkena sinar matahari langsung)
9. Catatlah perumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau pada ketiga gelas
tersebut selama 6 hari.
10. Lakukan hal yang sama pada biji jagung

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Analisis data
 Biji kacang hijau

- pengamatan biji kacang hijau yang disimpan di tempat terang (terkena sinar

matahari langsung)

Hari ke Panjang batang Tekstur batang Warna daun
(cm)

1 0,0 - -

2 0,5 - -

31 - -

4 3 Kuat,kokoh Hijau tua

5 5,5 Kuat,kokoh Hijau tua

6 7 Kuat,kokoh Hijau tua

Tumbuhan yang disimpan ditempat yang terkena cahaya matahari secara langsung
tumbuhnya paling lambat, warna daunnnya hijau tua dan batangnya kuat dan kokoh.

- pengamatan biji kacang hijau yang disimpan di tempat gelap (dalam lemari)

Hari ke Panjang batang Tekstur batang Warna daun
(cm)
1 0,0 - -
2 1 - -
3 3 - -
4 8 Lemah dan pucat kekuningan
5 15 Lemah dan pucat kekuningan
6 23 Lemah dan pucat kekuningan

Biji yang disimpan ditempat gelap tumbuhnya paling cepat, tetapi warna daunnya
kekuningan dan batangnya cenderung lemah dan pucat.

- pengamatan biji kacang hijau yang disimpan di dalam ruangan (tidak terkena
sinar matahari secara langsung)

Hari ke Panjang batang Tekstur batang Warna daun
(cm)
1 0,0 - -
2 0,5 - -
3 3 - -
4 7 Agak lemah,pucat Hijau muda
5 13 Agak lemah,pucat Hijau muda
6 19 Agak lemah,pucat Hijau muda

Biji yang disimpan didalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari langsung
tumbuhnya lebih cepat dari biji yang disimpan di tempat yang terkena cahaya matahari
langsung dan lebih lambat dari biji yang disimpan di tempat gelap, daun nya berwarna hijau
muda dan batangnya tidak terlalu kokoh dan warna batang pucat.

GRAFIK PERTUMBUHAN KACANG HIJAU

25

20

15 tempat terang
tempat gelap

10
dalam ruangan

5

0
Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6

 BIJI JAGUNG

- biji jangung yang disimpan di tmpat terang (terkena sinar matahari langsung)

Hari Panjang batang (cm) Tekstur batang Warna daun

1 0,0 -

21-

34-

4 6 Kuat dan kokoh Hijau tua

5 9 Kuat dan kokoh Hijau tua

6 12 Kuat dan kokoh Hijau tua

biji yang ditanam pada tempat terang tumbuh paling lambat warna daun ditempat terang cenderung
berwarna kehijauan. pada tempat terang batang lebih kuat dan kokoh

- biji jagung yang disimpan ditempat gelap (dalam lemari)

hari Panjang batang (cm) Tekstur batang Warna daun

1 0,0 - -

22- -

34- -

4 9 Lemah dan pucat Kekuningan (pucat)

5 16 Lemah dan pucat Kekuningan (pucat)

6 21 Lemah dan pucat Kekuningan (pucat)

tanaman jagung yang disimpan pada tempat gelap lebih cepat. Warna daun pada tanaman ditempat
gelap cenderung berwarna kekuningan. pada tempat gelap batang lebih lemah

- biji jagung yang disimpan di dalam ruangan (tidak terkena sinar matahari secara
langsung)

hari Panjang batang (cm) Tekstur batang Warna daun

1 0,2 - -

21- -

33- -

4 8 Agak lemah Hijau muda

5 15 Agak lemah Hijau muda

6 19 Agak lemah Hijau muda

Tanaman jagung yang tidak terkena cahaya matahari langsung lebih tinggi dari tanaman
yang terkena cahaya matahari langsung tetapi lebih rendah dari tanaman yang disimpan di
tempat gelap. Warna daun nya hijau muda dan batangnya tidak terlalu kokoh

Grafik pertumbuhan jagung tempat terang
tempat gelap
25 dalam ruangan
20
15
10

5
0

Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6

4.2 Pembahasan
 Kacang hijau

Tanaman kacang hijau yang dietolasi (tumbuhan yang tumbuh dalam gelap)
pertumbuhannya lebih cepat daripada tanaman yang terkena sinar matahari langsung maupun
yang tidak terkena sinar matahari langsung. Karena kerja hormon auksin tidak dihambat oleh
sinar matahari. Auksin banyak ditemukan disel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung
batang. Oleh karena itu, tanaman akan lebih cepat tumbuh.

Akan tetapi batang tanaman tersebut tidak bisa tegak, melainkan melengkung. Begitu juga
dengan daunnya. Daun tanaman tersebut nampak layu dan tidak segar, serta berwarna hijau
kekuningan. Dan agak pucat. Hal ini terjadi karena tanaman tidak mendapat sinar matahari
sama sekali sehingga tanaman tidak mampu menghasilkan karbohidrat untuk pembentukan
klorofil. Tanaman ini juga memiliki kadar air yang berlebih akibat tidak terkena sinar
matahari. Dan karena tidak mendapatkan sinar matahari, lama-lama akan mengkerut lalu mati
karena tidak mendapat sumber makanan.

Sedangkan tanaman kacang hijau yang mendapatkan sedikit sinar matahari atau tidak
mendapatkan sinar matahari secara langsung pertumbuhannya berjalan normal. Tanaman
nampak segar karena mendapatkan cukup sinar matahari. Daun tanaman tersebut berwarna
hijau muda. Pertunbuhannya berjalan normal ke atas. Hormon auksin pada tanaman ini
berjalan dengan normal yang mengakibatkan tidak terlalu tinggi. Daun juga mendapatkan
klorofil dari karbohidrat

Berbeda lagi dengan tanaman yang selalu terkena cahaya matahari, pertumbuhan tanaman
ini sangat terhambat, tetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warna daunnya nampak
berwarna hijau tua dan tampak segar. Hal ini terjadi karena tumbuhan terlalu banyak
mendapatkan sinar matahari yang menyebabkan hormon auksin terhambat sehingga tanaman
menjadi kerdil/pendek.

 Biji jagung

Berdasarkan data percobaan di atas diketahui tanaman jagung yang disimpan ditempat
geap tumbuh lebih cepat dibanding pada tanaman jagung yang disimpan ditempat yang
terkena sinar matahari langsung maupun tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.
Ketidakberadaannya cahaya matahari, memacu tanaman jagung untuk memproduksi hormon
auksin yang ditemukan pada sel-sel meristem seperti ujung barang dan ujung akar.

Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu
pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka
terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak.
Hal ini dilakukan tumbuhan agar bisa segera mendapatkan cahaya matahari untuk dapat
berfotosintesis. Hal inilah yang menyebabkan tanaman yang ditaruh di tempat yang gelap
tumbuh lebih cepat namun, tidak dapat melakukan fotosintesis. Tanaman yang tidak
mengalami fotosintesis tentu saja kekurangan nutrisi yang berguna bagi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman itu sendiri. Sehingga walaupun tumbuh tinggi tanaman jagung yang
ditaruh pada keadaan gelap terlihat layu dan tidak dapat berdiri kokoh dan warna daun yang
pucat.

Sementara itu warna daun tanaman jagung yang di taruh di tempat yang terkena sinar
matahari langsung berwarna hijau. Hal ini disebabkan tersedianya cahaya yang memadai
akan meningkatkan pembentukan kloroplas. Kloroplas merupakan organel yang mengandung
klorofil (zat hijau daun). Sehingga tanaman yang mendapatkan cukup cahaya memiliki daun
yang berwarna hijau karena adanya klorofil. Sebaliknya tanaman yang disimpan di tempat
yang tidak terkena sinar matahari secara langsung warna daun nya hijau muda tetapi
batangnya tidak terlalu kokoh.

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari hasil dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya didapat
kesimpulan bahwa:

Pertumbuhan tanaman ditempat gelap lebih cepat dibandingkan dengan tanaman yang
berada ditempat terang yang terkena sinar matahari langsung maupun ditempat yang tidak
terkena sinar matahari langsung, karena hormone auksin ditempat gelap akan merangsang
hormon auksin untuk terus aktif sehingga terjadi etiolasi pada batang dan akar. Pertumbuhan
kecambah ditempat gelap memiliki batang lemah pucat dan daun kekuningan pucat sebagai
pengaruh etiolasi.

Sedangkan tanaman yang tidak terkena sinar matahari secara langsung tumbuh tiga kali
lebih cepat daripada tumbuhan yang tumbuh dibawah cahaya matahari langsung. Batangnya
tidak terlalu kokoh dan warna daun tidak begitu pucat namun tidak begitu hijau. Hal ini
dikarenakan auksin pada tumbuhan jagung tidak rusak karena intensitas cahaya matahari
yang masuk tidak terlalu banyak.

yang terakhir yaitu tumbuhan yang tumbuh dibawah sinar matahari langsung. Tumbuhan
ini tumbuh sangat subur batangnya kuat dan kokoh, daun tumbuhan tersebut sangat hijau.
Namun jagung tidak tumbuh terlalu tinggi dikarenakan auksin tumbuhan rusak karena
tumbuhan terekspos cahaya matahari.

B. Saran

Setelah kelompok kami melakukan percobaan praktikum di atas, kami menyarankan
bahwa:

1) Dalam melakukan percobaan praktikum, hendaknya lakukan penelitian tersebut di
tempat yang aman, jauh dari anak kecil, dan tidak ada binatang yang akan
mengganggu percobaan tersebut.

2) Sebaiknya, percobaan dilakukan dalam waktu yang lebih lama agar terlihat lebih jelas
dan lebih detail dalam menyimpulkan perbedaan antara tumbuhan yang berada
ditempat terang dan berada ditempat gelap.

3) kritik dan saran dari guru serta pembaca sangat kami butuhkan untuk kesempurnaan
laporan Praktikum ini

DAFTAR PUSTAKA

https://bigday899.blogspot.com/2016/11/tugas-penelitian-pertumbuhan-
pada.html#:~:text=Pertumbuhan%20tanaman%20jagung%20pada%20tempat,klorofil%20disebabk
an%20karena%20kurangnya%20cahaya.

https://www.academia.edu/10109280/PENGARUH_CAHAYA_MATAHARI_TERHADAP_PERTUMBU
HAN_DAN_PERKEMBANGAN_KECAMBAH_PADA_BIJI_JAGUNG

https://docplayer.info/47132739-Laporan-biologi-pengaruh-cahaya-terhadap-pertumbuhan-dan-
perkembangan-pada-kacang-hijau-dan-jagung-disusun-oleh.html

http://kudunku.blogspot.com/2014/01/laporan-penelitian-pertumbuhan-dan.html
http://nanda15040.web.unej.ac.id/2015/08/17/laporan-biologi-tentang-perkecambahan/
https://www.materikelas.com/laporan-pertumbuhan-pada-tanaman-kacang-hijau-dan-jagung/

LAMPIRAN


Click to View FlipBook Version