The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Beriman Kepada Rasul Allah 16 - 25

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lavettakristiyono, 2022-01-25 21:27:35

BERIMAN KEPADA RASUL ALLAH

Beriman Kepada Rasul Allah 16 - 25

CARA BERIMAN KEPADA PARA RASUL
BAGIAN 9

‫السلام عليكم ورحمة الله وبركاته‬
‫الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين‬

Halaqah yang ke-11 dari Silsilah ‘ilmiyyah Beriman dengan para
Rasul Allah adalah tentang “Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian
9”.

Diantara cara beriman dengan para Rasul adalah
Wajib beriman kepada para Rasul secara terperinci maupun
secara global.

Iman yang terperinci maksudnya adalah beriman dengan nama-
nama, kabar-kabar, kisah-kisah para Nabi yang datang di dalam Al-
Qur’an dan Sunnah yang shahihah.

Adapun iman secara global maka yang dimaksud adalah beriman
bahwa Allah memiliki Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul selain yang tersebut
namanya di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Allah Berfirman :

‫َ َو َل َق َْد أَ ْر َس ْلنَا ُر ُس ًلَ ِم ْنَ قَبْلِ ََك ِمنْ ُه َْم َم َْن َق َص ْص َنا َعلَيْ َكَ َو ِمنْ ُه َْم َم ْنَ َل ْمَ نَقْ ُص َْص َعلَ ْي ََك‬
“Dan sungguh Kami telah mengutus para Rasul sebelummu. Diantara
mereka ada yang Kami kisahkan kepadamu dan diantara mereka ada
yang tidak Kami kisahkan kepadamu.” [QS Ghafir 78]

Barangsiapa yang mendustakan dan mengingkari kenabian salah
seorang dari para Nabi yang telah disepakati kenabiannya, maka
pada hakikatnya dia telah mengingkari seluruh Nabi. Yang
demikian karena inti ajaran para Nabi alaihimussalam adalah
sama. Dan mendustakan sebagian mereka sama dengan
mendustakan yang lain.





















Iman dan takwa tidak akan terwujud kecuali dengan menjalankan
perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Dan perintah yang paling besar adalah tauhid kepada Allah dan
larangan yang paling besar adalah syirik kepada Allah.

Apabila seseorang menyekutukan Allah atau mengajak manusia
menyekutukan Allah maka dia bukan wali Allah.

Apabila seseorang mengajak kepada bid’ah maka dia bukan wali
Allah.

Apabila seseorang meninggalkan shalat 5 waktu maka dia bukan
wali Allah.

Seorang wali Allah diukur dari keimanan dan ketakwaan bukan
hanya sekedar dari kesaktian atau dari kemampuan yang luar biasa.

Seandainya dia beriman dan bertakwa maka dia adalah wali Allah
meskipun tidak memiliki kesaktian yang luar biasa.

Namun sebaliknya, orang yang memiliki kesaktian tetapi tidak
bertakwa dan beriman maka dia bukan wali Allah.

Seorang wali Allah bukan berarti dia tidak pernah berdosa. Dia
berdosa sebagaimana manusia yang lain, namun dia bukan orang
yang terus menerus melakukan dosa dan apabila dia berdosa maka
dia bersegera di dalam bertaubat kepada Allah.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai
bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

‫و السَّلام عل ْيك ْم ور ْحمة اللهِ وبركاته‬

CARA BERIMAN KEPADA PARA RASUL
BAGIAN 15

‫السلام عليكم ورحمة الله وبركاته‬
‫الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين‬

Halaqah yang ke-17 dari Silsilah ‘ilmiyyah Beriman dengan para
Rasul Allah adalah tentang “Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian
15”.

Meyakini adanya Al Karaamah adalah termasuk pokok akidah Ahlus
Sunnah Wal Jamaah.
Berkata Syaikhul Islam rahimahullah di dalam kitab beliau Al Aqidah
Al Wasithiyah,

‫َالتصديقَبكراماتَالأولياءَوماَ ُيجريَاللهَعلىَأيديهَم‬:َ‫ومنَأصولَأهـلَالسنة‬
‫منَخوارقَالعادا َت‬
”Termasuk pokok-pokok Ahlus Sunnah adalah membenarkan Al
Karaamah para wali dan perkara-perkara di luar kebiasaan yang
Allah jalankan pada diri mereka.”

Keyakinan tentang adanya Al Karaamah berdasarkan dalil-dalil
dari Al Quran, As Sunnah, dan juga Ijma’.
Adapun dari Al Qur’an:

Kisah Maryam dengan Nabi Zakariya alaihimassallam
Dimana Nabi Zakariya alaihissalam adalah orang yang menanggung
makanan bagi Maryam, yang telah mengkhususkan dirinya untuk
beribadah kepada Allah, namun sesuatu yang luar biasa setiap kali
Zakariya memasuki mihrab Maryam, dia mendapatkan makanan.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

‫َ ُك َّل َماَ َد َخ ََلَعَلَيْ َهاَ َز َك ِر ّيَاَالْ ِم ْح َرا ََبَ َو َج ََدَ ِعنْ َد َهاَ ِر ْز ًقا ََۖ َقا َلََ َياَ َم ْر َيَُمَأَ َنّ َىَ َل َِكَهَذَا ََۖقَالَ ْتََ ُه ََوَ ِم ْنََ ِع ْن َِد‬
‫َّلَّلاََِۖإِ ََّنََّلَّلَاََيَ ْر ُز َُقَ ََم ْنََ َي َشا َُءَ ِب َغ ْي َِرَ ِح َسا َب‬
“Setiap kali Zakariya memasuki mihrab Maryam beliau mendapatkan
di sisi Maryam rezeki, Zakariya berkata, ‘Wahai Maryam dari mana
engkau mendapatkan makanan ini?’ Maryam menjawab, ‘Ini adalah

dari sisi Allah, sesungguhnya Allah memberikan rizki kepada siapa
yang dikehendaki tanpa perhitungan.” [QS Ali ‘Imran 37]
Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya, bahwa Nabi Zakariya
alaihissallam menemukan di dalam mihrab Maryam buah-buahan
musim dingin ketika musim panas dan buah-buahan musim panas
ketika musim dingin.

Kisah Ashabul Kahfi yang Allah sebutkan di awal-awal surat
Al-Kahfi ketika mereka tidur dalam waktu yang lama tanpa
memakan makanan dan tidak rusak badan mereka.
Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

‫َولَبِثُواَ ِف َيَكَ ْه ِف ِه َْمَثَ َل َثََ ِمائََةَ ِسنِي َنََ َوا ْز َدادُواَتِ ْس ًَعَا‬
”Dan mereka tinggal di gua mereka selama 300 tahun dan tambah 9
tahun.” [QS Al-Kahfi 25]
Ada yang mengatakan 300 tahun bila dihitung dengan tahun
syamsiyah dan 309 tahun apabila dihitung dengan tahun qomariyah.

Istri Fir’aun yang bernama Asiyah, dimana Allah
memperlihatkan rumah Asiyah di dalam surga ketika sedang
diadzab oleh Fir’aun.
Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

‫َ َو َض َر َبَََّلَّلاََُ َمثَ ًَلَ ِل ّلَ ِذي ََنَآ َم ُنواَا ْم َرأَ ََتَفِ ْر َع ْو َنََ ِإذََْ َقا َل ْتََ َر َِبَابْ ِنَ لِ َيَ ِع ْن َد ََكَ َب ْيتًاَفِ َيَالْ َج َنّ َِةَ َو َن ِج ِن َيَ ِم َْن‬
‫ِف ْرعَ ْو َنََ َوعَ َملِ َِهَ َونَ ِجنِ َيَ ِم َنََا ْل َق ْو َِمَالظَّا ِل ِمي ََن‬
“Dan Allah telah membuat pemisalan bagi orang-orang yang beriman
dengan istri Fir’aun ketika dia berkata ‘Wahai Rabb-ku bangunkanlah
untukku di sisi-Mu rumah di dalam surga dan selamatkanlah aku dari
Fir’aun dan amalannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang
dzalim.’” [QS At-Tahrim 11]
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai
bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

‫و ال ّسَلام عليْك ْم ور ْحمة اللهِ وبركاته‬

CARA BERIMAN KEPADA PARA RASUL
BAGIAN 16

‫السلام عليكم ورحمة الله وبركاته‬
‫الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين‬

Halaqah yang ke-18 dari Silsilah ‘ilmiyyah Beriman dengan para
Rasul Allah adalah tentang “Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian
16”.

Keyakinan tentang adanya Al Karaamah berdasarkan dalil-dalil
dari Al Quran, As Sunnah, dan juga Ijma’.
Adapun dari Dalil :

Diantara dalil dari As-Sunnah atas adanya Al Karomah:

. Kisah Abu bakr Ash Shidiq radhiyallahu ‘anhu ketika memberi
makan sebagian ahlushshuffah yang datang kepada beliau. Setiap
kali mereka mengambil satu suapan maka makanannya justru
bertambah banyak. [diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Al
Imam Muslim].

. Kisah dua orang shahabat Nabi ‫ﷺ‬, yaitu Usaid bin Hudhair dan
Abbad bin Bisyr semoga Allah meridhoi keduanya.
Ketika keduanya keluar dari sisi Nabi ‫ﷺ‬, di suatu malam yang gelap
gulita dan di depan mereka ada cahaya, kemudian ketika mereka
berpisah terbagilah cahaya tersebut menjadi dua. [diriwayatkan oleh
Al Imam Al Bukhari].

. Kisah Juraij seorang laki-laki yang shaleh dari kalangan Bani
Israel yang dituduh berzina dengan seorang wanita, ia mengaku
hamil karena Juraij. Kemudian ketika wanita tersebut melahirkan
maka Juraij mengusap kepala bayi tersebut, sehingga bayi tersebut
bisa menyebutkan siapa sebenarnya bapaknya. [diiriwayatkan oleh
Al Imam Al Bukhari dan Al Imam Muslim]

Kemudian di sana ada beberapa keterangan yang berkaitan
dengan Al Karomah:

. Al Karaamah yang paling agung bagi seorang hamba adalah
istiqomahnya dia di atas jalan yang lurus.















Maka Abu Muslim pun datang ke kota Madinah dan saat itu
Rasulullah ‫ ﷺ‬sudah wafat dan digantikan Abu Bakr.
Kemudian Abu Muslim menambatkan untanya di pintu masjid Nabawi
kemudian shalat menuju salah satu tiang diantara tiang-tiang masjid.

Maka Umar bin Khatthab melihatnya dan mendatanginya dan
berkata, “Darimana asalmu?”
Abu Muslim mengatakan, ”Dari Yaman.”
Berkata Umar, “Apa yang dilakukan musuh-musuh Allah terhadap
saudara kita yang dibakar dan tidak mempan?”
Abu Muslim berkata, “Itu adalah Abdullah Ibnu Tsaub”
Berkata Umar, “Aku meminta dengan Nama Allah apakah dia adalah
dirimu?”
Berkata Abu Muslim, “Iya.”
Berkata Syarahbil, maka Umar mencium antara kedua mata Abu
Muslim kemudian membawanya dan mendudukannya antara Abu
Bakr dan Umar.

Berkata Umar Ibnu Khatthab,
”Segala puji bagi Allah yang belum mematikanku dari dunia sehingga
memperlihatkan kepada diriku diantara umat Muhammad orang yang
dibakar seperti dibakarnya Nabi Ibrahim kekasih Allah.”

Lihatlah bagaimana ucapan Abu Muslim ketika ditanya oleh Umar
Ibnu Khatthab beliau berusaha untuk menutupi identitas beliau dan
mengatakan “Itu adalah Abdullah bin Tsaub” seakan-akan orang
tersebut bukan dirinya.

Al Karaamah digunakan untuk suatu kebaikan atau perkara yang
diperbolehkan sedangkan Al Ahwal Asy-Syaithoniyyah digunakan
untuk perkara yang diharamkan seperti menyakiti orang lain atau
menyombongkan diri, dll.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai
bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

‫و ال ّسَلام عل ْيك ْم ور ْحمة اللهِ وبركاته‬

CARA BERIMAN KEPADA PARA RASUL
BAGIAN 21

‫السلام عليكم ورحمة الله وبركاته‬
‫الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين‬

Halaqah yang ke-23 dari Silsilah ‘ilmiyyah Beriman dengan para
Rasul Allah adalah tentang “Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian
21”.

Setelah kita memahami tentang mukjizat, Al Karaamah, dan Al Ahwal
Assyaithoniyyah dan hal-hal yang berkaitan dengannya, maka kita
lanjutkan poin-poin tentang tata cara beriman dengan para rasul.
Diantara tata cara beriman dengan para rasul alaihimussalam adalah
beriman dengan nama-nama para Nabi dan Rasul yang telah Allah
sebutkan namanya di dalam Al-Qur’an. Mereka berjumlah 25 orang,
18 orang diantaranya disebutkan dalam beberapa ayat yang berturut-
turut di dalam surat Al An’am dan 7 orang yang lain terpisah-berpisah
di dalam surat-surat yang lain.

18 Nama yang ada di dalam surat Al An’am adalah:

Ibrahim

Ishaq
Ya’qub

Nuh

Dawud

Sulaiman

Ayyub

Yusuf

Musa

Harun

Zakariya

Yahya
Isa
Ilyas
Ismail
Al Yasa’
Yunus
Luth
Alaihimussalam
[lihat Surat Al An’am 83-86]

Adapun 7 orang yang lain, mereka adalah:
Nabi Adam
25X disebutkan nama Nabi Adam di dalam Al-Qur’an, yang pertama
ada di dalam surat Al-Baqarah ayat 31.

Nabi Idris
Disebutkan 2X oleh Allah di dalam Al-Qur’an di dalam surat Maryam
ayat 56 dan Al Anbiya ayat 85.

Nabi Dzulkifli
2X disebutkan di dalam surat Al Anbiya 85 dan surat Shod ayat 48.

Nabi Hud
7X disebutkan, yang pertama dalam surat Al Al A’raf ayat 65

Nabi Sholeh
9X disebutkan yang pertama dalam surat Al A’raf ayat 73.

Nabi Syuaib
10X disebutkan, yg pertama di dalam surat Al A’raf ayat 85.












Click to View FlipBook Version