The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KELAS 5 TEMA 1 ST 1 PB 5

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ningnonggung7, 2021-06-19 13:53:37

MATERI AJAR

KELAS 5 TEMA 1 ST 1 PB 5

Keywords: NINGNONG

BELAJAR YUUK !

MATERI AJAR
A. Keragaman Budaya Nusantara

1. Macam-macam Budaya Sulawesi

a. Bahasa Daerah.
Sulawesi Selatan sendiri bahasa daerah yang digunakan adalah bahasa Bugis
(bahasa Ugi).

b. Pakaian Adat Sulawesi Selatan
Tope,songkok pute passapu,lopasabbe,pakambang,waju kasa,jempang,bodo,dll

c. Suku Yang ada di Sulawesi Selatan
Bugis,Makassar,Mandar,Toraja,Duri,Pattinjo,Bone,Maiwan,Endekan,Pattae,Kaja
ng/Konjo

d. Tarian Sulawesi Selatan
Pakarena,pasere pitupitu,masselung tana,ma1gellu,ma1papangngan,daun bulan

e. Lagu Tradisional
Pa’pelle/ Pabarrung,Pa’bas atau Pa’pompang,Pa’karombi,Pa’geso’geso

f. Kerajinan rakyat
Tenun sutera yang disebut dengan lipa’ sengkang, perahu penisi, seni ukir
toraja, dan lain

g. Upacara Tradisional
Annyampa’ sanro dan a’bayu minnya’ makkatenni sanro, mappanre to
mengindeng, dan maccera wettang. Dan Rambu Solo’ , Mapasilaga tedong,
Sisemba.

h. Senjata Tradisional

Badik,peda,sabel,tombak,perisa.

i. Makanan khas

Coto makasar,sop konro,pisang epe,es palubuntung,barongko,coto kuda,
nyunyang, burasa, kapurung, dange, patollo.

2. Macam-macam Budaya Jawa
Kebudayaan Suku Jawa merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. Banyak
sekali kebudayan suku bangsa lain di Indonesia yang sedikit banyak berakulturasi
dengan budaya masyarakat Jawa.

a. Filosofis Hidup
Urip iku urup,ojo keminter mundak keblinger,ojocidro mundak ciloko,ojo
tumungkul marang jenenge kalenggahan,dan sebagainya.

b. Ajaran kejawen
Syekh Siti Jenar yang terkenal dengan konsep gagasan ‘manunggaling kawula
lan gusti’, merupakan salah satu tokoh yang tidak dapat dilepaskan dari
munculnya ajaran kejawen. Sebagai inti ajaran, kejawen mengajarkan manusia
pada apa yang disebut ‘Sangkan Paraning Dumadhi’ (kembali kepada sang
pencipta). Kemudian membentuk dan mengarahkan manusia untuk sesuai
dengan Tuhannya (manunggaling kawula lan gusti). Bahwa setiap manusia
harus bertindak sesuai dengan tindakan dan sifat.

c. Senjata tradisional keris
d. Kesenian wayang kulit,reog,sintren,kuda lumping,behaya ketawang
e. Memiliki huruf tulian Aksara Jawa
f. Bahasa

1)Ngoko
2)Madya
3)Krama
g. Alat musik tradisional Jawa biasa disebut dengan gamelan.

B. Bangun Datar Segi Banyak
1. Bangun datar segi banyak beraturan

2. Bangun datar segi banyak tidak beraturan

3. Cara membuat mozaik tangram berbentuk rumah
a. Alat dan bahan

1) Kertas lipat/kertas warna berbentuk persegi
2) Gunting
3) Lem
4) Kertas gambar
5) Penggaris
b. Langkah pembuatan tangram :
1) Sediakan kertas warna berbentuk persegi dan gunting sebagai alat

pemotong.
2) Selanjutnya lipatlah kertas menjadi dua bagian sama besar berbentuk

segitiga,potong persegi menjadi dua segitiga sesuai lipatan.

3) Ambil satu segitiga lalu lipat menjadi dua bagian sama besar berbentuk
segitiga kecil, potong sesuai dengan bekas lipatan.

4) Selanjutnya ambil segitiga lainnya lalu lipat sedikit di tengahnya,
sehingga menjadi trapesium sama kaki dan segitiga, potong sesuai lipatan.

5) Bagian trapesium sama kaki lipat sehingga menjadi dua trapesium siku
siku lalu kita potong

6) Ambil satu trapesium siku-siku potong menjadi persegi dan segitiga
7) Selanjunta trapesium yang satunya dilipat sehingga menjadi jajar genjang

dan segitiga.
8) Jadilah tangram siap untuk digunakan.
c. Langkah pembuatan mozaik tangram berbentuk rumah
1) Ambil kertas yang sudah berbentuk tangram yang siap digunakan
2) Susunlah tangram seperti bentuk pada gambar di bawah dan tempelkan

tangram pada kertas gambar dengan menggunakan lem.

RAGAM BUDAYA

Macam Macam Budaya Sulawesi Selatan:

Berikut ini beberapa budaya khas Sulawesi Selatan yang dapat Anda pelajari.

1. Bahasa Daerah.

Bahasa merupakan salah satu pemersatu bangsa yang juga merupakan sarana
untuk berkomunikasi antar sesama warga. Nah di Sulawesi Selatan sendiri bahasa
daerah yang digunakan adalah bahasa Bugis (bahasa Ugi). Dimana bahasa ini
merupakan bahasa asli orang Bugis.

Beberapa kata atau dialek yang termasuk dalam bahasa Bugis misalnya Pangkep,
Bone, Camba, Sidrap, Wajo, Sinjai, Sawitto, Barru, Lawu dan masih banyak
lainnya. Sedangkan untuk suku Makasar menggunakan bahasa daerah Mangasara
(Mangasarak) yang mencapai persebaran wilayah di Gowa, Pangkep, Maros,
Jeneponto, Takalar, Bantaeng, dan Makasar.

Untuk bahasa Mangasara sendiri memiliki beberapa cara pengucapan atau dialek,
seperti dialek Gowa (Gwa, Lakiung). Mars, Pangkep, dan Turatea (Jeneponto).
Bahkan bahasa daerah ini pun terbentuk dari beberapa sub bahasa, yaitu bentong,
konjo pengunungan (kajang), selayar, dan konjo pesisir.

Kemudian untuk suku Toraja sendiri menggunakan bahasa Toraja yang terdiri
dari beberapa sub bahasa seperti Toala’, Tae’ serta Torajasa’dan. Bahasa Tae’
dipergunakan di daerah Masamba hingga ujung selatan Luwu Utaa, sedangkan
untuk bahasa Torajasa’dan dipergunakan untuk Tana Toraja serta sebagian
daerah Luwu utara.

2. Rumah adat Sulawesi Selatan

• Suku Toraja
Tongkonan

• Suku Bugis dan Makassar
Balla Lompoa

• Mamasa

Selain bahasa, macam budaya Sulawesi Selatan lain yang tak kalah terkenalnya
adalah arsitektur khasnya. Dimana arsitektur tradisional Sulawesi Selatan ini
diperlihatkan dalam bentuk rumah adat. Nama dari rumah adat suku Toraja
adalah Tongkonan yang artinya adalah balai musyawarah. Menurut kepercayaan
suku Toraja, terdapat sebuah hubungan erat antara tongkonan, manusia dan bumi.
Oleh sebab itu, waktu serta cara pembangunan rumah adat ini pun harus sesuai
dengan peraturan yang telah disesuaikan dengan ajaran aluk todolo. Sedangkan
untuk rumah adat suku Bugis dan Makassar sendiri disebut dengan Bola dan
Balla.
Kedua rumah adat ini memiliki kesamaan dalam segi bentuknya, yaitu berupa
rumah panggung yang memiliki kolong bawah rumah. Selain 3 nama rumah adat
tersebut, Sulawesi Selatan juga memiliki rumah adat lain yang tak kalah uniknya
seperti attake, Bola Soba, Suku Kajang dan lain sebagainya.

3. Pakaian Adat Sulawesi Selatan

• Suku Bugis (anak laki-laki)
tope
songkok pute passapu
lopasabbe
pakambang
waju kasa

• Suku Bugis (perempuan)
tope
jempang
waju ponco/waju pella pella
lipa’sabbe
waju bella dada

• Suku Toraja
pio
baju pokko
seppa
sambu
bayu toraya

• Pakaian upacara Suku Toraja
passapu
Bayu toraya
salembang.

• Suku Makassar (Laki laki)
salawik
lipa
lipa’sabb
passapu
songkok guru

• Suku Makassar (Wanita)
jempang
salawik
lipa’
baju rawang
lipa’sabbe

• Pakaian Sehari hari (laki-laki)
lipa’sabbe

songkok guru
jase tutu
• Pakaian Sehari hari (wanita)
bodo
lipa’sabbe

Untuk suku bugis, pakaian tradisional yang dikenakan oleh anak laki-laki adalah
tpe, songkok pute passapu, lopasabbe, pakambang dan waju kasa. Sedangkan
untuk perempuan antara lain terdiri dari tope, jempang, waju ponco/waju
pellaopella, lipa’sabbe, waju bella dada. Lalu untuk suku Toraja menggunakan
pio, baju pokko’, seppa’, sambu serta bayu toraya untuk pakaian sehari-hari. Dan
untuk pakaian upacara menggunakan passapu’. Bayu toraya, serta salembang.
Kemudian untuk suku Makassar menggunakan salawik, lipa’, lipa’sabbe,
passapu, dan songkok guru, sedangkan wanita memakai jempang, salawik, lipa’,
baju rawang, dan lipa’sabbe. Pakaian untuk orang laki-laki memakai lipa’sabbe,
songkok guru, dan jase tutu, sedangkan untuk wanita dewasa memakai baju bodo
dan lipa’sabbe sebagai pakaian sehari-hari.
Serta songkok gaduk, songkok biring, sedangkan anak wanita mengenakan waju
assusun. Untuk pria dewasa laki-laki mengenakan lipa’sabbe, jase tutu, dan

songkok guru, sedangkan perempuan memakai baju rawang, waju kasa,
lipa’sabbe untuk pakaian upacara.
4. Suku Yang ada di Sulawesi Selatan:

• Bugis
• Makassar
• Mandar
• Toraja
• Duri
• Pattinjo
• Bone
• Maiwa
• Endekan
• Pattae
• Kajang/Konjo
5. Tarian Sulawesi Selatan

Tari Manimbong

Tarian adat Sulawesi Selatan adalah tari manimbong yang hanya
dipertunjukkan ketika upacara adat Rambu Tuka. Para penari adalah pria yang
merupakan bentuk ungkapan rasa syukur pada Tuhan. Dalam pertunjukannya,
tarian Sulawesi Selatan ini menggunakan kostum pakaian adat khusus
bernama Baju Pokko serta Seppa Tallu Buku serta selempang kain antik.

Para penari nantinya juga akan membawa parang kuno atau la’bo penai serta
tameng bundar kecil bermotif ukiran khas Toraja.

Tari Pa’gellu

Tari Pa’gellu adalah tarian dari Sulawesi Selatan khususnya Tana Toraja yang
biasanya tampil sebagai rangkaian upacara adat Pa’gellu atau ma’gellu yang
berarti menari dengan gembira, sambil menggoyangkan tangan dan badan
dengan gemulai, meliuk liuk lenggak lenggok. Tarian ini bertujuan untuk
menghibur penonton sekaligus menjadi ungkapan rasa gembira dan sukacita.
Gerakan dari tarian Sulawesi Selatan ini menceritakan semangat,
keseimbangan sopan santun dan kebersamaan. Untuk upacara rambu tuka
atau syukuran akan ditampilkan tari pa’gellu dengan meriah. Sedangkan
untuk upacara kematian rambu solo maka menjadi tabu untuk ditampilkan.

3. Tari Pakarena

Tari pakarena merupakan tarian daerah Sulawesi Selatan yang diiringi dengan
dua kepala gandrang atau drum serta sepasang instrumen alat musik seperti
puik puik atau suling. Tari ini pertama kali ada di abad ke-17 tahun 1903 pada
saat Panali Patta Raja dilantik menjadi Raja Gantarang Lalang Bata.
Meski memang tidak ada data pasti kemunculan tarian ini, namun masyarakat
setempat beranggapan jika tari ini memiliki hubungan dengan Tumanurung.
Dalam kepercayaan masyarakat, Tumanurung merupakan bidadari yang turun
dari langit. Tumanurung ini memiliki tugas untuk memberikan petunjuk bagi
manusia di bumi.

4. Tari Pattennung

Ini merupakan tarian yang berasal dari Sulawesi Selatan yang berkisah tentang
wanita Sulawesi Selatan ketika sedang menenun. Tari pattennung juga
menggambarkan kesabaran serta ketekunan para wanita Toraja dalam
menenun benang hingga akhirnya membentuk kain.
Tarian Sulawesi Selatan ini memakai pakaian khas yakni baju bodo panjang,
lipaq sabbe atau sarung, curak lakba, rante ma’bule, pontoyang dan juga
hiasan bangkara serta properti berupa sarung lempar. Ketika tarian ini
dilakukan, maka akan diiringi juga dengan alat musik tradisional seperti
gendang dan juga suling.

Tari Ma’randing

Tarian khas Sulawesi Selatan bernama ma’randing biasanya akan dipentaskan
ketika pemakaman besar seperti orang dengan kasta yang tinggi. Penari akan
mengenakan pakaian perang tradisional sambil membawa senjata sehingga
tari ini merupakan tari perang atau tari patriotik.
Kata ma’randing sendiri diambil dari kara randing yang berarti mulia ketika
melewatkan. Dalam tarian ini akan diperlihatkan kemampuan menggunakan
senjata militer sekaligus memperlihatkan keteguhan hati serta kekuatan
seseorang yang sudah meninggal tersebut. Tarian Sulawesi Selatan ini
dilakukan beberapa orang yang membawa perisai besar, pedang dan beberapa
ornamen lain.
Setiap benda tersebut merupakan simbol dengan makna tertentu seperti perisai
dari kulit kerbau atau bulalang sebagai simbol kekayaan karena hanya orang
kaya yang memiliki kerbau sendiri. Sementara pedang atau la’bo bulange, la’bo
pinai, dokter atau la’bo todolo menjadi simbol kesiapan dalam berperang serta
keberanian.

6. Tari Ma’badong

Tari ma’badong adalah nama tarian Sulawesi Selatan yang biasanya dilakukan
pada Rambu Solo atau upacara kematian. Tarian ini dilakukan berkelompok
dimana pa’bodong atau peserta akan membentuk lingkaran lalu saling
berpegangan dengan mengaitkan jari kelingking mereka.

Para pa’badong dalam tarian Sulawesi Selatan ini umumnya merupakan pria
dan wanita setengah baya atau orang tua dengan pemimpin badong yakni Indo
Badong untuk wanita atau Ambe Badong untuk pria. Pemimpin badong
kemudian akan melantunkan Kadong Badong atau syair seperti riwayat hidup
dari orang yang baru saja meninggal dari mulai dilahirkan hingga meninggal.
Sementara untuk nyanyian akan dilakukan saling berbalas dan gerakan
memiliki ritme sesuai dengan syair badong yang sedang dilantunkan.

Tari Pa’pangngan

Tarian Sulawesi Selatan beserta gambarnya yang akan kami ulas adalah tari
pa’pangngan yang umumnya dilakukan para gadis cantik memakai pakaian
gelap atau hitam serta ornamen khas Toraja seperti kandaure. Pangngan Ma
adalah menari ketika menerima tamu kehormatan sekaligus menyambut kata
kata Tana Mo Pangngan Mali’ki, yaitu:

• Kisorong sorong mati
• Solonna pengkaboro’ki
• Rande pela’i toda
• Mala’bi tanda kiala
• Ki po tannu matoto.
Kata pangngan memiliki arti sirih yakni penawaran sirih memperlihatkan jika
tamu yang sedang datang tersebut sudah diterima dan dianggap bagian dari
mereka. Penawaran ini akan diungkapkan setiap penari secara simbolis

dengan memegang pangngan atau sirih. Sepanjang tarian dilakukan, maka
pangngan atau sirih itu akan ditempatkan dalam kantong di depan mereka.

Tari Gandrang Bulo

Nama tarian dari Sulawesi Selatan ini adalah tari gandrang bulo yang berasal
dari dua kata yakni gandrang dan bulo. Gandrang memiliki arti pukulan atau
tabuhan dan bulo memiliki arti bambu. Tarian ini biasa ditampilkan beberapa
orang dengan suasana ramai dan ceria diiringi tabuan gendang dan tabuan
bambu.
Ketika ditampilkan, biasanya akan diberikan dialog kritis namun sangat
menghibur seperti masalah sosial, politik dan juga budaya. Tarian Sulawesi
Selatan ini biasanya digunakan seniman untuk mengeluarkan keluh kesah
mengenai sesuatu yang juga sering digunakan masyarakat untuk merespon
kondisi sosial di sekitar.

9. Tari Bosara

Tari bosara merupakan tarian asal Sulawesi Selatan yang diperuntukkan
menyambut tamu kehormatan. Dari sejarah, tari ini biasa dilakukan pada acara
penting menjamu raja dengan suguhan kue sebanyak 2 kasera. Tari ini juga
sering ditampilkan ketika menyambut tamu aging, pesta kebiasaan serta pesta
kawin sehingga seringkali dipertunjukkan untuk ucapan rasa syukur, hormat
dan menyambut kehadiran tamu.

Tari Pajoge

Tarian Sulawesi Selatan ini biasanya diperlihatkan di istana atau kediaman
kalangan ningrat. Para penari sendiri adalah gadis dari kalangan rakyat biasa
yang berguna sebagai tari hiburan para pria. Penonton dari kalangan ningrat
akan duduk membentuk lingkaran dan penari kemudian menari secara
melingkar sambil menyanyi dan mencari pasangan di tengah penonton.

5. Alat Musik Tradisional

• Alat musik Suku Toraja
Pa’pelle/ Pabarrung
Pa’bas atau Pa’pompang
Pa’karombi
Pa’geso’geso

• Kab Gowa
Jajakkang

Masih dalam kelompok kesenian tradisional, kali ini Sulawesi Selatan
menampilkan beberapa musik tradisional yang memiliki suara unik dan begitu
khas. Seperti mappadendang, yaitu alat musik yang terdiri dari alu dan lesng.
Jajakkang yaitu alat musik yang terbuat dari kab. Gowa yaitu alat musik yang
terdiri dari kancing, bulo, bacing, serta orkes Toriolo atau orkes tempo dulu
Makassar.

Sedangkan untuk suku Kajang memiliki musik terdisional Basing-Basing, dan
suku Toraja memiliki alat musik seperti Passuling, Pa’pelle/ Pabarrung, Pa’bas
atau Pa’pompang, Pa’karombi, Pa’geso’geso, Gendang, dan Pa’tulali.

7. Kerajinan rakyat

Ketika berkunjung ke Sulawesi Selatan Anda akan dengan mudah menjumpai
berbagai kerajinan rakyat berkualitas tinggi. Mulai dari tenun sutera yang disebut
dengan lipa’ sengkang, perahu penisi, seni ukir toraja, dan lain sebagainya.

Untuk kain tenun suteranya sendiri memiliki beberapa corak khas seperti
cure’rnni, cure’lobang, cure’subbi serta cure’bombang. Kemudian untuk perahu
penisinya sendiri dibaut dengan cukup unik, yaitu tanpa menggunakan sketsa atau
gambar. Dan biasanya para pembuat perahu ini hanya mereka yang sudah secara
turun temurun mewarisi keahlian ini.

Lalu untuk kebudayaan Sulawesi Selatan lainnya yaitu seni ukir Toraja, Anda
bisa menjumpainya dalam berbagai bentuk. Mulai dari ukir kayu pada dekorasi
eksterior dan interior hingga berbagai kerajinan dan properti lain.

8. Upacara Tradisional

Dalam setiap daerah, hampir semuanya memiliki ritual khusus dalam untuk
merayakan atau memperingati suatu hal. Termasuk di Sulawesi Selatan yang
antara lain memiliki beberapa ritual adat seperti Annyampa’ sanro dan a’bayu
minnya’ yang dimiliki oleh suku Makassar.

Sedangkan untuk suku Bugis sendiri memiliki upacara adat dengan nama
makkatenni sanro, mappanre to mengindeng, dan maccera wettang. Dan Rambu
Solo’ , Mapasilaga tedong, Sisemba, da lain-lain yang dimiliki oleh suku Toraja.
9. Senjata Tradisional

• Badik

• Peda (semacam perang)
• Sabel
• Tombak
• Perisai.
Pada zaman dahulu, setiap Suku selalu melakukan peperangan demi
mendapatkan wilayah kekuasan yang luas. Oleh sebab itu setiap suku umumnya
memiliki senjata tradisional yang saat ini termasuk kebudayaan daerah.
Untuk suku Bugis dan Makassar sendiri memiliki senjata tradisional berupa keris,
yang masing-masing memiliki nama gencong, tappi, sambang dan kaleo. Selain

itu orang Bugis dan Makasar juga memiliki senjata tradisional berupa badik, yaitu
sebilah besi tajam yang memiliki ujung runcing.
10. Makanan khas

• Barongko

• Makanan khas lainnya yaitucoto makassar, sop konro,pisang epe,es
palubuntung,ikan baka ,coto
kuda,nyuknyang,burasa,kapurung,dange,patollo pammarasan.

Wisata
Salah satu kebudayaan yang juga menjadi daya tarik terbesar suatu daerah adalah
Tempat wisata. Untuk Sulawesi Selatan sendiri bisa dibilang memiliki objek
wisata yang begitu lengkap, mulai dari wisata pegunungan, wisata buatan, wisata
sejarah dan berbagai objek wisata menarik lainnya.

Mengenal Budaya Suku Jawa

Budaya Jawa adalah budaya yang berasal dari jawa dan dianut oleh masyarakat
jawa, budaya jawa mengutamakan keseimbangan, keselarasan dan keserasian
dalam kehidupan sehari hari. Budaya jawa juga sangat menjunjung tinggi
kesopanan dan kesederhanaan.

Di kalangan masyarakat, tercipta stereotip tentang perangai orang jawa yang
begitu halus, sopan dan pasrah menjalani hidup atau nrimo, Sifat ini konon
berdasarkan watak orang jawa yang berusaha untuk menjaga harmoni atau
keserasian juga menghindari konflik. Mereka cenderung diam dan tidak banyak
berkomentar untuk menghindari konflik.

Budaya secara bahasa adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki
bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “buddhayah” yang
merupakan bentuk jamak dari “buddhi” (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal
yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.

Indonesia adalah sebuah Negara kepulauan dengan kurang lebih 17.548 pulau
yang membentang. Dengan jumlah pulau yang sangat banyak tersebut, tidak
heran jika Indonesia juga kaya akan kebudayaan yang begitu beraneka ragam dari
budaya Aceh sampai budaya Papua.

Suku Jawa, sebagai salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia memiliki
kebudayaan yang begitu beraneka ragam. Beberapa orang beranggapan bahwa
yang dimaksud dengan suku Jawa adalah orang-orang yang lahir. Mendiami
daerah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dan menggunakan bahasa Jawa.

Padahal, daerah kebudayaan Jawa itu luas, meliputi seluruh bagian tengah dan
timur dari pulau Jawa. Selain suku bangsa Jawa, ada juga sub suku dari suku
bangsa ini, yaitu suku osing dan suku tengger.

Budaya Jawa mengutamakan keseimbangan, keselarasan dan keserasian dalam
kehidupan sehari hari. Budaya Jawa juga sangat menjunjung tinggi kesopanan
dan kesederhanaan. Berikut beberapa budaya dari suku Jawa.

1. BAHASA

Suku bangsa Jawa sebagian besar menggunakan bahasa Jawa dalam bertutur
sehari-hari. Bahasa Jawa memiliki aturan perbedaan kosa kata dan intonasi

berdasarkan hubungan antara pembicara dan lawan bicara, yang dikenal dengan
unggah-ungguh. Aspek kebahasaan ini memiliki pengaruh sosial yang kuat dalam
budaya Jawa, dan membuat orang Jawa biasanya sangat sadar akan status
sosialnya di masyarakat.Bahasa Jawa mengenal tingkatan-tingkatan yaitu Ngoko,
Madyo,Krama

2. KEPERCAYAAN

Dahulu orang Jawa menganut agama Hindu, Buddha dan Kejawen. Kejawen
adalah agama yang dihasilkan dari budaya Jawa. Kejawen berisikan tentang
seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Sekarang,
mayoritas orang Jawa menganut agama Islam dan sebagian kecil orang Jawa
menganut agama Kristen atau Katolik.

Syekh Siti Jenar yang terkenal dengan konsep gagasan ‘manunggaling kawula
lan gusti’, merupakan salah satu tokoh yang tidak dapat dilepaskan dari
munculnya ajaran kejawen. Sebagai inti ajaran, kejawen mengajarkan manusia
pada apa yang disebut ‘Sangkan Paraning Dumadhi’ (kembali kepada sang
pencipta). Kemudian membentuk dan mengarahkan manusia untuk sesuai dengan
Tuhannya (manunggaling kawula lan gusti). Bahwa setiap manusia harus
bertindak sesuai dengan tindakan dan sifat.

3. KESENIAN

Kesenian tradisional dari Jawa ada berbagai macam, tetapi secara umum dalam
satu akar budaya kesenian Jawa ada 3 kelompok besar yaitu Banyumasan (Ebeg),
Jawa Tengah dan Jawa Timur (Ludruk dan Reog).

Seni tari Jawa ada banyak antara lain, Angguk dari Yogyakarta, Tari Bambangan
Cakil dari Jawa Tengah, Tari Ebeg dari Banyumas, Tari Emprak dari Jawa
Tengah, Tari Gandrung dari Banyuwangi, Tari Golek Menak dari Yogyakarta,
Tari Kridhajati dari Jepara, Tari Kuda Lumping dari Jawa Tengah, Tari Reog dari
Jawa Timur, Tari Remo dari Jawa Timur dan Tari Sintren dari Jawa Tengah.

Seni music budaya Jawa adalah Langgam Jawa yang merupakan bentuk adaptasi
musik keroncong ke dalam musik tradisional Jawa, khususnya gamelan.

4. Senjata tradisional keris
5. Memiliki huruf tulian Aksara Jawa

6. Makanan khas

7. Rumah Adat

Gambar joglo Gambar limasan
8. Upacara adat

9. Baju Adat

Belajar matematika itu menyenangkan

Bangun Datar Segi Banyak

4. Bangun datar segi banyak beraturan

5. Bangun datar segi banyak tidak beraturan

6. Cara membuat mozaik tangram berbentuk rumah

d. Alat dan bahan
6) Kertas lipat/kertas warna berbentuk persegi
7) Gunting
8) Lem
9) Kertas gambar
10) Penggaris

e. Langkah pembuatan tangram :
9) Sediakan kertas warna berbentuk persegi dan gunting sebagai
alat pemotong.
10) Selanjutnya lipatlah kertas menjadi dua bagian sama besar
berbentuk segitiga,potong persegi menjadi dua segitiga sesuai
lipatan.
11) Ambil satu segitiga lalu lipat menjadi dua bagian sama besar
berbentuk segitiga kecil, potong sesuai dengan bekas lipatan.
12) Selanjutnya ambil segitiga lainnya lalu lipat sedikit di
tengahnya, sehingga menjadi trapesium sama kaki dan segitiga,
potong sesuai lipatan.
13) Bagian trapesium sama kaki lipat sehingga menjadi dua
trapesium siku siku lalu kita potong
14) Ambil satu trapesium siku-siku potong menjadi persegi dan
segitiga
15) Selanjunta trapesium yang satunya dilipat sehingga menjadi
jajar genjang dan segitiga.
16) Jadilah tangram siap untuk digunakan.

f. Langkah pembuatan mozaik tangram berbentuk rumah
3) Ambil kertas yang sudah berbentuk tangram yang siap
digunakan
4) Susunlah tangram seperti bentuk pada gambar di bawah dan
tempelkan tangram pada kertas gambar dengan menggunakan
lem.

Perhatikan!
Terdiri dari bangun datar apa sajakah gambar tersebut?

Nah! Matematika ternyata menyenangkan.


Click to View FlipBook Version