KAJIAN
DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN DAN
DAYA DUKUNG DANAU TOBA UNTUK
BUDIDAYA PERIKANAN
DINAS LINGKUNGAN HIDUP
PROVINSI SUMATERA UTARA
TAHUN 2022
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
SEKAPUR SIRIH
Toba mengubah dunia. “Dia tersembunyi di balik elok landskap
bumi, tertidur tenang. Namun saat terbangun, letusannya menghancurkan
peradaban manusia. Dialah Toba, gunung api raksasa yang letusannya
pada 74.000 tahun yang lalu menjadi yang terkuat di bumi dalam dua juta
tahun terakhir”. Demikian Tim Ekspedisi Cincin Api, Kompas, 2011-
2012, mendeskripsikan proses pembentukan Danau Toba serta dampak
yang ditimbulkannya.
Letusan yang mengubah dunia itu, menghasilkan danau vulkano-
tektonik terbesar di dunia, dengan karakteristik yang sangat unik. Bukit
kokoh berselimutkan dedaunan diselingi bebatuan membentengi birunya
air, menghadirkan keindahan yang memuaskan mata dan menentramkan
jiwa. Airnya yang bening menjadi air kehidupan, yang sejak awalnya
bersifat oligotrofik, karena danaunya bukan danau paparan banjir.
Keindahan dan potensinya yang berlimpah mengundang berbagai
aktifitas, yang dapat merusak inner beauty-nya jika tidak dikendalikan.
Peraturan perundang-undangan tegas mengamanatkan bahwa baku mutu
untuk airnya adalah baku mutu terbaik, kelas I, yang peruntukannya dapat
digunakan untuk air baku air minum dan/atau peruntukan lain yang
mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. Untuk
perairan danau dengan baku mutu air kelas I, status trofiknya juga adalah
oligotrofik.
Namun seiring berjalannya waktu serta minimnya pengendalian,
kualitas terbaik itu mulai terdegradasi, beban pencemar yang masuk ke
perairan danau baik dari perairan itu sendiri maupun dari daratan semakin
lama semakin meningkat. Oleh sebab itu diperlukan instrumen
pengendalian yang disesuaikan dengan kondisi terkininya. Salah satu
instrumen pengendalian adalah penentuan daya dukung dan daya
tampung danau untuk budidaya perikanan.
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Penentuan daya tampung beban pencemaran dan daya dukung
Danau Toba untuk budidaya perikanan adalah juga amanat Keputusan
Gubernur Sumatera Utara No. 188.44/213/KPTS/2017 tentang Daya
Tampung Beban Pencemaran dan Daya Dukung Danau Toba untuk
Budidaya Perikanan, yang menyatakan bahwa penetapan daya tampung
beban pencemaran air serta daya dukungnya, dilakukan secara berkala
sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sekali. Penetapan pertama dilakukan
pada tahun 2017, maka penetapan berikutnya dilakukan pada tahun 2022.
Kajian ini diharapkan menjadi acuan dalam penentuan daya tampung
beban pencemaran dan daya dukung Danau Toba untuk budidaya
perikanan.
Penyusun
Laksana Umanda Sitanggang, ST, MT
Imelda Elisabeth Silaban, ST
Yestrin Premita Damanik, ST
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
KATA PENGANTAR
Berdasarkan Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah, salah satu urusan pemerintahan bidang lingkungan
hidup untuk daerah provinsi adalah pencegahan, penanggulangan dan
pemulihan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup lintas
daerah kabupaten/kota dalam satu daerah provinsi. Dan berdasarkan
Permenlhk No. P.74/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Pedoman
Nomenklatur Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang
melaksanakan Urusan Pemerintahan Bidang Lingkungan Hidup dan
Urusan Pemerintahan Bidang Kehutanan, salah satu tugas dan fungsi
Bidang Lingkungan Hidup Provinsi adalah penentuan daya dukung dan
daya tampung lingkungan hidup. Ketentuan tentang daya dukung dan
daya tampung lingkungan hidup merupakan salah satu instrumen
pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.
Sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan tersebut
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup
Provinsi telah melakukan penentuan/perhitungan daya tampung beban
pencemaran air Danau Toba untuk budidaya perikanan dengan
berpedoman kepada Permenlh No. 28 Tahun 2009 tentang Daya Tampung
Beban Pencemaran Air Danau dan/atau Waduk.
Melalui penentuan ini maka instrumen pengendalian pencemaran air
Danau Toba telah tersedia. Dengan penerapan instrumen ini serta
instrumen lainnya maka tujuan penataan ruang kawasan Danau Toba
yakni pelestarian Kawasan Danau Toba sebagai air kehidupan (Aek
Natio) masyarakat, ekosistem, dan kawasan kampung masyarakat adat
Batak, serta pengendalian budidaya sesuai dengan daya dukung dan daya
tampung lingkungan dapat terwujud.
Satu hal yang harus selalu kita pedomani dalam melakukan
pembangunan pada kawasan Danau Toba adalah bahwa kawasan ini
merupakan Kawasan Strategis Nasional dari sudut kepentingan fungsi dan
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
daya dukung lingkungan hidup, dengan demikian kelestarian lingkungan
harus menjadi pertimbangan utama.
Harapan saya, kiranya hasil perhitungan ini menjadi pedoman
bersama dalam mengendalikan salah satu sumber beban pencemar ke
Danau Toba, dan perhitungan sejenis perlu dilakukan untuk sumber-
sumber pencemaran lainnya sehingga pencegahan dan pengendalian
pencemaran Danau Toba dapat dilakukan secara holistik.
Medan, 2022
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Provinsi Sumatera Utara
Siti Bayu Nasution, S.IP, M.Si
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
KAJIAN
DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN DAN DAYA
DUKUNG DANAU TOBA UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN
Latar belakang
Berdasarkan PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang Tata Ruang
Wilayah Nasional, Kawasan Danau Toba ditetapkan sebagai Kawasan
Strategis Nasional dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung
lingkungan hidup, dengan demikian fokus pengembangan kawasan
Danau Toba adalah untuk kepentingan lingkungan hidup.
Menindaklanjuti Peraturan Pemerintah tersebut diterbitkan Peraturan
Presiden No. 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan
Danau Toba dan sekitarnya. Berdasarkan Pasal 6 Perpres ini tujuan
penataan ruang kawasan Danau Toba adalah mewujudkan pelestarian
Kawasan Danau Toba sebagai air kehidupan (Aek Natio)
masyarakat, ekosistem, dan kawasan kampung masyarakat adat Batak;
dan pengembangan kawasan pariwisata berskala dunia yang terintegrasi
dengan pengendalian kawasan budi daya sesuai dengan daya dukung
dan daya tampung lingkungan hidup serta adaptif terhadap bencana
alam.
Perpres 81/2014 membagi perairan danau menjadi empat zona,
yaitu Zona A1, merupakan kawasan yang memberikan perlindungan
terhadap permukiman; Zona A2, merupakan kawasan pariwisata tirta;
Zona A3, merupakan kawasan penghasil nutrien di perairan danau, dan
pendukung kegiatan pariwisata; dan Zona A4, merupakan kawasan
perairan yang berfungsi sebagai zona pengurai/dekomposer ekosistem
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 1 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
alami. Lebih lanjut pada Perpres ini disebutkan bahwa baku mutu air
untuk Zona A1 (pasal 111), Zona A2 (pasal 112) dan Zona A3 (pasal
114) adalah Kelas I demikian juga Zona A4 (pasal 116) yang
merupakan zona budidaya perikanan dan kawasan KJA. Hal ini
ditegaskan dalam pasal 8 ayat (5) yang menyebutkan "Strategi
pemertahanan kestabilan kuantitas dan pemulihan kualitas air Danau
Toba meliputi mengendalikan kawasan budi daya dan keberadaan KJA
dengan menetapkan lokasi kawasan budi daya perikanan dan kawasan
KJA yang didasarkan pada kualitas baku mutu air Kelas I. Dengan
demikian seluruh perairan Danau Toba harus mengacu kepada baku
mutu Kelas I.
Sebelum Perpres ini diterbitkan, pada tahun 2009 Gubernur
Sumatera Utara telah menerbitkan Peraturan Gubernur No. 1 Tahun
2009 tentang Baku Mutu Air Danau Toba yang menetapkan Baku Mutu
Air Danau Toba sebagai Kelas I. Baku Mutu Air Kelas I adalah standar
kualitas air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air
minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang
sama dengan kegunaan tersebut, yaitu dengan parameter maksimal yang
meliputi fisika, kimia anorganik, mikrobiologi, radioaktif, dan kimia
organik. Selain hal tersebut Gubernur Sumatera Utara juga telah
menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No.
188.44/209/KPTS/2017, tanggal 3 Mei 2017 tentang Status Trofik
Danau Toba yang menetapkan status trofik Danau Toba sebagai
oligotrofik. Status trofik Danau Toba sebagai oligotrofik juga diperkuat
dengan Peraturan Pemerintah No. 22 tentang Penyelenggaraan
Page 2 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang pada Lampiran
VI huruf Rumawi II Baku Mutu Air Danau dan Sejenisnya, menegaskan
bahwa status trofik Baku Mutu Danau Kelas I adalah oligotrofik.
Sebagai tindak lanjut status trofik tersebut, Gubernur Sumatera
Utara menetapkan Keputusan Gubernur Sumatera Utara No.
188.44/213/KPTS/2017 tentang Daya Tampung Beban Pencemaran dan
Daya Dukung Danau Toba untuk Budidaya Perikanan tanggal 3 Mei
2017 yang menetapkan bahwa daya dukung Danau Toba untuk budidaya
perikanan adalah maksimum 10.000 ton/tahun. Keputusan ini
ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No.
188.44/231/KPTS/2022 tanggal 8 April 2022 tentang Penetapan Alokasi
Keramba Jaring Apung di Danau Toba. Bahkan daya dukung maksimum
untuk budidaya perikanan sebesar 10.000 ton/tahun telah ditetapkan
melalui Perpres 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas
Nasional yang menetapkan target capaian penertiban budidaya ikan pada
keramba jaring apung di Danau Toba tahun 2021 s.d 2024 adalah
menjadi 10.000 ton ikan/tahun (daya dukung maksimum).
Pada Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No.
188.44/213/KPTS/2017 tentang Daya Tampung Beban Pencemaran dan
Daya Dukung Danau Toba untuk Budidaya Perikanan, pada bagian
Memutuskan, Menetapkan butir keenam disebutkan "Penetapan daya
tampung beban pencemaran air Danau Toba serta daya dukungnya,
dilakukan secara berkala sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sekali". Hal
inilah yang mendasari pelaksanaan kajian daya dukung dan daya
tampung untuk budidaya perikanan ini.
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 3 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Beberapa Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung untuk
Budidaya Perikanan
Berbagai pihak telah melakukan perhitungan daya dukung dan
daya tampung lingkungan hidup Danau Toba, khusunya untuk budidaya
perikanan diantaranya, Lukman dan Hamdani (2011) dari Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Lingkungan Hidup Provinsi
Sumatera Utara (BLH-SU), 2012, Josh Oakley (2016) dari University of
Rhode Island dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
(DLH-SU), 2017. Besaran daya dukung hasil perhitungan pihak-pihak
tersebut secara berturut-turut adalah 35.282 ton ikan/tahun, 30.764 ton
ikan/tahun, 12.260 – 55.232 ton ikan/tahun dan 10.000 ton ikan/tahun
untuk status danau oligotrofik. Meskipun menggunakan metode
perhitungan yang sama, namun hasil perhitungan menunjukkan besaran
yang berbeda. Hal ini terutama disebabkan perbedaan nilai yang
digunakan pada variabel perhitungan. Beberapa perbedaan tersebut
ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Perbedaan besaran nilai pada perhitungan daya dukung D. Toba
Parameter Lukman* BLHSU Peneliti DLHSU
J_Oakley**
2017
Tahun 2011 2012 2016
35,282.00 30,764.00 31,593.00 s/d 55,000.00 10,000,000.00
Daya dukung (ton ikan/thn) 1,124,000,000.00 1)
Luas Permukaan Air (m2) 1,124,000,000.00 1,124,000,000.00 1,240,000,000.00 256,200,000,000.00 1)
Volume Air Danau (m3) 256,200,000,000.00 256,200,000,000.00 279,000,000,000.0
Debit keluar (m3/s) 96.60 2)
Alokasi beban dari DTA (mg-P/m3/thn) 100.00 113.05 121.00 2.4 3)
- 2.75 0 s/d 2.14
1.98 4)
FCR 1.22 1.70 1.20 12.65 5)
Kadar P dalam pakan (kg-P/ton pakan) 12.00 12.65 10.20
* Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, ** University of Rhode Island
1) Lukman & I Ridwansyah, Kajian Kondisi Morfometri dan Beberapa Parameter Stratifikasi Perairan Danau Toba, LIPI, 2010
2) PT. Inalum, 2016
3) Hasil Perhitungan
4) Survey penggunaan pakan dan produksi KJA masyarakat dan data dari korporasi KJA
5) Pohan Panjaitan, Kajian Potensi Pencemaran Keramba Jaring Apung PT. Aquafarm Nusantara di Ekosistem Danau Toba, 2009
Page 4 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Jika dibandingkan dengan produksi ikan dari kegiatan budidaya di
Danau Toba pada tahun 2011 (42.171,7 ton ikan), tahun 2012 (50.899,3
ton ikan), tahun 2015 (84.806,9 ton ikan), dan tahun 2017 (46.861,5 ton
ikan) maka seluruh hasil perhitungan menunjukkan, bahwa produksi
telah melebihi daya dukung perairan danau.
Dengan status oligotrofik, sesungguhnya Danau Toba tidak
mempunyai daya dukung lagi terhadap budidaya perikanan, karena rata-
rata konsentrasi total phospor pada seluruh titik pantau pada tahun 2016
sudah melebihi baku mutu, berkisar antara 10 - 65 µg/l, sedangkan kadar
yang diizinkan hanya 10 µg/l. Perhitungan-perhitungan daya dukung dan
daya tampung Danau Toba sebelumnya selalu didasarkan pada kadar
phospor yang tercatat pada tahun 1929 yakni 5 µg/l (Ruttner, 1930
dalam Lukman & Hamdani, 2011) bukan pada hasil pemantauan pada
saat kajian dilakukan.
Sesuai dengan amanat UU 32/2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup, pasal 17 ayat (2) b “segala usaha
dan/atau kegiatan yang telah melampaui daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup tidak diperbolehkan lagi”. Merujuk kepada undang-
undang tersebut, maka kegiatan budidaya perikanan di Danau Toba
seharusnya tidak diperbolehkan lagi. Namun mengingat dampak sosial
dan ekonomi yang ditimbulkan apabila dilakukan penutupan secara
serentak, maka perlu dilakukan penurunan produksi secara bertahap.
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 5 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Mutiara Panahatan
Huta Panahatan, Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang
Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun merupakan salah satu lokasi
budidaya ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) yang dikelola oleh
PT. Aquafarm Nusantara sejak tahun 1998. Huta Panahatan berada di
teluk yang menjorok ke darat lebih kurang 1.2 km dari bentang danau
yang lebih luas. Pada lokasi ini terdapat 304 petak KJA milik PT.
Aquafarm Nusantara dengan luas total 10.944 m2 serta kapasitas
2.584.000 ekor ikan. KJA berada dekat dengan pantai Huta Panahatan.
Teluk ini relatif telindung, termasuk dari gerakan air pada bentang danau
yang lebih luas. Di pinggir pantai Huta Panahatan hanya terdapat 21 unit
bangunan rumah.
Untuk mendukung program Geopark Kaldera Toba, lokasi budidya
di Huta Panahatan ditutup pada tahun 2018. Penutupan KJA ini
berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas air, khususnya
penurunan kadar Phosor. Hal ini terlihat dari perbadingan data kadar
total Phospor pada lokasi KJA sebelum dan sesudah penutupan.
Page 6 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Titik Sampling
Gambar 1. Lokasi KJA pada Teluk Panahatan
Pada tahun 2016 dilakukan pengujian kualitas air Danau Toba
pada 22 titik pantau yang tersebar di seluruh perairan sebanyak 5 kali,
salah satunya adalah di Huta Panahatan, di lokasi KJA. Rata-rata Total-P
di Panahatan adalah 57 µg/l. Pada tahun 2021 juga dilakukan
pemantauan yang sama, dilokasi yang sama sebanyak tiga kali
pemantauan dengan rata-rata Total-P adalah 14 µg/l. Dengan demikian,
penutupan KJA di Panahatan telah menurunkan kadar Total P sebesar
75%. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Dinas Lingkungan Hidup
Provsu pada tahun 2016, dimana kontribusi KJA terhadap peningkatan
kadar Total P di Danau Toba adalah 75%. Dengan demikian penutupan
dan/atau pengurangan KJA sangat signifikan mengurangi Total P pada
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 7 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
perairan danau yang pada gilirannya mempengaruhi status trofik Danau
Toba.
Gambar 2. Penurunan Kadar T-P setelah penutupan KJA di Panahatan
Hasil Pemantauan Kuailitas Air
Contoh uji air Danau Toba yang diambil pada tahun 2021
dianalisis di Laboratorium Pengujian Pusat Penelitian dan
Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan, Badan
Penelitian Pengembangan dan Inovasi Pusat Penelitian dan
Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan Nomor Akreditasi LP-082-
IDN. Contoh uji pada tahun 2016, juga diuji pada laboratorium yang
sama.
Page 8 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Gambar 3. Titik Samping Kualitas Air Danau Toba
Gambar 4. Kadar Rata-rata P-Total Air Danau Toba
Secara umum kadar P-Total di Danau Toba mengalami penurunan
pada tahun 2021 jika dibandingkan dengan kadarnya pada tahun 2016.
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 9 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Rata-rata P-total pada tahun 2016 adalah 34 µg/l, sedangkan rata-rata
pada tahun 2021 adalah 26 µg/l, turun sekitar 23.52%. Selain karena
dampak pandemi Covid-19, juga dipengaruhi oleh upaya-upaya
penertiban KJA yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Sumatera
Utara dan Pemerintah Kabupaten di kawasan Danau Toba yang dimulai
pada pertengahan tahun 2021. Hingga Juli 2022 jumlah KJA yang
sudah diterbitkan mencapai 19%, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 2. Total Penertiban KJA di Danau Toba s.d. Juni 20221
No. Kabupaten Jumlah Total Yang % Sisa Alokasi Sisa Yang Belum
Awal Ditertibakan Capaian Sebelum KJA Ditertibkan
1 Dairi KJA s.d. Juni 2022 Alokasi
2 Karo 7 201 (Sesudah Alokasi)
3 Simalungun 3090 216 22 2877 66
4 Samosir 539 120 21 419 2676
5 Tapanuli Utara 1927 26 2351 353
6 Humbahas 8972 715 30 7045 548
7 Toba 2796 22 2081 100 4694
76 0 1533
Total 256 191 1 180 67
862 19 671 80
549 6 543 3333 671
17064 3251 13816 476
10483
Metode Perhitungan Daya Tampung Beban Pencemaran Danau
dan/atau Waduk
Pemerintah melalui Permenlh RI No. 28/2009 tentang Daya
Tampung Beban Pencemaran Danau dan/atau Waduk telah memberikan
pedoman untuk menentukan daya dukung dan daya tampung beban
pencemaran pada danau dan/atau waduk. Berdasarkan pedoman
tersebut, sumber pencemar terhadap danau dikelompokkan atas dua
bagian, yakni pencemar dari daerah tangkapan air (daratan) berupa
1 Dinas Kelautan dan Perikanan Provsu, 2022
Page 10 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
limbah domestik (penduduk), peternakan, industri, pertambangan serta
limbah pemanfaatan lahan dan pencemar dari perairan itu sendiri.
Namun karena pada DTA Danau Toba tidak terdapat industri dan
pertambangan skala besar, maka beban pencemaran yang akan dihitung
besarannya untuk menentukan daya dukung dan daya tampung adalah
beban pencemaran yang berasal dari limbah domestik dan perhotelan,
peternakan, pemanfaatan lahan dan budidaya perikanan serta curah
hujan.
Untuk menghitung daya dukung dan daya tampung beban
pencemaran danau terhadap budidaya perikanan, Permenlh RI 28/2009
menggariskan bahwa kualitas air yang menjadi acuan utama adalah
status trofik dengan parameter pembatas adalah senyawan fosfat dalam
bentuk P-total. Oleh sebab itu perhitungan beban pencemaran akan
didasarkan pada parameter P-total.
a. Beban pencemaran dari limbah domestik
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup d a n
K e hu ta na n No. : P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku
Mutu Air Limbah Domestik, yang dimaksud dengan air limbah
domestik adalah air limbah yang berasal dari aktivitas hidup sehari-hari
manusia yang berhubungan dengan pemakaian air.
Beban pencemaran air limbah domestik merupakan jumlah unsur
pencemar yang terkandung dalam air limbah domestik, yang besarannya
dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagaimana dirilis
oleh WHO (1993).
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 11 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
= ℎ ...... (1)
dimana : : Beban Pencemaran domestik (kg/hari)
BPdomestik
Jumlah penduduk : jumlah penduduk di wilayah DTA (jiwa)
faktor beban
: konstanta beban pencemaran limbah domestik
Koef runoff
f (gr/kapita/hari)
: koefisien runoff aliran air larian
: faktor konversi = 1
1000
Faktor beban P-total untuk limbah domestik tanpa pengelolaan
adalah 3.2 gr/kap/hari2 (Metcalf & Eddy). Sedangkan koefisien run off
untuk daerah pemukiman berkelompok dengan rumah saling terpisah
yang merupakan ciri pemukiman perdesaan di kawasan Danau Toba
serta rumah berkelompok yang saling saling tergabung yang umumnya
terdapat pada kawasan-kawasan padat penduduk di sekitar Danau Toba
secara berturut-turut adalah 0.4-0.6 dan 0.6 – 0.753
Jumlah penduduk pada wilayah daerah tangkapan air (DTA) tidak
selalu sama dengan jumlah penduduk berdasarkan wilayah administrasi,
demikian juga dengan jumlah ternak karena batas DTA tidak selalu
sama dengan batas adminitrasi. Untuk perhitungan jumlah penduduk
2 Metcalf & Eddy, Waste Water Engineering Treatment and Reuse (Beijing,
Tsinghua University Press, Hill, 2003), hal. 182
3 Richard H McCuen, Hydrologic Analisys and Design Second Edition (New
Jersey : Prentice-Hall,Inc., 1989), hal. 377.
Page 12 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
dan ternak pada DTA digunakan asumsi distribusi merata, dengan
demikian, jumlah penduduk maupun ternak pada kecamatan di wilayah
DTA dapat dihitung dengan membandingkan luas kecamatan dalam
DTA dengan luas seluruh kecamatan dikalikan dengan jumlah penduduk
atau jumlah ternak pada kecamatan terkait.
ℎ = ℎ ......... (2)
ℎ
dimana:
Jlh pddk DTA : Jumlah penduduk dalam DTA (jiwa)
Jlh pddk kec yg masuk DTA : Jumlah seluruh penduduk kecamatan yg
masuk DTA (jiwa)
luas kec dalam DTA : Luas kecamatan yang masuk DTA (ha)
luas seluruh kec : Luas seluruh kecamatan (ha)
b. Beban pencemaran dari berbagai jenis pemanfaatan lahan
Berbagai jenis pemanfaatan lahan seperti pertanian, padang
rumput, hutan, sawah, pemukiman dll, juga berkontribusi terhadap
pencemaran perairan. Besarnya beban pencemaran dari berbagai jenis
pemanfaatan lahan bergantung kepada luasan, koefisien run off serta
potensi pencemaran dari masing-masing pemanfaatan lahan. Besarnya
beban pencemaran dapat dihitung dengan menggunakan persamaan
berikut:
= ( ) ........................................................................ (3)
dimana :
BP : Beban Pencemaran dari jenis pemanfaatan lahan (kg/tahun)
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 13 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
A : luas areal masing-masing penggunaan lahan (km2)
Qp : koefisien air larian (run off)
C(j) : kontribusi bahan pencemar dalam air larian (kg/km2/tahun)
Besarnya potensi beban pencemar P-total dalam air larian, untuk
lahan pertanian, dan padang rumput adalah 0.302 dan 0.24646
kg/ha/tahun4, sedangkan untuk sawah dan hutan secara berturut-turut
adalah 2.2265 dan 0.511 kg/ha/tahun5. Jika ditinjau dari Hidrologic Soil
Group (HSG), Daerah Tangkapan Air Danau Toba (DTA) didominasi
oleh jenis Acrisol (73%) yang merupakan tanah hydrologic type C
diikuti oleh jenis tanah hydrologic type D (27%)6. Daerah Tangkapan
Air Danau Toba didominasi oleh kemiringan diatas 8% meliputi 72.8%
dari luas DTA7. Untuk jenis tanah tipe C dengan kemiringan diatas 6%,
maka koefisien run off untuk sawah, padang rumput, hutan dan lahan
pertanian secara berturut-turut adalah 0.26, 0.44, 0.16, 0.26.8
4 Leland L. Harms, James N. Dornbush, and John R. Andersen, Physical and
chemical quality of agricultural land runoff, Water Pollution Control Federation,
vol.46 No.11, November 1974, hal. 2466.
5 Myung-Chul Eom, Inhong Song and Soon-Kuk Kwun, Estimation of pollutant
loads in an estuarine reservoir considering pollution source characteristics and
seasonal variation, Paddy Water Environ, No.8, 25 Juli 2010, 353.
6 Abdul JABBAR, Tesis: “Direct Runoff Estimation using SCS-CN method in
Lake Toba Catchment, North Sumatra, Indonesia” (Jepang: University of
Tsukuba, 2019), Hal 5.
7 Lake Toba Ecosystem Management Plan, 2004
8 Richard H McCuen, Hydrologic Analisys and Design Second Edition (New
Jersey : Prentice-Hall,Inc., 1989), hal. 376
Page 14 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
c. Potensi Pencemaran dari Peternakan
Ternak merupakan salah satu sumber pencemar bagi perairan.
Untuk menghitung kontribusi beban pencemaran dari berbagai jenis
ternak digunakan persamaan:
= ℎ ( ) …………………..............(4)
dimana :
BPternak : Beban Pencemaran dari jenis jenis ternak (kg/hari)
Jlhternak : Jumlah ternak pada DTA (ekor)
Qp : koefisien air larian (run off)
C(j) : kontribusi bahan pencemar jenis ternak (kg/ekor/hari)
Beban pencemaran P-total untuk jenis ternak, sapi, kerbau, kuda,
babi, dan ayam adalah 0.044, 0.044, 0.013, 0.009, dan 0.00048
kg/ekor/hari9. Sedangkan untuk kambing, domba, dan itik adalah
0.00704, 0.00234, 0.000756 kg/ekor/hari10 dengan koefisien run off
untuk padang rumput adalah 0.44.
d. Potensi pencemaran dari perairan
Beban pencemaran dari perairan, yang diperhitungkan pada kajian
ini dianggap hanya berasal dari budidaya perikanan. P-total yang masuk
danau dari limbah ikan merupakan fungsi jumlah konsumsi pakan atau
9 American Society of Agricultural and Biological Engineers, Standard Manure
Production and Characteristics (USA: ASABE Standard, 2010), hal. 1
10 American Society of Agricultural Engineers, Standard Manure Production and
Characteristics (USA: ASAE Standard, 2003), hal. 683
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 15 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
FCR (food convertion ration), kadar P-total dalam pakan, dan kadar P-
total dalam ikan yang besarannya dapat dihitung dengan persamaan
berikut:
PLP = FCR x Ppakan – Pikan .................................................................. (5)
dimana:
PLP : P‐total yang masuk danau dari limbah ikan (kg P/ton ikan)
FCR : Feed Conversion Ratio (ton pakan / ton ikan)
Ppakan : Kadar P‐total dalam pakan (kg P/ton pakan)
Pikan : Kadar P‐total dalam ikan (kg P/ton ikan)
e. Perhitungan daya dukung dan daya tampung beban pencemaran air
danau
Parameter utama pencemaran air sebagai dasar perhitungan daya
tampung beban pencemaran air dari kegiatan budidaya perikanan adalah
P-total. Daya tampung parameter P-total per satuan luas danau/waduk
merupakan fungsi dari kedalaman rata–rata danau/waduk, laju
penggantian air danau/waduk dan kadar parameter yang terbawa lumpur
dan mengendap ke dasar danau/waduk serta morfometri danau/waduk
dan alokasi beban pencemara dari danau. Secara berurut, perhitungan
daya tampung beban pencemaran dan daya dukung danau terhadap
budidaya perikanan dilakukan melalui persamaan-persamaan berikut:
Morfologi dan hidrologi danau
́ = ⁄ ........................................................................................ (6)
dimana:
Page 16 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
́ : Kedalaman rata-rata danau (m)
V : Volume air danau (m3)
A : Luas perairan danau (m)
= / ......................................................................................(7)
dimana:
ρ : Laju penggantian air danau (1/tahun)
Qo : Jumlah debit air keluar danau (juta m3/tahun), pada tahun kering
Alokasi beban pencemaran unsur Phosphor (P)
Δ [P]d = [P]STD – [P]i – [P]DAS ....................................................(8)
dimana:
Δ[P]d : alokasi beban P-total budidaya ikan (mg P/m3)
[P]STD : kadar parameter P-total maksimal sesuai status trofik (mg P/m3)
[P]i : kadar parameter P-total hasil pemantauan danau (mg P/m3)
[P]DAS : jumlah alokasi beban P-total dari daerah tangkapan air (DTA),
(mg/m3)
Daya tampung beban pencemaran air limbah dari budidaya ikan
ikan = ∆[ ] ́ ............................................................….......... (9)
1− ikan
ikan = + [(1 − ) ]
= 1 ............................................................................ (10)
1+0.747 0.507
ikan = Likan x A
dimana:
Likan : daya tampung P-total limbah ikan persatuan luas danau (gr
P/m2.tahun)
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 17 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Laikan : jumlah daya tampung P-total limbah ikan pada perairan danau
(gr P/tahun)
R : P-total yang tinggal bersama sedimen
Rikan : proporsi P-total yang larut ke sedimen setelah ada kegiatan
budidaya
X : proporsi total P-total yang secara permanen masuk ke dasar, 45-
55%
Jumlah produksi budidaya ikan agar memenuhi daya tampung beban
pencemaran air atau LI adalah fungsi Laikan dan PLP,sesuai dengan
rumus:
LI = Laikan / PLP ................................................................................ (11)
dimana:
LI : Jumlah produksi budidaya ikan (ton ikan/tahun)
PLP : P‐total yang masuk danau dari limbah ikan (kg P/ton ikan)
f. Potensi Pencemaran dari Curah Hujan
Curah hujan juga merupakan salah satu sumber pencemar
phosphor. Volume curah hujan tahunan di kawasan Danau Toba
mencapai 2,0467 x 109 meter kubik11. Sedangkan menurut Lukman
(2012) kandungan phosphor pada air hujan di kawasan Danau Toba
sekitar 1 mg/m3. Lukman mengasumsikan kandungan phosphor pada air
11 M.C.Acreman, J.R.Meigh, and K.J.Sene, Modelling the decline in water level of
Lake Toba, Indonesia,Advances in Water Resources, No. 16, hal. 218
Page 18 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
hujan di kawasan Danau Toba sama dengan kandungan phosphor pada
air hujan di wilayah Maninjau yang diteliti pada 9 Januari 201112.
Hasil dan Pembahasan
a. Beban Pencemaran
Sulit disangkal bahwa Danau Toba adalah tempat pembuangan
limbah raksasa, baik limbah domestik, pertanian, peternakan maupun
limbah lainnya. Hukum alam mengharuskan bahwa semua air, baik air
sungai, air larian (run off) maupun air selokan pada daerah tangkapan air
danau akan bermuara ke danau. Limbah-limbah yang terbawa oleh air
dari daerah seluas 259,594 ha masuk ke Danau Toba umumnya tanpa
pengolahan, ditambah lagi oleh limbah yang dihasilkan pada perairan
seperti sisa pakan dan sekresi ikan pada keramba jaring apung.
Dengan jumlah penduduk pada daerah tangkapan air (DTA) Danau
Toba tahun 2021 sebanyak 433,546 jiwa maka besaran beban pencemar
P-total yang berasal dari limbah domestik dari seluruh DTA Danau Toba
adalah 832.82 kg P/hari (303.98 ton P/tahun).
Tabel 3. Beban Pencemaran P total dari limbah domestik
12 Lukman, Evaluasi Keseimbangan Fosfor di Danau Toba, LIPI, Proceeding
Seminar Nasional Limnologi VI Tahun 2012, hal. 427
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 19 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Besaran beban P-total dari aktivitas pariwisata dihitung
berdasarkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau
Toba. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 menunjukkan bahwa
jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba mencapai
1.200.009 orang dengan rata-rata lama kunjungan selama 4 hari. Dengan
demikian besaran beban pencemar P-total dari kegiatan perhotelan di
kawasan Danau Toba adalah 25.2 kg P-total/hari.
Tabel 4. Beban Pencemaran P total dari limbah domestik
Masyarakat Batak yang bermukim di kawasan Danau Toba pada
umumnya memelihara ternak terutama kerbau dan babi karena
berhubungan dengan pelaksanaan adat-istiadat. Namun jenis ternak lain
juga turut dibudidayakan untuk menopang perekonomian keluarga.
Berdasarkan jumlah ternak yang terdata pada BPS 2021, maka besaran
beban pencemaran dari berbagi jenis ternak yang terdapat di kawasan
Danau Toba mencapai 1.242,76 kg/hari.
Page 20 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Tabel 5. Beban Pencemaran P total dari limbah peternakan
Sumber phosphor lainnya berasal dari pemanfaatan lahan.
Berdasarkan peta tutupan lahan tahun 2020, DTA Danau Toba
didominasi oleh lahan pertanian, diikuti oleh hutan, padang rumput dan
belukar serta sawah. Besaran beban pencemaran P-total dari
pemanfaatan lahan ini mencapai 38.324,29 kg P-total/tahun.
Tabel 6. Beban Pencemaran P total dari berbagai jenis pemanfaatan
lahan
Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi
Sumatera Utara, diketahui produksi budidaya perikanan di Danau Toba
pada tahun 2020 adalah 80.941 ton. Sementara itu data dari Dinas
Peternakan dan Perikanan Kabupaten Karo menunjukkan FCR
pembudidaya ikan di Kabupaten Karo pada tahun 2015 dan 2016 berada
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 21 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
dikisaran 2,13-2,17. Sedangkan FCR PT. STP pada tahun 2015 -2016
berkisar antara 2,1 – 1,7 (PT. STP, 2016) dan berdasarkan data produksi
dan penggunaan pakan PT. AN pada tahun 2008-2009, diketahui bahwa
FCR PT. AN adalah berkisar antara 1,69-2,35. Berhubung kebanyakan
pembudidaya di Danau Toba memberikan pakan secara manual maka
diambil rata-rata FCR adalah 1,98.
Berdasarkan penelitian Kajian Potensi Pencemaran Keramba
Jaring Apung PT. Aquafarm Nusantara di Ekosistem Perairan Danau
Toba, tahun 2009 diketahui bahwa kandungan rata-rata P dalam pakan
yang digunakan di Danau Toba adalah 12.65 kg P/ton pakan, sedangkan
kandungan P dalam ikan adalah 0.0034 kg P/kg ikan13 dengan demikian
beban pencemar P-total dari budidaya perikanan di Danau Toba pada
tahun 2021 mencapai 1,752.13 ton P-total/tahun.
Tabel 7. Beban Pencemaran P-total dari budidaya perikanan
Dari Tabel 8 serta Gambar 5 terlihat bahwa sumber pencemar P-
total ke Danau Toba didominasi oleh budidaya perikanan, yakni
mencapai 1.752,13 ton/tahun, atau 68% dari seluruh sumber pencemar.
13 Pohan Panjaitan," Kajian Potensi Pencemaran Keramba Jaring Apung PT.
Aquafarm Nusantara di Ekosistem Perairan Danau Toba". , VISI 2009, 17 (3),
290 – 300
Page 22 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Sedangkan beban pencemar dari daratan dan curah hujan mencapai
807,17 ton/tahun, atau setara dengan 3.15 mg P/m3 air danau.
Tabel 8. Beban Pencemaran P-total dari berbagai sumber
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 23 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Gambar 5. Perbandingan Beban Pencemar T-P dari berbagai sumber
Gambar 6. Perbandingan Beban Pencemar T-P dari KJA dan sumber
lainnya
Page 24 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Daya dukung dan daya tampung beban pencemaran air Danau
Toba
Berdasarkan hasil penelitian Lukman dan Ridwansyah (2010), luas
permukaan Danau Toba adalah 1.124 km2, dengan volume 256,2 x 109
m3. Dan berdasarkan data dari PT. Inalum (2021) diketahui bahwa
outflow Danau Toba pada bulan kering tahun 2021 adalah 89.35
m3/detik. Dengan menggunakan data dan persamaan di atas, serta status
trofik oligotrofik dan rata-rata T-P hasil pemantauan tahun 2021 (26
µg/l), maka Danau Toba tidak memiliki daya dukung lagi untuk
budidaya perikanan.
Terlampauinya daya dukung danau ini terjadi karena proses
eutrofikasi danau yang berlangsung sangat masif terutama oleh kegiatan
budidaya perikanan, sebagaimana terlihat dari dominannya kontribusi
budidaya perikanan untuk peningkatan kadar P-total di Danau Toba
(68.46% pada tahun 2021, 75% pada tahun 2016). Pada sisi lain terlihat
pengurangan kadar P-total yang sangat singifikan (75%) apabila
budidaya perikanan dihentikan, sebagaimana yang terjadi di Huta
Panahatan.
Jika pun status trofik Danau Toba diskenariokan sebagai
mesotrofik, dan beban pencemaran dari DTA diasumsikan terkelola
sesuai ketentuan dengan persentase yang berbeda-beda, serta FCR
divariasikan antara 1.98 dan 1.4, maka daya dukung maksimum untuk
budidaya perikanan berdasarkan data tahun 2021 hanyalah berkisar
antara 3.134,53- 8.149,81 ton ikan/tahun sebagaimana ditunjukkan pada
Tabel 8.
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 25 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Mengingat Danau Toba tidak memiliki daya dukung lagi untuk
budidaya perikanan, sedangkan saat ini aktifitas budidaya masih
berlangsung, maka perlu dilakukan penataan secara bertahap.
Tabel. 8 Rangkuman Perhitungan daya dukung dan daya tampung beban
pencemaran Danau Toba
Tabel 4.3 DTBPA Danau Toba
Karakteristik Danau Satuan Oligotrofik Status Trofik Danau
Mesotrofik
Kondisi 1 Kondisi 2 Kondisi 3
Morfometri juta m2 1124 1124 1124 1124
Luas (A) juta m3 256200 256200 256200 256200
Volume (V) m 227.94 227.94 227.94 227.94
Kedalaman rata-rata (Ź) m3/s 89.35 89.35 89.35 89.35
Debit keluar (Qo) ribu m3/tahun 2817742 2817742 2817742 2817742
Jumlah debit keluar (Qo)
Laju aliran (ρ) 1/tahun 0.01 0.01 0.01 0.01
Waktu tinggal (Tw) thn 90.92 90.92 90.92 90.92
Kualitas air mg/m3 26.00 26.00 26.00 26.00
Kadar parameter (Pi) mg/m3 10.00 30.00 30.00 30.00
Standar parameter (Pstd) 3.15 3.15 2.84
alokasi beban P-total dari DAS PDAS mg/m3 -19.15 0.85 1.16 2.54
Alokasi beban P-total budidaya (Δ[P]d mg/m3 1.46
DTBPA
Potensi beban dari DTA
Proporsi total-P yang masuk ke dasar (x) % 0.50 0.50 0.50 0.50
0.93 0.93 0.93
P total yang tinggal bersama sedimen (R ) 0.93
0.96 0.96 0.96
Proporsi total-P yang larut ke sedimen
60.41 82.44 103.76
setelah KJA (Rikan) gP/m2thn 0.96 67.90 92.66 116.62
Daya tampung P-total limbah ikan -1,360.97 12.65 12.65 12.65
persatuan luas danau (Likan) 3.40 3.40
3.40
Laikan tonP/thn -1,529.73 1.98 1.40
1.40
Kadar P-total dalam pakan (Ppakan) kg-P/ton pakan 12.65 21.65 14.31
14.31
Kadar P-total dalam ikan (Pikan) Kg-P/ton ikan 3.40 3,136.57 6,475.19
ton pakan/ton 8,149.81
FCR ikan 1.98
P-total yang masuk danau dari limbah
ikan -PLP kgP/ton ikan 21.65
Jumlah Produksi Ikan (ton ikan/tahun) -
LI ton ikan/tahun -70,667.20
Kondisi 1 (Limbah domestik tidak terkelola, FCR:1.98)
Kondisi 2 (25% Limbah domestik terkelola sesuai BM, FCR :1.4)
Kondisi 3 (50% Limbah domestik tekelola sesuai BM , FCR :1.4)
Page 26 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Pada tahun 2021 Pemerintah menerbitkan Perpres 60 Tahun 2021
tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional, yang menetapkan target
capaian penertiban budidaya ikan pada keramba jaring apung di Danau
Toba tahun 2021 s.d 2024 adalah menjadi 10.000 ton ikan/tahun (daya
dukung maksimum). Dalam rangka penataan budidaya ikan di Danau
Toba, maka ketentuan Perpres ini harus dipedomani, atau dapat
ditetapkan pengendalian yang lebih ketat yakni dibawah 10.000
ton/tahun.
Untuk melestarikan fungsi utama perairan Danau Toba sebagai
sumber air baku air minum (Aek Natio) serta mendukung pengembangan
pariwisata bertaraf internasional sebagaimana ditetapkan oleh
pemerintah, maka pengendalian pencemaran mutlak diperlukan, baik
yang bersumber dari daratan, maupun dari perairan. Pengendalian
pencemaran dari daratan dapat dilakukan dengan membangun instalasi
pengolahan limbah domestik, mengelola limbah pertanian, peternakan,
sedangkan untuk perairan dengan mengurangi produksi budidaya
perikanan secara bertahap hingga sesuai dengan daya dukung dan daya
tampung Danau Toba.
Kesimpulan dan saran
Dengan ditetapkannya status trofik Danau Toba sebagai oligotrofik
maka Danau Toba tidak memiliki daya dukung lagi terhadap budidaya
perikanan, dengan kata lain daya dukung Danau Toba sudah terlampaui.
Sesuai dengan amanat Undang-undang 32 Tahun 2009 tentang
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu Page 27 of 28
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup maka segala usaha
dan/atau kegiatan yang telah melampaui daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup tidak diperbolehkan lagi.
Dalam rangka penataan budidaya ikan di Danau Toba, maka
ketentuan Perpres 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas
Nasional, yang menetapkan capaian penertiban budidaya ikan pada
keramba jaring apung di Danau Toba tahun 2021 s.d 2024 menjadi
10.000 ton ikan/tahun (daya dukung maksimum) harus dipedomani, atau
dapat ditetapkan pengendalian yang lebih ketat yakni dibawah 10.000
ton ikan/tahun.
Page 28 of 28 Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
LAMPIRAN
SERTIFIKAT HASIL UJI
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2022
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba, namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.
2022 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Beribu alternatif mata pencaharian di kawasan Danau Toba,namun hanya satu
Danau Toba dengan karakteristik seunik itu, jangan korbankan.