The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masyintams, 2021-07-21 13:43:40

Blue Birthday - Ennie (eterstella)

“Blue Birthday”














A Main Character










































Genre : Fluff, Romance, Lil Comedy


Written by Ennie (@eterstella)

Prolog










































Mungkin ... tidak sempurna seperti yang telah dijadwalkan. Namun,


persembahan dari kekasih untuk yang terkasih sudah lebih dari


cukup baginya.


























Ennie Blue Birthday

Page 1




1.



Rencana






B
ulatan berwarna biru itu tercetak jelas saat matanya

bersirobok dengan kalender di ruang latihannya, jemarinya


bergerak mengitari angka itu bersamaan lekuk manis yang

nampak tipis di kedua pipinya, ia berfikir ... bahwa hari yang


ditunggu, tiba dengan begitu cepat. Belum selesai dirinya dengan

pemikiran-pemikiran rahasianya, alarm di ponselnya berdering


kencang dengan notes yang muncul di notifikasi ‘Honey Birthday’,

seakan mereka juga sama antusiasnya untuk mengingatkan


pemuda itu.




“Astaga ... iya-iya aku tidak lupa, menganggu saja kalian,”

komentar sebal Soobin sambil mematikan alarm miliknya.





“Kau bicara dengan siapa?” tanya Beomgyu. Aaa ... Soobin lupa dia

di sini tidak sendiri, masih ada pemuda itu yang tiduran di lantai

dan beberapa staf di kejauhan sana.















Ennie Blue Birthday

Page 2


Soobin tidak menjawab Beomgyu dan hanya mengedikkan

bahunya, membuat Beomgyu mencebik kesal karena tidak


dijawab dengan benar.




“Omong-omong, yang satu itu sudah kan?” tanya Soobin untuk


mendapatkan perhatian Beomgyu yang membelakanginya.




Beomgyu mengangkat satu jempolnya dan balik menatapnya

dengan tatapan ragu, “kau benar-benar akan mengendarainya


sendiri? Aku rela kok jika kau suruh, tidak apa-apa aku akan

menjadi orang ketiga, asal kau aman,” tawarnya yang Soobin


jawab dengan anggukan serius.




“Kau pikir aku akan berangkat sekolah apa? Kau antar segala. Aku

akan sedang memberikan kejutan untuk pacarku, bodoh,” elak


Soobin.




“Lebih bodoh mana? Orang yang akan berkencan dengan

mengendarai mobil—sedangkan ia sendiri hanya belajar sekali,


dan itu pun pernah menabrak bus yang parkir? Kau ingin

memberi kejutan apa mengajak kekasihmu ke surga bersama?”


Soobin segera memukul pantat Beomgyu kencang karena

mengoceh ngawur tentang rencananya.









Ennie Blue Birthday

Page 3


“Aku sudah lumayan lancar, karena kemarin Kak Yeonjun

mengajariku sepulang latihan,” ujar Soobin dengan nada kesal


yang kentara pada Beomgyu.




“Ya ... ya, terserah kau saja. Aku hanya kasihan mobilnya sih


sebenarnya.”




“Sialan kau Choi Beomgyu!” Beomgyu tergelak hebat setelah

berhasil mengerjai temannya itu.




Tak lama, sebuah kunci mobil mendarat tepat di


tangkapannya, Soobin menerimanya dengan mata berbinar dan

senyum lima jarinya. Karena tak ingin terlambat dari rencananya,


ia segera bergegas menuju rumah kakaknya untuk mengambil

kue yang ia buat kemarin.




Belum ada lima langkah ia berjalan keluar dari ruang latihan


satu notifikasi menyapanya kembali, kali ini dari pemberitahuan

catatanya jika akan melakukan siaran langsung dengan


penggemarnya, ia tidak bisa menunda yang satu ini, jadi ... apakah

Soobin bisa tepat waktu?




Dengan berbekal mandi cepat atau mandi bebek, Soobin


buru-buru menyalakan aplikasi siaran yang sering disebut

dengan V-live itu, dengan penampilan rambut setengah basah,



Ennie Blue Birthday

Page 4


Soobin menyapa penggemarnya dengan senyum secerah

matahari di hari itu.





Acara siaran yang menghabiskan durasi 1 jam lebih ini usai

dengan lambaian salam akhir sebagai penutup. Tiba-tiba ia


menerima panggilan dari kakak perempuannya, saat ia lihat

sudah ada 20 puluhan panggilan tak terjawab, salah satunya dari


kekasihnya “Lia”.




“Halo Kak? Maaf aku tadi sibuk,” jawab Soobin untuk seseorang di

sebrang sana.




“Ah, baiklah ... tapi Soobin, aku sedang tidak di rumah, jadi


kau masuk saja ya sendiri seperti biasa, kuenya sudah aku

bungkuskan juga.”




“Oke, aku akan segera ke sana.”




“Salamkan ucapan selamat ulang tahunku ke Lia ya, aku titip


hadiah untuknya juga tenang, sudah kusiapkan.”




“Oke-oke Kak.” Soobin menutup panggilannya dan segera berlari

kecil menuju basement di agensinya, ia lupa jika ada satu


panggilan yang membutuhkan konfirmasi dirinya.





Ennie Blue Birthday

Page 5


Mungkin ... sekitar bulan lalu? Ia menemukan selembar

harapan ulang tahun ala Lia yang nampaknya sudah di buang


olehnya, terlihat dari coretan-coretan itu, nampaknya pacarnya


itu hanya sengaja menuliskannya di sana. Hei! Dia sudah

berkepala dua—bukan lagi remaja belasan tahun yang ingin


macam-macam, tapi Soobin tak mengelak bahwa perempuan

sangat suka kejutan dan segala reka adegan roman picisan,


apalahi menyangkut hari spesialnya. Kadang ia tertawa diam-

diam, saat melihat daftar-daftar yang dituliskan Lia di sana.



Blue Birthday ala Lia >< :p


 Soobin bikinin kue ulang tahun nuansa biru ;D
 Aku dapet buket mawar biru yang besarrr (biar


keliatan besar banget)


 Disupirin sama Soobin >< (tapi Soobin kan gak jago

nyetir )

 Soobin nyanyiin lagu ulang tahun buat aku di sungai


Han, dan kita habisin waktu di sana sampai fajar.

Ih drama wattpad banget dah wkwkw







Untuk sejauh ini, Soobin masih baik-baik saja saat

mengendalikan lajunya saat berkendara, ia tidak segugup dulu


yang seakan-akan ingin menabrak sesuatu di depannya, yeah ...

itu semua berkat Kak Yeonjun.







Ennie Blue Birthday

Page 6


Kue cantik yang telah terhias krim biru yang

mempercantiknya—adalah mahakarya Soobin untuk lia, sesuai


dengan daftar keinginan Lia yang pertama, kemarin ia memang


sengaja mengunjungi rumah kakaknya untuk membuat kue itu,

bukan hal yang susah sebenarnya baginya untuk melakukan


ini, hanya saja waktu itu sangat mahal baginya.




Selesai dengan urusannya yang satu Soobin bergegas untuk

mengambil bunga pesanan di toko bunga langgananya, ia


sudah memesan jauh-jauh hari untuk bunga familiar dengan

warna unik itu. Tapi lagi-lagi ada beberapa notifikasi yang


Soobin diamkan dan serasa tidak ingin ia konfirmasi, tidak tahu

saja di sebrang sana ada seseorang yang tengah bersungut-


sungut saat ini.

--.--




























Ennie Blue Birthday

Page 7




2.



Salah Sangka






K
alender telah menunjukkan tepat pada hari lahirnya, dan

sedari tadi ponselnya penuh dengan ucapan selamat—baik dari


orang tuanya, saudaranya, teman-temannya, member grubnya

dan bahkan para penggemarnya sudah membuat projek teruntuk


dirinya sejak seminggu sebelum hari ulang tahunnya. Hal kecil itu


membuatnya bersyukur dan terharu di saat bersamaan, ia

menerima banyak sekali cinta dari manapun itu, maka ia ingin

membalas semua cinta dari mereka dengan melakukan siaran


bersama para member dan merayakan bersama-sama.




Dandanan yang tipis dan rambutnya yang dikuncir kuda


dengan rapi, memberikan aksen segar dan elegan di saat

bersamaan dress putih yang manis semua paduan ini sangat


cocok untuknya. Lia terlihat sumringah selama berpuluh-puluh

menit menghabiskan waktunya dengan mereka, tanpa menyadari


bahwa ada satu seseorang lain yang ia tunggu-tunggu untuk

mengucapkan ucapan itu untuknya.











Ennie Blue Birthday

Page 8


“Kak Lia kau sangat cantik sekali hari ini,” ucap Yuna yang tiba-

tiba memeluknya dari belakang, hal itu sontak membuatnya


tertawa terbahak-bahak




“Terima kasih aku memang cantik,” jawab Lia tanpa malu.




“Tapi kak, meski ini hari ulang tahunmu tidak menutup


kemungkinan untuk tetap latihan. Ah, ini menyebalkan.” Yuna

yang tadinya memuji Lia seketika melontarkan kekesalannya, Lia


sudah tidak kaget dengan sikapnya dan ia hanya tersenyum tipis

dan merangkul Yuna untuk bersiap-siap.




Setelah berlatih beberapa jam ia mendapat istirahat, dan ia


memilih tiduran di lantai sembari bermain ponsel pintarnya, tiba-

tiba matanya menangkap notifikasi baru di ponselnya, ada sebuah


pemberitahuan sebuah siaran langsung oleh seseorang yang

sangat familiar seketika senyumnya nampak di sana, namun ia


seakan melupakan sesuatu.




“Apa Soobin ingat hari ini?” Batinnya dengan segera melihat

pesan-pesan yang masuk, siapa tau pemuda itu mengucapkan


melalui pesan singkat di sana. Tapi kenyataanya tidak ada sama

sekali, bahkan gelembung pesannya semalam belum dibaca sama


sekali oleh pemuda itu.





Ennie Blue Birthday

Page 9


“Soobin kan sibuk persiapan comeback? Kau kan sudah diberi

tahu, dasar pelupa,” ucapnya lirih dan sedang mengetikkan


sesuatu untuk Soobin di sana.




Soobin, aku melihat v-livemu tauu >< Kamu udah makan?


Jangan lupa vitaminnya, semangat




Kenyaatan getir didapati olehnya, saat ia mengirim pesan

tadi Soobin sama sekali tidak membalas satu pun, padahal


biasanya Soobin setelah siaran akan cepat membalas pesan

siapapun, saat di telepon pun pemuda itu tidak mengangkatnya.


Hal kecil ini membuatnya kesal, padahal niatnya ia ingin bahagia

saja di hari ini.




“Kenapa Li?” tanya Yeji yang sudah di sampingnya tiba-tiba.




“Kalau Yeonjun lupa hari ulang tahunmu, apa kau akan marah Ji?”


tanya Lia balik, Yeji mengernyitkan dahinya untuk memikirkan

jawaban pertanyaan Lia, ia sampai lupa bahwa pertanyaannya


saja belum dijawab.




“Aku sih tidak, tapi aku yang selalu lupa ulang tahunnya. Dan

benar, dia akan marah padaku,” jawab Yeji dengan santai di


sampingnya. Lia tidak habis pikir dengan seseorang di






Ennie Blue Birthday

Page 10


sebelahnya, seakan tidak menemukan jawaban yang pas tiba-tiba

Ryujin datang dan menyahut perkataan Yeji.





“Kalau aku lihat kondisi kak, kalau ia mengabari jika sibuk

aku memaklumi tapi kalau tidak ya wajar aku kesal, tapi nanti


akan baikan sendiri ....” Ryujin mengambil jeda setelah

menghabiskan satu tegak air dari botol minum Yeji ia


melanjutkan, “bukannya aku memanasi atau apa ya ... kalau orang

itu memang menjadikan kita prioritas, pasti kok, orang itu


meluangkan waktu beberapa detiknya untuk mengirim ucapan itu

meski singkat.”




Apa yang dikatakan Ryujin ada benarnya juga, tapi terlalu


kekanakan juga baginya, namun entahlah—Lia merasa Soobin

tidak ada kabar satu pun dari kemarin, bukankah sebuah


hubungan itu awet karena komunikasi? Pusing. Iya itu yang Lia

rasakan sekarang di hari bahagianya, karena tidak ingin memiliki


pemikiran negatif pada pemuda itu Lia memilih tidur di ruang

latihan.




“Kenapa kau harus sesibuk itu sih. Setidaknya beri aku kabar.


Ah kenapa aku seperti anak kecil?” Diam-diam Lia menggerutu lagi

dan memikirkan prasangka-prasangka tidak baik tentang pemuda


itu.






Ennie Blue Birthday

Page 11


Sedari tadi ia hanya diam dan menyembunyikan

kemurungan di wajahnya, Lia tidak ingin ditanya apa


penyebabnya—sebab ia sendiri juga bingung mengapa ia seperti


ini. Apa gara-gara Soobin? Sekali lagi itu kekanakan.




“Kak Lia, aku ingin tidur di kamar Kak Ryujin. Maaf yaaaa?” ucap

Yuna yang terkesan meminta, Lia hanya menganggukkan sebagai


jawaban.




Gadis itu melangkah ke balkon kamarnya, sekedar

menghirup udara malam dan melihat bintang-bintang yang


lenyap dan digantikan gemerlap cahaya dari bangunan-bangunan

di sekitar.


--.--








































Ennie Blue Birthday

1



3.



Sebuah Kejutan Lain






S
oobin kini sudah sampai di depan apartemen tinggi

dengan berbagai tingkatan lantai, semua yang ada dalam daftar


impian kekasihnya sudah ia dapatkan tinggal menunggu Lia

datang dan memberikan semua, jangan lupakan ia juga akan


meminta maaf karena menghiraukannya seharian. Pemuda itu


merasa bersalah saat ini, pasti kekasihnya memikirkan yang

tidak-tidak.




Perasaan Soobin tiba-tiba menjadi tidak enak tiba-tiba saat


datang di apartemen baru kekasihnya, seperti ada yang

mengikutinya? Tapi saat kepalanya menengok ke kanan dan ke


kiri ia tak menemukan apapun, dan ia hanya menghiraukannya.




“Halo Lia?”

“Oh Soobin? Kemana saja?”


“Maaf, aku sangat sibuk.”

“Iya aku tau, kamu udah makan?”




“Sudah dan aku sudah minum vitamin, bagaimana denganmu?”







Ennie Blue Birthday

2



“Sudah dong, Soobin kamu sangat-sangat sibuk ya?”





“Iya, maaf ya. Selamat ulang tahun sayang, maaf aku tidak bisa di

sana dan merayakannya denganmu.”




“Terima kasih, eh tidak apa-apa ... sudah ingat saja itu sudah lebih


dari cukup.”

“Jadi gantinya apa dong?”


“Itu terserah kamu aja sih.”

“Lagi di kamar?”


“Tepatnya di balkon.”




“Bagus, coba menghadap ke atas ada bulan kan?”

“Iya?”




“Bulan itu adalah kehadiran sementara aku buat kamu sekarang,


nah yang nyata coba tengok ke bawah.” Setelahnya Lia menengok

ke bawah dan mendapati presensi Soobin yang ada di sana, Lia


menjerit dalam diam saat menemukan kekasihnya berdiri di sana,

sungguh ini kejutan yang tiba-tiba baginya.




“Tunggu aku,” seru Lia di atas sana yang membuat Soobin


tersenyum sumringah dan menganggukan kepalanya.







Ennie Blue Birthday

3

Sembari menunggu Lia ia sibukkan dengan menatap sekitar,

entah mengapa perasaan was-wasnya semakin menjadi-jadi saat


ia melihat siluet seseorang dari kejauhan, karena ia tak sabaran


maka ia menghampiri sosok itu.




“Akhirnya aku menemukan seseorang di sini, tolong bantu aku,”

ucap seorang wanita di hadapan Soobin, ternyata sosok yang


membuatnya berprasangka buruk itu adalah seorang warga di

sini. Tapi melihat keadaanya wanita itu terlihat lemas dan


menahan sebuah sakit dari perut besarnya. Benar. Wanita itu

hamil tua, dan mengapa ia malam-malam di sini sendirian?




“Suami nyonya ke mana?” Soobin segera merangkul wanita itu


dari samping dan membantunya berjalan.




“Suamiku ke luar kota, s-sebenarnya aku ingin berjalan-jalan

malam saja tapi entah kenapa aku merasa akan me-meelahirkan.”


Mata bulat Soobin membulat tiba-tiba, jika wanita ini akan

melahirkan ... maka Soobin harus segera mengantar ke rumah


sakit, tapi di dalam mobilnya tidak ada ruang kosong untuk

wanita ini, karena semua penuh barang-barang untuk kejutan


ulang tahun Lia, ia harus bagaimana? Kejutannya untuk lia apa

akan gagal?











Ennie Blue Birthday

4

“Tolong aku ya anak muda, kumohon,” pinta wanita itu, jiwa

kemanusiaan Soobin tengah kebingungan saat ini, kalau ia


menyiapkan ulang sebenarnya bisa ... tapi-tapi aaaa sudahlah.




Saat ia sampai di mobilnya, Lia terkejut karena Soobin


datang dengan orang lain dirangkulannya. Melihat mimik muka

Lia yang kebingungan, Soobin segera menjelaskan singkat


padanya, mau tak mau juga ia meminta Lia membersihkan tempat

duduk mobilnya. Soobin segera mendudukkan wanita itu dengan


Lia yang menemaninya di kursi penumpang.




“Tarik nafas pelan-pelan ya nyonya, ikuti aku.” Di belakang

Soobin, Lia tengah menenangkan wanita itu, karena setelah


didudukkan wanita itu meronta kesakitan dan membuat Soobin

tidak jadi menyalakan mobilnya. Tangan Soobin menjadi


gemetaran dan mengalami keringat berlebih, saat ia ingin

menyalakan mesin saja, berulang kali ia harus mengelap


tangannya yang berkeringat lebih itu. Pemuda itu sangat gugup

saat ini.




Bukannya kejutan yang manis untuk Lia, ia mendapatkan


sebuah kejutan lain yang datangnya tidak ia perkirakan. Disini ia

dan Lia sedang berada dalam perjalanan menegangkan demi


seorang wanita dan seorang bayi yang ada dikandungan wanita

itu.





Ennie Blue Birthday

5

“HEI ANAK MUDA CEPATKAN LAJU MOBILNYA! AKU SUDAH

TIDAK KUAT.”





“NYONYA INI SUDAH SANGAT CEPAT, ANDA INGIN SAYA DAN

KEKASIH SAYA MATI MUDA?”




“OH TUHAN INI SUDAH MEMBUKA, SAKIT SEKALI!”




“NYONYA JANGAN TENDANG-TENDANG KURSINYA, YA


AMPUN....”




“JANGAN MENGEREM MENDADAK! KAU INGIN KITA MATI?!”




“NYONYA JANGAN DIJAMBAK PACAR SAYA, NANTI DIA GAK

FOKUS NYETIR!” Begitulah suara dominan diantara mereka saat


ini, sudah seperti soundtrack dalam adegan sebuah film-film

action yang biasa mereka tonton. Soobin melajukan mobilnya


sangat cepat dan hal itu membuatnya beberapa kali mengerem

mendadak karena lampu merah yang tidak bisa ia lihat dengan


jelas, jangan lupakan berbagai jambakan dan tendangan dari

wanita itu yang sukses membuatnya merasakan kesakitan,


sebenarnya Lia juga merasakan hal yang sama, melihat

penampilan gadis itu kini terlihat sangat berantakan.










Ennie Blue Birthday

6

Saat tiba di rumah sakit Soobin segera menuju ruang

bersalin dan untungnya pihak rumah sakit cepat menangani, Lia


pergi untuk mengurus administrasi wanita itu dan Soobin di


depan ruang bersalin itu. Teriakan wanita itu masih terdengar

keras bahkan saat pintu ruang bersalin itu ditutup, entah


mengapa perasaan kesal karena wanita itu tadi tertutup dengan

kekhawatiran di dalam sana, padahal mereka sama-sama tidak


kenal.




“Suaminya sedang menuju kemari, aku tadi menelpon dengan

ponselnya,” ujar Lia yang saat ini di sampingnya.




“Syukurlah. Tapi Li, kok aku khawatir?” ucap Soobin yang sedang


mondar-mandir di depan ruang bersalin itu. Lia yang melihat

pemandangan ini dibuat terkekeh, bisa-bisanya Soobin terlihat


begitu khawatir seperti suami yang menunggu istrinya

melahirkan.




“Jangan mondar-mandir gitu, tambah khawatir nanti, sini deh


duduk sebelah aku,” Soobin segera menuruti perkataan Lia,

namun kedua kakinya tidak bisa diam dan matanya pun sama,


seperti ada adegan dramatik dari pemikirannya saat ini.













Ennie Blue Birthday

7

Tangan kecil lia mengambil alih tangannya, gadis itu memberi

usapan-usapan lembut di sana, nampaknya sedikit mengurangi


rasa khawatir berlebihan Soobin saat ini, “Berdo’a saja untuk


kelancarannya, jangan khawatir percayakan semua pada yang di

dalam sana dan di Atas sana.” Lia mengatakan dengan lembut dan


mata yang menyejukkannya, membuat Soobin mengangguk dan

menuruti perkataan Lia.




Setelah berjam-jam menunggu, lama-lama terdengar suara


tangisan bayi dari dalam sana, baik Lia dan Soobin sama-sama

berseru senang mereka bertatapan dengan binar mata yang


berkilauan, seakan merasa ikut senang dan lega saat suara

tangisan itu hadir di sini.




Saat ingin memasuki ruangan bersalin itu mereka


mendengar derap lain yang mendekati mereka.




“Anda yang menolong istri saya?” tanya pria di belakang mereka.




“Benar, kami yang tadi membawa istri anda kemari Tuan,” Lia

berucap dan menyalami pria itu.




“Terima kasih dan maaf saya merepotkan anda berdua, sungguh


saya merasa berhutang budi.”







Ennie Blue Birthday

8

“Sudah tugas kami membantu sesama, selamat Tuan anda telah

resmi menjadi Ayah.” Sekarang Soobin mengambil alih


pembicaraan, dan percakapan itu mengalir begitu saja hingga


mereka bertiga masuk bersama untuk menengok wanita itu.




Terlihat di samping wanita itu ada bayi yang sehat sedang

dalam dekapannya, wajah wanita itu terlihat sumringah dan


bahagia, efek yang membuat wajah khawatir Soobin menjadi

hilang.




“Terima kasih, maaf saya merepotkan kalian berdua anak muda,”


ucap wanita itu tulus saat menyadari kehadiran Lia dan Soobin.




“Tidak apa-apa, baiklah tugas kami sudah selesai, saya pamit

pergi,” Soobin dan Lia berpamitan pada sepasang suami istri itu,


namun saat langkahnya belum keluar dari sana sepenuhnya

terdengar kalimat yang terlontar dari wanita itu.




“Selamat ulang tahun gadis manis, maaf aku membuat


kekacauan,” Lia terkejut dan segera tersenyum selebar mungkin,

entah mengapa ucapan wanita itu menghangatkan hatinya.


--.--












Ennie Blue Birthday

9





4.




Kado Terindah







T entang kejutan indah yang sudah terencana matang itu


harus sirna dengan cara yang mengejutkan, ada rasa kecewa dan

bangga tercampur aduk di batin Soobin sedari tadi. Satu kata


untuk mobil yang akan membawa mereka pulang ‘kacau’ semua


berantakan; mawar yang ia siapkan keluar dari buket, bahkan ada

yang rontok kelopaknya; kue yang ia buat hancur tidak


berbentuk; bingkisan hadiah dari kakaknya dan dirinya yang

sudah terbuka dari bungkusnya, hancur sudah.




“Ayo,” ucap Lia yang sudah duduk di sampingnya.




“Maaf.” Soobin berkata sembari menundukkan wajahnya, ia malu


dan kecewa saat ini, sudah mengacaukan hari Lia sekarang

kejutan untuknya.




“Soobin, sudah berapa maaf?” tanya Lia.













Ennie Blue Birthday

10

“Aku mengacaukannya,” Ada jeda keheningan diantara mereka

beberapa saat.





“Kamu membuatnya indah Bin, ini seru loh.” Soobin tidak

menyangka atas jawaban Lia, untuk memastikannya ia melihat


Lia secara langsung dan benar saja, gadis itu tengah tersenyum

sangat lebar saat ini.




“Omong-omong, kan kamu udah ngelaksanain semua sebagian


besar, tinggal satu tuh, ayo keburu matahari terbit,” ujar Lia

semangat dan Soobin pun menuju destinasi terakhir mereka.




Setiba di sana, Lia membuka bagasi belakang tempat mereka


menyimpan barang-barang yang sudah Soobin siapkan untuknya.

Ia mengambil satu tangkai mawar biru yang masih utuh satu.




“Kamu kok bisa nemu sih? Padahal catetan itu aku buang loh?”


tanya Lia. Soobin pun terdiam, bagaimana bisa ia memiliki Lia

yang begitu sederhana mencintainya, bagaimana bisa Lia mau


bersamanya?




“Ayo dong hidupin lilinnya sama nyanyiin aku, kamu lupa ya?”

Soobin sepertinya terlalu lama diam sedari tadi, tapi ia tersadar


kue ulang tahun itu sudah hancur tapi Lia kukuh memintanya

menyalakan lilin di kue itu?





Ennie Blue Birthday

11



“Udah hancur Li,” ucap Soobin lembut.


“Iya aku tau, tapi itu dari kamu, semuanya tetep utuh di mata


aku.”




“Aku beliin yang lain ya?”




“Gak mau, itu aja udah. Jangan bawel ah.” Akhirnya Soobin

menyalakan beberapa lilin di sana, dan menyanyikan lagu ulang


tahun untuk Lia. Gadis itu nampak begitu antusias saat ia

melakukan demikian, terlihat di binar gadis itu yang begitu


berkilau layaknya dirgantara malam penuh dengan gemintang.




“Selamat ulang tahun Choi Jisu, Selamat ulang tahun Lia-ku

sayang, semoga segala kebaikan selalu bersamamu, semoga sehat


selalu dan selalu sayang sama Soobin.”




“Ih yang terakhir, kerdus banget.” Lia mengambil alih kue itu dan

memakannya satu suapan.




“Kok enak banget, bohong nih kamu bikin sendiri?” tanya Lia


dengan tatapan curiga. Seakan tidak terima Soobin melayangkan

tatapan sengit ke Lia.











Ennie Blue Birthday

12

“Enak aja, aku bikin sendiri, itu capek tau aku berulang kali

dimarahin kakak karena buat dapurnya berantakan,” keluh


Soobin.




“Oh, gak ikhlas mas?” tanya Lia dengan ekspresi mengejek.




“Udahlah buang aja kuenya, toh itu rusak.”




“Dih. Marah nih? Ihhh pemarah, kabur ahhh.” Lia segera berlari


menjauh dari Soobin dan menjulurkan lidahnya untuk mengejek

Soobin dari kejauhan.




“Maaf mas, pacar saya itu lemah lembut kayak permen kapas,


kalau marah gini saya salah orang, saya pulang dulu ya.” Akhirnya

terjadilah aksi kejar-kejaran dengan satu tangan Lia masih


membawa kue buatan Soobin, namun karena Soobin itu tinggi

dan laki-laki maka ia dengan cepat menangkap Lia dari belakang.




“Si kecil kok bandel ya.” Kekehan samar keluar dari Soobin, dan


Lia merengut kesal karena berhasil ditangkap dengan cepat.




Hal kecil yang Lia lakukan berhasil membuat Soobin

tersenyum kembali dan ikut bersenang-senang dengan Lia, saat


ini keduanya sudah tak lagi berlari-larian dan sedang duduk di

pinggiran sungai Han dengan ditemani ketenangannya.





Ennie Blue Birthday

13



“Soobin, kamu sebenarnya gak perlu takut kalau aku bakal gak


nerima kejutan kamu, aku tetap bahagia. Semuanya yang terjadi


juga bukan apa yang bisa kamu prediksi, terima kasih ya. Sudah

wujudin ‘Blue Birthday Lia’.” Soobin mengangguk dan menarik Lia


dalam pelukannya, entah berapa kali pemuda itu menciumi pucuk

kepalanya sama dengan Lia yang memeluk Soobin begitu erat


karena gadis itu sangat suka ritme jantung kekasihnya saat

bersamanya, berdetak tak karuan dan selalu menyenangkan jika


ia bisa mendengar ritme itu dari dekat.




“Terima kasih Li, dan selamat ulang tahun sekali lagi,” Soobin

melepaskan pelukan diantara mereka dan mencuri satu kecupan


panjang dari gadisnya.




Bagi lia, kehadiran Soobin di hari ulang tahunnya saja sudah

menjadi sebuah hadiah terindah untuknya, mungkin semuanya


tidak sempurna seperti yang telah dijadwalkan. Namun,

persembahan dari kekasih untuk yang terkasih sudah lebih cukup


baginya.




-Fin-












Ennie Blue Birthday

14



















Untuk para readers

Terima kasih sudah membaca ^^


Kutunggu saran dan komentarmu 

Have a nice day















































Ennie Blue Birthday


Click to View FlipBook Version