Katalog Kearsipan dan Dokumentasi
MENILIK PELABUHA
N DAN INDAHNYA
GUNUNG DENGAN SEKELILINGNYA PADA
ZAMAN KOLONIAL DI PROBOLINGGO
JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN
SEJARAH. (SOEKARNO)
ACHMAD NIRWANA HABIBULLAH
(200210302046)
Pelabuhan
Beberapa kapal berlabuh di Pelabuhan
Probolinggo. Sekitar tahun 1880.
-KITLV Leiden-
Pelabuhan Probolinggo atau
Pelabuhan Tanjung Tembaga
merupakan tempat bersejarah,
terutama pada zaman kolonial
Belanda. Pada tahun 1920, Tanjung
Tembaga ditetapkan sebagai
pelabuhan pantai yang melayani
kegiatan pelayaran antar pulau. Pada
masa itu, Pelabuhan Tanjung
Tembaga ini digunakan sebagai
sarana terjalinnya proses ekspor hasil
perkebunan, seperti tembakau dan
gula ke negara-negara Eropa; Juga
sarana terjalinnya proses impor.
Kapal di pantai
Probolinggo, sekitar
tahun 1900.
-KITLV Leiden-
Selain sebagai tempat ekspor dan impor
pelabuhan ini digunakan oleh nelayan sekitar
untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-
hari.Meskipun terbilang sebagai pelabuhan
pantai yang kecil, Pelabuhan Tanjung Tembaga
ini memiliki andil yang sangat besar dalam
proses prasarana pengangkutan untuk
beroperasidi wilayah Timur Pulau Jawa.
Kapal di pantai
Probolinggo, sekitar
tahun 1900.
-KITLV Leiden-
Kapal di pantai
Probolinggo, sekitar
tahun 1910.
-KITLV Leiden-
Pelabuhan Barat
sekitar tahun 1930.
-KITLV Leiden-
Pelabuhan Barat
saat ini.
-brisik.id-
Gunung dan Sekelilingnya
Foto Gunung Batok (depan), Gunung Bromo
(kiri), dan Gunung Semeru (paling belakang);
sekitar tahun 1919-1921.
-KITLV Leiden-
Gunung Batok
-
Sekitar tahun 1919-1921.
-KITLV Leiden-
Gunung Batok (depan) merupakan nama gunung yang termasuk
unik. Batok dalam bahasa Jawa, berarti tempurung kelapa.
Konon dalam legenda yang dipercayai Penduduk Tengger
Gunung Batok terbentuk dari tempurung kelapa yang ditendang
oleh Resi Bima, raksasa sakti; setelah gagal memenuhi syarat
yang diajukan Roro Anteng untuk memperistrinya.
Gunung Bromo
Letusan Gunung Bromo, sekitar tahun 1919-
1921.
-KITLV Leiden-
Kawah Gunung Bromo, sekitar tahun
1910.
-KITLV Leiden-
Gunung Bromo dalam Bahasa Sansekerta, yaitu Brahma
merupakan seorang Dewa Utama dalam Agama Hindu;
dalam Bahasa Tengger dieja "Brama". Gunung Bromo
merupakan gunung yang dianggap suci oleh Suku
Tengger.
Di sekitar Gunung Bromo terdapat Kecamatan
Sukapura yang dikenal sebagai kecamatan pusaka.
Kecamatan Sukapura disebut sebagai kecamatan
pusaka, dikarenakan kecamatan tersebut memiiki
banyak gedung kuno peninggalan Kolonial Belanda
yang masih terawat dengan baik. Diantara bangunan
tersebut kini dijadikan sebagai Rumah Dinas Camat
Sukapura (gedung putih) yang merupakan peninggalan
Kolonial Belanda yang dibangun pada awal tahun 1900
dan juga bekas gudang kopi yang dibangun pada tahun
1818 dan dialihkan pada tahun 1912.Selain itu,SDN
Sapikarep 1 juga merupakan sekolah peninggalan
Belanda yang sampai sekarang terdapat kursi dan
lemari kuno; dan sekolah tersebut tertanggal 8 Maret
1929.
Pesanggrahan di Ngadisari, Pegunungan
Tengger; sekitar 1920.
-KITLV Leiden-
Pedagang kaki lima di Tosari (sekarang
Pasuruan); sekitar tahun 1920.
-KITLV Leiden-
Gunung Semeru
Sekitar tahun 1915.
-KITLV Leiden-
Cukup menarik mengulas sejarah kolonial
tentang Gunung Semeru ini. Dalam sejarah
pendakiannya, ternyata awal pendaki dan
sebuah rekam jejak sejarahnya dilakukan oleh
warga kebangsaan Eropa, yaitu C.F. Clignett
yang merupakan seorang geologi asal Belanda
yang mendaki ke Gunung Semeru pada tahun
1838.
Pos Pengamatan Lahar Semeru atau
Rumah Loji di Lereng Gunung Semeru.
-suarasurabaya.net-
Rumah Loji dibangun pada tahun 1909 dan berada di
atas ketinggian 700 mdpl dan menghadap langsung ke
DAS (Daerah Aliran Sungai). Tempat ini dinilai penting,
dikarenakan sering munculnya lahar yang biasa keluar di
waktu penghujan melawati sungai dan menerjang dan
berpotensi membahayaan warga di bawah gunung.
Dulunya selain sebagai tempat
pengamatan lahar, Rumah Loji ini
digunakan sebagai tempat istirahat oleh
petinggi koonial yang memantau
perkebunan kopi yang dikelola masyarakat.
Sekarang Rumah Loji ini masuk pada
wilayah Kabupaten Lumajang dan
ditetapkan sebagai cagar budaya pada
tahun 2014.
TERIMA KASIH