E-MODUL INKUIRI
TERINTEGRASI
ETNO-STEM
LAJU
REAKSI
KELAS XI SMA/MA
Ika Rohmatika Putri
4301418066
Dosen Pembimbing:
Prof. Dr. Sudarmin, M. Si.
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
E-MODUL INKUIRI TERINTEGRASI ETNO-STEM
LAJU REAKSI
Oleh:
Ika Rohmatika Putri 4301418066
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Ika Rohmatika Putri | ii
PRAKATA
Assalamualaikum wr. wb.
Kami panjatkan puji syukur kepada Allah SWT pemilik segala ilmu atas
limpahan rahmat Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan e-modul inkuiri terintegrasi
etno-STEM pada materi laju reaksi. Tujuan dibuatnya e-modul ini adalah agar peserta
didik dapat belajar mengenai laju reaksi dengan melihat bukti kongkritnya dalam
kehidupan sehari-hari. Selain itu, pada e-modul ini materi laju reaksi dikembangkan
dengan dimasukannya literasi numerasi agar peserta didik dapat mengenal tentang
literasi numerasi.
E-modul ini berisi tentang materi laju reaksi yang telah diintegrasikan dengan
etno-STEM berupa teh kombucha dan tape singkong. Etno-sains berupa materi
mengenai laju reaksi berupa proses fermentasi. Etno-teknologi berupa pengarahan
kepada peserta didik mengenai langkah kerja pembuatan teh kombucha dan tape
singkong. Link pembelajaran yang terdapat dalam e-modul, yang diharapkan peserta
didik dapat menambah wawasannya dan meningkatkan etno-engineering. Etno-
matematika berupa perhitungan yang terdapat dalam pengerjaan soal dan proses
perhitungan dalam pembuatan teh kombucha dan tape singkong. Bahasa yang ringan
dan mudah difahami oleh peserta didik, diharapkan mampu mempermudah peserta
didik dalam memahami mengenai materi laju reaksi dan tentunya dapat membekali
siswa tentang literasi numerasi. E-modul ini dilengkapi dengan contoh soal, latihan soal
serta soal evaluasi yang diharapkan mampu memahaman dan mengukur kemampuan
peserta didik.
Terima kasih kami sampaikan kepada dosen pembimbing sekaligus validator
dari e-modul ini, Prof. Dr. Sudarmin, M. Si. yang telah membantu kami menyusun e-
modul ini dari awal hingga akhir. Terima kasih pula kami sampaikan kepada Dr. Nuni
Widiarti, S. Pd., M. Si. dan Ibu Juni Purwanti Kusumastuti, S. Pd. selaku validator
materi dan media yang berkenan mengoreksi dan memberikan masukan untuk
perbaikan e-modul ini. Kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk
perbaikan e-modul ini.
Semarang, September 2022
Penulis
Ika Rohmatika Putri
Ika Rohmatika Putri | iii
DAFTAR ISI
PRAKATA ....................................................................................................................iii
DAFTAR ISI .................................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR......................................................................................................v
PENDAHULUAN ..........................................................................................................1
A. Identitas Umum ....................................................................................................1
B. Tujuan Pembelajaran ............................................................................................1
C. Profil pelajar pancasila .........................................................................................1
D. Media Pembelajaran .............................................................................................2
E. Target Peserta Didik .............................................................................................2
F. Metode/ Model Pembelajaran yang Digunakan ...................................................2
G. Pengetahuan Prasyarat..........................................................................................2
H. Petunjuk Penggunaan E-Modul............................................................................2
I. Pertanyaan Pemantik ............................................................................................3
J. Persiapan Pembelajaran........................................................................................3
K. Kegiatan Pembelajaran.........................................................................................3
Peta Konsep...................................................................................................................8
A. Konsep Laju Reaksi (r).........................................................................................8
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi ................................................14
C. Teori Tumbukan .................................................................................................22
D. Penerapan Katalis dalam Makhluk Hidup dan Industri .....................................23
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................32
Ika Rohmatika Putri | iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Pencemaran Udara .....................................................................................10
Gambar 2. Grafik Orde Nol.........................................................................................12
Gambar 3 Grafik Orde Satu.........................................................................................13
Gambar 4 Grafik Orde Dua .........................................................................................13
Gambar 5. Proses Pelunakan Daging Menggunakan Daun Papaya dan Nanas ..........14
Gambar 6 Reaktan dengan Konsentrasi yang Berbeda ...............................................15
Gambar 7 Proses Pemanggangan Sate ........................................................................16
Gambar 8 Almari Pendingin dan Isinya ......................................................................17
Gambar 9 Perbandingan Gerak Partikel pada Suhu Tinggi dan Rendah ....................17
Gambar 10 Perbandingan Besarnya Energi Potensial Reaksi Tanpa dan dengan
Katalis ...........................................................................................................................19
Gambar 11 Teh Kombucha .........................................................................................20
Gambar 12 Tape Singkong ..........................................................................................20
Gambar 13 Tumbukan Tidak Efektif dan Tumbukan Efektif .....................................23
Ika Rohmatika Putri | v
PENDAHULUAN
A. Identitas Umum
FASE JENJANG KELAS PERKIRAAN MODA ALOKASI
F SMA XI JUMLAH PEMBELAJARAN WAKTU
SISWA
36 Siswa Tatap Muka 8 JP
(8x45
menit)
B. Tujuan Pembelajaran
11.8 Peserta didik mampu menganalisis fenomena dan kearifan lokal di lingkungan
sekitar yang berkaitan dengan laju reaksi melalui diskusi kelas dengan tepat
11.9 Peserta didik mampu menganalisis data percobaan untuk menentukan persamaan
laju reaksi suatu reaksi kimia dan pengaplikasian dalam literasi numerasi dalam
pembelajaran di kelas dengan benar
11.10 Peserta didik mampu merancang, melaksanakan dan mempresentasikan hasil
percobaan ilmiah berdasarkan teori tumbukan dan faktor yang mempengaruhi laju
reaksi melalui proses pembelajarn dengan baik
Elemen Capaian Pembelajaran
1. Pemahaman Sains (materi yang akan dipelajari)
2. Keterampilan Proses (keseluruhan proses ilmiah yang mencakup mengamati;
mempertanyakan dan memprediksi; merencanakan dan melakukan
penyelesaian; memproses, menganalisis data dan informasi; mengevaluasi dan
refleksi; dan mengomunikasikan hasil percobaan)
C. Profil pelajar pancasila
1. Bergotong-royong, peserta didik memiliki kemampuan untuk melakukan
kegiatan bersama-sama, sehingga dapat berkolaborasi, berbagi dan memiliki
kepedulian terhadap sesame.
2. Mandiri, peserta didik bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya.
Peserta didik memiliki kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta
regulasi diri.
3. Bernalar kritis, peserta didik mampu secara objektif memproses informasi baik
kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan informasi, menganalisis
informasi, mengevaluasi dan menyimpulkan informasi yang diperoleh.
Ika Rohmatika Putri | 1
D. Media Pembelajaran
Luring: E-modul ajar
Video pembelajaran
E. Target Peserta Didik
Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
Siswa regular/tipikal
Siswa dengan hambatan belajar
Siswa cerdas berbakat istimewa (CIBI)
Siswa dengan ketunaan
F. Metode/ Model Pembelajaran yang Digunakan
Model Pendekatan Metode
Inkuiri Learning Etno-STEM Eksperimen, diskusi,
penugasan, tanya jawab
G. Pengetahuan Prasyarat
Sebelum melakukan pembelajaran, peserta didik diharpkan
1. Mampu menuliskan suatu persamaan reaksi
2. Mampu membedakan pereaksi dan produk reaksi
3. Mengetahui fasa zat
4. Mampu melakukan perhitungan dasar matematika
H. Petunjuk Penggunaan E-Modul
Peserta didik yang hebat, agar kalian dapat mencapai kompetensi yang diharapkan,
dalam mempelajari e-modul ini silahkan ikuti petunjuk-petunjuk sebagai berikut:
1. Bacalah e-modul ini secara berurutan dan berusahalah untuk memahami isinya
karena materi ini akan menjadi prasyarat pada materi selanjutnya.
2. Untuk mengetahui pemahamanmu terhadap materi yang dipelajari, jawablah
setiap pertanyaan yang ada latihan soal, uji pemahaman diri serta pada kegiatan
evaluasi!
3. Jika ada materi yang belum kalian pahami, maka baca dan pelajari kembali peta
konsep dan deskripsi serta uraian materi pada modul ini dengan seksama.
4. Pelajari soal dan penjelasan penyelesaiannya pada latihan soal dengan seksama
serta dengan pemahaman, bukan dengan cara dihafalkan.
5. Dalam mengerjakan soal, baik itu latihan soal maupun evaluasi, berusahalah
kalian mengerjakan sesuai dengan kemampuan kalian, belajarlah percaya diri
Ika Rohmatika Putri | 2
dengan tidak melihat kunci jawaban terlebih dahulu sebelum kalian
menyelesaikan soal-soal tersebut. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa
memberikan kemudahan bagi kalian dalam mempelajari materi pada modul ini.
I. Pertanyaan Pemantik
Perlu waktu dua hari untuk memperoleh tape singkong siap makan, apa kaitannya
dengan laju reaksi?
Pada proses pembuatan teh kombucha, bibir toples di tutup kain, apa kaitannya
dengan laju reaksi?
J. Persiapan Pembelajaran
1. Sebelum memulai pembelajaran, peserta didik diharapkan sudah membaca dan
mempelajari mengenai laju reaksi.
2. Peserta didik menyiapkan media presentasi (apabila diperlukan).
3. Guru dan peserta didik mempersiapkan e-modul sebagai perangkat
pembelajaran.
K. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 mencari fenomena, literasi numerasi dan persamaan laju reaksi
Aktivitas Guru Aktivitas Peserta Didik
Pembukaan (15 menit)
1. Guru mengkondisikan kelas belajar kemudian 1. Peserta didik menjawab
mengucapkan salam dan berdoa bersama. salam dan berdoa
2. Guru menanyakan kabar, mengecek kehadiran dipimpin oleh ketua
peserta didik, dan kesiapan peserta didik untuk kelas.
melaksanakan pembelajaran.
3. Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan dengan 2. Peserta didik menjawab
pengalaman peserta didik dengan pertanyaan guru
materi/tema/kegiatan sebelumnya serta
mengajukan pertanyaan untuk mengingat dan
menghubungkan dengan materi selanjutnya 3. Peserta didik menyimak
4. Guru menyampaikan motivasi tentang apa yang pernyataan guru
dapat diperoleh (tujuan & manfaat)
Kegiatan Inti ( 60 menit)
Ika Rohmatika Putri | 3
Tahap penyajian masalah Peserta didik menjawab
Guru memberikan rangsangan berupa pertannyaan pertanyaan guru
“Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak
menjumpai banyak reaksi kimia, coba sebutkan
fenomena yang berkaitan dengan reaksi kimia”
Tahap pengumpulan dan verifikasi data Peserta didik mencari
Guru mempersilahkan peserta didik untuk mencari informasi dari berbagai
informasi dari berbagai sumber belajar, seperti e- sumber belajar
modul dan internet
Tahap eksperimen
Guru mempersilahkan peserta didik untuk Peserta didik menyimak
menyimak video mengenai fenomena reaksi dalam video mengenai fenomena
kehidupan sehari-hari laju reaksi
https://www.youtube.com/watch?v=FDd7V3pUKss
Tahap pengorganisasian data dan merumuskan
penjelasan Peserta didik menjawab
Guru menanyakan apa saja yang didapatkan peserta pertanyaan guru
didik
Tahap pengadaan analisis Peserta didik
Guru meminta peserta didik untuk dapat mempresentasikan
menyimpulkan apa yang dipelajari kesimpulan yang
didapatkan
Guru mempertegas pemahaman peserta didik
mengenai fenomena laju reaksi dalam kehidupan Peserta didik menyimak
sehari-hari. penjelasan guru
Guru menjelaskan mengenai literasi numerasi dengan
menggunakan tautan :
https://www.youtube.com/watch?v=-TNa3BMbnCY
Guru menjelaskan mengenai persamaan laju reaksi dan
meminta peserta didik untuk mencoba latihan soal Peserta didik mengerjakan
dalam e-modul soal dalam e-modul
Guru meminta siswa secara bergantian untuk
membahas soal dari e-modul bila ada jawaban nya Peserta didik menyebutkan
berbeda maka peserta didik tersebut harus memberikan hasil dari pengerjaan soal
penjelasannya dalam e-modul
Penutup (15 menit) 1. Peserta didik
1. Guru meminta peserta didik membuat kesimpulan menyimpulkan
pembelajaran hari ini
pembelajaran hari ini
2. Guru memberikan penugasan 2. Peserta didik mencatat
tugas yang diberikan
guru
Ika Rohmatika Putri | 4
3. Guru mengingatkan peserta didik untuk 3. Peserta didik menyimak
mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi laju pemaparan guru
reaksi
4. Peserta didik
4. Guru menutup pembelajaran hari ini dengan salam memberikan salam
kepada guru
Pertemuan 2 faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan merancang
percobaan
Aktivitas Guru Aktivitas Peserta Didik
Pembukaan (15 menit) 1. Peserta didik menjawab salam
1. Guru mengkondisikan kelas belajar dan berdoa dipimpin oleh ketua
kelas.
kemudian mengucapkan salam dan
berdoa bersama. 2. Peserta didik menjawab
2. Guru menanyakan kabar, mengecek pertanyaan guru
kehadiran peserta didik, dan kesiapan
peserta didik untuk melaksanakan 3. Peserta didik menyimak
pembelajaran. pernyataan guru dan bertanya
3. Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan apabila terdapat kesulitan saat
pembelajaran yang akan dilakukan dengan mengerjakan tugas
pengalaman peserta didik dengan
materi/tema/kegiatan sebelumnya serta
mengajukan pertanyaan untuk mengingat
dan menghubungkan dengan materi
selanjutnya. Guru menanyakan apakah
ada yang ingin ditanyakan terkait
penugasan sebelumnya
4. Guru menyampaikan motivasi tentang apa
yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat)
Kegiatan Inti ( 60 menit)
Tahap penyajian masalah Peserta didik menjawab pertanyaan
Guru memberikan rangsangan berupa guru
pertannyaan “Laju reaksi dipengaruhi oleh
banyak faktor, coba sebutkan faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhi laju reaksi”
Tahap pengumpulan dan verifikasi data
Guru mempersilahkan peserta didik untuk Peserta didik mencari informasi dari
melihat e-modul terkait faktor yang berbagai sumber belajar
mempengaruhi laju reaksi dan
mendiskusikan faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi.
Guru mempersilahkan peserta didik untuk
mendiskusikan fungsi katalis dalam
Ika Rohmatika Putri | 5
pembuatan tape singkong dan teh Peserta didik berdiskusi terkait fungsi
kombucha katalis dalam pembuatan tape
singkong dan teh kombucha
Guru mempersilahkan peserta didik
Peserta didik merancang percobaan
merancang percobaan terkait pembuatan secara berkelompok
tape dan kue pukis Peserta didik melakukan percobaan
Tahap eksperimen Peserta didik membuat laporan
percobaan
Guru mempersilahkan peserta didik untuk
Peserta didik menyimpulkan hasil
melakukan percobaan dengan percobaan dan ditulis pada laporan
percobaan
berkelompok di rumah
Tahap pengorganisasian data dan
merumuskan penjelasan
Guru menugaskan peserta didik untuk
membuat laporan percobaan di rumah
Tahap pengadaan analisis
Guru meminta peserta didik untuk dapat
menyimpulkan apa yang dipelajari
Penutup (15 menit) 1. Peserta didik menyimpulkan
1. Guru meminta peserta didik membuat pembelajaran hari ini
kesimpulan pembelajaran hari ini 2. Peserta didik menyimak
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk pemaparan guru
melakukan percobaan dan dilanjutkan 3. Peserta didik memberikan salam
presentasi hasil percobaan pada kepada guru
pertemuan berikutnya
3. Guru menutup pembelajaran hari ini
dengan salam
Pertemuan 3 presentasi percobaan, teori tumbukan dan penerapan katalis
dalam makhluk hidup dan industri
Aktivitas Guru Aktivitas Peserta Didik
Pembukaan (15 menit) 1. Peserta didik menjawab
1. Guru mengkondisikan kelas belajar kemudian salam dan berdoa dipimpin
oleh ketua kelas.
mengucapkan salam dan berdoa bersama.
2. Guru menanyakan kabar, mengecek 2. Peserta didik menjawab
pertanyaan guru
kehadiran peserta didik, dan kesiapan peserta
didik untuk melaksanakan pembelajaran. 3. Peserta didik menjawab
3. Guru menanyakan persiapan peserta didik pertanyaan guru
terkait penugasan sebelumnya
4. Guru menyampaikan motivasi tentang apa
yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat)
Kegiatan Inti ( 60 menit)
Ika Rohmatika Putri | 6
Guru mempersilahkan peserta didik untuk Peserta didik secara bergantian
mempresentasikan dan mempersilahkan mempresentasikan hasil
kelompok lain untuk bertanya mengenai percobaan dan menjawab
percobaan pertanyaan dari kelompok
lainnya
Guru memberikan tanggapan mengenai Peserta didik menyimak
percobaan peserta didik penjelasan guru
Guru mempersilahkan peserta didik untuk
menyimak video terkait teori tumbukan Peserta didik menyimak video
https://www.youtube.com/watch?time_continue=
9&v=A_CCe6RPfcs&feature=emb_logo
Guru mengajak peserta didik untuk berdiskusi Peserta didik berdiskusi
mengenai penerapan katalis dalam industri mengenai pennerapan katalis
dalam industri
Penutup (15 menit)
1. Guru meminta peserta didik membuat 1. Peserta didik menyimpulkan
kesimpulan pembelajaran hari ini pembelajaran hari ini
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk 2. Peserta didik menyimak
mempelajari materi laju reaksi secara pemaparan guru
keseluruhan
3. Guru menutup pembelajaran hari ini dengan 3. Peserta didik memberikan
salam salam kepada guru
Pertemuan 4 ulangan
Ika Rohmatika Putri | 7
Peta Konsep
Laju Reaksi
Konsep Laju Faktor- Teori Percobaan
Reaksi faktor Tumbukan
Persamaan Konsentrasi Luas Suhu Katalis Industri
Laju Reaksi Permukaan
Katalis Katalis
Homogen Heterogen
A. Konsep Laju Reaksi (r)
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar mengenai laju atau
kecepatan, seperti kecepatan mobil. Kecepatan mobil menyatakan jarak yang ditempuh
sebuah mobil dalam satuan waktu. Pada reaksi kimia juga dikenal laju reaksi. Laju
reaksi kimia adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau produk dalam suatu satuan
waktu. Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai laju berkurangnya konsentrasi suatu
pereaksi atau laju bertambahnya konsentrasi suatu produk persatuan waktu.
Persamaan Laju Reaksi
Untuk dapat memahami konsep laju reaksi coba perhatikan contoh reaksi
sederhana berikut
Reaksi: P Q
Laju reaksi, = − ∆[ ] atau = + ∆[ ]
∆ ∆
Keterangan:
Ika Rohmatika Putri | 8
− ∆[ ] : laju pengurangan konsentrasi P tiap satuan waktu
∆
+ ∆[ ] : laju penambahan konsentrasi Q tiap satuan waktu
∆
Ketika reaksi berlangsung terjadi pengurangan konsentrasi pereaksi P dan
peningkatan konsentrasi produk reaksi Q. Persamaan laju reaksi menyatakan hubungan
antara laju reaksi dengan konsentrasi dari pereaksi dipangkatkan bilangan tertentu.
Untuk reaksi: pA + qB rC + sD
Persamaan laju reaksi, = [A] [ ]
Keterangan, k: tetetan laju reaksi,
x: orde reaksi terhadap A,
y: orde reaksi terhadap B
Orde reaksi menyatakan besarnya pengaruh konsentrasi pereaksi pada laju
reaksi. Orde persamaan laju reaksi hanya dapat ditentukan secara eksperimen dan tidak
dapat diturunkan dari koefisien persamaan reaksi.
Contoh persamaan laju reaksi berdasarkan hasil eksperimen
1. Reaksi kimia H2(g) + Cl2(g) 2HCl(g)
[H2](M) [Cl2](M) Laju Reaksi (M/s)
0,10 0,05 0,02
0,30 0,05 0,18
0,10 0,20 0,32
Hasil eksperimen orde reaksi H2: 2, orde reaksi Cl2: 2
Persamaan laju reaksi = [H2]2[ 2]2
2. Reaksi kimia Br2(g) +2NO(g) 2NOBr(g)
[Br2](M) [ ](M) Laju Reaksi (M/s)
0,1 0,1 12
0,2 0,1 24
0,1 0,2 48
Ika Rohmatika Putri | 9
Hasil eksperimen orde reaksi Br2 : 1, orde reaksi NO : 2
Persamaan laju reaksi = [Br2][ ]2
Orde reaksi dapat diketahui dari suatu persamaan laju reaksi. Misalnya pada
reaksi H2(g) + I2(g) 2HI(g) dengan persamaan laju reaksi = [H2][I2], orde
reaksi terhadap H2 = orde satu, dan orde reaksi terhadap I2 = orde satu, sehingga orde
reaksi totalnya adalah dua. Agar dapat memahami cara menentukan orde reaksi, coba
perhatikan contoh soal berikut.
Contoh soal
Di lingkungan kita hidup, banyak ditemuan gas-gas yang berbahaya salah satunya
adalah gas NO2
Gambar 1. Pencemaran Udara Dapat membaca suatu tabel
merupakan salah salah satu
Reaksi pembentuan gas NO2 adalah indikator literasi numerasi.
Misalnya laju reaksi tercepat
2 ( ) + 2( ) 2 2( ) diperoleh dari percobaan ke
tiga yaitu dengan konsentarsi
gas NO sebesar 0,2M; dan
konsentrasi gas 2 adalah
0,2M.
Ingin tahu lebih dalam
mengenai literasi numerasi?
Simak video berikut ini:
https://www.youtube.com/
watch?v=-TNa3BMbnCY
Ika Rohmatika Putri | 10
Diketahui dari hasil percobaan sebagai berikut:
Percobaan [ ]M [ 2]M Laju reaksi (M/dt)
1 0,1 0,1 2
2 0,2 0,1 4
3 0,2 0,2 16
Coba tentukan orde reaksi [ ], orde reaksi [ 2] dan persamaan laju reaksinya
Jawab:
Dimisalkan persamaan laju reaksi = [NO] [ 2]
a. Menentuka orde NO (nilai x) digunakan data no 1 dan 2 (data dimana [ 2] tetap)
2 = {[NO] }2 {[ 2 ] }2
1 {[NO] }1 {[ 2 ] }1
4 (0,2) (0,1)
2 = (0,1) (0,1)
2 = 2
= 1
b. Menentuka orde 2 (nilai x) digunakan data no 2 dan 3 (data dimana [NO] tetap)
3 = {[NO] }3 {[ 2 ] }3
2 {[NO] }2 {[ 2 ] }2
16 (0,2) (0,2)
4 = (0,2) (0,1)
4 = 2
= 2
Orde total reaksi adalah 1+2=3
c. Persamaan laju reaksinya adalah = [NO]1[ 2]2 ditulis = [NO][ 2]2
Ika Rohmatika Putri | 11
Dalam literasi numerasi kita juga dapat membuat suatu data menjadi sebuah grafik maupun
diagram. Misalnya data laju reaksi pada tabel berikut:
Percobaan [ ]M [ ]M Laju reaksi (M/dt)
1 0,1 0,1 2
2 0,2 0,1 4
3 0,2 0,2 16
Coba perhatikan grafik di bawah ini
Grafik Laju Reaksi
20
15
10
5
0
Percobaan Percobaan Percobaan
123
Laju Reaksi antara NO dan O2
Selain grafik, data tersebut dapat dibuat menjadi diagram batang seperti dibawah ini
Laju Reaksi
20
15
10
5
0
Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
Laju Reaksi antara NO dan O2
Selain menggunakan data eksperimen, orde reaksi juga dapat ditentukan melalui
kecenderungan dari suatu percobaan yang digambarkan melalui grafik. Beriut ini
penjelasan mengenai kecenderungan orde reaksi melalui grafik
1. Grafik Orde Nol
Reaksi dinyatakan berorde nol apabila laju reaksi tidak
dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi. Persamaan laju
reaksinya adalah:
= [X]0
Gambar 2. Grafik Orde Nol
Ika Rohmatika Putri | 12
Bilangan apabila dipangkatkan nol sama dengan satu. Jadi persamaan laju reaksinya
dapat ditulis: = . Untuk grafik reaksi berorde nol dapat dilihat pada gambar di
atas.
2. Grafik Orde Satu
Reaksi dinyatakan berorde satu apabila laju reaksi
berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksinya.
Misalnya, ketika konsentrasi pereaksi dinaikkan 2x,
maka laju reaksi akan menjadi 2 kali lebih besar.
Untuk persamaan laju reaksinya ditulis:
Gambar 3 Grafik Orde Satu = [X]1
Untuk grafik reaksi berorde satu dapat dilihat pada gambar di atas.
3. Grafik Orde Dua
Persamaan reaksi untuk orde dua adalah:
= [X]2
Reaksi dinyatakan berorde dua apabila laju reaksi
merupakan pangkat dua dari konsentrasi pereaksinya.
Gambar 4 Grafik Orde Dua Apabila konsentrasi zat X dinaikkan 2 kali, maka laju
reaksi akan menjadi 22 atau 4 kali lebih besar.
Grafiknya dapat dilihat pada gambar di samping.
Ayo Berlatih
1. Jelaskan maksud dari literasi numerasi!
2. Jelaskan yang dimaksud dengan orde reaksi dan bagaimana cara menentukan
orde reaksi total?
3. Reaksi gas nitrogen oksida dengan gas klor bereaksi pada suhu 300K,
berdasarkan reaksi berikut:
2 ( ) + 2( ) 2 ( )
Laju pembentukan didapatkan data sebagai berikut:
Ika Rohmatika Putri | 13
Percobaan [ 2]M [ ]M Laju
Pembentukan
1 0,10 0,10 (M/dt)
2 0,10 0,20
3 0,10 0,30 0,0001
4 0,20 0,10 0,0004
5 0,30 0,10 0,0009
Tentukanlah 0,0002
a. Orde reaksi 0,0003
b. Persamaan laju reaksi
c. Tetapan laju reaksi
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Laju reaksi dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:
(a) Konsentrasi
Gambar 5. Proses Pelunakan Daging Menggunakan Daun Papaya dan Nanas
Pernahkah kalian melihat sebelum memasak daging, daging dibungkus dengan
daun papaya? Atau pernahkah kalian melihat daging direndam dengan buah nanas yg
sudah dihaluskan? Mengapa hal itu dilakukan?
Getah papaya dan buah nanas merupakan salah satu penghasil enzim papain.
Enzim papain merupakan enzim proteolitik yang dapat membuat daging menjadi lunak
atau empuk karena dapat memecah atau menghancurkan rantai protein serabut otot dan
tenunan pengikat daging. Enzim papain pada getah papaya dan buah nanas memiliki
konsentrasi tertentu, apabila papaya dan nanas diencerkan maka akan mengurangi
Ika Rohmatika Putri | 14
konsentrasi enzim papain pada keduanya. Semakin banyak konsentrasi ezim papain
pada getah papaya atau buah nanas yang digunakan, maka daging akan semakin cepat
lunak.
Konsentrasi merupakan banyaknya partikel yang terdapat pada per satuan
volum. Dengan demikian semakin tinggi konsentrasinya maka akan semakin banyak
partikelnya. Semakin tinggi konsentrasi, semakin besar pula kemungkinan terjadinya
tumbukan antar partikel, sehingga semakin tinggi pula laju reaksinya. Agar lebih jelas
kalian perhatikan gambar berikut!
(a) (b)
Gambar 6 Reaktan dengan Konsentrasi yang Berbeda
Gambar (a) menunjukan konsentrasi yang lebih rendah dibanding (b). Pada gambar (b)
menghasilkan tumbukan lebih banyak dibandingkan dengan gambar (a). Dengan
demikian laju reaksi pada (b) akan lebih tinggi dibanding reaksi yang terjadi pada (a).
Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi tentu mengandung partikel-partikel
yang lebih rapat dibandingkan dengan konsentrasi larutan rendah. Larutan dengan
konsentrasi tinggi merupakan larutan pekat dan larutan dengan konsentrasi rendah
merupakan larutan encer. Semakin tinggi konsentrasi berarti semakin banyak partikel-
partikel dalam setiap satuan volume ruangan, dengan demikian tumbukan antar partikel
semakin sering terjadi, semakin banyak tumbukan yang terjadi berarti kemungkinan
untuk menghasilkan tumbukan efektif semakin besar, sehingga reaksi berlangsung lebih
cepat.
Ika Rohmatika Putri | 15
(b) Luas Permukaan
Gambar 7 Proses Pemanggangan Sate
Pada reaksi yang reaktannya terdapat dalam fasa padat, laju reaksi dipengaruhi
oleh luas permukaan. Pernahkah kalian memperhatikan sate yang sedang dipanggang?
Mengapa daging dipotong dengan ukuran kecil? Mengapa tidak berupa daging dengan
uuran besar? Tujuannya agar sate tersebut lebih cepat matang.
Pada benda padat dengan masa yang sama, semakin kecil ukuran suatu materi,
maka mengandung arti memperluas permukaan sentuh materi tersebut. Bayangkan jika
kalian mempunyai benda berbentuk kubus dengan ukuran rusuk panjang, lebar, dan
tinggi sama, yaitu 1 cm. Berapa luas permukaan kubus tersebut? Secara matematika
dapat dihitung bahwa luas permukaan kubus sebesar 6 kali luas sisinya. Karena kubus
mempunyai 6 sisi yang sama, maka jumlah luas permukaannya adalah 6 × 1 cm2 = 6
cm2. Sekarang jika kubus tersebut dipotong sehingga menjadi 8 buah kubus yang sama
besar, maka keempat kubus akan mempunyai panjang, lebar, dan tinggi masing-masing
0,5 cm. Luas permukaan untuk sebuah kubus menjadi 6 × 0,5 cm × 0,5 cm = 1,5 cm2.
Jumlah luas permukaan kubus menjadi 8 × 1,5 cm2 = 12 cm2. Jadi, dengan memperkecil
ukuran kubus, maka total luas permukaan menjadi semakin banyak.
Jika ukuran partikel suatu benda semakin kecil, maka akan semakin banyak
jumlah total permukaan benda tersebut. Dengan menggunakan teori tumbukan dapat
dijelaskan bahwa semakin luas permukaan bidang sentuh zat padat semakin banyak
tempat terjadinya tumbukan antar partikel zat yang bereaksi sehingga laju reaksinya
makin cepat.
Ika Rohmatika Putri | 16
(c) Suhu
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyimpan makanan di lemari es.
Mengapa demikian? makanan akan
lebih tahan lama, apabila disimpan
dalam lemari es. Suhu rendah pada
lemari es dapat membuat reaksi pada
makanan (pembusukan) akan berjalan
lebih lambat.
Setiap partikel selalu bergerak.
menaikan temperatur menjadikan
energi gerak atau energi kinetik partikel
Gambar 8 Almari Pendingin dan Isinya bertambah, sehingga tumbukan akan
lebih sering terjadi. Pada frekuensi
tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan efektif yang
mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar. Begitu pula sebaliknya, apabila suhu
diturunkan maka gerakan partikel akan lebih lambat. Energi kinetik dari pertikel akan
lebih kecil, sehingga semakin kecil pula kemungkinan tumbukan yang akan
menghasilkan tumbukan efektif. Dengan menurunnnya kemungkinan tumbukan efektif
tentu saja akan berakibat menurun pula laju reaksinya.
Silahkan perhatikan gambar berikut!
Gambar 9 Perbandingan Gerak Partikel pada Suhu Tinggi dan Rendah
Suhu atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat. Zat-
zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan
tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui energi
aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi potensial
sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi.
Ika Rohmatika Putri | 17
Setiap partikel dalam keadaan selalu bergerak. Dengan menaikkan temperatur,
maka kecepatan gerak partikel menjadi lebih tinggi, dengan demikian energi gerak atau
energi kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Dengan
frekuensi tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan
efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar.
(d) Katalis
Katalis adalah zat yang dapat mempengaruhi laju reaksi. Katalis adalah suatu zat
yang dapat mempengaruhi laju reaksi, tanpa dirinya mengalami perubahan yang kekal.
Suatu katalis mungkin dapat terlibat dalam proses reaksi atau mengalami perubahan
selama reaksi berlangsung, tetapi setelah reaksi itu selesai maka katalis akan diperoleh
kembali dalam jumlah yang sama. Apabila katalis tersebut dapat mempercepat laju
reaksi maka dikenal dengan istilah katalisator, namun apabila katalis tersebut
memperlambat laju suatu reaksi maka disebut inhibitor atau katalis negatif. Hanya saja
secara umum istilah katalis digunakan untuk zat yang dapat mempercepat reaksi.
Berdasar wujud atau fasanya, katalis dibedakan menjadi katalis homogen dan
katalis heterogen. Disebut katalis homogen apabila wujud atau fasa katalis tersebut
sama dengan fasa zat pereaksinya, begitu pula sebaliknya, apabila fasa katalis berbeda
dengan fasa zat pereaksinya maka disebut katalis heterogen. Contohnya misalnya pada
reaksi pembentukan gas SO3, pada reaksi tersebut dapat digunakan gas NO dan gas
NO2, maka gas NO dan gas NO2 tersebut disebut katalis homogen, karena fasa atau
wujudnya sama, yaitu sama-sama gas.
Katalis dapat mempercepat laju reaksi karena katalis menyediakan alternatif
jalur reaksi dengan energi aktivasi yang lebih rendah dibanding jalur reaksi tanpa katalis
sehingga reaksinya menjadi semakin cepat. Perhatikan grafik berikut!
Ika Rohmatika Putri | 18
Gambar 10 Perbandingan Besarnya Energi Potensial Reaksi Tanpa dan dengan Katalis
Dengan rendahnya energi aktivasi pada reaksi yang menggunakan katalis di banding
reaksi yang tanpa katalis, maka reaksi tersebut akan memiliki laju reaksi lebih cepat.
TAHUKAH KALIAN
Aspek Etno-STEM pada Produksi Tape
Konteks Etnosains Konteks Teknologi
1. Produksi tape memanfaatan ragi Pemanfaatan internet untuk dapat
dalam melakukan fermentasi membuat inovasi dari produksi tape
2. Ragi tape berperan dalam
menghasilkan alkohol pada tape
Konteks Engineering Konteks Matematika
Pemanfaatan internet untuk dapat Perhitungan laju reaksi dalam fermentasi
membuat inovasi dari produksi tape tape
Bisa membuat tape singkong?
Simak video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=N3_AiHIpf14
Renungkan
1. Perlu waktu dua hari untuk memperoleh tape singkong siap makan, apa
kaitannya dengan laju reaksi?
2. Pada proses pembuatan teh kombucha, bibir toples di tutup kain, apa kaitannya
dengan laju reaksi?
Ika Rohmatika Putri | 19
Mari buktikan
“Ragi merupakan katalis yang dapat mempercepat laju pembuatan tape dan teh
kombucha”
Buatlah kelompok 5-6 orang
Pilihlah topik tape atau teh kombucha
Gambar 11 Teh Kombucha Gambar 12 Tape Singkong
Carilah sumber referensi pembuatan tape singkong atau teh kombucha, dan diskusikan
prosedur pembuatannya
Lakukanlah percobaan di rumah
Pertanyaan dan tugas
1. Tuliskan reaksi yang terjadi!
2. Bagaimana pengaruh ragi pada pembuatan tape/teh kombucha?
3. Buatlah laporan hasil percobaaan dengan format judul, tujuan, alat, bahan, cara
kerja, data pengamatan, pembahasan dan kesimpulan kemudian presentasikan di
depan kelas!
Data Pengamatan Teh Kombucha
Konsentrasi
No Variasi Konsentrasi Suhu Waktu Hasil Pengamatan
Fermentasi
Scoby 25℃
1 1 cm2 25℃ 7 hari
2 4 cm2 25℃ 7 hari
3 9 cm2 7 hari
Luas Permukaan
Ika Rohmatika Putri | 20
No Variasi Luas Suhu Konsentrasi Hasil Pengamatan
Permukaan Scoby scoby Hasil Pengamatan
25℃ 9 cm2
1 Tetap 25℃ 9 cm2
2 Dipotong menjadi 2
25℃ 9 cm2
bagian
3 Dipotong menjadi 3 Konsentrasi
Scoby
bagian 9 cm2
Suhu 9 cm2
No Variasi Suhu Luas Permukaan
1 15℃ Scoby
2 25℃ 9 cm2
9 cm2
Data Pengamatan Tape Singkong
Konsentrasi
No Variasi Konsentrasi Suhu Luas Permukaan Hasil Pengamatan
Ragi (Panjang Singkong)
25℃
1 ¼ butir ragi 25℃ 7 cm
2 ½ butir ragi 25℃ 7 cm
3 1 butir ragi 7 cm
Luas Permukaan
No Variasi Luas Suhu Konsentrasi Hasil Pengamatan
Permukaan (Panjang Hasil Pengamatan
Singkong) 25℃ ¼ butir ragi
25℃ ¼ butir ragi
1 25 cm 25℃ ¼ butir ragi
2 15 cm
3 7 cm Konsentrasi
Suhu
¼ butir ragi
No Variasi Luas Permukaan ¼ butir ragi
Suhu (Panjang Singkong)
1 15℃ 7 cm
2 25℃ 7 cm
LAPORAN PRAKTIKUM
Agar format laporan akhir tiap kelompok seragam, maka dibuat format laporan praktikum
sebagai berikut
Ika Rohmatika Putri | 21
LAPORAN PRAKTIKUM
Kelompok :
Nama / Absen :
Kelas :
A. TUJUAN PRAKTIKUM
Jelaskan tujuan saudara melakukan praktikum.
B. DASAR TEORITIS
Uraikan secara singkat mengenai teori yang melandasi praktikum dan menyebuutkan
sumber pustakanya.
C. ALAT DAN BAHAN
Sebutkan alat dan bahan yang butuhkan dalam praktikum
D. CARA KERJA
Sajikan cara kerja dalam bentuk deskripsi singkat dan jelas.
E. DATA PENGAMATAN
Sajikan data hasil pengamatan yang diperoleh dari praktikum.
F. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Bahaslah hasil percobaan yang mengacu pada teori yang sudah dijelaskan dalam dasar
teoritis dan tujuan praktikum.
G. SIMPULAN
Buatlah simpulan mengenai praktikum yang mengacu padatujuan praktikum, landasan
teoritis, dan pembahasan
H. DAFTAR PUSTAKA
Tulisalah sumber refrensi yang saudara kutip.
Kendal, tanggal-bulan-2022
C. Teori Tumbukan
Pada pembelajaran laju reaksi dikenal suatu pendekatan untuk menjelaskan
tentang laju reaksi yaitu teori tumbukan. Pendekatan ini digunakan untuk
mempermudah logika berfikir kritis dan logis serta untuk menjelaskan secara ilmiah
tentang laju reaksi. Teori ini menyatakan bahwa partikel-partikel reaktan atau pereaksi
harus saling bertumbukan terlebih dahulu sebelum terjadinya reaksi. Tumbukan antar
partikel reaktan yang berhasil menghasilkan reaksi disebut tumbukan efektif, sedangkan
tumbukan yang tidak menghasilkan reaksi disebut tumbukan tidak efektif. Tidak semua
tumbukan dapat menghasilkan tumbukan efektif. Energi minimum yang harus dimiliki
oleh partikel reaktan untuk bertumbukan efektif disebut energi aktivasi (Ea). Untuk
lebih jelasnya perhatikan ilustrasi di bawah ini!
Ika Rohmatika Putri | 22
Gambar 13 Tumbukan Tidak Efektif dan Tumbukan Efektif
Pada ilustrasi (a), AA dan BB bertumbukan, akan tetapi dari tumbukan tersebut
tidak menghasilkan zat baru, hal tersebut berarti tumbukan tersebut tidak menghasilkan
reaksi kimia. Berbeda dengan ilustrasi (a), pada ilustrasi (b) tumbukan antara AA dan
BB dapat menghasilkan zat baru berupa 2 buah AB. Hal tersebut berarti tumbukan pada
ilustrasi (b) menyebabkan terjadinya reaksi. Tumbukan pada ilustrasi (b) inilah yang
dikenal dengan istilah tumbukan efektif. Semoga penjelasan pada modul ini dapat
kalian pahami dengan baik.
D. Penerapan Katalis dalam Makhluk Hidup dan Industri
Mengapa makanan yang kita makan harus dikunyah dulu? Dengan mengunyah,
bentuk makanan menjadi halus dan luas permukaan lebih besar dibandingkan dengan
semula, sehingga makanan mudah dicerna. Selain pengaruh luas permukaan,
pencernaan makanan dibantu oleh enzim. Enzim dikenal sebagai katalis di dalam
makhluk hidup yang disebut biokatalis. Kerja katalis enzim sangat spesifik, biasanya
enzim hanya dapat mengkatalis satu reaksi tertentu. Misalnya, enzim sakarose hanya
dapat mengkatalisis reaksi hidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim
amilase mengkatalisis pemecahan amilum. Penggunaan katalis dalam industri sangat
penting, berkaitan dengan keperluan produk yang banyak, misalnya pada industri asam
sulfat dan amoniak sebagai bahan pembuat pupuk. Pada reaksi pembuatan amonia
digunakan katalis heterogen serbuk besi. Atom-atom besi akan menyerap molekul-
molekul gas pada permukaannya, sehingga reaksi lebih mudah terjadi, karena
reaksinya terjadi pada permukaan besi dan tidak di udara.
Ika Rohmatika Putri | 23
TAHUKAH KALIAN?
Aspek Etno-STEM pada Pembuatan Teh Kombucha
Konteks Etnosains Konteks Teknologi
Pembuatan teh kombucha memerlukan Penggunaan gawai dalam mencari
scoby/ragi untuk proses fermenntasi sumber refrensi terkait fermentasi pada
pembuatan teh kombucha dan
Scoby (Symbiotic Culture Of Bacteria hubungannya dengan laju reaksi
and Yeast) merupakan metabolit
sekunder dari fermentasi kombucha
yang membentuk struktur selulosa
Konteks Engineering Konteks Matematika
Pemanfaatan internet untuk dapat Perhitungan laju reaksi dalam
membuat inovasi dari pembuatan teh fermentasi teh kombucha
kombucha
Bisa membuat teh kombucha?
Simak video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=8sfBQmhXPLE
Ika Rohmatika Putri | 24
Evaluasi Diri
1. Pada fermentasi teh kombucha, dihasilkan teh dengan rasa yang asam. Hal ini terjadi
karena terjadi peristiwa tumbukan efektif. Coba perhatikan pernyataan berikut:
1) Melampaui energi aktifasi
2) Tidak menghasilkan produk
3) Dapat menghasilkan produk
4) Ikatan antar partikel tidak dapat terputus
Pernyataan yang sesuai dengan tumbukan efektif adalah
A. 2 dan 3
B. 2 dan 4
C. 1 dan 2
D. 1 dan 3
E. 1 dan 4
2. Bela ingin belanja ke pasar menggunakan angkutan umum. Ketika sedang menunggu
angkutan di samping jalan, Bela melihat banyak kepulan asap berasal dari kendaraan
yang berlalu lalang. Pada kendaraan tersebut terdapat salah satu reaksi yaitu
2( ) + ( ) 2 ( ) + 2( )
Tentukan orde reaksi 2, jika diketahui data percobaan laju reaksi seperti pada tabel.
Percobaan [ 2]M [ ]M Laju reaksi (M/s)
1 0,1 0,1 0,005
2 0,4 0,1 0,080
3 0,1 0,2 0,005
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
E. ½
3. Daging sebelum dimasak biasanya dicampur dengan papaya atau nanas. Hal tersebut
karena di dalam getah papaya dan nanas mengandung enzim papain. Enzim papain
memiliki fungsi sebagai pemecah protein. Semakin banyak enzim papain yang
digunakan untuk marinasi maka semakin cepat proses pelunakan daging. Hal ini sesuai
dengan faktor yang mempengaruhi laju reaksi yaitu
A. Luas permukaan
B. Konsentrasi
C. Katalis
D. Suhu
E. Tekanan
4. Suatu hari Andi ingin membeli mie ayam lengkap dengan minumannya yaitu segelas
es teh. Ia mengamati penjual mie ayam tersebut ketika melayaninya. Pada saat membuat
es teh, gula dimasukkan pada gelas setelah diberi es, sehingga gula sangat sukar larut
dalam teh. Di lain hari, Ia membeli es teh di tempat yang lain dan mengamatinya
kembali. Di tempat kedua, gula dimasukkan pada teh yang hangat lalu di aduk,
kemudian ditambahkan es. Hasilnya gula larut dengan cepat. Simpulan yang tepat
berdasarkan kejadian tersebut adalah...
A. Semakin tinggi suhu kecepatan reaksi menurun
B. Semakin rendah suhu kecepatan reaksi meningkat
C. Semakin tinggi suhu kecepatan reaksi meningkat
D. Suhu tidak mempengaruhi kecepatan reaksi
Ika Rohmatika Putri | 25
E. Jawaban A dan B benar
5. Pada berat singkong yang sama dalam proses pembuatan tape singkong, coba
perhatikan pernyataan di bawah ini
(1) Fermentasi singkong dengan ragi 1 g akan berlangsung lebih lambat dibandingkan
dengan ragi 2 g
(2) Fermentasi singkong dengan ragi 2 g akan berlangsung lebih lambat dibandingkan
dengan ragi 1 g
(3) Fermentasi singkong dengan ragi 2 g (serbuk) akan berlangsung lebih lambat
dibandingkan ragi 2 g (kerikil)
(4) Fermentasi singkong dengan ragi 2 g (kerikil) akan berlangsung lebih lambat
dibandingkan ragi 2 g (serbuk)
Berdasarkan pernyataan di atas, pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 1 dan 4
E. 4 dan 5
6. Perhatikan kurva laju reaksi antara NO dan O2 berikut ini
Grafik Laju Reaksi
20 Percobaan 2 Percobaan 3
15
10
5
0
Percobaan 1
Laju Reaksi antara NO dan O2
Pernyataan yang tidak tepat berdasarkan kurva di atas adalah
A. Reaksi antara NO dan O2
B. Reaksi antara O2 dan NO
C. Laju reaksi untuk percobaan ke-1 adalah 2 M/s
D. Laju reaksi untuk percobaan ke-2 adalah 4 M/s
E. Laju reaksi untuk percobaan ke-3 adalah 18 M/s
Untuk sola no 7 dan 8
Reaksi pembentuan gas NO2 adalah
2 ( ) + 2( ) 2 2( )
Diketahui dari hasil percobaan sebagai berikut:
Percobaan [ ]M [ 2]M Laju reaksi (M/dt)
2
1 0,1 0,1 4
16
2 0,2 0,1
3 0,2 0,2
7. Tentuksn orde reaksi totalnya
A. 5
B. 4
C. 3
Ika Rohmatika Putri | 26
D. 2
E. 1
8. Tentukan persamaan laju reaksinya
A. = [NO][ 2]2
B. = [ ]2[ 2]
C. = [NO][ 2]
D. = [ ]2[ 2]2
E. = [NO]
9. Ragi dibutuhkan dalam pembuatan tape singkong, semakin banyak ragi yang
ditambahkan maka semakin cepat proses fermentasi berlangsung. Pernyataan ini sesuai
dengan faktor yang mempengaruhi laju reksi yaitu
A. Luas permukaan
B. Konsentrasi
C. Suhu
D. Katalis
E. Tekanan
10. Suatu reaksi kimia yang berlangsung pada suhu 20℃ memerlukan waktu 24 detik.
Setiap kenaikan suhu 10℃, reaksi adan berjalan 2 kali lebih cepat dari semula.
Berapakah waktu yang diperlukan jika suhu dinaikkan menjadi 50℃....
A. 21 detik
B. 15 detik
C. 10 detik
D. 5 detik
E. 3 detik
11. Ke dalam ruang yang volumenya 2 liter dimasukkan 5 mol gas HI yang kemudian
terurai menjadi gas H2 dan I2. Setelah 10 detik, dalam ruangan tersebut terdapat 2 mol
gas I2. Analisislah laju reaksi pembentukan gas I2 dan laju reaksi penguraian gas HI
berturut-turut adalah
A. 0,10M/s dan 0,20M/s
B. 0,05M/s dan 0,20M/s
C. 0,10M/s dan 0,10M/s
D. 0,10M/s dan 0,05M/s
E. 0,05M/s dan 0,10M/s
12. Rita sedang belajar memasak nasi, lontong, opor ayam dan sayur lodeh. Waktu yang
dibutuhkan untuk memasak masing-masing komponen berbeda–beda. Nasi matang
setelah 1 jam, lontong matang setelah 5 jam, opor ayam matang setelah 50 menit dan
sayur lodeh matang setelah 35 menit setelah api dinyalakan. Dari keterangan tersebut
pilihlah diagram batang yang benar
Waktu Memasak Makanan
300 Lontong Opor Ayam Sayur Lodeh
250
200
150
100
50
0
Nasi
Waktu (menit)
A.
Ika Rohmatika Putri | 27
Waktu Memasak Makanan
350 Nasi Lontong Opor Ayam Sayur Lodeh
300
250 Waktu (menit)
200
150 Waktu Memasak Makanan
100
Nasi Lontong Opor Ayam Sayur Lodeh
50
0 Waktu (menit)
B. Waktu Memasak Makanan
350 Nasi Lontong Opor Ayam Sayur Lodeh
300
250 Waktu (menit)
200
150 Waktu Memasak Makanan
100
Nasi Lontong Opor Ayam Sayur Lodeh
50
0 Waktu (menit)
C.
350
300
250
200
150
100
50
0
D.
350
300
250
200
150
100
50
0
E.
Ika Rohmatika Putri | 28
13. Perhatikan gambar pembuatan teh kombucha berikut:
Percobaan (1) Percobaan (2) Percobaan (3)
Volume teh awal: 10 Ml
Volume teh awal: 10 Ml Volume teh awal: 10 Ml Luas permukaan scoby: 46
cm
Luas permukaan scoby: 12 Luas permukaan scoby: 30
cm2 cm
Dari data di atas, faktor yang mempengaruhi laju reaksi pembuatan teh kombucha
adalah...
A. Luas permukaan
B. Konsentrasi
C. Katalis
D. Suhu
E. Tekanan
14. Pada proses pembuatan tape singkong, singkong dipotong kecil dengan panjang
singkong sebesar ±7 cm untuk mempercepat proses perebusan singkong. Pernyataan ini
sesuai dengan faktor yang mempengaruhi laju reksi yaitu
A. Luas permukaan
B. Konsentrasi
C. Katalis
D. Suhu
E. Tekanan
15. Pada pembuatan tape singkong, singkong yang memiliki panjang yang sama, yaitu 10
cm dapat matang dalam waktu berbeda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh besar api yang
digunakan untuk merebus. Pernyataan yang paling sesuai dengan pernyataan tersebuat
adalah
A. Semakin besar luas permukaan singkong, maka semakin cepat laju reaksinya
B. Semakin besar suhu, maka semakin cepat laju reaksinya
C. Semakin besar konsentrasi, maka semakin cepat laju reaksinya
D. Semakin kecil luas permukaan singkong, semakin cepat laju reaksinya
E. Semakin kecil konsentarsi maka semakin cepat laju reaksinya
16. Penggunaan ragi dalam proses pembuatan roti dapat mempengaruhi proses percepatan
pembentukan adonan kue yang kalis dan mengembang. Fungsi ragi berdasarkan
fenomena diatas adalah
A. Luas permukaan
B. Suhu
C. Waktu
D. Katalis
E. Konsentrasi
17. Katalis dapat berfungsi diberbagai industri. Salah satunya adalah industri makanan.
Seperti:
(1) Ragi pada produksi tape singong
(2) Gula dalam pembuatan tape singkong
(3) Buah papaya pada pelunakan daging
(4) Getah papaya pada pelunakan daging
(5) Scoby pada produksi teh kombucha
Ika Rohmatika Putri | 29
Pernyataan yang kurang tepat terdapat pada nomor
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
18. Perhatikan pernyataan berikut:
1) Dalam pembuatan kertas, bahan baku pembuat kertas digerus terlebih dahulu
untuk membuat bubur kertas
2) Pada proses pembuatan roti, adonan akan ditambahkan ragi agar adonan
mengembang
3) Bila kita memasak kacang hijau dengan api besar akan lebih cepat dibandingkan
api kecil
4) Bahan baku hasil tambang dihaluskan agar dapat mempercepat pengolahan
selanjutnya.
5) Kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar akan dipotong kecil sebelum
digunakan akan lebih mudah terbakar
Yang merupakan contoh faktor yang mempengaruhi laju berupa luas permukaan sentuh
adalah
A. 1, 2 dan 4
B. 1, 3 dan 5
C. 1, 4 dan 5
D. 2, 3 dan 5
E. 2, 4 dan 5
19. Perhatikan pernyataan berikut
1) Suhu, semakin tinggi suhu semakin cepat reaksi terjadi karena energi kinetiknya
bertambah melebihi energi aktivasi .
2) Suhu, semakin rendah suhu semakin cepat reaksi terjadi karena energi kinetiknya
bertambah melebihi energi aktivasi .
3) Konsentrasi, semakin besar konsentrasi, semakin cepat terjadi reaksi karena
semakin banyak molekul-molekul bertumbukan (berinteraksi)
4) Konsentrasi, semakin kecil konsentrasi, semakin cepat terjadi reaksi karena
semakin banyak molekul-molekul bertumbukan (berinteraksi)
5) Katalis, berfungsi mempercepat terjadinya reaksi karena katalis dapat menurunkan
energi aktivasi.
Pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor
A. 1, 2 dan 3
B. 1, 3 dan 5
C. 2, 3 dan 5
D. 2, 3 dan 4
E. 3, 4 dan 5
Ika Rohmatika Putri | 30
20. Perhatikan percobaan berikut! Suhu awal Waktu reaksi
No Konsentrasi HI Ukuran partikel (℃) (menit)
(volume 25 Ml) pualam (3 gram)
25 20
(1) 0,25 M Kerikil 25 10
(2) 0,5 M Kerikil 25 5
(3) 0,75 M Kerikil 25 25
(4) 0,1 M Kerikil 25 23
(5) 0,2 M Kerikil
Perubahan laju reaksi pada percobaan diatas dipengaruhi oleh...
A. Konsentrasi
B. Suhu
C. Waktu
D. Luas permukaan
E. Katalis
Ika Rohmatika Putri | 31
DAFTAR PUSTAKA
Fianto, F. (2018). literasi Numerasi dalam Pengembangan Klub STEAM dan Wirausaha di
Sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kalsum, Siti., Poppy K. D., Masmiani., & Hasmiati Syahrul. (2009). Kimia 2 SMA dan MA
Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Premono, Shidiq., Anis Wardani, Nur Hidayati. (2009). Kimia SMA/MA Kelas XI. Jakarta:
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Ika Rohmatika Putri | 32