SISTEM PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA Tugas Kelompok
Anggota : AHMAD RISKY FIRDIANSYAH (08) ACHMAD FAREL UBEIDILLAH (02) ARAKA RIZKIN HARDIYANTO (15) AZHRYL SINDU PRAWOKO (18) ACHMAD SYARIFUL WAFA (04) BAYU DWI PRASETYO (21) DAFA ALFA RENO (23)
Pendahuluan Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Demos” dan “Kratos” . Demos bermakna rakyat atau khalayak, sementara Kratos bermakna pemerintahaan. Demokrasi adalah bentuk sistem pemerintahan di mana kekuasaan politik dipegang oleh rakyat atau warga negara secara langsung atau melalui perwakilan yang mereka pilih. Demokrasi memiliki BEBERAPA fungsi dan peran, diantaranya: 1. Mewujudkan kedaulatan rakyat 2. Menjamin hak asasi manusia 3. Mendorong akuntabilitas pemerintah 4. Melindungi keanekaragaman dan pluralisme 5. Mendorong pembangunan ekonomi dan sosial 6. Menjaga stabilitas politik 7. Mendorong partisipasi masyarakat 8. Menjaga keseimbangan kekuasaan
Indonesia telah mengadopsi sistem demokrasi sebagai bentuk pemerintahannya sejak kemerdekaannya pada tahun 1945. Dalam kurun waktu tersebut, negara ini telah melalui beberapa periode berbeda dalam pelaksanaan demokrasinya, yang meliputi : 1. Periode 1945 - 1949 (Era Revolusi Kemerdekaan) 2. Periode 1949 - 1959 (Era LIBERAL) 3. Periode 1959 - 1966 (Era ORDE LAMA) 4. Periode 1966 - 1998 (Era Orde Baru) 5. Periode 1998 - Sekarang (Era Reformasi) Pendahuluan
1. ERA REVOLUSI KEMERDEKAAN 1945-1949
A. Konstitusi yang digunakan : UUD 1945 B. Sistem demokrasi yang digunakan : PresidensiAL C. Akuntabilitas : PERTANGGUNGJAWABAN PEJABAT TINGGI D. Pola rekruitmen politik : TINGGI, WALAUPUN BELUM MAKSIMAL E. Rotasi Kekuasaan : tidak pernah terjadi rotasi kekuasaan F. Pelaksanaan Pemilu : Tidak terjadi pemilu G. Pemenuhan hak-hak dasar : Terdapat beberapa kendala dalam pemenuhan hak-hak dasar karena situasi pasca-kemerdekaan yang belum stabil ANALISIS PERIODE
2. ERA LIBERAL 1949-1959
A. Konstitusi yang digunakan : 1944-1950 (UUD RIS), 1950-1959 (uuds 1950) B. Sistem demokrasi yang digunakan : Parlementer C. Akuntabilitas : sangat tinggi karena berfungsinya parlemen dansejumlah media massa sebagai alat kontrol sosial D. Pola rekruitmen politik : Kompetisi politik cukup aktif, tidak ada campur tangan pemerintah E. Rotasi Kekuasaan : terjadi pergantian kepemimpinan dan kabinet F. Pelaksanaan Pemilu : pemilu pertama diadakan tahun 1955 G. Pemenuhan hak-hak dasar : masyarakat merasa haknya tidak dikurangi sama sekali. ANALISIS PERIODE
3. ERA ORDE LAMA 1959-1966
A. Konstitusi yang digunakan : UUD 1945 B. Sistem demokrasi yang digunakan : demokrasi terpimpin C. Akuntabilitas : terbatas, karena adanya kendali pemerintah yang kuat D. Pola rekruitmen politik : didominasi partai politik yang tergabung dalam nasakom serta ada campur tangan pemerintah E. Rotasi Kekuasaan : kekuasaan lebih terpusat pada presiden dan pemerintahan F. Pelaksanaan Pemilu : Tidak dilaksanakan pemilu pada era ini G. Pemenuhan hak-hak dasar : terbatas, karena kendali politik yang kuat ANALISIS PERIODE
4. ERA ORDE BARU 1966-1998
A. Konstitusi yang digunakan : UUD NRI 1945 B. Sistem demokrasi yang digunakan : orde Baru C. Akuntabilitas : terbatas, oposisi dan kebebasan sipil dibatasi D. Pola rekruitmen politik : didominasi pemerintah orde baru dan golkar E. Rotasi Kekuasaan : terbatas, kekuasaan terpusat pada pemerintah orde Baru F. Pelaksanaan Pemilu : pemilu diatur dan diawasi ketat oleh pemerintah orde Baru. Pada Tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997 G. Pemenuhan hak-hak dasar : terbAtas, banyak pembatasan kebebasan sipil ANALISIS PERIODE
5. ERA REFORMASI 1998-Sekarang
A. Konstitusi yang digunakan : uud NRI 1945 B. Sistem demokrasi yang digunakan : demokrasi parlementer C. Akuntabilitas : lebih baik dibanding orde baru, tetapi masih ada tantangan D. Pola rekruitmen politik : lebih terbuka, buktinya banyak partai politik E. Rotasi Kekuasaan : merata dari pemerintah pusat hingga daerah F. Pelaksanaan Pemilu : pemilu lebih demokratis, pada tahun 1999, 2004, 2009, 2014, 2019, 2024 G. Pemenuhan hak-hak dasar : Hak-hak dasar rakyat terjamin, seperti mengemukakan pendapat, berkumpul, mendapatkan kehidupan layak, dll ANALISIS PERIODE
Kesimpulan Dalam perjalanan sistem pelaksanaan demokrasi di Indonesia, dari era revolusi kemerdekaan hingga era reformasi, terdapat evolusi yang signifikan. Mulai dari pendekatan demokrasi terpimpin hingga penerapan demokrasi multipartai, Indonesia telah mengalami perubahan besar. Meskipun menghadapi tantangan seperti otoritarianisme dan korupsi, perubahan menuju demokrasi yang lebih inklusif dan transparan dapat dilihat selama era reformasi. Meskipun demikian, tantangan berkelanjutan masih ada, dan upaya terus dilakukan untuk memperkuat fondasi demokrasi di Indonesia.
TERIMA KASIH