The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by j05stm21f504, 2022-09-03 06:02:30

E-FOLIO

E-FOLIO

E-FOLIO
PENDIDIKAN ISLAM

MOHAMAD AL-DANISH BIN ALVANI: J05STM21F507
MUSYIRI BIN MOHD MUSA: J05STM21F501

MUHAMMAD AFIQ BIN AB RAHMAN: J05STM21F511

NAMA PENSYARAH:NURUL HUDA BINTI ISMAK

Pengertian Tasawwur Islam

Istilah Tasawwur Islam adalah merupakan satu ungkapan
yang tidak asing lagi dalam penggunaan masyarakat Islam di
Malaysia. Tasawwur bermaksud suatu gambaran atau
tanggapan akal atau pemikiran seseorang terhadap sesuatu
perkara. Perkataan ini berasal dari kalimah Arab yang
memberi beberapa maksud;

i.Suatu tanggapan terhadap rupa sesuatu yang dapat
dikhayalkan.

ii.Cuba memberi gambaran terhadap sesuatu.

iii.Memberi gambaran yang sebenar terhadap sesuatu.

Tasawwur juga bererti menghasilkan rupa sesuatu dalam
akal. Pengertian kalimah Tasawwur berbeza-beza mengikut
disiplin ilmu yang tertentu. Tasawwur di sisi ahli falsafah
bermaksud suatu bentuk pemikiran yang tergambar dalam
akal manusia mengenai alam dan kehidupan. Ahli psikologi
pula berpendapat bahawa Tasawwur ialah menggambarkan

tentang suatu perkara di dalam akal tanpa melihat atau
berinteraksi dengannya.[1]

Terdapat percubaan untuk memelayukan istilah Tasawwur
Islam seperti menterjemahkannya kepada ' Pandangan Hidup
Islam' yang merupakan terjemahan istilah Inggeris iaitu
Islamic World-View. Walau bagaimanapun Prof. Dr. Harun
Din berpendapat adalah lebih baik istilah Tasawwur Islam
dikekalkan mengikut sebutan asal bahasa Arab yang
maksudnya lebih tepat.[2]

Tasawwur amat penting dalam kehidupan manusia kerana
sikap dan tindakan adalah lahir dari tasawwurnya terhadap
kehidupan ini. Tasawwur yang betul akan melahirkan
tindakan yang betul. Begitu juga jika sebaliknya. Perbezaan
tasawwur adalah berpunca daripada banyak aspek antaranya
ialah latarbelakang pendidikan yang mempengaruhi
penguasaan ilmu seseorang terhadap Islam.

Oleh yang demikian, Islam telah memberi perhatian yang
berat terhadap pendidikan. Ini adalah untuk memastikan
setiap insan mempunyai tasawwur dan pengetahuan yang
jelas terhadap hakikat kehidupan di atas muka bumi ini.

PENGERTIAN

1. ISLAM
- Berasal dr kata kerja “ salima “ ( ‫ ) سالم‬bermakna
Suci dr kecacatan zahir & batin
- dr istilah :- mentauhidkan Allah S.W.T tunduk &
patuh serta beriman dgn pengajaran2 agama
yg dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W
- Nama Islam adalah Ketetapan dr Allah S.W.T
- Keperluan utama utk menghayati Islam adalah dr
Rukun Islam yg 5

2. IMAN
- Harfiah :- percaya kpd Allah S.W.T.
juga ditakrifkan sbg org yg percaya ( mukmin )
- Perkataan :- Diambil dr kata kerja aamana ( ‫) أمن‬
yukminu ( ‫) یؤمن‬. Bereti percaya / membenarkan
- Takrif :- dr saidah Aisyah r.a “ Iman kepada Allah
itu mengakui dgn lisan & membenarkan dgn
hati & mengerjakan dgn anggota
- Keperluan utama utk menghayati Iman adalah dr
rukun Iman yg 6 perkara

3. IHSAN
- Tindakan seseorang melakukan sesuatu amalan /
kebaikan krn menyedari bahawa Allah sedang
memerhatikan gerak gerinya & dia hanya
mengharapkan balasan baik drpd Allah semata2

IHSAN TERBAHAGI KPD 2
a- Ihsan kpd Allah S.W.T
b- Ihsan kpd makhluk

INTISARI HUBUNGAN ANTARA IMAN, ISLAM & IHSAN
a- seseorang yg percaya & yakin dgn keesaan &
kekuasaan Allah S.W.T ( Iman ) akan
sentiasa tunduk menerima perintah Allah &
patuh melaksanakannya ( Islam ) dgn
penuh keihklasan tanpa mengharapkan
ganjaran drpd manusia ( Ihsan ).
b- Gabungan antara keyakinan terhadap Allah,
kepatuhan melaksanakan perintah-Nya &
keikhlasan yg sepenuhnya akan melahirkan
insan yg seimbang & kam

Berikut 4 Sumber Hukum Islam, pengertian dan
penjelasannya:

1. Al Quran

Al Quran secara bahasa berasal dari kata qara’a berarti
bacaan atau dibaca. Secara istilah, Al Quran merupakan
firman Allah SWT, yang merupakan mukjizat yang
diwahyukan kepada baginda Nabi Muhammad SAW melalui
perantaraan Malaikat Jibril yang diriwayatkan dengan cara
mutawatir.

Al Quran merupakan sumber hukum Islam pertama dan
utama dalam menghukumi persoalan dalam kehidupan.

Dalil Al Quran sebagai dasar hukum disebutkan dalam Surat
Az Zukhruf ayat 43. Allah SWT berfirman:

‫ فا ْست ْم ِس ْك بِالَّ ِذ ْٓي اُ ْو ِحي اِل ْيك ۚاِنَّك ع ٰلى ِصرا ٍط ُّم ْست ِق ْيم‬٤٣

Artinya: Maka, berpegang teguhlah pada (Al-Qur’an) yang
telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya engkau berada
di jalan yang lurus.

Keistimewaan Al Quran adalah merupakan wahyu Allah Swt
yang tertulis dalam bahasa Arab, sebagai hujjah bagi
Rasulullah SAW sebagai mukjizat dan Al Quran merupakan
undang-undang bagi umat Islam.
Isi kandungan Al Quran meliputi permasalahan tauhid,
ibadah, janji dan ancaman, jalan untuk memperoleh
kebahagiaan serta kisah-kisah masa lalu.

Azas Al Quran dalam menetapkan hukum pada prinsipnya
menghilangkan kesempitan dan kesulitan, sedikit
pembebanan pada umat dan ketika menetapkan hukum
sikapnya bertahap dan berangsur-angsur.
Macam-macam hukum yang dibahas dalam Al Quran meliputi
ahkam i’tiqadiyah (akidah), yaitu hukum terkait dengan
masalah keimanan, ahkam khuluqiyah, yaitu hukum terkait
dengan masalah perilaku dan syar’iyyah, yaitu hukum terkait
dengan masalah amal seorang muslim ketika berhubungan
dengan Allah Swt, sesama dan alam sekitar.

2. Hadis

Hadis secara bahasa artinya berita atau sesuatu yang baru,
sedangkan menurut istilah, hadis adalah segala perkataan,
perbuatan, maupun taqrir yang dilakukan Rasulullah Saw.

Oleh karena itu, hadis terbagi tiga yaitu hadis qauliyah,
Fi’liyah dan taqririyah, sementara itu ada yang berpendapat
hadis hammiyah termasuk kategori hadis.

Dalil hadis sebagai sumber hukum Islam yakni berdasarkan
sabda Nabi SAW:

Jumhur ulama berpendapat bahwa Hadits berkedudukan
sebagai sumber atau dalil kedua setelah Al Quran dan
mempunyai kekuatan untuk ditaati serta mengikat untuk
semua umat Islam.

Diriwayatkan dari Imam Malik bahwa Rasulullah SAW telah
bersabda:

« ‫ِتر ْك ُت فِي ُك ْم أ ْمر ْی ِن ل ْن ت ِضلُّوا ما تم َّس ْكتُ ْم بِ ِهما ِكتاب الل ِه و ُسنَّة نبِ ِيه‬

Latin: Taraktu fiikum amraini lan tadhilluu maa tamassaktum
bihimaa kitaaballahi wa sunnatara nabiyyihi

“Aku telah tinggalkan kepada kalian dua hal yang jika kalian
berpegang teguh kepadanya tidak akan tersesat, yaitu kitab
Allah dan sunah nabi-Nya.” (HR. Malik dalam al-Muwatha‘).

Pembagian hadis ditinjau dari sanadnya terbagi menjadi tiga,
yaitu hadis mutawatir, masyhur dan ahad. Sedangkan hadis
ahad ditinjau dari kualitas perawinya terbagi tiga, yaitu hadis
sahih, hasan dan dhaif.
Hadis sebagai sumber hukum Islam kedua setelah al-Quran
memiliki fungsi terhadap Al Quran sebagai bayan taqrir,
bayan tafsir dan bayan tasyri.

3. Ijma'

Ijma merupakan sumber hukum Islam ketiga setelah Al Quran
dan Hadis. Ijma merupakan kesepakatan para mujtahid
dalam memutuskan suatu masalah sesudah Rasulullah SAW
wafat pada suatu peristiwa.

Ijma merupakan salah satu dalil syara yang memiliki tingkat
kekuatan argumentatif setingkat di bawah dalil-dalil nash (Al-
Qur‟an dan Hadits). Ijma' merupakan dalil pertama setelah
Al-Qur‟an dan Hadits, yang dapat dijadikan pedoman dalam
menggali hukum-hukum syara.

‫ وأنه ثم دليل شرعي غيرها‬،‫وكان الأئمة أجمعوا على أن الأدلة لا تنحصر فيها‬...

“Dan para imam mazhab sepakat bahwa dalil-dalil syariat
tidak terbatas pada keempat dalil tersebut (al-Qur’an,

Sunnah, Ijma’, dan Qiyas), di mana terdapat dalil syariat
lainnya…”

4. Qiyas

Sumber hukum Islam keempat yakni Qiyas. Arti Qiyas yakni
menetapkan hukum atas suatu kejadian yang tidak ada dasar
nash dengan cara membandingkan kepada suatu kejadian
lain yang telah ditetapkan hukumnya berdasarkan nash
karena ada persamaan illat antara kedua kejadian tersebut.

Jumhur ulama mempergunakan qiyas sebagai dasar hukum
pada hal-hal yang tidak jelas nashnya baik dalam Al-Quran,
hadits, pendapat maupun ijma ulama.

Demikian pembahasan mengenai Sumber Hukum Islam,
pengertian dan penjelasan lengkapnya yang perlu diketahui
Muslim.

PENGERTIAN AKIDAH DAN KEPENTINGANNYA

PENGENALAN

Apabila kita bercakap mengenai akidah sesungguhnya kita
sedang bercakap dalam daerah kepercayaan,
keyakinan dan keimanan. Hal itu jelas apabila kita
merujukkan perkataan akidah itu sendiri yang

menjurus kepada kepercayaan dan keyakinan sedangkan
perkataan keyakinan yang merupakan salah

satu unsur makna kepada perkataan akidah itu pula
merupakan salah satu unsur makna kepada
perkataan keimanan, maka itu ungkapan aqidah merujuk
kepada perihal keimanan, kepercayaan serta
keyakinan. Oleh itu jelaslah kepada kita bahawa akidah dan
keimanan itu merupakan dua istilah yang
mempunyai makna yang sama.

PENGERTIAN AKIDAH

Akidah (‫ )العقيدة‬dari segi bahasa berasal dari Bahasa Arab (
‫) َع ق َد‬yang bermakna ikatan atau sangkutan atau
menyimpulkan sesuatu.
Menurut istilah akidah bererti kepercayaan, keyakinan atau
keimanan yang murni (hanif) dan tidak mudah
tergugat, tidak mudah terpengaruh lalu terjejas terus tidak
mudah terurai angkara pengaruh mana pun sama ada
dari dalam atau dari luar diri seseorang.
Pengertian akidah dalam Al-Quran adalah keimanan kepada
Allah SWT yakni mengakui kewujudan-Nya. Dari segi
fungsinya Allah SWT sebagai Rabb (‫)رب‬, Malik (‫)ملك‬, dan
Ma'bud (‫ ) َن ْع ُب ُ َد‬atau Ilah (‫ )إله‬seperti dapat dilihat dalam

Surah Al-Fatihah ayat 2, 4, 5, Surah An-Nas ayat 1, 2, 3.

SUMBER UTAMA AKIDAH ISLAM

· Al Quran :
Iaitu kalam Allah (wahyu Allah) yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW

· Hadis Nabawi :
Iaitu setiap Perkataan / Ucapan , Perbuatan , Pengakuan &
Sifat Rasulullah

ASPEK PERBAHASAN AKIDAH

ISLAM

1.Ar- Rububiyyat :
Mentauhidkan Allah sebagai Pencipta, Pemilik dan Penguasa.

2.Al- Uluhiyyat :
Mentauhidkan Allah yang bersifat dengan sifat
kesempurnaan. Hanya Allah wajib disembah, ditaati
peraturannya, tempat berdoa dan berharap.

3.An- Nubuwwat :
Kenabian Rasulullah SAW yang membawa ajaran Allah untuk
disampaikan kepada umat manusia.

4.As- Samiyyat :
Perkara-perkara ghaib yang tidak dapat dicapai oleh
pancaindera dan tidak wajib disembah, ditaati peraturannya,
tempat berdoa dan berharap dapat difikir

oleh akal manusia , diketahui melalui al-Quran & hadis
rasulullah seperti kaimat, dosa, pahala, melalui al-Quran &
hadis rasulullah seperti kiamat, dosa, pahala,
syurga dan neraka.

CIRI-CIRI AKIDAH

CIRI-CIRI AKIDAH YANG BENAR
Kepercayaan dan keyakinan itu mestilah berada dalam
keadaan yang cukup teguh, bahkan ia tidak boleh menerima
sebarang bentuk syak
َ‫ن‬dَ a‫ُ ْو‬n‫ؤ ِمن‬tْ i‫ ُم‬d‫ال‬a‫ا‬k‫ ّن م‬m‫ َن ِإ‬u‫ي‬n‫ َّل ِذ‬g
‫ا‬k‫ْوا‬iُn‫ا من‬d‫ َء‬ig‫لل ِه‬u‫اا‬g‫ ِب‬a‫ َِه‬t‫و ِل‬oْ ‫ ُس‬le‫ َر‬h‫ّم و‬sَ ‫ ُث‬e‫َْم‬b‫ َل‬arang
.kepercayaan lain sebagaimana firman Allah s.w.t
‫َي ْر ت َا ُب ْوا‬
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan
rasulnya kemudian mereka tidak meragu- ragukan”.
Kepercayaan dan keyakinan itu mestilah pula diikuti bersama
dengan perkataan ataupun kepatuhan hati serta kemahuan
untuk

mempraktikkan segala hukum atau suruhan dengan penuh
rasa rela tanpa sebarang bantahan.

CIRI-CIRI AKIDAH YANG SALAH (FASAD)
Akidah yang salah adalah sesuatu iktikad atau kepercayaan
yang bercanggah dengan nas-nas syariah dari al Quran dan as
Sunnah.
Akidah yang berpuncak dari akal pemikiran manusia semata-
mata ataupun penyelewengan aqidah yang sahih yang
diselewengkan menurut
akal fikiran hawa nafsu seperti mana yang terdapat dalam
aqidah Yahudi, Nasrani, golongan tarikat yang
menyeleweng,ahli falsafah,
golongan batiniah dan lain-lain lagi.

PERKARA / AMALAN YANG
MEROSAKKAN AKIDAH

PERKATAAN HATI
• Menghina Islam seperti mencela Allah.Al Quran dan Hadis •
Meyakini bahawa alam ini terjadi dengan sendiri
• Mengubah hukum dengan perkataan seperti menolak
kewajipan solat fardu dan menolak • Percaya bahawa
pencipta alam ini sama seperti makhluk lain

• Ragu-ragu dengan rukun Iman, rukun Islam dan hukum
Islam
kewajipan menutup aurat • Berniat keluar daripada Islam
• Menyanyi lagu-lagu yang liriknya bertentangan dengan
akidah
• Mengubah ayat al Quran atau hadis

PERBUATAN
• Menyembah selain daripada Allah seperti berhala , pokok,
syaitan dll
• Memakai lambang mana-mana agama seperti salib
• Menghina Al Quran seperti
mengoyak,memijak,mencampak
• Menyertai upacara agama lain seperti upacara
penyembahan berhala dan penyucian dosa

(baptis) di gereja
• Sujud selain daripada Allah seperti sujud kepada manusia ,
batu dan lain-lain

PERKARA / AMALAN UNTUK
MEMANTAPKAN AKIDAH

LISAN HATI
• Membaca dan memahami al Quran dan hadis nabi •
Sentiasa mengingati Allah s.w.t.
• Berzikir,bertahlil,bertasbih dan bersalawat • Yakin dengan
pertolongan Alla

• Bercakap benar • Ikhlas melakukan ibadat dan amal
kebajikan
• Nasihat menasihati kearah kebenaran • Sangka baik
terhadap Allah
• Berdoa • Bercita-cita tinggi dan bertawakal kepada Allah

PERBUATAN
• Menunaikan Ibadat sama ada fardu atau sunat
• Menolong golongan yang memerlukan bantuan seperti
anak yatim, fakir miskin
• Menuntut ilmu yang berfaedah
• Beradab sopan dalam pergaulan

PERANAN AKIDAH

Akidah merupakan perkara asas alam Islam.Tanpanya tidak
tertegak Islam dan kehidupan individu. Akidah yang rosak
mengakibatkan
runtuh pegangan Islam seseorang.Sesungguhnya Allah S.W.T.
menurunkan wahyuNya memberi penumpuan yang serius
terhadap persoalan
akidah supaya setiap orang Islam selamat akidah dan
sejahtera kehidupannya.Akidah memainkan peranan penting
dalam menentukan
perjalanan hidup seseorang. Akidah adalah penggerak dan
mencorakkan kehidupan seseorang muslim.Akidah yang
lemah mempengaruhi
gaya hidup negatif seseorang.
Memandangkan iman itu boleh bertambah dan boleh
berkurang,maka hendaklah kita berusaha menambah dan
menyuburkan keimanan kita

melalui amal soleh yang merangkumi ibadat umum dan
ibadat khusus. Secara ringkasnya antara lain, kita hendaklah
berusaha untuk:

• Memahami dan menyedari bahawa menuntut ilmu adalah
wajib. Cuba menghubungkan diri bersama orang-orang
mukmin yang ikhlas.
• Mengelakkan diri dari suasana dosa dan maksiat.

• Bermujahadah melawan nafsu (Al-Nafs) dan jihad melawan
pujuk rayu syaitan perlu dilakukan dengan bersungguh-
sungguh dan berterusan.
• Berusaha bersungguh-sungguh meninggalkan perkara-
perkara haram.
• Bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah-ibadah asas
seperti solat berjemaah,bertadabbur Al-Quran dan
mengamalkan Sunnah serta
melatih diri untuk sentiasa mengingati Allah S.W.T.
• Sentiasa berfikir ke arah memperbaiki diri (muhasabah diri).
• Sentiasa berdoa.
• Bertawakkal kepada Allah S.W.T.

KEPENTINGAN AKIDAH DALAM
KEHIDUPAN MUSLIM

• Membentuk jati diri sebagai muslim sejati
• Menjadi sebab dan tujuan manusia diciptakan
• Benteng daripada perkara khurafat dan syirik
• Syarat amalan diterima Allah SWT
• Penentu kebahagiaan didunia dan diakhirat
• Tunjang kekuatan umat dan negara-negara Islam

KESAN AKIDAH DALAM KEHIDUPAN
MANUSIA

1 . Berpandangan luas
Orang yang beriman dengan Allah tidak mungkin mempunyai
pandangan yang sempit kerana dia percaya kepadaYang
Menciptakan langit dan bumi,Pemilik alam semesta,Pemilik
barat dan timur,Pemberi rezeki dan Pendidik makhluk.Dia
tidak
akan menemui sesuatu yang ganjil dalam alam ini kerana
segala sesuatu yang ada di dalamnya adalah milik Allah.

2. Melahirkan rasa bangga dan harga diri
Orang yang beriman kepada Allah berasa bangga sebagai
manusia dan mempunyai harga diri. Dia mengetahui Allah
adalah
Pemilik sebenar segala kekuatan yang ada dalam alam ini,
tidak ada yang memberi manfaat dan mudarat kecuali
Allah,tidak ada
yang menghidup dan mematikan kecuali Allah serta tidak ada
yang memiliki hukum,kekuasaan dan kedaulatan kecuali
Allah.

3 . Rendah hati sesama manusia

Orang yang beriman dengan Allah tidak mungkin menjadi
angkuh,tidak mensyukuri nikmat dan tidak terpedaya dengan

kekuatan dan kemahiran yang dimilikinya kerana dia tahu
dan yakin semua itu adalah kurniaan Allah kepadanya. Malah
dia

sedar Allah berkuasa mengambilnya kembali apabila Dia
menghendaki.

4 . Jiwa yang bersih dan beramal soleh

Orang yang beriman dengan Allah yakin tidak ada jalan untuk
mencapai keselamatan dan keuntungan kecuali dengan jiwa
yang

bersih dan beramal saleh.Kesedaran itu timbul kerana dia
beriman kepada Allah yang Maha Kaya dan Maha Adil,
bergantung

harap segala sesuatu kepada-Nya.

PERKARA YANG MEMANTAPKAN AKIDAH

PENGENALAN

Aqidah adalah kepercayaan umat Islam kepada Allah yang
Esa yang wajib dipegang dengan kukuh yang
tidak dapat dilebur dengan api yang panas. Setiap ruang
kehidupan seseorang mukmin terikat dengan

ikatan kemas (murtabid) iaitu aqidah yang terpasak dengan
penuh kekuatan dan keyakinan. Di dalam al-

Quran Allah swt memberi perbandingan kalimah tayyibah
yakini kalimah tauhid (Lailahaillallah) seperti

akar tunjang yang teguh sebatang pokok yang baik yang tidak
mudah dicabut atau digoyang angin.
Maksud ayat: “Tidakkah engkau melihat bagaimana Allah
mengemukakan satu perbandingan, iaitu
kalimah yang baik adalah sebatang pohon yang baik, yang
akar tunjangnya tetap teguh,..”1 Begitulah

aqidah kepercayaan umat Islam yang sewajarnya mempunyai
kekuatan dan keyakinan yang teguh dan
sedikitpun tiada keraguan padanya. Maksud ayat:
“Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman ialah

orang yang percaya kepada Allah dan RasulNya kemudian
mereka tidak raguragu lagi,…” 2 Maksud ayat
al-Kahfi: “Dan Kami kuatkan hati mereka, semasa mereka
bangun mereka berkata: Tuhan kami ialah
Tuhan yang Mencipta dan Mentadbir langit dan bumi; kami
tidak akan menyembah Tuhan yang lain
selain-Nya…”3 Menjaga dan memelihara agama adalah salah
satu dari maqasid al-shari’ah iaitu menjaga
aqidah kepercayaan kepada Allah. Di dalam al-Quran, Allah
memapar dan menceritakan kisah Ashaabul

Ukhdud, Ashhaabul Kahfi dan lain-lain kisah yang menjadi
iktibar dan pengajaran umat Islam masakini
dalam memantapkan aqidah kepercayaan kepada Allah yang
Esa dengan sanggup menghadapi apa jua
rintangan dan cabaran. Dalam sirah juga ada memaparkan
para sahabat Nabi Muhammad saw. seperti

Saidina Bilal, Saidatina Sumayyah dan sahabat yang lain yang
sanggup berkorban nyawa, jiwa dan raga

demi mempertahankan aqidah islamiyyah yang sebenar.

‫َیا أ ُّي ها ا ل ِذي ن آ منُوا آ ِمنُوا ِبال ِلَ و ر ُسو ِل َِه وال ِكتا َِب ا َّل ِذي‬
‫ن َّز َل على ر ُسو ِل َِه وال ِكتا َِب ا َّل ِذ ي أن ز َل ِمن قب َُل و من‬
‫َیك ُف ر ِبال َِل و ملا ِئ ك ِت َِه و ُك ُت ِب َِه و ُر ُس ِل َِه وال یو َِم‬
‫الآ ِخ ِر ف قد ض َّل ضلا لا ب ِعي ادا‬

Terjemahan :

"Wahai orang-orang yang beriman! Tetapkanlah iman kamu
kepada Allah dan
RasulNya, dan kepada Kitab Al-Quran yang telah diturunkan
kepada RasulNya

(Muhammad s.a.w) dan juga kepada Kitab-kitab Suci yang
telah diturunkan dahulu
daripada itu dan sesiapa yang kufur ingkar kepada Allah dan
Malaikat-malaikatNya,
dan Kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya dan juga Hari Akhirat,
maka sesungguhnya

dia telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh."
( Surah Annisa' : Ayat 136 )

PERKATAAN

BERCAKAP BENAR

BERDOA

NASIHAT MENASIHATI UNTUK
KAWAN

BERZIKIR, BERTAHLIL,BERTASBIH
DAN BERSELAWAT

MEMBACA DAN MEMAHAMI AL
QURAN DAN HADIS NABI

PERBUATAN

MENUNAIKAN MENOLONG BERADAP MENUNTUT
MELAKUKAN

IBADAT GOLONGAN SOPAN DALAM ILMU YANG KERJA YANG
BERFAEDAH
FARDHU DAN YANG PERGAULAN BAIK DAN
SUNAT MEMERLUKAN HALAL

BANTUAN (
ANAK YATIM )

HATI

SENTIASA MENGINGATI ALLAH
YAKIN DENGAN PERTOLONGAN ALLAH

IKHLAS MELAKUKAN IBADAH
SANGKA BAIK TERHADAP ALLAH

BERTAWAKAL KEPADA ALLAH

KESIMPULAN

Aqidah berkualiti tinggi dan mantap, melahir umat berjaya
(champion) Ayat al-
Baqarah bermaksud “…dan maafkanlah kami dan ampunlah
kami dan berilah

rahmat kepada kami. Engkaulah penolong kami; maka
tolonglah kami untuk
mencapai kemenangan terhadap kaum yang kafir.”28 Inilah
du’a umat Islam
yang sering dibaca dan didu’a bagi memperoleh kemenangan
ke atas orang kafir.
Apakah du’a ini meminta Allah semata-mata mejahanamkan
dan memusnahkan
orang kafir? Kalau inilah du’a umat Islam tidakkah, ia
bertentangan dengan ayat:
“Tiadalah Kami mengutuskan kamu melainkan menjadi
rahmat pada sekalian
‘alam.”29 Memang ayat du’a ini meminta Allah
memenangkan umat Islam di
dunia dan di akhirah terhadap orang kafir yang menyesatkan
dan memesongkan

aqidah umat Islam. Namun sekiranya umat Islam pergi lebih
jauh lagi dalam

mentadabbur ayat ini, sebenar kita umat Islam berdu’a
kepada Allah
memenangkan kita dilandasan “khairu ummah.” iaitu
meminta supaya umat
Islam menjadi umat yang terbaik ke atas umat manusia yang
lain. Kita memohon
Allah agar menjadikan umat Islam yang champion dalam
semua aspek kehidupan
seperti champion aspek akhlaq dan tingkahlaku, ilmu dan
pendidikan, sains dan
teknologi, ekonomi, penyelidikan dan muamalat, kemajuan
dalam pemikiran dan
seterusnya menjadi khalifahtulLah yang terbaik dimana dapat
menjadi role

model kepada sekalian umat manusia.

Untuk mendapatkan kemenangan, Allah swt berfirman
yang bermaksud: “Wahai orang-orang 14 yang beriman,

kalau kamu menegak agama Allah nescaya Allah

memenangkan kamu dan meneguhkan tapak pendirian
kamu.”30 Dengan bekalan dan pencapaian aqidah yang
berkualiti tinggi dan mantap boleh menjulang umat Islam

ke tahap yang sepatutnya dan jauh terkehadapan
(champion) terhadap orang kafir dengan istilah khairun
ummah dan umat yang cemerlang. Cemerlang di dunia

dan cemerlang serta bahagia di akhirat.


Click to View FlipBook Version