The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dadylapian, 2023-02-16 01:22:55

BULETIN TEKSTIL Edisi ke-26

FEBRUARI, 2023 • EDISI KE - 26










IKATSI DPW Jakarta-Banten H a r i S a r u n g
Hari Sarung
dan UPN Veteran Jakarta N A S I O N A L
NASIONAL
Berkolaborasi Gelar Seminar 03 Ma r et 2023
03 Maret 2023
dan Pelatihan EcoPrint





BUTUH 25 RIBU


TENAGA KERJA,

Pabrik Sepatu

Mulai Dibangun di Pekalongan







TENUN SARUNG


DONGGALA

Dengan Coraknya yang Khas







NANOLLOSE



Menciptakan Pakaian Fashion

Rayon Pertama Di Dunia

yang Terbuat dari Limbah Cair











W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M


NANOLLOSE Menciptakan


Pakaian Fashion Rayon Pertama Di Dunia


yang Terbuat dari Limbah Cair








menjadi garmen ini menggunakan
peralatan industri yang ada. Ini
memvalidasi seluruh proses kami.” Ujar
ketua eksekutif Nanollose.
















Serat lyocell Nullarbor yang dihasilkan
dari microbial cellulose hasil
JAKARTA, Februari 6, 2023 (berkandungan gula) dan mengubah gula pengembangan perusahaan Nanollose
menjadi selulosa. Selulosa yang dihasilkan asal Australia
ecara umum telah diketahui bahwa
rayon merupakan salah satu jenis oleh proses bakteri tersebut juga bebas
Smaterial tekstil selulosa regenerasi dari kandungan hemi-selulosa dan lignin
(berbeda dengan kayu dan bambu yang
dengan bahan baku selulosa yang
memiliki kadar lignin dan hemi-selulosa).
diperoleh melalui proses ekstraksi
Hal tersebut memiliki makna bahwa
selulosa dari bahan kayu maupun bambu. selulosa yang dihasilkan oleh bakteri
Proses tersebut dilakukan untuk Acetobacter Xylinum tidak lagi
mengubah kayu menjadi bahan pulp kayu, memerlukan tahapan proses pemasakan
yang dilakukan dengan proses pemasakan
karena sudah tidak memiliki kandungan
kayu di dalam larutan natrium sulfida
lignin. Berdasarkan hal tersebut dapat
(Na2S) dan natrium hidroksida (NaOH)
dikatakan bahwa selulosa yang dihasilkan
untuk membuang zat lignin pada kayu. oleh proses bakteri tidak lagi perlu proses
Proses pembuangan lignin dari kayu penghilangan lignin (tidak memerlukan
tersebut juga akan diikuti dengan proses proses pemasakan) sehingga dinilai lebih
lanjutan seperti screening, washing,
ramah lingkungan dibandingkan proses
bleaching, pressing dan drying. Proses
selulosa dari kayu dan bambu.
pemasakan tersebut merupakan tahapan
Dengan sumber selulosa yang berhasil
esensial yang harus dikerjakan pada rantai
produksi selulosa karena zat lignin mereka ciptakan, perusahaan Nanollose
memang terkandung secara alami pada telah berhasil mengembangkan serat
bahan baku kayu maupun bambu. lyocell yang dihasilkan tanpa-pohon dan
100% terbuat dari microbial cellulose,
Salah satu perusahaan asal Australia yang selanjutnya disebut sebagai serat
y a n g b e r n a m a N a n o l l o s e Nullarbor. Serat Nullarbor tersebut
(https://nanollose.com/) saat ini sedang kemudian dapat dipintal ke dalam bentuk
mengembangkan teknologi inovatif benang untuk membuat kain dan
terbaru mengenai pengembangan digunakan sebagai bahan baku garmen.
selulosa yang dihasilkan oleh bakteri Dilansir dari web resmi perusahaan
(atau disebut juga sebagai microbial Nanollose, Wayne Best (selaku ketua
cellulose). Alih-alih menggunakan bahan eksekutif Nanollose) berkata; “Kami telah
kimia untuk mengekstraksi selulosa dari berhasil mengambil limbah dan membuat
kayu atau bambu, perusahaan Nanollose pakaian, dan kami melakukannya dengan
menggunakan bantuan bakteri yang mengikuti protokol industri. Serat kami Serat dan Pakaian yang terbuat dari
disebut Acetobacter Xylinum untuk dipintal menjadi benang dan dibuat serat rayon tanpa-pohon (Nullarbor)
memakan limbah pertanian cair organik menjadi kain, kemudian diproduksi






W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


ditanami pohon, irigasi, dan pestisida. Hal
ini memberikan sisi positif bahwa proses
produksi serat Nullarbor ini tidak
tergantung pada ketersediaan pohon,
tidak bergantung pada iklim dan sinar
matahari untuk proses fotosintesis, serta Salah satu gaun
tidak membutuhkan lahan perhutanan yang berhasil
yang luas untuk menyediakan kayu dibuat dari
sebagai bahan baku. Microbial cellulose microbial cellulose
sebagai bahan baku serat Nullarbor hanya
Kain yang terbuat dari serat rayon menghasilkan 115 ton pulp selulosa
tanpa-pohon (Nullarbor) membutuhkan limbah pertanian cair (pertahun) pada ukuran lahan yang
organik (berkandungan gula) untuk
menghasilkan selulosa dengan bantuan sama dengan silklus panen setiap 10 – 15
Bagaimana penemuan ini semuanya bakteri Acetobacter Xylinum. hari.
Gambaran tersebut menunjukan
berawal? Mungkin anda akan penasaran
mengenai seberapa besar fasilitas bahwa microbial cellulose memiliki
Teknologi microbial cellulose ini potensi feasibility yang sangat baik secara
teknologi microbial cellulose yang harus
sebernarnya ditemukan lebih dari dua produktifitas untuk diterapkan pada skala
dibangun untuk dapat menghasilkan
dekade lalu secara tidak sengaja oleh industrial. Berdasarkan perbandingan
ilmuwan Gary Cass (yang kini menjadi sejumlah pulp selulosa? Apakah dapat tersebut, dapat dikatakan bahwa
salah satu direktur non-eksekutif diaplikasikan ke dalam skala industri microbial cellulose menghasilkan
perusahaan Nanollose). Secara tidak dengan kapasitas produksi yang besar? produktifitas hasil pulp selulosa 32x lebih
sengaja Gary Cass membanjiri tong Bagaimana apabila dibandingkan dengan banyak dibandingkan dengan pohon,
anggur dengan oksigen dan hal tersebut sumber pulp selulosa dari kayu, bambu serta menghasilkan 9x lebih banyak pulp
menghasilkan sebuah lapisan selulosa dan juga kapas? Manakah yang lebih selulosa dibandingkan dengan bambu.
pada cairan setelah bakteri Acetobacter produktif?
memakan anggur. Cass menghabiskan
w a k t u b e r t a h u n - t a h u n u n t u k
merenungkan kemungkinan penggunaan
bahan (selulosa) tersebut sampai dia
bermitra dengan perancang busana
Australia Donna Franklin pada tahun
2 0 0 6 . B e r s a m a - s a m a , m e r e k a
meluncurkan gaun pertama di dunia yang
terbuat dari anggur. Perbandingan produktifitas jumlah pulp selulosa yang dapat dihasilkan oleh
kapas, pohon, bambu dan microbial cellulose per tahun dengan lahan seukuran
Pada tahun 2014, ia memamerkan lapangan sepakbola
gaun lain yang terbuat dari metode serupa
di World Expo di Milan, untuk tujuan Hal tersebut dapat dijawab dengan Karena proses produksi pulp microbial
pemasaran. Hingga pada akhirnya studi perbandingan yang dipaparkan oleh cellulose terjadi di dalam sebuah bejana
pengembangan berlanjut pada perusahaan Nanollose mengenai sederhana, produksi microbial cellulose
pemanfaatan limbah cair limbah seberapa luas lahan yang digunakan untuk dapat ditingkatkan hingga berkali-kali lipat
pertanian cair organik (berkandungan menghasilkan sejumlah pulp selulosa. dengan menggunakan fasilitas lantai
gula) untuk menghasilkan selulosa dengan produksi bertingkat.
bantuan bakteri Acetobacter Xylinum. • Perkebunan kapas seukuran lapangan
Peneliti menemukan bahwa cara tersebut sepak bola berukuran 70 meter x 100 video youtube mengenai microbial
memiliki nilai keberlanjutan yang lebih meter akan menghasilkan sekitar cellulose dengan URL berikut:
t i n g g i d i b a n d i n g k a n d e n g a n setengah ton pulp selulosa (pertahun) https://youtu.be/P3bXclXWOTw
menggunakan anggur seperti yang telah dengan waktu siklus pemanenan 6 – 8 Hingga saat artikel ini ditulis, pihak
mereka kerjakan pada awal penemuan. bulan. Nanollose berkolaborasi dengan berbagai
Pada laman resmi perusahaan tersebut • Jika ukuran lahan yang sama stakeholder di Australia serta berharap
secara eksplisit mengklaim bahwa mereka dialokasikan untuk pohon, maka akan dapat segera memberikan dampak positif
telah menciptakan pakaian fashion rayon diperoleh 3,5 ton pulp selulosa yang luas dari temuan produk tersebut.
pertama di dunia yang terbuat dari limbah (pertahun), dengan waktu siklus selama Meskipun tidak menjabarkan progress
(non kayu). 12 – 18 tahun untuk tumbuh. yang saat ini tengah berlangsung, namun
Apa keuntungan dari metode microbial • Bambu dapat dipanen pada siklus yang mereka cukup yakin bahwa serat ini dapat
cellulose dibandingkan dengan cara yang lebih cepat, yaitu dalam 3 – 7 tahun, diproduksi secara massal dalam skala
sudah ada? serta menghasilkan sekitar 12 ton pulp industri besar dan mendapat ruang di
selulosa (pertahun) dengan ukuran pasar dalam 5 tahun kedepan.
Serat Nullarbor tidak membutuhkan
pohon sebagai bahan baku pada proses lahan yang sama.
pembuatannya, sehingga metode • Selulosa mikroba memiliki nilai yang • Red B-Teks/ Andrian Wijayono
produksinya tidak memerlukan jauh lebih unggul dibandingkan dengan Magister Rekayasa Tekstil dan Apparel,
kebutuhan akan lahan subur untuk sumber selulosa lainnya, yang dapat Politeknik STTT Bandung


Read more here






W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


Bahan tekstil berbasis

BIOBASED : BIOFIBER








t a h a n d a n k i n e r j a m e ka n i s nya .
JAKARTA, Februari 7, 2023 Pengembangan komposit polimer yang
diperkuat sutra laba-laba sintetis dapat
anyak langkah serta strategi yang diterapkan untuk mencegah terjadinya digunakan sebagai implan biologis dan untuk
pencemaran lingkungan semakin meluas dari bahan utama yang berasal dari minyak
Bbumi, maka saat ini penggunaan material lebih ke mikroorganisme baik yang masih mengembangkan komposit kekuatan tinggi
hidup atau sudah mati. Pemanfaatan material tersebut disebut dengan Biobased atau yang berkelanjutan.
disebut Bio Material. Biobased merupakan bahan yang terbarukan dan berkelanjutan. Bulu ayam merupakan limbah
sampingan yang memiliki kandungan utama
berupa keratin. Sifat absorbansi keratin
digunakan untuk membuat spons penyerap
Suatu bahan dianggap ‘Bio-Based’ jika Dari tumbuhan untuk tujuan pemurnian dan juga dalam
sepenuhnya atau sebagian berasal dari Serat yang diekstraksi dari tanaman dan aplikasi tahan korosi mikroba. Dalam
biomassa. Kandungan biobase suatu pohon terdiri dari selulosa, hemiselulosa, penelitian terbaru, dikembangkan spons
material bukan merupakan indikator dari
lignin, pektin, lilin dll. Sifat fisik, morfologi, keratin yang lebih rentan terhadap
biodegradabilitas material dan tidak semua penyerapan minyak. Penelitian lebih lanjut
kimia dan mekanik dari serat tanaman
bioplastik berbasis-bio dapat terurai secara tergantung oleh berbagai faktor seperti bahan berbasis keratin akan membuka jalan
hayati. geografi, bagian tanaman atau pohon dari bagi pengembangan spons komposit dalam
mana serat diekstraksi dan mode ekstraksi. skala besar yang dapat digunakan untuk
Serat yang diperoleh dari tumbuh- membersihkan lensa, permukaan yang
tumbuhan dikenal sebagai serat ligino- sangat halus, dan sektor rekayasa presisi.
selulosa dan berbentuk rambut seperti Teknik Pembuatan
kapuk, kapas, dll., serat tebal seperti sabut
dan ada juga yang berupa serat kulit pohon Proses ekstraksi serat yang tepat
yang diperoleh dari rami, kenaf, kudzu, merupakan masalah utama dalam
linden, dll. Serat tanaman dibagi menjadi pengolahan biofiber. Cara ekstraksi serat
serat primer dan sekunder tergantung pada dipengaruhi oleh dua faktor yaitu jenis serat
Secara umum, bahan yang mengalami kegunaan tanaman atau pohon. Yang dan aplikasinya.
degradasi oleh aktivitas mikroba dan terurai termasuk serat primer ialah sisal, rami, Serat hewani diekstraksi dengan
menjadi air, biomassa, karbon dioksida dan kapas, kenaf sedangkan yang termasuk serat berbagai cara. Misalnya, sutera dari
metana dalam kecepatan yang sama seperti sekunder ialah produk samping dari kepompong dipisahkan dengan cara direbus
untuk makanan, daun atau kertas, dianggap tanaman seperti pisang, nanas, sabut, kelapa perlahan dalam larutan yang mengandung
dapat terbiodegradasi. Tidak semua sawit, dll sabun. Serat laba-laba diekstraksi dengan
bioplastik dapat diurai oleh mikroorganism Dari hewan membius laba-laba dan kemudian
dan ada beberapa plastik biodegradabe yang membalikkannya untuk mengekspos
100% berbasis-fosil. Serat hewani berpotensi digunakan pemintal. Serat-serat tersebut kemudian
sebagai penguat dalam matriks polimer dihilangkan dengan menggunakan kuas,
Biofiber karena sifat fisik, kimia, dan mekaniknya
yang luar biasa. Serat hewan diperoleh dari kemudian dipisahkan. Karena memakan
Serat alam diperoleh dari berbagai waktu dan tidak tersedia secara komersial,
sumber alam seperti tumbuhan dan hewan. berbagai jenis spesies hewan, yaitu wol teknik ekstraksi yang lebih baik perlu
adalah rambut, diperoleh dari alpaka, bison,
Sifat serat ini dipengaruhi oleh berbagai diidentifikasi. Serat wol diekstraksi secara
faktor seperti lokasi geografis, asal, cara domba, angora, dll., demikian pula sutra manual dan dicuci dengan air untuk
diperoleh dari berbagai sumber serangga,
ekstraksi dan pengolahan. Serat ini dapat kebanyakan dari larva kupu-kupu (sekitar. menghilangkan kotoran.
digunakan sebagai penguat dalam matriks
14000 spesies) dan juga dari laba-laba Hidrofilisitas serat alami dan
polimer dan berbagai aplikasi struktural. (sekitar 4000 spesies). Secara umum, sutera hidrofobisitas matriks adalah salah satu
Biofiber dapat diklasifikasikan menjadi serat dan wol paling banyak digunakan dalam kekurangan ketika serat alami digunakan
tumbuhan dan serat hewan.
industri tekstil. sebagai penguat dalam komposit polimer.
Sifat hidrofilik dari serat alami dapat
Penelitian terbaru dalam wol mencakup
aplikasi elektronik di mana kain rajutan wol dikurangi dengan perlakuan kimiawi dan
teknik modifikasi permukaan. Berikut ini
dilapisi dengan partikel nano perak dan
digunakan sebagai kapasitor sentuh untuk beberapa perlakuan yang dapat digunakan,
menyalakan LED. Eksplorasi lebih lanjut diantaranya sebagai berikut :
dalam sistem ini dapat digunakan dalam • Pemutihan (Bleaching) serat alami
perangkat bio-medis untuk mendeteksi dilakukan dengan merendam serat alami
gerakan pada otot dan sendi tulang. dalam larutan pemutih seperti hidrogen
peroksida (H O ). Perlakuan ini mampu
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2 2
2019 lalu, serat sutra dapat digunakan dalam meningkatkan kekuatan tarik dan stabilitas
termal serabut kelapa.
aplikasi biomedis seperti implan bedah dan
rekayasa jaringan. Penelitian tentang sutera • Te k n i k ko p o l i m e r i s a s i m a m p u
laba-laba terbukti lebih menjanjikan meningkatkan stabilitas termal yang
daripada protein sutera lainnya karena daya diamati pada serat daun nanas.





W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


• Perlakuan NaOH atau perlakuan alkali Keterbatasan Biofiber
melarutkan mampu menghilangkan ikatan Biofiber bersifat hidrofilik, karena
hidroksil dan meningkatkan kekasaran
permukaan, menciptakan ikatan adsorpsi kelembapan dan menyebabkan
antarmuka yang kuat antara serat dan kerusakan pada matriks ketika dibuat
sebagai komposit. Biokompatibilitas adalah
matriks.
kelemahan lainnya yang dihadapi oleh
• Perlakuan ozon terhadap serat alami biofiber karena pembasahan dan ikatan yang
membantu mempertahankan sifat tidak tepat pada komposit sehingga
mekaniknya selama periode waktu menyebabkan kinerja menjadi berkurang.
tertentu.
Berbagai keterbatasan ini dapat
• Proses plasma mampu meningkatkan diselesaikan melalui teknik modifikasi serat
kekasaran permukaan serat melalui etsa tertentu. Serat selulosa terurai dengan cepat Alikasi Biofiber
permukaan, meningkatkan ikatan antar Ketika dalam keadaan lembab dan tanpa
muka dengan membentuk interlock adanya cahaya, sedangkan serat hewan
dengan matriks. seperti wol dan sutra mengalami kerusakan
• Pelapisan polimer pada serat alami oleh hama dan serangga. Biofiber dapat
meningkatkan kompatibilitas antara serat dikembangkan dengan bahan penghubung
dan matriks. anti-mikroba dan anti hama yang mencegah
degradasi bakteri. Diameter, ukuran, dan
• Perlakuan kalium permanganat pada serat b e n t u k b i o f i b e r t i d a k t e r a t u r.
alami meningkatkan sifat fisikokimianya Ketidakteraturan ini memiliki dampak besar
dengan menghilangkan lilin dan pengotor
lainnya dari serat alami. yang mengatur kerapatan, kekerasan dan
kekuatan komposit. Biofiber memiliki
Tidak ada standar pada proses komposit kekuatan mekanik dan modulus yang lebih Ada banyak eksplorasi pada tekstil
antar permukaan untuk jenis serat. rendah jika dibandingkan dengan serat antibakteri, tetapi hanya resisten terhadap
Perlakuan kimia mampu memberikan sintetis. strain bakteri tertentu. Dalam hal ini, tekstil
perubahan sifat fisik, kimia, termal dan yang sangat resisten terhadap banyak strain
mekanik dalam serat alam, yang diatur oleh Perkembangan Biofiber bakteri harus dikembangkan dan dapat
berbagai faktor seperti waktu, suhu dan Banyak studi melaporkan pengobatan digunakan di fasilitas medis untuk mencegah
konsentrasi kimia. Setiap kombinasi dari biofiber untuk sifat antimikroba. Serat kapuk berbagai penyakit menular.
faktor-faktor tersebut di atas mempengaruhi diperlakukan dengan kitosan/AgClTiO2
Penelitian scaffold medis berbasis
efek tertentu pada sifat-sifat serat yang untuk memberikan efek antimikroba pada selulosa diperlukan dan dapat diterapkan
berasal dari tumbuhan. Sangat penting tekstil. Serat wol diberi pewarna alami
untuk mempelajari lebih lanjut tentang efek antimikroba untuk mencegah pertumbuhan untuk rekayasa jaringan, jahitan bedah dan
proses penyembuhan karena bio
serat yang dimodifikasi secara kimia dalam bakteri. Dalam hal ini pewarna T. chebula
ko m p o s i t ya n g d i p e r ku at u nt u k dan A. tinctoria digunakan pada serat wol kompatibilitasnya. Sampai sekarang ini,
mengembangkan material dengan kinerja untuk mencegah pertumbuhan Bacillus banyak digunakan secara global dalam
otomotif dan berbagai aplikasi ringan dan
yang lebih baik dalam semua aspek. subtilis dan Staphylococcus aureus (gram juga telah mengarah ke aplikasi elektronik,
Manfaat Biofiber positif). Komposit sementasi lempung biomedis, dan ruang angkasa.
berpenguat serat kenaf menunjukkan
Ada banyak keunggulan biofiber kinerja yang lebih baik dalam bahan Penelitian tentang bahan konduktif
dibandingkan serat sintetis karena sifatnya konstruksi bangunan yang sebanding berlapis serat alami masih terus berkembang
yang luar biasa dan ketersediaannya sebagai dengan penguat sintetis. Baru-baru ini, hingga saat, ini dapat dikembangkan lebih
sumber daya terbarukan. Manfaat dari benang pintar yang sensitif terhadap lanjut untuk membuat sensor tekanan untuk
penggunaan biofiber diantaranya kelembapan dikembangkan dari serat hewan memantau gerakan otot dan tulang yang
• P e n g g u n a a n b i o f i b e r d a p a t seperti sutra untuk aplikasi tekstil pintar. cedera. Serat alami memiliki sifat tahan
mempromosikan peluang baru bagi Demikian pula, tekstil katun antibakteri panas yang baik.
masyarakat. dapat diproduksi dengan menggunakan lilin Dalam penelitian terbaru, serat Juncus
lebah, propolis, dan kitosan. Dari berbagai maritimus digunakan sebagai penguat
• Budidaya tanaman, dapat mengurangi gas pengamatan studi dan penelitian yang telah
rumah kaca dan melindungi bumi dari dalam semen untuk insulasi panas pada
pemanasan global. dilakukan bahwa berbagai kemajuan dalam bangunan. Ditemukan bahwa hasil
serat berbasis bio sedang terus menunjukkan kinerja yang lebih baik
• Sangat mudah untuk memproses biofiber dikembangkan untuk kesejahteraan daripada penguat serat rami. Berkaitan
karena biaya pemrosesannya rendah masyarakat yang memiliki dampak potensial dengan hal tersebut bahan bangunan
dibandingkan dengan serat sintetis. pada tekstil, perawatan medis dan aplikasi bertulang serat alami dapat lebih
• Keausan suku cadang mesin rendah selama bedah. dieksplorasi untuk meminimalisir
pemrosesan biofiber. Lingkup masa depan Biofiber penggunaan serat kaca.
• Biofiber mudah terurai secara hayati Perkembangan teknologi baru dan Di masa depan, serat alami akan
setelah dibuang. kebijakan konservasi lingkungan telah mengesampingkan penggunaan serat
• Biofiber tidak mencemari daratan, karena mempercepat penggantian serat sintetis karbon dan serat sintetis lainnya, karena
dalam beberapa tahun terakhir dengan biofiber. Selalu ada kebutuhan biayanya yang murah dan keamanan
penggunaan serat sintetis dan bahan bahan baku baru yang potensial dengan lingkungan. Ini juga akan memberikan
sintetis mencemari daratan dan perairan kualitas unggul. Oleh karena itu, pencarian lapangan kerja dan merevolusi penggunaan
yang menyebabkan bahaya pada untuk mengidentifikasi bio-fiber baru sangat bahan sintetis. (AH – dari berbagai sumber)
kesehatan. penting. • Red B-Teks/ Agung



Read more here






W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


IKATSI DPW Jakarta-Banten

dan UPN Veteran Jakarta


Berkolaborasi Gelar Seminar dan Pelatihan EcoPrint



Saputra dan Direktur Eksekutif Riza Muhidin.
Sedangkan para pemateri dalam kegiatan
tersebut Dr. Ida Nuramdhani, S.SIT., M.Sc, yang
merupakan dosen STTT Bandung dan juga
sebagai ahli pewarna alami, kemudian Desainer
Musa Widyoatmodjo serta Rr Liendia Sistinawa
M selaku trainer.
Terlihat juga diantara peserta seminar ada
beberapa tamu yang merupakan alumni senior
dari UPN Jakarta, diantaranya Beddy AY dan ibu Rr Liendia Sistinawa M
Darmawan. Sedangkan perwakilan dari IKMA dengan kain hasil cetak ecoprint
kemenperin turut hadir pak Dimas.
Seminar diawali seremonial dengan memasuki sesion 2.
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya Untuk sesion 2 merupakan pemaparan dari
dan dilanjutkan sambutan ketua panitia salah satu trainer EcoPrint, Rr Liendia Sistinawa
seminar dan pelatihan Alfi Wichandra. M yang menceritakan tentang apa dan
kemudian sambutan Wakil ketua DPP Ikatsi bagaimana ia menggeluti bisnis ini.
Redma G Wirawasta. Disela kegiatan seminar dan pelatihan, Tim
Dalam sambutannya Redma mengatakan kontributor Buletin tekstil Jakarta, Beddy AY
bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut berkesempatan melakukan wawancara dengan
JAKARTA, Februari 9, 2023 MoU antara DPW Ikatsi dengan UPN dan hari ini Ibu Linda selalu trainer dalam pelatihan
aat ini, banyak teknik ecoprint mulai merupakan kegiatan pertama dari MoU tersebut.
dilirik dan berkembang. Pasalnya, tersebut.
Secoprint adalah teknik pewarnaan “Kami harap selanjutnya makin banyak
dengan menggunaan bahan alami. kegiatan-kegiatan yang dilakukan, baik seminar
Menurut Sharlene Bohr, ecoprint adalah maupun pelatihan yang tentu akan sangat
sebuah teknik mencetak yang berkaitan dengan bermanfaat untuk kelangsungan industri
bahan-bahan alami. Misalnya, tumbuhan, tekstil“, ungkap Redma.
dedaunan, dan bunga-bunga. Di telinga Redma juga sangat gembira dan
masyarakat Indonesia, istilah ecoprint adalah mengapresiasi karena di kampus UPN Veteran wawancara dengan ibu Liendia Sistinawa
istilah yang asing. Jakarta tahun ini menyelenggarakan jurusan
Namun di dunia fashion, istilah ecoprint tekstil, karena menurutnya industri tekstil Berikut petikan wawancaranya ;
adalah yang sangat akrab. Berasal dari kata eco masih tumbuh meskipun ada sedikit hambatan, Tanya: Berapa prosentase kegagalan print
dan print. Secara harafian, ecoprint adalah akan tetapi akan terus tumbuh sehingga mengingat sampai saat ini pengetahuan
teknik mencetak, mewarnai dan membuat membutuhkan sumber daya manusia tentang bahan apa yg dipakai sangat terbatas
produk dengan menggunakan bahan-bahan khususnya di bidang tekstil.
alami. Sedangkan Dr. dr. Ria Maria Theresa, SpKJ., Jawab: kalau kegagalan sebenarnya
Dalam dunia fashion, ecoprint adalah MH dalam sambutannya mengatakan bahwa tergantung pekerjaan ya, misalkan
pemerasannya harus bener-bener tidak boleh
teknik yang membutuhkan banyak media sebenarnya di UPN sendiri sejak tahun 2002 ada air menetes harus kering, pemberian
berupa tumbuhan, seperti daun, bunga dan sudah ada akademi tekstil, namun karena warna, terus pengikatan itu juga berpengaruh.
ranting hingga akar. Motif-motif yang dibuat peminatnya kurang akhirnya ditutup. Akan jadi prosentase kegagalan cetak itu berkisar
pasti berkaitan dengan lekuk dan bentuk dari tetapi sejak 2019 UPN Veteran Jakarta sudah 25% namun tadi itu bisa berkurang atau
tumbuhan yang digunakan. Ecoprint adalah mengajukan Prodi S1 Rekayasa Tekstil. Ia bertambah prosentasenya tergantung
teknik yang baru dan menyegarkan bagi dunia berharap agar didukung terus sehingga izin pekerjaan tadi.
bisnis. Prodi Jurusan rekayasa tekstil segera keluar.
Ta nya : S e d i k i t b a nya k nya j i ka
Dengan melihat perkembangan dan bisnis menggunakan bahan alam baik itu daun, bunga
yang menjanjikan, Ikatsi DPW Jakarta-Banten dan sebagainya, apakah sudah dilakukan
Berkolaborasi dengan UPN Veteran Jakarta penelitian lebih jauh, apakah ada efek terhadap
menggelar Seminar sekaligus pelatihan user dari ecoprint, karena sensitif kulit setiap
Ecoprint dengan tema “Teknik Cetak Pewarna orang berbeda.
Alami Pada Kain” bertempat di Auditorium
Bhineka Tunggal Ika Kampus UPN Veteran Jawab: Secara pribadi saya belum pernah
Jakarta, Rabu (8-02-2023). mengikuti penelitian. namun secara pribadi
Dr. dr. Ria Maria Theresa, SpKJ., MH saya pernah memakai salah satu daun yang
Pada Kesempatan tersebut hadir
perwakilan Rektor UPN Veteran Jakarta Dr. dr. daun tersebut jika mengenai kulit ada efek
gatal, tapi setelah melalui proses pencucian,
Ria Maria Theresa, SpKJ., MH. dan Dekan “Selamat menjalankan seminar dan kain hasil cetak daun tersebut tidak lagi
Fakultas Teknik UPN Dr. Ir. Reda Rizal, M.Si yang pelatihan Ecoprint dan semoga semua menimbulkan efek terhadap kulit.
diwakili oleh M. Aripudin Lukmana M.ST., MT. mendapatkan manfaatnya“, ujar Ria dalam
Turut hadir juga Ketua Dewan Majelis sambutannya. Untuk Lebih mengetahui kegiatan tersebut bisa
Kehormatan DPP IKATSI Kol (purn) Agus Acara kemudian dilanjutkan dengan dilihat Link YouTube.
Muntarto,ST,SH.,M.M, beserta jajaran penyerahan Nota Kesepahaman dan Silahkan KLik : SEMINAR DAN PELATIHAN
Pengurus DPP IKATSI, Wakil Ketua 1 Redma Gita pemberian plakat dan diakhiri sesion pertama ECOPRINT
W., Wakil Ketua 2 Sukotjo, Sekjen Himawan ini dengan doa yang selanjutnya acara • Red B-Teks/ Beddy AY


Read more here





W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


TENUN SARUNG DONGGALA

Dengan Coraknya Yang Khas




JAKARTA, Februari 11, 2023 (bunga berbuah keranjang), Yonjokea
(burung kakatua sedang hinggap), Vala’a
ernah dengar tentang Sarung
Donggala? Banyak produsen sarung (bunga merayap), Bomba Kota (bunga
Pkita memproduksi motif-motif berbentuk kotak-kotak), Bunga poindo tava
ronto (bunga berbentuk lampu gantung
Sarung Donggala, walaupun disainer-
berdaun gugur), Tavanompulo (daun
desiner di pabrik sarung kita maupun
konsumennya belum tentu paham, yang merambat), Punanu Unu (pohon beringin)
seperti apakah corak sarung Donggala. Bunga cando (bunga cangkokan), Bunga
Lanto (bunga air), Bunga lanto (bunga air),
Donggala adalah nama kota pelabuhan spesialisasi pekerjaan tersebut. kacandiva kao-kao (daun merambuat) dan
di Sulawesi Tengah. Pada umumnya daerah Berbeda dengan kebiasaan pada motif masih ada beberapa motif lain.
pembuatan kain tenun Donggala berada di batik di Jawa, maka ragam hias tenun
sekitar pantai timur maupun barat Donggala tidak mengenal nilai simbolik 3. Corak Buya Subi
Donggala yang berair jernih sehingga batu yang membedakan pemakainya dari lapisan Dibuat dengan teknik songket (dengan
karang di dasar laut terlihat jelas. Awalnya masyarakat tertentu. Perbedaannya hanya pakan tambahan) atau sungkit (dengan lusi
pembuatan sarung tenun merupakan nampak pada penggunaan dan pemilihan tambahan) menggunakan ragam hias
pekerjaan sambilan, tetapi karena sarung warna. Sebagai contoh warna-warna terang bunga-bunga.
Donggala dibutuhkan konsumen secara dan menyolok umumnya dipakai oleh orang 4. Kain Kombinasi Bomba dan Subi
terus menerus baik sebagai busana adat muda, sedang warna gelap dan tenang lebih
maupun busana sehari-hari, maka akhirnya banyak dipakai oleh kaum tua, khususnya Jenis ini cara pembuatannya dikerjakan
kain ini diperjual belikan hingga jauh keluar pria. dua kali yaitu dicelup kemudian di sungkit.
daerah. 5. Kain Buya Bomba Kota
Menurut Suwarti Kartiwa, pada buku
serial Taman Mini Indonesia Indah, Sarung Bermotif kotak-kotak dengan teknik
tenun Donggala secara tradisional memiliki mengikat benang lusi dan benang pakan
b e b e r a p a j e n i s s e s u a i t e k n i k dengan ikat ganda. Jadi di Indonesia selain
pembuatannya, diantaranya sebagai kain Gringsing Bali ikat ganda juga
berikut: digunakan pada beberapa motif tenun
daerah lain.
1. Kain Polekat Garusu dan Buya Cura
6. Kain Buya Awi
Dasar pembuatan kedua jenis sarung ini
adalah anyaman benang lusinya (istilah Tenunanya berbentuk polos dengan
setempat disebut benang pusua) dengan satu warna tanpa ragam hias.
benang pakan (benang pusus) yang
berbeda warna. Umumnya menggunakan
warna merah muda dan ungu tua. Namun
demikian beberapa warna benang lusi juga
dipakai pada benang pakannya. Besar
kecilnya jalur-jalur benang tersebut
Keindahan motif sarung Donggala
merupakan suatu daya tarik dari sekian disesuaikan dengan bentuk yang
banyak jenis sarung tradisional Indonesia. dikehendaki. Persilangan jalur pakan dan
Sarung ini terbuat dari dua macam bahan, lusi yang membentuk kotak kecil maupun
ada yang berbahan sutera asli maupun kotak besar disebut dam-dam. Secara
bahan campuran antara sutera buatan umum, bila bentuk dam-damnya adalah
kotak-kotak besar disebut Buya tuna lapa.
(Viscose Rayon) yang di blend dengan katun
sehingga masih menimbulkan kesan seolah Sedang yang dominan dengan dam-dam Beberapa corak Sarung Tenun
terbuat dari sutera. berukuran kecil disebut Buya ganboro. Donggala. Warna dan coraknya memiliki
banyak kesamaan dengan sarung tenun
Pewarnaan alam sejak beberapa
periode ini sudah di tinggalkan karena Bugis di Sulawesi Selatan. Selain dihasilkan
pengusaha lebih mementingkan hasil tenun perajin penduduk Sulawesi tengah, sejak
bertahun-tahun beberapa suku minoritas
yang warnanya lebih tahan luntur. Dalam
keturunan Arab yang menekuni pembuatan
mengefektifkan kerja para perajin Sarung Sarung Donggala ini. Selain memnenun
Donggala maka terjadi spesialisasi dalam sendiri dan mempekerjakan penenun
pekerjaan. Ada yang khusus memintal
b en an g d an mewarn ai b en an g , setempat, pengusaha ini juga berdagang
benang tenun, pewarna kimia, serta
penyusunan benang pada alat tenun Sarung tenun Donggala berbahan berbagai jenis keperluan menenun. Dari
sutera, Buya Tuna Lap
(mendisain komposisi motif) yang masing-
masing dipercayakan pada satu pihak, perdagangan antar pulau ini menurut
pengamat terjadi saling mempengaruhi
sementara perajin yang menenun dilakukan 2. Corak Buya Bomba
perajin yang lain. Dengan demikian Tenunan bercorak Buya Bomba ada antara corak sarung ikat Donggala dengan
sarung ikat Gresik.
kecepatan dan ke cermatan produksi lebih beberapa jenis yang khas, yaitu
dapat diandalkan dari dilakukannya Tavanggadue (daun keladi), Seskaranji • Red B-Teks/ Adi Kusrianto
Read more here





W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


KINERJA INDUSTRI TEKSTIL
Terkontraksi 4,08% di Tahun 2021




JAKARTA, Februari 11, 2023 mengalihkan pengeluaran tersebut untuk Rp1.264.590 per bulan pada tahun lalu. Jumlah
DB industri tekstil dan pakaian jadi sebesar membiayai kesehatan. Tercatat pengeluaran itu melanjutkan tren kenaikan pengeluaran per
Rp127,43 triliun pada 2021. Nilai itu masih masyarakat untuk pakaian turun 12,07% menjadi kapita dalam lima tahun terakhir. Pada 2016, rata-
Pterkontraksi 4,08% dibandingkan tahun Rp31.745 per bulan pada 2021. Persentase rata pengeluaran per kapita di Indonesia setiap
sebelumnya. pengeluaran untuk komponen tersebut pun bulannya sebesar Rp946.258. Angkanya
berkurang dari 2,95% menjadi 2,51%.
Beralihnya Pengeluaran Masyarakat untuk
Kesehatan saat Pandemi
Pandemi Covid-19 tidak membuat
pengeluaran masyarakat Indonesia menurun
untuk tiap bulannya. Meski naik, ada perubahan
pola pengeluaran masyarakat yang lebih banyak
untuk kepentingan kesehatan.
Pandemi Covid-19 telah menghantam
berbagai sendi ekonomi di dalam negeri. Tak
pelak, hal itu juga sempat membuat pendapatan kemudian naik 9,54% menjadi Rp1.036.497
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produk masyarakat Indonesia mengalami penurunan. setiap bulannya pada 2017. Kemudian, rata-rata
domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan Kondisi ini sebagaimana tecermin dari produk pengeluaran per kapita setiap bulan naik 8,51%
(ADHK) industri tekstil dan pakaian jadi sebesar domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia yang menjadi Rp1.124.717 pada 2018.
Rp127,43 triliun pada 2021. Nilai itu masih sebesar Rp57,3 juta pada 2020. Jumlah ini turun Rata-rata pengeluaran per kapita setiap
terkontraksi 4,08% dibandingkan tahun 3,37% dari tahun sebelumnya yang sebesar bulan kembali meningkat 3,6% menjadi sebesar
sebelumnya (year on year/yoy) yang sebesar Rp59,3 juta. Namun, pendapatan per kapita di Rp1.165.241 pada 2019. Setahun setelahnya,
Rp132,85 triliun. Indonesia mulai kembali pulih kembali setahun pengeluaran per kapita setiap bulan tumbuh
Kinerja industri tekstil dan pakaian jadi pun setelahnya. Tercatat PDB per kapita di Indonesia 5,19% menjadi Rp1.225.685. Lalu, nilainya naik
masih melanjutkan pelemahannya yang terjadi mengalami peningkatan 8,55% menjadi sebesar lagi 3,17% pada 2021.
sejak tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Rp62,2 juta pada 2021. • Red B-Teks/ Ly
Walau demikian, kontraksi PDB industri tersebut Meski pendapatan masyarakat sempat
telah lebih baik dibandingkan pada 2020 yang menurun, hal tersebut tak membuat pengeluaran
sebesar 8,88%. Kinerja industri tekstil dan mereka berkurang. Berdasarkan data Badan Read more here
pakaian jadi merosot karena masyarakat mulai Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran
mengurangi pengeluaran untuk pakaian. Mereka masyarakat Indonesia per bulannya mencapai




BUTUH 25 RIBU TENAGA KERJA,

Pabrik Sepatu NIKE Mulai Dibangun di Pekalongan




JAKARTA, Februari 13, 2023 dibebaskan untuk pembangunan pabrik Sementara itu, perwakilan dari PT HAI, Mr
abrik sepatu kenamaan dunia mulai sepatu Nike di Kabupaten Pekalongan dan Clarence menyampaikan, bahwa pihaknya
dibangun di Kabupaten Pekalongan. tenaga kerja kurang lebih 25 ribu orang.” memilih di Kabupaten Pekalongan karena
PMereka menjanjikan akan menyerap “Jadi, akan banyak warga Kabupaten sebelumnya sudah melakukan survei. Dari
sekitar 25 ribu pekerja lokal Kota Santri. Pekalongan yang bisa bekerja di sini,” kata lokasi, maupun jumlah SDM nya sangat cocok
Targetnya, pabrik ini akan berdiri dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kepada dengan perusahaan sepatu Nike.
beroperasi pada 2024. Pabrik sepatu Nike ini Tribunmuria.com. “Itulah kenapa kita memilih berinvestasi di
sedang dibangun di wilayah Desa Sampih, Menurutnya, dengan dibangunnya pabrik Kabupaten Pekalongan. Jadi waktu survei
Kecamatan Wonopringgo. Luas lahannya sepatu ini merupakan langkah awal yang bagus maupun hingga saat ini, kita sangat sangat
sekitar 70 hektare. Rabu (14/12), mulai di Kabupaten Pekalongan. dibantu dari Pemerintah Kabupaten
dilakukan ground breaking. Perusahaannya Sebab, Kabupaten Pekalongan sudah Pekalongan, Untuk itu, saya mengucapkan
bernama PT Hardases Abadi Indonesia (HAI). terimakasih agar supaya ke depan lancar,”
menjadi incaran para investor untuk katanya.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyebut, berinvestasi, apalagi yang berinvestasi adalah
perizinan dan pembebasan lahan untuk pabrik perusahaan besar yang produksinya sudah go Kemudian, pabrik sepatu ini memproduksi
itu sudah beres. Pihak pabrik, kata dia, hanya internasional sehingga hal ini sangat dari nol, dari bahan mentah sampai ke bahan
tinggal terus menjalin komunikasi dengan menggemberikan. jadi hingga packing.
pemerintah desa setempat. “Permintaan saya “Saya senang dan bahagia sekali. Saya “Jadi seperti yang kita tahu, sekarang kan
cuma satu ketika memberi izin PT ini berdiri di baru menjabat bupati 1,5 tahun, alhamdulilah kondisi perekonomian maupun dunia saat ini
sini, yakni pekerjanya harus warga ber-KTP sudah ada satu pabrik besar yang bisa buka di cukup sulit. Tapi, kami berusaha sebaik
Kabupaten Pekalongan. Kalau yang tenaga sini,” ujar dia. mungkin untuk tetap menjalankan project ini
khusus, dari luar tidak apa-apa,” kata Fadia usai “Insyaallah, ini akan bisa menyerap tenaga dan diharapkan akan selesai mungkin di awal
ground breaking. tahun 2024,” tambahnya.
besar yang banyak khususnya warga
Pendirian pabrik ini direncanakan akan, Kabupaten Pekalongan,” ujarnya. • Red B-Teks/ Ly
menyerap tenaga kerja sebanyak 25 ribu Pihaknya mengaku, memang dari awal
tenaga kerja. komitmen terhadap pabrik sepatu ini
“Kurang lebih 70 hektare yang sudah terutama pada saat memberikan izin. Read more here



W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


Sarung Batik Printing Meramaikan

GAYA BERSARUNG KAUM MILENIAL






JAKARTA, Februari 11, 2023
T anggal 3 Maret ini kita kembali

memperingati Hari Sarung yang
pada tahun 2019 lalu telah
dicanangkan pemerintah bahwa
Indonesia memiliki busana dalam bentuk
sarung perlu diakuisisi sebagai busana
nasional. Pernah ditulis dimedia, bahwa
sarung selama ini nasibnya memang
belum sebaik batik, padahal dua-duanya
merupakan kekayaan budaya kita sejak
dahulu kala. Kemunculan Sarung Batik
Kali ini saya ingin mengangkat topik Kemunculan Sarung Batik erat
tentang sarung batik, yaitu kain sarung kaitannya dengan penyebaran agama
yang memiliki motif batik, bukan sekedar Islam di daerah Tegalsari, Ponorogo. Ada
motif palekat yang diperoleh dari efek sebuah pesantren yang diasuh Kyai Kasan
warna-warni benang tenun. Mungkin ada Besari (Hasan Basri) atau dikenal dengan
kejenuhan mengapa sarung palekat bukan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Beliau selain
pilihan paling atas pada motif sarung yang mengajarkan Agama Islam juga
diminati kaum millenial. Sementara kaum Ketika batik pesisiran dikembangkan mengajarkan ilmu ketatanegaraan, ilmu
kolonial justru merasa kurang pas kalau menjadi sarung batik untuk pria, maka perang dan kesusteraan. Karena
sarungnya terlalu out of the box, jadi pola kepala diletakkan di bagian belakang, kesolehan dan kearifannya, Kyai Kasan
merekalah konsumen motif palekat yang sedang kedua ujung kain ini dijahit Besari diambil menantu oleh raja Keraton
paling dominan. Bahkan motif-motif yang Solo (versi cerita ini sangat beragam).
membentuk tabung. Sketsa bagan dari
diambil dari motif tenun tradisionalpun Ketika Puteri Kraton Solo menjadi isteri
motif batik sarung batik menjadi sebagai
dipilih sebagai sarung kondangan karena Kyai, diboyong ke Tegalsari diikuti para
berikut.
biasanya dirasa terlalu “mewah’ dan pengiring yang beberapa diantaranya
“ramai”. adalah pembatik kraton. Mereka itulah
Sarung batik munculnya dari daerah yang membawa ketrampilan membatik ke
pembatikan pesisiran, yang merupakan Ponorogo. Dari sinilah kalangan pesantren
pengembangan dari batik pesisiran. Batik Tegal sari mulai menyukai sarung yang
pesisiran memiliki pola khas yang dapat semula hanya bercorak palekat menjadi
saya gambarkan seperti bagan seperti ini. motif batik. Mengingat saat itu, kalangan
diluar kraton lebih banyak mengkonsumi
batik motif pesisiran, maka sarung batik
itu mengikuti pola pesisiran, dimana
tumpal sarung diletakkan pada bagian
belakang dan tanpa diberi tumpal kepala
sebelah kiri, karena bagian ini akan dijahit
berbentuk tabung (lihat bagan sarung).
Sarung Trendy di kalangan Millenial
Penggunaan busana tradisional
dikalangan millenial belakangan ini
Bagian kepala kanan yang merupakan
semakin menggembirakan. Bukan saja
bagian berbeda yang paling lebar dan
kaum wanita yang semakin berani
menyolok difungsikan sebagai Tumpal
mengenakan kain batik serta kebaya
Ketika kain batik tersebut dipakai
ditempat-tempat umum, baik di mal
wanita pada gambar diatas, maka kain ini
maupun di lokasi kampus. Hal ini diikuti
disebut juga sarung. Pada sarung wanita
trend dikalangan cowok millenial yang
kedua ujung kain seringkali tidak perlu
semakin PD mengenakan sarung saat
dijahit, dan bagian kepala dan papan
beraktifitas di area publik sebagai
diletakkan didepan. Ini yang membedakan perwujudan dari kecintaannya pada
dengan kain batik klasik yang dalam Beberapa sketsa ini saya ambil dari buku
pemakaiannya perlu di wiru, sedang batik saya “Sarung Tenun Indonesia, Warisan budaya Nasional.
pesisiran tidak. Budaya Bangsa.” • Red B-Teks/ Adi Kusrianto
Read more here





W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


Mengenal PT. EMBROITEX JAYA,

PRODUSEN KAIN BORDIR

di Gresik




JAKARTA, Februari 13, 2023
Belum lama ini, team Buletin Tekstil mendapat kesempatan mengunjungi pabrik
tekstil penghasil kain bordir. Perusahaan itu adalah PT. Embroitex Jaya yang berada
di kawasan Driyorejo Gresik.


ekedar diketahui, pabrik ini satu- mulai mendirikan pabrik bordirnya yang
satunya produsen tekstil yang kedua yang menggunakan mesin-
Smenghasilkan kain bordir yang mesin terbaru dari Swiss.
menggunakan mesin bordir tegak Banyak hal yang dapat dibagikan
(Schiffli Embroidery) di Jawa Timur. oleh Dicky Sumitro atas perjalanan Dicky Sumitro,
Selain itu, perusahaan ini merupakan karirnya yang dipandang sukses dari dari Pegawai pabrik di Bandung
salah satu diantara 6 pabrik jenis di seorang Intraprenour (pegawai) menjadi pemilik pabrik bordir
Indonesia. menjadi Entreprenour (pengusaha). dengan mesin-mesin bordir canggih
Dalam menjalankan usahanya, Dicky tidak segan-segan menshare buatan Swiss.
Embroitex Jaya memiliki 11 unit mesin pengalaman suksesnya ke pihak-pihak
bordir merk Saurer Epoca dan Lasser yang membutuhkan. Dia pernah di
buatan Swiss. Pabrik yang telah undang untuk bicara didepan anggota
beroperasi sejak tahun 2000 ini di HIPMI di Institut Teknologi 10
dirikan dan dioperasikan oleh Dicky November Surabaya, Di Universitas
Sumitro seorang pengusaha nasional Ciputra didampingi asistennya Adi
keturunan India. Ketika pertama kali Kusrianto yang saat itu menjadi
masuk ke Indonesia tahun 1979, Dicky pengajar di UC.
bekerja sebagai manajer produksi Salah satu kunci suksesnya adalah,
Departemen Embroidery PT. Kewalram Dicky berprinsip bahwa agar dia bisa
Indonesia di kawasan industri naik ke jenjang berikutnya, maka dia
Rancaekek Bandung. harus mampu mengangkat orang lain
untuk menggantikan posisinya. Dengan
Setelah berjuang mengembangkan
menyiapkan penggantinya, maka dia
karirnya sejak dari PT. Kewalram, lalu
akan mampu naik ke jenjang lebih
pindah ke PT. Horizon Syntex yang
kemudian berubah nama menjadi PT. tinggi. Selain itu kedermawanan Dicky Mesin Bordir Sciffly merk Lasser
Lotus Indah Textiel Industries, Dicky dalam berbagi ilmu adalah selama tipe terbaru berkepatan tinggi
memenjadi manajer di pabrik-pabrik
Sumitro (aslinya D.K. Galvankar) yang
sering membantu karyawan yang
lulusan Victoria Jubilee Technical dianggapnya memiliki potensi untuk
Institute, Mumbay dalam waktu 13
disekolahkan. Hasilnya mereka akan
tahun telah berhasil meningkatkan
posisinya dari seorang manajer menjadi aset yang sangat berharga
dalam mendukung karir Dicky sebagai
perusahaan milik orang lain kemudian
pengusaha.
mendirikan pabriknya sendiri yang
pertama di kawasan Jemundo, Sidoarjo. Hasil produksi PT. Embroitex Jaya
saat ini banyak untuk memenuhi
Pabrik ini bernama PT. Embrotama
kebutuhan bahan baku produsen
Indoteks dengan 10 mesin Embroidery
busana muslim di Tanah air. Beberapa
bekas merk Hiraoka. Saat mendirikan brand busana muslim nasional
pabrik pertama ini Dicky masih menggunakan kain bordir pabrik ini.
berstatus WNA sehingga dia dibantu
salah satu partner usahanya yang WNI. Kisah sukses yang menarik dari Pak
Dicky Sumitro ini akan dilanjutkan pada
Pabrik ini sempat beroperasi selama 10
Bulletin Tekstil edisi berikutnya.
tahun kemudian di jual. Setelah
menerima status sebagai WNI maka ia • Red B-Teks/ Ratna Devi
Contoh hasil produksi kain Bordir
Read more here berbahan katun







W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


PHK MASSAL INDUSTRI GARMEN

DAN TEKSTIL INDONESIA

Pemerintah Harus Apa?







JAKARTA, Februari 15, 2023 menyebabkan PHK lebih dari 90.000 orang. Berdasarkan survei
yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat pengurangan
eningkatan inflasi dan potensi krisis ekonomi di berbagai
negara memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap jumlah tenaga kerja dalam industri tekstil dari 1,13 juta menjadi
1,08 juta tenaga kerja pada Agustus 2022.
Pstabilitas dan keberlanjutan dari industri garmen dan tekstil
di Indonesia. Meski pernah menjadi primadona di tahun 1990-an Alasan Terjadinya PHK
sebagai fokus pengembangan industrialisasi nasional, industri
Terjadinya PHK massal dalam industri garmen dan tekstil
garmen dan tekstil mulai tidak stabil sejak pandemi COVID-19
Indonesia dilatarbelakangi satu isu besar, yakni berkurangnya
hingga berlangsungnya tren kenaikan inflasi di berbagai negara saat
pesanan dari pembeli di luar negeri. Menurut Wakil Ketua Bidang
ini. Kondisi global yang semakin memburuk mendorong pengusaha
industri garmen untuk mengurangi jumlah tenaga kerja dan Ketenagakerjaan Apindo Aloysius Santoso, permintaan ekspor dari
melakukan PHK. pasar Amerika Serikat dan Eropa terhadap industri garmen dan
tekstil Indonesia kemungkinan akan berkurang 50% hingga
Industri garmen dan tekstil sendiri saling berkaitan, tapi dalam pertengahan tahun 2023. Peningkatan inflasi akibat naiknya harga-
praktiknya terdapat perbedaan fokus dalam pengembangan harga barang pokok mendorong masyarakat untuk melakukan
masing-masing industri. Industri garmen merupakan industri yang penghematan dengan mengurangi pembelian terhadap produk-
lebih berfokus pada pembuatan pakaian jadi, sementara industri produk industri garmen dan tekstil yang tidak termasuk kebutuhan
tekstil mencakup proses pembuatan pakaian dari serat hingga pokok. Hal ini menyebabkan produk tekstil dan garmen yang telah
menjadi pakaian jadi. Industri terkait dengan tekstil merupakan dikirim sebelumnya belum dapat sepenuhnya diserap pasar
industri padat karya Indonesia yang menyerap 1,4 juta pekerja pada sehingga terjadi kelebihan pasokan di negara tujuan ekspor yang
tahun 2021. kemudian menurunkan jumlah pesanan kepada industri garmen
dan tekstil.
Regulasi pandemi COVID-19 untuk membatasi mobilisasi kapal
pengangkut barang ekspor juga berdampak terhadap terjadinya
keterlambatan pengiriman produk-produk garmen dan tekstil ke
negara tujuan. Produk garmen dan tekstil yang harusnya telah
sampai dalam masa pandemi menjadi terlambat untuk dipasarkan
sehingga permintaan baru pun berkurang.
Pentingnya Peran Pemerintah Indonesia
Peningkatan jumlah tenaga kerja industri padat karya garmen
dan tekstil yang mengalami PHK sepatutnya menjadi perhatian
pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah perlu segera
Peningkatan Jumlah PHK melakukan proses kalkulasi PHK sebelum mengambil langkah
pencegahan PHK yang lebih masif lagi. Menurut Kepala Badan
Pemutusan hubungan kerja (PHK) industri garmen dan tekstil
terjadi di berbagai daerah Indonesia. Direktur Eksekutif Asosiasi Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu,
Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie menyampaikan pertumbuhan industri tekstil dan garmen secara agregat masih
bahwa industri sepatu tanah air mengalami penurunan pesanan dianggap baik sehingga pemerintah perlu melakukan kajian yang
untuk ekspor setidaknya sejak Juli 2022. Pendataan yang terlambat lebih dalam terkait dengan isu PHK yang sedang berkembang.
terhadap realisasi pengiriman ekspor produk garmen dan tekstil Isu PHK di Indonesia yang akhir-akhir ini tidak hanya tersentral
Indonesia menyebabkan seolah-olah industri garmen dan tekstil pada industri garmen dan tekstil meningkatkan desakan akan
terlihat masih bertumbuh. Hal ini juga menyebabkan jumlah hadirnya langkah-langkah preventif dan solutif dari pemerintah.
karyawan yang terkena PHK belum dapat terdata dengan baik. Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
(Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa
Fenomena terjadinya PHK juga terjadi di wilayah Subang, Jawa
Barat, di mana Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi permasalahan PHK di sektor industri garmen dan tekstil harus
(Disnakertrans) Kabupaten Subang Yenni Nuraeni menyampaikan menjadi perhatian bagi pemerintah karena dapat berimbas pada
PHK sekitar 10.000 karyawan dari 25 pabrik garmen di daerah lebih banyak sektor lain di tengah ancaman krisis dan resesi
ekonomi tahun mendatang. Menurutnya, pemerintah perlu
Subang. Hal yang sama disampaikan oleh Juru Bicara Perkumpulan
melakukan berbagai langkah konkret seperti menyerap produk-
Pengusaha Produk Tekstil Provinsi Jawa Barat (PPTPJB) Sariat Arifia,
produk industri kecil/menengah garmen lokal serta memperluas
di mana perusahaan-perusahaan industri garmen sudah
pangsa pasar dengan membidik negara-negara yang
mengurangi lebih dari 50% jumlah tenaga kerja dan kapasitas
perekonomiannya masih stabil sebagai tujuan ekspor baru.
karyawan dari masa sebelumnya. Data PPTPJB menunjukkan
tutupnya 18 pabrik garmen di daerah Jawa Barat yang • Red B-Teks/ Ly

Read more here






W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


W ART A
WARTA

DUNIA 26
DUNIA 26 peralatan medis dan otomotif. Serat yang diproduksi ini dapat
dimodifikasi pada tingkat molekular sehingga memungkinkan untuk
menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pimpinan Ristek BRAIN Biotech’s Alexander Pelzer menyatakan
JAKARTA, Februari 15, 2023
bahwa teknologi pengoptimalan protein mereka, dengan
mendasarkan desain rational sequence dan desain structure-driven,
telah membuktikan keberhasilan mereka dalam banyak proses
sebelumnya. Selanjutnya Unit Teknologi Enzim mereka, bekerja sama
PAKISTAN dengan AMSilk akan mengembangkan struktur protein ini untuk
menghasilkan bahan serat berkinerja tinggi untuk dibuat tekstil dan
Asosiasi Tekstil Pakistan menyatakan bahwa ekspor tekstil pakaian jadi.
Pakistan menurun dengan signifikan sehingga para pengusaha harus
mengambil jalan yang berat berupa penurunan kegiatan produksi
tekstil. Akibatnya, sekitar 7 juta pekerja tekstil terpaksa harus BANGLADESH
menerima nasib mengalami pemutusan hubungan kerja. Di samping
penurunan ekspor, banjir di Pakistan juga telah merusak ladang kapas Serikat Pekerja di Bangladesh menuntut pemerintah untuk
yang mengakibatkan penurunan suplai bahan baku kapas bagi industri dengan segera meninjau besaran upah minimum pekerja tekstil dan
tekstil. pakaian jadi, tuntutan mereka agar upah minimum dinaikkan dari
Ekspor tekstil Pakistan mencapai nilai US$19,3 miliar pada tahun US$75 menjadi US$215 perbulan. Tuntutan ini diajukan sejalan
2021 yang merupakan lebih dari 50% porsi total ekspor negara adanya peningkatan inflasi tinggi yang melanda negara itu telah
tersebut. Pada saat kekurangan bahan baku kapas maka banyak pabrik sangat menyulitkan kehidupan para pekerja. Ketentuan upah
yang memproduksi seprei, handuk dan denim yang mengekspor hasil minimum ditinjau pemerintah setiap rentang waktu 5 tahun dan
produksinya ke Eropa dan Amerika Serikat harus menutup pabrik, penetapan umah minimum terakhir adalah pada tahun 2018 yang lalu
apalagi kebijakan pemerintah Pakistan yang menaikkan pajak baru- sebesar US$75/bulan bagi pekerja baru.
baru ini betul-betul memberikan pukulan telak bagi para pengusaha Serikat Buruh melakukan demo di depan Pers Club Nasional di
tekstil. Dhaka yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tuntutan ke
Inflasi tinggi yang ditambah dengan menyusutnya cadangan mata Kementerian Tenaga kerja pada tanggal 5 Februari 2023. Tercakup
uang karena program Dana Moneter Internasional (IMF) yang juga dalam tuntutan para buruh ini antara lain: kenaikan upah minimum
memberikan tambahan kesulitan bagi industri dalam negeri Pakistan. menjadi US$215 perbulan, kenaikan berkala sebesar 10% setiap
Bank Negara menyatakan bahwa cadangan devisa Pakistan menurun tahun dibandingkan kenaikan 5% yang berlaku sekarang ini,
sampai menjadi US$4,3 miliar, level terendah sejak Februari 2014. pemberian tingkat kesejahteraan yang lebih baik bagi para pekerja.
Pakistan mengharapkan bantuan IMF untuk mencairkan Para buruh menyatakan telah terjadi perubahan kondisi ekonomi
pinjaman sebesar US$1,1 miliar yang merupakan bagian dari rencana yang drastis dalam kurun waktu 2018 sampai 2022. Dengan tingkat
pinjaman sebesar US$7 miliar yang telah tertunda sejak September inflasi yang naik meroket membuat tidak mungkinnya para buruh
tahun lalu. Serikat Pekerja melakukan protes akibat pemutusan mendapatkan standar hidup layak. Tingkat inflasi Bangladesh sebesar
hubungan kerja dan menuntut pembayaran upah yang belum 9,5% pada tahun 2022, merupakan angka tertinggi dalam 11 tahun.
dibayarkan. Sejauh ini pihak Asosiasi Produsen dan Eksportir Garmen
Hampir 50% pabrik-pabrik tekstil tutup di awal abad, Sebagian lagi Bangladesh belum memberikan tanggapan atas tuntutan para buruh
melakukan sistem kerja bergiliran bagi karyawannya. Asosiasi tersebut. Pada bulan November tahun 2022 pengusaha telah
Pertekstilan Pakistan telah meminta Perdana Menteri Shehbaz Sharif melakukan kerja sama dengan Master card melalui South East Bank
untuk segera turun mengatasi persoalan yang menimpa industri Ltd. untuk melakukan digitalisasi pembayaran upah buruh dengan
tekstil Pakistan ini, sejumlah besar pekerja sudah di PHK dan jumlah meluncurkan kartu kredit dan kartu prabayar agar para buruh
yang lebih besar akan segera menyusul apabila tidak segera diambil mendapat pilihan yang lebih nyaman, lebih aman dan lebih cerdas
Langkah serius oleh pemerintah Pakistan. Mereka juga meminta dalam mengelola pendapatannya di banding menerima uang tunai.
bantuan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk memberikan (Just Style)
pinjaman sebesar US$2 miliar guna melakukan impor bahan baku
serat kapas dari Amerika. (dw.com)
INGGRIS

JERMAN Badan Lingkungan Hidup Eropa menyatakan bahwa penggunaan
serat polyester dalam industri pakaian mencakup sekitar 60% dari
Perusahaan Brain Biotech Jerman bekerjasama memproduksi total penggunaan serat. Lebih lanjut Universitas Portsmouth
produk berbasis bio untuk bahan tekstil dan pakaian jadi dengan mengemukakan pendapat bahwa sebagian besar dari waste polyester
pemasok industri biomaterial inovatif industri tekstil AMSilk. Kerja ini berakhir di tempat pembakaran atau ditimbun di tempat sampah.
sama ini dilakukan untuk mengoptimalkan sifat spesifik struktural Perlu diketahui pembakaran waste polyester ini akan
protein yang akan dapat dipakai pada berbagai bidang aplikasi menimbulkan asap yang berpotensi menimbulkan polusi bagi
berorientasi tinggi di sektor tekstil.
lingkungan hidup, sedangkan serat polyester yang ditimbun ditempat
AMSilk akan memproduksi bahan bioteknologi berbasis protein sampah memerlukan waktu sekitar empat ratusan tahun untuk
struktural karbon terbarukan yang dapat didaur ulang, 100% dapat terurai sempurna. Selama waktu penguraian tersebut waste serat
terurai secara alami dan tidak mengandung mikro plastik. Dengan polyester ini akan mengeluarkan gas methan yang akan memperbesar
sifat-sifat mekanik dan biokimia yang baik, bahan biomaterial ini efek rumah kaca bagi bumi yang mengganggu kelestarian lingkungan
dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti: pakaian jadi, hidup.










W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


Untuk mengatasi masalah ini, Pusat Inovasi Enzim Universitas dijalankan di seluruh industri TPT pada tahun 2021 yang lalu. Strategi
Portsmouth sedang menyelidiki cara memecah bahan kimia penyusun ini dimungkinkan untuk dijalankan apabila disertai langkah-langkah
tekstil poliester untuk menciptakan daur ulang yang aman dan hemat untuk mengatasi kendala nyata yang terdapat di masing-masing
energi. Tim peneliti sebelumnya telah mengembangkan solusi serupa negara Uni Eropa dan penekanan pentingnya adalah memperhatikan
untuk plastik sekali pakai, termasuk polietilen tereftalat (PET). keberadaan industri TPT UKM agar mereka tidak dibebani terlalu
berat dalam menjalankan peraturan ini.
Pemberian zat warna dan proses kimia lain dalam kegiatan
produksi tekstil akan menyebabkan susahnya serat yang dibuat dari Dalam beberapa tahun belakangan ini EURATEX beserta para
bahan baku minyak buni ini untuk diurai secara alami. Tim penelitian anggotanya telah melakukan sosialisasi dan konsultasi terhadap
menyatakan mereka akan mengembangkan enzim yang akan seluruh stake holder TPT, dari strata atas ke bawah. Apa yang
menghancurkan limbah pakaian dari serat polyester secara efisien dijalankan oleh EURATEX ini telah menemukan masalah yang dihadapi
dalam proses yang hemat energi. para pelaku industri di lapangan, mengusulkan strategi dan solusi baru
pengatasan masalah, merumuskan tentang rantai nilai tekstil global
Tim peneliti menyatakan bahwa mereka akan mengembangkan
enzim yang dapat mendekonstruksi PET dalam limbah tekstil dengan dan terus mengembangkan ekonomi sirkulai dalam industri TPT.
meniadakan resistensi yang timbul akibat penerapan proses EURATEX bekerjasama dengan pelaku industri yang dimulai dari
pewarnaan dan proses kimia dalam rangkaian proses produksi tekstil industri kimia tekstil, industri TPT dari hulu ke hilir dan organisasi-
tersebut. Limbah ini selanjutnya digunakan dalam proses daur ulang organisasi Riset untuk mewujudkan gagasan tentang sirkular ekonomi
sehingga sustainability proses produksi dan close loop industry akan ini. Yang cukup penting untuk diketahui kalangan tekstil adalah
terwujud. organisasi tekstil Eropa ini telah menerbitkan 7 Position Paper dalam
rangka Extended Producer Responsibility (EPR) yaitu:
Proses daur ulang limbah berbahan baku serat polyester sekarang
ini dianggap menggunakan energi yang besar, dengan diciptakannya 1. EPR should be designed to support circularity
enzim yang sedang diteliti oleh Universitas Portsmouth ini diharapkan 2. EPR should value different Textiles
penggunaan energi dalam proses daur ulang akan ditekan turun dan 3. EPR should solve real problems
akan mewujudkan sirkular ekonomi yang ramah lingkungan dalam
memproses limbah pakaian berbahan dasar polyester. Penelitian yang 4. No contradictions in EPR schemes for textiles across the EU
didanai oleh Dewan Riset Bioteknologi dan Ilmu Biologi (BBSRC) ini 5. There should be agreement for 1 single Eco-modulation concept
akan memakan waktu 18 bulan dan akan dimulai pada akhir taun 2023
6. EPRs scheme should not bear detrimental unintended
ini. (Just Style)
consequences
7. EPR should enable CE through cooperation and shared
BRUSSEL responsibility

Sirkular ekonomi diartikan sebagai upaya yang dilakukan ketika:
Nilai Produk, Bahan Baku dan Sumber Daya dipertahankan selama PORTUGIS
mungkin keberadaannya. Dalam industri tekstil dan produk tekstil
(TPT) sirkular ekonomi menyiratkan juga cara-cara baru dalam Sedacor sebuah perusahaan pembuat gabus tutup botol anggur
merancang, memproduksi dan memilih produk yang akan diproduksi. telah bermitra dengan perusahaan tekstil Portugis Textile Penedo,
Keniscayaan yang akan didapat dari sirkular ekonomi ini adalah: CITEVE dan Fakultas Teknik Universitas Porto untuk memanfaatkan
limbah akan berkurang dan daur ulang (recycle) akan di praktekkan. gabus bekas tutup botol anggur menjadi benang yang dapat
digunakan membuat kain rajut, kain tenun dan non woven fabrics.
Industri tekstil di Eropa telah mempelopori untuk memproduksi
jenis produk baru barang-barang tekstil dengan menjalankan Gabus yang dibuat dari kulit pohon eik ini dijadikan pasta untuk
sustainability process dan daur ulang dalam proses produksinya, kemudian dibuat inti benang yang diberi merek CORK-A-TEX. Kain
contohnya mereka memproduksi kain jeans dengan menggunakan yang dibuat dari bahan baku daur ulang ini mempunyai sifat yang
benang hasil daur ulang dan membuat botol-botol plastik bekas untuk alami, hangat dalam pemakaian, hipoalergenik, daya tahan geseknya
menjadi serat tekstil. Barang-barang tekstil yang dihasilkan ini tinggi dan dapat digunakan untuk berbagai jenis barang tekstil seperti
termasuk “avant-garde” namun masih terdapat banyak hambatan pakaian, tekstil rumah tangga dan lain-lain.
yang antara lain: biaya produksi yang tinggi pada awalnya, kesulitan Hasil uji sifat-sifat benang ini dinyatakan sebagai berikut:
teknis dan proses produksi dan peraturan pemerintah yang belum kekuatan putus tinggi, elongasi tinggi, daya tahan gosok yang baik,
seberapa mendukung gerakan sirkular ekonomi ini. resistensi terhadap pilling baik, stabilitas dimensi dalam pencucian,
Sejalan dengan keinginan produsen tekstil untuk mewujudkan daya tahan sobek yang tinggi dan mempunyai sifat antibakteri.
sirkularitas, pemerintah di negara-negara Uni Eropa mempelopori Kebaikan lain dari proses daur ulang gabus bekas tutup botol ini
untuk menerapkan kebijakan dan peraturan yang mendorong upaya adalah: memperluas penggunaan bahan yang ramah lingkungan,
menerapkan produksi berkelanjutan (sirkularitas) ini. Pada bulan adanya proses sirkulariti dengan proses daur ulang ini, yang lebih jauh
Maret 2020 pemerintah merilis gagasan Rencana Aksi Ekonomi dianggap dapat mempertahankan keberadaan hutan alam yang
Sirkular yang berisi tujuan untuk merubah cara produksi dan pola secara alami dapat menyimpan lebih dari 14 juta ton CO2 pertahun.
konsumsi barang, industri TPT merupakan sektor utama yang Tantangan yang dihadapi sekarang ini adalah kesulitan dalam
diharapkan akan menerapkan ketentuan ini. teknologi proses yang tersedia dan biaya investasi yang tinggi.
Secara khusus Uni Eropa mengusulkan agar rencana aksi ini sudah • Red B-Teks/ Indra I




Read more here








W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M E D I S I K E • 26


TH
FEBRUARY, 2023 • 26 EDITION









IKATSI DPW Jakarta-Banten Hari Sarung
a
r
g
H
r
u
n
i
S
a
and UPN Veteran Jakarta N A S I O N A L
NASIONAL
to Collaborate in Seminar 03 Maret 2023
r
03 Ma
et 2023
and Ecoprint Training
IN NEED OF
25,000 WORKERS


Shoe Factory to be

Constructed in Pekalongan






DONGGALA


WOVEN SARONG

and its Distinctive Design







NANOLLOSE



Creates WORLD’S FIRST Rayon

Fashion Clothing made


from Liquid Waste










W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M


NANOLLOSE Creates World’s First


Rayon Fashion Clothing made


from Liquid Waste








utilizing existing industrial
equipment. It validates our entire
process.” he explained.


















Nullarbor lyocell fibre produced from
microbial cellulose, the result of
JAKARTA, Februari 6, 2023 the bacteria-involved process is also development by Australia
free from hemi-cellulose and lignin based Company
ayon is generally known as one
(different from wood and bamboo
of regenerated cellulose
that contains lignin and hemi-
Rtextile material from cellulose
obtained from cellulose extraction cellulose), meaning that cellulose
process originating from wood or produced from Acetobacter xylinum
bamboo. The process is done in order bacteria no longer requires cooking
process due to lack of lignin. Based on
to transform wood into wood pulp by
that, it could be concluded that that
cooking the wood in solution
consisting of sodium sulphide (Na2S) the cellulose produced from the
and sodium hydroxide (NaOH) to bacteria no longer needs lignin-
remove lignin from wood. The lignin removal process (no longer needs
cooking process), so it is considered
removal process from woods will then
more environmentally friendly
be followed by screening, washing,
bleaching, pressing, and drying. The compared to the cellulose process
cooking process is the essential step from wood and bamboo.
to be done in the cellulose production With the source of cellulose they
process in order to remove the lignin invented, Nanollose has successfully
naturally contained in wood or developed lyocell fibre which
bamboo raw materials. produced tree-free and 100% made
from microbial cellulose, known as
An Australia-based Company
Nullarbor fibre. Nullarbor fibre then
Nanollose is currently developing
newest innovative technology in the will be spun into yarn to produce
development of cellulose originating fabric and used as garment raw
from bacteria (microbial cellulose). material. On Nanollose’s official
website, Wayne Best (CEO of
Instead of using chemicals to extract
Nanollose), stated “We have
cellulose from wood or bamboo,
Nanollose utilizes Acetobacter successfully took waste and make
xylinum bacteria to consume organic fabric, also done by following
farming liquid waste (containing industrial protocols. Our fibre are Fibre and clothing made from tree-
spun into yarn and made into fabric,
glucose) and transforms glucose into free rayon fibre (Nullarbor)
then produced into garments by
cellulose. Cellulose produced from




TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


for photosynthesis process, nor
extensive forestry land to provide
wood as a raw material. Microbial
cellulose as the raw material of
Nullarbor fibre only requires organic
Salah satu gaun
farm liquid waste (containing glucose) yang berhasil
to produce cellulose with the help of dibuat dari
Acetobacter xylinum. microbial cellulose

Fabric made from tree-free You might be wondering, how of 10-15 days.
rayon fibre (Nullarbor) about the technology facilities of
The illustration shows that the
microbial cellulose required to be
How did the invention begin? constructed to produce a number of microbial cellulose has excellent
feasibility potential by productivity to
The microbial cellulose technology cellulose pulp? Is it applicable on
has actually been unintentionally industrial scale with high production be applied on an industrial scale.
Based on the comparison, it can be
discovered more than two decades capacity? How does it compare to
ago by scientist Gary Cass (now one of cellulose pulp such as woods, said that microbial cellulose produces
32x more productivity of cellulose
non-executive director of Nanollose). bamboo, and cotton? Which one is pulp yield compared to trees, and 9x
Gary Cass unintentionally flooded more productive?
wine barrel with oxygen, and it
resulted with a cellulose layer on the
liquid after the Acetobacter consumed
the wine. Cass spent years on the
possibilities of using the cellulose until
he partnered with Australian fashion
designer Donna Franklin in 2006.
Together, they launched the world’s
Productivity comparison of the amount of cellulose pulp produced from
first ever dress made from wine. cotton, tree, bamboo, and microbial cellulose yearly
with an area the size of a football field
In 2014, he also exhibited another
dress made from similar methods in
World Expo in Milan, with the intent to Through comparative study, the more cellulose pulp compared to
market them. The development answers to the questions above are bamboo. Since the production process
stated by Nanollose Company of microbial cellulose pulp is done in a
continued on utilizing organic farming
regarding how much land is required simple vessel, the production of
liquid waste (containing glucose) to
produce cellulose with the help of to produce a certain amount of microbial cellulose is able to be
cellulose pulp as below. increased many times by using
Acetobacter xylinum. Researchers
multilevel production floor facilities.
discovered that the method has high • Cotton plantation in the size of a 70
sustainability value compared to using metre x 100 metre football field will YouTube video regarding microbial
wine that they did in the beginning of produce around a half a ton of cellulose is available through this link:
the discovery. On the company’s cellulose pulp (yearly) with a https://youtu.be/P3bXclXWOTw
official page, they have explicitly permanent cycle of 6-8 months. Until this article is being written,
claimed that they have invented
• If the same size of a land is allocated Nanollose is collaborating with
world’s first rayon fashion made from for trees, then 3,5 ton of cellulose numerous stakeholders in Australia
waste (non-wood).
pulp yearly can be produced with a with hope in immediately giving a
What are the benefits from using cycle time of 12-18 years to grow. wide positive impact from the
microbial cellulose compared to the discovery of the product. Although not
existing method? • Bamboo is possible to be harvested elaborating the current progress, they
at a faster cycle, which is in 3-7 years,
Nullarbor fibre does not require are certain that this fiber is able to be
and produce around 12 tons of
tree as the raw material on its cellulose pulp (yearly) in a land of the mass produced on a large industrial
production process, therefore the scales and also room in the market in
same size.
production method no longer requires the next 5 years.
fertile land to grow trees, irrigation, • Microbial cellulose has a leading
and pesticides. This gives positive value in comparison with other
aspect that the production process of source of cellulose, producing 115 • Red B-Teks/ Andrian Wijayono
Nullarbor fibre is not dependent on ton of cellulose pulp (yearly) in a land Magister Rekayasa Tekstil dan
trees availability, weather and sun rays of the same size, with a harvest cycle Apparel, Politeknik STTT Bandung



Read more here





TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


BIO-BASED Textile Material:
BIOFIBER










engineering. A research on spider silk is
JAKARTA, Februari 7, 2023 proven to be more promising compared to
other silk proteins because of its durability
umerous steps and strategy to prevent environmental pollution is widely applied
from the main material sourced from crude oil, therefore the material utilization is and mechanical performance. Polymer
Nmore focused on microorganisms, both living and dead. Utilization of these composites development reinforced with
synthetic spider silk can be used as biological
material is called Bio-based or Bio Material. Bio-based is a renewable and sustainable
material. implants and to develop sustainable high-
strength composites.
Quill is a secondary waste that contains
keratin. The absorbance properties of
A material is recognized as “Bio-based” if applications. Biofiber can be classified as keratin are used to produce absorbent
it is wholly or partly derived from biomass. plant fiber and animal fiber. sponges for refining purposes and also in
Biobase content of a material is not an Plant-derived microbial corrosion process applications. In
indicator of material’s biodegradability and recent research, a keratin sponge was
not all bio-based bioplastics are Fiber extracted from plants and trees developed to be more susceptible to oil
biodegradable. consists of cellulose, hemi-cellulose, lignin, absorbance. Further research on keratin-
pectin, wax, etc. The physical, morphology,
chemical, and mechanical characteristics of based material will pave the way for the
development of large-scale composite
plant fiber depend on several factors such as
geography, part of the plant or tree of which sponges that can be used for cleaning lenses,
extremely smooth surface, and precision
the fiber is extracted, and the extraction
method. Plant-derived fibers are also known engineering sectors.
as ligino-cellulose fiber and in the form of Production method
hair such as kapok, cotton, etc. Thick fiber
such as coir and some in the form of bast A precise fiber extraction process is one
fibers obtained from hemp, kenaf, kudzu, of the main problem in biofiber production
Generally, materials that undergo linden, etc. Plant fiber are divided into two process. Fiber extraction technique is
degradation by microbial activity and break primary and secondary fiber depends on the influenced by two factors, fiber type and
down into water, biomass, carbon dioxide, utilization of the plant or tree. Primary fiber application.
and methane at the same rate as food, consists of sisal, hemp, cotton, kenaf while Animal fiber can be extracted by several
leaves, or paper, are considered those included as secondary fibers are by- ways. For example, silk from larvae is
biodegradable. Not every bioplastic is able to products from plants such as bananas, separated by slowly boiling in a solution
be decomposed by microorganisms and pineapples, coir, oil palm, etc. containing soap. Fiber from spiders are
there are several biodegradable plastics that Animal-derived extracted by anesthetizing the spiders then
is 100% fossil-based. turning them upside down to expose
Animal-derived fiber has a potential to spinnerets. The fibers are then removed by
Biofiber
be used as reinforcement in polymer using brush, then separated. Since it is time
Natural fiber is fiber derived from matrices since it has excellent physical, consuming and not available commercially, a
several natural sources such as plants or chemical, and mechanical characteristics. good extraction method is needed to be
animals. The characteristics of this fiber is Animal-derived fiber are sourced from identified. Wool fibers are extracted
influenced by several factors such as several species of animals, such as wool that manually and washed with water to get rid of
geographical location, origin, extraction is sourced from alpacas, bison, sheep, dirt.
method, and processing. This fiber is able to angora, etc. Similarly, silk is obtained from a Natural fiber hydrophilicity and matrix
be used as reinforcement in polymer variety of insect sources, mostly from
matrices and numerous structural butterfly larvae (approximately 14.000 hydrophobicity is one of the disadvantages
s p e c i e s ) a n d a l s o f ro m s p i d e rs when natural fiber is used as reinforcement
(approximately 4.000 species). In general, in polymer composites. Hydrophilic
silk and wool are mostly used in the textile characteristic of natural fiber can be reduced
industry. by chemical treatment and surface
modification. Below are several treatment
Recent research in wool includes that can be done:
electronic application of which a wool fabric
coated with silver nanoparticles and used as • Bleaching natural fibers is done by soaking
touch capacitors to power LEDs. Further the fibers in bleaching solution such as
exploration of this system can be used on hydrogen peroxide (H O ). This treatment is
2
2
bio-medical devices to detect movement in able to increase tensile strength and
muscle and joints of bones. thermal stability of coconut fibers.
Based on a research done in 2019, silk • Copolymerization technique is able to
fiber can be used in biomedical applications increase the thermal stability observed in
such as surgical implants and tissue pineapple leaf fibers.






TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


• NaOH treatment or alkali treatment is able Biofiber limitations
to remove hydroxyl bond and increase
surface roughness, creating strong Biofiber is hydrophilic, due to its
interface bond between fibers and matrix. moisture adsorption and is causing damage
to the matrix when prepared as a composite.
• Ozone treatment of natural fibers helps Biocompatibility is also one of biofiber’s
maintain their mechanical properties over disadvantages, improper wetting and
a period of time. bonding of the composites may result in
reduced performance.
• Plasma process is capable to increase fibers
surface roughness by surface etching, These limitations can be resolved
increasing the interfacial bond by forming through certain fiber modification
an interlock with the matrix. techniques. Cellulose fiber break down
Alikasi Biofiber
quickly in humid and dark condition, while
• Polymer coating on natural fibers increases
animal fiber such as wool and silk may get
compatibility between fiber and matrix.
damaged by pest or insects. Biofiber is able
• Potassium permanganate treatment on to be developed by anti-microbes and anti-
n a t u ra l f i b e r s i m p r o v e s t h e i r pests bonding materials that prevent
physicochemical characteristics by bacterial degradation. Diameter, size, and
removing waxes and other impurities from shape of biofibers are irregular, which have a
natural fibers. major impact in regulating the density,
hardness, and strength of the composite.
There is no standard on composite Mechanical strength and modulus of
process among the surfaces for types of
biofibers are lower compared to synthetic
fibers. Chemical treatment is capable to fiber.
change physical, chemical, thermal, and There has been a large number of
mechanical properties of natural fibers, also Biofiber development antibacterial textile exploration, but they are
only resistant to certain strain of bacteria.
affected by several other factors such as
Many studies have reported biofiber Therefore, it is required to develop textiles
time, temperature, and chemical treatment for its antimicrobial properties.
concentration. Each combination of the K a p o k f i b e r a r e t r e a t e d w i t h with high resistance to many bacterial strains
factors above influence certain effects on the to be utilized in medical facilities to prevent
chitosan/AgClTiO2 to give antimicrobial various infectious diseases.
properties of plant-derived fibers. In order to effects on textiles. Wool fibers are given
develop materials with a better performance natural antimicrobial colorants to prevent Cellulose based medical scaffold
in every aspects, conducting further studies research is required and applicable on tissue
bacteria growth. Colorants T. chebula and A.
regarding the effect of chemically modified tinctoria are used on wool fibers to prevent engineering, surgical stitches, and recovery
fibers on reinforced composites is important. process due to its biocompatibility. Until
the growth of Bacillus subtilis and recently, it is globally used in automotive and
Biofiber benefits Staphylococcus aureus (gram prositive). various light applications which also leaning
Kenaf fiber reinforced clay cementitious
Due to its excellent properties and its composites shows better performance in towards electronics, biomedical, and
availability as a sustainable resource, building construction materials compared to aerospace applications.
biofiber possess numerous amount of synthetic reinforcements. Recently, smart Research in biofiber-coated conductive
advantages compared to synthetic fibers. yarn sensitive to humidity is being developed materials is still developing until now, it can
Advantages of biofibers are: from animal-derived fibers such as silk for also be developed to produce pressure
smart textile applications. Similarly, sensors to monitor the movement of injured
• Biofiber utilization can promote new antibacterial cotton textiles can be produced muscles and bones. Natural fibers have good
opportunities to society;
using beeswax, propolis and chitosan. heat resistance properties.
• Plant cultivation, able to reduce Numerous studies and research have been In recent research, Junctus maritimus
greenhouse gases and protect the earth carried out that various development in bio- fibers are used as reinforcement in cement
from global warming; based fibers are being developed for the for heat insulations in buildings. It was
welfare of society that has potential impacts
• Biofiber process is rather effortless due to on textile, medical treatment, and surgical discovered that the result shows better
low process cost compared to synthetic applications. performance in comparison to hemp fiber
fibers; reinforcement. Biofibers reinforced
Future scope of Biofiber construction materials can be further
• Low wear of machine spare parts during explored to minimize glass fibers usage.
biofiber processing; New technology advancement and
environment conservation law has In the future, biofiber will rule out the
• Biofiber is biodegradable; and usage of carbon fiber and other synthetic
accelerated the replacement of synthetic
• Biofiber does not pollute the land, due to in fiber to biofiber. The demand of potential fibers, due to its low cost and environment
recent years the use of synthetic fibers and new raw materials with superior quality is security, which can also provide jobs and
synthetic materials pollute the land and always there. Therefore, the search of new revolutionize the use of synthetic materials.
waters, causing health hazards. biofibers identification is crucial. • Red B-Teks/ Agung




Read more here







TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


IKATSI DPW Jakarta-Banten

and UPN Veteran Jakarta


to Collaborate in Seminar and Ecoprint Training




Chairperson 2 Sukotjo, Secretary General
Himawan Saputra and Executive Director
Riza Muhidin.
The presenters were Dr. Ida
Nuramdhani, S.SIT., M.Sc, a lecturer at STTT
Bandung and also a natural dye expert, then
designer Musa Widyoatmodjo and Rr Liendia
Sistinawa M as trainers.
Also seen among the seminar and Rr Lienda Sistinawa M
training attendees were the senior alumni of with the result fabric of Ecoprint
UPN Jakarta, Beddy AY and Mrs. Darmawan.
Mr. Dimas as representative of IKMA with the handover of Memorandum of
Kemenperin was also present. Understanding and placard, continued by
The seminar started by singing the the second session.
national anthem, Indonesia Raya, then Second session is then started with
continued by opening from Alfi Wichandra as presentation of the business from one of the
the head of the seminar and training Ecoprint’s trainer, Rr Liendia Sistinawa M.
committee, then by Redma G Wirawasta as Beddy AY, representative of contributor
JAKARTA, Februari 9, 2023 the Vice Chairperson of DPP IKATSI. team of Bulletin Tekstil Jakarta, interviewed
Ecoprint, a colouring technique using natural In his remarks, Redma stated that this Linda as the trainer.
materials is now getting popular and event is the first follow-up action of MoU
developed. between DPW IKATSI and UPN Veteran
According to Sharlene Bohr, ecoprint is a Jakarta.
printing technique involving natural sources “We hope there will be more activities in
such as plants, leaves, and flowers. In the future, both seminars and training, that
Indonesia itself, ecoprint is uncommon. will certainly be beneficial for the continuity
Ecoprint is commonly used in fashion. of the textile industry,” Redma explained.
Originating from the words “eco” and Redma was also pleased to learn that interview with RrLiendia Sistinawa M
“print”, ecoprint literally means printing, UPN Veteran Jakarta has opened its own
colouring, and making products using textile department this year. According to Below is the interview documentation
natural materials. him, though there are few obstacles, the Q: How much is the failure percentage of the
In fashion, ecoprint is a technique that textile industry is still growing and will print since the knowledge of the materials is
requires various media in form of plants such require human resources in the textile limited?
as leaves, flowers, branches, and roots. The sector. A: The failure depends on the work. For
motifs made depend on the curves and example, there should be no dripping in the
shapes of the plants used. Ecoprint is a new squeezing process, colouring, and binding
and refreshing technique for the business process. The failure rate of the printing is
world.
around 25% but it can also be both reduced
Seeing the promising business and or increased depends on the work.
development, IKATSI DPW Jakarta-Banten is Q: Has any further research done regarding
collaborating with UPN Veteran Jakarta to the measurement of the natural materials
hold Ecoprint seminar and training themed used in Ecoprint? Are there any effects on its
“Natural Fabric Colouring Technique” in Dr. dr. Ria Maria Theresa, SpKJ., MH users since the skin’s sensitivity of each
Bhinneka Tunggal Ika Auditorium, UPN individual is different?
Veteran Jakarta on Wednesday, February 8th Meanwhile, according to Dr. dr. Ria A: I have never taken part in any research,
2023. Maria Theresa, SpKJ., MH, UPN Veteran
Jakarta had its own textile academy since but personally I have used one of the leaves
On this occasion, representatives of the that gives itchy effect, but after going
Chancellor of UPN Veteran Jakarta, Dr. dr. Ria 2002, but closed due to its low demand. through the washing process, the leaf-
Maria Theresa, SpKJ., MH. and Dean of the Since 2019, UPN Veteran Jakarta has printed fabric no longer has any effect on the
UPN Faculty of Engineering Dr. Ir. Reda Rizal, submitted a permit for Bachelor of Textile skin.
M.Si represented by M. Aripudin Lukmana Engineering study program, expecting full
M.ST., MT. Also present were the Chairman support until the permit is issued. The full event documentation can be
of the IKATSI DPP Honorary Council Col. (ret) “Good luck on the Ecoprint seminar and seen on the YouTube link: SEMINAR DAN
Agus Muntarto, ST, SH., M.M, along with the training, I hope everyone will benefit from PELATIHAN ECOPRINT
IKATSI DPP Board of Directors, Vice it,” Ria stated.
Chairperson 1 Redma Gita W., Vice The first session of the event then ended • Red B-Teks/ Beddy AY



Read more here






TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


DONGGALA WOVEN SARONG

and its Distinctive Design







JAKARTA, Februari 11, 2023 deciduous leaves), Tavanompulo (vine
leaves), Punanu Unu (banyan tree) Cando
ver heard of Donggala Sarong?
flower (grafting flower), Lanto flower
Although Donggala Sarong is
Ewidely produced, not every (water flower), Lanto flower (water
designers and customers are aware of the flower), Kacandiva kao-kao (curly leaves),
design. and several other motives.
Donggala is a port city in Central 3. Buya Subi Motifs
Sulawesi. The woven fabric is generally
purpose for any social stratum of its users. Made by songket technique (with
made in the East and West Coast of The difference is only visible in the use and additional weft) or sungkit (with
Donggala with its clear water filled with selection of colors. For example, bright additional warp) with flower patterns.
coral reefs on its seabed. The woven fabric and eye-catching colours are generally
was done as a side job at first, but due to worn by young people, while dark and 4. Bomba and Sumbi Combination Fabric
its high demand as both traditional and calm colours are worn more by older This type is done twice by dipping
daily fashion, the fabric is then sold people, especially men. then followed by sungkit process.
widely.
According to Suwarti Kartiwa on 5. Buya Bomba Kota Fabric
Taman Mini Indonesia Indah book series,
Checkered pattern with tying
Donggala Woven Fabric traditionally has technique of warp and weft threads with
several types based on the production double tie. Apart from Gringsing Bali
method, such as:
fabric, double tie is also used in several
1. Polekat Garusu and Buya Cura Fabric woven motifs from other regions.
The basic of the two fabrics are the 6. Buya Awi Fabric
weaving of warp yarn (locally known as
pusua yarn) and weft yarn (pusus yarn) The weaving is plain with one colour
that has different colours, generally pink without any patterns.
and dark purple, though some warp yarns
are used as the weft yarn. The size of yarn
patterns depends on the desired shape.
The weft and warp lines crosses that
forms small and large rectangles are called
The beauty of Donggala Sarong is one dam-dam. Generally, if the dam-dam has
of its charm compared to other large rectangles, it is called Buya tuna
Indonesian traditional fabrics. This type of
lapa. If the dam-dam contains of small
fabric is made from two materials, real silk
rectangles, then it is called Buya ganboro.
and blend of viscose rayon with cotton
that still feels like silk. 2. Buya Bomba Motifs
Buya Bomba patterns have distinct
Natural colouring have been One of many Donggala Woven Fabric.
abandoned due to the concerns in woven type of weaving, such as Tavanggadue The colours and motifs have similarities to
products with high colour fading (taro leaf), Seskaranji (basket fruit flower), Bugis woven fabric in South Sulawesi.
Yonjokea (perched parrot), Vala’a
resistance. In streamlining the work of Other than Central Sulawesi residents, the
(creeping flower), Bomba Kota (checkered
Donggala Sarong craftsmen, there are Arabic descendants are also pursuing the
specializations in work, such as those who flower), Poindo tava ronto flower production of Donggala woven fabric.
specifically spin and dye the yarns, (chandelier-shaped flower with Apart from self-weaving and employing
arranging yarns on looms (designing the
local weavers, the entrepreneurs also
composition of motifs) each of which is
trade in yarn, chemical dyes, and various
entrusted to one party, while the weaving types of weaving necessities. According to
process is done by other craftsmen. By observers, there is mutual influence
doing these specializations, the speed and
accuracy of the work are more reliable. between the patterns of the Donggala
woven fabric and the Gresik woven fabric
In contrast to Javanese batik motifs, from this inter-island trade.
Donggala woven fabric
the variety of Donggala fabric motifs do with silk material, Buya tuna lapa.
not specifically contain distinctive • Red B-Teks/ Adi Kusrianto




Read more here







TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


TEXTILE INDUSTRY PERFORMANCE
Contracted 4.08% in 2021




JAKARTA, Februari 11, 2023 spending recorded clothing expenses fell by increasing spending per capita in the last five
extile and apparel industry’s GDP is Rp 12,07% to Rp 31.745 monthly in 2021, the years. In 2016, the average monthly spending
127,43 trillion in 2021, the value is still component expenses also decreased from per capita in Indonesia was Rp 946.258. The
Tcontracted by 4,08% in comparison to 2,95% to 2,51%. figure then rose 9,54% to Rp. 1.036.497 per
the previous year. The public spending shift to health month in 2017. Then, the average per capita
expenditure per month rose 8,51% to Rp.
during pandemic
1.124.717 in 2018.
Even during CoVID-19 pandemic, the
Indonesian people’s monthly spending is
increasing though the pattern has shifted for
health purposes.
The CoVID-19 pandemic has hit various
joints of the domestic economy, causing
income decrease of the Indonesian citizens.
This condition is reflected in Indonesia’s per
capita gross domestic product (GDP),
Statistics Indonesia recorded the gross amounted to Rp 57.3 million in 2020,
domestic product (GDP) at constant price of decreased by 3.37% from the previous year The average monthly expenditure per
textile and apparel industry in 2021 is Rp which amounted to Rp 59.3 million. However, capita increased by 3,6% to Rp 1.165.241 in
127,43 trillion. The value is still contracted by Indonesia’s income per capita began to 2019. A year later, monthly expenditure per
4,08% compared to the previous year, with recover again a year later, with an increase by capita grew 5.19% to Rp 1.225.685. The value
value of Rp 132,85 trillion. 8.55% to Rp 62.2 million in 2021 of GDP per then increased by another 3,17% in 2021.
The performance of textile and apparel capita recorded. • Red B-Teks/ Ly
industry continued to weaken since 2020 due Even though people’s income had
to CoVID-19 pandemic. The industry’s GDP decreased, this did not reduce their
contraction is better compared to 2020 with expenses. Based on data from the Stastistics
8,88%. The industry’s performance declined Indonesia, the average monthly spending of Read more here
as people reduced spending on clothing, the Indonesian people reached Rp 1.264.590
diverting the expenses on health. The public last year. This number continued the trend of




IN NEED OF 25,000 WORKERS,

Nike’s Shoe Factory to be Constructed in Pekalongan




JAKARTA, Februari 13, 2023 “Approximately 70 hectares of land have Meanwhile, Mr. Clarence as a
he world’s famous shoe factory is in the been acquired for the construction of Nike shoe representative from PT HAI stated that
process of construction in Pekalongan factory in Pekalongan Regency and a Pekalongan Regency was chosen because they
TRegency, which around 25,000 locals of workforce of approximately 25 thousand had previously conducted a survey. The
Santri City workers are offered to be employed. people. Therefore numerous local residents of location as well as the number of human
The Nike shoe factory is being built in the Pekalongan Regency are able work here,” said resources perfectly fit for Nike shoe company.
Sampih Village area, Wonopringgo District, Pekalongan Regent Fadia Arafiq to “That’s the reason we chose to invest in
with a land area of around 70 hectares, and is Tribunmuria.com. Pekalongan Regency. During the survey and
expected to be running in 2024. On According to him, since Pekalongan until now, we are fully assisted by the
Wednesday (14/12), the ground breaking Regency has become the target of investors to Government of Pekalongan Regency. For that, I
began. The company is called PT Hardases invest, the construction of this shoe factory is a thank you so that it will run smoothly in the
Abadi Indonesia (HAI). good first step in Pekalongan Regency, future,” he said.
Pekalongan Regent, Fadia Arafiq, stated especially since the investors are large This shoe factory also produces from
that the permit and land acquisition for the companies whose production has gone scratch, from raw materials to finished
factory had already been completed. He also international, which is very pleasing. materials until packing.
stated that the factory only had to continue to “I am pleased that even though I have only
establish communication with the local village served as regent for 1.5 years, thank God that “As we know, the current economic and
government. “I only have one request when there is already a huge factory that is able to world conditions are tough. However, we are
giving construction permit for this factory, that operate here,” he said. trying our best to keep this project running,
the workers had to be local residents with ID hopefully it will be completed as early as 2024,”
card of Pekalongan Regency. This does not “Hopefully this will be able to employ a he added.
apply for special workforce,” said Fadia after large number of workers, especially the local • Red B-Teks/ Ly
the ground breaking event. residents of Pekalongan Regency,” he said.
The establishment of this factory is He also admitted, that since the beginning
planned to employ as many as 25 thousand he was committed to this shoe factory,
workers. especially when admitting the permit. Read more here



TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


Batik Printing Sarong Enlivens

THE MILLENNIAL SARONG STYLE








JAKARTA, Februari 11, 2023
O n March 3, we are again
commemorating Sarong Day,
which in 2019 the government
announced that Indonesia has clothing in
the form of sarong that need to be
recognized as national clothing. It has
been written in the media that sarongs
have not been as good as batik so far,
though both have been our cultural
wealth since a long time ago. The emergence of the Batik Sarong
This time I am raising a topic regarding The emergence of the Batik Sarong is
closely related to the spread of Islam in the
batik sarong, a sarong fabric that have
Tegalsari area, Ponorogo. Kyai Kasan
batik motifs, not just palekat motifs from
colourful woven threads. There might be a Besari (Hasan Basri) or known as Kyai
question on why palekat sarongs are not Agung Tegalsari, was the caretaker of an
the top choice for sarong motifs that Islamic boarding school which also taught
millennials are interested in. For the Islam, constitutional science, war science
colonialists, the palekat sarong might be and literature. Kyai Kasan Besari was taken
considered too out of the box, so they When developed for men’s use, as a son-in-law by the king of the Keraton
were the most dominant consumers for coastal batik is used with its head on the Solo due to his piety and wisdom (the
the palekat motif. Due to the motifs that back, while both of the edge of the fabric versions of this story vary widely). The
were considered too luxurious and flashy, are sewn to form a tube. The chart sketch princess of the Kraton Solo was then
sarongs with traditional woven motifs of the batik sarong motif is as follows. brought to Tegalsari after becoming his
were chosen for big events. wife, followed by her companions who
Some of the sketch were taken from some of them were royal batik makers
Batik sarongs are a development of my book “Sarung Tenun Indonesia, who brought their batik skills to Ponorogo.
coastal batik emerged from coastal batik Warisan Budaya Bangsa” Then, the Tegal Sari Islamic boarding
areas. Coastal batik has a distinctive school began to like sarongs, which were
pattern that I can describe as illustrated originally only palekat patterns, to
below.
become batik motifs. Since at that time
The right part of the head, which is the people outside the palace consumed
widest and most conspicuous, is used as a more coastal motif batik, therefore the
Tumpal batik sarong followed the coastal pattern,
where the tumpal sarong was placed on
the back and without being given a tumpal
on the left side of the head, because this
part would be sewn in the shape of a tube
(see sarong chart).
Trendy Sarong among Millennials
Among millennials, the use of
traditional clothing has been increasingly
encouraging. Not only women who are
This cloth is also called a sarong when
increasingly daring to wear batik cloth and
the batik cloth is worn by the woman in
kebaya in public places, both in malls and
the picture above. In women’s sarongs,
on campus locations, millennial men are
the two ends of the cloth often do not also increasingly confident in wearing
need to be sewn, the head and board are sarongs when doing activities in public
also placed in front. What distinguishes areas as a form of their love for national
classic batik cloth from coastal batik is that culture.
it needs to be used with pleats, while
coastal batik does not. • Red B-Teks/ Adi Kusrianto






Read more here




TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


Get to know PT. EMBROITEX JAYA,

Embroidered Fabrics Manufacturer

in Gresik




JAKARTA, Februari 13, 2023
The Textile Bulletin Team had the opportunity to recently visit a textile factory
producing embroidered fabrics, namely PT. Embroitex Jaya which is located in the
Driyorejo Gresik area.




his factory is the sole textile factory using the latest machines from
manufacturer that produces Switzerland.
Tembroidered cloth using a
Various things can be shared by
vertical embroidery machine (Schiffli Dicky Sumitro regarding his successful Dicky Sumitro,
Embroidery) in East Java. In addition,
career journey from being an employee from a factory employee in Bandung,
this company is one of 6 types of became the owner of an embroidery
factories in Indonesia. to being an entrepreneur. Dicky did not
hesitate to share his successful factory with sophisticated Swiss-
In running its business, Embroitex experience with those in need. He was made embroidery machines
Jaya has 11 units of Swiss-made Saurer once invited to speak in front of HIPMI
Epoca and Lasser brand embroidery members at the Sepuluh Nopember
machines. The factory which has been Institute of Technology in Surabaya, at
operating since 2000, was founded and Ciputra University, accompanied by his
operated by Dicky Sumitro, a national assistant Adi Kusrianto, who was a
entrepreneur of Indian descent. When lecturer for UC at the time.
he first entered Indonesia in 1979, Dicky
One of the keys to his success is that
worked as a production manager for the Dicky has the principle that in order for
Embroidery Department of PT.
him to be able to go to the next level, he
Kewalram Indonesia in the Rancaekek
Bandung industrial area. must be able to appoint someone to
replace his position. By preparing a
Dicky Sumitro, (originally D.K. replacement, he will be able to rise to a
Galvankar) graduated from the Victoria higher level. Apart from that, Dicky’s
Jubilee Technical Institute, Mumbai. generosity in sharing knowledge was
After developing his career in PT. during his time as a manager in
Kewalram, he also worked for PT. factories, he often helped employees Sciffly Embroidery Machine of
Horizon Syntex which later changed its who he considered had the potential to Lasser brand with new high accuracy type
name to PT. Lotus Indah Textiel be sent to schools. As a result, they will
Industries. Within 13 years he managed become a very valuable asset in
to improve his position from being a supporting Dicky’s career as an
manager of a company owned by entrepreneur.
someone else then establishing his own
first factory in the Jemundo area, Currently, PT. Embroitex Jaya’s
production results are mostly allocated
Sidoarjo.
to fulfill the raw material demand of
Embrotama Indoteks has 10 Muslim fashion manufacturers in the
secondhand embroidery machines by country. The factory’s embroidered
Hiraoka brand. When setting up this first fabrics are also being used by several
factory, Dicky was still a foreigner, so he national Muslim fashion brands.
was assisted by an Indonesian business Mr. Dicky Sumitro’s interesting
partner. He then sold the factory after
success story will be continued in the
operating for 10 years. After receiving
the status as an Indonesian citizen, he next edition of Textile Bulletin.
started to build his second embroidery • Red B-Teks/ Ratna Devi




Examples of the production of
Read more here embroidered fabrics made from cotton






TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


MASS LAYOFF IN TEXTILE

AND APPAREL INDUSTRY:


What Should the Government Do?






JAKARTA, Februari 15, 2023 According to the survey conducted by Statistics Indonesia, a
reduction of workers in the textile industry from 1,13 million to 1,08
he increasing inflation and economic crisis potential in
several countries are significantly affecting in the stability million in August 2022 is recorded.
Tand sustainability of the textile and apparel industry in Reasons for Layoffs
Indonesia.
The occurrence of mass layoff in the textile and apparel industry
Even though it was the main focus of national industrialization in Indonesia is the cause of the declining demand from overseas
in the 1990s, the textile and apparel industry has started to become customers. According to the Indonesian Employers Association
unstable since the CoVID-19 pandemic up until the recently Labor Affairs Deputy Chair Apindo Aloysius Santoso, the export
increasing inflation in various countries. The worsening global demand from United States and European market for textile and
condition has have pushed the business owners in the textile and apparel industry likely to decrease by 50% until mid-2023.
apparel industry to reduce manpower and lay off workers.
The increasing inflation caused by the increasing price of staple
Both textile and apparel industry are interconnected, but there goods pushed people to reduce their spending in textile and apparel
are differences in focus of development in each industry in practice. products that are not included in staple goods. This has resulted in
While the apparel industry is focused on producing ready-to- the textile and garment products that have been shipped previously
wear clothes, the textile apparel covers the production of clothing not being fully absorbed by the market, therefore resulting in an
from fiber to ready-to-wear clothes. Textile-related industries are export oversupply in destination countries, which then reduces the
Indonesia’s labor-intensive industries that absorbed 1.4 million of number of orders to the garment and textile industry.
workers in 2021. The CoVID-19 regulations to limit the mobilization of vessels
carrying export goods has also had an impact on delays in the
delivery of garment and textile products to the destination
countries. Garment and textile products that should have arrived
during the pandemic were too late to be marketed, therefore the
new demand is declining.
The Importance of Indonesian Government
The increasing numbers of layoff in the textile and apparel
industry should also be in Indonesian government’s focus.
Therefore, the government needs to immediately carry out the
process of layoff calculation before taking the steps to prevent even
more massive layoffs. According to the Head of the Fiscal Policy
Agency (BKF) of the Ministry of Finance of Indonesia, Febrio
The Increasing Numbers of Layoff
Kacaribu, the growth of the textile and garment industry in
Layoff in the textile and apparel industry happened in several aggregate is still considered good, therefore the government is
area of Indonesia. Executive Director of Indonesian Footwear required conduct a deeper study related to the growing issue of
Association (Aprisindo) Firman Bakrie stated that the footwear layoffs.
industry in Indonesia has been facing declines in demand at least
The recent layoffs in Indonesia which has not only focused on
since July 2022.
the garment and textile industry, has increased the pressure for
Delay in data collection on the exports of Indonesian garment preventive and solutive steps from the government. Vice Speaker
and textile products makes it appear as if the garment and textile for People’s Welfare (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar
industry is still growing. This also causes the number of employees emphasized that layoff issue in the garment and textile industry
affected by layoffs to not be properly recorded. sector should be the government’s concern since it can impact
The layoff also occurred in Subang, West Java where The Head more other sectors amid the threat of economic crisis and recession
of Manpower Agency of Subang, Yenni Nuraeni, stated that there in the future.
are around 10.000 workers layoff from 25 apparel factories in According to him, the government needs to take various
Subang. Sariat Arifia, the spokesman of West Java Textile concrete steps such as absorbing the products of the local
Entrepreneurs Association (PPTPJB) also stated that the apparel small/medium garment industry and expanding market share by
industry has reduced 50% of its manpower and its capacity. targeting countries with stable economy as new export
Data from PPTPJB shows that the closing of 18 apparel factories destinations.
in West Java is the reason behind the layoff of 90.000 workers. • Red B-Teks/ Ly




Read more here





TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


WORLD
WORLD

NEWS 26
NEWS 26 Pelzer stated that their protein optimization technology which
BRAIN Biotech’s Research and Technology Lead Alexander
based on rational sequence design and structure-driven design had
proven their success in previous processes. Furthermore their
JAKARTA, Februari 15, 2023 Enzyme Technology Unit in collaboration with AMSilk will develop
these protein structures to produce high performance fiber
materials for textiles and apparel production.
PAKISTAN
BANGLADESH
The Pakistan Textile Association stated that the Pakistan textile
export has significantly declining which caused the business owners The Labor Union of Bangladesh demanded the government to
to reduce textile production. As a result, around 7 million textile immediately review the minimum wage of textile and apparel
workers are forced to accept the fate of being terminated. In workers from US$75 to US$215 per month. This demand was filed in
addition to the decline in exports, the floods in Pakistan have also line with the increasing inflation that hit the country which made
damaged the cotton fields resulting in a decrease in the supply of the workers’ life difficult. The minimum wage provisions are
cotton raw materials for the textile industry. reviewed by the government every 5 years and the last one set in
The value of Pakistan textile export reached US$19,3 billion in 2018 was US$75 per month for new hires.
2021 which is more than 50% of the country’s total export. During a A protest is held by The Labor Union in front of the National
shortage in cotton raw material, numerous factories producing bed Press Club in Dhaka, followed by submitting demands to the
sheets, towels, and denim that exported their products to Europe Ministry of Manpower on February 5, 2023. Included in the
and the United States had to close their factories, especially since demands of these workers are an increase in the minimum wage to
the recent Pakistani government’s policy of increasing taxes really US$215 per month, a periodic increase of 10% every years
dealt a serious blow to textile business owners. compared to the current 5% increase, providing a better level of
High inflation coupled with shrinking currency reserves due the welfare for workers.
International Monetary Fund (IMF) program also added difficulties The workers stated there are a significant shift in economic
for Pakistan’s domestic industry. The State Bank stated that
condition since 2018 until 2022. With this rocketing inflation it is
Pakistan’s foreign exchange reserves decreased to US$4,3 billion,
impossible for the workers to live a decent life. Bangladesh’s
the lowest since February 2014.Pakistan is expecting IMF support to
inflation rate of 9.5% in 2022 is the highest in 11 years.
lend US$1,1 billion which is a part of delayed planned loan of US$7
Bangladesh Association of Garment Manufacturers and
billion since last September. The Labor Union also protested as the
Exporters has not responded to the workers demand so far. In
cause of layoff and demanded payment of unpaid wages.
November 2022, the business owners has collaborated with Master
Almost 50% of textile factories closed in the beginning of the
Card through South East Bank Ltd. to digitalize the wage payment by
year, while the others implemented shifting work system for the
launching a credit card and prepaid card in expectations so that the
employees. The Pakistan Textile Association has demanded Prime
workers will be more comfortable, safer, and smarter in their
Minister Shehbaz Sharif to immediately resolve the problems in the
income management compared to receiving cash.
Pakistani textile industry, a large number of workers have been laid
off and a larger number will soon follow if there are no serious
immediate actions from the Pakistan government. They also asked UNITED KINGDOM
for assistance from the US Embassy to provide US$2 billion loan to
import cotton fiber raw materials from the United States.
The European Environment Agency states that the use of
polyester fiber in the clothing industry accounts for about 60% of
the total use of the fiber. The University of Portsmouth has also
GERMANY
expressed that most of this polyester waste ends up in the
incinerator or landfills.
The German company BRAIN Biotech collaborates with the
textile industry’s innovative biomaterials supplier AMSilk in the The combustion of polyester waste will cause smoke which has
production of bio-based products for textile and apparel materials. the potential to cause pollution to the environment, while polyester
This collaboration is done in order to optimize the specific structural fiber that is dumped in the trash takes about four hundred years to
properties of proteins that will be able to be used in various high- be completely decomposed. During the decomposition process,
oriented application fields in the textile sector. this polyester fiber waste will emit methane gas which will increase
the greenhouse effect on the earth which disrupts environmental
AMSilk will be producing biotechnology materials based on
sustainability.
renewable carbon structural proteins that are recyclable, 100%
biodegradable, and contain no microplastics. With good In order to resolve the issue, the University of Portsmouth’s
mechanical and biochemical properties, this biomaterial is able to Enzyme Innovation Center is investigating ways to break down the
be used for numerous applications such as: apparel, medical chemicals that make up polyester textiles to create safe, energy-
equipment, and automotive. The produced fibers is able to be efficient recycling. The research team has previously developed
modified at molecular level, making it possible to produce products similar solutions for single-use plastics, including polyethylene
that meet the market needs. terephthalate (PET).










TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


The use of dyes and other chemicals in the textile productions In recent years, EURATEX and its members have carried out
made it difficult for the fibers made from petroleum to be socialization and consultation with the top to bottom of all TPT
decomposed naturally. The research team said they would develop stakeholders. What EURATEX is doing is finding problems faced by
an enzyme that would efficiently break down apparel waste from industry players in the field, proposing new strategies and solutions
polyester fibers efficiently and with energy-efficient process. to problems, formulating a global textile value chain, and
The research team stated that they will develop enzymes that continuing to develop a circular economy in the textile industry.
can deconstruct PET in textile waste by eliminating the resistance
EURATEX collaborates with industry players starting from the
that arises due to the application of coloring processes and
textile chemical industry, the TPT industry from upstream to
chemical processes in the series of textile production. This waste is
downstream and research organizations to realize this idea of a
then used in the recycling process so that the sustainability of the
circular economy. European textile organization has published 7
production process and the close loop industry will be realized.
Position Papers in the context of Extended Producer Responsibility
The current waste recycling process made from polyester fiber (EPR):
is considered to use a lot of energy, with the creation of enzymes
1. EPR should be designed to support circularity
that are being researched by the University of Portsmouth, it is
hoped that the use of energy in the recycling process will be 2. EPR should value different Textiles
reduced and will create an environmentally friendly circular
3. EPR should solve real problems
economy in processing waste clothing made from polyester. The
research funded by the Research Council for Biotechnology and 4. No contradictions in EPR schemes for textiles across the EU
Biological Sciences (BBSRC) will take 18 months and will start at the 5. There should be agreement for 1 single Eco-modulation
end of 2023. (Just Style) concept
6. EPRs scheme should not bear detrimental unintended
BELGIUM consequences
7. EPR should enable CE through cooperation and shared
Circular economy is defined as efforts made when the existence responsibility
of Product Value, Raw Materials and Resources are maintained for
as long as possible. In the textile and textile product (TPT) industry,
circular economy also implies new ways of designing, producing and PORTUGAL
selecting products to be produced. The inevitability that will be
obtained from this circular economy is that the waste will be Sedacor, a company that produces wine corks, has partnered
reduced and recycling will be practiced. with Portuguese textile company Textile Penedo, CITEVE and the
The textile industry in Europe has taken the lead in producing Faculty of Engineering, University of Porto to turn cork from wine
new types of textile products by carrying out a sustainability corks into yarn that can be used to make knitwear, woven fabrics
process and recycling in the production process, for example they and non-woven fabrics.
produce jeans using recycled threads and make used plastic bottles The cork made from oak tree bark is made into a paste, then
to become textile fibers. The textile goods produced are considered
made into a thread core, is branded as CORK-A-TEX. Fabrics made
“avant-garde” but there are still obstacles, including high initial
from recycled raw materials have natural properties, are warm in
production costs, technical difficulties, production processes, and
use, hypoallergenic, have high friction resistance, and can be used
government regulations that have not yet fully support the circular
for various types of textile goods such as clothing, household
economy movement.
textiles, and others.
In line with the desire of textile manufacturers to create
circularity, governments in European Union countries are taking the The test results for the properties of these threads are stated as
lead in implementing policies and regulations that encourage follows: high breaking strength, high elongation, good friction
efforts to implement this sustainable production (circularity). In resistance, good pilling resistance, dimensional stability in washing,
March 2020, the government released Circular Economy Action high tear resistance, and has antibacterial properties.
Plan that includes goals to shift the production process and goods Other advantages of the cork recycling process are: expanding
consumption pattern, the textile industry is the main sector that is the use of environmentally friendly materials, circularity process of
expected to implement this provision.
the recycling process, which is considered to be able to maintain the
The European Union had exclusively proposed this action plan existence of natural forests which can naturally store more than 14
to be implemented in the entire TPT industry in 2021. This strategy million tons of CO2 per year. The current challenges are the
is possible to be implemented if it is accompanied by steps to difficulties in existing process technology and high investment
overcome the real obstacles that exist within the European Union costs.
countries and the important emphasis is on paying attention to the
existence of the TPT SME industry so that they are not heavily
burdened in carrying out this regulation. • Red B-Teks/ Indra I





Read more here








TH
W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M 26 E D I T I O N


MEDIA INDOTEX

Name : BULETIN TEKSTIL

Publisher : Indonesian Textile Institute (INDOTEX)
Graha Surveyor Indonesia 16th Floor
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 56, Jakarta 12950
+6221 5772171

[email protected]
www.buletintekstil.com













MANAGING EDITOR
Lili Sumarna MG





WEB & IT ADMIN MANAGER
Surya Sanjaya MG Riza Muhidin





EDITOR-IN-CHIEF
Indra Ibrahim




EDITOR EDITOR
Shinta Djiwatampu Elis Masitoh





MARKETING:
Yuliab Koersen




CREATOR & SOCIAL MEDIA CONTENT CONTRIBUTORS
Adis Fadila Nosa MG Jabodetabek : Beddi A.Y.
West Java : Kalay Selwan
GRAPHIC GESIGN East Java : Hasnoel Usman
Nyoman RadityaAndika MG North Sumatera : Boyke Silitonga





For Advertisements, Promotions, and Company Profiles,
please contact our marketing at:

0812-1949-1062 (Yuliab Koersen)

W W W . B U L E T I N T E K S T I L . C O M


Click to View FlipBook Version