The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yenikurniawati13, 2023-11-03 05:00:08

DIKTAT BAHASA INDONESIA KELAS VII SEMESTER GANJIL

Bahan Ajar Bahasa Indonesia dan Kumpulan Soal

Keywords: DIKTAT BAHASA INDONESIA

i DIKTAT BAHASA INDONESIA SEMESTER GANJIL Tahun Pelajaran 2022 – 2023 Disusun Oleh: YENI KURNIAWATI, S.Pd FASE : D KELAS : 7 PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 1 JETIS Jl. PB. Sudirman 19 Kupang Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto Kode Pos 61352 Telp. : (0321) 362839, E-Mail : [email protected] 2022


ii PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 1 JETIS Jl. PB. Sudirman 19 Kupang Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto Kode Pos 61352 Telp. : (0321) 362839, E-Mail : [email protected] LEMBAR PENGESAHAN KEPALA SEKOLAH Yang bertanda tangan dibawah ini Kepala SMP Negeri 1 Jetis Kabupaten Mojokerto Mengesahkan bahwa Diktat yang berjudul : “Bahan Ajar Bahasa Indonesia dan Kumpulan Soal “ Sebagai bahan ajar tambahan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Jetis Mojokerto Disusun oleh : YENI KURNIAWATI, S.Pd NIP. 19770331 202121 2 002 Guru Bahasa Indonesia Di SMP Negeri 1 Jetis Mojokerto Mojokerto, Juli 2022 Mengetahui Guru Bahasa Indonesia, Kepala SMPN 1 Jetis SUBROTO, S.Pd., M.Pd YENI KURNIAWATI, S.Pd NIP. 19641002 198903 1 008 NIP. 19770331 202121 2 002


iii Kata Pengantar Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa memberikan kemudahan dalam menyelesaikan segala urusan hingga penulis mampu diktat yang menjadi bahan ajar tambahan untuk pegangan guru di SMP Negeri 1 Jetis Kabupaten Mojokerto, yang semoga bermanfaat bagi seluruh guru Bahasa Indonesia disekolah ini. Terima kasih yang sedalam - dalamnya penulis sampaikan kepada Kepala Sekolah, seluruh Dewan guru, dan Staff serta seluruh siswa – siswi SMP Negeri 1 Jetis Kabupaten Mojokerto, yang telah dengan sabar dan ikhlas memberikan dukungan moril dan spiritual dalam setiap tahapan penyusunan diktat ini. Buku Diktat ini merupakan buku panduan materi tambahan bagi guru dalam memberikan t a m b a h a n m a t e r i contoh - contoh soal bagi siswa di kalangan Sekolah dimana penyusun mengajar. Diktat ini dirangkum dari berbagai sumber yang kemudian dikumpulkan dalam sebuah diktat untuk kemudahan bagi guru dalam memberikan bahan ajar dikalangan siswa sendiri. Akhirnya Penulis mengucapkan selamat membaca dan menerangi siswa - siswi dengan soal – soal yang sering muncul dalam banyak ujian di tingkat sekolah menengah. Dan tidak lupa penulis mengharapkan kritik dan saran agar kami senantiasa rajin berbenah untuk masa yang datang. Mojokerto, Juli 2022 Penulis YENI KURNIAWATI, S.Pd NIP. 19770331 202121 2 002


iv Tujuan Pembuatan Diktat : Buku panduan materi tambahan bagi guru dalam memberikan contoh - contoh soal bagi siswa di kalangan Sekolah dimana penyusun mengajar.


v DAFTAR ISI I. HALAMAN JUDUL................................................................................i II. HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................ii III. KATA PENGANTAR .............................................................................iii IV. TUJUAN .................................................................................................iv V. DAFTAR ISI ...........................................................................................v a. Teks Deskripsi................................................................................. 6 b. Puisi Rakyat ......................................................................................17 c. Teks Cerita Fantasi............................................................................26 d. Teks Prosedur....................................................................................35 VI. DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................42


6 TEKS DESKRIPSI Pesona Pantai Senggigi Pantai Senggigi merupakan salah satu wisata andalan di Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi sangat indah. Pantai Senggigi terletak di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi merupakan pantai dengan garis pantai terpanjang. Pemandangan bawah laut Senggigi juga menakjubkan. Pura Bolong menjadi pelengkap wisata di Pantai Senggigi. Memasuki bibir Pantai Senggigi kita akan disambut 6aragr pantai yang lembut dan udara yang segar. Angin lembut terasa mengelus kulit. Garis pantai Senggigi yang panjang dengan gradasi warna pasir putih dan hitam membuat keindahan pantai ini semakin menarik. Ombak yang tenang di pantai ini membuat rasa tenteram semakin lengkap. Dari kejauhan tampak hamparan permadani biru toska berpadu dengan hiasan buih-buih putih bersih. Sungguh elok pemandangan pantai ini. Bukit-bukit tangguh 6aragr menjadi latar bagian pantai. Pantai Senggigi dengan pesonanya benar-benar seperti lukisan di kanvas alam yang luas terbentang. Pemandangan bawah laut Senggigi juga tidak kalah memesona. Terumbu karang yang masih 6aragrap menyuguhkan pemandangan alam bawah laut yang memukau. Terumbu karang 6aragr berwarna-warni sangat indah. Ikan beraneka warna menambah keindahan bawah laut Senggigi. Dengan snorkeling maupun menyelam anda dapat menyaksikan pemandangan bawah laut yang mengagumkan. Anda akan menyaksikan betapa mempesonanya taman bawah lautnya. Air laut yang jernih serta banyak terumbu karang 6aragrap dengan ikan-ikan beraneka ragam menambah keindahan taman laut di Senggigi. Selain pemandangan bawah laut, terdapat juga


7 pemandangan indah di Pura Batu Bolong. Pada arah selatan bibir pantai Senggigi, terdapat pura kecil yang bernama Batu Bolong.Sesuai dengan namanya, pura ini berdiri kokoh di atas batu karang yang memiliki lubang di tengahnya. Sungguh sebuah keagungan pura di tengah keindahan Senggigi. Berkunjung ke pura ini, Anda langsung disambut buih-buih ombak yang tenang dan bersahabat. Seketika kedamaian dan kenyamanan seperti merangkul saat berada di area sekitar Pura Batu Bolong. Memasuki pura yang berhadapan langsung dengan Selat Lombok dan Gunung Agung Bali ini, Anda harus berjalan menuruni anak tangga. Pura pertama yang dijumpai berdiri di bawah pohon rindang. Sementara, pura kedua berdiri kokoh di atas karang yang menjulang setinggi sekitar 4 meter dan memiliki lubang di bawahnya. Jika berkunjung saat cuaca sedang cerah, Anda dapat melihat pemandangan Gunung Agung Bali yang menjulang tinggi. Pada waktu-waktu tertentu, Anda juga bisa melihat para pemancing tradisional sedang mencari ikan dengan cara menceburkan diri ke dalam laut. Selain itu, melewati senja sambil memandang matahari terbenam di pura ini juga menjadi saat-saat paling menyenangkan. Keindahan semburat merah sang mentari menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan. Wisata pantai Senggigi menawarkan sejuta keindahan dan kenyamanan. Sungguh pemandangan yang menakjubkan Teks deskripsi seringkali digunakan untuk menuliskan pengalaman. Baik itu pengalaman liburan, ataupun pengalaman menarik lainnya dari sang penulis. Teks deskripsi akan menggambarkan sebuah suasana atau perasaan dari sang penulis, supaya pembaca pun bisa ikut merasakan yang dialami penulis. Oleh karena itu, terkadang teks deskripsi akan menggunakan kata-kata yang menyentuh perasaan. Dengan begitu, bisa diartikan bahwa teks deskripsi merupakan teks yang berisikan penggambaran pada suatu objek, baik itu berbentuk benda, tempat, pariwisata, hewan, seseorang, dan lain-lain, kepada pembaca dengan jelas serta terperinci sehingga pembaca seolaholah dapat melihat, mendengar, serta merasakan sendiri objek yang telah dideskripsikan. Ciri-ciri Teks Deskripsi 1. Menggambarkan atau mealukiskan suatu benda, tempat, atau suasana tertentu 2. Melibatkan pancaindera(pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan) untuk menggambarakan objek. 3. Bertujuan agar pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang dideskripsikan. 4. Menjelaskan ciri-ciri objek, seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara terperinci


8 5. Terkadang membutuhkan data yang berwujud fakta untuk mengilustrasikan sehingga dapat memperjelas penggambaran. Suatu data dapat disajikan dalam bentuk gambar maupun uraian kalimat. Ciri Tujuan Tujuan teks deskripsi untuk menggambarkan objek dengan cara memerinci pada objek secara subjektif, ataupun melukiskan kondisi objek dengan sudut pandang dari penulis. Ciri Isi Isi teks deskripsi dapat diperinci menjadi beberapa perincian bagian-bagian objek. Isi teks deskripsi akan menggambarkan dengan secara konkret (menggambarkan suatu wisata yang indah, akan dikonkretkan pada indahnya seperti apa, menggambarkan seorang ibu yang baik, maka akan dikonkretkan lagi baiknya seperti apa). Dengan demikian, teks deskripsi akan banyak menggunakan kata-kata khusus (warna yang dikhususkan pada kata hijau, biru toska, atau oranye). Isi teks deskripsi dapat bersifat personal dengan adanya kandungan emosi, sehingga akan menggunakan kata-kata dengan rasa emosi yang kuat (ombak menggempur, kemolekan pantai, ibuku yang tangguh). Jenis Teks Deskripsi Sedangkan jenis-jenis dari teks deskripsi telah terbagi menjadi 3, yakni teks deskripsi subjektif, objektif, dan juga spatial. 1. Teks deskripsi subjektif: adalah bentuk teks yang penggambaran dari objeknya berdasarkan pada kesan yang dimiliki oleh sanga penulis 8aragraph tersebut. 2. Teks deskripsi objektif: merupakan teks yang berisi penjelasan tentang objek yang digambarkan dengan apa adanya, dan berdasarkan pada keadaan objek yang sebenarnya, sehingga pembaca pun bisa membayangkan keadaan tanpa adanya penambahan opini dari sang penulis itu sendiri. 3. Teks deskripsi spatial: objek yang akan dijelaskan pada teks ini hanya berupa benda, ruang, tempat dan yang lain sebagainya. Struktur Teks Deskripsi 1. Identifikasi atau Gambaran Umum Berisikan nama dari objek yang dideskripsikan, lokasi, sejarah lahirnya, makna nama, pernyataan umum mengenai objek. 2. Deskripsi Bagian Berisikan perincian dari bagian objek, namun tetap diperinci berdasarkan pada tanggapan subjektif sang penulis.


9 Perincian bisa berisi apa yang sedang dilihat (bagian-bagiannya, komposisi dari warna, wujud dari objek yang dilihat menurut kesan sang penulis). Perincian juga bisa berisikan perincian pada apa yang didengar (mendengar suara apa saja, seperti apa karakter suara-suara itu atau penulis membandingkannya dengan apa). Perincian juga bisa berisi apa saja yang dirasakan oleh penulis dengan mengamati suatu objek. Jenis Pengembangan Deskripsi Bagian 1) Deskripsi Bagian Berdasarkan Ruang Berisikan perincian dari bagian-bagian ruang objek yang akan dideskripsikan. Misalnya, penulis ingin mendeskripsikan bagian pada pintu masuk, bagian tengah, dan bagian belakang). Perincian ruang juga bisa menyebutkan nama dari ruang-ruang serta ciri-cirinya. 2) Deskripsi Bagian Berdasarkan Anggota Bagian-Bagian Objek Berisikan perincian tentang bagian-bagian yang akan dideskripsikan (pantai digambarkan dengan bawah lautnya, bibir pantai, ombak serta pasirnya, pemandangan pada tumbuhan serta hewan pantai). 3) Deskripsi Bagian Berdasarkan Proses Sesuatu Berlangsung. Berisikan perincian tenatng bagian awal, mulai meningkat, puncak (inti), dan penutup. Misalnya, penulis akan mendeskripsikan awal dari pementasan, puncak adegan, mulai meluruh, dan bagian penutup. 4) Deskripsi Bagian Berupa Pemfokusan Berisikan bagian yang paling disukai dari seluruh bagian yang telah dideskripsikan. Contohnya: Bagian yang paling saya sukai dari sebuah perpustakaan ini yaitu bagian ruang bacanya. Desain unik dengan warna cat cerah semakin memberikan kenyamanan yang luar biasa kepada pengunjung. 3. Kesimpulan/kesan Simpulan/kesan terletak dibagian akhir teks deskripsi. Bagian ini umumnya ditulis menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan ,mudah dimengerti dan berisi kesan ataupun rekomendasi dari penulis Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi Adapun unsur ataupun kaidah kebahasaan dari teks deskripsi, yaitu sebagai berikut ini: 1. Rujukan Kata Merupakan satu kata yang merujuk pada kata lainnya, dengan memperlihatkan adanya keterkaitan.


10 Contohnya yaitu Rujukan benda(ini, itu, dan tersebut), rujukan tempat(di sisni, di situ, di sana), rujukan personal/orang( dia,, ia mereka, dan beliau) 2. Kata Berimbuhan Kata dasar yang memperoleh awalan (prefiks), akhiran (sufiks), serta sisipan (infiks). Contohnya seperti Menari (tari), berbahasa (bahasa) dan yang lain-lain. 3. Konjungsi (kata hubung) Kata yang digunakan dalam penghubung dari antar kata, klausa, frasa ataupun kalimat. 4. Kelompok Kata (frasa) Kumpulan dari kata ataupun lebih, yang tersusun dari kata yang telah bermakna serta membentuk arti kata yang baru. Contohnya seperti saputangan, takbenda. 5. Kata Baku dan Tidak Baku Kata baku merupakan kata yang sesuai dengan kaidah dari Bahasa Indonesia, sumber utamanya telah ditentukan dalam KBBI. Kata baku pada umumnya digunakan sebagai kalimat resmi (baik itu lisan maupun tulisan), sedangkan untuk tidak baku sebaliknya. 6. Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca Teks deskripsi tidak akan jauh dari adanya penggunaan huruf kapital serta tanda baca. 7.Menggunakan majas personifikasi Gaya bahasa yang menggunakan perumpamaan benda mati seolah-olah hidup seperti manusia 8. Menggunakan sinonim yaitu kata-kata yang mempunyai kesamaan Cara Menulis Teks Deskripsi 1. Menentukan Tema dan Topik Cara untuk menulis teks deskripsi yang petama, yakni perlu menentukan sebuah tema sebagai pokok pikiran dan juga gagasan utama. Umumnya, penulis harus bisa memahami pokok masalah yang akan dituliskan, sehingga dapat di pertanggungjawabkan. 2. Menetapkan Tujuan Dalam menulis sebuah teks deskripsi, juga perlu untuk menentukan tujuan yang berkatian dengan panjang atau pendeknya sebuah tulisan. Tujuan dijadikan sebuah patokan, dalam mengembangkan suatu gagasan serta dituangkan ke dalam tulisan. 3. Mengumpulkan Bahan Dalam menulis sebuah teks deskripsi, harus mendapatkan bahan sesuai dengan tema yang ditentukan. Kamu dapat memperoleh bahan dengan cara pengamatan langsung, atau bisa membaca dari sejumlah refrensi.


11 4. Kerangka Karangan Menulis teks deskripsi harus bisa memperhatikan pada kerangka karangan, seperti garis besar dari isi tulisan. Kerangka karangan sendiri lebih berisikan informasi seperti tema, topik, judul, gagasan inti, dan juga gagasan penjelasan. 5. Menyusun Kalimat Deskriptif Untuk dapat menyusun kalimat, kamu dapat mengembangkan sebuah kerangka karangan, serta penulis harus dapat menguasai kaidah dari bahasa Indonesia. Penulis juga harus dapat memperhatikan syarat dari paragraf yang baik supaya hasilnya maksimal. Contoh Teks Deskripsi Mengenal Sisi Unik Rumah Adat dari Suku Lampung Identifikasi: Ketika bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri, aku beserta keluarga berlibur ke kampung halaman ayah yang berlokasi di sekitaran Danau Ranau. Tepatnya yakni di desa Kota Batu, kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Walaupun secara teritorial daerah perkampungan ini terdapat pada wilayah administrasi provinsi Sumatera Selatan, tetapi warga yang tinggal di daerah ini merupakan komunitas dari etnis Lampung pesisir. Kultur warga di lokai ini tidak berbeda dengan warga dari etnis Lampung pesisir yang lainnya, seperti yang terdapat di Lampung Barat, Pesisir Barat, Pesawaran, dan juga lainnya. Dalam komunitas etnis ini, masih sangat terjaga bentuk keaslian kultur adat dan juga budayanya. Salah satunya yaitu rumah adatnya yang dinamakan sebagai rumah sesat. Klasifikasi: Pada saat sampai di kediaman dari nenek di kampung, satu hal yangsangat aku rindukan yaitu rumah kami, yang masih terasa sangat tradisional dengan gaya khas dari etnis Lampung. Rumah ini terbentuk dari bahan papan kayu, beratapkan genteng dari tanah liat, serta berpondasikan semen cor. Perlu diketahui juga bahwa rumah ini sudah direnovasi, dengan menempatkan tambahan atap genteng dan juga pondasi semen cor. Dahulu rumah-rumah kami di seluruh kampung ini menggunakan sebuah atap seng, serta pondasi yang berasal dari sebuah potongan pohon besar. Namun karena sulitnya untuk mendapatkan bahan dasar kayu yang besar sebagai pondasi, maka sekarang masyarakat sudah banyak menggunakan pondasi dari bahan semen cor. Deskripsi bagian: Rumah kami ini berbentuk rumah pangung, dengan bagian tangga luar yang akan menghubungkan area halaman rumah dengan lantai dua.


12 Walauun mempunyai dua lantai, namun kami juga tidak pernah menyebutnya sebagai “lantai dua” seperti dalam rumah tinggat pada umumnya. Sebab memang rumah sesat tidak mirip dengan rumah tingkat, yang mempunyai lebih dari satu lantai. Masyarakat Lampung pada umumnya, akan menggunakan lantai atas sebagai sebuah ruangan utama untuk bisa ditinggali. Sedangkan ruangan di lantai bawah lebih difungsikan untuk gudang. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan juga berkembangnya zaman, rumah adat di masyarakat Lampung pada umumnya juga tidak luput dari adanya pengaruh desain interior modern. Salah satu contohnya yaitu dengan menempatkan sebuah tangga di dalam rumah, yang pada walnya terdapat di luar rumah. Sehingga konsepnya akan berubah menjadi sebuah rumah dengan dua lantai. Pengaruh desain modern juga dapat terlihat dengan adanya sebuah perubahan bentuk dari dasar rumah, yang menjadi semi permanen secara perlahan. Faktor perubahan tersebut juga telah dipengaruhi dengan semakin sedikitnya bahan dasar dari kayu, yang akan digunakan untuk dapat membuat rumah. Namun aku pun bersyukur bahwa nenek serta almarhum kakek sudah merawat rumah tua kami ini dengan sangat baik, sehingga belum terdapat perubahan yang berarti sejak dulu hingga saat ini. Soal Latihan I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang paling benar ! 1. Perhatikan ciri-ciri paragraf berikut : 1. Menjelaskan atau menggambarkan seuatu secara spesifik, detail, dan sejelas-jelasnya 2. Melibatkan panca indera seperti pendengaran, penglihatan, perabaan,penciuman, atau perasaan 3. Memberi argument yang bisa dierdebatkan pembaca 4. Punya data factual untuk menjelaskan pembaca 5. Memberikan ciri-ciri dalam objek dalam suatu tulisan, seperti warna, bentuk, ukuran, dan keadaan objek Ciri-ciri teks deskripsi terdapat pada pernyataan…. a. 1, 2, 3 c. 1, 2, 3 b. 1, 3, 4 d. 2,3, 4 Bacalah teks deskripsi berikut untuk menjawab soal no 2 dan 3! Lembah Harau yang terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat merupakan jurang berdiameter mencapai 300 meter. Lembah Harauterkenal dengan keindahannya yang memukau. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi berbentuk unik mengelilingi lembah. (…) sejak memasuki lembah Harau, pengunjung sudah bisa menikmati pemandangan yang mengagumkan ini. 2. Kalimat deskripsi yang tepat untuk melengkapi titik-titik dalam paragraph tersebut adalah… a. Tebing-tebing granit terjal ini mempunyai ketinggian sekitar 80-300 meter b. Tebing Harau tidak kalah indahnya dengan Grand Canyon yang ada di Amerika Serikat c. Pengunjung sudah lama mengincar pemandangan ini d. Tebing granit ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Provinsi Sumatra Barat 3. Sinonim dari kata lembah adalah… a. tanah tinggi c. laut


13 b. tanah rendah d. jurang 4. Paragraf yang menggambarkan suatu hal dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan kadaannya disebut paragraf….. a. deskripsi objektif c. deskripsi subjektif b. deskripsi spasial d. Induktif 5. Paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa disebut paragraf… a. deskripsi spasial b. deduktif c. deskripsi objektif d. induktif 6. Pemakaian tanda hubung berikut yang benar adalah… a. Solo- Yogyakarta b. Solo-Yogyakarta c. Solo – Yogyakarta d. Solo –Yogyakarta Cermatilah kutipan teks berikut untuk menjawab soal nomor 7 dan 8 ! Istana yang memiliki luas 2.772m2 ini mempunyai arsitektur yang unik dengan perpaduan beberapa unsur kebudayaan Melayu bergaya Islam, Spanyol, India, dan Itali. Perpaduan ini menyuguhkan keunikan yang memberikan karakter khas pada bangunannya. Istana Maimun merupakan salah satu dari sekian istana yang paling indah di Indonesia. 7. Dalam struktur teks deskripsi, kutipan teks diatas terdapat pada bagian… a. deskripsi umum c. deskripsi perincian b. bagian perincian d. pernyataan umum 8. Kata sifat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah… a. unsur c. istana b. indah d. karakter 9. Ombak laut dipantai Tirtamaya (…). Sesekali ombak bergulung lalu mengempas ke pantai. Pantainya (…), pasirnya (…), serta udaranya (…). Pohon nira tumbuh (…) ditepinya. Urutan frasa yang tepat untuk melengkapi paragraph rumpang tersebut adalah… a. Sangat sejuk , agak landai, sangat subur, dan cukup bersih, sangat liar b. Sangat bersih, sangat sejuk, agak landau, sangat subur, sangat tinggi c. Agak tenang, cukup bersih, sangat putih, sangat sejuk, sangat lebat d. Sangat bersih, cukup bersih, sangat subur, dan agak landai, sangat rapat 10. Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraph deskripsi di depan adalah… a. terdengar riuh b. terlihat sunyi dan sepi c. nampak membingungkan d. terlihat membosankan 11. Perhatikan kalimat berikut ! Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Contoh deskripsi bagian yang tepat untuk melanjutkan deskripsi umum diatas adalah… a. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. b. Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. c. Hiasan terdapat pada sekujur badan rumah dan atap rumah. d. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. 12. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyajikan kembali teks deskripsi, kecuali… a. menentukan tujuan. b. Membuat kerangka karangan. c. Menentukan tema d. Menentukan urutan kejadian


14 Perhatiakan kutipan teks deskripsi berikut : Di dunia ini terdapat banyak sekali jenis burung yang unik, baik itu dari namanya maupun ciri khas yang dimilikinya. Salah satu jenis burung yang unik yang ada di bumi ini adalah burung sekretaris. 13. Objek yang diamatipada teks tersebut adalah… a. Burung sekretaris b. Burung yang unik c. Fauna d. Ciri burung di dunia Perhatikan paragraph deskripsi beriut untuk menjawab soal nomor 2! Burung sekretaris adalah sejenis burung pemangsa berukuran besar yang hidup terestral. Burung ini merupakan unggas endemic dari Afrika, sering dijumpai di padang rumput terbuka da sabana di wilayah sub-Sahara Afrika. Meskipun termasuk ordo Accipitriformes, yang juga mencakup banyak burung pemangsa diurnal lainnya, seperti burung layang-layang, elang, burung bangkai, dan harrier, jenis ini digolongkan ke dalam familia tersendiri, yaitu Sagittariidaer. 14. Berikut karakteristik yang tampak pada paragraph deskripsitersebut, kecuali… a. menggambarkan suatu objek b. penggambaran objek dilakukan sejelas-jelasnya c. menjelaskan ciri-ciri objek d. terdapat opini penulis 15. Bacalah paragraph deskripsi berikut! Berdasarkan data satelit, Pulau Ajkwa mulai ditumbui tanaman mangrove seja tahun 1997 serta menjadi pulau yang cukup stabil pada tahun 2000. Tercatat ada dua spesies mangrove kategori belta, serta enam spesies mangrove kategori anakan. Total keseluruhan spesies mangrove yang ada didalam pulau ini, yaitu empat belas spesies. Adapun kepadatan dari mangrove yaitu sebanyak 126 pohon/hectare, serta 643 anakan/hectare. Berdasarka struktur teks deskripsi, paragraph tersebut pada bagian… a. Deskripsi umum b. Orientasi c. Deskripsi bagian d. Koda 16. Perhatikan pernyataan berikut ! Burung sekretaris adalah sejenis burung emangsa berukuran besar yang hidup terrestrial. Burung ini merupakan unggas endemic dari afrika, sering dijumpai di padang rumput erbuka dan sabana di wilayah sub-Sahara Afrika. Kata ‘’ini” pada pernyataan diatas merujuk pada… a. Teestrial b. Burung sekretaris c. Unggas endemic d. Wilyah sub-sahara afrika 17. Perhatikan pernyataan rumpang berikut! Konon, kota ini menjadi benteng kekuasaan Belanda pada saat Perang Padri (1821-1837). (….), banyak terdapat bangunan bersejarah peninggalan Belanda di kota ini. Konjungsi yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang adalah… a. Jika b. Supaya c. Oleh karena itu d. Atau 18. Paragraf berikut yang berbentuk deskripsi adalah… a. Pemerinta Daerah DKI serta Pemerinta Kota dan Pemerintah Kabupaten Bogor harus bertindak tegas terhadap para pelanggar peruntukan kawasan, lahan, atau paenggunaan


15 tata ruang serta lingkungan. Bangunan yang sesuai undang-undang telah melanggar peruntukan dan merusak daerah resapan air di kedua darah tersebut harus segera dibongkar. b. Taman itu juga dihiasi beberapa patung bangau putih yang sangat unik. Ditengah taman terdapat kolom. Ditengah kolam terdapat aiar mancur. Aneka mainan anak-anak turut melengkapi Taman Wisata kaliurang. c. Maya melihat Gloria, anaknya yang tunggal, dilahirkan diajar berjalan, disekolahan, meriah, dan diceburkan dalam pergaulan. Dan selama Sembilan belas tahun itu, matanya tak saja mengasuh anaknya yang tunggal itu, tapi pula mengawasinya. d. Pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Kerusakan ringan mendapat bantuan sekitar 10 juta, kerusakan sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta, dan yang rusak berat mendapat bantuan sekitar 30 juta. Bacalah kutipan teks deskripsi berikut untuk menjawab soal nomor 19 dan 20 ! Sebuah tugu diujung utara Pulau Weh, Aceh, berdiri tegak setinggi delapan meter. Landasannya beton berteratak mirip tangga bersusun lima denagn panjang dan lebar sekitar enam meter. Tugu tersebut rterletak di sebuah semak belukar di daerah Jaboi, Kota Sabang. Itulah Kilometer Nol Indonesia. Berada di tugu itu, terasa sesuatu merayap di kalbu, perasaan keindonesiaan. Lagu patriotik “Dari Sabang sampai Merauke” seakan-akan teringangngiang di telinga. 19. Paragraf pertama kutipan yteks tersebut merupakan bagian… a. deskripsi umum b. deskripsi bagian c. deskripsi penjelas d. simpulan 20. Paragraf kedua kutipan teks deskripsi tersebut menimbulkan kesan pada indra… a. peras b. penciuman c. penglihatan d. pendengaran Bacalah teks deskripsi berikut untuk menjawab soal nomor 21 s.d. 24 ! Rumah Tongkonan Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini berada di pengunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang. Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adatnya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan berada diantara pohon-pohon bamboo di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km kearah dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang. Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada bagian badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis – garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kukuh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur. Katyu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap rumah dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan suku Toraja. Atap rumah Tongkonana melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bamboo. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan dibagian depan rumah adat. Disetiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.


16 Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga. 21. Teks tersebut mendeskripsikan tentang… a. Tongkonan merupakan rumah adat bagi masyarakat Toraja sebagai warisan budaya b. Rumah adat yang terbuat dari bahan kayu yang bagus dengan hiasan indah c. Rumah tersebut tidak perlu vernis maupun disirlak sampai ratusan tahun lamanya d. Kita bangga bila tinggal di tanah Toraja karena memiliki rumah yang unik 22. Paragraf kedua teks tersebut merinci tentang… a. bahan kayu, ukiran rumah, dan hiasan atap pada tongkonan b. harga rumah dan proses membuatnya c. lokasi tanah, rumah adat, hiasan tanduk d. proses pengukuhan tongkonan sebagai ikon buat Indonesia 23. Kesan umum pada paragraph penutup teks tersebut adalah… a. kita harus bersedia apabila memiliki rumah adat yang letaknya jauh, tapi unik dan indah b. kita menerimah bahwa rumah tongkonan dinobatkan sebagai rumah adat Toraja c. kita harus memahami proses pembangunan rumah adat yang rumit d. kita merasa bangga, Indonesia memiliki warisan budaya berupa rumah adat dan wajib menjaganya. 24. Contoh kalimat majas yang seuai dengan isi teks deskripsi tersebut adalah… a. rumah adat tersebut berbahan kayu berkualitas bagus dengan hiasan unik b. ukiran yang ada di sekujur rumah itu menambah cantik penampilannya. c. tongkonan didekorasi dengan hiasan tanduk kerbau yang ditancapkan. d. rumah tongkonan yang berjajar rapih dan indah seakan menyambut dengan ramah. Bacalah kutipan teks deskripsi berikut! Kemolekan Pantai Parangtritis serasa sempurna di sore hari. Pada sore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan saat sangat istimewa. Lukisan alam yamg sungguhmemmesoa. Semburat warna merah keemasan di langit dengan kemilau air pantai yang tertimpa matahari sore, melingkupi seluruh tubuh. Seakan tersihir kita menyaksikan secara perlahan matahari seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut. 25. Kutipan teks deskripsi tersebut menjelaskan penggambaran objek berdasarkan tanggapan indra… a. perasaan b. perabaan c. penglihatan d. penciuman


17 PUISI RAKYAT Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang disajikan dengan bahasa yang indah dan padat makna. Puisi bersifat imajinatif dan terdiri dari rangkaian kata-kata yang menggambarkan perasaan penulisnya. Puisi dibedakan menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi baru.Puisi lama atau disebut juga dengan puisi rakyat terikat oleh berbagai aturan dalam penciptaannnya sedangkan puisi baru adalah puisi yang tidak terikat oleh berbagai aturan dalam penciptaan puisi tersebut. Jadi puisi rakyat merupakan sebuah karya sastra yang berbentuk puisi, syair, pantun, dan gurindam yang berkembang pada masyarakat tradisional dan bersifat terikat oleh aturan-aturan tertentu seperti suku kata, jumlah baris, jumlah bait, dan rima. Ciri-Ciri Puisi Rakyat Puisi rakyat memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang membedakannya dengan karya sastra lain. Adapun beberapa ciri-ciri dari puisi rakyat yang dapat kamu ketahui, yaitu: 1. Bersifat anonim(nama pengarangnya tidak diketahui) 2. Diwariskan secara turun temurun 3. Disebarkan dalam bentuk yang tetap dan tidak beruah 4. Disampaikan dari mulut ke mulut 5. Terikat aturan-aturan seperti jumalh baris, jumlah bait, dan rima 6. Menggunakan gaya bahasa atau majas Jenis-Jenis Puisi Rakyat Puisi rakyat terbagi ke dalam beberapa jenis yaitu pantun, syair, gurindam, mantra, talibun, karmina, dan seloka. Agar kamu dapat memahaminya dengan baik, berikut adalah penjelasan dari beberapa jenis puisi rakyat tersebut. 1. Pantun Pantun adalah jenis puisi rakyat yang pertama. Ini merupakan bentuk puisi yang secara sejarahnya berasal dari melayu yang tiap bait (kuplet) biasanya terdiri dari empat baris dengan sajak a-b-a-b. Penyebutan pantun di Indonesia sebenarnya sangatlah beragam tergantung bahasa daerah masing-masing. Sebagai contoh, dalam Bahasa Jawa pantun disebut parikan, Bahasa Sunda adalah paparikan, Bahasa Toraja adalah londe, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pantun sendiri memiliki beberapa ciri atau karakteristik yang membedakannya dengan puisi rakyat lainnya. Beberapa ciri tersebut adalah sebagai berikut:


18 Ciri-Ciri Pantun 1. Setiap bait biasanya terdiri dari empat baris. 2. Setiap barisnya biasanya terdiri dari 4 sampai 6 kata. 3. Untuk baris ke-1 dan 2 adalah sampiran, sedangkan baris ke-3 dan 4 adalah isi. 4. Beberapa pantun biasanya tidak ada yang mengetahui siapa pengarang atau penciptanya. 5. Pantun juga biasanya terbagi lagi ke dalam beberapa bentuk seperti pantun nasihat, pantun jenaka, pantun kiasan, pantun agama, pantun cinta, pantun teka-teki, hingga pantun peribahasa. Contoh Pantun Tumbuh merata pohon tebu Ada bebek disungai Pergi ke pasar membeli daging Bebek berenang sudah biasa Banyak harta miskin ilmu Janganlah terlalu bnayak bersantai Bagai rumah tidak berdinding Sukses tidak akan dirasa 2. Syair Jenis puisi rakyat yang kedua adalah syair, ini merupakan bentuk puisi rakyat yang secara sejarahnya berasal dari persia. Syair sendiri memiliki bentuk rangkaian kisah yang panjang. Di mana setiap baitnya merupakan isi. Kemudian, isinya pun biasanya tidak selesai dalam satu bait saja karena syair sendiri itu untuk menceritakan sesuatu hal yang memiliki kesinambungan. Kemudian larik-larik yang ada pada setiap baris syair itu merupakan isi. Hal ini tentunya sedikit berbeda dengan pantun. Selain itu, syair juga memiliki banyak ciri atau karakteristiknya sendiri yang membedakan dengan jenis-jenis karya sastra lain. Beberapa ciri tersebut adalah sebagai berikut: Ciri-Ciri Syair 1. Biasanya terdiri dari 4 baris dengan 4-6 kata di dalamnya. 2. Setiap barisnya biasanya terdiri dari 8-12 suku kata. 3. Memiliki sajak a-a-a-a. 4. Semua baris atau larik di dalam syair itu merupakan isi. 5. Biasanya menggunakan kata-kata atau bahasa kiasan. Contoh Syair Jauhi semua perbuatan jahat Jauhi pula perbuatan maksiat Mari kita segera bertobat Supaya kita selamat dunia akhirat 3. Gurindam


19 Jenis puisi rakyat yang ketiga adalah gurindam, ini merupakan puisi lama yang secara sejarahnya berasal dari India. Di mana penyebarannya sangat dipengaruhi oleh sastra hindu. Gurindam sendiri merupakan sajak yang di dalamnya terdiri dari dua bait. Setiap baitnya diisi oleh dua baris kalimat dengan rima yang sama dan merupakan satu kesatuan secara utuh. Untuk baris pertama itu menyatan perbuatan sedangkan baris kedua menyatakan akibat dari perbuatan tersebut. Dalam kata lain, gurindam adalah sebuah sajak dua baris yang terkandung petuah serta nasihat. Gurindam juga memiliki beberapa karakteristik atau cirinya sendiri yang membedakan dengan puisi rakyat lain. Adapun beberapa ciri tersebut adalah sebagai berikut: Ciri-Ciri Gurindam 1. Dalam satu bait terdiri dari dua baris kalimat. 2. Dalam setiap baris kalimat biasanya terdiri dari 10-14 kata. 3. Antara baris ke-1 dan 2 menunjukan hubungan sebab akibat. 4. Baris ke-2 dalam gurindam berisikan nasihat dan petuah. 5. Gurindam memiliki rima yang sama yaitu a-a atau b-b. Contoh Gurindam Hidup itu jangan dibuat penat Anak muda harus penuh semangat 4. Mantra Jenis puisi rakyat yang keempat adalah mantra, ini merupakan sebuah puisi yang terkandung unsur magis. Biasanya, di setiap daerah Indonesia memiliki mantra dengan menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Mantra sendiri sering dijadikan oleh masyarakat sebagai doa dengan kekuatan magis untuk meraih sesuatu secara pintas. Meskipun terdengar menyeramkan, sejatinya mantra merupakan salah satu warisan sastra bangsa Indonesia yang sudah ada sejak lama. Mantra juga memiliki beberapa ciri atau karakteristik, beberapa diantaranya yaitu: Ciri-Ciri Mantra 1. Memiliki rima a-b-c-a-b-c, a-b-c-d-a-b-c-d atau a-b-c-d-e, a-b-c-d-e. 2. Biasanya bersifat lisan. 3. Biasanya diyakini memiliki kekuatan mistis atau magis di dalamnya. 4. Mengandung majas metafora. 5. Mengandung perulangan. 6. Bahasa yang digunakan bersifat esoferik (bahasa yang digunakan secara khusus diantara pembicara dengan lawan bicaranya) 7. Bersifat misterius. Contoh Mantra Assalamualaikum putri satulung besar Yang beralun berilir simayang Mari kecil, kemari


20 Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu 5. Talibun Jenis puisi rakyat yang kelima adalah talibun, puisi ini memiliki bentuk yang cukup mirip dengan pantun karena di dalamnya terdapat sebuah sampiran dan isi. Namun yang membedakan diantara keduanya yaitu sampiran dan isi yang ada dalam talibun itu ditulis lebih dari empat baris dengan rima yang berbeda-beda. Mulai dari abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, hingga yang lainnya. Isi yang terkandung di dalam talibun biasanya didasarkan pada suatu perkara. Di mana perkara tersebut akan diceritakan secara merinci di dalam talibun. Selain hal-hal di atas, talibun juga memiliki beberapa ciri atau karakteristik lain, diantaranya yaitu: Ciri-Ciri Talibun 1. Berbentuk puisi bebas yang menjelaskan atau menceritakan pemerian. 2. Di dalamnya menceritakan sebuah perkara dengan rinci. 3. Gaya bahasa yang digunakan bersifat luas dan lumrah. 4. Di setiap akhir baris kalimat memiliki rima yang sama. Contoh Talibun Berlayar menuju pulau di sana Menerjang ombak di bulan purnama Bersama nahkoda melempar jala Agar memiliki gelar sarjana Belajarlah dengan giat dan seksama Jangan lupa selalu berdoa 6. Karmina Jenis puisi rakyat yang keenam adalah karmina, ini merupakan sebuah pantun yang hanya memiliki dua seuntai atau biasa disebut dengan istilah pantun kilat. Puisi satu ini sangat persis dengan pantun, namun yang membedakannya hanya terletak pada jumlah baris. Dimana karmina biasanya hanya memiliki dua bait baris saja. Untuk baris pertama yaitu sampiran dan kedua adalah isi. Karmina juga memiliki beberapa ciri atau karakteristik lainnya, beberapa ciri tersebut adalah sebagai berikut: Ciri-Ciri Karmina 1. Setiap baitnya hanya memiliki dua baris saja. 2. Setiap baris biasnya hanya mengandung 8-12 suku kata.


21 3. Untuk baris ke-1 yaitu sampiran dan ke-2 yaitu isi. 4. Karmina bersajak a-a. Contoh Karmina Buah kedondong di dalam gerbong, Jadi orang janganlah sombong. 7. Seloka Jenis puisi rakyat yang terakhir adalah seloka. Sama seperti karmina, seloka juga berbentuk pantun. Seloka sendiri merupakan pantun yang memiliki beberapa bait dan baris. Namun, seloka sendiri berisi pantun sambung menyambung atau biasa disebut juga dengan pantun berantai. Seloka biasanya mengandung pepatah atau perumpamaan yang disampaikan dengan senda gurau, sindiran, bahkan ejekan. Seloka memiliki beberapa ciri atau karakteristik yang membedakannya dengan puisi rakyat lain. Beberapa diantaranya yaitu: Ciri-Ciri Seloka 1. Dalam satu bait biasanya terdapat 4 baris. 2. Bersajak a-b-a-b. 3. Biasanya setiap barisnya mengandung 4 suku kata yang saling sambung menyambung. 4. Baris ke-1 dan 2 merupakan sampiran serta baris ke-2 dan 3 merupakan isi. 5. Biasanya menyampaikan nasihat. Contoh Seloka Sinar mentari hangatkan bumi Pagi disambut kicauan burung Acuhkan pesan yang tersirat hati tak mati Ceria tampak wajah tak murung Adapun unsur-unsur kebahsaan yang digunakan dalam puisi rakyat dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Kata penghubung a. Kata penghubung tujuan/konjungsi Kata penghubung yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu acara atau tidakan Contoh konjungsi adalah supaya, untuk, agar dan guna b. Kata penghubung sebab(kausal) Menjelaskan bahwa suatu peristiwa atau tindakan terjadi atas sebab tertentu Contoh konjungsi penghubung sebab adalah sebab, sebab itu, karena, dan oleh karena itu c. Kata penghubung akibat


22 Konjungsi yang menggambarkan suatu peristiwa atau tindakan terjadi atas sebab peristiwa lain. Contoh konjungsi akibat adalah sehingga, sampai, dan akibatnya. d. Kata penghubung syarat Konjungsi syarat yang meanjelaskan suatu hal bisa terpenuhi apabila syarat yang ada dipenuhi atau dijalankan. Contoh kinjungsi syarat yaitu jika, jikalau, apabila, asalkan, kalau dan bilamana. 2. Kalimat perintah, saran, ajakan, seru, dan larangan a. Kalimat perintah b. Kalimat saran (sebaiknya, seyogyanya) c. Kalimat ajakan (ayo, mari) d. Kalimat seru (alangkah, betapa, dan bukan main) e. Kalimat larangan 3. Kalimat tunggal dan kalimat majemuk a. Kalimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu subjek dan satu predikat Contoh: saya sedang belajar b. Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu objek atau predikat. Kalimat majemuk terjadi dari penggabungan dua kalimat dasar atau lebih. 1) Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terjadi dari beberapa kalimat tunggal yang kedudukannya tidak setara/sederajat. a) Kalimat majemuk hubungan syarat Ditandai dengan kata hubng: jika, seandainya, asalkan, apabila, dan andaikan. b) Kalimat majemuk hubungan tujuan Ditandai dengan kata hubung: agar, supaya, dan biar c) Kalimat majemuk konsesif Ditandai dengan kata hubung; walaupun, ,meslipun, biarpun, kendatipun, dan sungguhpun d) Kalimat majemuk hubungan penyebaban Ditandai dengan kata hubung; sebab, karena, dan oleh karena 2) Kalimat majemuk setara, yaitu kalimat majemuk yang unsur-unsurnya setara. Biasanya menggunakan konjungsi dan, atau, lalu Latihan soal Pilihlah salah satu jawban yang paling tepat! 1. Manakah contoh teks yang bukan gurindam? A. Cari olehmu akan sahabat yang boleh dijadikan obat B. Cari olehmu akan guru yang boleh tahukan tiap seteru C. Ke mana hendak ke mana selalu kunanti engkau bersabda D. Jika hendak mengenal bangsa lihat kepada budi dan bahasa


23 2. Bacalah teks berikut! Pada zaman dahulu, hiduplah keluarga kura-kura yang sangat rukun. Akan tetapi, di sekeliling mereka banyak yang iri dengan keluarga kura-kura. Suatu hari, Bara si Kura-kura ingin pergi mencari makan. Di jalan, Bara bertemu dengan Rodi si Kuda. “Hei kamu, kura-kura yang lambat, sini kamu!” kata Rodi dengan suara tinggi. Apa pesan moral yang dapat dipetik dari penggalan teks di atas? A. Selalu hiduplah rukun dengan sesama B. Jangan memiliki sifat iri terhadap sesama C. Sebaiknya saling bertegur sapa dengan tetangga D. Jangan suka memaksakan kehendak kepada orang lain 3. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian Berdasarkan struktur dan isinya, teks di atas masuk dalam jenis…. A. pantun B. syair C. gurindam D. mantra 4. Kancil sudah diberi mentimun oleh Pak Tani. Namun, ia tetap ingin mengambil mentimun di kebun tanpa sepengetahuan Pak Tani. Hingga suatu saat Pak Tani memergoki si Kanci. “Kancil, bisanya mencuri!” hardik Pak Tani. Watak tokoh kancil pada cerita tersebut adalah … A. Cerdik B. Malas C. Nakal D. Rakus 5. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian Kata tepian dalam puisi di atas menandakan… A. Samping B. Pinggir C. Wilayah D. Pedesaan 6. Bacalah teks berikut! K dan J adalah dua gorila bersaudara. Meskipun bersaudara, sifat mereka sangat bertolak belakang. K sang kakak adalah gorila yang rajin dan bersih. Sedangkan J, sang adik justru malas dan jorok. Terkadang K harus menutup hidungnya saat berada di dekat J. Badan J sangat kotor dan bau. J sangat senang bermain lumpur tetapi ia malas mandi. Sudut pandang dalam kutipan cerita di atas adalah …. A. orang ketiga di dalam cerita B. orang ketiga di luar cerita C. orang pertama pelaku utama D. orang pertama pelaku sampingan 7. Cermatilah puisi rakyat di bawah ini! Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal Tuhan yang bahri. Struktur yang tepat dari puisi rakyat tersebut adalah ….


24 A. Rima Akhirnya berpola a-b, terdiri atas sampiran dan isi B. Rima akhirnya berpola a-b, keseluruhannya berupa isi C. Rima akhirnya berpola a-a, terdiri atas syarat dan jawaban D. Rima akhirnya berpola a-b, keseluruhannya berupa jawaban 8. Dengan anak janganlah lalai, supaya boleh naik ke tengah balai. Kata lalai mengandung makna…. A. lengah B. santai C. malas D. lemah 9. Manakah yang merupakan ciri kalimat langsung dan kalimat tidak langsung di bawah ini? A. Kalimat yang diucapkan langsung oleh orang yang dituju. B. Tidak menggunakan tanda petik Menggunakan tanda petik C. Kata ganti orang pertama dan orang kedua Terdapat perubahan kata ganti orang D. Intonasi membaca datar Intonasi membaca tinggi 10. Dengan anak janganlah lalai, supaya boleh naik ke tengah balai. Berikut ini yang bukan makna dari balai adalah…. A. gedung B. rumah C. kantor D. ruang 11. Konon, disebuah hutan rimba hiduplah seekor Harimau yang sangat besar dan ia pun di juluki Raden Harimau. Penggunaan kata depan yang tepat dalam kutipan cerita di atas adalah … A. disebuah menjadi di sebuah B. disebuah menjadi di sebuah C. disebuah menjadi disebuah di juluki menjadi dijuluki D. disebuah menjadi di sebuah, di juluki menjadi dijuluki 12. Perhatikan ciri-ciri puisi lama di bawah ini! Carilah olehmu sahabat Yang boleh dijadikan obat Amanat dari gurindam di atas yakni …. A. Carilah sahabat yang dapat membawa kebaikan B. Carilah sahabat yang membawakanmu obat C. Carilah sahabat yang berdagang obat D. Carilah sahabat yang boleh dimakan sebagai obat 13. Manakah makna konotasi dari pernyataan berikut ini? A. Makna sebenarnya yang menjadi nilai dari puisi. B. Makna tersirat dan berdasarkan konteks kalimat. C. Makna tersurat yang dapat dengan mudah dipahami. D. Makna sebenarnya yang ada pada larik. 14. Bacalah kutipan syair di bawah ini! Carilah ilmu bermanfaat Janganlah menyerah sampai kau dapat Gunakanlah ilmu secara tepat Agar berguna bagi masyarakat Pesan apa yang terkandung dalam syair tersebut?


25 A. terus belajar supaya mendapat ilmu bermanfaat bagi semua B. tak ada kata menyerah untuk mencari ilmu sampai akhir hayat C. carilah ilmu sampai ke liang lahat D. gunakanlah ilmu untuk mencari kekayaan yang banyak 15. Untuk lebih mudah mencari makna pada kata, maka kamu bisa menggunakan …. A. Kamus B. Kitab C. Buku tulis D. Komik B. Jawablah pertanyaan dibawah ini! 1. Sebutkan ciri-ciri pantun! 2. Bacalah pantun di bawah ini! Alangkah manis buah nira Nira diolah untuk sedekah Gembira hati tiada terkira Ibu datang bawa hadiah Dari pantun di atas, manakah yang merupakan kalimat seru? 3. Struktur puisi rakyat yang memiliki rima akhir a-a-a-a dikenal dengan nama? 4. Barang siapa mengenal Allah Suruh dan tegahnya tiada ia mengalah Puisi lama tersebut termasuk dalam? 5. Bacalah pantun berikut! Sarang garuda di pohon beringin Buah kemuning di dalam puan Sepucuk surat dilayangkan angin Putih kuning sambutlah Tuan Berapa banyak jumlah suku kata baris ketiga pantun di atas?


26 TEKS FANTASI 1. Pengertian Cerita Fantasi Teks cerita fantasi adalah salah satu genre teks narasi yang memiliki kisah yang penuh imajinasi dan khayalan yang melebihi realita (Kemdikbud, 2017, hlm. 44). Teks narasi sendiri adalah teks yang menceritakan suatu kisah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa teks cerita fantasi adalah teks narasi yang mengisahkan kisah fantasi. 2. Struktur Cerita Fantasi Karena pengertian cerita fantasi yang secara keseluruhan nyaris menyerupai pengertian cerita narasi pada umumnya, maka dari segi struktur pun keduanya hampir sama.Adapun pengertian dari masing-masing elemen struktur di dalam cerita ini adalah sebagai berikut : a. Orientasi atau perkenalan Bagian ini mengenalkan latar, tokoh, dan kisah baik dari segi waktu, tempat maupun peristiwa. Orientasi juga biasa digunakan untuk menata berbagai adegan dan menjelaskan hubungan antartokoh. b. Komplikasi Bagian di mana konflik mulai muncul. Konflik adalah pertentangan atau kesukaran-kesukaran bagi tokoh utama. Komplikasi menjelaskan bagaimana sebab-akibat konflik yang terjadi antartokoh. Bagian ini akan bergradasi memuncak hingga mencapai klimaks. c. Resolusi


27 Bagian ini adalah penyelesaian dari berbagai konflik yang terjadi. Resolusi juga dapat menjadi pernyataan akhir terhadap kondisi yang dialami oleh tokoh utamanya. 3. Ciri-ciri Cerita Fantasi a. Ada keajaiban, sesuatu yang aneh dan misterius Cerita fantasi mengungkapkan hal-hal yang sifatnya tidak nyata, ajaib, dan misterius. Pokoknya, sesuatu yang tidak kita temui dalam dunia nyata. Ini adalah dunia imajinatif yang diciptakan penulis, sehingga tidak mungkin dijadikan biasa.Biasanya, tokoh dan latar yang diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata, atau modifikasi dunia nyata. b. Ide cerita terbuka Ini artinya penulis bebas menuangkan segala imajinasinya, atau bebas berhayal. Tidak ada batasan terhadap realitas atau kehidupan nyata. Sehingga penulis atau pengarang bisa mengembangkannya dengan sesuka hati. Tema atau ide yangpaling sering dikaitkan dengan cerita jenis ini adalah tema supranatural, mistis,horror, fiksi ilmiah atau sciencefiction (sci-fi), dan sebagainya. Adakalanya,meski ide cerita bersifat sederhana, namun selalu ada pesan menarik dibalik setiap cerita ini. c. Latar bisa menembus ruang dan waktu Cerita fantasi bisa menggunakan latar apapun dalam penulisannya, mulai dari yang ada dalam kehidupan sehari-hari hingga yang tidak ada atau bersifat karangan. Jalinan peristiwa pada cerita ini juga bisa berpindah-pindah dariberbagai latar yang melintasi ruang dan waktu. d. Ada tokoh yang tak biasa atau unik Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik. Adakalanya bahkan yang tidak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja seseorang yang bisa mengeluarkan api dari tangannya, seseorang yang bisa melihat mimpi orang lain, jin yang bisa keluar dari lampu, dan sebagainya. Tokoh di cerita ini bisa berada pada waktu dan tempat yang berbeda zaman, meski secara penampilan mungkin tak berbeda dengan kita yang hidup di masa sekarang. e. Fiktif semata Cerita bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Meski ada juga yang diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan, hanya saja dilebih-lebihkan. f. Bahasa bervariasi Bahasa yang digunakan dalam cerita fantasi bervariasi, tidak melulu dalam bentuk bahasa formal. 4. Jenis Cerita Fantasi Cerita Fantasi Berdasarkan Kesesuaiannya dalam Kehidupan a. Cerita fantasi total,


28 pada cerita kategori ini semua yang terdapat pada cerita semua tidak terjadi dalam dunia nyata. Misalnya, cerita fantasi Nagata itu total fantasi penulis. Jadi nama orang, nama objek, nama kota benar-benar rekaan pengarang; b. Cerita fantasi irisan, yaitu cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang ada dalam dunianyata, atau peristiwa pernah terjadi pada dunia nyata. c. Cerita Fantasi berdasar Latar cerita a) Latar waktu sezaman, yang berarti berarti latar yang digunakan satu masa, seperti: fantasi masa kini, fantasi masa lampau, atau fantasi masa yang akan datang/ futuristik; b) Latar lintas waktu, berarti cerita fantasi menggunakan dua latar waktu yang berbeda, misalnya: masa kini dengan zaman prasejarah, masa kini dan 40 tahun mendatang/ futuristik) . 5. Ciri Khusus Cerita Fantasi yang membedakan dengan Teks Narasi a. Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. b. Cerita fantasi adalah cerita fiksi bergenre fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. c. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. d. Tema fantasi adalah magic (sihir), supernatural atau futuristik. e. Ide cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. f. peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Misalnya, tokoh utama bisa mengalami kejadian pada beberapa latar waktu: masa modern dan latar zaman kolonial Belanda. g. Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, tokoh memiliki kesaktian tertentu atau mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari. h. Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa saja terinspirasi oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi tetap dibumbui imajinasi dan fantasi. i. Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan(bukan bahasa formal).


29 6. Kaidah Kebahasaan dalam Teks Cerita Fantasi a. Penggunaan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan : aku,mereka, dia, Erza, Doni. b. Penggunaan kata yang mencerap pancaindra untuk deskripsi latar (tempat, waktu,suasana), contoh latar tempat: Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Emas dan berlian bertaburan di dinding rumah itu. Laboratorium berantakan. Semua peralatan pecah. Aneh hanya laptopku yang masih menyala. c. Menggunakan pilihan kata dengan makna kias dan makna khusus, conntohnya: Alien itu berhidung mancung. Dengan hidungnya yang menjulang ia mengendus sekeliling. d. Kata sambung penanda urutan waktu: a) kata sambung urutan waktu setelah itu,kemudian, sementara itu, bersamaan dengan itu, tiba-tiba, ketika, sebelum, dsb; b)penggunaan kata sambung urutan waktu untuk menandakan datangnya tokoh lainatau perubahan latar, baik latar suasana, waktu, dan tempat, contohnya: Dua tahun kemudian, Farta telah sampai di Planet Mars dan bertemu dengan Tatao. Akhirnya, Farta dapat menyelamatkan diri dari terkaman raksasa. e. Penggunaan kata/ungkapan keterkejutan Penggunaan kata/ungkapan keterkejutan berfungsi untuk menggerakkan cerita (memulai masalah), contoh: a) Tiba-tiba seorang alien yang berukuran lebih besar datang; b) Di tengah kebahagiaannya datanglah musibah itu. f. Penggunaan dialog/ kalimat langsung dalam cerita, contohnya: “Raksasa itu mengejar kita!” teriak Fona kalang kabut. Aku ternganga mendengar perkataan Fona. Aku segera berlari. 7. Contoh Teks Cerita Fantasi Singkat beserta Strukturnya Nino dan Alien yang Menggemaskan Orientasi Malam itu, entah mengapa tak seperti biasanya, Nino belum bisa tertidur. Ia sudah cukup lama mencoba memejamkan matanya namun tak kunjung terlelap juga. Ia kemudian memutuskan untuk membuka jendela kamarnya, berharap angin segar dapat membuatnya mengantuk. Namun tak lama setelah ia membuka jendelanya, sekelibat cahaya terang tampak mendekat dari kejauhan. Nino pun lantas kembali menghampiri jendela kamarnya. Cahaya itu semakin dekat dan mulai membuat Nino kesilauan dan menutup mata dengan sebelah tangannya. Komplikasi Tiba-tiba seorang alien yang berukuran mungil datang. Perutnya buncit, tubuhnya berwarna biru dan bibirnya berwarna merah muda. Matanya hijau terang. Alien berkepala besar itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya merah dari tangannya yang menghangatkan tubuh Nino.


30 “Halo, k-k-kamu siapa?” Tanya Nino agak ketakutan. Alien itu kemudianmenjawabnya dengan bahasa yang tidak dipahami oleh Nino bahkan manusia lainnya! “Blah weos dgak, laih ipos en quere?”. “Maaf, aku nggak paham apa yang kamu katakan” balas Nino. Seketika alien itu pun tampak memahami apa yang terjadi, lalu memutar-mutar kupingnya yang berbentuk seperti antenna seakan menyesuaikan sesuatu, seperti kita menyesuaikan frekuensi radio. Kemudian ia berkata dengan bahasa manusia “Akut idak bisa tidur, di planetku mataharinya ada tiga, jadi terlalu terang, boleh aku ikuttidur di sini?”. Resolusi Meskipun agak ragu, Nino memperbolehkannya. Tak butuh waktu lama, Alien itu pun lekas berbaring di lantai karpet kamar Nino. “Maaf, kamu boleh menggunakan kasurku kok, tidak usah di lantai”. Namun Nino terlambat, karena Alien itu sudah terlelap tidur, ia mendengkur seperti kucing. Kemudian, selang beberapa detik saja, alien itu terbangun lagi. “Terima kasih, tidurku lelap sekali tadi” alien itu berkata sambil menahan menguap. “Lho, kamu kan baru tidur beberapa detik saja?” jawab Nino. “Oh, iya, makhluk dari planetku hanya membutuhkan tidur 15 sampai 30 detik saja dalam 1000 tahun”. Soal Latihan A. PILIHAN GANDA Bacalah penggalan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 1-4! Minggu pagi yang cerah Ardi, Handi, dan Dani berada di Candi Trowulan. Mereka merupakan siswa pilihan dari sebuah SMP yang sedang melakukan tugas pengamatan untuk karya ilmiah remaja. Di tengah keramaian orang yang sedang berwisata, mereka sibuk menyelesaikan laporannya. “Tolooong,“ tiba-tiba terdengar suara Handi berteriak minta tolong. Dani dan Ardi yangberada tidak jauh dari tempat itu segera berlari menghampiri. Alangkah terkejutnya mereka berdua melihat Handi berada di sebuah lubang dan hanya kelihatan tangannya. Dengan reflek Ardi dan Dani menarik berusaha menolong Handi. Tapi “Aaahh! didengar teriakan keras dan mereka bertiga terseret masuk ke lubang itu “………..” Handi dan Dani bertanya hampir bersamaan sambil menatap tembok sekelilingnya yang memancarkan kemilau keemasan. Tiba-tiba, di hadapan mereka, muncul laki-laki bertubuh kekar. “Kalian bertiga saya panggil untuk menemui leluhurmu!” laki-laki tegap itu berujar dengan penuh wibawa. Ketiga anak itu tertawa. “Sii-a-pa Bapak?” sambil gemetar Handi memberanikan diri untuk bertanya. “Aku yang berjanji tak akan makan buah palapa sebelum Nusantara bersatu,” jawab laki- laki itu dengan mata tajam menatap ke arah tiga anak yang masih ketakutan itu. “Gaajah Maada!” suara ketiganya seperti tercekat. 1. Hal khayal dalam cerita tersebut adalah … A. Masuk ke dunia zaman dahulu dari sebuah lubang.


31 B. Kaget melihat Patih Gajah Mada. C. Tiga siswa melakukan pengamatan untuk tugas. D. Pergi ke Candi Trowulan untuk membuat tugas. 2. Dilihat dari adanya pergantian tempat dalam cerita, cerita tersebut termasuk ke dalam jenis … A. cerita fantasi sezaman B. cerita fantasi total C. cerita fantasi irisan D. cerita fantasi lintas ruang/waktu 3. Kata yang tepat untuk menggantikan kata yang tercetak tebal pada cerita tersebut adalah . A. teringat B. menangis C. tersenyum D. terbelalak 4. Kalimat yang tepat untuk mengisi bagian dalam tanda petik yang kosong pada cerita tersebut adalah …. A. Siapa kita? B. Di mana kita? C. Ini di dunia lain. D. Lihat! Tempat ini ajaib. Perhatikan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 20-24! Di sebuah desa yang damai, hiduplah dua saudara kembar yang memiliki kekuatan sihir. Mereka adalah Nino dan Arko. Meski merupakan saudara kembar, namun watak keduanya sangat berbeda drastis. Nino sangat sombong dan angkuh serta Arko merupakan anak yang baik hari. Nino memiliki keistimewaan yaitu menguasai sihir lebih banyak sehingga dengan sombongnya selalu memamerkan kemampuannya. Arko yang merupakan kakak dari Nino selalu melarang adiknya untuk memamerkan kekuatannya kepada teman-temannya atau menggunakan sihir dengan sembarang. Akan tetap Nino selalu mengelak dan mengatakan bahwa Arko iri dengan kemampuan sihir Nino. 5. Judul yang tepat untuk cerita tersebut adalah …. A. Nino Si Anak Jahil B. Arko, Saudara yang Iri C. Sepasang Saudara Penyihir D. Penyihir yang Malang 6. Watak Nino yang keras kepala ditunjukkan pada kalimat ke-…. A. 4 B. 5 C. 6


32 D. 7 7. Pengenalan latar terdapat pada kalimat ke-…. A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 8. Teks di atas termasuk cerita fantasi pada bagian …. A. identifikasi B. komplikasi C. resolusi D. orientasi 9. Konflik yang muncul pada penggalan cerita fantasi tersebut adalah ... A. Hidup dua saudara kembar penyihir. B. Arko iri dengan kemampuan sihir Nino. C. Watak Nino dan Arko yang berbeda drastis. D. Nino menggunakan sihir dengan sembarang. 10. Penulisan kalimat langsung yang benar adalah … A. Dora berkata, “Hari ini saya lupa bawa peta”. B. Dora berkata. “Hari ini saya lupa bawa peta.” C. Dora berkata, “hari ini saya lupa bawa peta.” D. Dora berkata, “Hari ini saya lupa bawa peta.” 11. Naras menanyakan tentang keberadaan sepatu Anin. Bentuk kalimat langsung dari kalimat di atas adalah … A. “Nin, di mana sepatumu?” tanya Naras. B. “Nin, di mana sepatuku?” tanya Naras. C. “Naras, di mana sepatu dia?” tanya Anin. D. “Naras, di mana sepatu saya?” tanya Anin. 12. Danis berteriak … “Kembalikan bukuku!” Tanda baca yang tepat untuk melengkapi kalimat langsung tersebut adalah …. A. . (titik) B. , (koma) C. : (titik dua) D. ? (tanda tanya) 13. Cerita fantasi ini berisi cerita yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakannamanama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang sama pada dunianyata, atau peristiwa yang pernah terjadi pada dunia nyata. Jenis cerita fantasi di atas merupakan pengertian dari …. A. cerita fantasi total


33 B. cerita fantasi sebagian C. cerita fantasi sezaman D. cerita fantasi lintas waktu Bacalah cerita berikut untuk menjawab soal nomor 29-30! Suatu hari, seekor kucing yang masih muda dan ukurannya cukup besar akan dijual. Namun ia sulit saat hendak ditangkap. Namun, para pekerja akhirnya berhasil menangkap dan mengikat dua pasang kaki babi tersebut.Kucing muda tersebut berteriak dan meronta. Melihat hal itu kawanan domba pun berteriak. “Dasar penakut.” Kemudian salah satu dari kawanan domba menambahkan, “Mengapa kamu menangis dan teriak dengan gaduh. Padahal temanmu yang lain jarang melakukan sesuatu yang menyusahkan. Mereka pasrah dengan nasib sekalipun harus disembelih.” 14. Latar tempat yang sesuai dengan teks di atas adalah .... A. pasar B. padang rumput C. ladang D. peternakan 15. Watak tokoh kucing pada cerita tersebut adalah …. A. pemarah B. penakut C. berani D. pasrah 16. Berikut bukan latar dalam sebuah cerita, yaitu… A. Tempat B. Waktu C. Orang D. Suasana 17. Berikut bukan termasuk ide dan tema dalam cerita fantasi adalah… A. mistis B. logis C. futuristik D. supranatural 18. Berikut bukan tahapan alur dalam cerita fantasi adalah… A. Pengenalan B. Pertentangan C. Penyelesaian D. Kesimpulan 19. Rangkaian peristiwa dalam cerita fantasi degerakkan dengan hukum… A. Sebab


34 B. Akibat C. Sebab-akibat D. Konflik 20. Bagian resolusi pada cerita fantasi disebut juga dengan…. A. akhir cerita B. Permasalahan C. Pengenalan D. Penyelesaian Masalah B. SOAL URAIAN 1. Apa tujuan teks cerita fantasi ! 2. Sebutkan ciri kebahasaan teks cerita fantasi ! 3. Apa yang dimaksud teks cerita fantasi total ! 4. Apakah yang dimaksud dengan latar sezaman ! 5. Bagaimana bagan struktur teks cerita fantasi !


35 TEKS PROSEDUR Pengertian Teks Prosedur teks prosedur adalah teks yang berisi cara untuk membuat atau melakukan sesuatu. Teks ini terdiri dari tahapan-tahapan serta memiliki struktur kalimat imperatif berupa perintah. Tujuan Teks Prosedur Teks prosedur bertujuan memberi petunjuk cara melakukan suatu pekerjaan dengan menggunakan material dan metode yang detail. Misalnya, cara memasak sup ayam, cara menyalakan vacuum cleaner, dan lain sebagainya. Struktur Teks Prosedur Ingat, teks prosedur bertujuan untuk memberi informasi secara berurutan dan terperinci. Maka dari itu, terdapat 4 struktur yang tak boleh dilupakan, yaitu: 1. Tujuan Pertama, struktur Tujuan. Tujuan adalah hal yang ingin dilakukan dalam teks prosedur. Biasanya terdapat pada judul atau paragraf pertama teks prosedur yang dijelaskan secara singkat. 2. Material Struktur teks prosedur yang kedua yaitu Material. Pada bagian ini, kamu bisa menuliskan alat, bahan, atau hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk membuat sesuatu. Biasanya terdapat takaran, jumlah, bentuk, atau warna tertentu agar pembaca memperoleh hasil yang maksimal. 3. Langkah-langkah Ketiga, struktur Langkah-langkah, yaitu tahapan atau proses untuk membuat sesuatu. Tuliskan dengan kalimat yang jelas, logis, sistematis, dan tidak bertele-tele agar pembaca tidak kebingungan. 4. Penegasan Ulang atau Penutup Struktur teks prosedur yang terakhir yaitu Penegasan Ulang. Di sini, kamu dapat menuliskan simpulan atau manfaat jika pembaca berhasil mengikuti petunjuk yang terdapat di dalam teks prosedur. Ciri-Ciri Teks Prosedur 1. Mengandung kata kerja aktif. 2. Bersifat universal, alias setiap orang dapat mengikutinya. 3. Mengandung tahapan atau urutan kegiatan untuk melakukan sesuatu. 4. Menggunakan kata keterangan yang menyatakan rincian waktu, tempat, ukuran, dan sebagainya. 5. Menggunakan kalimat perintah (imperatif), baik meminta atau melarang. Contoh: ‘tuangkan’, ‘jangan’, ‘masukkan’, dan sebagainya.


36 6. Menggunakan konjungsi atau kata penghubung untuk menghubungkan setiap tahapan. Contoh: ‘selanjutnya’, ‘setelah itu’, ‘lalu’, ‘kemudian’, dan sebagainya. Jenis-jenis Teks Prosedur Ada 3 jenis teks prosedur, yaitu: sederhana, protokol, dan kompleks. Supaya tidak tertukar, berikut penjelasan dari masing-masing jenisnya! 1. Teks Prosedur Sederhana Teks prosedur sederhana berisi tahapan atau material yang tidak terlalu banyak, biasanya membutuhkan 2-4 tahapan untuk melakukannya. Karena sederhana, urutannya tidak bisa dibolak-balik. Contoh teks prosedur sederhana: “Cara menghidupkan laptop”, “cara menggunakan flashdisk“, dan lain-lain. 2. Teks Prosedur Protokol Teks prosedur protokol berisi tahapan yang bisa dilakukan dengan fleksibel. Artinya, tujuan teks tetap tercapai meskipun pembaca tidak melakukan langkah-langkah secara berurutan. Masih bingung? Coba perhatikan contoh ini deh. Contoh teks prosedur protokol: ”Dalam membuat mie instan, kamu bebas merebus mienya terlebih dahulu atau memilih menuang bumbunya ke mangkok duluan.” 3. Teks Prosedur Kompleks Teks prosedur kompleks biasanya membutuhkan alat, bahan, dan waktu yang lebih banyak dibandingkan teks prosedur sederhana. Dalam teks prosedur kompleks, tak jarang kita menemukan sub tahapan sebelum menuju langkah selanjutnya. Contoh teks prosedur kompleks: 1) Siapkan adonan kulit risol Masukkan tepung terigu, maizena, garam, lada, 2 butir telur, mentega dan susu. Aduk hingga merata. Tambahkan air hingga menjadi adonan. Saring adonan kulit agar tidak ada tepung yang menggumpal. Lalu tuangkan menggunakan sendok sayur pada teflon panas pada api kecil hingga setengah matang. 2) Siapkan satu lembar kulit risol kemudian masukan sosis, irisan telur, mayonaise dan parutan keju, kemudian gulung bentuk risol. Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Kaidah kebahasaan adalah aturan kebahasaan atau ciri tertentu yang melekat pada suatu teks. Dalam menyusun teks prosedur, terdapat kaidah-kaidah kebahasaan yang biasa digunakan, yaitu: 1. Kalimat


37 Ada 3 kategori kalimat yang bisa kamu temukan dalam teks prosedur, yakni Imperatif, Deklaratif, dan Interogratif. a. Kalimat Imperatif Kalimat imperatif adalah kalimat yang mengandung perintah, permintaan, atau larangan untuk melakukan sesuatu. Contoh: “Hati-hati saat menggoreng risol!” b. Kalimat Deklaratif Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan. Contoh: ”Risol mayones adalah cemilan yang cocok disajikan untuk keluarga atau tamu yang berkunjung.” c. Kalimat Interogatif Kalimat interogatif adalah kalimat yang mengandung pertanyaan. Contoh: “Bagaimana cara membuat risol mayones yang lezat?” 2. Konjungsi (Kata Penghubung) Ada 2 jenis konjungsi yang bisa kamu temukan dalam teks prosedur, yaitu Konjungsi Persyaratan dan Konjungsi Temporal. a. Konjungsi Persyaratan Konjungsi persyaratan adalah kata penghubung yang menyatakan syarat. Contohnya: jika, andai, apabila, kalau, asalkan, seandainya. b. Konjungsi Temporal Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menandakan urutan waktu. Contohnya: lalu, kemudian, setelah itu, selanjutnya. 3. Numeralia (Kata Bilangan) Ada 2 jenis numeralia dalam teks prosedur, yaitu Numeralia Urutan dan Numeralia Kuantitas. a. Numeralia Urutan adalah kata yang bisa menjadi kata pengganti konjungsi temporal. Contohnya: pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. b. Numeralia Kuantitas adalah kata yang berfungsi sebagai petunjuk jumlah atau durasi dalam teks prosedur. Contohnya: ”masukkan 2 butir telur,” “diamkan selama 1 jam di dalam kulkas,” dan sejenisnya. 4. Pronomina Pronomina adalah kata ganti orang atau benda. Di dalam teks prosedur, ada 2 jenis pronomina, yaitu Pronomina Penunjuk dan Pronomina Persona. a. Pronomina Penunjuk biasanya mengandung kata ‘ini,’ ‘itu‘, dan ‘tersebut‘. Contohnya: “Aduk adonan tersebut hingga mengental.” b. Pronomina Persona biasanya mengandung kata ‘anda’ , ‘saya‘, ‘kamu‘, ‘kita,’ dan ‘kalian‘. Contohnya: “Tambahkan saus sambal sesuai dengan selera Anda!” 5. Verba Verba adalah kata kerja. Pada teks prosedur terdapat 2 jenis verba, yaitu verba material dan verba tingkah laku.


38 a. Verba Material adalah kata kerja yang mengacu pada tindakan fisik. Contohnya: ‘menggoreng’, ‘mengaduk,’ ‘mengiris,’ dan sebagainya. b. Verba Tingkah Laku adalah kata kerja yang ditunjukkan lewat ungkapan, yang tingkah lakunya tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Contohnya: ‘memahami‘, ‘berpikir,’ dan sebagainya. Cara Membuat Teks Prosedur Saat kamu membuat teks prosedur, teks harus memuat struktur dan kaidah kebahasaan yang sudah disebutkan di atas. Berikut langkah-langkahnya. 1. Menentukan Judul Buatlah judul semenarik mungkin untuk menarik perhatian pembaca. Judul juga harus memuat prosedur apa yang akan kamu jelaskan dalam teks. 2. Membuat Tujuan Setelah judul sudah dibuat, tuliskan secara singkat tujuan dari teks prosedur tersebut. Bagian ini penting untuk menunjukkan pada pembaca apa yang dibuat atau dilakukan. Pada bagian ini, kamu harus menyebutkan secara jelas hasil akhir yang akan didapatkan. 3. Buat Daftar Alat dan Bahan Bagian yang satu ini bersifat opsional. Apabila kamu membuat teks prosedur tentang cara membuat sesuatu, maka bagian alat dan bahan ini harus disertakan. Namun, jika kamu ingin membuat teks prosedur tentang cara melakukan sesuatu bagian ini tidak harus dimasukkan. 4. Menyusun Langkah-Langkah Bagian ini adalah bagian inti dari teks prosedur. Sajikan secara lengkap dan detail kronologis atau urutan langkah-langkah yang harus dilakukan. Langkah-langkah ini bisa dijelaskan dalam bentuk poin atau nomor. 5. Sempurnakan dengan Penutup atau Kesimpulan Bagian penutup atau kesimpulan juga bersifat opsional. Bagian ini biasanya ditulis untuk menyimpulkan tujuan akhir dari teks yang dibuat. CONTOH SOAL Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Teks prosedur menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan agar pembaca dapat secara tepat dan akurat mengikuti proses membuat, melakukan sesuatu pekerjaan atau menggunakan suatu alat. Pernyataan tersebut merupakan ... teks prosedur. A. Ringkasan B. Uraian C. Tujuan D. Ciri 2. Bacalah tabel berikut! Ciri bahasa teks prosedur: 1. Kalimat yang mengandung perintah.


39 2. Menggunakan kata baku. 3. Menggunakan kata tanya. 4. Bersifat objektif. Yang termasuk ciri bahasa teks prosedur adalah ... A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 3. Berikut contoh langkah yang sesuai dengan prosedur membuat telur asin adalah ... A. Masukkan telur dalam minyak yang mendidih. B. Pilih telur dengan ukuran besar dan utuh. C. Cuci telur bebek hingga bersih dari kotoran. D. Pisahkan putih telur dengan kuning telur. 4. Bacalah teks prosedur berikut dengan saksama! Setiap orang harus memperhatikan dan menjaga kebersihan, baik kebersihan lingkungan maupun kebersihan diri sendiri. Menjaga kebersihan diri tidak sulit. Kita bisa melakukannya dengan kegiatan sederhana, seperti mencuci tangan. Perlu diketahui bahwa penyebaran virus penyakit pertama kali bisa berasal dari tangan kita sendiri yang tanpa sadar telah memegang sesuatu yang kotor. Apakah kamu sudah mengetahui cara mencuci tangan yang baik dan benar? Berikut akan dipaparkan cara mencuci tangan yang baik dan benar. Paragraf di atas termasuk pada bagian teks prosedur yakni ... A. Tujuan B. Alat dan bahan C. Langkah-langkah D. Penutup 5. Bacalah teks prosedur berikut dengan saksama! Petunjuk menyalakan televisi. (1) Tekan tombol nomor remote control. (2) Tekan tombol main power. (3) Indikator power atau standby akan berwarna merah. (4) Hubungkan kabel daya listrik pesawat TV ke stop kontak. (5) Selamat menonton. Kutipan teks tersebut merupakan teks prosedur ... A. Cara membuat sesuatu. B. Cara melakukan sesuatu. C. Cara mengerjakan sesuatu. D. Cara mempersiapkan sesuatu. 6. Kalimat yang bermakna perintah pada teks prosedur tersebut adalah ... A. Cucilah semua bagian-bagian seruling. B. Tak perlu khawatir, berikut adalah cara memainkan seruling dengan mudah. C. Nada Do dimulai dengan menutup semua bagian seruling. D. Ibu jari tangan kiri menutup lubang belakang seruling. 7. Bacalah teks prosedur berikut dengan saksama! (1) Tambahkan sedikit air, aduk rata. (2) Ambil segelas beras ketan, rendam 20 menit. (3) Beri perasan dua buah jeruk nipis. (4) Menumbuk dan mengayak sampai halus. (5) Gunakan untuk masker menjelang tidur, biarkan semalam, paginya bersihkan dengan air dingin. Lakukan setiap hari. Perbaikan kalimat nomor (4) teks prosedur tersebut yang tepat adalah ... A. Tumbuk dan ayaklah sampai halus.


40 B. Ditumbuk dan diayak sampai halus. C. Menumuk dan diayak sampai halus. D. Ditumbuk dan mengayak sampai halus. 8. Berikut ini kalimat yang menggunakan keterangan cara ... A. Setelah digoreng setengah matang, angkat dan tuangkan secepatnya ke dalam adonan kuah. B. Buat isi kue dengan cara mencampur potongan buah dengan selai. C. Bentuk adonan kue dengan cetakan daun D. Kukuslah adonan kue lapis dengan api yang tidak terlalu besar agar matang dengan merata. 9. Masak tepung ketan dan cairan santan selama 30 menit. Selama memasak terus aduk tepung dan santan hingga mengental. Perbaikan kalimat dengan pelesapan yang benar adalah ... A. Masak tepung ketan dan cairan santan selama 30 menit; kemudian terus aduk tepung dan santan hingga mengental. B. Masak tepung ketan dan cairan santan selama 30 menit, kemudian terus aduk tepung dan santan hingga mengental. C. Masak tepung ketan dan cairan santan selama 30 menit. Berikutnya selama memasak terus aduk tepung dan santan hingga mengental. D. Masak tepung ketan dan cairan santan selama 30 menit, setelah ini kemudian terus aduk tepung dan santan hingga mengental. 10. Anda perlu memposisikan tubuh sejajar dengan monitor. Kalimat pernyataan tersebut jika diubah dalam bentuk kalimat perintah yang tepat adalah .. A. Tubuh Anda posisikan sejajar dengan monitor. B. Posisikan tubuh sejajar dengan monitor. C. Anda posisikan tubuh sejajar dengan monitor. D. Jangan lupa memposisikan tubuh Anda sejajar dengan monitor. 11. Teks yang berisi langkah-langkah yang sistematis yang sesuai dengan aturan untuk mencapai suatu tujuan disebut dengan teks ... A. Anekdot B. Negosiasi C. Prosedur kompleks D. Eksposisi 12. Kalimat yang mengandung perintah dalam teks prosedur adalah kalimat ... A. Imperatif B. Interigatif C. Baku D. Tanya 13. Berikut struktur isi teks prosedur dengan urutan yang benar adalah ... A. Alat/bahan, langkah-langkah, tujuan, dan penutup B. Langkah-langkah, alat/bahan, tujuan, dan penutup C. Tujuan, langkah-langkah, alat/bahan, dan penutup D. Tujuan, alat/bahan, langkah-langkah, dan penutup 14. Penulisan judul teks prosedur sesuai ejaan bahasa Indonesia yang benar adalah ... A. Cara mudah Membuat Nasi Goreng Mawut B. Cara Mudah Membuat Nasi Goreng Mawut C. cara mudah membuat donat kentang D. Cara mudah membuat NASI GORENG MAWUT


41 15. Masak kacang dengan direbus. Kalimat di atas menggunakan jenis kata keterangan ... A. Cara B. Alat C. Kuantitas D. Tujuan


42 Daftar Pustaka Sri Iswanti 2020. Buku Pegangan guru SMP/MTs Kelas VII Sumber Internet: https://gramedia.com/literasi/teks-fantasi/ https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-teks-deskripsi https://www.brainacademy.id/blog/teks-prosedur http://ditsmp.kemdikbud.go.id/bahasa-indonesia-modul-7-puisi-rakyat/


Click to View FlipBook Version