Sanmags1#Sanur Magazine Edisi 1 | Februari 2024 ___________________ MID-SEMESTER BREAK MEMORIES PENTINGNYA PERANAN SATPAM PERANAN KESEHATAN BAGI PEDAGANG SONJO KEARIFAN LOKAL MUNTILAN KEANEKARAGAMAN SEMARANG SCAN ME!
SANMAGS MID-SEMESTER BREAK MEMORIES PENTINGNYA PERANAN SATPAM PERANAN KESEHATAN BAGI PEDAGANG SONJO KEARIFAN LOKAL MUNTILAN ISSUE 1 | 01/02/2024 Last Mid-semester break, me and my family went to Surabaya. We went to Surabaya to visit my mother’s side of the family. We went to Surabaya by plane because we weren’t able to get tickets for the train. In Surabaya we stayed in my aunt’s house for one day. In Surabaya it was very hot. After my uncle came to pick us up with his car we went to pick up my aunt from work. Kompleks rumah saya tidak pernah ada terdengar terjadinya berita perampokan atau adanya pencuri, hal ini dikarenakan satpam-satpam di kompleks rumah saya yang sudah bekerja keras untuk menjaga rumah-rumah di dalam kompleks itu agar tidak ada pencurian. Saya mewawancarai penjual mie ayam di kantin kantor pos. Beliau bernama ibu Mia dan suaminya bernama Bpk Anton mulai membuka kantin sejak tahun 2019. Mereka membuka usahanya sekitar jam 09.30 pagi sampai sore sekitar pukul 16.30 dan bila hari Sabtu dan Minggu tutup karena biasanya sepi pengunjung dan di kantor pos juga tidak banyak kegiatan. Bangsa Indonesia terkenal dengan aneka ragam kearifan lokal. Kearifan lokal pada dasarnya, sesuatu yang sudah ada di suatuwilayah sejak lama dan dilanjutkan dari generasi ke generasi. Kearifan lokal adalah pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal yang sudah berurat akar KEANEKARAGAMAN SEMARANG Semarang menjadi pilihan saya karena adalah kota yang penuh kenangan dan menyimpan banyak cerita bagi kami karena menjadi arena pertemuan keluarg I
Daftar Isi: 1 3 2 4 5 Pentingnya Peranan Satpam . . . . . . . . . . II 2 6 Mid-Semester Break Memories . . . . . . . . SALAM REDAKSI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 Keanekaragaman Semarang . . . . . . . . . . Sonjo Kearifan Lokal Muntilan . . . . . . . SANMAGS Pentingnya Kesehatan Bagi Pedagang . . 4 8 9 11
SALAM REDAKSI Salam Sejahtera Puji Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kasih dan karuniaNya sehingga saya dapat menerbitkan majalah SANMAGS edisi perdana di bulan Pebruari 2024 ini. Dalam edisi perdana ini kami menampilkan bermacam artikel menarik dan inspiratif , juga kuis dan diharapkan mampu memotivasi para generasi muda terutama generasi Z untuk lebih maju dan berkembang agar tidak kalah dengan generasi Alpha. Kami berharap dalam edisi perdana ini mampu menjadi sarana dan informasi serta hiburan yang sangat bermanfaat. Akhir kata tak ada gading yang tak retak, terima kasih atas perhatian dan dukungannya. Salam Destin SANMAGS 1
Kompleks rumah saya tidak pernah ada terdengar terjadinya berita perampokan atau adanya pencuri, hal ini dikarenakan satpam-satpam di kompleks rumah saya yang sudah bekerja keras untuk menjaga rumah-rumah di dalam kompleks itu agar tidak ada pencurian. Satpam-satpam yang sudah bekerja keras untuk menjaga rumah-rumah di kompleks saya ini kurang diapresiasi juga terkadang dianggap pekerjaan yang rendah padahal sudah menjaga rumah. Mohamad Maat atau biasa disapa Pak Maat adalah salah satu sosok penjaga keamanan di lingkungan rumah kami yang paling disenangi. Ia lahir pada tanggal 9 September 1983 di Jakarta, DKI Jakarta Raya. Ia berasal dari keluarga santri dan nelayan. Beliau merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Masa kecil dan remajanya dilalui seperti anakanak pada umumnya yaitu sekolah, bermain dan membantu orang tua. Semasa muda, ia bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah pabrik di Cikarang sampai tahun 2005. Karena terlalu jauh dari rumah dan sering terkena macet akhirnya beliau keluar dari pabrik dan pindah menjadi petugas keamanan di lingkungan perumahan kami. PENTINGNYA PERANAN SATPAM 2 SANMAGS
Pak Maat adalah salah satu satpam yang telah bekerja keras untuk menjaga keamanan di lingkungan saya. Pak Maat terkadang dianggap remeh sama orang-orang karena pekerjaannya, walaupun itu Pak Maat tetap setia kepada pekerjaannya. Sikap yang sudah ditunjukan oleh Pak Maat adalah sikap yang patut dicontohi, dari Pak Maat kita dapat belajar untuk bersabar, pantang menyerah walaupun banyak yang meremehkan kita karena dengan itu kita dapat berkembang sebagai individu dan menjadi orang yang lebih baik. Sebagai petugas keamanan ada jadwal-jadwal masuk dan libur yang telah diatur oleh pimpinan POSKO Perumahan. Banyak suka duka yang dialami selama menjadi petugas keamanan. Dukanya diantaranya bila malam tiba dan gerbang sudah ditutup tetapi masih ada tamu yang hendak berkunjung ke rumah warga dan juga adanya kurir pengiriman barang atau makanan yang sampai malam masih melakukan tugasnya, selain itu bila ada tamu yang harus meninggalkan identitas tetapi marah-marah dan menurut beliau yang paling membuat sedih bila mendapat tugas jaga di saat Hari Raya Idul Fitri sehingga tidak dapat berkumpul dan beribadah bersama keluarga. Sukanya bila warga mau menghargai tugasnya dan memberi penghargaan. Walaupun banyak suka duka yang dialami tetapi Pak Maat tetap setia dengan profesinya. 3 SANMAGS
WWoorrdd SSeeaarrcchh Carilah 6 kata yang ada di bawah ini! 1. Alam 2. Desa 3. Sawah 4. Gunung A L L M D E A A U N G U G N A M W A A H U Z X X Y A S W Y E C P L F B O 5. Malas 6. Bola
Precious Memories Made With My Family Last Mid-semester break, me and my family went to Surabaya. We went to Surabaya to visit my mother’s side of the family. We went to Surabaya by plane because we weren’t able to get tickets for the train. In Surabaya we stayed in my aunt’s house for one day. In Surabaya it was very hot. After my uncle came to pick us up with his car we went to pick up my aunt from work. When we arrived at my aunt’s house I immediately went to the bathroom to shower because the weather was very hot. After the shower I grabbed an electric fan to fan myself because the weather was so hot that even after showering I was still sweating. We weren’t planning to just stay at Surabaya the whole break so we decided to go to Batu by renting a car. The next day we rented a carto go to Batu. Mid-Semester Break Memories We went to stay at Amarta Hills hotel in Batu for four days and three nights. When we arrived in the hotel parking lot, it was raining heavily. The parking lot is open space so the car was getting wet and it was hard for us to get out because of the rain so we decided to wait for the rain to die down a bit. After the rain died down we went to the Hotels Lobby to book in and get the room card. The hotel have these different sections so it took us a while to get to our room. The room is very nice and pacious, it even has its own balcony. SANMAGS 4
Memories After a while we discussed where to go in Batu. My brother searched for places to go in Batu on the internet while my other brother played his games. My brother found an amusement park that opens till night so I said I wanted to go there on that day. After having breakfast, we all went to “MUSEUM ANGKUT” in Batu Malang. The place is near our hotel but the road was crowded. It took 20 minutes to get there. We bought 5 tickets which were quite expensive, approximately Rp.150.000,-. We all entered and toured the museum, starting with various kinds of vehicles including the vehicle of the first President of the Republic of Indonesia, Ir Soekarno Chrysler Windsor Deluxe 1952. Apart from that, we also see various vehicles from ancient times to the present. We also saw the space shuttle used by astronauts to explore outer space and also saw the beauty of the city of Batu Malang with binoculars filled with coins. SANMAGS 5
After leaving the Museum Angkut about 14.00, we first had lunch at a very legendary place, namely Warung Rempah. The location is near the Museum Angkut but it is very full and you have to queue to have lunch there. Finally we got a seat and started ordering food. Here I ordered the famous spare rib soup and my parents ordered rib meatballs while my brothers they both ordered rib fried rice. It turns out the taste is really different and very delicious, no wonder they were so famous. Apart from that we also see the development of trains from ancient times to the present and we can also ride the President's plane where all the facilities are complete and interesting. It was fun to see the various vehicles and their development. After seeing various developments in vehicles, we continued to see various miniatures of world countries such as Italy, Netherlands, German, England and also saw Hollywood and Broadway. In the Museum Angkut there was also a gangster city and it seems as if we are in ancient times. In this gangster city there is a police station as well as various shops selling various goods and souvenirs. After completing the tour the last thing left is the Floating Market. Here we can buy various ancient foods and drinks and there are also contemporary foods such as trending Korean Food including corn dogs, jajangmyeon etc. But here we only bought drinks because we were all very thirsty and hot. After finishing our very late lunch we continued our tour to BNS ( Batu Night Spectacular) which is the location still closed. BNS is open from afternoon to evening and the best thing is to go there at around 6 pm where the lamp lights are already starting to come on so it looks beautiful. There are 2 types of entry tickets, namely regular tickets and season tickets. We chose a season ticket because it was cheaper, namely Rp. 125,000,- compared to a regular ticket where we have to pay again for each ride. First we entered the haunted house, it turned out it wasn't as scary as we imagined then we entered Rumah Kaca , like a labyrinth and what made us scared was that there were lots of mirrors which if pushed could move to another room so we got lost. After that we played on the flying swinger but our parents didn't go on the ride because of their age and they were afraid. We also didn't forget to go to a trick art place where there were lots of 3D pictures so it looked real. And there is another game at BNS that uses earth's gravity, namely Gravitron. Here we don't play but just stick to the wall. Unfortunately we couldn't document it, because the whole body had to stick to the wall and after that it felt like it was lifting and lowering itself. BNS is actually like Dufan in Jakarta but there are several rides that are not in Dufan. They were all really interesting and we tried each one. SANMAGS 6
SANMAGS The next day we just stayed at the hotel and enjoyed the hotel facilities. After breakfast we walked around the hotel and looked at the beautiful views. After that we went to the recreation room and I was there making key chains while my mother waited for me. While the others exercised in the fitness room. In the afternoon we all swam. The next day we were ready to return to Surabaya and this holiday was very memorable because I learned many new things. After we finished touring, we all went home and had dinner, because it was too late, and many restaurants were closed. Finally, we ate at the Amarta Hills hotel, where we stayed on the 5th floor, which is known as the 15 degrees Celsius Sky Lounge restaurant. This restaurant is outside and very cold but the view is very beautiful and the food is delicious and the prices are fantastically expensive. We ordered pizza and garlic bread. After that we returned to our hotel room and rested. 7
CCoonnnneecctttthhee ddoottss
Saya mewawancarai penjual mie ayam di kantin kantor pos. Beliau bernama ibu Mia dan suaminya bernama Bpk Anton mulai membuka kantin sejak tahun 2019. Mereka membuka usahanya sekitar jam 09.30 pagi sampai sore sekitar pukul 16.30 dan bila hari Sabtu dan Minggu tutup karena biasanya sepi pengunjung dan di kantor pos juga tidak banyak kegiatan. Usaha mereka sempat terhenti karena wabah COVID - 19, dan sekarang mulai lancar kembali Mereka dulunya dibantu oleh dua orang asisten, tetapi karena sering izin tidak masuk akhirnya mereka memutuskan untuk usaha sendiri tanpa bantuan asisten setelah mereka lama tidak masuk/datang dengan alasan keluarganya ada yang sakit. Dalam melakukan pekerjaan kesehariannya mereka selalu sehat dan bersih, karena menurut mereka dalam menjual makanan yang utama adalah kebersihan baik dari segi memasak makanan, ruangan maupun penyajiannya. Mereka selalu memakai masker apabila sedang tidak enak badan misal terserang batuk dan pilek. Mereka saat sedang sakit seperti terserang batuk atau pilek juga memakan vitamin agar dapat membantu untuk menyembuhkan tubuh menjadi sehat lagi. Bagi mereka kesehatan itu sangatlah penting karena jika tubuh sehat dan bugar semakin banyak hal yang bisa dikerjakan. Ibu Mia dan Bapak Anton sudah memiliki BPJS sejak lama dan telah menggunakannya dan bagi mereka itu sangat membantu sekali karena dengan BPJS mereka dapat memeriksa ke dokter tanpa bayar sehingga untuk biaya berobat bulanan tidak perlu mengeluarkan uang. “Hidup akan lebih mudah jika kita sehat” Kata-kata spontan tentang kesehatan adalah : PERANAN KESEHATAN BAGI PEDAGANG Ibu Mia SANMAGS 8
SSppoott 66 DDiiffffeerreenncceess!!
SONJO KEARIFAN LOKAL MUNTILAN Bangsa Indonesia terkenal dengan aneka ragam kearifan lokal. Kearifan lokal pada dasarnya, sesuatu yang sudah ada di suatu wilayah sejak lama dan dilanjutkan dari generasi ke generasi. Kearifan lokal adalah pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal yang sudah berurat akar menjadi kepercayaan orang-orang di wilayah tersebut selama puluhan bahkan ratusan tahun. Kearifan lokal yang merupakan pemikiran yang sudah lama dan berusia puluhan tahun, yang ada pada suatu daerah jadi begitu melekat dan sulit untuk dipisahkan dari masyarakat yang hidup di wilayah tersebut. Salah satu kearifan lokal di daerah Muntilan adalah SONJO. Sonjo berasal dari bahasa jawa yang artinya bertamu atau berkunjung adalah suatu tradisi yang masih dipegang teguh oleh masyarakat etnis Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sonjo juga dikenal sebagai tradisi bertamu atau silaturahmi yang memiliki fungsi sosial dan rohani. Tradisi ini lebih banyak terdapat di daerah pedesaan daripada di perkotaan karena masyarakat desa masih menjaga nilai-nilai kekeluargaan. SANMAGS 9
SANMAGS Zaman sekarang sudah jarang masyarakat melakukan Sonjo karena di anggap kuno atau mungkin sudah sibuk dengan urusannya masing-masing. Dulu orang kampung masih banyak melakukan kegiatan angon bebek, angon wedus, mijah iwak, tandur serta kegiatan menyatu dengan alam lainnya sekarang hal itu juga telah jarang ditemui. Karena keadaan seperti maka kita sebagai generasi muda harus bisa dan mau melanjutkan tradisi Sonjo ini dan tidak melulu berpikiran harus merantau ke kota. Budaya Sonjo di daerah Dusun Menayu Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang.sering dimaknai sebagai budaya bertamu yang tidak hanya bertujuan memiliki hajat tertentu melainkan sekedar berbincang-bincang hingga timbul suatu kekerabatan yang erat seperti layaknya rumah sendiri, sampai lupa bahwa ia sedang bertamu 10
HHeellpp TThhee SSttaarr FFiinndd TThhee EExxiitt!! I want to go to my friends. Can you help me?
Kuliner yang akan saya bahas di sini adalah tentang Lumpia sebagai salah satu ikon kota Semarang yang sangat dikagumi bukan hanya di dalam negeri saja tetapi juga sampai ke mancanegara. Kota Semarang Semarang menjadi pilihan saya karena adalah kota yang penuh kenangan dan menyimpan banyak cerita bagi kami karena menjadi arena pertemuan keluarga. Letaknya yang ditengah yaitu Provinsi Jawa Tengah sehingga terasa adil bagi kami yang dari Jakarta dan saudara kami yang dari Surabaya sebagai tempat pertemuan . Setiap liburan yang waktunya tidak lama keluarga kami yang dari Jakarta menuju ke Semarang dan keluarga yang dari Surabaya menuju ke Semarang juga. Semarang adalah ibu kota provinsi Jawa Tengah, Indonesia dan kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Asal nama Semarang sendiri berasal dari “sem” yang berarti “pohon asam” dan “arang” yang berarti “jarang”. Pada zaman kolonialisme Hindia Belanda, namanya pun berubah menjadi “Semarang”. Semarang juga merupakan salah satu kota metropolitan yang modern. Di samping bangunan historis dan situs budaya yang melegenda, terdapat banyak fasilitas, hiburan dan kuliner yang bisa ditemukan di sini. KKEEAANNEEKKAARRAAGGAAMMAANN SSEEMMAARRAANNGG SANMAGS 11
Selain rebung juga diperlukan kulit lumpia. Di sini juga memerlukan keahlian khusus yang tidak bisa digantikan oleh mesin sehingga menjadi salah satu mata pencaharian bagi penduduk setempat di sentra-sentra industri kulit lumpia. Lumpia Bahan utama Lumpia adalah rebung dan kulit lumpia. Rebung berasal dari bambu dan tumbuhnya di daerah dataran rendah dengan kontur yang berbukit-bukit. Semarang termasuk dataran rendah juga mempunyai kontur yang berbukit-bukit sehingga sebagian penduduknya ada yang mata pencahariannya menanam bambu dan menjualnya yaitu jenis bambu petung dan bambu ampel. Bambu yang dipilih jenisnya hanya dua macam itu karena teksturnya renyah, rebung ini juga empuk dalam artian mudah digigit dan dihaluskan tidak seperti rebung-rebung tertentu yang bisa sangat keras dan rasanya juga lebih enak. Karena kebutuhan rebung sangat besar sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan di daerah Semarang, maka penduduk daerah luar sekitar Semarang juga mulai menanam bambu yaitu di desa Banyumeneng, Mranggen, Demak, Jawa Tengah dan akhirnya menjadi pemasok rebung terbesar bagi Semarang. Selain itu timbul pula mata pencaharian baru bagi penduduk setempat di sentra pengolahan rebung yaitu sebagai pengupas rebung dan pengrajang rebung. Rebungrebung itu setelah dikupas difermentasi selama 30 hari kemudian dirajang tipis-tipis. Semua proses ini dilakukan secara manual, tidak menggunakan mesin sehingga memberdayakan penduduk setempat. Proses ini pernah dicoba menggunakan mesin dan ternyata hasilnya kurang maksimal dari segi rasa. SANMAGS 12
Dari uraian di atas terlihat bahwa kota Semarang dengan kulinernya Lumpia mampu membuka lapangan pekerjaan yang banyak bagi penduduk sekitar mulai dari penanaman bambunya, panen rebung kemudian proses fermentasi rebung dan perajangan dilanjutkan dengan pembuatan kulit lumpia dan yang tak kalah pentingnya pembuatan lumpia itu sendiri sebagai produk akhir. Lumpia disajikan bisa secara goreng atau basah tanpa digoreng. Dari industri lumpia ini juga membuka lapangan kerja mulai dari yang memasak isian lumpia dari rebung, dicampur telur, udang dll kemudian membungkusnya dengan kulit lumpia dan menggorengnya serta membungkusnya sesuai dengan permintaan. Kesimpulan SANMAGS 13
Thank You SANMAGS