Yuk Kenali Stunting
dan Pencegahannya
STUNTING
Stunting adalah suatu keadaan pada anak yang gagal tumbuh atau
terlambat tumbuh karena kekurangan gizi, yang dimulai sejak dalam
kandungan ibu selama 1000 hari pertama kehidupan sampai dengan
usia 23 bulan (Kementerian PPN/Bappenas, 2018).
Apa itu Stunting ? Faktor Risiko Stunting
Manfaat Ikan bagi
Balita Stunting
Prevalensi Angka Stunting
Di Indonesia
Dampak Stunting pada Cara Mengatasi
Balita ? Stunting Pada Balita ?
PREVALENSI STUNTING DI
INDONESIA
24,4%
Apakah Angka Namun, pada tahun2021
tersebut sudah sesuai 2021 angka stunting
dengan kenyataan di menurun menjadi 24,4%
sebagiamana Indonesia
lapangan ?
memiliki target
menurunkan prevalensi
14% di tahun 2024
2018
Pada tahun 2018,
angka stunting di
Indonesia mencapai
30,8% melebihi
target secara lokal
dan nasional
STUNTING
Menurut (Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia, 2016) Stunting merupakan kondisi
gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan
tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam
waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek
dari anak normal seusianya dan memiliki
keterlambatan dalam berpikir.
Stunting menjadi permasalahan pokok yang hampir terjadi di seluruh
dunia, khususnya negara berkembang yang memiliki potensi lebih tinggi
terhadap stunting. Balita dikatakan pendek (stunted) apabila status
gizinya yang didasarkan pada indeks TB/U atau BB/U dalam standart
antropometri menunjukkan hasil pada ambang batas (Z-score) <-2 SD
sampai -3 SD (sangat pendek/severely stunted). masalah kurang gizi
kronis dalam waktu lama berpotensi menyebabkan risiko stunting pada
anak.
STUNTING
PDB GRESIK
FAKTOR RISIKO STUNTING
Berikut beberapa faktor risiko penyebab
stunting pada balita :
Faktor Ibu Faktor Balita Faktor Lingkungan
1. Faktor Genetik 1. Bayi dengan berat lahir 1. Status Ekonomi berkaitan
<2500 gram tanpa dengan kemiskinan dan
2. Tingkat pendidikan ibu erat memandang masa gestasi, penyakit dalam memenuhi
mudah mengalami kebutuhan makanan,
kaitannya dengan tingkat hambatan pada pemeliharaan kesehatan,
pertumbuhan serta dan sanitasi lingkungan
pengetahuan tentang kemungkinan terjadi
kemunduran fungsi 2. Melakukan Upaya PHBS
perawatan kesehatan, intelektual dan bayi lebih 3. Sanitasi Lingkungan
rentan terkena infeksi 4. Akses pelayanan
asupan makanan sehari- sehingga berpotensi
mengalami stunting kesehatan adalah
hari, serta kesadaran anak keterjangkauan anak dan
2. Penentuan asupan yang keluarga terhadap upaya
akan kesehatan dan gizi, baik sangat penting untuk pencegahan penyakit
mengejar panjang badan seperti imunisasi,
dan keluarga, sehingga yang seharusnya, berat pemeriksaan kehamilan,
lahir, panjang badan lahir, pertolongan persalinan,
menentukan mudah usia kehamilan dan pola penimbangan anak, dan
asuh merupakan beberapa penyuluhan kesehatan
tidaknya seseorang faktor yang mempengaruhi didukung sarana dan
kejadian stunting prasarana yang baik. .
menyerap dan memahami
3. Pemberian ASI Eksklusif
pengetahuan gizi yang 4. Asupan gizi nutrisi yang kuat
diperoleh dan baik
3. Tingkat Pendapatan yang
mempengaruhi kecukupan
gizi anak 2
≤4. Kelahiran yang terpaut
tahun merupakan faktor
risiko terjadinya stunting
karena bayi tidak diberi ASI
sampai berusia 2 tahun.
Meningkatkan kejadian
sakit dan mudah terkena
penyakit degenerative
Dampak Stunting pada
Balita
Postur tubuh yang tidak optimal saat
dewasa (lebih pendek dibandingkan
pada umumnya).
Menyebabkan terhambatnya
kognitif dan psikomotorik
Peningkatan biaya kesehatan
apabila bayi mengalami
stunting sejak dalam
kandungan
Sumber Daya Manusia menjadi
rendah.
Menurunnya kesehatan reproduksi
Produktivitas dan kapasitas kerja
yang tidak optimal.
Cara mengatasi
stunting
Pemenuhan
kebutuhan gizi balita
dengan meningkatkan
konsumsi ikan.i
Pendekatan program GEMARIKAN
dapat dilakukan melalui
penguatan pasokan ikan, demand,
dan kerjasama, serta pemanfaatan
media sosial, elektronik dan
lainnya, promosi produk
perikanan, penguatan program
Gemarikan melalui sinergi
dengan instansi pemerintah,
lembaga non pemerintah ataupun
kelompok masyarakat.asi
Cara mengatasi
stunting
Mendorong Kebijakan
Akses Pangan Bergizi,
akses air bersih dan
sanitasi serta
melakukan
Pemantauan dan
Evaluasi secara
berkala.
Memperkuat survailens
gizi masyarakat sehingga
dapat mendeteksi secara
dini permasalahan
permasalahan gizi yang
muncul di masyarakat.
Pendidikan gizi pada ibu terutama
nilai gizi pada konsumsi ikan
untuk pencegahan stunting pada
balita.
Lalu, Bagaimana Pemenuhan Gizi yang
baik pada balita ?
Anak harus diberi gizi baik di awal
1000 hari awal kehidupannya. Dimulai
dari 270 hari selama kehamilan dan
730 hari kehidupan pertama sejak
bayi dilahirkan
Pola makan dan gizi seimbang
khususnya protein dalam ikan yang
banyak memeberikan manfaat
Manfaat Ikan
Menjaga Fungsi dan Kesehatan Otak
Baik untuk proses tumbuh kembang anak
Mendukung Kesehatan Tulang
Menurunkan Risiko Autoimun
Memiliki kandungan gizi yang tinggi dan
baik untuk balita dan ibu hamil
Merupakan salah satu gerakan
untuk mencegah stunting dengan
rutin mengkonsumsi ikan
GEMARIKAN
Kegiatan ini dilakukan dengan mengajak
masyarakat untuk mengolah bahan makanan
berdasar ikan menjadi berbagai olahan menu serta
memanfaatkan potensi hasil laut Indonesia.
Program Gemarikan dapat memberikan dampak
positif terhadap industrinya, atau pelaku
perikanan dan kelautan di segala tingkatan,
terutama bagi nelayan dan petambak dalam hal
kesejahteraan.
Contoh Produk Olahan Ikan
sebagai bentuk GEMARIKAN
PIE IKAN
NUGGET
BUBUR IKAN