The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku berisi materi wajib di Pondok Pesantren untuk tingkat atas atau Madrasah Aliyah, terdiri dari mata pelajaran Tauhid. Akhlak, Fiqih, Hadits, Mustholah Hadits, Tarikh, Tajwid, Nahwu dan Shorof

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by cepi sirema, 2023-07-12 08:58:07

Buku Pusaka Santri Juz-2

Buku berisi materi wajib di Pondok Pesantren untuk tingkat atas atau Madrasah Aliyah, terdiri dari mata pelajaran Tauhid. Akhlak, Fiqih, Hadits, Mustholah Hadits, Tarikh, Tajwid, Nahwu dan Shorof

Keywords: Buku Santri

Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 50 انِى َ الث ع ْ و َ لن َ ا ٌ ة َ ثِل ْ م َ انِى أ َ ع َ م ْ ل َ ا ن ْ و ز ْ و َ م ْ ال َ و ن ْ ز َ و ْ ل َ ا اب َ ب ْ ل َ ا َ ك سَ ْ ر ت الز َ ج َ اج َ ف ْ ان َ ر سَ ك َ َ ذلِ َ الز َ ج اج ْ ة َ ع َ او َ َط م عِل َ ف ْ ن َ ْ َ ل َ ع َ ف ْ ِن إ ِسر َ ك ْ ن َ ْ َ ر سَ كَ ْ ِن إ ل َ و َ أ ْ ال اب َ ب َ ج َ م ْ ع ت ْ ال ِ ِإ ب َ ل َ ف ْ اج َ ت َ م َ ع َ ذلِ َ ْ ال ِ ِإ ب ل ْ ة َ ع َ او َ َط م َ ْ َ ل َ ع َ ت ْ ِف إ عِل َ ت ْ ف ِمع َ ت ْ ج َ ي َ ع َ م َ ت ْ ِج إ انِى َ الث اب َ ب ِ إ ْ ح َ م َ ر َ ز ْ ي ٌ د م َ ب َ ال َ غ ة َ الل ِ از ْ م ل َ ع ْ ف َ ْ َ ل َ ع ْ ِف إ ر َ م ْ ح َ ي َ ر َ م ْ ِح إ الِث َ الث اب َ ب ا ل ْ لِي َ ا ق ل ْ لِي َ ق َ م ْ عِل ْ ال ت ْ م َ ل َ ع َ ت اج َ ج الز لِ َ َ ذ َ ر س َ َ ك َ ت َ ف َ اج َ ج الز ت ْ ر سَ َ ك ف ْ ل كَ َ ت ْ ة َ ع َ او َ َط م ل َ ع َ ف َ ت َ ْ َ ل َ ع َ ف َ ت م َ ل َ ك َ ت َ ْ َ ـم َ ـل كَ َ ت ِع اب َ الر اب َ ب ٌ ر ْ م َ ع َ و ٌ د ْ ي َ ز َ د َ اع َ ب َ ت م ْ و َ ق ْ ال َ ح َ ال صَ َ ت ِ ن ْ ي َ ن ْ ث ِ إ ْ ال نَ ْ ي َ ب ة َ ك َ ار َ ش م ا ِع صَ َ ف ِ ن ْ ي َ ن ْ ث ِ إ ْ ال نَ ْ ي َ ب ة َ ك َ ار َ ش م ا د ل َ اع َ ف َ ت َ ْ َ ل َ اع َ ف َ ت د َ اع َ ب َ ت َ ي َ د َ اع َ ب َ ت س ا ِم َ خ ْ ال اب َ ب Ket : Makna ْ ة َ ع َ او َ َط م adalah hasil atau akibat tatkala fiil Muta’addi berhubungan dengan maf’ulnya contoh اج َ ج الز لِ َ َ ذ َ ر سَ كَ ْ ان َ ف َ اج َ ج الز ت ْ ر سَ َ ك artinya aku memecahkan kaca dan terpecahlah kaca itu Makna ة َ غ َ ال َ ب م ْ ِم از َ الل adalah untuk memberikan makna melebihkan atau untuk warna-warna dan terkait aib contoh َ ر َ م ْ إِح ٌ د ْ ي َ ز artinya wajah Zaid sangat merah Makna ْ ف ل كَ َ ت adalah berdaya upaya dalam pekerjaan untuk menghasilkan ت contoh ْ م َ ل َ ع َ ت َ م ْ عِل ْ ال artinya aku mempelajari ilmu (berproses menjadi tau) Makna ة َ ك َ ار َ ش م نَ ْ ي َ ب ِ ن ْ ي َ ن ْ ِث إ ْ ال ا ا ِعد صَ َ ف adalah lebih dari 2 orang mengerjakan pekerjaan yang sama sehingga memiliki arti saling contoh َ ح َ ال صَ َ ت م ْ و َ ق ْ ال artinya kaum-kaum telah saling berdamai


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 51 4. Mu’tazilah Kelompok yang berkembang di awal abad ke-dua dan dibangun oleh Washil bin Atha’. Kelompok ini disebut juga kelompok rasionalis artinya terlalu berpegang pada rasional atau akal sehingga memiliki konsep : َ و ه َ ف ل ْ ق َ ع ْ ال ه َ ح َ ب َ ا ق َ م َ و نٌ سَ َ ح َ و ه َ ف ل ْ ق َ ع ْ ال ه َ ن س َ َ ا ح َ م ٌ ح ْ ِي ب َ ق artinya sesuatu yang benar adalah sesuatu yang bisa di fahami akal, dan sesuatu yang salah itu tidak bisa difahami akal. Intinya kelompok ini selalu mengedepankan akal daripada Nash atau teks Al-Qur’an dan Hadits. Diantara pemahaman Mu’tazilah : Menafikan semua sifat Ma’ani Allah Menetapkan bahwa kehendak Allah hanya seputar yang baik menurut akal manusia Memiliki konesp “manzilun baina al-manzilataini” artinya orang yang berbuat dosa besar itu diantar orang mu’min dan kafir (bukan mu’min dan bukan kafir) Tidak percaya bahwa ahli surga akan menatap dzat Allah disurga karena dianggap tidak masuk akal 5. Jabbariyah atau Jahmiyyah atau Najjariyah Kelompok yang meyakini bahwa manusia dipaksa dalam menjalani seluruh aspek kehidupan. Aliran ini muncul pada akhir abad ke-dua di Khurasan Persia (Iran) dan di sebarkan oleh Jaham bin Shofwan sehingga kelompok ini juga disebut aliran Jahmiyyah. Diantara pemahaman Jabbariyah atau Jahmiyyah : Segala perbuatan manusia merupakan paksaan dari Allah SWT dan merupakan kehendaknya yang tidak bisa ditolak oleh manusia. Menganggap Surga dan Neraka tidak kekal Kalam Allah adalah makhluk Allah tidak meimilki sifat-sifat ma’ani seperti melihat dan mendengar


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 52 6. Murjiah Kelompok yang memposisikan diri tidak mendukung dan tidak mencela Sayyidina ali bin Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan dalam peristiwa Tahkim. Diantara pemahaman mereka adalah bahwa iman hanya meyakini dalam hati tidak harus dibuktikan dengan tindakan 7. Qaddariyah Kelompok ini dikenal sebagai aliran yang mengingkari Taqdir, mereka meyakini bahwa perbuatan makhluk diluar kehendak Allah. Pemikiran kelompok ini merupakan kebalikan dari pemikiran kelompok Jabbariyah yang menafikan ikhtiar makhluk, kelompok ini di sebar luaskan oleh Ma’bad Al-Juhani pada tahun 70 H (pertengahan abad pertama) 8. Dahriyyah Yaitu aliran yang sekarang lebih populer dengan sebutan ateis atau kelompok yang tidak percaya adanya tuhan sebagaimana orang-orang komunis. Mereka meyakini bahwa alam semesta dan segala isinya mengalir begitu saja tanpa ada yang mengendalikan, mereka juga tidak percaya adanya hari pembalasan 8. Fulasifah Kelompok yang meyakini bahwa segala sesuatu yang dikerjakan makhluk adalah ciptaan Allah, hanya saja mereka meyakini bahwa Allah menyatu dengan alam, sehingga mereka meyakini bahwa Alam ini bersifat Qodim (tidak ada permulaan) 9. Thaba’iyyah Kelompok yang meyakini bahwa asbab memiliki kekuatan, seperti api bisa membakar dan obat bisa menyembuhkan tanpa melibatkan Allah sama sekali


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 53 1. Berjalan menuju maksiat 2. Pergi tanpa Izin suami 3. Menelantarkan orang tua 4. Menelantarkan anak dan istri 5. Berjalan dengan penuh kesombongan 6. Melangkahi leher orang yang duduk 7. Berjalan dihadapn orang Shalat 8. Melonjorkan kaki ke arah Al-Qur’an 9. Setiap langkah menuju sesutu yang haram atau lari dari kewajiban 1. Melawan orang tua 2. Lari dari peperangan 3. Memutus tali persaudaraan 4. Menyakiti tetangga sekalipun orang kafir 5. Menyemir rambut dengan warna hitam 6. Laki-laki menyerupai perempuan dan sebaliknya 7. Isbal (celana dibawah mata kaki) karena sombong 8. Memutus perbuatan wajib tanpa udzur 9. Menggagalkan Haji dan umrah sunah 10. Menirukan orang Mu’min karena menghina 11. Mengoreksi kekurangan orang 12. Membuat tato


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 54 13. Mendiamkan orang muslim lebih dari 3 hari 14. Duduk bersama ahli Bid’ah Dholalah dan ahli maksiat 15. Mengenakan emas, perak dan sutra bagi laki-laki kecuali cincin perak 16. Menyendiri bersama lawan jenis yang bukan mahram 17. Pergi tanpa ditemani mahram 18. Merendahkan Ulama, pemimpin adil dan Orang Tua 19. Memusuhi Wali Allah 20. Membantu perbuatan maksiat 21. Meninggalkan shalat 22. Menunda shalat fardhu tanpa udzur 23. Menyakiti hewan 24. Meremehkan ibadah haji padahal sudah mampu 25. Memberi hutang kepada orang yang sekiranya tidak bisa membayar 26. Mendermakan harta dalam maksiat 27. Memindahkan tapal batas tanah


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 55 Syarat Wajib Haji 1. Islam 2. Baligh 3. Berakal 4. Merdeka 5. Istito’ah atau mampu (ada bekalnya, jalannya aman dan memungkinkan untuk pergi) Rukun Haji 1. Ihram beserta Niat 2. Wukuf di Arafah (dimulai ketika matahari tergelincir tanggal 9 Dzul Hijjah sampai terbit fajar tanggal 10 Dzul Hijjah) 3. Thawaf 4. Sa’i antara Shofa dan Marwah 5. Tahallul atau mencukur rambut Kewajiban Haji 1. Ihram dari mulai Miqat 2. Menginap di Muzdalifah 3. Menginap di Mina 4. Thawaf Wada’ 5. Melempar Jumrah Keterangan : Isthilah Rukun dan Wajib dalam Ibadah itu sama artinya kecuali dalam Bab Haji. Rukun Haji : Jika ditinggalkan maka Hajinya Batal Wajib Haji : Jika ditinggalkan maka wajib membayar dam (denda)


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 56 Larangan dalam Haji 1. Mengenakan pakaian berjahit 2. Menutup sebagian atau seluruh kepala bagi laki-laki dan wajah bagi perempuan 3. Menyisir rambut 4. Memotong rambut 5. Memotong kuku 6. Memakai wangi-wangian 7. Membunuh binatang buruan 8. Melakukan akad nikah baik menikah sendiri atau menihkan orang lain 9. Behubungan suami istri 10. Bersentuhan antara laki-laki dan perempuan dengan syahwat Keterangan : Jika larangan Haji ada yang dilanggar maka wajib membayar fidyah, kecuali akad nikah. Denda yang wajib dibayar saat melanggar dalam Ihram 1. Meninggalkan wajib haji Haji : seekor domba, jika tidak ada maka wajib puasa 10 hari (3 hari saat haji & 7 hari jika pulang kerumah) 2. Mencukur rambut dan memakai wangi-wangian : memilih antar membayar dengan seekor domba atau puasa 3 hari atau bersedekah 3 Sha (72 ons) makanan pokok kepada 6 orang fakir miskin 3. Terhalang dari Haji karena Begal : boleh orang itu bertahallul dan menghadiahkan seekor domba 4. Membunuh hewan buruan : Jika hewan yang dibunuh ada penyerupaannya maka wajib mengeluarkan hewan penyerupaannya atau diuangkan, jika hewannya tidak ada penyerupaannya maka menyedekahkan seharga hewan itu 5. Berhubungan suami istri : membayar seekor unta atau mengeluarkan seharga unta dan disedekahkan kepada fakir miskin, jika tidak mampu maka berpuasa setiap 1 mud 1 hari


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 57 Rukun Umrah 1. Ihram beserta Niat 2. Thawaf 3. Sa’i 4. Tahallul Kewajiban Umrah 1. Ihram dari mulai Miqat 2. Menjauhi larangan-larangan Ihram Larangan Umrah sama halnya dengan Larangan Haji Perbedaan Haji dan Umrah 1. Hukum Haji Wajib sedangkan Umrah Sunnah 2. Waktu pelaksanaan wajib pada bulan Dzul Hijjah sedangkan Umrah bebas 3. Haji dilaksanakan di Mekkah dan luar Mekkah seperti wuquf di arafah, mabit di Muzdalifah dan melempar jumrah di Mina sedangkan Umrah hanya dilakukan di Mekkah


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 58 Hadits dilihat dari sisi Kuantitas (jumlah) rowi terbagi menjadi : 1. Hadits Mutawatir ْ س َ أ َ ِب و ْ ِكذ ْ ى ال َ ل َ ا ع ْ و ؤ َ اط َ و َ ت َ ْ ْ ن َ ةِ أ َ اد َ ع ْ فِى ال ل ْ ِحي َ ت ْ س َ ي ٌ ة َ اع َ م َ ج اه َ و َ ا ر م ٍس َ ْ و س ْ ح َ م ٍ ئ ْ ي َ ى ش َ ِل إ ه ْ و د َ ن Artinya : Hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok perawi yang secara adat tidak mungkin bersepakat untuk berdusta, dan mereka menyandarkan hadits tersebut pada sesuatu yang dapat di indera Syarat Hadits Mutawatir 1) Diriwayatkan oleh banyak perawi setidaknya 10 perawi 2) Banyak yang meriwayatkan hadits ini dijumpai diseluruh tingkatan sanadnya 3) Secara adat tidak mungkin mereka berkonspirasi untuk berdusta 4) Orang yang meriwayatkannya harus mengabarkannya dengan indranya, seperti kalimat “Aku mendengar” (سمعنا (atau “aku (رأينا) “melihat 2. Hadits Ahad ِ ر ات َ و َ الت طَ ْ و ر ش ْ ع َ م ْ ج َ ي ْ م َ ا ل َ م Artinya : Hadits yang tidak memenuhi syarat Hadits Mutawatir Hadits Ahad berdasarkan jumlah perawinya terbagi menjadi 3 : 1) Hadits Masyhur (Populer) Hadits yang diriwayatkan oleh 3 orang perawi atau lebih 2) Hadits Aziz (sedikit/jarang) Hadits yang diriwayatkan oleh 2 orang perawi 3) Hadits Gharib (Asing) Hadits yang diriwayatkan oleh 1 orang perawi


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 59 Hadits dilihat dari sisi kualitas rowi terbagi menjadi : 1. Hadits Shahih ِل ْ د َ ع ْ ال ِ ل ْ ق َ ِن ب ه د َ ن َ س َ ل صَ َ ا ات ِ ِط َ م اب َ الض ٍة َ ا ِعل َ ل َ ٍذ و ْ و ذ ِ ش ر ْ ي َ غ ْ ِمن اه َ ه َ ت ْ ن ى م َ لِهِ اِل ْ ِمث ْ ن َ ع Artinya : Hadits yang bersambung sanadnya (jalur periwayatan) melalui penyampaian para perawi yang adil & dhobith, dari perawi yang semisalnya sampai akhir sanadnya tanpa adanya Syadz dan juga Illat 2. Hadits Hasan ِل ْ د َ ع ْ ال ِ ل ْ ق َ ِن ب ه د َ ن َ س َ ل صَ َ ا ات َ م ه َط ْ ب ضَ َ ل َ ِذ َ ق َ ل َ ا َ ا ِعل َ ل َ ٍذ و ْ و ذ ِ ش ر ْ ي َ غ ْ ِمن اه َ ه َ ت ْ ن ى م َ لِهِ اِل ْ ِمث ْ ن َ ع ٍة Artinya : Hadits yang bersambung sanadnya (jalur periwayatan) melalui penyampaian para perawi yang adil & kurang sedikit kedhobithannya, dari perawi yang semisalnya sampai akhir sanadnya tanpa adanya Syadz dan juga Illat 3. Hadits Dho’if ِ ن سَ َ ح ْ ال َ ِح و ْ ِحي الص َ ة َ ِصف ْ ع َ م ْ ج َ ي ْ م َ ا ل َ م Artinya : Hadits yang tidak menghimpun sifat Hadits Shahih dan Hasan 4. Hadits Maudhu ٍد ْ م َ ِ ع ر ْ ي َ غ ْ و َ ٍد أ ْ م َ ع ْ ن َ ع َ ان َ ك ٌ اء َ و َ ىِ س ِ ب َ ى الن َ ل َ ع ب ْ و ذ ْ ك َ م ْ ال ع ْ و ن صْ َ م ْ ال لِق َ ت ْ خ م ْ ال ث ْ ِدي َ ح ْ ال َ و ه Artinya : Hadits yang dibuat sendiri oleh perawi yang di nisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW baik disengaja maupun tidak. Hakikatnya Hadits Maudhu bukanlah sebah Hadits


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 60 25. Nabi Muhammad SAW Nabi yang paling mulia Nabi yang pertama masuk surga Nabi yang paling sempurna baik sifat maupun fisiknya Manusia pertama yang dibangkitkan Nabi yang bisa memberi syafaat kepada seluruh manusia Nabi yang memiliki derajat paling tinggi di Surga Nabi yang memiliki Telaga Kautsar Keringatnya lebih wangi dari minyak Misk Ludahnya menjadi obat Tidak memiliki bayangan Tidurnya hanya tidur mata tidak dengan hatinya Tidak pernah menguap Bisa melihat dari balik badan Tidak pernah ihtilam (mimpi basah) Tidak pernah dihinggapi lalat Dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 61 ِص َ ف ات ْ ال ح ر ْ و ِف ادِ َ د ْ ض َ أ ْ ال ات َ و َ ذ َ ا ْ ل َ ج ْ ه ر َ ا ْ ل َ ه ْ مس / َ ا ْ ل َ م ْ ه م وس ْ Membunyikan huruf tanpa berdesis Yaitu pada 19 huruf dalam lafadz بَ َ ل َ ٍ ط ٍ ِجد ض َ ٍئ ذِ َ غ ِ ار َ ق ن ْ ز َ و َ م ظ َ ع Membunyikan huruf dengan berdesis Yaitu pada 10 huruf dalam lafadz ه َ ث َ ح َ ٌص ف ْ خ َ ش تْ َ ك َ س Semua huruf diatas dibaca Hams baik dalam keadaan sukun maupun berharokat, kecuali huruf fa dan Ta maka dibaca Hams hanya ketika sukun َ ال ِش َ د ْ ة َ ا َ لر َ خ َ او ْ ة Membunyikan huruf dengan suara tertahan atau dihentikan, Yaitu pada 10 huruf dalam lafadz تْ َكَ ب ط َ ق ِجد َ أ Membunyikan huruf dengan suara lepas tidak tertahan, Yaitu pada 19 huruf dalam lafadz َي َساه خْذ غَ ث َحظ فَ ض شْو ص َزا ط ْ اس َ و َ لت َ ا Membunyikan huruf antara Syiddah dan Rokhowah Yaitu pada 5 huruf dalam lafadz ْ لِن ر َ م ع َ ا ْ ِل إ ْ ستِ ْ ع َ ل ْ اء َ ا ْ ِل إ ْ ستِ َ ف ْ ال Membunyikan huruf dengan mengangkat pangkal lidah ke langit-langit mulut, sehingga suara huruf terdengar tebal, Yaitu pada 7 huruf dalam lafadz ْ ٍط قِظ ْ غ ضَ ص َ خ Membunyikan huruf dengan menurunkan pangkal lidah ke dasar mulut, sehingga suara terdengar lebih ringan, Yaitu pada 22 huruf dalam lafadz اء َ ك َ ش َ ل َ س ْ إِذ ه َ ف ْ ر َ ح ِد و َ ج ي ْ ن َ م ٌ م ْ ز َ ع تَ َ ب َ ث َ ا ْ ِل إ ْ ط َ ب ْ اق َ ا ْ ِل إ ْ نفِ َ ت ْ اح Membunyikan huruf dengan meletakan lidah ke langit-langit mulut sehingga suara terdengar lebih tebal, Yaitu pada 4 huruf dalam lafadz َ ظ َ ط صَ ض ْ Membunyikan huruf dengan lidah merenggang dari langit-langit mulut, sehingga suara terdengar kecil, Yaitu pada 25 huruf dalam lafadz ٍث ْ ي َ غ ب ْ ر ش ه َ ل ق َ ح َ ك َ ز َ ف ة َ ع َ س َ د َ ج َ و َ ذ َ خ َ أ ْ ن َ م َ ا ْ ِل إ ْ ذ َ ل ْ اق َ ا ْ ِل إ صْ َ م اتْ Membunyikan huruf dengan dengan mengeluarkannya dari ujung lidah atau ujung bibir agar cepat dan lancar diucapkan Yaitu pada 6 huruf dalam lafadz ٍ ب ل ْ ِمن ْ فِر Membunyikan huruf dengan tidak lancar /cepat Yaitu pada 23 huruf dalam lafadz ثِ َ د ا ِخ ٍط صَ َ ٍ س ِغش ز َ ج َ ض ح َ ي ه َ ظ َ ع َ و ْ ٍة إِذ َ ق


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 62 ِص َ ف ات ْ ال ح ر ْ و ِف ا َ ه َ ل َ ا ِضد َ ل Membunyikan huruf tertentu sehingga terdengar seperti siulan Yaitu pada 3 huruf س ز ص َ ا َ لصفِ ْ ي ر Membunyikan huruf dengan melebihkan pada makhrojnya sehingga terdengar seperti pantulan Yaitu pada 5 huruf ٍد َ ج ب ط ْ ق َ ق ْ ـل َ ـق َ ل ْ ـة Membunyikan huruf dengan lunak yaitu pada dua huruf و dan ي sukun َ ا ِ لل ْ ي ن Membunyikan huruf dengan mencondongkan huruf pada makhrojnya َ ا ْ ل ِ إ ْ ت ِح َ ر ْ اف Membunyikan huruf dengan mengggetarkan ujung lidah, yaitu pada huruf ر َ ا َ لت ْ ِ كر ْ ي ر Membunyikan huruf dengan menyebarkan angin dalam mulut yaitu pada huruf ش ىِ ش َ ف َ لت َ ا Membunyikan huruf dengan memanjangkan suaranya dari permulaan tepi lidah hingga penghabisan lidah, yaitu pada huruf ض تِ ْ ِس إ ْ ل َ ا ْ ة َ ال َ َط Membunyikan huruf dengan mendengungkan suara yang keluar dari pangkal hidung, yaitu pada huruf ن dan م yang bertasydid ة َ ن غ ْ ل َ ا


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 63 َ أ ْ مثِ َ ل ْ ِ ة إ ْ ع َ ر ابْ َ أ ْ ح َ و ْ ال ج َ ا ر َ ل َ ِ ل ار َ فِى الد ٍ ن ْ ي ِ و ْ ن َ ت ِ ر ْ ي َ ِغ ب بْ صَ َ ن َ ِكر َ ِت الن َ ر َ اش َ ا ب َ ِذ إ ْ ر َ ر َ ك َ ت َ ت ْ م َ ل َ و َ ة ا َ ل Bertemu langsung dengan isim nakirah dan tidak mengulang ا َ ل َ ج َ ِ ر ار َ ا فِى الد َ ل ٌ ل َ أ َ ر ْ ا ام َ ل َ و ٌ ا ة َ ل ِ ار َ ر ْ ِب التِك ْ و ج و َ ع َ م ْ ع َ ف َ ر ا َ ه ْ ا ِشر َ ب ت ْ م َ ل ْ ِن إ َ ف Tidak bertemu langsung dengan isim nakirah dan mengulang َ لا ج َ ا ر َ ل َ ل َ أ َ ر ْ ا ام َ ل َ ِ و ار َ فِى الد َ ة ج َ ا ر َ ل ٌ ل َ أ َ ر ْ ا ام َ ل َ ِ و ار َ فِى الد ٌ ة ج َ ا ر َ ل َ ل َ أ َ ر ْ ا ام َ ل َ ِ و ار َ فِى الد ٌ ة ْ ال َ م ْ إ ) ِع بْ صَ َ ن ( ْ اء َ غ ْ ِل إ ْ و َ أ ) ْ ع َ ف َ ر ( َ ل ْ ر َ ر َ ك َ ت َ ت َ و َ ة َ ِكر َ ِت الن َ ر َ اش َ ا ب َ ِذ إ ا Bertemu langsung dengan isim nakirah dan ا mengulang َ ل


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 64 َ ح ْ ر ف ِ الن َ داءِ آ َ أ آ َْ َْ َ أ ا َ ي َ ا أ َ ي ا َ ا و َ ي َ ه Arti huruf Nida semuanya adalah hai atau wahai kecuali وا artinya aduh dan disebut Munada Nudbah yaitu Harfu Nida yang biasa nya digunakan untuk mengeluh atau meratap ْ م َ أ ْ ة َ ثِل ابْ َ ر ْ ِع إ َ ا ْ ل م َ ن َ ادى د ْ ي َ ا ز َ ي ٍ ن ْ ي ِ و ْ ن َ ا ت َ ِل ب ْ ة َ م نِى ضَ ْ ب َ م َ ا ْ ل م ْ ف َ ر د ْ ال َ ع َ ل م ل ج َ ا ر َ ي ٍ ن ْ ي ِ و ْ ن َ ا ت َ ِل ب ْ ة َ م نِى ضَ ْ ب َ م َ ا َ لن ِك َ ر ة ْ ال َ م ْ ق ص ْ و َ د ة ا ل ج َ ا ر َ ي بْ صَ َ ن َ ا َ لن ِك َ ر ة َ غ ْ ي ر ْ ال َ م ْ ق ص ْ و َ د ة ِ الل َ َ د ْ ب َ ا ع َ ي بْ صَ َ ن َ ا ْ ل م ضَ اف ا ل َ ب َ ا ج الِع َ ا ط َ ي بْ صَ َ ن َ ا َ ِ لش ب ْ ي ِ ه ب ْ ال م ضا ِف َ


Setor Hafalan Tanggal : (_________________________) Paraf Guru (_________________________) 65 ع ْ و َ لن َ ا الِث َ الث ٌ ة َ ثِل ْ م َ انِى أ َ ع َ م ْ ل َ ا ن ْ و ز ْ و َ م ْ ال َ و ن ْ ز َ و ْ ل َ ا اب َ ب ْ ل َ ا َ اذ َ ت ْ س أ ْ ال الِب َ الَط َ ن َ ذ ْ أ َ ت ْ إِس ن ْ ِي الَط َ ر َ ج ْ ح َ ت ْ إِس بْ َ ل َ ط ْ ة َ ر ْ و ر ْ ي صَ ْ ف َ ت ْ س َ ي َ ل َ ع ْ ف َ ت ْ إِس ِع ل ِج ر ْ خ َ ت ْ س َ ي َ ج َ ر ْ خ َ ت ْ إِس ل َ و َ أ ْ ال اب َ ب ْض ر َ الأ بَ َ ش ْ و َ ش ْ إِع ْ ِم از َ ل ة َ غ َ ال َ ب م ِعل ْ و َ ع ْ ف َ ْ َ ل َ ع ْ و َ ع ْ إِف ِشب ْ و َ ش ْ ع َ ْ بَ َ ش ْ و َ ش ْ إِع انِى َ الث اب َ ب ْ إِج ِل ِب إ ْ ال َ ذ َ و َ ل ْ ِم از َ ل ة َ غ َ ال َ ب م ِل و َ ع ْ ف َ ْ َ ل َ و َ ع ْ إِف ِد و َ ل ْ ج َ ي َ د َ و َ ل ْ إِج ال اب َ ب الِث َ ث إِ ْ ح َ م َ ار َ ز ْ ي ٌ د ْ ِم از َ ل ة َ غ َ ال َ ب م ال َ ع ْ ف َ ْ َ ال َ ع ْ إِف ار َ م ْ ح َ ي َ ار َ م ْ إِح ِع اب َ الر اب َ ب Ket : Makna ْب َ ل َ ط adalah meminta atau memohon contoh َ اذ َ ت ْ س أ ْ ال الِب َ الَط َ ن َ ذ ْ أ َ ت ْ إِس artinya siswa meminta izin kepada gurunya Makna َ ال َ ب م ة َ غ ْ ِم از َ الل adalah untuk memberikan makna melebihkan sesuatu contoh ْض ر َ الأ بَ َ ش ْ و َ ش ْ عِإ artinya tanah telah ditumbuhi banyak rumput Makna ة َ غ َ ال َ ب م ْ ِم از َ الل adalah untuk memberikan makna melebihkan sesuatu contoh ْ إِج ِل ِب إ ْ ال َ ذ َ و َ ل artinya unta itu digerakkan dengan sangat cepat Makna ة َ غ َ ال َ ب م ْ ِم از َ الل adalah untuk memberikan makna melebihkan sesuatu contoh َ م ْ إِح ا َ ر ٌ د ْ ي َ ز artinya wajah Zaid sangat merah


66 1. Ayat Muhkamat dan Mutasyabihat a. Ayat Muhakamat Ialah ayat yang jelas maknanya dan maksudnya atau ayat yang secara kebahasaan hanya memiliki satu makna saja Contoh ayat Muhkamat : د َ ح َ ا أ و ف ۥ ك ه َ ن ل َك ي ۡ م َ ل َ و dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia b. Ayat Mutasyabihat Ialah ayat yang tidak jelas makna dan maksudnya atau ayat yang secara kebahasaan memiliki lebih dari satu makna Contoh ayah Mutasyabihat ٰى َ و َ ت ۡ ِش ٱس ۡ ر َ ع ۡ ى ٱل َ ل َ ع ٰن َ م ۡ ح َ ٱلر (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy. ٰى kata َ و َ ت ۡ ٱس dalam Bahasa Arab memiliki 15 makna, sehingga tidak boleh kita menetapkan salah satunya. Metode dalam menyikapi ayat-ayat Mutasyabihat : a. Tafwidh ( َ ت ْ ِف و ( يض ْ Mengimani dan meyakini bahwa maknanya bukanlah makna dzahiriyyah yang merupakan sifat-sifat jasmaniyah, tetapi memiliki makna yang layak bagi keagungan dan Kemahasucian Allah SWT tanpa menentukan apa makna tersebut. Para ulama mengembalikan ayat-ayat mutasyabihat kepada ayat-ayat yang muhkamat. Metode ini banyak digunakan oleh ulama salaf (tiga abad pertama Hijirah) b. Ta’wil ( َ ت ْ أ ِ و ْ ( يل Memalingkan makna asli kepada makna yang layak bagi Allah dan tidak mengandung unsur penjasmanian bagi dzat Allah. Metode ini banyak digunakan oleh ulama Khalaf (ulama yang hidup setelah tiga abad pertama hijriah)


67 2. Firqoh Najiyyah ْ ن َ ع ِ ِدالل َ ْ ب َ ع َ و ق ٍ ر ْ م َ ِ ع ن ْ ب َ ال ِ الل َ ل ْ و س َ ر َ ال َ ق ص.م. َ ْى اِن نِ َ ب َ ل ْ ي ِ ائ َ ر ْ اِس تْ َ ق َ ر َ ف َ ت ل ٰى َ ِ ع ن ْ ي َ ت ْ ثِن نَ ْ عِي ْ ب َ س َ و ِم ة َ ل تْ َ ق َ ر َ ت ْ ف َ ت َ ْى و تِ َ م ل ٰى ا ع ٍث َ َ لا َ ث نَ ْ عِي ْ ب َ س َ و ة َ ِمل ْ م ه ل ِ ك فِى ار َ الن َ اِلا ة َ ِمل ا ِح َ و ة َ د ا ْ و ال َ ق ِ الل َ َ ل ْ و س َ ا ر َ َى ي هِ ْ ن َ م َ و َ ل َ ا ع َ ن َ ا ا َ م َ ال َ ق َ ح صْ َ ا َ هِ و ْ ْى ي ا ِ ب “Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kaum Bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya akan masuk neraka, kecuali satu golongan”. Lalu sahabat bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab, “(Golongan itu adalah orang-orang yang berpegangan pada) semua perbuatan yang telah aku lakukan, serta semua perbuatan yang dikerjakan oleh sahabat-sahabatku,” (Sunan al-Tirmidzi, 2565) Firqoh Najiyyah adalah kelompok yang selamat yang diistilahkan juga sebagai kelompok Ahlu Sunnah Waljama’ah yaitu mereka yang mengikuti pemahaman para sahabat dan Tabi’in yang dilestarikan oleh ulama Salaf Ahlu Sunnah Waljama’ah menurut para ulama adalah mereka yang mengikuti Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi dalam Aqidah, mengikuti salah satu 4 Madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) dalam Fiqih dan mengikuti Imam Junaid Al-Baghdadi dan Imam Ghazali dalam Tashawuf Imam Abu Manshur Al-Baghdadi dalam kitabnya Al-Farqu Baina Al-Firaq menyimpulkan bahwa kelompok Ahlu Sunnah Waljama’ah adalah mereka yang terbebas dari ideologi Tasybih (menyamakan Alah dengan makhluknya) dan ideologi Ta’til (menafikan sifat Allah)


68 Ilmu akhlak disebut juga dengan ilmu Tashawwuf yaitu ilmu untuk mensucikan hati dari sifat-sifat tecela dan ilmu untuk memperbaiki akhlak. Dengan ilmu Tauhid seseorang akan menjadi orang yang beriman Dengan ilmu Fiqih seseorang akan menjadi orang yang berislam Dengan ilmu Tashawwuf seseorang akan menjadi orang yang berihsan, yaitu َ أ ْ ن َ ت ْ ع ب َ د َ الل َ َ ك َ أ َ ن َ َ ت َ ر اه َ ِف إ ْ ن َ ل ْ م َ ت ن ك ْ َ ت َ ر اه َ ِف إ َ ن ه َ ي َ ر َ اك Artinya : beribadah kepada Allah seakan kita melihat Allah dan jika kita tidak memiliki perasaan itu maka Allah selalu mengawasi kita. Adapun definisi ilmu Tasawuf menurut Imam Junaid Al-Baghdadi yaitu: "Mengenal Allah, sehingga antaramu dengan Allah tidak ada perantara (hubungan dengan Allah tanpa perantara). 1. Menerapkan dalam kehidupan semua akhlak yang terpuji menurut apa yang telah disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan meninggalkan akhlak yang tercela. 2. Mengendalikan hawa nafsu sesuai kehendak Allah. 3. Merasa tidak memiliki apapun dan juga tidak dimiliki oleh siapapun kecuali Allah. Abul Hasan asy-Syadzili pernah mengatakan, pengembaraan kami terdiri diatas lima: 1. Taqwa kepada Allah lahir dan batin dalam kesendirian dan di depan publik. 2. Mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam semua kata dan perbuatan. 3. Mengabaikan semua makhluk dalam kesukaan ataupun dalam kebencian mereka. (tidak menghiraukan apakah mereka suka atau benci). 4. Rela (ridha) menurut hukum (takdir) Allah, baik yang ringan maupun yang berat. 5. Kembali kepada Allah dalam suka dan duka.


69 Biografi 4 Imam Madzhab Fiqih a. Imam Abu Hanifah Bernama asli Nu’man bin Tsabit adalah seorang ulama besar pendiri mazhab Hanafi. Lahir di kota Kufah, Irak pada tahun 80 H dan wafat di Baghdad pada 150 H b. Imam Malik Bernama asli Malik bin Anas, Beliau dilahirkan di Madinah pada tahun 93 H dan wafat pada tahun 179 H. Beliau adalah pemilik Kitab Hadits yang Populer yaitu Kitab Al-Muwatha c. Imam Syafi’i Bernama Asli Muhammad bin Idris As-Syafi'i Al-Quraisyi, Beliau dilahirkan di Ghaza Palestina tahun 150 H dan wafat di Mesir tahun 204 H. Beliau merupakan murid dari Imam Malik. Beliau adalah penggagas ilmu Ushul Fiqh dengan kitabnya Arrisalah dan pemilik kitab induk Madzhab Syafi’i yaitu kitab Al-Umm d. Imam Ahmad bin Hanbal Bernama asli Ahmad bin Hanbal As-Syaebani. Beliau dilahirkan di Baghdad tahun 164 H dan wafat pada tahun 248 H. Beliau merupakan murid Imam Syafi’i. Beliau adalah pemilik kitab Hadits yang populer yaitu Musnad Ahmad bin Hanbal


70 Definisi Hadits ْف ِضي ا أ َ م ى الل َ َ ل ىِ صَ ِ ب َ ى الن َ ٍل إِل ْ و َ ق ْ ِمن َ م َ ل َ س َ هِ و ْ ي َ ل َ ٍ ع ل ْ فِع ْ و َ أ ٍ ر ْ ي ِ ر ْ ق َ ت ْ و َ أ Artinya : sesuatu yang disandarkan kepada Nabi baik ucapan, perbuatan maupun taqrir (persetujuan) Rukun Hadits a. Matan (isi Hadits) b. Sanad (Jalur periwayatan Hadits) c. Rowi (orang yang meriwayatkan Hadits) Kitab Hadits Mu’tabar (Kutubu Tis’ah) a. Shohih Bukhari b. Shohih Muslim c. Sunan Abu Daud d. Sunan An-Nasai e. Sunan At-Tirmidzi f. Sunan Ibnu Majah g. Musnad Ahmad bin Hanbal h. Muwatha i. Sunan Ad-Darimi Perbedaan Qur’an, Hadits dan Hadits Qudsi a. Qur’an : Isi dan redaksi dari Allah b. Hadits : Isi dan redaksi dari Nabi c. Hadits Qudsi : Isi dari Allah redaksi dari Nabi


71 1. 10 Sahabat yang dijamin masuk surga Abu Bakar Umar bin Khattab Utsman bin Affan Ali bin Abi Thalib Thalhah bin Ubaidillah Zubair bin Awwam Abdurrahman bin Auf Sa’ad bin Abi Waqash Sa’id bin Zaid Abu Ubaidah bin Al-Jarrah 2. Sahabat Pilihan Zaid bin Tsabit Penulis wahyu Nabi Bilal bin Rabah sahabat pertama yang mengumandangkan adzan Abu Hurairah sahabat yang paling banyak meriwayatkan Hadits Sumayyah bin Khayyat sahabat pertama yang mati syahid Abdullah bin Mas’ud sahabat pemegang rahasia Nabi dan sahabat yang paling hafal Al-Qur’an Thalhah bin Ubaidillah Zaid bin Haritsah sahabat pertama yang masuk Islam di Madinah Abu Thufail sahabat yang paling terakhir meninggal dunia Abdurrahman bin Auf sahabat yang paling kaya Abu Dzar Al-Ghifari sahabat yang paling miskin Muadz bin Jabal sahabat yang jadi pemimpin para ulama di Hari Kiamat Salman Al-Farisi orang Persia pertama yang masuk Islam Khalid bin Walid sahabat yang tak pernah kalah perang


72 Qiroat Sab’ah Ilmu Qiroat adalah ilmu tentang cara membaca Al-Qur’an yang sanadnya bersambung kepada Rasulullah SAW. Berikut adalah para Aimmah Qiro’at yang Mu’tabar : NO IMAM PERAWI 1 Nafi Al-Madani Qalun Warsy 2 Ibnu Katsir Al-Makki Al-Bazzi Qunbul 3 Abu Amr Al-Bashri Ad-Duri As-Susi 4 Ibnu Amir Asy-Syami Hisyam Ibnu Dzakwan 5 A’shim Al-Kufi Syu’bah Hafs 6 Hamzah Al-Kufi Kholaf Khollad 7 Ali Al-Kisai Al-Kufi Abul Harits Ad-Duri Ket : Qiroat yang banyak diikuti adalah Qiroat Imam A’shim riwayat Hafs


73 اءِ أمثلة َ م ْ س َ أ ْ ال ة ضَ ْ و ف ْ خ َ م ِج ِد ْ فِى س َ م ْ ال ٌ ر ْ و ر ْ ج َ م اب َ كِت ٍد ْ ي َ هِ ز ْ ي َ اِل ٌ اف ضَ م ٍد ْ ي َ ِز ب ت ْ ر َ ر َ م الِِم َ ع ْ ل َ ا تْ َ ع َ ن ِ ر َ ج ْ لِل ٌ ِع اب َ ت ت ْ ر َ ر َ م ٍد ْ ي َ ِز ب ٍ ر ْ م َ ع َ و َ ف ْ َط َ ع ِم ْ و َ ق ْ ال َ ب ت ْ ر َ ر َ م نَ ْ عِي َ م ْ ج َ أ ْ كِيد ْ و َ ت ٍد ْ ي َ ِز ب ت ْ ر َ ر َ م َ ْ ِخي َ أ ْ ل َ د َ ب Ket : Idhofah adalah gabungan dua isim (Mudhof dan Mudhof Ilaih) tapi hanya memiliki satu makna Syarat Mudhof harus kosong dari Alif lam dan Tanwin Syarat Mudhof Ilaih harus ada salah satu antara alif lam dan tanwin


74 إَ َ ذا ْ اج َ ت َ م َ ع َ ت َ ِن اء ا فِ َ ى أ َ وِل ْ ال م َ ِع ِ ضار َ ف َ ي ج ْ و ز إِ ْ ث َ ب ات ه َ م َ ا و َ ي ج ْ و ز َ ح ْ ذ ف إِ ْ ح َ د اه َ ما Artinya : Jika berkumpul dua huruf Ta’ di awal fiil Mudhori’ maka boleh menetapkannya dan boleh membuang salah satunya. Contoh ل َ ز َ ن َ ت َ ت boleh dibaca ل َ ز َ ن َ ت ١ َ و َ م َ ت َ ى ك َ ان َ ف اء ْ اف َ ت َ ع َ ل صَ اد َ ا ا ْ و ضَ اد َ ا ا ْ و َ ط اء َ ا ْ و َ ظ اء َ قلِ َ ب تْ َ ت اء ه َ ط اء Artinya : Jika Fa’ Fi’il wazan إفتعل adalah huruf Shod, Dhod, Tho atau Dzo maka huruf Ta’ nya ditukar dengan huruf Tho. Contoh ِإ صْ َ ت َ ل َ إِ menjadi ح صْ َ َط َ ل َ إِ – ح ْ ض َ ت َ ر بَ إِ menjadi ْ ض َ َط َ ر إِ – بَ ْ ط َ ت َ ر َ إِ menjadi د َ ط َ ر َ إِ – د ْ ظ َ ت َ ل َ إِ menjadi م ْ ظ َ َط َ ل َ م ۲ َ و َ م َ ت َ ى ك َ ان َ ف اء ْ اف َ ت َ ع َ ل َ د ال َ ا ا ْ و َ ذ ال َ ا ا ْ و َ ز اي ا قلِ َ ب تْ َ ت اء ه َ د الا Artinya : Jika Fa’ Fi’il wazan إفتعل adalah huruf Dal, Dzal atau Zai maka huruf Ta’nya ditukar dengan huruf Dal. Contoh ِإ ْ د َ ت َ ر َ إِ menjadi ء َ د َ ر َ إِ – ء ْ ذ َ ت َ ر إِ menjadi كَ َ ذ َ ك َ – ر إِ ْ ز َ ت َ ج َ إِ menjadi ر ْ ز َ د َ ج َ ر ۳ َ و َ م َ ت َ ى ك َ ان َ ف اء ْ اف َ ت َ ع َ ل َ و او َ ا ا ْ و َ ي اء َ ا ْ و َ ث اء قلِ َ ب تْ َ ف اء ه َ ت اء Artinya : Jika Fa’ Fi’il wazan إفتعل adalah huruf Wau, Ya atau Tsa maka Fa Fi’ilnya ditukar dengan huruf Ta. Contoh ِا ْ و َ ت صَ َ إِ menjadi ل َ ت صَ َ اِ – ل ْ ي َ ت سَ َ إِ menjadi ر َ ت سَ َ اِ – ر ْ ث َ ت َ غ َ ر إِ menjadi َ ث َ غ َ ر) dirubah menjadi Tsa karena sama sifat hurufnya) ٤ َ أ َ م ْ ا ال َ و او َ ف ت ْ ح َ ذ ن َ ف ِم ْ الفِ ْ ِل ع ْ ال م َ ِع ِ ضار َ ا َ ل ِذ َ ى ع َ ل َ ى ْ ْ فِع ل َ وِم ْ ن َ م صْ َ ِد رهِ َ ا َ ل ِذ َ ى ع َ لى فِ ْ ع َ لٍة Artinya : Huruf Wau dibuang pada Fi’il Mudhori yang mengikuti wazan َ ْ ْ فعِ dan ل masdhar yang mengikuti wazan ِف ْ ع َ ل َ Contoh . ة ي ْ وِع َ menjadi د ي ِع ِع – د ْ و َ د ِع menjadi ة َ د . ة Alasan dubuang adalah ِل و ق ْ وِع َ ه َ ا ب ْ ي نَ َ ع د َ و َ ت ْ ي ِ ن artinya karena huruf Wau terletak antara dua musuhnya yaitu Fathah dan Kasrah ٥


75 َ و ح ِذ َ ف ِت ْ ال َ و او ِم ْ ن َ ْ َ َط اء َ و َ ي سَ ع َ و َ ي ضَ ع َ و َ ي َ ق ع َ و َ ي َ د ع َ و َ ي َ ه ب لِ َ أ َ ن َ ها فِ ْ ى ال َ أ ْ ص ِل َ ْ ْ فِع ل Artinya : dan huruf Wau di buang pada Fi’il Mudhore َ ْ َ َط – اء َ ي سَ َ – ع َ ي ضَ – ع َ ْ َ ق – ع َ ي َ د – ع َ ْ َ ه ب karena pada asalnya mengikuti wazan َ ْ ْ فعِ ل dan dibaca fathah karena adanya huruf Halaq ٦ قلِ ب ِت َ ْ ال َ و او َ و ْ ال َ ي اء َ الِ فا لِ َ ت ح ِ ِه ركِ َ م َ ا و ْ انفِ َ تا ِح َ م َ ا ق ْ ب َ ل ه َ ما Artinya : Huruf Wau dan Ya ditukarkan dengan huruf Alif karena berharokat dan terletak setelah harokat fathah. Contoh َ ق َ و َ َ menjadi ل ق َ – ال َ ب َ ي َ َ menjadi ع ب َ اع ٧ َ ح تْ َ قِل ا ن ح ْ ِحي ا صَ اكِن َ ا س َ م ه َ ل ْ ب َ ا ق َ م َ ن َ ك َ ٍف و َ و ْ ج َ أ ْ ِمن ة َ ِك ر َ ح َ ت ا م ن ْ ي َ ع اء َ ي ْ ال َ و او َ و ْ ِت ال َ ع َ ق َ ا و َ إَذ َ م ه َ ل ْ ب َ ا ق َ ى م َ ا إِل َ م ه ت َ ك ْ ر ا Artinya : Jika huruf wau dan ya’ berharokat dan menjadi ain fiil pada bina ajwaf jatuh setelah huruf sohih sukun, maka harokat keduanya dipindah ke huruf sebelumnya. Contoh م ْ و ق َ ْ asalnya م و ْ ق َ ْ dan ع ْ ِي ب َ asalnya ي ِع ي ْ ب َ ي ٨ ة َ ز ْ م َ ا ه َ ت َ ِدل ْ ب ٍة أ َ ِد ائ َ لٍِف ز َ ا َ د ْ ع َ ب اء َ ي ْ ال َ و او َ و ْ ِت ال َ ع َ ق َ ا و َ إَذ Artinya : Jika huruf wau dan ya’ jatuh setelha huruf alif zaidah (tambahan) maka keduanya diganti dengan hamzah . Contoh ٌ ِل ائ َ ٌ asalnya ق ِل او َ ٌ dan ق اء َ ِن asalnya ب ٌ او َ ِن ب ٩ اه َ د ْ إِح تْ َ ِق ب س َ ٍة و َ ا ِحد َ ٍة و َ م ْ فِى كِل اء َ ي ْ ال َ و او َ و ْ ِت ال َ ع َ م َ ت ْ ا اج َ إِذ فِ َ ل ْ و أ ْ ال اء َ ي ْ ِت ال َ ِغم ْ د أ َ و اء َ ي او َ و ْ ِت ال َ ِدل ْ ب ِن أ ْ و ك ِالس ا ب َ م ى ةِ َ انِي َ الث Artinya : Jika berkumpul huruf wau dan ya’ dalam satu kalimat dan salah satunya didahului sukun maka huruf wau diganti dengan huruf ya’ dan huruf ya’ yang pertama diidghomkan pada yang kedua. Contoh ٌتِ ي َ ِتٌ asalnya م و ْ ي َ dan م ِم ىٌ ْ ر َ ٌَ asalnya م ْ و م ْ ر َ م ١٠ ا َ ت َ ِكن ْ س أ ة َ م ْ و م ْ ض َ ا م َ ت َ ن َ ك َ و اء َ ي ْ ال َ و او َ و ْ ِت ال َ ف َ ر َ َط َ ا ت َ إِذ Artinya : Jika huruf wau dan ya’ berharokat dhommah dan ada dikahir kalimat maka keduanya disukunkan. Contoh ْ و ز ْ غ َ ْ asalnya و ز ْ غ َ ِم ْى danْ ْ ر َ ِم ى asalnya ي ْ ر َ ي ١١


76 اء َ ي تْ َ ِدل ْ ب ا أ م ْ و م ْ ض َ ا م َ ه َ ل ْ ب َ ا ق َ م ْ ن َك ي ْ م َ ل َ ِف و ْ ر َ فِى الَط ا ِعد صَ َ ف ة َ ِع اب َ ر او َ و ْ ِت ال َ ع َ ق َ ا و َ إِذ Artinya : Jika huruf wau terletak diujung kalimat yang empat huruf atau lebih dan sebelumnya bukan dhommah maka diganti dengan huruf ya. Contoh ى ضَ ْ ر َ ي asalnya و ضَ ْ ر َ ى dan ي َ و ْ ق َ ْ asalnya و َ و ْ ق َ ْ ١٢ ح ِذ َ ف ِت ْ ال َ و او َ و ْ ال َ ي اء لِ ْ لتِ َ قاءِ َ الساكِ َ ن ْ ي ِ ن َ م َ ع َ ح رٍف ْ ٍ سا ِك َ ن َ ص ِح ْ يٍح Artinya : Huruf Wau dan Ya yang sukun dibuang karena bertemunya dua sukun dengan huruf yang sohih. Contoh ص ْ dan ن ِ ب ْ asanya ع أ ص ْ و ْ إِ dan ن ِ ب ْ ي ْ ع ١٣ إِ َ ذ ْ ا ال َ ت َ ق َ ت ْ ا ال َ ه ْ م َ ز َ ِن ت ا فِ ى كِ ْ ل َ مٍة وا ِح َ َ دٍة َ ثانِ َ ي ت ه َ م ا سا ِك َ نٌ َ و َ ج َ ب إِ ْ ب َ د ال َ الثانِ َ ِ يةِ ب َ ح رٍف ْ َ ٍب نا ِس اِ َ ل َ ى ح ْ ر َ كةِ ْ ال أ ْ و َ ل Artinya : Jika terdapat dua Hamzah di awal kalimat dan hamzah yang kedua sukun, maka hamzah yang kedua wajib diganti dengan huruf yang bermunasabah (sesuai) dengan harkat hamzah pertama. Contoh َ أ َ م – نَ ا ْ و م ْ إِ – ل ْ ي َ د ْ م asalnya َ أ ْ أ َ م – نَ أ ْ أ م ْ إِإْ – ل َ د ْ م ١٤ قلِ ب ِت َ ْ ال َ ي اء َ و اوا لِ س ك ْ ونِ َ ه َ ا و ْ ان ِض َ ماِم َ م َ ا ق ْ ب َ ل َ ها Artinya : Huruf Ya dihanti dengan huruf Wau karena sukun dan terletak setelah dhommah. Contoh ي ْ وِس – ر م ْ وِس ٌ asalnya ر ي ْ ي ِس - ر م ْ ي ِس ٌ ر ١٥ قلِ ب ِت َ ْ ال َ و او َ ي اء لِ س ك ْ ونِ َ ه َ ا و ان ِك ْ َ ِ سار َ م َ ا ق ْ ب َ ل َ ها Artinya : Huruf Wau dihanti dengan huruf Yau karena sukun dan terletak setelah Kasrah. Contoh ْ ل َ ج ْ ْ asalnya إِي ل َ ج ْ إِو ١٦ َ ا ْ ل َ قا ِع َ د ة لِ َ ه ْ م َ زةِ ْ ال َ و ْ ص ِل : َ ت ْ ث ب ت فِ ْ ِ ى الإ ْ بتِ َ داءِ َ و َ ت ْ س ق ط فِ َ ى الد رِج ْ Artinya : Kaidah Hamzah Washal adalah dibaca ketika menjadi awal kalimat dan tidak dibaca ketika didahului huruf berharokat. Contoh diawal د ْ م َ ح ْ ل َ – ا contoh didahului huruf berharokat د ْ م َ ح ْ الرحيِم ال ١٧ َ ا ْ ل َ قا ِع َ د ة لِ َ ه ْ م َ زةِ ْ ال ِع ْ َط َ ق : َ ت ْ ث ب ت فِ ْ ِ ى الإ ْ بتِ َ داءِ َ و َ ت ْ ث ب ت فِ َ ى الد رِج ْ Artinya : Kaidah Hamzah Qatha adalah ditetapkan ketika menjadi awal kalimat dan didahului huruf berharokat. Contoh ر اث َ ك َ الت م اك َ ه ْ ل َ أ hamzahnya tetap dibaca ١٨


77 DAFTAR SETORAN SYARAT KELULUSAN & PENGAMBILAN IJAZAH NO HAFALAN TANGGAL SETORAN PARAF 1 SURAH YASIN / ASSAJDAH 2 SURAH AL-MULK 3 SURAH AL-WAQI’AH 4 SURAH AL-INSAN 5 SURAH AL-A’LA – SURAH AL-NAS 6 HADITS AZKIYA 7 TAHLIL 8 DO’A ARWAH 9 DZIKIR & DO’A 10 BACAAN SHALAT 11 ADMINISTRASI PEMBAYARAN KET : Buku ini diserahkan kepada Kepala Madrasah ketika pengambilan Ijazah Surah Yasin untuk Putri dan Assajdah untuk putra


Buku Pusaka Santri ini merupakan buku yang berisi materi-materi yang wajib di hafal oleh para santri Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya. Terdiri dari mata pelajaran Tauhid, Akhlak/Tashawuf, Fiqih, Hadits, Tarikh, Tajwid, Nahwu dan Shorof Buku ini disusun secara sistematis berdasarkan materi perkelas dari setiap mata pelajaran, dan menjadi syarat muthlaq bagi para santri untuk mengikuti ujian semester maupun ujian pondok. Para santri wajib menyetorkan hafalan kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan dan dibuktikan dengan tanggal setoran dan paraf guru pembimbing Untuk tingkat MTs Juz 1 dan untuk tingkat MA juz 2 Dengan harapan buku ini bisa menjadi referensi dasar bagi para santri di Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya Desa Pengalihan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi RIau


Click to View FlipBook Version